cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 30891973     DOI : -
AL-IKTIAR, Journal of Islamic Studies is to publish original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, covering a wide range of issues on Islamic studies in a number of fields including as below. 1. Islamic Education 2. Islamic Thought 3. Islamic Law 4. Islamic Theology 5. Islamic Politics 6. Islamic History and Civilization
Articles 141 Documents
Integrasi Materi Pendidikan Seks dalam Pembelajaran PAI sebagai Upaya Pencegahan Penyimpangan Seksual di Lingkungan Sekolah Fatimaturrohmah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/6hbppr09

Abstract

This study aims to analyze the integration of sex education materials into Islamic Religious Education (PAI) learning as an effort to prevent sexual deviation in the school environment. This integration is motivated by the increasing number of cases of deviant sexual behavior among adolescents due to a lack of understanding of moral boundaries, religious values, and a lack of comprehensive education regarding reproductive health. The research method used was a literature review and qualitative analysis of various literature related to sex education, PAI learning, and the prevention of deviant behavior in students. The results indicate that sex education synergized with PAI values ​​not only provides biological information but also instills ethical principles, morals, and self-control. The integration of materials such as social etiquette, maintaining honor (hifzh al-'ird), moral responsibility, and an understanding of the dangers of sexual deviation can shape students' awareness and positive behavior. Furthermore, the dialogic, contextual, and character-based approach to PAI learning has proven effective in strengthening students' resilience against negative environmental influences. This study concludes that the integration of sex education material in Islamic Religious Education learning is a relevant and applicable preventive strategy, and is able to create a healthy, safe, and Islamic school environment. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi materi pendidikan seks dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya pencegahan penyimpangan seksual di lingkungan sekolah. Integrasi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perilaku seksual menyimpang di kalangan remaja akibat minimnya pemahaman tentang batasan moral, nilai-nilai keagamaan, serta kurangnya edukasi yang komprehensif mengenai kesehatan reproduksi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis kualitatif terhadap berbagai literatur terkait pendidikan seks, pembelajaran PAI, dan pencegahan perilaku menyimpang pada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seks yang disinergikan dengan nilai-nilai PAI tidak hanya memberikan informasi biologis, tetapi juga menanamkan prinsip etika, akhlak, dan kontrol diri. Pengintegrasian materi seperti adab pergaulan, menjaga kehormatan (hifzh al-‘ird), tanggung jawab moral, serta pemahaman tentang bahaya penyimpangan seksual mampu membentuk kesadaran dan perilaku positif siswa. Selain itu, pendekatan pembelajaran PAI yang dialogis, kontekstual, dan berbasis karakter terbukti efektif dalam memperkuat ketahanan diri peserta didik dari pengaruh negatif lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi materi pendidikan seks dalam pembelajaran PAI merupakan strategi preventif yang relevan, aplikatif, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, serta berkarakter Islami
Implementasi Problem Based Learning dalam Pembelajaran PAI untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa di SMA N 1 Semarapura M. Fairuz Arrahman
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/gzx7g763

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in Islamic Religious Education (PAI) learning and its contribution to improving students' critical thinking skills at SMA N 1 Semarapura. PBL was chosen as the learning model because it provides an active, challenging, and contextual learning environment through the presentation of authentic problems relevant to students' lives. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving Islamic Religious Education (PAI) teachers, students, and school officials as key informants. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing using the Miles and Huberman interactive model. The results indicate that the implementation of PBL in Islamic Religious Education (PAI) learning involves several stages: problem orientation, group learning organization, independent inquiry, solution development, and presentation of learning outcomes. Through this process, students are actively involved in identifying problems, analyzing information, formulating arguments, and concluding solutions based on Islamic values. The implementation of PBL has been proven to improve students' critical thinking skills, as reflected in their ability to provide in-depth analysis, ask reflective questions, and express opinions logically and argumentatively. Despite challenges such as limited time, student readiness, and the need for teachers to design engaging problem scenarios, these obstacles can be overcome with school support and the familiarization of innovative learning models. Overall, the implementation of PBL has a positive impact on the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning and contributes to the development of student character as a generation of intelligent, critical, and noble Muslims. This study recommends the continued implementation of PBL to improve the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning in secondary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta kontribusinya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di SMA N 1 Semarapura. PBL dipilih sebagai model pembelajaran karena mampu menghadirkan situasi belajar yang aktif, menantang, dan kontekstual melalui penyajian masalah-masalah autentik yang relevan dengan kehidupan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru PAI, siswa, dan pihak sekolah sebagai informan utama. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBL dalam pembelajaran PAI dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu orientasi masalah, pengorganisasian belajar kelompok, penyelidikan mandiri, pengembangan solusi, dan presentasi hasil pembelajaran. Melalui proses ini, siswa terlibat aktif dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, merumuskan argumen, dan menyimpulkan solusi berdasarkan nilai-nilai Islam. Penerapan PBL terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang tercermin dari kemampuan mereka dalam memberikan analisis mendalam, mengajukan pertanyaan reflektif, dan mengemukakan pendapat secara logis serta argumentatif. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu, kesiapan siswa, dan kebutuhan guru untuk merancang skenario masalah yang menarik, hambatan tersebut dapat diatasi dengan dukungan sekolah dan pembiasaan penggunaan model pembelajaran inovatif. Secara keseluruhan, implementasi PBL memberikan dampak positif bagi kualitas pembelajaran PAI dan berkontribusi terhadap pembentukan karakter siswa sebagai generasi muslim yang cerdas, kritis, dan berakhlak mulia. Penelitian ini merekomendasikan penerapan PBL secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah menengah.
Model Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Siswa di SMP Plus Yasinda Tugu Jaya Lempuing Ogan Komering Ilir Sumatra Selatan Siti Fatimah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/xya6aw02

Abstract

This study aims to describe and analyze the Quranic memorization learning model for improving students' memorization quality at Yasinda Tugu Jaya Lempuing Junior High School, Ogan Komering Ilir, South Sumatra. The study focuses on the implementation of the Quranic memorization method used, the supporting and inhibiting factors in its implementation, and the model's contribution to improving students' memorization quality. This study used a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results indicate that the Quranic memorization model at this school combines traditional methods such as talaqqi, musyāfahah, and tikrār with the use of modern technology to facilitate monitoring and evaluation of memorization. A school environment steeped in Quranic culture, competent teachers, and parental support are key contributing factors to the program's success. Obstacles identified include time constraints, differences in student abilities, and challenges in maintaining consistent muroja'ah (recitation). Overall, the Quranic memorization learning model has proven effective in improving students' recitation accuracy, fluency, and memorization of the Quran. Thus, this model can be used as a reference in developing memorization programs in Islamic educational institutions to produce a generation of Qur'an students with morals, discipline, and superior memorization qualities. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis model pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dalam meningkatkan kualitas hafalan siswa di SMP Plus Yasinda Tugu Jaya Lempuing, Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. Fokus kajian meliputi implementasi metode tahfidz yang digunakan, faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya, serta kontribusi model tersebut terhadap peningkatan kualitas hafalan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tahfidz di sekolah ini memadukan metode tradisional seperti talaqqi, musyāfahah, dan tikrār dengan pemanfaatan teknologi modern untuk memudahkan monitoring dan evaluasi hafalan. Lingkungan sekolah yang berbudaya Qur’ani, kompetensi guru yang mumpuni, serta dukungan orang tua menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program. Adapun hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, dan tantangan dalam menjaga konsistensi muroja’ah. Secara keseluruhan, model pembelajaran tahfidz yang diterapkan terbukti efektif dalam meningkatkan ketepatan bacaan, kelancaran, dan daya ingat siswa terhadap hafalan Al-Qur’an. Dengan demikian, model ini dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan program tahfidz di lembaga pendidikan Islam untuk mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak, disiplin, dan memiliki kualitas hafalan yang unggul
Urgensi Pembelajaran Metode Ilhamqu Dalam Meningkatkan Kualitas Menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon Muhamad Iqbal Solihin
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/8rzpyk28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi penerapan Metode Ilhamqu dalam meningkatkan kualitas menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon. Metode Ilhamqu merupakan pendekatan pembelajaran tahfidz yang holistik, sistematis, dan terstruktur, yang tidak hanya menekankan kemampuan hafalan secara kuantitatif, tetapi juga memperhatikan ketepatan bacaan, pemahaman makna, konsistensi muroja’ah, serta pembentukan karakter santri. Urgensi penerapan metode ini muncul dari berbagai tantangan yang dihadapi dalam pendidikan tahfidz, antara lain perbedaan kemampuan menghafal antar santri, kesulitan mempertahankan hafalan dalam jangka panjang, rendahnya fokus saat belajar, dan kebutuhan untuk menumbuhkan motivasi internal yang kuat. Metode Ilhamqu dirancang untuk menjembatani tradisi pesantren klasik dengan kebutuhan pendidikan modern, sehingga proses menghafal Al-Qur’an menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan relevan. Melalui integrasi pendekatan visual, auditif, dan kinestetik, santri dibimbing untuk menghafal dengan lebih mudah, menjaga hafalan lama, dan menambah hafalan baru secara berkelanjutan. Selain aspek teknis, metode ini juga menekankan pembentukan akhlak mulia, disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sehingga peserta didik tumbuh sebagai insan Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh dan berintegritas. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan model pembelajaran tahfidz di pesantren, serta menjadi acuan bagi lembaga pendidikan Islam dalam mencetak generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa kehilangan identitas spiritual. Dengan demikian, Metode Ilhamqu menjadi tonggak penting dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an yang efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan karakter santri.   Abstract This study aims to examine the urgency of implementing the Ilhamqu Method to improve the quality of Quran memorization at the Assalafie Babakan Ciwaringin Islamic Boarding School in Cirebon. The Ilhamqu Method is a holistic, systematic, and structured approach to learning Quran memorization. It emphasizes not only quantitative memorization skills but also pays attention to reading accuracy, understanding meaning, consistency of muroja'ah (recitation), and character development of students. The urgency of implementing this method arises from various challenges faced in Quran memorization education, including differences in memorization abilities among students, difficulty maintaining memorization over the long term, low focus during learning, and the need to cultivate strong internal motivation. The Ilhamqu Method is designed to bridge the traditions of classical Islamic boarding schools with the needs of modern education, making the process of memorizing the Quran more effective, enjoyable, and relevant. Through the integration of visual, auditory, and kinesthetic approaches, students are guided to memorize more easily, maintain existing memorization, and continuously add new ones. In addition to technical aspects, this method also emphasizes the development of noble character, discipline, responsibility, and a love for the Quran, so that students grow into Quranic individuals who excel not only in memorization but also possess strong character and integrity. The results of this study are expected to provide theoretical and practical contributions to the development of tahfidz learning models in Islamic boarding schools (pesantren), as well as serve as a reference for Islamic educational institutions in producing a generation of Quranic students prepared to face the challenges of modern life without losing their spiritual identity. Thus, the Ilhamqu Method is a significant milestone in strengthening effective, sustainable Quranic education that is oriented toward developing the character of students.
Implementasi Nilai PAI pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak melalui Metode Demonstrasi di MI Al-Ma’arif Nusantara Badung 2024-2025 Elysia Safitri Anis Handayani
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/wqthp561

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Islamic Religious Education (PAI) values ​​in the Aqidah Akhlak (Islamic Faith and Morals) subject through the demonstration method at MI Al-Ma'arif Nusantara Badung in the 2024-2025 academic year. PAI plays a strategic role in shaping religious character, enhancing students' understanding of faith, and fostering noble moral behavior. The demonstration method was chosen as a learning strategy because it allows students to observe, imitate, and practice behaviors in accordance with Islamic teachings in real-life situations. This study used a qualitative approach with descriptive methods, collecting data through observation, interviews, and documentation, thus providing an in-depth description of the implementation of PAI values ​​in the context of Aqidah Akhlak learning. The results show that the implementation of PAI values ​​through the demonstration method is effective, applicable, and sustainable. Students not only master the theoretical concepts of faith but are also able to emulate religious behavior and internalize noble morals in their daily lives. Teachers act as facilitators and role models, providing direct guidance and fostering positive behaviors that students can practice. This learning approach comprehensively integrates cognitive, affective, and psychomotor aspects, thus shaping students' character to be faithful, pious, and virtuous. In conclusion, the application of the demonstration method to Aqidah Akhlak (Islamic Religious Education) learning at MI Al-Ma'arif Nusantara Badung not only improves material mastery but also strengthens students' character and morals. This learning model is a crucial strategy in developing a generation of qualified Muslims with integrity who are able to make positive contributions to their families, schools, and communities. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) pada mata pelajaran Aqidah Akhlak melalui metode demonstrasi di MI Al-Ma’arif Nusantara Badung pada tahun ajaran 2024-2025. PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius, meningkatkan pemahaman keimanan, dan menumbuhkan perilaku akhlak mulia pada peserta didik. Metode demonstrasi dipilih sebagai strategi pembelajaran karena memungkinkan siswa untuk mengamati, meniru, dan mempraktikkan perilaku sesuai ajaran Islam secara nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga mampu menggambarkan secara mendalam proses implementasi nilai PAI dalam konteks pembelajaran Aqidah Akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai PAI melalui metode demonstrasi berjalan efektif, aplikatif, dan berkelanjutan. Siswa tidak hanya menguasai konsep keimanan secara teoritis, tetapi juga mampu meneladani perilaku religius dan menginternalisasi akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Guru berperan sebagai fasilitator dan teladan, memberikan bimbingan langsung serta membiasakan perilaku positif yang dapat diamalkan oleh siswa. Pembelajaran ini mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara menyeluruh, sehingga membentuk karakter siswa yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Kesimpulannya, penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran Aqidah Akhlak di MI Al-Ma’arif Nusantara Badung tidak hanya meningkatkan penguasaan materi, tetapi juga memperkuat karakter dan moral siswa. Model pembelajaran ini menjadi strategi penting dalam membentuk generasi Islam yang berkualitas, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Persepsi Guru Dalam Asesmen Gamifikasi Untuk Pengembangan Mata Pelajaran PAI pada Peserta Didik di MTSN 2 Bangka Barat Petty Siska
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/xhaenq33

Abstract

Vocabulary mastery is a fundamental component in English language learning as it plays a crucial role in supporting other language skills. However, in practice, many students still face difficulties in expanding and effectively using vocabulary. To address this challenge, innovation in assessment strategies is needed. One emerging approach is gamification assessment, which is believed to enhance learning motivation, student engagement, and learning outcomes through enjoyable game-like elements. This study aims to examine teachers’ perceptions of the implementation of gamification assessment in developing English vocabulary at MTsN 2 Bangka Barat. The research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. The subjects of the study involve English teachers who implement gamification assessment in the classroom. Data are collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed thematically to identify patterns and tendencies in teachers’ perceptions. The results of the study are expected to provide a comprehensive overview of teachers’ perspectives on the effectiveness, benefits, and challenges of gamification assessment in supporting vocabulary learning. Furthermore, the findings are expected to offer practical insights for the development of more innovative and relevant assessment strategies, particularly in English language learning at madrasah. Abstrak Penguasaan kosakata merupakan komponen fundamental dalam pembelajaran bahasa Inggris karena berperan penting dalam mendukung keterampilan berbahasa lainnya. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik masih menghadapi kendala dalam memperluas dan menggunakan kosakata secara efektif. Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan inovasi dalam strategi penilaian pembelajaran. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah asesmen gamifikasi, yang diyakini mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan peserta didik, dan hasil pembelajaran melalui unsur permainan yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi guru terhadap penerapan asesmen gamifikasi dalam pengembangan kosakata bahasa Inggris di MTsN 2 Bangka Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian melibatkan guru bahasa Inggris yang melaksanakan asesmen gamifikasi di kelas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk menggali pola dan kecenderungan persepsi guru. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran komprehensif mengenai pandangan guru terhadap efektivitas, manfaat, serta tantangan asesmen gamifikasi dalam mendukung pembelajaran kosakata. Selain itu, temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan praktis bagi pengembangan strategi penilaian yang lebih inovatif dan relevan, khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris di madrasah
Falsafah Ibadah Puasa: Upaya Pembentukan dan Penguatan Pengendalian Diri di Era Modern Nabila Farhana Sabir; Mustika Nur Srikandi; Kurniati
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/8z937m20

Abstract

This study aims to explore deeply the essence of fasting (shaum) in Islam as a means of developing and strengthening self-control amid the challenges of modern life. Fasting is not only a ritual act of refraining from food and drink, but also a spiritual practice that trains individuals to control desires, develop patience, sincerity, and cultivate moral awareness. This research employs a qualitative descriptive approach with a library research method. Data were obtained from primary sources such as the Qur'an, Hadith, and both classical and contemporary Islamic literature, as well as secondary sources including books, journals, and scholarly articles relevant to the topic. The data were analyzed using content analysis to interpret the philosophical and theological values of fasting in shaping human character. The findings indicate that fasting plays a fundamental role in enhancing individual self-control, both spiritually and socially. It trains individuals to suppress impulsive desires, regulate emotions, and maintain a balance between physical needs and spiritual well-being. In the context of modern society, the values of self-control developed through fasting are essential to counteract instant gratification, hedonism, and consumerist tendencies that weaken moral integrity. Therefore, fasting can be understood as a form of riyadhah ruhaniyah (spiritual exercise) that serves to cultivate piety, integrity, and noble character in human life Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam hakikat ibadah puasa dalam Islam sebagai sarana pembentukan dan penguatan pengendalian diri di tengah tantangan kehidupan modern. Puasa tidak hanya dipandang sebagai kewajiban ritual untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai proses spiritual yang melatih manusia mengendalikan hawa nafsu, menumbuhkan kesabaran, keikhlasan, dan kesadaran moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur'an, hadis, dan literatur keislaman klasik maupun kontemporer, serta sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) untuk menafsirkan nilai-nilai filosofis dan teologis puasa dalam pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah puasa memiliki fungsi mendasar dalam menumbuhkan kemampuan pengendalian diri individu, baik dari segi spiritual maupun sosial. Puasa melatih manusia menahan keinginan sesaat, mengendalikan emosi, serta menjaga keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Dalam konteks modern, nilai-nilai pengendalian diri yang ditanamkan melalui puasa menjadi sangat penting untuk melawan budaya instan, hedonisme, dan perilaku konsumtif yang melemahkan moralitas manusia. Dengan demikian, puasa dapat dipahami sebagai mekanisme pendidikan jiwa (riyadhah ruhaniyah) yang berperan membentuk manusia bertakwa, berintegritas, dan berakhlak mulia.
Keunggulan Implementasi Program MUHASAPAI Dalam Mengembangkan Karakter Religius Peserta Didik di SDIT Bina Insan Cendikia Mentok dan SDN 21 Mentok Sefti Angraini
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/x0mj2378

Abstract

The importance of religious character education in today's globalized era. The focus of this research is to analyze the implementation of the MUHASAPAI program in developing the religious character of students at SDIT Bina Insan Cendikia Mentok and SDN 21 Mentok using Charles O. Jones' policy implementation model, which consists of three stages: interpretation, organization, and application. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation, with informants consisting of the school principal, treasurer, Islamic education teachers, 4th, 5th, and 6th grade teachers, and students participating in the MUHASAPAI program at SDIT Bina Insan Cendikia Mentok and SDN 21 Mentok. Data analysis was conducted using data reduction, data presentation, and conclusion-drawing techniques. The results of the study show that at the interpretation stage, SDIT Bina Insan Cendikia Mentok is more in-depth because this program is seen as an integral part of the curriculum that is in line with the school's vision and mission as well as its Islamic-based identity. In contrast, SDN 21 Mentok interprets this program as an activity that requires special planning. At the organizational stage, the implementation of the MUHASAPAI program at SDIT Bina Insan Cendikia Mentok has been integrated into the school curriculum through learning activities, habituation, and takhassus tahfiz Qur'an classes. Meanwhile, SDN 21 Mentok formed a special committee to manage the MUHASAPAI program. At the application stage, SDIT Bina Insan Cendikia runs the program routinely and integrates it into the school curriculum, while SDN 21 Mentok shows effective implementation in the context of structured and centralized activities. Abstrak Pentingnya pendidikan karakter religius  di era globalisasi saat ini. Fokus penelitian ini menganalisis implementasi program MUHASAPAI dalam mengembangkan karakter religius peserta didik di SDIT Bina Insan Cendikia Mentok dan SDN 21 Mentok dengan menggunakan model implementasi kebijakan Charles O. Jones yang terdiri dari tiga tahap yaitu interpretasi, organisasi dan aplikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan terdiri dari kepala sekolah, bendahara, guru pendidikan agama Islam, guru kelas 4, 5 dan 6 serta peserta didik yang mengikuti program MUHASAPAI di SDIT Bina Insan Cendikia Mentok dan SDN 21 Mentok. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap interpretasi, SDIT Bina Insan Cendikia Mentok lebih mendalam karena program ini dipandang sebagai bagian dari kurikulum yang sejalan dengan visi dan misi sekolah serta identitas sekolah yang berbasis Islam. Sebaliknya, SDN 21 Mentok menginterpretasikan program ini sebagai kegiatan yang membutuhkan perencanaan khusus. Pada tahap organisasi, pelaksanaan program MusahaPAI di SDIT Bina Insan Cendikia Mentok sudah terintegrasi ke dalam kurikulum sekolah melalui kegiatan pembelajaran, pembiasaan dan kelas takhassus tahfiz Qur’an. Sementara itu, SDN 21 Mentok membentuk tim panitia khusus untuk mengelola program MUHASAPAI. Pada tahap aplikasi, SDIT Bina Insan Cendikia menjalankan program secara rutin dan terintegrasi dalam kurikulum sekolah, sedangkan SDN 21 Mentok menunjukkan implementasi yang efektif dalam konteks kegiatan yang terstruktur dan terpusat.
Rekonstruksi Jihad Menuju Peradaban Pengetahuan Masa Otoritas Muhammad Raushan Kanzul Fikri
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/mpqbn855

Abstract

Jihad is an important requirement in Islamic teachings, obligatory for every Muslim, according to their individual abilities and capacities. However, in the development of religious discourse and public perception, the term jihad is often reduced to the meaning of war (qitāl). This narrowing of meaning has given rise to a negative stigma, namely the assumption that jihad is synonymous with violence and uncivilized acts. However, when referring to authoritative sources in Islam, both the Quran and the Hadith, jihad has a much broader and nobler meaning. Jihad encompasses spiritual struggle, patience, self-control, da'wah (preaching), devotion to parents, and a commitment to fighting for good in various aspects of life. One form of jihad emphasized in the Prophet's hadith is the pursuit of knowledge. The Prophet stated that those who go out to seek knowledge are on the path of Allah until they return. The interpretation of jihad as the pursuit and development of knowledge demonstrates that jihad is not merely a physical act, but an intellectual, moral, and spiritual process oriented towards the advancement of oneself and society. If this broad understanding is realized, the stigma that jihad is an uncivilized activity will naturally fall away. In fact, jihad in the form of knowledge has made a significant contribution to the advancement of knowledge and the development of civilization. From this framework of thought, the concept of "civilizational jihad" was born: jihad oriented toward the development of knowledge, intellectual advancement, the creation of a dignified social order, and the formation of a superior society. With this comprehensive understanding, jihad returns to its essence as a transformative force for a more civilized life. Abstrak Jihad merupakan tuntunan penting dalam ajaran Islam yang diwajibkan kepada setiap muslim sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing. Namun dalam perkembangan wacana keagamaan maupun persepsi publik, istilah jihad kerap direduksi hanya pada makna perang (qitāl). Penyempitan makna ini kemudian melahirkan stigma negatif, yaitu anggapan bahwa jihad identik dengan kekerasan dan tindakan tidak beradab. Padahal, jika merujuk pada sumber-sumber otoritatif dalam Islam, baik al-Qur’an maupun hadis, jihad memiliki cakupan makna yang jauh lebih luas dan lebih mulia. Jihad mencakup perjuangan spiritual, kesabaran, pengendalian hawa nafsu, dakwah, pengabdian kepada orang tua, hingga komitmen untuk memperjuangkan kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan.Salah satu bentuk jihad yang ditegaskan dalam hadis Nabi adalah menuntut ilmu. Rasulullah menyebut bahwa orang yang keluar untuk mencari ilmu berada di jalan Allah hingga ia kembali. Pemaknaan jihad sebagai pencarian dan pengembangan ilmu ini menunjukkan bahwa jihad bukan hanya tindakan fisik, melainkan proses intelektual, moral, dan spiritual yang berorientasi pada kemajuan diri dan masyarakat. Jika pemahaman yang luas ini dihidupkan, stigma bahwa jihad adalah aktivitas yang tidak beradab akan gugur dengan sendirinya. Bahkan, jihad dalam bentuk ilmu memiliki kontribusi besar bagi kemajuan pengetahuan dan pembangunan peradaban. Dari kerangka pemikiran inilah lahir konsep “jihad peradaban,” yakni jihad yang berorientasi pada pengembangan ilmu, kemajuan intelektual, penciptaan tatanan sosial yang bermartabat, serta pembentukan masyarakat yang unggul. Dengan pemaknaan komprehensif ini, jihad kembali pada hakikatnya sebagai energi transformasi menuju kehidupan yang lebih beradab
Strategi Guru PAI Dalam Menumbuhkan Sikap Kritis Terhadap Isu Kontemporer Melalui Kajian Sejarah Kebudayaan Islam Pada Pembelajaran Kelas X Mas Muallimin Univa Medan Abdul Rahman Ali
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/mbmz7h11

Abstract

This article explores the strategies of Islamic Religious Education (PAI) teachers in fostering critical thinking in students toward contemporary issues through the study of Islamic Cultural History (ISH) in tenth-grade classes at MAS Muallimin UNIVA Medan. The study employed a descriptive qualitative research approach and Classroom Action Research (CAR) to design, implement, and reflect on critical thinking-oriented teaching strategies. Interventions included the application of inquiry-based learning models, problem-based learning, guided discussions (Socratic questioning), primary source analysis, contemporary issue-based projects, and the use of technology for historical sources. Data were collected through classroom observations, teacher and student interviews, documentation of learning outcomes, and critical thinking assessment instruments. Results indicated improvements in students' analytical skills, source evaluation, and critical disposition toward contemporary issues such as pluralism, social media ethics, and religious moderation. Effective strategies combined historiographic scaffolding, authentic assessment, and teacher-community collaboration. This article presents a set of operational strategies (lesson plans, student worksheets, and critical thinking rubrics) that are feasible for implementation and are recommended for ISH curriculum integration. The novelty of this research is the integrated strategy model that directly links the study of Islamic cultural history with the analysis of contemporary issues for Madrasah Aliyah students Abstrak Artikel ini mengeksplorasi strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menumbuhkan sikap kritis siswa terhadap isu-isu kontemporer melalui kajian Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada pembelajaran kelas X di MAS Muallimin UNIVA Medan. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk merancang, menerapkan, dan merefleksikan strategi pengajaran berorientasi keterampilan berpikir kritis. Intervensi meliputi penerapan model pembelajaran inquiry-based learning, problem-based learning, diskusi terarah (Socratic questioning), analisis sumber primer, proyek berbasis isu kontemporer, dan pemanfaatan teknologi untuk sumber-sumber historis. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara guru dan siswa, dokumentasi produk belajar, serta instrumen penilaian berpikir kritis. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan analisis, evaluasi sumber, dan kecenderungan kritis siswa terhadap isu kontemporer seperti pluralisme, etika media sosial, dan moderasi beragama. Strategi efektif menggabungkan scaffolding historiografis, penilaian autentik, dan kolaborasi guru–komunitas. Artikel ini menyajikan perangkat strategi operasional (rencana pembelajaran, LKPD, rubrik berpikir kritis) yang layak implementasi dan direkomendasikan untuk integrasi kurikulum SKI. Kebaruan penelitian adalah model strategi terpadu yang mengaitkan kajian sejarah kebudayaan Islam secara langsung dengan analisis isu kontemporer bagi siswa madrasah Aliyah

Page 11 of 15 | Total Record : 141