cover
Contact Name
M. Rizky Mahaputra
Contact Email
dinasti.info@gmail.com
Phone
+628117404455
Journal Mail Official
dinasti.info@gmail.com
Editorial Address
Arcade Business Center 6th Floor Unit 6-03 Jl. Pantai Indah Utara 2 Kav. C1, PIK, Kec. Penjaringan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14460
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dinasti Health and Pharmacy Science
Published by Dinasti Research
ISSN : -     EISSN : 30252326     DOI : https://doi.org/10.38035/dhps.v1i1
Core Subject : Health,
Dinasti Health and Pharmacy Science (DHPS) focuses on the health and pharmaceutical sciences including the preventive, promotive, curative and rehabilitative domains which publishes "original articles" and "review articles". The scientific scope of the DHPS Journal includes: Public health Health Education and Promotion Health Management Disease Prevention Midwifery and Child Care Health and Social Behavior Health Traditional (HATTRA) Nutrition (Clinical Nutrition and Community Nutrition) Food safety Food security Cleanliness Food Technology related to Disease Prevention and Rehabilitation Environmental Health Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, drug discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal medicines, Pharmaceutical sciences, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Complementary and Alternative Medicine (CAAM), Pharmaceutical Treatment.
Articles 68 Documents
Implementasi Sistem Informasi Rekapitulasi Hasil Analisis Kuantitatif Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap Berbasis Website di Rs Edelweiss Bandung Risti Oktarina; Yuyun Yunengsih; Candra Mecca Sufyana
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 3 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (January - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i3.3582

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem informasi rekapitulasi berbasis website untuk menyederhanakan alur kerja melalui pengolahan data terintegrasi pada rekapitulasi hasil analisis kuantitatif berkas rekam medis rawat inap. Pengembangan sistem dalam penelitian ini menerapkan metode waterfall, mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem dan perangkat lunak, implementasi kode serta pengujian unit, integrasi sistem, hingga fase operasional serta pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi dapat mempermudah perekam medis dalam menginput dan mengolah data secara terintegrasi. Sistem otomatis menghasilkan output catatan ketidaklengkapan yang bisa langsung dicetak serta laporan ketidaklengkapan pengisian catatan medis (KLPCM), laporan Delinquent Medical Records (DMR) dan laporan hasil analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap perekam medis, didapatkan bahwa pengolahan data hasil analisis kuantitatif berkas rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Edelweiss Bandung masih dilakukan secara manual dengan menggunakan spreadsheet dan data yang dimasukkan belum terintegrasi, yang dapat menyebabkan keterlambatan distribusi informasi ketidaklengkapan kepada Profesional Pemberi Asuhan (PPA) serta risiko ketidaksinkronan laporan. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan sistem informasi yang dapat mengintegrasikan data serta mengotomatisasi proses pembuatan laporan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem informasi tersebut efektif meningkatkan efisiensi pengolahan data dan pelaporan rekam medis.
Perancangan Sistem Informasi Monitoring dan Pengarsipan Clinical Pathway Berbasis Web Untuk Mendukung Manajemen Pelayanan di Rumah Sakit Tk Ii Dustira Okky Nur Zahara; Sali Setiatin; Rini Suwartika
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 3 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (January - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i3.3592

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien, termasuk dalam pengelolaan dokumen clinical pathway. Namun, berdasarkan hasil observasi di Rumah Sakit Dustira, proses monitoring dan pengarsipan clinical pathway masih dilakukan secara manual menggunakan dokumen kertas sehingga menyebabkan proses pencarian data memerlukan waktu yang lama, monitoring pasien kurang efektif, serta meningkatkan risiko kehilangan dan kerusakan berkas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring dan pengarsipan clinical pathway berbasis web agar pengelolaan data pasien menjadi lebih teratur dan mudah diakses. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Sedangkan metode pengembangan sistem menggunakan metode waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian berupa sistem berbasis web yang dapat digunakan untuk mengelola data pasien, melakukan monitoring clinical pathway, serta menyimpan dokumen secara digital dan terintegrasi. Dengan adanya sistem ini, proses pengelolaan data menjadi lebih efektif, mempermudah pencarian dokumen, serta membantu meningkatkan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Dustira.
Hubungan Lingkungan Fisik dengan Angka Kuman Udara di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Allifa Tessa Pertiwi; Anis Tatik Maryani; Ilham Ilham
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3602

Abstract

Kualitas udara di ruang rawat inap berperan penting dalam mencegah infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik dengan angka kuman udara di ruang rawat inap Rumah Sakit X Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 8 ruang rawat inap dengan tiga kali pengukuran (pagi, siang, dan malam). Variabel yang diteliti meliputi suhu, kelembaban, pencahayaan, kepadatan hunian, sanitasi ruang, dan angka kuman udara. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Sebanyak 66,7% ruang rawat inap memiliki angka kuman udara yang tidak memenuhi syarat. Suhu berhubungan signifikan dengan angka kuman udara (p=0,014; PR=2,000; 95% CI=1,225–3,265), sedangkan kelembaban, pencahayaan, dan sanitasi ruang tidak berhubungan (p>0,05). Kepadatan hunian tidak dianalisis karena seluruh ruang memenuhi standar. Analisis multivariat menunjukkan tidak terdapat faktor lingkungan fisik yang berpengaruh signifikan terhadap angka kuman udara. Suhu merupakan faktor yang berhubungan dengan angka kuman udara pada analisis bivariat, namun tidak berpengaruh dominan pada analisis multivariat.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Emulgel Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) terhadap Staphylococcus aureus dengan Variasi Konsentrasi HPMC Anggie Riska Ari Navitri; Ismi Rahmawati; Nur Aini Dewi Purnamasari
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3608

Abstract

Kulit nanas merupakan limbah pertanian yang mengandung metabolit sekunder berpotensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan memformulasikan emulgel ekstrak kulit nanas dengan hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) sebagai gelling agent serta menilai pengaruh konsentrasi HPMC terhadap mutu fisik, stabilitas dipercepat, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Serbuk kulit nanas diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi emulgel dengan HPMC 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Sediaan dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, stabilitas cycling test, dan aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Rendemen ekstrak sebesar 10,7%, kadar air 1,56%, dan skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, kuinon, steroid, dan triterpenoid. Seluruh konsentrasi ekstrak serta formula emulgel mampu menghambat S. aureus. Kenaikan HPMC meningkatkan viskositas, daya lekat, dan zona hambat, tetapi menurunkan daya sebar. Formula 4 dengan HPMC 2% menghasilkan zona hambat tertinggi pada kelompok formula, yaitu 11,47 ± 0,030 mm. Hasil ini menunjukkan emulgel ekstrak kulit nanas memiliki aktivitas antibakteri dan konsentrasi HPMC berperan terhadap performa fisik serta biologis sediaan.
Analisis Faktor Lingkungan Fisik Rumah yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Melati Melati; Fairuz Fairuz; Ilham Ilham
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3645

Abstract

Artikel ini mengkaji analisis faktor lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Masalah utama penelitian didasari oleh tingginya kasus tuberkulosis paru akibat kepadatan penduduk dan buruknya sanitasi permukiman. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan luas ventilasi, kelembapan, pencahayaan alami, dan kepadatan hunian rumah dengan kejadian tuberkulosis paru, serta menentukan faktor risiko paling dominan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol retrospektif terhadap 50 responden (25 kasus dan 25 kontrol). Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel total untuk kasus dan penyepadanan frekuensi untuk kontrol. Hasil analisis menunjukkan seluruh komponen fisik rumah berhubungan signifikan dengan kejadian penyakit tuberkulosis paru. Uji regresi logistik ganda mengidentifikasi bahwa kelembapan rumah merupakan faktor prediktor paling dominan. Responden dengan kelembapan rumah tidak memenuhi syarat berisiko 7,923 kali lebih besar mengalami tuberkulosis paru setelah dikontrol variabel lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ventilasi, kelembapan, pencahayaan, dan kepadatan hunian merupakan faktor lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan tuberkulosis paru, dengan kelembapan sebagai faktor yang paling dominan.
Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Salep dan Pasta Berbasis Ekstrak Daun Benalu Teh serta Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis Maulana Tegar Adityanugraha; Ferli Eko Kurniantoro; Tri Antoro; I Made Dinaartawan
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3659

Abstract

Daun benalu teh (Scurrula atropurpurea (Blume) Dans.) diketahui memiliki potensi sebagai tanaman obat tradisional karena kandungan metabolit sekundernya, termasuk flavonoid, tanin, dan saponin, yang memiliki aktivitas antibakteri. Namun, penggunaan langsung ekstrak daun benalu teh pada kulit dianggap kurang praktis dan kurang nyaman. Oleh karena itu, ekstrak tersebut diformulasikan dalam bentuk sediaan salep dan pasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik sediaan salep dan pasta yang mengandung ekstrak etanol daun benalu teh serta menentukan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental. Serbuk daun benalu teh diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak pekat yang diperoleh kemudian diformulasikan menjadi sediaan salep dan pasta dengan konsentrasi ekstrak masing-masing 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis diuji menggunakan metode difusi sumuran agar. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan salep dan pasta memiliki karakteristik organoleptik yang dapat diterima, homogenitas yang baik, nilai pH yang berada dalam rentang yang sesuai untuk sediaan topikal, daya sebar yang memenuhi persyaratan, serta daya lekat yang baik. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa sediaan salep menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 18 mm, 21 mm, dan 24 mm pada konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15%, secara berturut-turut. Sementara itu, sediaan pasta menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 16 mm, 19 mm, dan 22 mm pada konsentrasi yang sama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak dapat meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Kesimpulannya, ekstrak etanol daun benalu teh yang diformulasikan dalam bentuk sediaan salep dan pasta memiliki karakteristik fisik yang baik serta menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis, dengan efektivitas antibakteri yang meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak
Analysis of National Drug Master Data Characteristics in Supporting Pharmaceutical Management through the Pharmaceutical Information System in Indonesia, 2020–2025 Isma Oktadiana
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3667

Abstract

Digital health transformation requires accurate, complete, and standardized data to support information-based pharmaceutical management. The National Drug Master Data serves as a primary reference to maintain consistent drug information across pharmaceutical information systems. This study aimed to analyze the characteristics of the National Drug Master Data in supporting pharmaceutical information systems in Indonesia during 2020–2025. A quantitative descriptive design was applied using secondary data obtained from the E-Logistics Data Bank of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. A total of 470 drug records were analyzed using descriptive statistics based on object categories, administrative status, data creator organizations, update patterns, and attribute completeness. The results showed that 89.57% of records were categorized as Approved, with drug objects representing the largest proportion (70.43%). Primary identification attributes achieved 100% completeness, while generic name, drug category, and creator organization attributes reached 30%, 52.13%, and 78.72%, respectively. These findings indicate that the National Drug Master Data has a strong structural foundation but requires improvement in attribute completeness, metadata standardization, and data governance to enhance interoperability of national pharmaceutical information systems.
Integrated Geriatric Care Management in Hospitals: Systemic Clinical Problems in Older Adults, Assessment Approaches, and Management Strategies Mohammad Aulia Molid Ogest Putra Calisanie; Zahratul Riadho; Lili Indrawati; Asyifa Robiatul Adawiyah
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3680

Abstract

Indonesia entered population ageing in 2021, with residents aged 60 years and older exceeding 10% of the total population and projected to reach nearly 20% by 2045. Older adults present distinct clinical characteristics, namely multimorbidity, atypical disease presentation, and homeostenosis, that render single-organ approaches inadequate for hospital care. This review argues that geriatric syndromes are a major, modifiable driver of adverse outcomes in hospitalised older adults, and that their management should be embedded into existing hospital governance instruments rather than treated as a standalone clinical concern. A structured narrative review was conducted using PubMed (MEDLINE) with free-text and MeSH terms for geriatric syndromes, frailty, comprehensive geriatric assessment, polypharmacy, deprescribing, delirium, and falls; of 48 records identified, 30 studies met inclusion criteria after title/abstract and full-text screening. Findings indicate that geriatric syndromes, including immobility, instability, incontinence, delirium, malnutrition, sarcopenia, and polypharmacy-related iatrogenesis, are associated with poorer hospital outcomes; that multidisciplinary Comprehensive Geriatric Assessment increases the likelihood of patients remaining alive and at home after discharge; and that Beers- and STOPP/START-guided deprescribing, combined with multicomponent non-pharmacological bundles, reduces polypharmacy burden and helps prevent delirium and falls. These findings support integrating geriatric-specific indicators into hospital accreditation and National Quality Indicators, and establishing multidisciplinary geriatric teams as a governance priority.