cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 308 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1: Desember 2024" : 308 Documents clear
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Resiliensi Narapidana Remaja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan Dimas Aditya Nugraha; Ade Cici Rohayati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.7277

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap resiliensi narapidana remaja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan menggunakan metode kuantitatif. Dari 91 responden berusia 18-21 tahun, ditemukan bahwa dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap resiliensi dengan nilai R Square sebesar 0.316, yang artinya Dukungan Sosial menjelaskan 31.6% variasi dalam Resiliensi. Nilai Pearson Correlation 0.322 menunjukkan korelasi positif yang lemah antara kedua variabel. Dukungan sosial mempengaruhi resiliensi dengan nilai signifikansi p=0.002 < 0.01 pada tingkat kepercayaan 99%. Hasil regresi sederhana menunjukkan koefisien konstanta 73.726 dan koefisien dukungan sosial 0.216, artinya setiap peningkatan satu unit dalam Dukungan Sosial meningkatkan Resiliensi sebesar 0.216 unit. Dukungan sosial berperan penting dalam meningkatkan kemampuan narapidana remaja untuk menghadapi tantangan. Faktor lain yang mempengaruhi resiliensi termasuk kondisi lingkungan, kesehatan mental, dan tingkat pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dapat berfungsi sebagai pelindung terhadap dampak negatif dari stres. Hasil ini memberikan bukti kuat bahwa Dukungan Sosial merupakan faktor penting dalam meningkatkan Resiliensi para narapidana remaja di lembaga pemasyarakatan. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat Dukungan Sosial yang diterima narapidana remaja, semakin besar kemungkinan mereka memiliki tingkat Resiliensi yang tinggi.
Collaborative Governance dalam Pembinaan Kemandirian Mebel di Lapas Kelas IIA Binjai Yoshep Ferdinand Sitompul; Lauditta Indahdewi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.7278

Abstract

Pembinaan kepada narapidana ditujukan untuk memberikan bekal untuk meningkatkan kualitas hidup narapidana. Sehingga lembaga pemasyarakatan wajib memberikan fasilitas terhadap narapidana untuk mengembangkan potensi salah satunya dengan memberikan pelatihan kerja kepada narapidana. Agar pelatihan kerja kepada narapidana berjalan optimal maka diperlukan kerja sama antara lembaga pelatihan kerja maupun pemerintah atau sektor swasta yang terkait. Permasalahan dalam penelitian ini mengenai penerapan serta faktor – faktor yang menjadi penghambat dalam penerapan collaborative governance pada pembinaan kemandirian mebel di Lapas Kelas IIA Binjai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan serta faktor – faktor yang menjadi penghambat dalam penerapan collaborative governance pada pembinaan kemandirian mebel di Lapas Kelas IIA Binjai. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalam teori collaborative governance. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui sumber data primer dan sekunder yang terdiri dari wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini adalah dilog tatap muka antara Lapas Kelas IIA Binjai dengan Balai Latihan Kerja dan Yayasan Srikandi; lapas membangun kepercayaan dengan pihak terkait; komitmen secara tertulis antara lapas dengan pihak terkait; adanya pemahaman bersama antara ketiga pihak; narapidana yang mampu membuat karya mebel yang sesuai standar pasar
Optimalisasi Strategi Penjualan Budidaya Ayam Petelur Melalui Pendekatan Matriks Boston Consulting Group (BCG) di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta Tessalonica Siahaan; Lauditta Indahdewi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.7281

Abstract

Artikel ini membahas optimalisasi strategi penjualan budidaya ayam petelur melalui pendekatan matriks boston consulting group (BCG) di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta. Strategi Penjualan yang diterapkan oleh Lapas belum mencapai nilai optimal dan produksi yang belum maksimal. Hal ini menjadi suatu masalah karena Lapas Narkotika Jakarta keterbatasan investasi dalam pengembangan usaha, regulasi yang ketat terkait dengan penjualan produk perikanan dari lapas, dan terdapat persaingan dari produsen ayam petelur lainnya baik didalam maupun di luar Lapas yang membuat sulit guna mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar lapas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi penjualan hasil produk budidaya ayam petelur melalui matris BCG, dan apa saja faktor yang menghambat dalam pelaksanaan penjualan hasil produk Lapas. Melalui pemahamam yang mendalam tentang masalah ini, artikel ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menentukan strategi penjualan dari tulisan yang dibuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif dengan tujuan agar dapat memahami fenomena dengan terjun langsung ke lapangan, sehingga dapat dideskripsikan dengan rinci tentang kondisi yang sebenarnya terjadi. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dengan 7 narasumber, melalui proses observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan pengolahan data dilakukan dengan pengumpulan data, analisis data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana pada Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang Ponso Jayaman Gultom; Lauditta Indahdewi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.7282

Abstract

Undang-Undang No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang merupakan wujud dari revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan. Untuk membantu Narapidana meningkatkan kualitas dirinya, maka perlu dilakukannya program pembinaan kepribadian maupun kemandirian. Pelaksanaan pembinaan tidak bisa terlepas dari peran Wali Pemasyarakatan yang berkontribusi penting bagi kelancaran dari jalannya pembinaan Narapidana. Dalam pelaksanaan pembinaan, Permenkumham RI Nomor: M.01. PK.04.10 Tahun 2007 menjelaskan mulai dari awal masuk lembaga pemasyarakatan sampai selesai menjalani wali pemasyarakatan berperan penuh dalam pendampingan pembinaan yang selanjutnya nanti akan membuat laporan tentang perkembangan pembinaan narapidana dan anak. Melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: Pas-10.OT.02.02 Tahun 2021 tentang Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana, dokumen ini dijadikan pesdoman bagi wali pemasyarakatan dalam menilai perubahan sikap narapidana. Penelitian ini menggunakan teori Evaluasi Model CIPP (Context, Input, Process and Product) pertama kali dikenalkan oleh Stufflebeam dan Shinfield. Evaluasi model ini terdiri dari empat dimensi, yaitu: Context, Input, Process dan Product, sehingga model evaluasinya diberikan nama CIPP. Penelitian dengan jenis kualitatif deskriptif yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi nyata berupa fakta lapangan terkait evaluasi pelaksanaan kebijakan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang yang berjalan baik namun dengan keadaan kurangnya pegawai yang menjadi Wali Pemasyarakatan, membuat segi kualitas program pembinaan dari segi narapidana, serta dari segi sarana dan fasilitasnya yang ada terlihat kurang maksimal. Dari berbagai hambatan yang ada hal itu jelas menjadikan hal yang menghambat dalam proses pembinaan itu sendiri karena hambatan yang ada itu sangat berpengaruh sehingga pegawai yang menjadi Wali Pemasyarakatan harus mampu mengerjakan tugasnya sebagai Wali Pemasyarakatan dengan kondisi yang ada.
Penerapan Model Risk-Need-Responsivity (RNR) sebagai Sistem Perlakuan Narapidana Tindak Pidana Narkotika di Lembaga Pemasyarakaran Narkotika Kelas IIA Jakarta Rahel Dellavany Sinambela; Umar Anwar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.7422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Model Risk-Need-Responsivity (RNR) sebagai sistem perlakuan narapidana tindak pidana narkotika di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta. Model RNR yang berbasis pada tiga prinsip utama yaitu risiko, kebutuhan, dan responsivitas dianggap efektif dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko serta kebutuhan narapidana, juga menyesuaikan intervensi yang diberikan sehingga dapat mengurangi tingkat residivisme. Meskipun prinsip-prinsip RNR telah diterapkan, pelaksanaan di lapas masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, kelebihan kapasitas, dan kurangnya pelatihan bagi petugas pemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan petugas lapas, psikolog, dan narapidana, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun asesmen risiko dan kebutuhan serta bentuk intervensi telah dilakukan, banyak narapidana yang tidak mendapatkan program rehabilitasi yang sesuai dengan hasil asesmen mereka. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta meningkatkan pelatihan bagi petugas, mendiversifikasi program rehabilitasi, dan memastikan alokasi anggaran yang memadai untuk mendukung penerapan model RNR. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan penerapan model RNR dapat berjalan lebih efektif, berkontribusi pada reintegrasi sosial narapidana, dan mengurangi tingkat residivisme di kalangan pengguna narkotika
Hubungan Perilaku Pasien Dengan Kejadian Penyakit Ispa Dewi Retno Puspitosari; Achmad Wahdi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.8407

Abstract

Jumlah penderita Ispa cenderung mengalami peningkatan. Kebiasaan Masyarakat yang dapat menyebabkan ispa meningkat, adanya asap polusi udara yang dapat melemahkan pertahanan tubuh sehingga rentan terkena ispa, dan kondisi lingkungan rumah sekitar yang tidak sesuai dengan standar kesehatan juga dapat meningkatkan risiko ispa. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku pasien dengan kejadian penyakit ispa. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 120 dan Sampel dari penelitian ini adalah 61 responden.. Teknik sampling dalam  penelitian ini menggunakan simple random sampling. Hasil : Berdasarkan hasil analisa statistik menggunakan uji chi square test diperoleh nilai p value sebesar 0,081<0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada Hubungan Perilaku Pasien dengan Kejadian Ispa di Kalianyar Ngronggot.
Implikasi Pemberdayaan Pemuda dalam Upaya Perlindungan dan Pelestarian Situs Biting terhadap Ketahanan Budaya di Lumajang Widya Noventari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.8474

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pemberdayaan pemuda dalam perlindungan dan pelestarian warisan budaya Situs Biting di Lumajang serta dampaknya terhadap ketahanan budaya. Fokus penelitian ini adalah pada Komunitas Peduli Pusaka Majapahit Timur (MPPM) di Lumajang, Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemberdayaan pemuda yang dilaksanakan oleh MPPM Timur dalam upaya pelestarian warisan budaya Situs Biting, serta mengkaji dampak pemberdayaan yang dilakukan oleh MPPM Timur Lumajang terhadap ketahanan budaya di Lumajang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui lima tahap, yaitu: 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Dokumentasi, 4) Telaah pustaka, dan 5) Pencarian data daring. Analisis data dilakukan melalui tiga langkah, yaitu: 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, dan 3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan pemuda di MPPM Timur meliputi tiga tahap, yaitu tahap penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan. Pada tahap penyadaran, pemuda diberikan pemahaman tentang potensi dan kontribusi yang dapat diberikan, baik secara individu maupun kelompok, dalam upaya perlindungan dan pelestarian warisan budaya Situs Biting. Pada tahap peningkatan kapasitas, pemuda diperkenalkan dengan berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, dan diskusi rutin. Tahap pemberdayaan merupakan fase di mana pemuda diberikan daya sesuai dengan kemampuannya. Implikasi dari strategi pemberdayaan pemuda terhadap ketahanan budaya dapat dilihat dari bagaimana pemuda dan masyarakat merasa memiliki Situs Biting sebagai warisan budaya dan aset sejarah yang sangat berharga bagi Kabupaten Lumajang.
Analisis Hukum Terhadap Penegakan Hukum Tindak Pidana Kekerasan Seksual Pasca Berlakunya Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual: Suatu Kelemahan dan Solusi Picauly, Jessyca Haniel; Lawalata, Imanuel Jerry Arthur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.12021

Abstract

Untuk memastikan perlindungan dan pencegahan kekerasan seksual, maka unsur-unsur kekerasan seksual yang sebelumnya diatur dalam berbagai undang-undang sektoral, tidak dapat mencegah, melindungi, dan memberantas kekerasan seksual. Sehingga melalui lembaga eksekutif dan legislatif yang berwenang dalam membentuk dan mengesahkan undang-undang pidana khusus tentang tindak pidayna kekerasan seksual yang mengatur secara materiil dan formil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suatu kelemahan terhadap pasal-pasal yang kontradiktif dalam UU TPKS serta upaya preventif dari lembaga-lembaga yang diberi kewenangan untuk mencegah dan melindungi korban TPKS dan dipenghujung penulisan ini, penulis mencoba untuk memberikan solusi. Temuan membuktikan bahwa, meskipun secara khusus adanya UU TPKS namun peraturan subsantif dan prosedural antar koordinasi terhadap lembaga-lembaga yang diberi wewenang dalam UU TPKS masih belum optimal. Itulah sebabnya, fokus utama dengan disahkan UU TPKS yang paling utama dari yang paling utama adalah upaya pencegahan agar tidak memberi peluang bagi pelaku kekerasan seksual.