cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Cendekia Ilmiah
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 4,245 Documents
Menganalisa Kinerja Karyawan dan Mengelola Kinerja Untuk Mencapai Tujuan Organisasi Juwarto, Juwarto; Triwahyono, Hartanto; Rusman, Hedar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.9847

Abstract

Penilaian ini tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai dasar untuk pengambilan keputusan strategis terkait pengembangan karyawan, penghargaan, promosi, serta identifikasi kebutuhan pelatihan. Namun, dalam praktiknya, sistem penilaian kinerja sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti bias penilai, ketidakjelasan kriteria, dan kurangnya transparansi dalam proses evaluasi. Hal ini dapat mengurangi efektivitas penilaian kinerja dalam mendorong peningkatan produktivitas dan motivasi karyawan. Mengelola kinerja karyawan secara efektif memerlukan lebih dari sekadar proses penilaian. Pengelolaan kinerja yang baik harus melibatkan penetapan tujuan yang jelas, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta pengembangan karier yang selaras dengan tujuan strategis organisasi. Kinerja individu harus diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi, dengan cara memastikan bahwa setiap karyawan memahami kontribusinya terhadap keberhasilan perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk merancang sistem penilaian yang objektif dan adil, serta memfasilitasi proses pengelolaan kinerja yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan budaya organisasi.
Analisis Hubungan Antara Perencanaan Strategis Organisasi Dengan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Hartanto Triwahyono; Juwarto, Juwarto; Hedar Rusman
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.9848

Abstract

Analisis ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara perencanaan strategis organisasi dengan pengelolaan sumber daya manusia dalam upaya mencapai tujuan jangka panjang organisasi. Perencanaan strategis organisasi mencakup proses perumusan visi, misi, dan tujuan yang harus dicapai, sementara pengelolaan sumber daya manusia berperan dalam menyediakan dan mengembangkan tenaga kerja yang mampu mendukung pencapaian tujuan tersebut. Dalam konteks ini, keberhasilan organisasi sangat bergantung pada bagaimana strategi organisasi diselaraskan dengan kebijakan sumber daya manusia yang efektif, seperti rekrutmen, pelatihan, pengembangan, serta penilaian kinerja. Organisasi yang mampu mengintegrasikan kedua aspek ini akan lebih siap dalam menghadapi tantangan dan perubahan lingkungan bisnis yang dinamis. Melalui analisis ini, diharapkan dapat ditemukan cara-cara untuk menyelaraskan perencanaan strategis dengan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif, guna meningkatkan kinerja dan keberlanjutan organisasi.
Gagasan Tan Malaka Mengenai Pendidikan Indonesia dalam Upaya Peningkatan Kualitas Manusia Mohammad Hasanain; Dylmoon Hidayat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gagasan dan pemikiran Ibrahim Datuk Tan Malaka mengenai pendidikan. Selain perannya dalam politik di era kemerdekaan awal, beliau juga meletakkan dasar pandangannya dalam pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif dengan sumber primer dan sekunder. Sumber primer berfokus pada studi buku-buku dasar Tan Malaka, sedangkan sumber sekunder berfokus pada studi terbaru tentang pemikiran Tan Malaka dan hubungannya dengan kondisi sosial, pendidikan, dan politik di Indonesia. Teknik analisis data digunakan untuk mengolah data, dan untuk memastikan validitasnya menggunakan teknik triangulasi. Temuan penelitian ini adalah bahwa Tan Malaka menempatkan pendidikan tidak hanya sebagai instrumen untuk menjawab kebutuhan pasar akan sumber daya manusia, lebih dari itu, sebagai alat untuk membebaskan rakyat dari penindasan struktural dan feodalisme intelektual, dan beliau juga memandang nilai-nilai progresivisme (kebebasan) tidak hanya dalam aspek metode, tetapi juga struktur kekuasaan dan ideologi yang memiliki implikasi terhadap karakter pendidikan. Berbeda dengan beberapa tokoh pendidikan lainnya, Tan Malaka cenderung menekankan konteks nasionalisme, ketidakadilan sosial, dan cara berpikir yang ketinggalan zaman. Dalam aspek pendidikan kontemporer, gagasan Tan Malaka memberikan solusi dengan menekankan pendidikan yang berfokus pada pembentukan manusia yang berpikir mandiri, mempercepat transformasi struktural, dan memperkuat kesadaran kolektif terhadap kondisi sosial.
Kepastian Hukum Akad Musyarakah pada Perbankan Syariah dalam Transformasi Digital Banking di Indonesia Albab, Ulil; Rohaya, Nizla; Djuhrijjani, Djuhrijjani; Permatasari, Rahel Aulia; Faizuddin, Encik Mohd
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v3i6.17475

Abstract

Perkembangan transformasi digital dalam perbankan syariah telah mengubah mekanisme pelaksanaan akad, termasuk akad musyarakah, yang sebelumnya dilakukan secara konvensional menjadi berbasis sistem elektronik. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi layanan perbankan, tetapi juga menimbulkan tantangan baru dalam aspek hukum, khususnya terkait keabsahan akad dan kepastian hukum dalam transaksi berbasis teknologi. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun akad musyarakah telah memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Perbankan Syariah dan fatwa DSN-MUI, dalam praktik digital masih terdapat persoalan terkait keabsahan ijab-qabul elektronik, transparansi pembagian keuntungan, serta ketergantungan pada sistem algoritma yang menimbulkan asimetri informasi. Kondisi ini menunjukkan adanya legal gap karena regulasi belum sepenuhnya mengakomodasi perkembangan teknologi seperti smart contract dan sistem transaksi otomatis. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi antara hukum ekonomi syariah, hukum perbankan, dan hukum teknologi informasi guna mewujudkan kepastian hukum yang adaptif terhadap perkembangan digital banking tanpa mengabaikan prinsip syariah.
Perkembangan Artificial Intelligence terhadap Tindak Pidana Penipuan di Indonesia Umara, Undang Prasetya; Aldika, Haykal Faqih; Fathiyah, Shofa; Razif, Imran Bukhari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v4i2.17476

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah menghadirkan peluang baru dalam berbagai sektor, tetapi pada saat yang sama membuka ruang bagi munculnya bentuk kejahatan digital yang semakin kompleks, termasuk penipuan berbasis teknologi deepfake. Di Indonesia, kemunculan konten manipulatif yang menyerupai figur publik, termasuk kasus penipuan yang menggunakan citra Prabowo Subianto, menunjukkan bahwa kemajuan teknologi belum sepenuhnya diikuti oleh kesiapan sistem hukum dalam merespons bentuk kejahatan digital yang baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan penggunaan AI dalam tindak pidana penipuan di Indonesia, mengkaji konstruksi hukum yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku, serta mengevaluasi praktik penegakan hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif-empiris melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, studi literatur, dan data empiris yang diperoleh melalui wawancara dengan aparat penegak hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki regulasi khusus yang secara eksplisit mengatur penyalahgunaan teknologi deepfake. Meskipun demikian, ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana masih dapat digunakan sebagai dasar penegakan hukum. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa kompleksitas teknologi, pembuktian digital, dan keterbatasan kapasitas teknis aparat. Penelitian ini menegaskan urgensi pembaruan regulasi dan penguatan kapasitas penegakan hukum guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan masyarakat di era kejahatan berbasis AI.