cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
journalnusantara130@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Ulil Albab
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28100581     DOI : 10.56799
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisplin menerbitkan artikel bidang multidisiplin, termasuk : Pendidikan, Hukum, Ekonomi, Agama, Pendidikan, Kesehatan, Teknik, Kebijakan Publik, Pariwisata, Sosial dan Politik, Budaya, Seni, Pertanian, Peternakan, Ilmu Komputer, ilmu humaniora dan bidang ilmu lainnya. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin terbit setiap bulan atau 12 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,971 Documents
Pengalaman Spirtual Dan Kesadaran Diri Dalam Perspektif Psikologi Transpersonal Ruhandi, Andi; Muntaha Nour
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.14967

Abstract

Paradigma psikologi transpersonal hadir sebagai respons atas keterbatasan pendekatan psikologi konvensional yang cenderung mengabaikan dimensi spiritual dan eksistensial dalam pengalaman manusia. Psikologi ini berusaha memahami manusia secara utuh, tidak hanya sebagai makhluk biologis dan sosial, tetapi juga sebagai entitas spiritual yang memiliki potensi kesadaran melampaui ego dan realitas material. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana psikologi transpersonal menjelaskan pengalaman spiritual dan kesadaran diri, serta relevansinya dalam konteks perkembangan psikologis dan pendidikan kontemporer. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, merujuk pada pemikiran tokoh-tokoh utama seperti Abraham Maslow, Stanislav Grof, dan Ken Wilber. Temuan dalam artikel ini menunjukkan bahwa pengalaman spiritual, baik melalui meditasi, doa, maupun pengalaman mistis, memiliki pengaruh signifikan terhadap transformasi diri, ketenangan batin, serta pengembangan makna hidup yang lebih mendalam. Selain itu, kesadaran diri yang ditumbuhkan melalui praktik transpersonal dapat menjadi landasan untuk mencapai kesejahteraan psikologis yang berkelanjutan. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa psikologi transpersonal memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman tentang manusia dan potensinya, sekaligus menawarkan pendekatan holistik yang dapat dipelajari dalam praktik pendidikan, terapi, dan pengembangan diri.
Hubungan Regulasi, Ketertiban, Kepatuhan Dan Motivasi Pegawai Terhadap Kepemimpinan Kepala Desa Di Desa Pengalangan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Mu'di, Ahmad; Supadi, Supadi; Sundioto, Sundioto
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 12: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i12.15222

Abstract

The purpose of this study was to determine the existence of Regulation, Orderliness, Compliance and Employee Motivation to have a relationship with the Village Head Leadership in Pengalangan Village simultaneously and partially. The population in this study was 58 employees so that the sample used was the entire population or full sampling of 58 respondents. The research method used the T-test, F test, and multiple linear regression, the T-test above obtained the results of variable X1 (regulation) of 0,000 which is smaller than α of 0.05, which means that the regulatory variable has a partial relationship to leadership. Whereas X2 (Order) has a significance of 0.0000 which is smaller than α of 0.05, which means Order has a partial relationship with leadership, while the X3 Signification (Compliance) is 0.000 which is smaller than α of 0.05 which means that compliance has a partial relationship to leadership, but the significance value of X4 (employee motivation is 0.208 which is greater than α of 0.05, which means that motivation does not have a partial relationship with leadership. amounting to 4.01 which means that simultaneously regulation, order, obedience, and motivation have a simultaneous relationship to leadership.
Tiktok, Budaya Visual Kontemporer: Sejarah Spectacle Hiburan Populer Amelia, Syfa
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15280

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi posisi TikTok sebagai manifestasi kontemporer dari budaya visual yang menghidupkan kembali praktik hiburan populer awal dalam format digital. Meskipun budaya populer sering dianggap marginal dibandingkan media arus utama seperti televisi dan sinema, TikTok berhasil mendisrupsi pola konsumsi konten melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan algoritma For You Page (FYP). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif (desk study) dengan meninjau sejarah tontonan populer di Indonesia, mulai dari tradisi wayang dan layar tancep hingga era digital abad ke-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok telah mendorong transformasi konsep "masyarakat spektakel" Guy Debord menuju era "Spectacle 2.0". Dalam ekosistem ini, spektakel tidak lagi bersifat statis dan searah, melainkan berubah menjadi aliran citra (image-flow) yang partisipatif, hiper-fragmentasi, dan terdatafikasi. Melalui fitur video vertikal yang intim, TikTok meradikalisasi silsilah budaya layar dengan mengaburkan batas antara subjek pelihat dan objek yang dilihat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok bukan sekadar anomali media, melainkan infrastruktur sosial baru yang mengorganisasi identitas, politik, dan pengetahuan melalui stimulasi visual yang berlanjut. Fenomena ini menandai pergeseran di mana visibilitas algoritmik menjadi instrumen kekuasaan baru dalam kebudayaan digital global
Tradisi Teori Fenomenologi pada Sinema untuk Melihat Simpati, Empati dan Pandemi Covid Amelia, Syfa
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15281

Abstract

Fenomenologi sering menjadi pisau analisa untuk membedah teori-teori film. Biasanya isu-isu yang mendominasi teori fenomenologi adalah teori seputar isu sosial ekonomi, feminisme, semiotika, dll. Penelitian dengan sudut pandang etik dalam sinema adalah hal baru yang akan dilihat di sini. Bagaimana sinema menjadi media untuk mendapatkan pengalaman etik kepada penonton. Analisa fenomenologi terhadap etik sinema ini biasanya dibarengi dengan pendekatan kognitif untuk bisa melihat bagaimana emosi didapatkan penonton dan bisa menciptakan simpati serta empati kepada sinema yang dikonsumsi. Hal ini berkaitan dengan fenomena pandemic covid yang ditampilkan di banyak sinema-sinema dystopia. Realita pandemic terhadap manusia dan ekologi yang digambarkan dengan cara kreatif tersebut bisa mendapatkan simpati dan empati dari penonton yang juga mengalami realita pandemic covid. Paper ini dilakukan dengan metode literatur review mengangkat dua jurnal yang mebicarakan fenomenolog kognitif dalam sinema dan fenomenologi ekologi dalam sinema khususnya dalam masa pandemic covid.
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Aplikasi Tokopedia di Kalangan Lintas Generasi Z dan Milenial Menggunakan Metode E-Servqual dan Kano Model Afrila, Mutiara; Muthia Roza Linda
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15308

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan pengguna aplikasi Tokopedia dengan membandingkan persepsi Generasi Z dan Generasi Milenial melalui pendekatan E-Service Quality dan Model Kano. Penelitian dilatarbelakangi oleh indikasi penurunan kualitas layanan e-commerce yang tercermin dari menurunnya kunjungan pengguna dan meningkatnya keluhan pada platform digital. Metode yang digunakan adalah kuantitatif komparatif dengan survei terhadap 310 responden pengguna Tokopedia di Kota Padang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui analisis kesenjangan E-Servqual, klasifikasi atribut layanan menggunakan Model Kano, serta uji beda statistik antar generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi layanan masih mengalami kesenjangan negatif, dengan nilai gap terbesar pada dimensi Efficiency, sedangkan dimensi Fulfillment dikategorikan sebagai kebutuhan dasar (must-be). Selain itu, terdapat perbedaan kepuasan yang signifikan antara Generasi Z dan Milenial pada dimensi Efficiency, Responsiveness, dan Contact, yang mengindikasikan perlunya prioritas peningkatan kualitas layanan digital secara terarah.
Peran Media Sosial Terhadap Perubahan Identitas Keagamaan dan Praktik Keberagaman pada Generasi Z di Indonesia Izza, Devina; Syafi’in Mansyur
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.13890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial terhadap perubahan identitas keagamaan dan praktik keberagaman pada Generasi Z di Indonesia. Media sosial saat ini menjadi ruang baru bagi generasi muda untuk mengekspresikan pandangan keagamaan, mencari rujukan spiritual, dan membangun komunitas virtual lintas identitas. Melalui metode studi literatur dan analisis fenomenologis terhadap berbagai sumber jurnal, laporan digital nasional, dan studi kasus dakwah daring, ditemukan bahwa media sosial berperan ambivalen: di satu sisi memperkuat religiositas, inklusivitas, dan dialog antaragama; di sisi lain memunculkan polarisasi dan intoleransi akibat penyebaran konten ekstrem. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital agama serta kebijakan pendidikan yang menekankan moderasi beragama dalam ruang digital.   Kata kunci: media sosial, Generasi Z, identitas keagamaan, keberagaman, dakwah digital
Pernikahan Gen Z dalam Membangun Keluarga Sejahtera Perspektif Islam Yunida’Afah, Nasywa; Mansyur, Syafi’in
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.14170

Abstract

Dalam Islam, pernikahan dianggap sebagai suatu ikatan yang suci, ditujukan untuk beribadah kepada Allah, namun juga mencakup nilai-nilai agama, moral, dan sosial. Pernikahan dianggap sah ketika memenuhi rukun dan syarat yang telah ditentukan. Terdapat lima kategori hukum dalam perkawinan, yaitu wajib, sunnah, makruh, mubah, dan haram. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pernikahan dan menyiratkan kesucian yang dijalani oleh pria dan wanita yang ingin melangsungkan hubungan yang halal, serta menyempurnakan sebagian dari iman mereka. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, yang mengkaji berbagai sumber seperti buku, majalah, artikel baik offline maupun online, serta jurnal terbaru. Semua data yang diperoleh dari bacaan ini kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif dan kualitatif. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan persoalan mengenai pernikahan dalam Islam yang bertujuan membangun keluarga yang harmonis, yaitu sakinah, mawaddah, dan rahmah. Salah satu petunjuk dari Allah dalam syariat Islam adalah perintah untuk menikah dan larangan terhadap perzinahan. Islam menyediakan panduan yang jelas tentang tata cara atau proses pernikahan yang berlandaskan Al-Quran dan Hadis yang sahih. Oleh sebab itu, dalam jurnal ini, penulis menyelami pengertian nikah, dasar hukum, syarat, rukun, serta hikmah yang terkandung dalam disyariatkannya pernikahan.   Kata kunci: Pengertian Nikah, Hukum, Syarat, Rukun dan Hikmah Pernikahan.
Keistimewaan Surat Al-Fatihah dalam Tafsir Syekh Nawawi Al-Bantani Agustina, Vira; Mansyur, Syafi’in
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.14171

Abstract

Studi ini menganalisis keistimewaan surat Al-Fatihah berdasarkan interpretasi Syekh Muhamad Nawawi al-Bantani yang terdapat dalam karyanya yang sangat berpengaruh, Marah Labid li kashf Ma’na al-Quran al-majid. Kajian utama dalam penelitian ini terfokus pada aspek keutamaan, struktur makna, nilai n teologis, serta dimensi spiritual yang dijelaskan oleh Syekh Nawawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, di mana kitab Marah Labid menjadi sumber utama, sedangkan sumber tambahan meliputi literatur tafsir klasik dan modern yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Syekh Nawawi menjadikan surat Al-Fatihah sebagai umm al-kitab yang mengandung inti dari ajaran Islam: tauhid, ibadah, doa, dan moralitas. Tafsir beliau menonjolkan keseimbangan antara dimensi lahir dan batin, serta antara pemahaman tekstual dan pengalaman spiritual. Keistimewaan tafsir Al-Fatihah menurut Syekh Nawawi terletak pada kemampuannya menjalin hubungan antara tradisi tafsir klasik Timur Tengah dan konteks religius masyarakat Nusantara.
Redefining Inclusive Learning in the Age of AI: A Qualitative Study of University Lecturers’ Perspectives Artipah, Artipah; Damayanti, Erma; Rakhmawati, Ditta Mustika; Susandi, Deny Gunawan
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 4: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i4.14617

Abstract

The growing integration of artificial intelligence (AI) in higher education has reshaped teaching and learning practices, yet its implications for inclusive learning remain underexplored. This study investigates how university lecturers conceptualize and enact inclusive learning within AI-mediated educational contexts. Employing a qualitative interpretive approach, data were collected through semi-structured interviews and reflective accounts from lecturers in English education and mathematics with experience using AI in teaching. Data were analyzed using reflexive thematic analysis to identify recurring patterns across participants’ perspectives. The findings indicate that inclusion is understood not merely as accommodation but as a pedagogical commitment to access, participation, and meaningful learning. Three interrelated themes emerged: the reframing of inclusion in AI-supported learning, the dual role of AI as both an enabler and a constraint, and the central role of lecturers as pedagogical and ethical mediators. The study reveals that AI does not inherently promote inclusivity; rather, its educational impact depends on how it is interpreted and enacted by lecturers. This study proposes an AI-Mediated Inclusive Learning Framework, emphasizing that inclusive learning in the age of AI is a pedagogical and ethical achievement rather than a technological outcome.
Kolonialisme VS. Kesakralan: Dampak Penduduk Inggris Terhadap Sistem Kepercayaan dan Kohesi Sosial Suku Aborigin Maulida R.M, Almadea; gymnastiar, iman ahmad
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 4: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i4.14785

Abstract

Suku Aborigin Australia merupakan peradaban tertua dengan sistem kekerabatan kompleks yang menggabungkan antara manusia, alam, dan spiritualitas, serta mengalami gangguan parah akibat kolonialisme bangsa Eropa sejak tahun 1788. Walaupun menghadapi perempasan tanah dan kebijakan asimilasi, sistem ini memperlihatkan ketahanan budaya yang luar biasa, bahkan menjadi dasar klaim Native Title. Penelitian kualitatif dengan studi literatur ini dapat menganalisis ketahanan tersebut melalui teori Emile Durkheim, khususnya pada konsep yang sakral dan kesadaran kolektif. Tujuannya adalah untuk mengenali unsur kesakralan dalam sistem kepercayaan dan struktur sosial Aborigin pra-kolonial. Hasil penelitian menyatakan bahwa kesakralan sistem tersebut berpusat pada konsep Dreamtime, totemisme klan, pelaksanaan ritual, serta interaksi timbal balik dengan alam. Kesimpulannya, kolonialisme memberikan dampak terbesar terhadap kohesi sosial yang dapat menghancurkan kesadaran kolektif yang sakral, sekaligus menampilkan kemampuan sistem kekerabatan Aborigin untuk dapat beradaptasi dan bertahan.