cover
Contact Name
M. Rizky Mahaputra
Contact Email
dinasti.info@gmail.com
Phone
+628117404455
Journal Mail Official
dinasti.info@gmail.com
Editorial Address
Arcade Business Center 6th Floor Unit 6-03 Jl. Pantai Indah Utara 2 Kav. C1, PIK, Kec. Penjaringan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14460
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dinasti Health and Pharmacy Science
Published by Dinasti Research
ISSN : -     EISSN : 30252326     DOI : https://doi.org/10.38035/dhps.v1i1
Core Subject : Health,
Dinasti Health and Pharmacy Science (DHPS) focuses on the health and pharmaceutical sciences including the preventive, promotive, curative and rehabilitative domains which publishes "original articles" and "review articles". The scientific scope of the DHPS Journal includes: Public health Health Education and Promotion Health Management Disease Prevention Midwifery and Child Care Health and Social Behavior Health Traditional (HATTRA) Nutrition (Clinical Nutrition and Community Nutrition) Food safety Food security Cleanliness Food Technology related to Disease Prevention and Rehabilitation Environmental Health Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, drug discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal medicines, Pharmaceutical sciences, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Complementary and Alternative Medicine (CAAM), Pharmaceutical Treatment.
Articles 68 Documents
Pengembangan Makanan Enteral Menggunakan Tepung Kacang Hijau dan Tepung Telur untuk Anak Gizi Kurang Anindya Suryawati; Filsa Afitri Cholidha; Farida Nur Isnaeni; Muwakhidah Muwakhidah
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 4 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (April - June 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i4.3250

Abstract

Masalah gizi kurang dan gizi buruk pada anak masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup tinggi dan dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, serta peningkatan risiko infeksi. Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan zat gizi pada anak dengan status gizi kurang adalah melalui pemberian formula enteral. Namun, penggunaan formula enteral komersial dalam jangka panjang memerlukan biaya yang relatif tinggi sehingga diperlukan alternatif formula enteral berbahan pangan lokal yang lebih terjangkau. Penelitian ini bertujuan membandingkan formula enteral berbahan tepung kacang hijau dan tepung telur dengan formula enteral komersial berdasarkan aspek harga, kandungan gizi, serta karakteristik fisik dan organoleptik. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan pengujian meliputi viskositas, osmolalitas, daya alir, kadar air, warna, serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula enteral berbahan pangan lokal memiliki kandungan gizi yang relatif sebanding dengan formula enteral komersial. Formula enteral yang dikembangkan juga menunjukkan karakteristik fisik yang masih sesuai untuk digunakan sebagai formula enteral serta memiliki tingkat penerimaan organoleptik yang cukup baik, meskipun nilai penerimaan panelis masih lebih rendah dibandingkan produk komersial. Dari aspek ekonomi, biaya pembuatan formula enteral berbahan pangan lokal lebih rendah dibandingkan formula enteral komersial. Dengan demikian, formula enteral berbahan tepung kacang hijau dan tepung telur berpotensi menjadi alternatif formula enteral yang lebih ekonomis dan mudah diakses masyarakat tanpa mengurangi nilai gizinya.
Analysis of Patient Experience Dimensions and Their Implications in Improving Customer Engagement and Customer Delight at Hospital X Selvyana C. Palit; Ratna Indrawati
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 4 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (April - June 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i4.3318

Abstract

Medical institutions currently face the challenge of going beyond conventional satisfaction standards to create customer delight through strategic patient experience management. This study aims to analyze the dimensions of patient experience and their implications for increasing customer engagement and delight among internal medicine patients at Hospital X. This quantitative study used a cross-sectional design involving 99 respondents selected through a purposive sampling method. Data analysis was conducted using the Three Box Method for descriptive review and Path Analysis to examine the structural relationships between variables. The results of the descriptive analysis indicate that patient experience is in the high category (77.47), with the Information and Education dimension as the main contributor to excellence (78.75). In contrast, the Continuity and Transition dimension was identified as a relative weak point (75.38), especially in the aspect of drug side effect education. The findings of the path analysis confirmed that patient experience has a direct significant effect on customer engagement and customer delight. Customer engagement is proven to act as a mediating variable that strengthens the transmission of the influence of patient experience in creating deep emotional satisfaction. This research model has a predictive power of 66.3% of the variance in customer delight. This study concludes that optimizing every point of interaction and strengthening patient emotional engagement is a fundamental instrument for hospital management to build long-term loyalty and competitive advantage.
Evaluasi Implementasi Standar Akreditasi SNARS Edisi 1.1 pada Pelayanan Farmasi RS Multazam dalam Meningkatkan Kepuasan Pasien Muh. Akmar; Umar Sako Baderan; Dharmawaty S. Makur
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 4 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (April - June 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i4.3357

Abstract

Penerapan standar mutu dalam pelayanan kesehatan merupakan instrumen penting untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus menekan risiko terjadinya kesalahan pengobatan di rumah sakit. Namun, dalam tataran operasional harian, pemenuhan regulasi akreditasi tersebut sering kali membentur realitas keterbatasan daya dukung internal berupa kapasitas ruang fisik dan kelangkaan kuantitas sumber daya manusia di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian implementasi standar akreditasi pelayanan kefarmasian (PKPO) dan sasaran keselamatan pasien (SKP 3) di RS Multazam Gorontalo. Dan untuk mengidentifikasi kendala operasional akibat keterbatasan SDM dan fasilitas farmasi serta gambaran kepuasan pasien terkait waktu tunggu pelayanan obat. Metode riset yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap empat penanggung jawab kelompok kerja akreditasi lintas disiplin (PKPO, SKP, KPS, PPI) selaku informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara prosedural, RS Multazam telah berhasil mengimplementasikan alur PKPO dan SKP 3 dengan baik pasca transisi ke standar LAM-KPRS, yang dibuktikan dengan penurunan angka Insiden Keselamatan Pasien (IKP) obat sebesar 40% dan kenaikan indeks kepuasan pasien secara umum. Kendati demikian, evaluasi lapangan mendeteksi adanya kendala struktural yang berat, meliputi kelangkaan kuantitas tenaga kefarmasian yang memicu keluhan pasien terhadap lamanya waktu tunggu obat racikan pada jam sibuk, kekosongan fungsi apoteker klinis per Juni 2025, kapasitas ruang apotek yang terlalu sempit sehingga menghambat jarak aman obat kategori Look Alike Sound Alike (LASA), serta belum optimalnya integrasi e-resep pada sistem komputer rumah sakit.
Qualitative Analysis of Inpatient Prisoner Patient Satisfaction at Hospital X in 2025 Syientia Wit Gantara
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 3 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (January - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i3.3384

Abstract

Patient satisfaction is the level of feeling that arises from comparing the health services received with the patient’s expectations of those services. This study aims to determine the perception of inpatient prisoner patient satisfaction at Sartika Asih Hospital in 2025. The factors influencing prisoner patient satisfaction were analyzed based on five dimensions of service quality: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible evidence. This study used a qualitative design to understand the phenomena experienced by the research subjects, including behavior, perceptions, motivation, and actions. The informants in this study consisted of five people: one nurse, one head nurse, one policy maker, and two prisoner patients. Data were collected through in-depth interviews, while data processing and validation were carried out using triangulation techniques. The results showed that all informants expressed satisfaction with the services provided by Sartika Asih Hospital. The dimensions of reliability, responsiveness, and assurance were rated good, the empathy dimension was rated very good, while the tangible dimension was rated fairly good. The conclusion of this study indicates that health services for inpatient prisoner patients have generally been implemented well; however, improvements are still needed in the facilities and infrastructure of the prisoner ward. It is recommended that Sartika Asih Hospital improve Police Medicine services (DOKPOL), conduct wound care training, pay attention to the safety and welfare of nursing staff such as salaries and health insurance, enhance communication between the hospital and the police, strengthen the vigilance of police and hospital officers in guarding prisoner patients, and improve the quality of facilities and infrastructure in the prisoner care room.
Kepuasan Kerja memediasi Pengaruh Burnout terhadap Turnover Intention Tenaga Kesehatan Klinik X Joseph Christian Tjahjadi; Kartika Imasari Tjiptodjojo
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 4 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (April - June 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i4.3424

Abstract

Tantangan pengelolaan sumber daya manusia pada fasilitas pelayanan kesehatan makin tinggi khususnya terkait fenomena kelelahan kerja yang berpotensi meningkatkan intensitas keluar karyawan. Tujuan penelitian untuk menguji pengaruh burnout terhadap turnover intention dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada tenaga kesehatan di Klinik X Bandung sebanyak 20 responden. Analisis data digunakan regresi linier berganda serta prosedur makro PROCESS Hayes. Uji mediasi membuktikan bahwa kepuasan kerja memediasi pengaruh burnout terhadap turnover intention dengan model mediasi sempurna (perfect mediation). Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa kejenuhan kerja yang dirasakan tenaga kesehatan tidak serta-merta langsung memicu keinginan untuk mengundurkan diri, melainkan harus merusak rasa kepuasan kerja mereka terlebih dahulu sebelum akhirnya memunculkan niat untuk keluar dari instansi.
Pengaruh Beban Kerja pada Kinerja Dokter Umum Generasi Z dengan Burnout sebagai Variabel Mediasi Liyenka Belusi Tantra; Kartika Imasari Tjiptodjojo
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 4 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (April - June 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i4.3425

Abstract

Generasi Z dalam dunia kerja membawa perubahan terhadap cara individu memandang pekerjaan terkait dengan work-life balance serta kesejahteraan mental. Dalam sektor kesehatan, tingginya tuntutan pekerjaan berpotensi menimbukan burnout yang dapat mempengaruhi kinerja. Tujuan dari riset ini untuk uji mediasi burnout pada pengaruh beban kerja terhadap kinerja 100 dokter umum Generasi Z di kota Bandung. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur dan PROCESS Macro Hayes. Hasil menyimpulkan bahwa burnout memediasi secara penuh hubungan antara beban kerja dan kinerja. Hal ini memperlihatkan bahwa  beban kerja yang dikelola dan pencegahan burnout menjadi penting untuk menjaga kinerja tenaga medis dan kualitas pelayanan kesehatan.
Perlindungan Hukum Tenaga Kesehatan dalam Melakukan Pelayanan Kesehatan di Upt Puskesmas Labuhan Badas Unit 1 Galuh Permatasari; Asri Reni Handayani; Herni Hasifah
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 4 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (April - June 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i4.3431

Abstract

Perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan merupakan aspek penting dalam menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan profesional. Tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan sesuai standar profesi, standar pelayanan, standar operasional prosedur, dan kode etik profesi, namun dalam pelaksanaannya menghadapi berbagai risiko hukum yang dapat timbul dari hubungan pelayanan dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan perlindungan hukum tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Labuhan Badas Unit 1 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan terhadap berbagai peraturan perundang-undangan serta literatur yang berkaitan dengan perlindungan hukum tenaga kesehatan. Data dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan fakta empiris di lapangan dengan teori dan ketentuan hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan di UPT Puskesmas Labuhan Badas Unit 1 telah diimplementasikan melalui kepatuhan terhadap standar profesi, penerapan standar operasional prosedur (SOP), penggunaan informed consent, pengelolaan rekam medis, serta pembinaan dan pengawasan internal. Implementasi tersebut didukung oleh keberadaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, komitmen manajemen, dan pelatihan berkala, namun masih menghadapi hambatan berupa rendahnya literasi hukum sebagian tenaga kesehatan, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, tingginya ekspektasi terhadap hasil pengobatan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan. Peningkatan literasi hukum, komunikasi terapeutik, edukasi masyarakat, dan penguatan sistem pelayanan kesehatan diperlukan untuk mengoptimalkan perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan.
Evaluasi Aktivitas Antibakteri dan Stabilitas Fisik Emulgel Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap Escherichia coli Maulana Tegar Adityanugraha; Ferli Eko Kurniantoro; Bingar Hernowo; Filu Marwati Santosa Putri
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 4 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (April - June 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i4.3473

Abstract

Daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) diketahui memiliki potensi sebagai bahan obat tradisional karena mengandung senyawa yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penggunaan ekstrak daun rambutan secara langsung pada kulit dinilai kurang praktis dan kurang nyaman, sehingga dibuat dalam bentuk sediaan emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik serta aktivitas antibakteri emulgel ekstrak etanol daun rambutan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel berupa serbuk daun rambutan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian diformulasikan menjadi sediaan emulgel dan dilakukan pengujian sifat fisik meliputi organoleptis, daya sebar, daya lekat, dan pH. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dilakukan menggunakan metode sumuran. Aktivitas antibakteri ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada sediaan emulgel dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa emulgel ekstrak etanol daun rambutan memiliki karakteristik organoleptis, daya lekat, dan pH yang baik, serta memiliki daya sebar yang memenuhi standar. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa emulgel ekstrak etanol daun rambutan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, dengan rata-rata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 24 mm, 26 mm, dan 28  mm. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa emulgel ekstrak etanol daun rambutan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli.
Formulation and Effectiveness Study of an Organic Lotion Based on Mangosteen Peel Extract (Garcinia mangostana L.) on Skin pH Meiti Rosmiati
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 3 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (January - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i3.3573

Abstract

Mangosteen (Garcinia mangostana L.) peel extract contains xanthones, a class of bioflavonoids known for their antioxidant, antibacterial, and antiallergic properties. This study aimed to formulate an organic lotion based on mangosteen peel extract and evaluate its physical characteristics and skin pH compatibility. The lotion formulations were prepared using the following ingredients: mangosteen peel extract, tea, stearic acid, cetyl alcohol, glycerin, propyl paraben, methyl paraben, strawberry fragrance, and distilled water. The resulting product exhibited typical organoleptic properties of a lotion, including appropriate texture, color, and odor, and was classified as an oil-in-water (O/W) emulsion type. pH evaluation revealed that formulation 2 had a pH value of 5, which falls within the safe range for human skin, compared to formulation 1 (pH 4) and formulation 3 (pH 6). Therefore, formulation 2 was identified as the most suitable in terms of skin pH compatibility. However, further evaluations—including adhesion, spreadability, viscosity, microbiological, and effectiveness tests—are required before the product can be considered ready for commercialization.
Implementasi Sistem Informasi Deteksi Dini Stunting Berbasis Mobile Untuk Kader Posyandu Muhammad Rafiq Rafiuddin; Rini Suwartika Kusumadiarti
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 3 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (January - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i3.3579

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi deteksi dini stunting berbasis mobile yang dapat membantu kader posyandu dalam melakukan pencatatan data balita dan pemantauan status gizi secara lebih efektif. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Dahlia, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal selama tiga bulan dengan menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Waterfall. Aplikasi dikembangkan pada platform Android menggunakan bahasa pemrograman Kotlin dengan dukungan Firebase dan SQLite sebagai media penyimpanan data. Sistem memiliki fitur login, input data balita, perhitungan status gizi menggunakan metode Z-Score berdasarkan standar WHO, analisis data, riwayat pemeriksaan, dan pengelolaan profil pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan mampu membantu kader posyandu dalam mempercepat proses pencatatan data, meningkatkan akurasi perhitungan status gizi, serta mempermudah proses deteksi dini stunting dibandingkan dengan metode pencatatan manual. Berdasarkan hasil implementasi dan pengujian sistem, seluruh fitur aplikasi dapat berjalan dengan baik sesuai kebutuhan pengguna. Dengan demikian, aplikasi ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting secara lebih efektif dan efisien di lingkungan posyandu.