cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 442 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2: Februari 2026" : 442 Documents clear
Peran RW 01 dalam Mengatasi Banjir di Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan Rizqi, Imtiyaz Nasywa; Sudarsono, Melany; Hilmi, Djulhanif Syahdan; Rebangga, Muhammad Mars; Noviyanti, Nerina Aditya; Mahru, Syifa
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14419

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran RW 01 Kelurahan Ulujami dalam menangani banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa RW menjalankan peran strategis melalui edukasi warga, advokasi infrastruktur, posko banjir, kegiatan lingkungan, serta pengawasan kesehatan lewat program Jumantik. RW juga melibatkan pemuda dan mendorong partisipasi masyarakat. Meskipun aktif, RW masih menghadapi kendala struktural akibat minimnya dukungan teknis dari pemerintah. Diperlukan sinergi lebih kuat untuk memperkuat mitigasi banjir berbasis komunitas.
Penerapan Metode Tatbiqul Qiro’ah dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Siswa di Pendidikan Diniyah Formal Zainul Hasan Genggong Probolinggo Idrus Alawi; Zaenu Zuhdi; Wahyudi Widodo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14524

Abstract

Kemampuan baca kitab kuning esensial di pesantren dan diniyah formal, namun siswa sering kesulitan memahami teks Arab gundul dan mengaplikasikan nahwu-sharaf. Tantangan ini menghambat pencapaian tujuan pendidikan diniyah. Penelitian ini berfokus pada metode Tatbiqul qiro’ah (praktik langsung dan aplikasi kaidah kontekstual) sebagai solusi potensial, dilakukan di Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Zainul Hasan Genggong Probolinggo yang mengintegrasikan pendidikan salaf dan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peningkatan kemampuan baca kitab kuning siswa setelah penerapan metode ini, mendeskripsikan penerapan metode Tatbiqul qiro’ah pada siswa PDF Zainul Hasan Genggong Probolinggo, dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode Tatbiqul qiro’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif (studi kasus) di PDF Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Subjek meliputi kepala sekolah, wakil kepala kurikulum, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi (termasuk pre-test dan post-test). Data kuantitatif mengukur peningkatan kemampuan, sementara data kualitatif menganalisis implementasi dan faktor pengaruhnya. Analisis data interaktif mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penerapan metode Tatbiqul Qiro’ah di PDF Zainul Hasan Genggong terbukti efektif meningkatkan kemampuan siswa membaca kitab kuning, terutama dalam hal ketepatan harakat, kelancaran, dan pemahaman. Keberhasilan ini didukung oleh komitmen lembaga, guru, dan tradisi pesantren. Meskipun ada tantangan seperti variasi penguasaan nahwu-sharaf dan keterbatasan pengajar, pihak lembaga justru menjadikannya motivasi untuk terus berinovasi.
Tinjauan Hukum Pembajakan Kitab Kuning di Website Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam Ahmad Nahrowi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14556

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik pembajakan Kitab Kuning yang disebarluaskan melalui website dengan menggunakan perspektif hukum positif dan hukum Islam. Perkembangan teknologi digital memudahkan akses terhadap literatur keislaman, namun sekaligus menimbulkan pelanggaran hak cipta melalui penggandaan, pengalihwujudan, dan pendistribusian kitab tanpa izin pencipta atau pemegang hak cipta. Hasil berkas pegalihan dari buku cetak tadi bisa berformat PDF, TXT, JPG maupun PNG yang kemudian di unggah ke website. Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama islam, banyak yang menjadikan kitab kuning sebagai bahan ajar, secara kelembagaan Pondok Pesantren menjadikan Kitab Kuning sebagai kurikulum pedidikan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan kebijaksanaan peraturan-undangan dan kajian fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitab Kuning termasuk karya tulis yang dilindungi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, sehingga pembajakannya merupakan pelanggaran terhadap hak ekonomi dan hak moral pencipta yang dapat dikenakan sanksi perdata maupun pidana. Dalam perspektif hukum Islam, pembajakan dipandang sebagai perbuatan zalim dan bentuk memakan harta orang lain secara batil yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan hifz al-māl. Oleh karena itu, diperlukan penegakan hukum dan kesadaran etis dalam penggunaan karya keilmuan.    
Kekuatan Hukum Akta di Bawah Tangan yang Dilegalisasikan oleh Notaris Ailsa Zerlina Reifito; Alifia Kusuma Anugrahani; Mega Oktaviana Putri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14573

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi alat bukti yang sah dalam menyelesaikan sengketa hukum, dengan fokus pada perjanjian sebagai instrumen utama dalam hubungan sosial dan ekonomi. Perjanjian, sebagai kesepakatan yang mengikat, berfungsi untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan. Namun, kekuatan pembuktiannya bervariasi tergantung pada formatnya. Teks ini membedakan secara mendalam antara akta di bawah tangan, yang dibuat secara pribadi oleh para pihak dan memiliki kekuatan bukti terbatas, dengan akta otentik, yang dibuat di hadapan pejabat berwenang (seperti notaris) dan memiliki kekuatan pembuktian tertinggi. Hasil analisis menunjukkan adanya kesalahpahaman umum di masyarakat terkait kekuatan hukum akta di bawah tangan, yang seringkali dianggap setara dengan akta otentik. Selain itu, penelitian ini menyoroti kekeliruan dalam memahami fungsi legalisasi notaris, yang pada dasarnya hanya mengesahkan tanda tangan, bukan kebenaran isi perjanjian itu sendiri. Kesalahpahaman ini berpotensi besar menimbulkan masalah dalam proses pembuktian di pengadilan, terutama saat terjadi kasus wanprestasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang akurat mengenai hierarki kekuatan pembuktian akta sangat penting untuk menegakkan keadilan dan kepastian hukum.
Perbandingan Teori Behaviorisme, Kognitivisme, dan Konstruktivisme dalam Pembelajaran Abad 21 di Indonesia: Tinjauan Literatur Siregar, Julinda; Ferdianty, Fera; Nurhasanah, Hanna; Salasri, Layni; Rachmawati, Rachmawati; Syaifudin, Riza; Sunarya, Sunarya
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan teori behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme dalam konteks pembelajaran abad ke-21 di Indonesia melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 30 artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan ketiga teori belajar tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa behaviorisme berkontribusi pada pembentukan perilaku belajar, disiplin akademik, dan kebiasaan belajar yang terstruktur, termasuk dalam konteks pembelajaran digital. Kognitivisme berperan penting dalam pengembangan proses berpikir, pemahaman konseptual, regulasi diri, serta pengelolaan beban kognitif siswa. Sementara itu, konstruktivisme memberikan kontribusi signifikan terhadap pembelajaran kolaboratif, kreatif, dan berbasis pengalaman nyata melalui model pembelajaran aktif seperti project-based learning dan problem-based learning. Sintesis literatur menegaskan bahwa tidak ada satu teori belajar yang mampu menjawab seluruh kebutuhan pembelajaran abad ke-21 secara mandiri. Oleh karena itu, integrasi behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme secara proporsional dan kontekstual menjadi pendekatan pedagogis yang paling relevan bagi pengembangan pembelajaran abad ke-21 di Indonesia.
Analisis Regulasi Hukum Lembaga Keuangan Syariah: Perspektif Hukum Positif dan Syariah di Indonesia Mustafaenal, Mustafaenal; Ilyas, Muhammad; S, Sawitri Yuli Hartati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14607

Abstract

Lembaga keuangan syariah di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan yang lebih adil dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi hukum yang mengatur lembaga keuangan syariah di Indonesia, dengan fokus pada pengaturan perundang-undangan dan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan untuk menganalisis Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sebagai pedoman kepatuhan syariah dalam produk keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi hukum sudah ada, masih terdapat tantangan signifikan, seperti dualisme sistem keuangan, rendahnya literasi keuangan syariah, dan tumpang tindih kewenangan antara OJK dan DSN-MUI. Tantangan ini menghambat efektivitas pengawasan dan implementasi prinsip syariah di lapangan. Penelitian ini juga menyoroti peran penting lembaga keuangan syariah dalam memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Diperlukan kerangka regulasi yang lebih harmonis, penguatan pengawasan, serta peningkatan literasi keuangan syariah untuk mengatasi tantangan yang ada dan mendukung pengembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia.
Coping Through Aesthetics: Psikoedukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Stres dan Strategi Coping pada Siswa SMA Irba Chalisha Amaly; Djudiyah, Djudiyah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14609

Abstract

Stres merupakan kondisi yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mengetahui dengan tepat definisi stres, faktor yang memengaruhi serta upaya untuk mengelola stres dengan baik melalui psikoedukasi diharapkan dapat membantu siswa untuk mencapai well-being. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi berbasis estetika dalam meningkatkan pemahaman siswa SMA mengenai stres dan strategi coping. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan partisipan sebanyak 10 siswa yang aktif berorganisasi. Intervensi diberikan dalam lima sesi melalui metode presentasi dan simulasi yang dipadukan dengan aktivitas estetis, seperti musik, seni, visual alam, dan menulis. Pengukuran pemahaman dilakukan menggunakan angket dengan pertanyaan terbuka. Hasil analisis menunjukkan nilai uji t test (t = -7,184) dengan (p<0,001). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan siswa tentang tentang stress, faktor yang memengaruhi serta cara mengelola stres. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis estetika efektif membantu siswa memahami konsep stres, mengenali pemicu dan responsnya, serta mengidentifikasi strategi coping yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini berpotensi menjadi alternatif edukasi preventif yang mudah diterapkan di sekolah.
Harmonisasi Definisi Jasa Pelayanan Kesehatan dalam UU Kesehatan dan UU PPN terhadap Kepastian Hukum Pajak Tindakan Estetika Medis Andromeda, Anggind Grandika
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disharmoni pengaturan antara rezim Hukum Kesehatan dan rezim Hukum Perpajakan terkait definisi Jasa Pelayanan Kesehatan, khususnya dalam pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas tindakan estetika medis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mendasar antara Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagai lex specialis medis yang mendefinisikan pelayanan kesehatan secara luas dan holistik, dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan beserta peraturan pelaksanaannya sebagai lex specialis fiskal yang menerapkan penafsiran ekonomi secara restriktif. Otoritas pajak kerap menggunakan pendekatan subjektif berupa purpose test (tujuan kecantikan) untuk mengecualikan tindakan estetika medis dari jasa bebas PPN, meskipun tindakan tersebut dilakukan oleh dokter berdasarkan indikasi medis. Disharmoni ini menimbulkan ketidakpastian hukum dan ketidakadilan, baik bagi wajib pajak maupun masyarakat, serta berpotensi menciptakan distorsi persaingan usaha. Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi hukum melalui rekonstruksi parameter penentuan objek PPN dari pendekatan subjektif menuju pendekatan objektif medis (medical indication test), dengan merujuk sepenuhnya pada otoritas medis sebagaimana diatur dalam UU Kesehatan. Dengan demikian, tindakan estetika medis yang memiliki indikasi medis, dilakukan oleh tenaga medis berwenang, didasarkan pada diagnosis sesuai standar ICD-10, dan terdokumentasi dalam rekam medis, seharusnya dikualifikasikan sebagai bukan objek PPN, sedangkan tindakan estetika murni tanpa indikasi medis tetap dapat dikenakan PPN.
Digitalisasi Sumber Daya Manusia sebagai Pendorong Efisiensi SDM dan Kepuasan Layanan di Organisasi Manufaktur Darmawan, Didit
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14664

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak digitalisasi sumber daya manusia (SDM) terhadap efisiensi operasional SDM dan kepuasan karyawan terhadap layanan SDM di perusahaan manufaktur yang berlokasi di Sidoarjo. Digital HR, yang ditandai dengan penerapan sistem informasi SDM (HRIS), proses SDM otomatis, integrasi alur kerja digital, dan platform layanan mandiri karyawan, semakin menjadi komponen strategis dalam manajemen SDM modern. Sebanyak 100 karyawan berpartisipasi dalam survei ini, yang dipilih melalui sampling purposif untuk memastikan paparan yang memadai terhadap praktik digital HR. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert delapan poin dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi SDM secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional SDM, tercermin dalam peningkatan kecepatan proses, pengurangan biaya administratif, pengurangan pekerjaan manual, dan akurasi data yang lebih tinggi. Hasil juga menunjukkan bahwa digitalisasi secara positif mempengaruhi kepuasan karyawan terhadap layanan SDM, terutama dalam hal efisiensi layanan, akurasi proses SDM, dukungan SDM, kejelasan komunikasi, dan kemudahan akses. Hasil ini menunjukkan bahwa SDM digital berkontribusi secara bersamaan pada efisiensi internal dan pengalaman karyawan. Studi ini menyimpulkan bahwa digitalisasi SDM memainkan peran strategis dalam memperkuat kinerja organisasi dan merekomendasikan agar perusahaan memprioritaskan integrasi digital dalam SDM untuk meningkatkan kualitas administratif dan layanan.
Pola Maternal Feeding Ibu dengan Anak Stunting di Wilayah Pesisir Kusumawardhani, Anindiyati; Suryanto, Suryanto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14702

Abstract

Permasalahan stunting perlu mendapatkan penanganan mengingat dampaknya yang cukup signifikan bagi pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Di Kota Pasuruan, angka stunting tertinggi berada pada kelurahan yang terletak di wilayah pesisir, padahal ketersediaan protein hewani melimpah. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan pola maternal feeding Ibu dengan anak stunting di wilayah pesisir dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang dipilih adalah studi kasus intrinsik. Subjek dari penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak stunting dan bertempat tinggal di wilayah pesisir. Pengumpulan informasi menggunakan metode wawancara mendalam–semi terstruktur. Dalam analisis data peneliti menggunakan teknik analisis tematik deduktif–theory driven. Teori yang digunakan yaitu Teori Division of Responsibility in Feeding Satter dan Teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner. Hasil dari penelitian ini adalah semua partisipan memiliki pola maternal feeding yang belum tepat. Dibutuhkan intervensi untuk menambah pengetahuan ibu terkait sumber makanan yang bergizi dan cara pemberian makan yang tepat