cover
Contact Name
Robet Perangin-angin
Contact Email
robert.peranginangin@gmail.com
Phone
+6285280618599
Journal Mail Official
semnaspkpkarawang@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang Jl. Lingkar Tanjungpura, Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Proceedings of the Vocational Seminar on Marine and Inland Fisheries
ISSN : -     EISSN : 30893739     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/voc_seminar
Core Subject : Agriculture, Social,
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries, merupakan wadah publikasi naskah-naskah yang diseminarkan pada kegiatan Vocational Seminar: Marine & Inland Fisheries yang diselenggarakan oleh Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang. Vocational Seminar ini merupakan forum pertemuan strategis bagi ilmuwan, peneliti, akademisi, praktisi, penyelenggara negara, profesional pelaku usaha tokoh masyarakat serta penggiat lembaga swadaya masyarakat. Vocational Seminar ini direncanakan menjadi kegiatan seminar tahunan, sebagai bentuk refleksi serta apresiasi atas hasil-hasil penelitian terapan sektor kemaritiman. Ruang lingkup makalah, meliputi: a) Perikanan tangkap berkelanjutan; b) Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan; c) Sumberdaya dan jasa Kelautan Perikanan; d) Budidaya Perikanan berkelanjutan; e) Pengolahan hasil Perikanan; f) Bioteknologi Kelautan dan Perikanan; g) Kebijakan pengembangan Kelautan dan Perikanan; h) Mekanisasi Kelautan dan Perikanan.
Articles 26 Documents
Analisis Penerapan Sistem Rantai Dingin dan Identifikasi Mutu, Rendemen dan Produktivitas pada Pengolahan Fillet Ikan Lemadang (Coryphaena hippurus) Beku Berlian, Tasha Putri; Siregar, Resmi Rumenta; Sayuti, Mohammad
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v1i1.15202

Abstract

Ikan lemadang (Coryphaena hippurus) adalah hasil samping tangkapan (by catch) yang sering tidak terlalu diperhitungkan karena jumlahnya relatif sedikit. Namun permintaan pasar terhadap ikan lemadang yang cukup tinggi, menjadi peluang untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan nilai ekonominya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem rantai dingin, mengidentifikasi mutu ikan lemadang, menganalisis rendemen dan produktivitas pada pengolahan fillet ikan lemadang (Coryphaena hippurus) beku. Pengujian mutu bahan baku dan produk akhir meliputi pengujian organoleptik (SNI 4110:2020), dan pengujian fillet ikan beku (SNI 2696:2013). Pengujian mutu produk akhir meliputi pengujian mikrobiologi meliputi pengujian  Angka Lempeng Total (ALT) dan bakteri patogen meliputi  E. coli, Salmonella, dan Vibrio cholerae Pengamatan penerapan rantai dingin dilakukan dengan mengukur suhu produk selama proses produksi. Pengamatan rendemen dilakukan pada tahap pemfilletan dan skinning/trimming,  sedangkan perhitungan produktivitas karyawan dilakukan pada tahap  skinning dan trimming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan rantai dingin pada produk sudah diterapkan dengan baik, dimana ikan diolah dalam kondisi beku (suhu berkisan antara - 15,2°C sampai -21,3 °C). Nilai organoleptik bahan baku dan produk akhir rata-rata 8. Uji mikrobiologi menunjukkan bahwa kandungan ALT fillet lemadang beku yaitu 2,2x103 kol/g, E. coli <1,8 APM/g, Salmonella dan V. chlorea negatif. Rendemen rata-rata pada tahap pemfilletan, skinning/trimming mencapai 66,05% dan 42,76%.  Produktivitas tenaga kerja pada tahap skinning/trimming mencapai 90,37 kg/jam/orang.
Strategi Pengembangan Produk Rumput Laut (Gracilarria sp) Sebagai Beras Analog Soeprijadi, Liliek; Soedrijanto, Angky
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v1i1.15159

Abstract

Karbohidrat menjadi kebutuhan pokok pangan manusia. Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat mengikis lahan pertanian yang subur beralih fungsi menjadi berbagai fasilitas umum. Mengembangkan beras analog dari rumput laut merupakan kebutuhan mendasar untuk men substitusi kebutuhan beras dari dalam negeri. Kawasan pesisir yang sangat luas di Indonesia merupakan penyangga lumbung pangan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan berkelanjutan. Penelitian bertujuan menemukan wujud strategi implementasi mengembangkan kawasan pesisir sebagai penghasil beras analog dari rumput laut. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari pengamatan empiris pada beberapa kawasan pesisir di pulau Jawa, serta melakukan wawancara langsung dengan masyarakat pembudidaya rumput laut. Data diolah dengan pendekatan aritmetika sederhana, sedangkan strategi implementasi disusun dari hasil analisis regresi dan korelasi dikombinasikan dengan deskripsi pada diagram jaring laba-laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilirisasi produk rumput laut menjadi inovasi dan motivasi utama yang harus didorong Pemerintah kepada masyarakat pesisir untuk menghasilkan bahan pangan utama pengganti beras dari rumput laut demi menjaga stabilitas ketahanan pangan.
Karakteristik Mutu Produk Beras Analog Dengan Penambahan Tepung Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Hasanah, Huswatun
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.15381

Abstract

Ikan lele dumbo merupakan salah satu jenis ikan yang tinggi nutrisi, populasi berlimpah, dan memiliki harga harga jual yang rendah di Indonesia. Salah satu potensi pemanfaatan ikan lele dumbo adalah sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan kandungan gizi pada beras analog. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu beras analog dengan penambahan tepung ikan lele dumbo. Metode penelitian rancangan acak lengkap dan analisis sidik ragam digunakan untuk menentukan pengaruh perlakuan penambahan tepung ikan lele dumbo berdasarkan komposisi proksimat. Hasil penelitian menunjukan beras analog memiliki kadar protein berkisar 8,67- 10,30%, kadar lemak berkisar 1,33 - 1,60 %, kadar air berkisar 8,34%- 8,63,  kadar abu berkisar 1,67 - 2,58%, kadar karbohidrat berkisar 76,70%-79,97%, dan kadar serat kasar berkisar 1,84%-1,90%. Hasil uji one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan nyata penambahan tepung ikan lele dumbo terhadap kadar protein, lemak, abu, dan kadar air produk beras analog. Semakin banyak penambahan tepung ikan maka akan meningkatkan kadar protein, lemak, abu, dan air pada beras analog. Hasil uji hedonik menunjukkan produk terpilih beras analog terdapat pada penambahan tepung ikan 2,5%.
Karakteristik Fisikokimia Tepung Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus), Lele (Clarias sp.) Dan Nila (Oreochromis niloticus) Sebagai Sumber Protein Ambarwati, Lilis
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.15349

Abstract

Tepung ikan merupakan produk olahan yang dihasilkan dari ikan, baik dari ikan utuh maupun limbah dari pengolahan ikan. Umumnya tepung ikan diolah untuk dijadikan sebagai bahan tambahan pakan. Seiring perkembangan zaman, tepung ikan diolah secara saniter dan higienis untuk ditambahkan dalam pembuatan pangan sebagai sumber protein. Beberapa jenis ikan yang dapat dijadikan tepung ikan yaitu ikan patin, ikan lele dan ikan nila. Ketiganya merupakan jenis ikan air tawar yang dibudidayakan, mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan pengolahan terhadap ikan patin, ikan lele dan ikan nila menjadi produk tepung ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan dan karakteristik fisikokimia tepung ikan dari bahan dasar tiga jenis ikan berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor 3 jenis tepung ikan berbeda. Parameter penelitihan ini adalah kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat dan uji sensori terhadap kenampakan, bau, ukuran butiran dan benda asing serta rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan tepung ikan terdiri atas tahapan penerimaan bahan baku, pemfilletan, leaching, pengukusan, pengepresan, pengeringan dan penghalusan. Karakteristik mutu kimia tepung ikan patin, tepung ikan lele dan tepung ikan nila yaitu kadar air 7,41%; 5,01%; 5,21%; kadar abu 2,01%; 2,99%; 2,23%; kadar protein 81,66%; 76,60%; 81,24%; kadar lemak 4,58%; 8,10%; 4,31%; kadar karbohidrat 4,34%; 7,30%; 7,01%; dan mutu sensori tepung ikan patin, tepung ikan lele dan tepung ikan nila yaitu 7,5;8,0;8,0 serta rendemen tepung ikan patin, lele dan nila yaitu 7,33%; 7,22%; 7,10%.
Analisis Penerapan Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP) pada Proses Pembekuan Cumi-Cumi (Loligo vulgaris) Dewi, Resti Nurmala; Agustria, I Komang Trinanda
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v1i1.15193

Abstract

Cumi-cumi (Loligo vulgaris) sebagai bahan baku produk pangan merupakan sumber protein laut yang bernilai ekonomi tinggi dan umumnya dijual dalam kondisi beku. Untuk menjaga mutu produk cumi beku, industri pembekuan diwajibkan menerapkan SSOP (Standard Sanitation Operating Procedure) sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan dalam rangka memenuhi sumber pangan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat dengan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SSOP di pabrik pembekuan cumi-cumi yang berlokasi di Jawa Timur selama tiga bulan (Januari sampai Maret 2022). Penelitian dilakukan dengan mengacu pada metode analisis kesenjangan berdasarkan FDA (1995) dan NSHATE (1999). Wawancara dengan karyawan perusahaan dan observasi langsung dilakukan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Dari hasil penelitian, penerapan SSOP pada pabrik pembekuan cumi-cumi telah memenuhi standar yaitu sebesar 78,5%. Namun demikian, seluruh aspek masih mengalami penyimpangan dengan % penerapan: aspek keamanan air (85%), kebersihan permukaan yang kontak dengan makanan (87,5%), pencegahan kontaminasi silang (77,14%), menjaga fasilitas cuci tangan, sanitasi tangan dan toilet (53,33%), pencegahan adulterasi (81,67%), pelabelan, penyimpanan dan penggunaan bahan kimia yang tepat (74,55%), pengendalian kesehatan karyawan (76,67%) dan pemberantasan hama (91,11%). Oleh sebab itu, perlu perbaikan pada aspek SSOP tersebut dengan menerapkan rekomendasi teknis dan manajerial yang diberikan.
Analisis Finansial Usaha Perikanan Tangkap Bagan Apung: Studi Kasus Di Kelurahan Batu Putih Atas, Kota Bitung Putri, Elsari Tanjung; Hamel, Samuel
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.16939

Abstract

The majority of fishermen in Batu Putih Atas Subdistrict, Bitung City, use lift nets (bagan apung) as their primary fishing gear. The uncertainty of fishing operations due to seasonal changes highlights the need for a thorough economic feasibility analysis. This study aims to evaluate the economic viability of lift net fishing activities. Data were collected through surveys and interviews, and analysed using a descriptive quantitative approach based on financial data. The results show that lift net fishing in Batu Putih Atas is financially profitable. The annual total revenue reached IDR 432,000,000, with a net profit of IDR 334,550,000. The total annual catch amounted to 1,440 buckets (equivalent to 72 metric tons), with anchovies comprising 65% of the catch. Based on the analysis of the Revenue-Cost Ratio (R/C ratio), Break-Even Price, Break-Even Production, and Payback Period, lift net fishing is considered economically feasible and viable for continued operation.. 

Page 3 of 3 | Total Record : 26