cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
journalnusantara130@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Ulil Albab
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28100581     DOI : 10.56799
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisplin menerbitkan artikel bidang multidisiplin, termasuk : Pendidikan, Hukum, Ekonomi, Agama, Pendidikan, Kesehatan, Teknik, Kebijakan Publik, Pariwisata, Sosial dan Politik, Budaya, Seni, Pertanian, Peternakan, Ilmu Komputer, ilmu humaniora dan bidang ilmu lainnya. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin terbit setiap bulan atau 12 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,337 Documents
Optimalisasi Manajemen Rumah Sakit dalam Upaya Peningkatan Kepuasan Pasien di Era Modern: Systematic Literature Review Irene Olivia Salim; Penty Yuni Priyanda; Aas Asmawati; Al Ainnayah Poetri Zaika; Deny Suryana; Vip Pramarta
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.17594

Abstract

Meningkatnya kompleksitas kebutuhan layanan kesehatan dan persaingan yang semakin ketat antar fasilitas pelayanan kesehatan menuntut rumah sakit untuk mengoptimalkan sistem manajemen secara menyeluruh guna meningkatkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien tidak hanya menjadi indikator kualitas layanan, tetapi juga berperan penting dalam membangun loyalitas dan keberlanjutan institusi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis berbagai strategi optimalisasi manajemen rumah sakit yang efektif dalam meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti alur seleksi PRISMA. Sumber literatur diperoleh dari basis data Google Scholar dan Garuda. Dari sejumlah artikel yang teridentifikasi, dipilih artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terintegrasi, antara lain kualitas pelayanan berbasis dimensi SERVQUAL, penerapan Total Quality Management (TQM), transformasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan layanan telemedicine, penguatan komunikasi interpersonal tenaga kesehatan, serta efisiensi sistem operasional rumah sakit. Di antara berbagai faktor tersebut, dimensi empati muncul sebagai determinan yang paling konsisten dalam meningkatkan kepuasan pasien. Selain itu, kepuasan pasien yang tinggi berkontribusi terhadap terbentuknya loyalitas pasien dalam jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi manajemen rumah sakit yang holistik, berorientasi mutu, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital merupakan strategi penting dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien secara berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Parkir Ilegal di Kota Baubau Muhamat Ihlasul Amal
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.17595

Abstract

Parkir liar merupakan salah satu permasalahan perkotaan yang masih sering terjadi dan berdampak pada kelancaran lalu lintas, ketertiban umum, serta efektivitas pengelolaan transportasi perkotaan. Di Kota Baubau, praktik parkir liar terus berulang meskipun telah dilakukan berbagai upaya penertiban oleh instansi terkait. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan parkir liar memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi lintas sektor dalam penanganan parkir liar di Kota Baubau menggunakan perspektif collaborative governance. Fokus penelitian mencakup kondisi awal (starting conditions), desain kelembagaan (institutional design), kepemimpinan fasilitatif (facilitative leadership), dan proses kolaborasi (collaborative process). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian berasal dari instansi yang terlibat dalam penanganan parkir liar, yaitu Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan Satuan Polisi Pamong Praja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor telah terbangun melalui hubungan kerja antarinstansi dan didukung oleh forum lalu lintas sebagai wadah koordinasi. Namun, implementasinya belum berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Dari aspek kondisi awal, terdapat kesesuaian sumber daya dan kewenangan antarinstansi, tetapi belum terintegrasi secara sistematis. Dari aspek desain kelembagaan, mekanisme koordinasi telah tersedia, meskipun belum didukung oleh prosedur operasional bersama yang mengikat. Dari aspek kepemimpinan fasilitatif, Dinas Perhubungan berperan sebagai aktor utama dalam mengoordinasikan penanganan parkir liar, meskipun koordinasi antaraktor masih belum konsisten. Sementara itu, pada aspek proses kolaborasi, telah terbentuk pemahaman bersama mengenai pentingnya penanganan parkir liar, tetapi implementasinya di lapangan belum berlangsung secara konsisten sehingga praktik parkir liar masih sering kembali muncul setelah kegiatan penertiban dilakukan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola kolaboratif yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis komitmen bersama dalam menangani permasalahan parkir liar secara efektif.
Visual Naratif dan Mitos Ketampanan Karakter Wang So dalam Drama Korea Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Muhammad Fathoni; Ni Putu Sinta Dewi; Christofer Satria; Ismi Amelia Taufani
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.17602

Abstract

Representasi fisik dalam media populer sering digunakan untuk membangun identitas karakter sekaligus mereproduksi nilai-nilai budaya mengenai ketampanan, maskulinitas, dan penerimaan sosial. Drama Korea Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo menghadirkan karakter Wang So yang memiliki luka di wajah sebagai penanda visual utama dalam pembentukan identitas dan perjalanan karakternya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi luka wajah Wang So serta maknanya dalam konstruksi identitas, maskulinitas, dan penerimaan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang meliputi tahapan denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap adegan-adegan kunci dalam drama, kemudian dianalisis dengan mengaitkannya pada teori representasi Stuart Hall, konsep narasi visual Trischa Goodnow, serta teori beauty myth dari Naomi Wolf. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luka di wajah Wang So pada tingkat denotatif berfungsi sebagai penanda kondisi fisik yang membedakannya dari karakter lain. Pada tingkat konotatif, luka tersebut merepresentasikan stigma, penolakan sosial, dan pergulatan identitas yang dialami tokoh. Sementara pada tingkat mitos, representasi tersebut menunjukkan bahwa ketampanan dan maskulinitas bukanlah karakteristik yang bersifat alamiah, melainkan konstruksi budaya yang dapat dinegosiasikan melalui pengalaman, penerimaan diri, dan pengakuan sosial. Temuan ini menegaskan adanya pergeseran makna dari stigma fisik menuju legitimasi, kepemimpinan, dan otoritas yang lebih humanis.
Peran Organisasi Keagamaan dalam Meningkatkan Kesadaran Toleransi Beragama : Studi Kasus di Muhammadiyah Tingkat Cabang Kecamatan Babakan Cikao Purwakarta Vina Prabaningtyas
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.17604

Abstract

Meningkatnya dinamika hubungan antarumat beragama di tingkat lokal menegaskan pentingnya peran organisasi masyarakat Islam dalam memperkuat toleransi dan kohesi sosial. Kasus penyegelan tempat ibadah di Kabupaten Purwakarta menunjukkan bahwa penguatan moderasi dan dialog lintas agama masih menjadi kebutuhan yang mendesak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Muhammadiyah dalam meningkatkan toleransi beragama di Kecamatan Babakan Cikao melalui program, strategi implementasi, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah berkontribusi dalam membangun toleransi melalui pendidikan, kegiatan sosial, dan penguatan interaksi antarumat beragama yang mendorong tumbuhnya saling pengertian dan kepercayaan. Efektivitas program didukung oleh partisipasi masyarakat dan komitmen kelembagaan, meskipun masih menghadapi keterbatasan sumber daya, pendanaan, dan sarana pendukung. Temuan ini menegaskan bahwa organisasi masyarakat keagamaan memiliki peran strategis sebagai agen pembangunan perdamaian di tingkat lokal, sehingga penguatan kolaborasi kelembagaan dan dukungan kebijakan menjadi penting untuk memperluas dampak program toleransi beragama.
Pengaruh Growth mindset dan Dukungan Organisasi terhadap Kesiapan Dosen dan Tenaga Kependidikan dalam Transformasi Digital di Perguruan Tinggi Swasta Dikka Syahrial Wiguna; Endang Ahmad; Reza Fauzi Bukhori; Iqbal Fadillah Nazarudin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.17605

Abstract

Transformasi digital di perguruan tinggi tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kesiapan individu dan dukungan organisasi dalam mengelola perubahan. Meskipun berbagai inisiatif digital telah diterapkan, faktor-faktor psikologis dan organisasional yang membentuk kesiapan transformasi digital di lingkungan Perguruan Tinggi Swasta masih memerlukan perhatian yang lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh growth mindset dan dukungan organisasi terhadap kesiapan transformasi digital dosen dan tenaga kependidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap responden dari beberapa Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Barat. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa growth mindset dan dukungan organisasi memberikan pengaruh positif terhadap kesiapan transformasi digital, sementara growth mindset juga memperkuat persepsi individu terhadap dukungan organisasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan transformasi digital memerlukan sinergi antara pengembangan kapasitas individu dan penciptaan lingkungan organisasi yang mendukung inovasi, pembelajaran berkelanjutan, dan adaptasi terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi perumusan strategi transformasi digital yang lebih berorientasi pada aspek manusia di institusi pendidikan tinggi.
Representasi Kemiskinan Dalam Cerpen Bidar Karya Tiara Sari: Analisis Kohesi Leksikal Halliday dan Hasan Huliya Dewi; Mofidatul Hasanah; Andi Hidayatullah; Ria Kasanova
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.17613

Abstract

Representasi kemiskinan dalam karya sastra tidak hanya dibangun melalui alur dan tokoh, tetapi juga melalui pilihan bahasa yang membentuk makna secara tekstual. Namun, kajian yang menghubungkan kohesi leksikal dengan representasi realitas sosial dalam cerpen Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kemiskinan dalam cerpen Bidar karya Tiara Sari melalui kajian kohesi leksikal berdasarkan teori Halliday dan Hasan. Penelitian menggunakan pendekatan linguistik fungsional sistemik dengan metode kualitatif deskriptif. Data berupa satuan-satuan lingual yang mengandung unsur kohesi leksikal dianalisis menggunakan teknik analisis wacana untuk mengidentifikasi pola hubungan makna dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa repetisi dan kolokasi merupakan bentuk kohesi leksikal yang paling dominan dalam membangun representasi kemiskinan, terutama melalui leksikon yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Sementara itu, sinonimi memperkuat dimensi emosional tokoh, dan hiponimi memperlihatkan keterbatasan pilihan hidup yang dihadapi masyarakat miskin. Temuan ini menunjukkan bahwa kohesi leksikal tidak hanya berfungsi menjaga kepaduan teks, tetapi juga menjadi strategi linguistik yang merepresentasikan realitas sosial dan memperkuat kritik terhadap kondisi kemiskinan dalam karya sastra.
Analisis Kebijakan Perlindungan Anak di Dunia Digital: Studi Komparatif Indonesia dan Korea Selatan dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Dandy Firmansyah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.17621

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menciptakan peluang baru bagi anak untuk mengakses informasi, berpartisipasi, dan memperoleh manfaat dari ruang digital. Namun, di sisi lain, lingkungan digital juga menghadirkan berbagai risiko yang mengancam hak-hak anak, seperti perundungan siber, eksploitasi seksual daring, dan penyalahgunaan data pribadi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan perlindungan anak di lingkungan digital melalui studi komparatif antara Indonesia dan Korea Selatan dalam perspektif hak asasi manusia. Penelitian menggunakan metode hukum normatif yang dipadukan dengan analisis kelembagaan komparatif (institutional and policy review). Analisis difokuskan pada kesesuaian kerangka hukum dan kelembagaan kedua negara dengan standar internasional, khususnya Convention on the Rights of the Child, Optional Protocol on the Sale of Children, Child Prostitution and Child Pornography, dan General Comment No. 25. Fokus kajian mencakup perundungan siber dan pelecehan daring, eksploitasi serta kekerasan seksual anak secara online, termasuk grooming dan child sexual abuse material (CSAM), serta perlindungan data pribadi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah melakukan penguatan regulasi melalui pengaturan perlindungan data pribadi dan tata kelola sistem elektronik yang berorientasi pada perlindungan anak. Namun, tantangan masih ditemukan pada aspek penegakan hukum, koordinasi antarlembaga, dan pelaporan kasus. Sementara itu, Korea Selatan menunjukkan kapasitas yang lebih kuat dalam penegakan hukum dan layanan pendampingan korban yang terintegrasi, meskipun masih menghadapi persoalan terkait privasi, partisipasi anak, dan stigma sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran timbal balik antarnegara diperlukan untuk membangun sistem perlindungan anak digital yang lebih efektif, berpusat pada hak anak, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pendidikan Multikultural Perspektif Hadis: Kajian Literatur Toleransi dan Kerukunan dalam Pendidikan Agama Islam Zharfani Jannah; Romlah Abubakar
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.17623

Abstract

Pendidikan multikultural menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman sosial, budaya, dan agama. Dalam konteks pendidikan Islam, hadis memiliki peran strategis sebagai sumber ajaran yang mengandung nilai-nilai universal yang mendukung terciptanya sikap toleran, moderat, dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran hadis dalam pengembangan pendidikan multikultural, khususnya dalam menanamkan nilai toleransi dan harmoni sosial di lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis terhadap hadis-hadis autentik yang termuat dalam Sahih Muslim serta berbagai literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis mengandung prinsip-prinsip tasamuh (toleransi), tawasuth (moderasi), ta’awun (kerja sama), dan tawazun (keseimbangan) yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk membentuk karakter peserta didik yang menghargai keberagaman. Pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman hadis secara kontekstual mampu memperkuat implementasi pendidikan multikultural dengan mendorong peserta didik untuk hidup berdampingan secara damai, menghormati perbedaan, dan membangun hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai hadis dalam Pendidikan Agama Islam berpotensi meningkatkan toleransi, mengurangi potensi konflik sosial, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang inklusif dan berkeadaban di Indonesia. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada aspek keagamaan, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan kebhinekaan.
Representasi Kematian dalam Perspektif Semantik Kognitif: Analisis Cerpen Karya Sasti Gotama Affan Maulidi Rahmatullah; Nadia Fitri; Halilatur Rohemah; Ria Kasanova
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.17634

Abstract

Representasi kematian dalam karya sastra tidak hanya merefleksikan peristiwa biologis, tetapi juga mengonstruksi makna simbolik, emosional, dan kultural yang dipengaruhi oleh pengalaman manusia. Meskipun tema kematian telah banyak dikaji dalam kritik sastra, pendekatan semantik kognitif untuk menjelaskan konseptualisasi makna kematian dalam teks sastra masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konseptualisasi makna kematian dalam cerpen Everything That Is Dead Must Be Buried melalui perspektif semantik kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis satuan-satuan lingual yang merepresentasikan kematian melalui identifikasi representasi leksikal, metafora konseptual, dan skema kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian dikonsepsikan sebagai kepulangan, tidur, trauma kolektif, dan ruang spiritual yang dibangun melalui pengalaman tubuh (embodied experience), memori budaya, dan konteks sosial. Metafora konseptual tersebut memperlihatkan bahwa makna kematian bersifat dinamis dan kontekstual, bukan sekadar representasi leksikal. Temuan ini memperkaya kajian semantik kognitif dalam sastra sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan bahan ajar semantik berbasis teks sastra di pendidikan tinggi.
Representasi Makna Kontekstual dalam Cerpen Istri Sempurna karya Aveus Har: Kajian Semantik Rofi Nur Diana Islam; Milani Putri; Ismail Abdulloh; Ria Kasanova
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.17636

Abstract

Makna dalam karya sastra tidak hanya dibangun melalui struktur naratif, tetapi juga melalui relasi kontekstual yang membentuk pengalaman pembaca terhadap teks. Meskipun kajian semantik sastra telah berkembang, analisis mengenai keterkaitan berbagai jenis makna kontekstual dalam membangun ideologi naratif masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna kontekstual dalam cerpen Istri Sempurna karya Aveus Har melalui pendekatan semantik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis terhadap satuan-satuan lingual yang merepresentasikan makna konotatif, afektif, kolokatif, stilistika, dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima jenis makna tersebut membentuk jaringan makna yang saling berkaitan dalam merepresentasikan relasi kuasa, kondisi psikologis tokoh, serta ambiguitas makna yang tersembunyi di balik konsep "kesempurnaan". Pilihan bahasa menghadirkan ironi, keterasingan emosional, ketergantungan, dan kerentanan material sebagai kritik terhadap konstruksi sosial mengenai peran perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa makna kontekstual tidak hanya menjaga kepaduan semantik teks, tetapi juga berfungsi sebagai strategi diskursif untuk membangun kritik sosial dan memperkaya interpretasi sastra kontemporer.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8: Juli 2026 Vol. 5 No. 7: Juni 2026 Vol. 5 No. 6: Mei 2026 Vol. 5 No. 5: April 2026 Vol. 5 No. 4: Maret 2026 Vol. 5 No. 3: Februari 2026 Vol. 5 No. 2: Januari 2026 Vol. 4 No. 12: November 2025 Vol. 4 No. 11: Oktober 2025 Vol. 4 No. 10: September 2025 Vol. 5 No. 1: Desember 2025 Vol. 4 No. 9: Agustus 2025 Vol. 4 No. 8: Juli 2025 Vol. 4 No. 7: Juni 2025 Vol. 4 No. 6: Mei 2025 Vol. 4 No. 5: April 2025 Vol. 4 No. 4: Maret 2025 Vol. 4 No. 3: Februari 2025 Vol. 4 No. 2: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: November 2024 Vol. 3 No. 11: Oktober 2024 Vol. 3 No. 10: September 2024 Vol. 4 No. 1: Desember 2024 Vol. 3 No. 9: Agustus 2024 Vol. 3 No. 8: Juli 2024 Vol. 3 No. 7: Juni 2024 Vol. 3 No. 6: Mei 2024 Vol. 3 No. 5: April 2024 Vol. 3 No. 4: Maret 2024 Vol. 3 No. 3: Februari 2024 Vol. 3 No. 2: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: November 2023 Vol. 2 No. 11: Oktober 2023 Vol. 2 No. 10: September 2023 Vol. 3 No. 1: Desember 2023 Vol. 2 No. 9: Agustus 2023 Vol. 2 No. 8: Juli 2023 Vol. 2 No. 7: Juni 2023 Vol. 2 No. 6: Mei 2023 Vol. 2 No. 5: April 2023 Vol. 2 No. 4: Maret 2023 Vol. 2 No. 3: Februari 2023 Vol. 2 No. 2: Januari 2023 Vol. 1 No. 11 (2022): Oktober 2022 Vol. 1 No. 12: November 2022 Vol. 1 No. 10: September 2022 Vol. 2 No. 1: Desember 2022 Vol. 1 No. 8: Juli 2022 Vol. 1 No. 7: Juni 2022 Vol. 1 No. 6: Mei 2022 Vol. 1 No. 5: April 2022 Vol. 1 No. 4: Maret 2022 Vol. 1 No. 3: Februari 2022 Vol. 1 No. 2: Januari 2022 Vol. 1 No. 9: Agustus Vol. 1 No. 1: Desember 2021 More Issue