cover
Contact Name
M. Rizky Mahaputra
Contact Email
dinasti.info@gmail.com
Phone
+628117404455
Journal Mail Official
dinasti.info@gmail.com
Editorial Address
Arcade Business Center 6th Floor Unit 6-03 Jl. Pantai Indah Utara 2 Kav. C1, PIK, Kec. Penjaringan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14460
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dinasti Health and Pharmacy Science
Published by Dinasti Research
ISSN : -     EISSN : 30252326     DOI : https://doi.org/10.38035/dhps.v1i1
Core Subject : Health,
Dinasti Health and Pharmacy Science (DHPS) focuses on the health and pharmaceutical sciences including the preventive, promotive, curative and rehabilitative domains which publishes "original articles" and "review articles". The scientific scope of the DHPS Journal includes: Public health Health Education and Promotion Health Management Disease Prevention Midwifery and Child Care Health and Social Behavior Health Traditional (HATTRA) Nutrition (Clinical Nutrition and Community Nutrition) Food safety Food security Cleanliness Food Technology related to Disease Prevention and Rehabilitation Environmental Health Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, drug discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal medicines, Pharmaceutical sciences, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Complementary and Alternative Medicine (CAAM), Pharmaceutical Treatment.
Articles 131 Documents
Aspek Hukum dan Farmasi dalam Regulasi Real-World Evidence (RWE) untuk Persetujuan Obat: Tantangan Implementasi di Indonesia Gevan Naufal Wala; Afdhillah Wahyu Putra Nugraha
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 2 No. 4 (2025): Dinasti Health and Pharmacy Science (April 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v2i4.1843

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek hukum dan farmasi dalam implementasi Real-World Evidence (RWE) pada regulasi persetujuan obat di Indonesia. Seiring kerangka regulasi global yang semakin menerima RWE berdampingan dengan uji klinis tradisional, Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam mengadopsi pendekatan ini. Melalui penelitian hukum doktrinal dan analisis kualitatif, studi ini mengidentifikasi empat tantangan utama: kesenjangan regulasi dalam kerangka persetujuan obat Indonesia yang tidak secara eksplisit mengakui RWE; infrastruktur data kesehatan yang tidak memadai; kapasitas sumber daya manusia yang terbatas dalam metodologi RWE; serta persoalan etika dan perlindungan data. Penelitian ini mengusulkan peta jalan implementasi bertahap meliputi pengembangan pedoman RWE spesifik, kemajuan infrastruktur, pengembangan kapasitas profesional, dan harmonisasi hukum antara regulasi obat dan kerangka perlindungan data. Temuan menunjukkan bahwa kolaborasi multi-pemangku kepentingan strategis antara BPOM, Kementerian Kesehatan, fasilitas kesehatan, industri farmasi, dan institusi akademik sangat penting untuk keberhasilan implementasi RWE, yang berpotensi meningkatkan akses obat sambil mempertahankan standar keamanan dalam sistem kesehatan Indonesia.
Kerangka Regulasi dan Praktik Klinis untuk Digital Therapeutics (DTx): Analisis Yuridis dan Farmakologis Afdhillah Wahyu Putra Nugraha; Gevan Naufal Wala
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 2 No. 4 (2025): Dinasti Health and Pharmacy Science (April 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v2i4.1846

Abstract

Penelitian ini mengkaji kerangka regulasi dan implementasi klinis Digital Therapeutics (DTx) di Indonesia melalui analisis yuridis dan farmakologis. Digital Therapeutics merupakan kategori baru intervensi medis yang disampaikan melalui perangkat lunak untuk mencegah, mengelola, atau mengobati gangguan atau penyakit medis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesenjangan regulasi dalam sistem kesehatan Indonesia terkait DTx dan mengusulkan kerangka regulasi ideal yang selaras dengan standar internasional sambil memenuhi kebutuhan kesehatan lokal. Menggunakan metode yuridis normatif dan komparatif, penelitian ini menganalisis regulasi kesehatan dan digital yang ada di Indonesia bersama dengan pendekatan regulasi internasional dari AS, Jerman, Jepang, dan Korea Selatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan regulasi yang signifikan di Indonesia, terutama mengenai klasifikasi DTx, persyaratan bukti klinis, perlindungan privasi data, dan mekanisme penggantian biaya. Penelitian ini mengusulkan kerangka regulasi komprehensif yang mengatasi kesenjangan tersebut melalui pendekatan berbasis risiko, metode evaluasi terstandarisasi, dan model tata kelola multi-pemangku kepentingan. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan berbasis bukti untuk integrasi kesehatan digital dalam sistem kesehatan Indonesia dan menekankan perlunya harmonisasi regulasi di sektor kesehatan, teknologi, dan perlindungan data.
Aspek Hukum dalam Paten Farmasi dan Implikasinya terhadap Akses Obat di Negara Berkembang Karimatussholikah Rujitoningtyas; Gevan Naufal Wala
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 2 No. 4 (2025): Dinasti Health and Pharmacy Science (April 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v2i4.1847

Abstract

Penelitian ini menganalisis aspek hukum paten farmasi dan implikasinya terhadap akses obat di negara berkembang, dengan fokus khusus pada Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis perbandingan hukum untuk mengkaji implementasi fleksibilitas Perjanjian TRIPS di negara berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan paten berdampak signifikan terhadap harga obat, dengan rezim paten yang lebih kuat berkorelasi dengan harga obat yang lebih tinggi di negara berkembang. Analisis kasus lisensi wajib untuk obat antiretroviral di Indonesia mengungkapkan keberhasilan sekaligus tantangan implementasi. Penelitian mengidentifikasi empat strategi hukum utama untuk meningkatkan akses obat: lisensi wajib, importasi paralel, ketentuan Bolar, dan mekanisme oposisi paten. Penelitian menyimpulkan bahwa negara berkembang, termasuk Indonesia, belum memanfaatkan secara optimal fleksibilitas TRIPS untuk menyeimbangkan perlindungan paten dengan kebutuhan kesehatan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum termasuk penguatan prosedur oposisi pra-pemberian paten, penerapan kriteria patentabilitas yang lebih ketat, dan pengembangan kebijakan komprehensif yang menyelaraskan perlindungan paten dengan tujuan kesehatan masyarakat.
Gambaran Nilai Indeks Eritrosit pada Pasien Anemia di Rumah Sakit X Satya Alfitrah; Andini Kusdiantini
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 1 (2025): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i1.2470

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi di Indonesia, ditandai dengan penurunan hemoglobin dan indeks eritrosit. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC) pada pasien anemia di Rumah Sakit X. Desain penelitian menggunakan metode observasional cross-sectional dengan 45 responden berusia 20–80 tahun. Analisis deskriptif dilakukan menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden (88,9%) mengalami anemia dengan karakteristik dominan mikrositik-hipokromik. Nilai rata-rata MCV 74,55 fL, MCH 24,19 pg, dan MCHC 31,72 g/dL. Sebagian besar responden memiliki MCV <80 fL (88,9%), MCH <27 pg (88,9%), dan MCHC <32 g/dL (62,2%). Pola ini lebih banyak ditemukan pada perempuan dibanding laki-laki dan konsisten dengan anemia defisiensi besi. Kesimpulannya, indeks eritrosit dapat menjadi parameter penting dalam skrining awal dan penatalaksanaan anemia.
Competitive Advantage Strategy in Increasing Product Sales in the Health Industry with SWOT Analysis of PT. XYZ Muhammad Raffi Irfan Gunawan; Hapzi Ali
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 1 (2025): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i1.2665

Abstract

This study aims to analyze and formulate an effective competitive advantage strategy for PT. XYZ in an effort to increase sales of its products in the health industry sector. The method used is SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis, which identifies internal strengths, weaknesses, external opportunities, and threats faced by the company. The results of the study revealed that PT. XYZ has advantages in the form of a widely recognized brand, a high level of consumer trust, and a solid distribution network. On the other hand, the Company will face a number of challenges, including dependence on certain superior products and limitations in creating new product innovations. Great opportunities lie in the increasing trend of healthy lifestyles and demand for herbal products, while threats come from new competitors and strict government regulations. Based on this analysis, strategies such as product diversification, quality improvement and innovation, and expansion of domestic and international markets are formulated. This strategy is expected to strengthen PT. XYZ competitive position and encourage sustainable sales growth.
Analisis Kesiapan Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Digitalisasi dan Penerapan Rekam Medis Elektronik Sali Setiatin; Muhammad Zahran Ramdhani
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 1 (2025): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i1.2703

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pengelolaan rekam medis dari format kertas ke digital, sesuai PMK Nomor 24 Tahun 2022 yang mulai berlaku pada 2023 di RS Kebonjati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan media pesan. Objek penelitian adalah pengguna Rekam Medis Elektronik (RME), termasuk petugas bagian koder, pelaporan rawat jalan, pelayanan, dan APM. Fokus analisis adalah kesiapan penerapan RME dari segi sumber daya manusia dan infrastruktur di RS Kebonjati. Penelitian bertujuan mengevaluasi kesiapan tersebut dengan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS Kebonjati cukup siap menerapkan RME, dengan sumber daya manusia yang memadai meskipun memerlukan pelatihan tambahan. Infrastruktur dan aspek finansial sudah ada, tetapi perlu penambahan fasilitas untuk kelancaran digitalisasi Rekam Medis Elektronik (RME), Analisis kebutuhan yang mendalam diperlukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kompetensi SDM, agar RS Kebonjati dapat menjadi contoh dalam penerapan RME dan meningkatkan efisiensi layanan kesehatan di masa mendatang.
Analisis Keterlambatan Pasien dengan Beban Kerja Petugas dalam Proses Penjadwalan Ulang di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Kebon Jati Muhamad Faris Bastami; Sali Setiatin
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 1 (2025): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i1.2704

Abstract

Rumah sakit berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Salah satu indikator mutu pelayanan adalah ketepatan waktu pasien dalam memperoleh layanan, termasuk pada proses penjadwalan ulang (reschedule). Ketidaktepatan waktu kedatangan pasien dapat memengaruhi kelancaran pelayanan dan menambah beban kerja petugas administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlambatan pasien dan beban kerja petugas dalam proses penjadwalan ulang di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Kebon Jati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan hubungan antara keterlambatan pasien dan beban kerja petugas, serta didukung dengan format Analisis Beban Kerja (WISN) sebagai data pendukung observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja petugas cukup tinggi karena melaksanakan berbagai tugas administratif, seperti pendaftaran pasien, penjadwalan ulang, dan input data ke sistem. Keterlambatan pasien umumnya disebabkan oleh faktor pribadi dan situasional. Beban kerja yang tinggi dan keterlambatan pasien berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan. Diperlukan pengaturan beban kerja yang seimbang dan peningkatan kedisiplinan pasien agar pelayanan menjadi lebih optimal.
Comparative Analysis of Retention Sample Handling for Sorbitol and Sucrose Excipients at PT X Silpi; Veny Usviany
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3766

Abstract

The handling of raw material retention samples is a critical component of pharmaceutical quality assurance because it supports traceability, safety, and material quality throughout manufacturing. Studies specifically comparing retention-sample handling for sorbitol and sucrose excipients in industrial practice remain limited. This study aimed to compare the handling of sorbitol and sucrose retention samples at PT X and evaluate conformity with applicable procedures and Good Manufacturing Practice requirements. A qualitative approach was used through one month of direct observation, in-depth interviews with a sampling officer, a Quality Control analyst, and the Quality Control Raw Material Inspection Supervisor, and review of company procedures. The findings showed that sampling, labeling, storage, documentation, testing, retention-period control, and destruction were implemented in accordance with established procedures. Sucrose and sorbitol differed in sampling tools, retained quantities, physical form, sampling duration, and supplier packaging. Material traffic in the sampling room was identified as an operational constraint, particularly during sucrose sampling. The study demonstrates that excipient-specific handling requirements can be implemented within one integrated retention-sample system while maintaining traceability and quality-control effectiveness.
Studi Deskriptif Tentang Persepsi dan Preferensi Pengobatan Tradisional Masyarakat di Kalangan Gen Z Revalina Salsabila; Hasna Latipah Sakinah
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3786

Abstract

Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan menggambarkan persepsi dan preferensi Generasi Z terhadap jamu di Indonesia. Survei online dilakukan di Kota Bandung pada Mei–Juni 2026 dengan purposive sampling, melibatkan 53 responden berusia 18–29 tahun. Instrumen kuesioner berskala Likert 5 poin diuji validitas dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha 0,772), lalu dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS 25. Hasil menunjukkan persepsi positif Gen Z terhadap jamu, terutama efektivitas untuk penyakit ringan, efek samping lebih sedikit, dan manfaat pada penyakit serius (mean ±4,2). Aspek rasa serta kekhawatiran mutu masih menjadi kendala. Media sosial, nilai budaya, dan norma sosial memengaruhi penerimaan, namun penggunaan rutin rendah. Disimpulkan bahwa jamu dipandang relevan sebagai pelengkap pengobatan modern, dengan kebutuhan inovasi rasa, kemasan, dan edukasi digital untuk menarik generasi muda.
Formulasi dan Evaluasi Efektivitas serta Stabilitas Sediaan Salep dan Krim Ekstrak Buah Kepel sebagai Sediaan Topikal Maulana Tegar Adityanugraha; Ferli Eko Kurniantoro; Bingar Hernowo; Filu Marwati Santosa Putri
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 2 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (Oktober - Desember 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i2.3814

Abstract

Buah kepel (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f. & Thomson) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan topikal. Pemanfaatan ekstrak secara langsung pada kulit memiliki keterbatasan dalam hal kenyamanan dan kemudahan penggunaan, sehingga diperlukan formulasi dalam bentuk sediaan semipadat yang memiliki karakteristik fisik sesuai serta stabil selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik, efektivitas, dan stabilitas sediaan salep dan krim yang mengandung ekstrak buah kepel. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan proses ekstraksi buah kepel menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya diformulasikan ke dalam sediaan salep dan krim dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, serta pengamatan stabilitas selama penyimpanan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki warna, aroma, dan bentuk yang sesuai dengan karakteristik masing-masing sediaan serta menunjukkan homogenitas yang baik. Nilai pH sediaan krim berada pada rentang 5,3–5,8, sedangkan sediaan salep memiliki pH 5,1–5,6. Daya sebar krim berkisar antara 6,2–7,0 cm, sementara salep berada pada rentang 5,7–6,4 cm. Hasil pengujian daya lekat menunjukkan bahwa salep memiliki daya lekat lebih tinggi dibandingkan krim, dengan rentang masing-masing 6,1–7,0 detik dan 4,8–5,9 detik. Selama periode pengamatan, seluruh formula menunjukkan kestabilan organoleptis dan tidak mengalami perubahan fisik yang berarti. Berdasarkan hasil evaluasi, sediaan krim menunjukkan kemampuan penyebaran yang lebih baik dan lebih mudah diratakan pada permukaan kulit, sedangkan salep memberikan daya lekat yang lebih tinggi. Formula krim dengan konsentrasi ekstrak 10% menunjukkan karakteristik fisik yang paling baik dengan pH 5,5, daya sebar 6,8 ± 0,2 cm, dan daya lekat 5,4 ± 0,3 detik. Dengan demikian, ekstrak buah kepel berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan topikal, khususnya dalam bentuk krim, berdasarkan karakteristik fisik dan stabilitas sediaan yang diperoleh.