cover
Contact Name
Sumianto
Contact Email
sumianto1982@gmail.com
Phone
+6285274742619
Journal Mail Official
sumianto1982@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adi Sucipto, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau - Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Indo Green Journal
ISSN : 30252679     EISSN : 30254574     DOI : https://doi.org/10.71436/green.v2i4.76
Indo Green Journal is published by Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. Indo Green Journal is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of scientific and technology (religious sciences, humanities sciences, social science group, natural sciences, formal science, applied sciences and other). All publications in the Indo Green Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Indo Green Journal is a national journal with e-ISSN: 3025-4574, and p-ISSN: 3025-2679 is free of charge in the submission process and review process. Indo Green Journal publishes articles periodically four a year, in March, June, September, and December. Indo Green Journal uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 328 Documents
Analisis Penggunaan Bahasa Gaul di Media Sosial Oleh Mahasiswa Universitas Negeri Medan dan Kaitannya dengan Pemahaman Bahasa Indonesia: Studi Literatur Arungi Putra Dao; Ardilla S. Pratiwi; Rian Lucky Sartua Sitompol; Joy Anny Hasian Simanjuntak; Indah Wahyuni Sinaga; Muhammad Anggie Januarsyah Daulay
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.358

Abstract

Perkembangan platform digital telah mendorong intensitas penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa, seiring dengan itu muncul fenomena maraknya penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penggunaan bahasa gaul di media sosial oleh mahasiswa Universitas Negeri Medan serta dampaknya terhadap kompetensi berbahasa Indonesia, khususnya dalam konteks akademik. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis pada basis data Google Scholar, SINTA, dan Garuda terhadap 28 sumber yang terdiri atas jurnal ilmiah, buku, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, dengan menggunakan kata kunci bahasa gaul, media sosial, dan Bahasa Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk bahasa gaul yang paling banyak digunakan mahasiswa meliputi singkatan, akronim, neologisme, perubahan bentuk kata, dan peminjaman kosakata dari bahasa asing. Penggunaan bahasa gaul dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu kebutuhan identitas sosial, efisiensi komunikasi, kreativitas berbahasa, serta pengaruh konten dan figur publik di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk bahasa gaul yang paling banyak digunakan mahasiswa meliputi singkatan, akronim, neologisme, perubahan bentuk kata, dan peminjaman kosakata dari bahasa asing. Penggunaan bahasa gaul dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu kebutuhan identitas sosial, efisiensi komunikasi, kreativitas berbahasa, serta pengaruh konten dan figur publik di media sosial. Temuan kajian literatur menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul tidak serta-merta mengikis kemampuan formal mahasiswa selama mereka memiliki kesadaran kontekstual dan kompetensi diglosik yang memadai untuk menempatkan variasi bahasa sesuai situasi komunikasi. Namun, risiko interferensi linguistik dalam penulisan akademik tetap ada, terutama pada mahasiswa yang belum memiliki fondasi bahasa baku yang kuat.
Layanan Konseling Individu Menggunakan Teknik Rational Emotive Behavior Therapy untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Tesalonika br Ginting; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.359

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang memiliki tingkat self-efficacy rendah, seperti kurang percaya diri, mudah menyerah saat menghadapi tugas, takut gagal, serta ragu terhadap kemampuan dirinya sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan self-efficacy siswa melalui pemberian layanan konseling individu yang menerapkan teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) di SMA Katolik Karitas Tomohon. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri atas proses perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.. Pelaksanaan penelitian berlangsung dalam dua siklus. Adapun subjek penelitian merupakan seorang siswa yang menunjukkan tingkat self-efficacy yang rendah self-efficacy, observasi dan wawancara. Teknik REBT diterapkan melalui tahapan mengidentifikasi peristiwa pemicu masalah, mengenali keyakinan irasional, memahami dampak emosional dan perilaku, melakukan disputing terhadap pikiran irasional, serta membangun keyakinan baru yang lebih rasional. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan tindakan pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan self-efficacy siswa, walaupun hasil yang diperoleh belum mencapai tingkat yang diharapkan karena masih terdapat siswa yang kurang yakin terhadap kemampuannya. Pada siklus II, peningkatan self-efficacy terlihat lebih optimal yang ditandai dengan tumbuhnya rasa percaya diri, keberanian dalam menghadapi berbagai tugas, serta kemampuan berpikir yang lebih rasional dalam menyikapi masalah. Oleh karena itu, layanan konseling individu dengan teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) terbukti efektif sebagai upaya meningkatkan self-efficacy siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Layanan Konseling Individu dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam Mengatasi Perilaku Maladaptif Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Kezia Br Gurusinga; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.360

Abstract

Penelitian ini membahas tentang layanan konseling individu dengan teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam mengatasi perilaku maladaptif siswa berupa kebiasaan meninggalkan kelas saat proses pembelajaran berlangsung di SMA Katolik Karitas Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan layanan konseling individu dalam menangani perilaku maladaptif siswa melalui pendekatan CBT. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang akan dilaksanakan dalam dua siklus dengan merujuk pada model Kemmis dan McTaggart. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, serta self-monitoring untuk memantau perubahan perilaku siswa selama proses tindakan berlangsung. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan direfleksikan agar mengetahui perkembangan perilaku siswa setelah diberikan layanan konseling. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perubahan perilaku setelah siswa mengikuti layanan konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Melalui proses konseling yang dilakukan, siswa mulai memahami keterkaitan antara pikiran, perasaan, dan perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sheari-hari. Pemahaman tersebut membantu siswa mengenali pola pikir negatif yang selama ini muncul dan secara bertahap menggantinya dengan cara berpikir yang lebih rasional. Perubahan pada aspek kognitif tersebut kemudian berdampak pada berkurangnya kebiasaan meninggalkan kelas serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Social Media Fatigue, Prokrastinasi Akademik, dan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa: Tinjauan Literatur Sistematis Luvita Saron Febiola
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.361

Abstract

Fenomena social media fatigue pada mahasiswa semakin meningkat seiring dengan paparan informasi yang berlebihan dan tingginya intensitas interaksi digital. Kondisi ini diduga memengaruhi perilaku akademik serta kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara social media fatigue, prokrastinasi akademik, dan kesejahteraan psikologis. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data diperoleh melalui penelusuran literatur pada Google Scholar dan berbagai jurnal ilmiah terbuka dengan rentang tahun 2019–2026, sehingga terpilih 21 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa social media fatigue berhubungan dengan penurunan kesejahteraan psikologis melalui peningkatan kelelahan emosional dan penurunan kemampuan regulasi diri. Selain itu, social media fatigue juga berkaitan dengan meningkatnya prokrastinasi akademik, yang pada akhirnya memperburuk kesejahteraan psikologis melalui peningkatan kecemasan dan rendahnya self-efficacy. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan yang kompleks antara ketiga variabel dalam membentuk mekanisme psikologis mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggunaan media sosial serta penguatan regulasi diri untuk menjaga dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Analisis Penggunaan Media Audiovisual pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas 4 SD GMIM Kinilow Priscillia Eva Maria Rondonuwu; Marien Pinontoan; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.362

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan media audiovisual pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SD GMIM Kinilow. Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya penggunaan media belajar yang memikat dan interaktif guna meningkatkan daya perhatian, motivasi, serta pemahaman siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek dalam penelitian ini mencakup kepala sekolah, guru kelas IV, serta siswa kelas IV SD GMIM Kinilow yang berjumlah 18 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SD GMIM Kinilow memberikan pengaruh positif terhadap proses pembelajaran. Siswa terlihat lebih aktif, antusias, dan mudah memahami materi yang diajarkan. Guru juga merasa terbantuh dalam menjelaskan materi karena media audiovisual mampuh menarik perhatian siswa untuk belajar. Kesimpulannya, penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SD efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran apabila didukung oleh sarana yang memadai dan kompetensi guru yang baik.
Analisis Implementasi Nilai Karakter melalui Pembelajaran IPAS dan Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Galang Budi Prakoso; Merliana Putri Manafe; Mientasih Indriayu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.363

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah dasar menghadapi tantangan seiring transisi menuju Kurikulum Merdeka yang mengintegrasikan IPAS dan Pendidikan Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola implementasi, kendala, dan tren pergeseran pendidikan karakter melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA 2020. Sintesis naratif-tematik dilakukan terhadap 20 artikel empiris (2022–2026) dari Google Scholar, GARUDA, dan Semantic Scholar. Hasilnya menunjukkan tiga pola utama implementasi: integrasi dalam perencanaan, pembelajaran aktif berbasis konteks lokal, dan pembiasaan berbasis konten, dengan nilai dominan berupa toleransi, gotong royong, dan tanggung jawab. Kajian ini menemukan pergeseran tren dari pendekatan mata pelajaran tunggal menuju pendekatan lintas disiplin. Namun, beban administratif dan terbatasnya kapasitas pedagogis guru menyebabkan integrasi ini kerap sebatas formalitas simbolis, bukan substantif. Kesimpulannya, keberhasilan pendidikan karakter sangat menuntut sinergi ekosistem yang utuh antara kurikulum, kompetensi guru, budaya sekolah, dan keterlibatan orang tua.
Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Santri dalam Perspektif Manajemen Syari’ah Siti Fatimah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) santri dalam perspektif manajemen syariah di Pondok Pesantren Imam Syafi’i Putri Brebes. Kajian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam membentuk karakter, kompetensi, serta keterampilan santri agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan melibatkan pengasuh pesantren, pengurus, ustadzah, serta santri sebagai sumber informasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM santri dilaksanakan melalui berbagai program terstruktur yang mencakup aspek intelektual, spiritual, sosial, dan keterampilan hidup (life skill). Program tersebut antara lain tahfidz Al-Qur’an, muhadharah, kegiatan organisasi santri, kepanitiaan, serta pelatihan keterampilan praktis. Seluruh kegiatan tersebut dirancang berdasarkan prinsip-prinsip manajemen syariah, yaitu amanah, musyawarah, keadilan, tanggung jawab, dan ihsan. Dengan demikian, Pondok Pesantren Imam Syafi’i Putri Brebes tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan generasi santri yang berkarakter kuat, mandiri, dan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Negeri Ampreng Veronika Elisabeth Sengkey; Jeane M. Mangangantung; Steven Mandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri Ampreng. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Ampreng, pada tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa, kelas V. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar, dokumentasi, dan data hasil yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan Model Problem Based Learning (PBL). Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar mencapai 62,77% (5 dari 18 siswa). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 86,94% (16 dari 18 siswa). Peningkatan ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPAS, membangun keaktifan siswa, serta mendorong kemampuan pemecahan masalah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh positif dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri Ampreng.
Kepastian Hukum Penanganan Pengungsi dan Pencari Suaka oleh Rumah Detensi Imigrasi di Indonesia Ahmad Fauzi; Adio Benno; Alif Widi Atmadja
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepastian hukum dalam penanganan pengungsi dan pencari suaka oleh Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Indonesia. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum adanya pengaturan hukum yang komprehensif serta ketidaksesuaian antara fungsi Rudenim sebagai lembaga detensi dengan kebutuhan perlindungan pengungsi. Penelitian ini menggunakan metode normatif empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan lapangan untuk melihat kesenjangan antara norma hukum dan praktik yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum yang ada masih bersifat parsial dan administratif, sehingga belum memberikan kepastian hukum yang optimal. Selain itu, pelaksanaan penanganan pengungsi oleh Rudenim menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan fasilitas, overkapasitas, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta lamanya proses penentuan status pengungsi. Untuk mewujudkan kepastian hukum, diperlukan pembentukan regulasi khusus yang lebih komprehensif, penguatan kelembagaan yang lebih humanis, peningkatan koordinasi antarinstansi, serta pendekatan berbasis hak asasi manusia. Dengan demikian, diharapkan sistem penanganan pengungsi di Indonesia dapat berjalan lebih efektif, adil, dan memberikan perlindungan yang layak bagi pengungsi dan pencari suaka.
Dinamika dan Neraca Karbon Ekosistem Hutan Mangrove di Pesisir Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara Wiyarta Wiyarta; Indriyani Nur; Laode Afa; Surya Cipta Ramadhan Kete
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.376

Abstract

Ekosistem hutan mangrove berperan penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon (blue carbon) dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Namun, konversi hutan mangrove pada wilayah pesisir kota terus mengalami peningkatan yang berpotensi meningkatkan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika dan neraca karbon ekosistem hutan mangrove di pesisir Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang digunakan berupa analisis spasial dengan teknik overlay, periode waktu 2012-2024. Data tutupan hutan Data aktivitas bersumber dari BPKH XXII Kendari, sedangkan Faktor emisi bersumber dari Forest Reference Emission Level (FREL) Nasional 2 Pulau Sulawesi. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas mangrove mengalami dinamika fluktuatif. Pada periode 2012-2018 luas mangrove menurun 38,14 ha (34,13%), sedangkan periode 2018-2024 meningkat 29,17 ha (39,62%). Namun, Selama periode 2012-2024 masih terjadi penurunan bersih 8,98 ha (8,03%). Konversi mangrove menjadi tanah terbuka, tambak, dan permukiman menghasilkan total emisi 9.281,15 tonCO₂eq, sedangkan rehabilitasi mangrove seluas 44,54 ha menghasilkan serapan 8.843,95 tonCO₂eq. Neraca karbon sebesar 437,19 tonCO₂eq menunjukkan bahwa hutan mangrove di pesisir Kota Kendari masih berada pada kondisi emisi bersih (net carbon source). Hal ini dapat disimpulkan bahwa diperlukan upaya perlindungan ekosistem hutan mangrove dan peningkatan program rehabilitasi secara berkelanjutan guna memperkuat aksi mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir.