cover
Contact Name
Muhammad Iqbal Al Ghozali
Contact Email
edubase.bbc@gmail.com
Phone
+628998894014
Journal Mail Official
eduprof.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III –Tuparev-Cirebon Tlp. 0231-246215
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Eduprof
ISSN : 26565625     EISSN : 27232034     DOI : 10.47453
Core Subject : Religion, Education,
Eduprof : Islamic Education Journal is a scientific journal published by the Postgraduate Islamic University of Islam Bunga Bangsa Cirebon. The Eduprof journal has been published since 2019 and is published online. This journal is published twice a year, March and September. This publication is available online through open access.
Articles 144 Documents
Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Integratif Inklusif Faiz Abdullah; Hamdan Adib; M Misbah
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 2 (2021): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v3i2.91

Abstract

PAI material taught in schools would still be independent of each other, both from the scientific clumps in it and to other sciences. In addition, PAI material is still considered to be at the theological level which is good and right, so that at the anthropological level, respect for others is lacking and raises various problems. The purpose of this study is to describe the development of an inclusive integration-based curriculum when viewed from a psychological perspective. The method used in this research is a qualitative method with the type of research is an analytical study. The results in this study are inclusive integration Islamic religious education is an explanation of Islam that recognizes differences so that the existence of other religions becomes a broad source of knowledge accompanied by the unification of religious and other knowledge so that it contains more meaning. also soul. Physical ability is represented by intelligence that does not privilege one subject and mental ability is represented by the personality of the child which is based on the character of the Prophet. In the application, the teacher does not only explain one understanding, but also various understandings with various perspectives in which students will develop their answers independently. ABSTRAK Materi PAI yang diajarkan di sekolah kiranya masih saling berdiri sendiri baik dari rumpun keilmuan yang ada di dalamnya maupun kepada keilmuan lainnya. Selain itu materi PAI masih dirasa selalu dalam tataran teologis mana yang baik dan benar sehingga tataran antropologis untuk menghormati sesama kurang dan memunculkan berbagai problematika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengembangan kurikulum berbasis integratif inklusif jika dilihat dari sisi psikologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah studi analisis. Hasil dalam penelitian ini yaitu Pendidikan Agama Islam integratif inklusif adalah penjelasan mengenai Islam yang mengakui adanya keberbedaan sehingga adanya agama lain menjadi sumber keilmuan yang luas disertai dengan penyatuan ilmu agama dan lainnya sehingga lebih banyak mengandung makna.pengembangan kurikulum berbasis integratif inklusif mengharuskan adanya perkembangan fisik dan juga jiwa. Kemampuan fisik diwakili dengan kecerdasan yang tidak mengistiwekan satu mata pelajaran dan kemampuan jiwa diwakili dengan kepribadaian anak yang disandarkan kepada akhlak Nabi saw. dalam aplikasinya guru tidak hanya menjelaskan satu paham saja namun berbagai paham dengan berbagai perspektif di dalamnya siswalah yang akan mengembangkan jawabannya secara mandiri.
Politik Hukum Pembentukan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 Ibnu Ubaidillah
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v2i1.96

Abstract

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konfigurasi politik yang terjadi sebagai latarbelakang lahirnya ketentuan pasal 13 huruh e tentang kewajiban partai politik. Disamping itu, dengan mengetahui bagaimana konfigurasinya, penelitian ini juga bertujuan untuk mencari tahu terkait alasan mengapa dalam pasal 13 huruf e tersebut hanya mewajibkan partai politik dalam menyalurkan aspirasi politik anggotanya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pimer dan data sekunder. Data primer diambil langsung dari Naskah UUD NRI Tahun 1945 hasil amandemen, naskah UU No. 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas UU No. 2 Tahun 2008, Naskah UU No. 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik, Naskah UU No. 31 Tahun 2002 tentang partai politik, Lampiran UU No. 12 Tahun 2011 tenatang pembentukan peraturan perundangundangan, dan risalah rapat pembahasa rancangan undang-undang tentang partai politik tahun 2007. Sementara untuk data sekunder, penulis proleh dari bahanbahan kepustakaan berupa buku, hasil penelitian, jurnal, makalah, internet yang berhubungan dengan objek penelitian. Adapun data primer dan sekunder kemudian dianalisis secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskripsi. Setelah melihat bagaimana konfigurasinya, hasil penelitiannya menunjukkan, ada keinginan untuk memperkuat ketentuan terkait dengan hak-hak (kepentingan) politik anggota partai yang sebelumnya banyak diabaikan, sehingga dalam rangka itu dirumuskanlah dalam pasal 13 huruf e yang mewajibkan partai dalam menyalurkan aspirasi politik anggotanya. This study aims to find out how the political configuration that occurs as a background for the birth of the provisions of Article 13 letter e concerning the obligations of political parties. In addition, by knowing how the configuration is, this study also aims to find out the reasons why Article 13 letter e only requires political parties to channel the political aspirations of their members. The data used in this study are primary data and secondary data. Primary data are taken directly from the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia as a result of the amendments, the text of Law no. 2 of 2011 concerning amendments to Law no. 2 of 2008, the text of Law no. 2 of 2008 concerning Political Parties, Law No. 31 of 2002 concerning political parties, Attachment to Law no. 12 of 2011 concerning the formation of laws and regulations, and the minutes of the meeting to discuss the draft law on political parties in 2007. As for secondary data, the authors obtained from library materials in the form of books, research results, journals, papers, internet related to the object of research. The primary and secondary data were then analyzed qualitatively and presented in the form of a description. After seeing how the configuration is, the results of the research show that there is a desire to strengthen the provisions related to the political rights (interests) of party members which were previously ignored, so that in that context it is formulated in article 13 letter e which obliges parties to channel the political aspirations of their members.
Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Berbasis Hukum Ekonomi Syari'ah: Kritik Hukum Islam Terhadap Undang-Undang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara M Nurul Iman
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v1i2.97

Abstract

ABSTRACT Penelitian ini dilatarbelakangi asumsi yang menyatakan bahwa kemajuan suatu negara bukan hanya dapat dilihat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologinya, tetapi juga dapat dilihat dari stabilitas politik, hukum, dan perekonomiannya. Untuk memperoleh hasil penulisan yang komprehensif, penulis menggunakan metode historis-normatif untuk menjelaskan konsep APBN Syari‟ah menurut teori politik hukum ekonomi syari‟ah (nazhariyyah siyasah syar‟iyyah fi fiqh al-maliyah) dan UU APBN dalam sistem hukum Indonesia. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah suatu daftar atau penjelasan terperinci mengenai penerimaan dan pengeluaran negara dalam jangka waktu satu tahun yang ditetapkan dengan Undang-Undang, serta dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran 16 rakyat.22 Selain itu, APBN dapat pula diartikan sebagai rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran bisa dibaratkan sebagai anggaran rumah tangga ataupun anggaran perusahaan yang memiliki dua sisi, yaitu sisi penerimaan dan sisi pengeluaran This research is motivated by the assumption that the progress of a country can not only be seen from the development of science and technology, but can also be seen from its political, legal, and economic stability. To obtain a comprehensive writing result, the author uses the historical-normative method to explain the concept of the Syari'ah APBN according to the political theory of sharia economic law (nazhariyyah siyasah syar'iyyah fi fiqh al-maliyah) and the APBN Law in the Indonesian legal system. The State Revenue and Expenditure Budget (APBN) is a list or detailed explanation of state revenues and expenditures within a period of one year stipulated by law, and carried out openly and responsibly for the greatest prosperity of the people.22 In addition, APBN can also be interpreted as the annual financial plan of the Indonesian government approved by the House of Representatives. The APBN contains a systematic and detailed list that contains plans for state revenues and expenditures for one fiscal year, which can be considered as a household budget or a company budget which has two sides, namely the revenue side and the expenditure side.
Analisis Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum Melalui Arbitrase Syari’ah Dalam Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah (Studi Perspektif Politik Hukum Islam) Muslih Muslih
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v1i2.98

Abstract

ABSTRACT Bantuan hukum merupakan makna dari accsess to justice yaitu kemampuan rakyat dalam mecari dan memperoleh pemulihan hak-haknya hanya melalui institusi peradilan formal dan informal. Adanya pengaturan mengenai pemberi bantuan hukum dalam Undang-Undang Nomor 16 tahun 2011 tersebut merupakan jaminan terhadap hak-hak konstitusional orang atau kelompok orang miskin. Politik hukum merupakan sesuatu yang mendasari kebijakan dasar diundangkannya suatu regulasi dan dasar kebijakan diberlakukannya suatu regulasi tertentu dalam tatanan sistem hukum nasional. Pengaturan dan keberlakuan regulasi perbankan syari’ah di Indonesia dalam perspektif politik hukum Islam suatu yang patut untuk dipahami, eksistensi regulasi perbankan syari’ah di Indonesia saat ini memperkuat teori positivisasi hukum Islam dan memperkuat paradigma hukum profetik dalam sistem hukum nasional. Permasalan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan terkait Undang-Undang Nomor 16 tahun 2011 tentang bantuan hukum melalui arbitrase Syari’ah dalam menyelesaikan sengketa perbankan Syari’ah perspektif politik hukum islam ? dan bagaimana pelaksaan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2011 tentang bantuan hukum melalui arbitrase Syari’ah dalam menyelesaikan sengketa perbankan syari’ah ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam terhadap perspektif politik hukum Islam terkait Undang-Undang Nomor 16 tahun 2011 tentang bantuan hukum melalui arbitrase Syari’ah dalam penyelesaian sengketa perbankan syari’ah, manfaat dari penelitian ini secara keseluruhan diharapkan bisa menambah khazanah keilmuan. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif, yaitu suatu penelitian yang menekankan pada ilmu hukum. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakan (library resrech) yaitu menjadikan bahan pustaka sebagai sumber primer. Berdasarkan hasil analilsis maka dapat disimpulkan pengaturan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 16 tahun 2011 tentang bantuan hukum tersebut yang paling pokok adalah memberikan bantuan hukum sebagai alat dalam penegakan hukum dan keadilan. Bantuan hukum tersebut dapat dilakukan secara eksis ketika subjek pemberi bantuan hukum, para penegak hukum, lembaga hukum arbitrase syari’ah (Basyarnas) berfungsi dengan baik. Sedangkan Pandangan politik hukum islam yang menjadi pokok tujuan adalah terbentuknya produk hukum yang berkeadilan berdasarkan Al-Qur’an, Al-Hadist, Ijma dan Qias dalam konsep maupun praktiknya. Maka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2011 tentang bantuan hukum melalui arbitrase Syari’ah dalam menyelesaikan sengketa perbankan syariah, dengan proses/mekanisme dan perjanjian yang jelas, klausul perjanjian arbitrase sebelum maupun sesudah perjanjian terkait sejak awal maka memberikan kemudahan dalam menyelesaikan sengketa perbankan maupun non perbankan. Legal aid is the meaning of access to justice, namely the ability of the people to seek and obtain restoration of their rights only through formal and informal justice institutions. The regulation regarding legal aid providers in Law Number 16 of 2011 is a guarantee of the constitutional rights of poor people or groups of people. Legal politics is something that underlies the basic policy of promulgation of a regulation and the policy basis for the enactment of a certain regulation in the order of the national legal system. The regulation and enforcement of sharia banking regulations in Indonesia in the perspective of Islamic law politics is something that should be understood, the existence of sharia banking regulations in Indonesia currently strengthens the positivization theory of Islamic law and strengthens the prophetic legal paradigm in the national legal system. The problem raised in this study is how are the regulations related to Law Number 16 of 2011 concerning legal assistance through Sharia arbitration in resolving sharia banking disputes from the perspective of Islamic law politics? and how is the implementation of Law Number 16 of 2011 concerning legal assistance through sharia arbitration in resolving sharia banking disputes? The purpose of this study is to find out more deeply about the political perspective of Islamic law related to Law Number 16 of 2011 concerning legal aid through Sharia arbitration in the settlement of sharia banking disputes, the benefits of this research as a whole are expected to add to the scientific treasures. The approach method used is normative juridical, which is a research that emphasizes the science of law. Data collection is done through library research (library research) that is using library materials as primary sources. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the regulation contained in Law Number 16 of 2011 concerning legal aid is the most basic of providing legal assistance as a tool in law enforcement and justice. Such legal aid can exist when the subject of legal aid providers, law enforcers, sharia arbitration legal institutions (Basyarnas) function properly. While the political view of Islamic law which is the main goal is the formation of a just legal product based on the Qur'an, Al-Hadith, Ijma and Qias in concept and practice. Therefore, the implementation of Law Number 16 of 2011 concerning legal assistance through Sharia arbitration in resolving sharia banking disputes, with a clear process/mechanism and agreement, clauses in the arbitration agreement before and after the relevant agreement from the beginning will provide convenience in resolving banking disputes and non-banking.
Manajemen Kepemimpinan dalam Perspektif Tafsir Al-Manar Muhammad Amin Fathih; Tutik Hamida; Aunur Rofiq
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.106

Abstract

Leadership is a very important aspect of human life. As it is known that humans are created as social beings, meaning that in living their lives on this earth, humans cannot walk individually. Therefore, humans as creatures who need each other need to have a leader to be able to direct and align the goals to be achieved by each individual. Leadership in the Qur'an itself is explained by various terms and different editors, one of which is in one editor it is termed ulul amri while in another it is described as caliph. Researchers in this study will examine these two keywords according to the perspective of Tafsir Al-Manar. With the results, said the caliph in Q.S Al-Baqarah verse 30 explaining that humans in this world have a duty as khalifatullah on earth, therefore two tasks must be carried out by humans, the first task is to be able to prosper the earth through the potentials that Allah has given. give to humans as well as reason and mind, secondly, the duty is to always carry out Allah's commands and stay away from His prohibitions. Meanwhile, the word ulul amri in Q.S An-Nisa' verse 59 hints to the leader to put forward a democratic leadership attitude in the sense of always building teamwork and deliberation in deciding and determining a case. return to the truth of the Qur'an, Hadith, and the results of the official ijma'. Rasyid Rida's interpretation of ulil amri to ahlul halli wal aqdi indicates that leaders must be appointed from people who have the competence and understand the common good. Abstrak Kepemimpinan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sebagaimana diketahui bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, artinya dalam menjalani kehidupannya di muka bumi ini, manusia tidak bisa berjalan secara perindividu. Oleh karena itu, manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan satu sama lainnya perlu memiliki seorang pemimpin untuk bisa mengarahkan dan menyelaraskan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh setiap individu. Kepemimpinan dalam Al-Qur’an sendiri dijelaskan dengan berbagai Istilah dan redaksi yang berbeda-beda, salah satunya dalam satu redaksi di istilahkan dengan ulul amri sedangkan di redaksi lain dijelaskan dengan khalifah. Peneliti dalam penelitian ini akan mengkaji dua kata kunci tersebut menurut perpektif Tafsir Al-Manar. Dengan hasil, kata khalifah dalam QS Al-Baqarah ayat 30 menjelaskan bahwa manusia di dunia ini memiliki tugas sebagai khalifatullah di muka bumi, oleh karena itu ada dua tugas yang harus dijalankan manusia, pertama bertugas untuk bisa memakmurkan bumi melalui potensi-potensi yang sudah Allah berikan kepada manusia seperti halnya akal dan pikiran, kedua, bertugas untuk selalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Sedangkan kata ulul amri dalam QS An-Nisa’ ayat 59 mengisyaratkan kepada pemimpin untuk mengedepankan sikap kepemimpinan yang demokratis dalam artian selalu membangun kerjasama tim dan musyawaroh dalam memutuskan dan menentukan suatu perkara, Kemudian apabila memang terdapat perbedaan pandangan atau pendapat maka pemimpin dan semua anggotanya harus mengembalikan kepada kebenaran Al-Qur’an, Hadist dan hasil ijma’ resmi. Penafsiran Rasyid Rida tentang ulil amri kepada ahlul halli wal aqdi mengindikasikan bahwa pemimpin harus benar-benar diangkat dari orang yang memang memiliki kompetensi dan mengerti akan kemaslahatan bersama.
Impementasi Pendekatan Integratif Inklusif Dalam Pembelajaran Fikih M Nasrullah; M Misbah
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.109

Abstract

Learning that is currently being carried out is still limited, where this limitation is caused by teachers who only carry out a limited learning approach that is carried out in conceptualizing the subject matter, methods and techniques used in learning. The purpose of this research is to provide an overview of the integration of inclusion in Fiqh material. The method used in this research is qualitative with the type of research being library research. The results of the research obtained are an integrative-inclusive approach to Fiqh learning which is one solution to the dynamics of the development of science at this time. Understanding of science, whether based on religious dogma or on empirical experience, will give students a pattern of character and understand all knowledge holistically and not give different portions to both students and to which science is dominant over other sciences. At the level of inclusive integration subjects, it can be done starting from philosophy, methods, materials, strategies, and evaluation ABSTRAK Pembelajaran yang dijalankan saat ini masih terbatas, dimana keterbatasan ini disebabkan oleh guru yang hanya menjalankan pendekatan pembelajaran yang terbatas yang dilakukan dalam mengkonsep materi pelajaran, metode dan teknik yang digunakan dalam pembelajaran.Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran integrasi inklusi pada materi Fikih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian yang di dapatkan yaitu pendekatan integratif-inklusif pada pembelajaran Fikih merupakan salah satu solusi dari dinamika perkembangan ilmu pengetahuan pada saat ini. Pemahaman ilmu pengetahuan baik yang didasarkan pada dogma agama ataupun pada pengalaman empiris akan memberikan corak siswa yang berkarakter dan memahami semua pengetahuan secara holistic serta tidak memberikan porsi berbeda baik kepada siswa maupun kepada ilmu mana yang menjadi dominan daripada ilmu yang lainnya. Pada tingkatan mata pelajaran integrasi inklusif dapat dilakukan mulai dari filosofis, metode, materi, strategi, dan evaluasi.
Peran Guru PAI dalam Bimbingan Konseling Siswa Bermasalah Di SMA 1 Tambun Utara Kabupaten Bekasi Akmal Rizki Gunawan; Riffa Amalia
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.112

Abstract

This study aims to determine the role of PAI teachers in counseling troubled students, to find out the concrete efforts of the PAI teacher's program of activities in dealing with problematic students, to know the cooperation of PAI teachers and BK teachers in helping to deal with problematic students, and to find out the supporting and inhibiting factors in overcoming problem students at SMAN 1 Tambun Utara. The research, which was conducted for 3 months (July-September) used qualitative methods and data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation at SMAN 1 Tambun Utara. The subjects of this study were principals, PAI teachers, BK teachers, and students at SMAN 1 Tambun Utara. The result of this study is the role of PAI teachers in counseling troubled students at SMAN 1 Tambun Utara by implementing exemplary, habituation, and advice methods. In addition, the factor that supports PAI teachers in dealing with problematic students is the existence of spiritual activities, while the inhibiting factor is the limited time that PAI teachers have in carrying out their duties to overcome student problems. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PAI dalam bimbingan konseling siswa bermasalah, mengetahui upaya konkrit program kegiatan yang dilaksanakan guru PAI dalam menangani mahasiswa bermasalah, mengetahui kerja sama guru PAI dan guru BK dalam membantu menangani siswa bermasalah, dan untuk mengetahui faktor pendukung serta penghambat dalam mengatasi siswa bermasalah di SMAN 1 Tambun Utara. Penelitian yang dilaksanakan selaam 3 bulan (bulan Juli-September) ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi di SMAN 1 Tambun Utara. Subjek dari penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PAI, guru BK, dan siswa di SMAN 1 Tambun Utara. Hasil dari penelitian ini adalah peran guru PAI dalam bimbingan konseling siswa bermasalah di SMAN 1 Tambun Utara dengan mengimplementasikan metode keteladanan, pembiasaan, dan nasihat. Selain itu, faktor yang mendukung guru PAI dalam menangani siswa bermasalah adalah karena adanya kegiatan rohis, sedangkan faktor yang menghambatnya adalah keterbatasan waktu yang dimiliki guru PAI dalam melaksanakan tugasnya untuk mengatasi permasalahan siswa.
Manajemen Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Untuk Penguatan Karakter dan Kreatifitas Mahasiswa Marsono Marsono
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.114

Abstract

Today's Indonesian language not only plays a role as a communication tool, but also has to understand its function as a unified language. In the present condition, the contribution is interpreted as an effort to build character. Basically, character values ​​can be applied in various fields of science, including the Indonesian language. As for learning Indonesian in higher education, the authors choose to express the values ​​contained in the learning materials as an effective way of teaching it to students who are teenagers aged 17-25 years. Efforts to instill character values ​​and creativity for students are a form of support to prepare the younger generation to face Indonesia Gold 2045. In an effort to revive the character values ​​of Indonesian youth, it is necessary to understand that the Indonesian language must be repositioned as an embodiment of youth patriotism in order to carry out the mission. The youth oath is to make Indonesian the language of unity. Through the Indonesian language, it is hoped that the youth can take lessons from the struggles of the youths who have declared the 1928 Youth Oath and are proud to state that Indonesian is a binding and unifying language. ABSTRAK Bahasa Indonesia dewasa ini tidak hanya memegang peranan sebagai alat komunikasi semata, namun juga harus dipahami fungsinya sebagai bahasa persatuan. Dalam kondisi kekinian kontribusi tersebut dimaknai sebagai upaya membangun karakter.Nilai-nilai karakter pada dasarnya dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang ilmu, termasuk bahasa Indonesia. Adapun pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi, penulis memilih untuk mengungkapkan nilai- nilai yang ada dalam materi pembelajaran sebagai cara yang efektif dalam pengajarannya kepada mahasiswa yang merupakan remaja berumur 17-25 tahun. Upaya penanaman nilai-nilai karakter dan kreatifitas bagi mahasiswa merupakan bentuk dukungan untuk mempersiapkan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045. Upaya membangkitkan kembali nilai-nilai karakter pemuda Indonesia, maka perlu dipahami bahwa bahasa Indonesia harus direposisi kembali sebagai perwujudan sikap patriotisme pemuda agar bisa mengemban misi sumpah pemuda yakni menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Melalui bahasa Indonesia, diharapkan para pemuda dapat mengambil pelajaran atas perjuangan para pemuda yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda 1928 dan bangga menyatakan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa pengikat dan pemersatu.
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Terhadap Efektivitas Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi di IAIN Pontianak Bayu Fitra Prisuna; Ana Rosilawati
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.115

Abstract

This study aims to determine the perceptions of Islamic Religious Education students regarding the effectiveness of online learning during the pandemic at IAIN Pontianak. The approach of this research is quantitative research with the type of survey research. The population in this study were all active students of the Islamic Religious Education Study Program in semesters one, three, five & seven with a total of 1164. Sampling used simple random sampling technique and resulted in a research sample of 267 people. The type of instrument used is a student perception questionnaire. Student perceptions of the effectiveness of online learning during the pandemic at IAIN Pontianak were in the "Good" category with an average IKM (Quality Performance Index) 2.97. However, it should be understood that there are three aspects of the four that get the IKM scores in the interval close to the upper limit of the unfavorable category. So this should be of more concern for the Islamic Religious Education Study Program to evaluate and improve in the future in order to accommodate the problems faced by students during online learning during the pandemic. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Pendidikan Agama Islam terkait efektivitas pembelajaran daring pada masa pandemi di IAIN Pontianak. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Agama Islam pada semester satu, tiga, lima & tujuh dengan jumlah keseluruhan sebesar 1164. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan menghasilkan sampel penelitian sebanyak 267 orang. Jenis instrument yang digunakan adalah angket persepsi mahasiswa. persepsi mahasiswa terhadap efektivitas pembelajaran daring pada masa pandemi di IAIN Pontianak berada pada kategori “Baik” dengan rata-rata nilai IKM (Indeks Kinerja Mutu) 2,97. Namun perlu dipahami bahwa terdapat beberapa tiga aspek dari empat yang mendapatkan nilai IKM berada pada interval mendekati batas atas kategori kurang baik. Maka hal ini harus menjadi perhatian lebih bagi Program Studi Pendidikan Agama Islam untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kedepannya guna mengakomodir permasalahan yang dihadapi mahasiswa selama pembelajaran daring di masa pandemi.
Sistem Pembelajaran E-learning Menggunakan Metode ADDIE di SDIT Kabupaten Cirebon: Sistem Pembelajaran Tika Agustiyani; Tuti Hartati; Dita Amalia
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.117

Abstract

Education is something that cannot be separated in human life and has become a primary need besides clothing and food. Students tend to prefer to play rather than study and because the teacher teaches students are only glued to the module so they get bored quickly and are less active which results in a lack of student interest in learning. Currently, various concepts have been offered to support the development of the world of education, one of which is smartphone users as a medium for delivering learning. To improve these services, an e-learning course has been developed for elementary school children using the ADDIE method. This study uses the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) method for learning media because this method is a simple learning system design model and is very easy to learn. With this, e-learning in the form of applications using the ADDIE method of this research can bridge the relationship between students and teachers even without face-to-face contact. With this application not only play but also learn. Through this service, students can continue to receive subject matter and complete tests and assignments given by teachers at school. With this application, students will not miss the teaching material delivered by the teacher. ABSTRAK Pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia dan sudah menjadi kebutuhan primer selain sandang dan pangan. Siswa cenderung lebih suka bermain dari pada belajar dan karena guru mengajarkan siswa hanya terpaku pada modul sehingga cepat bosen dan kurang aktif yang mengakibatkan kurangnya minat siswa untuk belajar. Saat ini, berbagai konsep telah ditawarkan untuk mendukung perkembangan dunia pendidikan, salah satunya adalah pengguna smartphone sebagai media bantu untuk penyampaian pembelajaran. Untuk meningkatkan layanan tersebut, telah dikembangkan sebuah pembelajaran e-learning untuk anak – anak Sekolah Dasar menggunakan metode ADDIE. Penelitian ini menggunakan metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) untuk media pembelajaran karena metode ini merupakan model desain system pembelajaran yang sederhana dan sangat mudah di pelajari. Dengan adanya, pembelajaran e-learning berupa aplikasi dengan metode ADDIE penelitian ini dapat menjembatani hubungan antara siswa dan guru walau tanpa kontak bertatap muka langsung. Dengan aplikasi ini bukan hanya bermain tetapi juga belajar. Melalui layanan ini, siswa dapat tetap menerima materi pelajaran dan menyelesaikan tes dan tugas yang diberikan guru disekolah. Dengan aplikasi ini, siswa tidak akan ketinggalan materi ajar yang disampaikan oleh guru.

Page 5 of 15 | Total Record : 144