cover
Contact Name
Muhammad Iqbal Al Ghozali
Contact Email
edubase.bbc@gmail.com
Phone
+628998894014
Journal Mail Official
eduprof.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III –Tuparev-Cirebon Tlp. 0231-246215
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Eduprof
ISSN : 26565625     EISSN : 27232034     DOI : 10.47453
Core Subject : Religion, Education,
Eduprof : Islamic Education Journal is a scientific journal published by the Postgraduate Islamic University of Islam Bunga Bangsa Cirebon. The Eduprof journal has been published since 2019 and is published online. This journal is published twice a year, March and September. This publication is available online through open access.
Articles 144 Documents
Implementasi Model Pembelajaran Kelas Terbalik pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Edi Nurhidin
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.118

Abstract

This study describes applying the flipped classroom learning model to Islamic religious education (PAI) subjects at the Darul Abidin Integrated Islamic Primary School, Depok. This study uses a descriptive qualitative research type. The study results indicate that the PAI learning process with the flipped classroom learning model has been integrated with the learning characteristics of the Integrated Islamic School Network (JSIT), namely 'integrated' learning. The learning activities are divided into two forms, namely independent learning at home and learning in class, both virtual-zoom categories and limited face-to-face meeting classes. The support system for learning activities is quite diverse, consisting of the availability of e-learning, the use of various platforms such as Zoom Meetings and Quizizz, and the use of different learning resources such as interactive learning videos and subject matter in the form of powerpoint, and textbooks. ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kelas terbalik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar Islam Terpadu Darul Abidin Depok. Kajian ini mengggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran PAI dengan model pembelajaran kelas terbalik telah terintegrasi dengan karakteristik pembelajaran jaringan sekolah Islam terpadu (JSIT), yakni pembelajaran ‘terpadu’. Aktivitas pembelajaran yang terbangun terbagi menjadi dua bentuk yaitu pembelajaran mandiri di rumah dan pembelajaran di kelas baik kelas virtual-zoom maupun kelas pertemuan tatap muka terbatas. Sistem pendukung aktivitas pembelajaran cukup beragam yang terdiri dari ketersediaan e-learning, pemanfaatan beragam platform seperti zoom meeting dan quizizz, serta pemanfaatan beragam sumber belajar seperti video pembelajaran interaktif, materi pelajaran dalam bentuk powerpoint, dan buku teks.
Rekonstruksi Epistemologi Pendidikan Agama Islam: (Kajian Pemikiran Hasan Hanafi Teosentris-Antroposentris) Saehu Abas; Hajjin Mabrur
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.119

Abstract

This research discusses the reconstruction of epistemology of Islamic religious education; Hasan Hanafi's theocentric-anthropocentric thought study. His study was motivated by the epistemology of Islamic religious education which has been impressed still dominated by doctrinal education rather than education, tends to be textual rather than contextual and more densely theoretical than practical. This research aims to conduct an in-depth analysis and research study of the epistemological construction of Islamic religious education that has been formulated, and will further be studied and analyzed using the paradigm of Hasan Hanafi theory through the Theocentric-Anthropocentric theory. This research uses a type of qualitative research with an approach using library research methods. In accordance with the topic discussed, the researcher classified the data source into a primary data source taken from one of Hasan Hanafi's works, The Dirasah Islamiyah translated by Miftah Faqih into three volumes of books; (1) From Static Theology to Anarchists. (2) From Rationalism to Empiricism. (3) From Theocentric to Anthropocentric, and secondary data sources as advocates that have relevance to the discussion, both from books, thesis, thesis, desertation, journals, articles, and so on. Data collection techniques use observation techniques as well as documentation, and finally for data analysis techniques using content analysis techniques, inductive analysis, deductive analysis, descriptive analysis and interpretive analysis. The results showed that with the shift in the epistemological concept of Islamic religious education towards the theocentric-anthropocetic theory of Hasan Hanafi, it can lead to the creation of learners who reflect the values and insights of social-democratic knowledge as manifestations of the teachings of hablumminannas. Insight into knowledge of leadership, independence, and active awareness of his existence as a manifestation of human responsibility as khalifah fil ard. Insight into knowledge of the spirit of the progressive, productive soul of creative and innovative results as aifestasi of the value of the teachings of the sholikh likulli zaman wa makan. Insight into knowledge of unity in diversity as manifestation of the Islamic teachings of rahmatan lil ‘alamin. As well as the presence of the soul that has a culture of dialogue as from the time of the Prophet until the time of tabi'in is known as the mujadalah tradition. Abstrak Penelitian ini membahas tentang rekonstruksi epistemologi pendidikan agama Islam; kajian pemikiran Hasan Hanafi teosentris-antroposentris. Kajiannya dilatarbelakangi oleh epistemologi pendidikan agama Islam yang selama ini terkesan masih didominasi oleh pendidikan doktrinasi dari pada edukasi, cenderung tekstual dari pada kontekstual dan lebih padat teoritis dari pada praktis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian analisis dan penelitian mendalam terhadap konstruksi epistemologi pendidikan agama Islam yang selama ini dirumuskan, dan selanjutnya akan dikaji dan dianalisis menggunakan paradigma berfirikir Hasan Hanafi melalui teori Teosentris-Antroposentris. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Sesuai dengan topik yang dibahas, maka peneliti mengklasifikasi sumber data menjadi sumber data primer yang diambil dari salah satu karya Hasan Hanafi, Dirasah Islamiyah yang diterjemahkan oleh Miftah Faqih kedalam tiga jilid buku; (1) Dari Teologis Statis ke Anarkis. (2) Dari Rasionalisme ke Empirisme. (3) Dari Teosentris Menuju Antroposentris, dan sumber data sekunder sebagai penujang yang memiliki relevansi terhadap pembahasan, baik dari buku, skripsi, tesis, desertasi, jurnal, artikel, dan sebagainya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi serta dokumentasi, dan terakhir untuk teknik analisis data menggunakan teknik analisis konten, analisis induktif, analisis deduktif, analisis deskriptif dan analisis interpretatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya pergeseran konsep epistemologi pendidikan agama Islam menuju teori teosentris-antropoosetris Hasan Hanafi, maka dapat mengarahkan kepada pencipataan peserta didik yang mencerminkan nilai dan wawasan pengetahuan sosial-demokratis sebagaimana manifestasi dari ajaran hablumminannas. Wawasan pengetahuan tentang kepemimpinan, kemandirian, serta kesadaran aktif akan eksistensi dirinya sebagaimana manifestasi dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ard. Wawasan pengetahuan tentang semangat jiwa progresif, produktif dari hasil kreatif dan inovatif sebagai menifestasi dari nilai ajaran sholikh likulli zaman wa makan. Wawasan pengetahuan tentang persatuan dalam keberagaman sebagaimana manifestasi dari ajaran Islam rahmatan lil 'alamin. Serta kehadiran jiwa yang memiliki budaya dialog sebagaimana sejak masa Nabi hingga masa tabi’in dikenal dengan tradisi mujadalah.
Strategi Pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Al-Kautsar Kota Tangerang pada Era Pendemi Covid 19 Umi Sumiati As; Hadi Hardiansyah; Ady Darmansyah
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.122

Abstract

This study was conducted with the aim of analyzing the Learning Strategies carried out by the Al-Kautsar Islamic Elementary School Teacher in Tangerang City during the Covid 19 Pandemic Era. The research the author conducted was a qualitative research type of library research. Library research is research that is carried out by collecting data through books, journals, news, magazines, newspapers and so on, the data is collected through documentation techniques by means of reading, studying, understanding, and recording literacy related to literature. learning carried out at the Al-Kautsar Islamic Elementary School, Tangerang City. Online learning carried out through the WhatsApp Group application is in accordance with the conditions, abilities, and circumstances of students in the Al-Kautsar Islamic Elementary School, Tangerang City. Abstrak Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis Strategi Pembelajaran yang di lakukan oleh Guru Sekolah Dasar Islam Al-Kautsar Kota Tangerang pada Era Pendemi Covid 19. Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kualitatif jenis riset Kepustakaan (Library Research). Penelitian Kepustakaan adalah Penelitian yang dilakukan dengan cara pengumpulan data melalui buku-buku, jurnal, berita, majalah, surat kabar dan lain sebagainya, data tersebut dikumpulkan melalui Teknik dokumentasi dengan jalan yang dilakukan adalah membaca, mengkaji, memahami, serta mencatat literasi yang berkaitan dengan pembelajaran yang dilakukan di Sekolah Dasar Islam Al-Kautsar Kota Tangerang. Pembelajaran secara daring yang dilakukan melalui Aplikasi WhatsApp Group sesuai dengan kondisi, kemampuan, keadaan peserta didik di lingkungan Sekolah Dasar Islam Al-Kautsar Kota Tangerang.
Model Pendidikan Karakter Berbasis Pemanfaatan Smartphone untuk Sekolah Menengah dalam Era Revolusi Industri 4.0 Karjuni, Agus; Sarip, Hasan; Samian, Supendi; Widarso, Sugeng
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.123

Abstract

In an effort to assist the government in building and equipping students as the golden generation of Indonesia in 2045 with the soul of Pancasila and good character education in order to face the dynamics of change in the future, this study aims to develop a character education model based on the use of smartphones for High Schools (HS) and Vocational High School (VHS). This development research uses ADDIE model with stages, 1) analysis, 2) design, 3) development, 4) implementation, and 5) evaluation. This study applies an internal test involving 2 experts and an external test involving 369 students as samples from 5 Middle Schools (2 HS and 3 VHS) in the Special Region of Yogyakarta. Data collection methods using questionnaires and analysis used to test the hypotheses proposed using Wilcoxon analysis. The final conclusion in this study states that the effectiveness of the smartphone-based character education model reached 79.51% of the expected and proved to be more effective than the traditional-based character education model with the Asymp value. Sig. (2-tailed) of 0.000, especially in the era of the industrial revolution 4.0. Abstrak Dalam upaya membantu pemerintah dalam membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan, penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendidikan karakter berbasis pemanfaatan smartphone untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE dengan tahapan, 1) analisis, 2) perancangan, 3) pengembangan, 4) implementasi, dan 5) evaluasi. Studi ini menerapkan uji internal yang melibatkan 2 ahli dan uji eksternal yang melibatkan 369 siswa sebagai sampel yang berasal dari 5 sekolah menengah (2 SMA dan 3 SMK) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan menggunakan analisis wilcoxon. Kesimpulan akhir dalam penelitian ini menyebutkan bahwa efektivitas model pendidikan karakter berbasis pemanfaatan smartphone mencapai 79,51% dari yang diharapkan dan terbukti lebih efektif dibandingkan dengan model pendidikan karakter berbasis tradisional dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 khususnya di era revolusi industri 4.0.
Strategi Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu dalam Menjaga Ukhuwah Islamiyah Nur Hasyim Maulidah
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.124

Abstract

The preaching is about preaching and taking men on a path of goodness ruled by god to the prophet Muhammad. One of the doctrines of dakwah is the safeguard of ukhuwah islamiah, a factor that makes good relationships of fellow Muslims tightening the rope of their fellow Muslims. Nahdlatul scholars as Indonesia's largest Islamic organization became an instrument of formation in keeping the islamic sheathe link. The background of the research problem is to find out how the role of the nahdlatul branch's strategy, how the nahdlatul ullama branch in protecting ukhuwah islamiah with the populating indramayu, how the dakwah program was done by the nahdlatul branch's administrator of indramayu district. The research aims to find out the strategy of the nahdatul branch's clergy in keeping ukhuwah islamiyah in indramayu county, in order to get the results. The study USES deskrifctive qualitative research methods. Primary and secondary data sources. Data analysis techniques using interview method techniques, observation and documentation. The writer first observed the problem of object research. In order to see the problem problem in the nahdlatul branch administration of indramayu county, judging from its dakwah and implementation program, the nahdlatul branch's awaking-keeper strategy in keeping ukhuwah islamiyah in west Java district. The results of this study point to the dakwah d strategy. ABSTRAK Dakwah adalah menyeru dan mengajak manusia kepada jalan kebaikan diperintah Allah kepada Nabi Muhammad. Salah satu ajaran dakwah yaitu menjaga Ukhuwah Islamiah, sebuah faktor yang menjadikan hubungan baik sesama umat islam untuk mempererat tali sesama umat islam. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia menjadi penepongan pembentukan dalam menjaga tali Ukhuwah Islamiah. Latar belakang permasalahan penuliasan penelitian ini untuk mencarai tahu bagaiamana strategi dakwah pengurus Cabang Nahdlatul ulama, bagaiamana pengurus Cabang Nahdlatul ullama dalam nenjaga Ukhuwah Islamiah dengan Masyrakat Indramayu, bagaimana program dakwah yang dilakukan oleh pengurus cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Dakwah Pengurus Cabang Nahdatul Ulama dalam Menjaga Ukhuwah Islamiyah di kabupaten Indramayu, agar mendapatkan hasil penelitian. . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif Deskriftif. Sumber data primer dan sekunder. Tehnik analisis data menggunakan tehnik metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Penulis terlebih dahulu mengamati permasalahan objek penelitian. Untuk melihat rumusan masalah di Pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu, dilihat dari Program Dakwah dan Pelaksanaannya, Strategi Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu dalam Menjaga Ukhuwah Islamiyah di kabupaten Indramayu Jawa Barat. Hasil penelitian ini menunjukan tentang Strategi Dakwah yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu, mengetahui cara dalam menjaga Ukhuwah Islamiyah, program dakwah dilakukan oleh Pengerus cabang Nahdlatul ulama menjadi salah satu hal yang efektif di Kabupaten Indramayu
Manajemen Kurikulum Pendidikan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Pratama, Fidya Arie; Sulastini, Rita; Handayani, Sri; Dz, Abdus Salam
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.126

Abstract

This study aims to identify and describe Information and Communication Technology-Based Education Management. The approach used in this study is a qualitative description. The research was conducted at MI Sabiilul Muttaqin Warugede, Cirebon Regency from January to July 2020. The subjects of the research were school principals and teachers. Meanwhile, the informants are school principals, teachers, and the surrounding community. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. The technique of checking the validity of the data is by using source triangulation. The data analysis technique used an interactive model consisting of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that: Information and Communication Technology-Based Education Management at MI Sabilul Muttaqin Wargede Cirebon Regency begins with planning, organizing, implementing and supervising. Three management functions based on information and communication technology, namely organizing, implementing, and supervising, information and communication technology is more optimal as the basis of the supervisory process, this supervision process represents the entire management process of implementing information and communication technology systems lies in the planning function, cannot be optimal in using information and communication technology. The solution requires planning without using, namely by meeting in person ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan Manajemen Pendidikan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Penelitian dilakukan di MI Sabiilul Muttaqin Warugede Kabupaten Cirebon mulai Januari- Juli 2020. Subyek penelitiaan adalah kepala sekolah dan guru. Sedangkankan informannya adalah kepala sekolah, guru, dan masyarakat sekitar. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi sumber. Teknik analisa data menggunakan model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Manajemen Pendidikan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi di MI Sabilul Muttaqin Wargede Kabupaten Cirebon diawali dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Tiga fungsi manajemen berbasis teknologi Informasi dan komunikasi yaitu pengroganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, teknologi informasi dan komunikasi lebih optimal sebagai basis dari proses pengawasan, proses pengawasan ini mewakili seluruh proses manajemen penerapan sistem teknologi informasi dan komunikasi terletak pada fungsi perencanaan, tidak bisa optimal dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Solusinya diperlukan perencanaan tanpa menggunakan, yaitu dengan bertemu secara langsung.
Komunikasi dan Human Relation Pemimpin Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi, Sosiologi Pendidikan Dewi Indrawaty; Asep Deni Normansyah; Dian Hidayati; Maesaroh Maesaroh; Sofyan Sauri; Faiz Karim Fatkhullah
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.127

Abstract

Humans in their lives always need other people, because apart from being individual beings, humans are also social beings. As individual beings, they are able to develop themselves, while as social beings, humans in their lives are gifted with the ability to interact. One of the effective forums for interacting with each other is the organization. In the organization, it is certain that there will be interaction, one of which is through communication. It aims to achieve the objectives to be achieved. Communication is a basic human need, and is one of the important elements in the success of an organization. In an educational organization, for example, it cannot run without the support of communication. Because, how is it possible to educate humans without communication, and teach humans without communication. In general, educational leadership plays a very important role in directing and moving educational organizations to achieve the expected goals. The various roles that must be carried out by a leader cannot be realized without communication. The nature of the organization is very dependent on how the personnel in the organization communicate. The better the quality of communication, the better the quality of the organization. An important aspect of communication is the potential of communication itself as a tool that can be designed by management to achieve organizational goals. The importance of communication can also be seen from the benefits for the organization including the functions of control, motivation, emotional disclosure and the provision of information for decision making. ABSTRAK Manusia dalam kehidupannya selalu membutuhkan orang lain, karena disamping sebagai makhluk individual manusia juga adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk individual, mereka mampu mengembangkan dirinya sendiri, sedangkan sebagai makhluk sosial, manusia dalam kehidupannya dikaruniai kemampuan berinteraksi. Salah satu wadah yang efektif untuk saling berinteraksi adalah organisasi. Dalam organisasi dipastikan akan terjadi interaksi, yang salah satunya melalui komunikasi. Hal ini bertujuan mencapai tujuan yang akan dicapai. Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia, dan termasuk salah satu unsur penting dalam keberhasilan suatu organisasi. Dalam organisasi pendidikan misalnya, tidak dapat berjalan tanpa dukungan komunikasi. Sebab, bagaimana mungkin mendidik manusia tanpa komunikasi, dan mengajari manusia tanpa adanya komunikasi. Secara umum, kepemimpinan pendidikan berperan sangat penting dalam rangka mengarahkan dan menggerakkan organisasi pendidikan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Beragam peran yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin mustahil bisa diwujudkan tanpa adanya komunikasi. Hakikat organisasi sangat bergantung pada bagaimana personal yang ada dalam organisasi tersebut berkomunikasi. Semakin baik kualitas komunikasi maka semakin baik pula kualitas organisasi tersebut. Aspek penting dari komunikasi yaitu potensi dari komunikasi itu sendiri sebagai alat yang dapat dirancang manajemen untuk pencapaian tujuan organisasi. Pentingnya komunikasi juga dapat dilihat dari manfaat bagi organisasi meliputi fungsi pengendalian, motivasi, pengungkapan emosional dan penyediaan informasi untuk pengambilan keputusan.
Membangun Jiwa Entrepreneurship dalam Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi dan Sosiologi Fidya Arie Pratama; Millah Kamillah Muslimat; R Dewi Rahmasari; Ade Surya; Kustati Kustati
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.128

Abstract

In the midst of an era of educational disruption that is said to be modern as it is today, the workforce is increasing from year to year. New innovations and breakthroughs are always a demand to be able to answer all the challenges of the times. The entrepreneurial spirit must be instilled and developed in students because when they are difficult to be in society, they must be able to answer all the challenges of changing times and be able to compete not only in the business world and the industrial world but they are also able to create jobs so that they can provide good benefits for the community. himself, his family, the surrounding environment, and the State. This study uses a descriptive qualitative method of literature study and raises several cases from both formal and informal educational institutions. The results of the study show that the Islamic religion does not provide an explicit explanation regarding the concept of entrepreneurship, but between the two there is a fairly close relationship; have a very close spirit or soul, even though the technical language used is different. In terms of philosophy, entrepreneurship education aims to shape human beings as a whole, as people who have character, understanding and skills as entrepreneurs. Basically, entrepreneurship education can be implemented in an integrated manner with educational activities in schools. From a psychological perspective, entrepreneurship is an ability to think creatively and behave innovatively which is used as a basis, resource, driving force for goals, tactics, tips and processes in facing life's challenges. In terms of Sociology of entrepreneurship is the study of entrepreneurial practices seen through sociology, which states that there is one part of a large body of sociology where in general this science examines society and humans in society which specifically examines entrepreneurship. ABSTRAK Ditengah era disrupsi pendidikan yang dikatakan modern seperti sekarang ini, angkatan kerja dari tahun ke tahun semakin bertambah. Inovasi dan terobosan baru selalu menjadi tuntutan untuk dapat menjawab segala tantangan zaman. Jiwa entrepreneurship wajib ditanamkan dan ditumbuhkembangkan dalam diri peserta didik karena ketika mereka susah berada dalam masyarakan maka mereka harus bisa menjawab segala tantangan perubahan zaman serta mampu bersaing tidak hanya dalam dunia usaha dan dunia industri tapi mereka juga mampu menciptakan lapangan kerja agar dapat memberikan manfaat baik bagi diri pribadinya, keluarganya, lingkungan sekitarnya, dan Negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftf studi literature dan mengangkat beberapa kasus baik dari lembaga pendidikan formal maupun informal. Hasil penelitian menunjukkan sisi agama Islam memang tidak memberikan penjelasan secara eksplisit terkait konsep tentang kewirausahaan ini, namun di antara keduanya mempunyai kaitan yang cukup erat; memiliki ruh atau jiwa yang sangat dekat, meskipun bahasa teknis yang digunakan berbeda. Dari sisi filsafat Pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh, sebagai insan yang memiliki karakter, pemahaman dan ketrampilan sebagai wirausaha. Pada dasarnya, pendidikan kewirausahaan dapat diimplementasikan secara terpadu dengan kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah. Dari sisi psikologi Kewirausahaan adalah suatu kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. Dari sisi Sosiologi kewirausahaan adalah kajian terhadap praktik kewirausahaan yang dilihat melalui ilmu sosiologi menyatakan bahwa bahwa terdapat satu bagian dari badan besar ilmu sosiologi dimana secara umum ilmu ini mengkaji masyarakat dan manusia dalam masyarakat yang khusus mengkaji tentang kewirausahaan
Pemanfaatan Aplikasi Panutanku (Panduan Tuntunan dalam Kehidupanku) sebagai Media Bantu Edukasi Agama Islam Agar Terhindar dari Budaya Hedonisme pada Remaja Siti Sarah; Tresna Nurdiani Agustin; Siti Laela; Ani Nur Aeni
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.129

Abstract

One of the influences of the times is the hedonistic lifestyle among teenagers, which is increasingly rampant. Considering that the era of globalization is increasingly facilitating this trend, the hedonistic lifestyle is increasingly widespread. This study aims to provide literacy about behaviors that are not liked by Allah SWT, namely hedonism, through the use of the PANUTANKU application (Guidelines for My Life) among students, especially students of the Elementary School Teacher Education Study Program, Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang Campus. The issues that will be revealed in this research are related to the design, planning, development of media for Islamic religious education in the PANUTANKU application, as well as the perception of Elementary School Teacher Education students on the hedonistic lifestyle by utilizing the PANUTANKU application. This research uses the Design and Development (D&D) research method which is often referred to as design and development. Data collection methods include literature study and questionnaires. The results of this study indicate that developing an application called PANUTANKU can help women understand and embrace the hedonistic lifestyle that is increasingly prevalent in today's world. Even making this application got a very good response from teenagers, especially active students of Elementary School Teacher Education, Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang Campus. ABSTRAK Salah satu pengaruh perkembangan zaman adalah gaya hidup hedonisme di kalangan remaja, yang semakin maraknya. Mengingat era globalisasi semakin memfasilitasi secara sarana pada kecenderungan tersebut, gaya hidup hedonisme semakin berkembang luas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan literasi mengenai perilaku-perilaku yang tidak disukai Allah SWT, yaitu hedonisme, melalui pemanfaatan aplikasi PANUTANKU (Panduan Tuntunan dalam Kehidupanku) pada kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Adapun perihal yang akan diungkap pada penelitian ini terkait desain, perencanaan, pengembangan media bantu edukasi agama Islam pada aplikasi PANUTANKU, serta persepsi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar terhadap gaya hidup hedonisme dengan memanfaatkan aplikasi PANUTANKU. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Design and Development (D&D) yang sering disebut dengan design and development. Metode pengumpulan data meliputi studi pustaka dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengembangkan aplikasi bernama PANUTANKU dapat membantu perempuan memahami dan merangkul gaya hidup hedonistik yang semakin marak di dunia saat ini. Bahkan pembuatan aplikasi ini mendapatkan respon yang sangat baik dari para remaja, terutama para mahasiswa aktif Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang.
Konsep Moderasi Islam dalam Pendidikan Global dan Multikultural di Indonesia Fitri Meliani; Aji Muhamad Iqbal; Uus Ruswandi; Mohamad Erihadiana
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i1.130

Abstract

The flow of globalization has dominated Indonesia as the party who is influenced, not the one who influences. Indonesia is one of the potential markets for the development of foreign cultures. This situation threatens the local culture which has a long tradition in the socio-cultural life of the Indonesian people. Aspects of education can not be separated from the effects of globalization, the rapid progress of science and technology has brought its own impact to the world of education. In recent years, many schools in Indonesia have adopted the international education system. This can be seen in schools with a bilingual approach, namely the use of foreign languages ​​such as English and Mandarin as a second language that must be used in daily life at school. Educational levels from high school to university, both public and private, have opened international class programs. The real challenge faced by the local community is the effort to maintain the value of local norms and culture. The Indonesian people must be firm, at the same time open and tolerant, so that they can filter and adopt foreign cultures that do not conflict with local norms and culture. A firm stance is needed to avoid contamination of other cultural values ​​that are contrary to local norms and culture. ABSTRAK Arus globalisasi yang berasal dari negara-negara maju telah mendominasi Indonesia sebagai pihak yang dipengaruhi, bukan yang mempengaruhi. Indonesia merupakan salah satu pasar potensial bagi perkembangan budaya asing dari negara maju. Situasi ini mengancam budaya lokal yang memiliki tradisi panjang dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia. Aspek pendidikan tidak terlepas dari efek globalisasi, Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat telah membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak sekolah di Indonesia yang mengadopsi sistem pendidikan internasional. Hal ini terlihat pada sekolah dengan pendekatan dua bahasa (bilingual), yaitu penggunaan Bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Mandarin sebagai. Tantangan yang dihadapi oleh masyarakat sesungguhnya yaitu usaha mempertahankan nilai kearifan atau budaya lokal. Bangsa Indonesia harus tegar dan teguh pendirian, sekaligus terbuka dan toleran, agar dapat menyaring dan mengambil kebudayaan asing yang tidak bertentangan dengan norma-norma dan kebudayaan lokal. Sikap teguh pendirian diperlukan untuk menghindari kontaminasi nilai budaya lain lain yang bertentangan dengan norma-norma, etika kebudayaan lokal.

Page 6 of 15 | Total Record : 144