cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 464 Documents
KARAKTER VISUAL ARSITEKTUR JALAN MARGA UTAMA YOGYAKARTA DALAM PERSPEKTIF DESAIN INDIS DAN CINA Febty Fajar Rahayu; Rahmi, Dwita Hadi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4070

Abstract

Abstract: Urban development in various aspects, including in Yogyakarta, has highlighted numerous changes in the era of modernization, particularly regarding colonial and Chinese buildings that have become an integral part of the city's history. This study aims to identify and analyze the visual architectural character along Jalan Marga Utama, Yogyakarta, with a focus on the influence and manifestation of façade elements from Indische and Chinese design. As one of the historical corridors in the city center of Yogyakarta, Jalan Marga Utama houses various heritage and commercial buildings that reflect cultural acculturation through architectural forms. This research employs a descriptive-analytic method, with data collected through direct observation, visual documentation, and literature study. The analysis focuses on façade elements such as roof forms, doors, windows, and ornamentation. The results show that the architecture in this area displays a blend of colonial-style Indische design and preserved Chinese design elements. These findings indicate an aesthetic and cultural value integration within the area's architecture, while also reflecting the historical and social dynamics of Yogyakarta's society. This research is expected to contribute to efforts in preserving the city's visual identity and to serve as a reference for urban design based on local wisdom. Keyword: Building facade, Indische architecture, Chinese architecture Abstrak: Pembangunan kota dalam berbagai aspek termasuk di Yogyakarta telah menyoroti berbagai perubahan beberapa dalam era modernisasi, khususnya bangunan-bangunan kolonial dan Cina yang sudah menjadi bagian dari sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual arsitektur yang terdapat di sepanjang Jalan Marga Utama Yogyakarta dengan fokus pada pengaruh dan perwujudan elemen-elemen fasad desain Indis dan Cina. Jalan Marga Utama sebagai salah satu koridor historis di pusat kota Yogyakarta menyimpan berbagai bangunan bersejarah dan komersial yang mencerminkan akulturasi budaya dalam bentuk arsitektural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi visual, dan studi literatur. Analisis dilakukan terhadap fasad seperti bentuk atap, pintu, jendela, dan ornamen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur di kawasan tersebut memperlihatkan perpaduan antara desain Indis yang berciri kolonial dan desain Cina yang masih dipertahankan. Temuan ini menunjukkan adanya integrasi estetika dan nilai budaya dalam arsitektur kawasan tersebut, sekaligus mencerminkan dinamika sejarah dan sosial masyarakat Yogyakarta. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam upaya pelestarian identitas visual kawasan kota serta sebagai referensi dalam perancangan kota berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: Fasad bangunan, Arsitektur Indis, Arsitektur Cina  
ELEMEN - ELEMEN SEMIOTIKA PELINGGIH GEDONG DI PURA PANTHI DEWA, DESA MENGWI, BALI Gautama, I Gusti Ngurah Agung Widagda Putra Gautama; Putra, Agus Andika Putra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4085

Abstract

Abstract: Puri Ageng Mengwi (Mengwi Kingdom) holds significant historical heritage. Unfortunately, there are few scientific writings that explore this topic. One of its legacies is Pura Panthi Dewa, which houses Pelinggih Gedong, a structure closely linked to the royal palace. This study aims to analyze the architectural elements of Pelinggih Gedong using Peirce’s semiotic theory, which consists of representamen (physical form), object (what is referenced), and interpretant (the meaning produced). A qualitative descriptive method was employed, with data collected through field observations, in-depth interviews with selected informants, and literature review. Data analysis followed the Miles and Huberman model, with validity ensured through triangulation techniques. The findings reveal that each part of Pelinggih Gedong, from the roof (palih Sari), body (palih Batur Sari), to the base (palih Bebaturan Sor), carries profound meanings related to Hindu cosmology, including the power of Vishnu, Brahma, and Iswara, as well as values such as humility and devotion in worship. The structure also reflects the Tri Angga concept (Uttama, Madya, Nista), representing the hierarchical levels of the universe. Additionally, this study uncovers the influence of Puri Ageng Mengwi in the form and ornaments of Pelinggih Gedong, reflecting historical social hierarchy and power. Keyword: Peirce’s Semiotics, Pelinggih Gedong, Tri Angga Abstrak: Abstrak Puri Ageng Mengwi (Kerajaan Mengwi) memiliki banyak peninggalan sejarah. Sayangnya, tidak banyak tulisan ilmiah yang mengeksplor hal tersebut. Salah satu peninggalannya yaitu Pura Panthi Dewa yang didalamnya terdapat Pelinggih Gedong yang sangat erat kaitannya dengan pihak puri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen arsitektur Pelinggih Gedong menggunakan teori semiotika Peirce, yang terdiri dari representamen (bentuk fisik), objek (yang dirujuk), dan interpretan (makna yang dihasilkan) secara mendalam. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan terpilih, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman,  validitasnya dipastikan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bagian Pelinggih Gedong, sejak dari atap (palih Sari), badan (palih Batur Sari), hingga bagian kaki (palih Bebaturan Sor), memiliki makna mendalam yang terkait dengan konsep kosmologi Hindu, seperti kekuatan Dewa Wisnu, Dewa Brahma, dan Dewa Iswara, serta nilai-nilai seperti kerendahan hati dan keteguhan dalam memuja kebesaranNya. Struktur bangunan ini, juga mencerminkan konsep Tri Angga (Uttama, Madya, Nista) yang menggambarkan tingkatan hierarki alam semesta. Penelitian ini, juga mengungkap pengaruh Puri Ageng Mengwi dalam wujud dan ornamen Pelinggih Gedong, yang mencerminkan hierarki sosial serta kekuasaan pada masa lalu. Kata Kunci: Semiotika Peirce, Pelinggih Gedong, Tri Angga
KAJIAN PENDEKATAN MULTISENSORI PADA DESAIN JAWA TIMUR PARK 1 Santya Maulida, Jihan; Zuhri, Syaifuddin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4110

Abstract

Abstract: Nowadays, educational tourism is gaining popularity as an alternative learning method outside traditional classrooms. Through recreational facilities with educational value, visitors are encouraged to learn while engaging in play. One notable destination is Jawa Timur Park 1, located in Batu, Malang. This park combines amusement rides with interactive science and cultural education exhibits, making it a unique educational tourism attraction. A major challenge for educational tourism is to provide a comprehensive and meaningful learning experience. The multisensory approach is considered an effective strategy to overcome this challenge. By integrating visual, auditory, kinesthetic, and other sensory elements, this approach aims to stimulate all senses of the visitors, thereby enhancing their understanding, engagement, and enjoyment of the learning process. This study uses a qualitative descriptive method to analyze how the multisensory approach is applied in Jawa Timur Park 1, based on the principles outlined in Peter Zumthor’s theory. The analysis identifies that the park successfully incorporates key multisensory elements, including spatial experience (the body of architecture), material coherence, lighting, visual engagement, soundscapes, and tactile experiences. Although not all elements are applied equally across every attraction, Jawa Timur Park 1 demonstrates how multisensory architecture can enrich educational tourism and improve visitor satisfaction. Keyword: Jawa Timur Park 1, Educational Tourism, Multisensory Approach. Abstrak: Pariwisata edukatif kini semakin menjadi sorotan karena mampu menghadirkan proses pembelajaran di luar sekolah melalui rekreasi yang bersifat edukatif. Pengunjung diajak bermain sambil belajar, seperti yang ditawarkan Jawa Timur Park 1 Batu, Malang. Tempat ini menggabungkan taman bermain dengan wahana edukasi budaya dan sains secara interaktif. Namun, pariwisata edukatif menghadapi tantangan dalam memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh dan efektif. Pendekatan multisensori dinilai mampu mengatasi tantangan tersebut dengan mengintegrasikan elemen visual, auditif, kinestetik, dan sensorik lainnya. Pendekatan ini merangsang seluruh panca indra, sehingga meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan daya tarik pengalaman belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis deskriptif dengan menguraikan prinsip-prinsip pendekatan multisensori menurut teori Peter Zumthor. Tujuannya adalah memberikan landasan ilmiah tentang bagaimana pariwisata edukatif dapat dikatakan responsif dan menciptakan pengalaman wisata yang berkesan. Studi kasus dilakukan pada Jawa Timur Park 1. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangunan tersebut telah memenuhi beberapa parameter multisensori, seperti body of architecture, material compatibility, lighting, visual, auditory, dan haptic experience. Meskipun tidak semua aspek diterapkan secara menyeluruh, penerapan pendekatan ini memberikan kontribusi terhadap kualitas pengalaman pengunjung. Kata Kunci: Jawa Timur Park 1, Wisata Edukasi, Pendekatan Multisensori.
KAJIAN KINERJA PENGHAWAAN ALAMI PADA RUMAH TINGGAL TROPIS DENGAN SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (STUDI KASUS: RUMAH HEINZ FRICK SEMARANG) Utama, Hari; Savanti, Fisa
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4125

Abstract

Abstract: Residential buildings play a vital role in daily human life as spaces for rest and personal development. However, the trend of mass housing development with uniform types and designs often overlooks environmental considerations. In fact, in Indonesia’s humid tropical climate—characterized by warm temperatures, high humidity, and low wind speeds—residential houses must be carefully designed to ensure thermal comfort for occupants. One key factor is the performance of natural ventilation, which ensures adequate air exchange within the building. This study adopts manual measurement techniques and computer simulations using Computational Fluid Dynamics (CFD) to assess the natural ventilation performance of a residential building in a humid tropical climate, with the Heinz Frick House in Semarang as the case study. Three aspects of natural ventilation performance are examined: (i) comparison between opening dimensions and façade area based on applicable standards; (ii) analysis of indoor airflow velocity in relation to comfort thresholds; and (iii) spatial distribution of airflow to identify comfort zones. The results show that the natural ventilation performance of the Heinz Frick House is relatively good. Nevertheless, several design adjustments, particularly regarding building openings, are necessary to further optimize ventilation performance. Keyword: Airflow, Building Performance, Computational Fluid Dynamics, Cross Ventilation, Natural Ventilation Abstrak: Rumah tinggal merupakan jenis bangunan yang sangat penting bagi kehidupan manusia sehari-hari karena berfungsi sebagai tempat istirahat dan mengembangkan diri. Tren pembangunan rumah massal dengan tipe dan desain yang serupa seringkali mengabaikan pertimbangan lingkungan. Padahal sebagai sebuah bangunan di iklim tropis lembab Indonesia dengan karakter lingkungan yang bersuhu hangat, kelembaban udara tinggi, dan kecepatan udara rendah, rumah harus didesain sedemikian rupa supaya dapat menciptakan kenyamanan bagi penghuninya. Salah satu faktor yang penting adalah terkait kinerja penghawaan alami demi memastikan terjadinya pertukaran udara yang cukup pada bangunan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pengukuran manual serta simulasi komputer terkait Computational Fluid Dynamics (CFD). Penelitian ini ingin melakukan kajian kinerja penghawaan alami pada bangunan rumah tinggal iklim tropis lembab dengan studi kasus Rumah Heinz Frick Semarang. Terdapat tiga kajian analisis data terkait kinerja penghawaan alami yang meliputi: (i) Membandingkan dimensi bukaan terhadap luas fasad sesuai standar; (ii) Analisis kecepatan aliran udara di dalam ruang berdasarkan standar; dan (iii) Profil persebaran aliran udara yang nyaman dalam ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penghawaan alami Rumah Heinz Frick Semarang tergolong cukup baik. Namun perlu dilakukan beberapa perbaikan desain, terutama terkait bukaan bangunan, supaya kinerja penghawaan alami bangunan menjadi lebih optimal. Kata Kunci: Aliran Udara, Computational Fluid Dynamics, Kinerja Bangunan, Penghawaan Alami, Ventilasi Silang  
IMPLEMENTATION OF LOCAL WISDOM: PENERAPAN ORNAMEN KAIN SONGKET PALEMBANG PADA BANGUNAN, RUANG PUBLIK DAN INFRASTRUKTUR DI KOTA PALEMBANG Hidayat, Muhammad Fathur; Sardjono, Agung Budi Sardjono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4126

Abstract

Abstract: The city of Palembang, as the capital of South Sumatra Province, is known as a center of cultural acculturation between Malay, Middle Eastern and Chinese cultures, reflected in various aspects of life, including architecture and traditional culture. One of the most prominent cultural heritages is the Palembang Songket Fabric, which serves not only as traditional attire but also as a symbol of social status, luxury and cultural identity from the Sriwijaya Kingdom era to the present day. The motifs on the songket fabric, such as bungo tanjung, pucuk rebung, bintang berante and nago besaung, carry deep philosophical meanings, symbolizing the values of life, hope, social harmony and the hospitality of the people of Palembang City. In the context of architecture, songket fabric ornaments have been widely adapted and applied to buildings, public spaces and infrastructure in Palembang City as a form of preserving local wisdom and strengthening the city's identity. This study employs a qualitative descriptive method through field observations, literature reviews and case studies on architectural objects incorporating songket fabric motifs. The findings reveal that the application of songket fabric ornaments enhances the city's visual appeal, boosts community pride, and reinforces Palembang City's branding as a cultural city. However, challenges remain, particularly regarding the authenticity of motifs and the preservation of philosophical values amid modernization. Therefore, collaboration between the government, community, cultural practitioners and architects is essential to ensure that the application of songket motifs is not only visually appealing but also remains authentic and meaningful as a living and relevant cultural heritage in the era of globalization. Keyword: Local Wisdom, Ornament, Palembang Songket Fabric Abstrak: Kota Palembang, sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, dikenal sebagai pusat akulturasi budaya Melayu, Timur Tengah dan Tionghoa yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk arsitektur dan kebudayaan tradisional. Salah satu warisan budaya paling menonjol adalah Kain Songket Palembang, yang tidak hanya berfungsi sebagai busana adat, tetapi juga simbol status sosial, kemewahan dan identitas budaya sejak masa Kerajaan Sriwijaya hingga kini. Motif-motif pada kain songket, seperti bungo tanjung, pucuk rebung, bintang berante dan nago besaung, mengandung makna filosofis yang mendalam, melambangkan nilai-nilai kehidupan, harapan, keharmonisan sosial dan keramahtamahan masyarakat Kota Palembang. Dalam konteks arsitektur, ornamen kain songket diadaptasi dan diaplikasikan secara luas pada bangunan, ruang publik dan infrastruktur di Kota Palembang, sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal dan penguatan identitas kota. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, studi literatur dan studi kasus pada objek-objek arsitektur yang menerapkan motif kain songket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ornamen kain songket memperindah visual kota, meningkatkan kebanggaan masyarakat, serta memperkuat branding Kota Palembang sebagai kota budaya. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait keaslian motif dan pelestarian nilai filosofis di tengah modernisasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku budaya dan arsitek sangat diperlukan agar penerapan motif songket tidak hanya indah secara visual, tetapi juga tetap otentik dan bermakna sebagai warisan budaya yang hidup dan relevan di era globalisasi. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Ornamen, Kain Songket Palembang  
Pengaruh Orientasi Ruang Ibadah Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran terhadap Tempat duduk Umat Sebelum dan Sesudah Gempa 2006 Nindya Ismi Azzahra; Tarcicius Yoyok Wahyu Subroto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4132

Abstract

Abstract: Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran is one of the oldest churches in Bantul Regency, Yogyakarta. Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran suffered damage after the 2006 earthquake at the west side entrance. In 2009, the church was rebuilt with the orientation of the building facing south. This research focuses on changes in the orientation of the church building towards the seating of the people in the church. The research method used is a qualitative research method with an abductive approach with a rationalistic paradigm in retrieving data and information related to changes in the orientation of Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran affecting Place Attachment. The results of the research are Place attachment carried out by parishioners in choosing a seat in the church when worshiping. Based on the analysis with the time budget and Place Attachment theory, people experience attachment to seats in the church before and after the 2006 earthquake. This shows, there are changes that occur in the church in the form of changes in the orientation of the face and the design of the worship space of Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran people still choose a similar or fixed seat both before and after the 2006 earthquake that hit the city of Yogyakarta. Keyword: Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus(HKTY) Ganjuran, Change of orientation facing the church, Place Attachment Abstrak: Gereja Katholik Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran merupakan salah satu gereja tertua di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran mengalami kerusakan pasca gempa 2006 di bagian pintu masuk gereja yang berada di sisi barat. Pada tahun 2009 Gereja dibangun kembali dengan orientasi bangunan menghadap ke selatan. Penelitian ini berfokus pada perubahan orientasi hadap bangunan gereja terhadap tempat duduk umat didalam gereja. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui perubahan fisik Gereja Katholik Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran mempengaruhi Place Attachment yang dilakukan oleh umat .Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan abduktif dengan paradigma rasionalistik dalam pengambilan data serta informasi terkait perubahan fisik Gereja Katholik Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran mempengaruhi Place Attachment . Hasil penelitian adanya Place attachment yang dilakukan oleh umat dalam memilih tempat duduk di dalam gereja ketika melakukan prosesi ibadah yang dilakukan secara bersama-sama dan personal. Berdasarkan analisis dengan time budget serta teori Place Attachment, umat mengalami keterikatan tempat duduk didalam gereja sebelum dan sesudah gempa 2006. Hal tersebut menunjukkan, adanya perubahan yang terjadi pada gereja berupa perubahan orientasi hadap serta desain ruang ibadah Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran umat tetap memilih tempat duduk yang serupa atau tetap baik sebelum dan sesudah gempa 2006 yang melanda kota Yogyakarta.  Kata Kunci: Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus(HKTY) Ganjuran, Perubahan orientasi Hadap Gereja, Aspek Place Attachment
Kajian Arsitektur Biophilic Pada Bangunan Resort sebagai Peningkatan Lingkungan “Healing” Ardyansyah, Gilang; Zuhri, Syaifuddin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4146

Abstract

Abstract: This study examines the application of biophilic architecture principles in resort buildings to enhance a "healing" environment for its occupants. The research aims to investigate various biophilic elements that can be incorporated into resort design, identify the resulting benefits, and assess users' perceptions of environments designed based on biophilic principles. The research methodology refers to the 14 patterns of biophilia. The study shows that factors such as the use of natural materials, integration of vegetation, utilization of natural light, and visual access to the outdoor environment significantly contribute to creating an environment that supports the "healing process." Resort occupants reported improvements in their physical condition. The study concludes that the implementation of biophilic architecture in resort buildings not only enhances aesthetics and physical comfort but also provides significant psychological benefits. These findings will assist architects and designers in developing healthier and more nature-aligned resort designs. Keyword: Biophilic Architecture, Resort, Healing Environtment Abstrak: Studi ini mengkaji penerapan prinsip arsitektur biofilik pada bangunan resort dalam upaya meningkatkan lingkungan “Healing” bagi  penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki berbagai elemen biofilik yang dapat dimasukkan ke dalam desain resort, mengidentifikasi manfaat yang dihasilkan, dan menilai persepsi pengguna terhadap lingkungan yang dirancang berdasarkan prinsip biofilik. Metodologi penelitian ini mengacu pada 14 pattern of biophilic. Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti penggunaan material alami, integrasi vegetasi, penggunaan cahaya alami, dan akses visual ke lingkungan luar berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung “proses healing”. Penghuni resor melaporkan peningkatan kondisi fisik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan arsitektur biofilik pada bangunan resor tidak hanya meningkatkan estetika dan kenyamanan fisik, tetapi juga memberikan manfaat psikologis yang signifikan. Temuan ini akan membantu para arsitek dan desainer mengembangkan desain resort yang lebih sehat dan lebih selaras dengan alam. Kata Kunci: Arsitektur Biofilik, Resort, Lingkungan Healing
KARAKTERISTIK BENTUK DAN RUANG PADA PUSAT REHABILITASI KANKER MENURUT TEORI DESAIN SUPORTIF Pitoyo, Chelsy; Zuhri, Syaifuddin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4177

Abstract

Abstract: A patient can be healed physically and psychologically through a recovery process. For patients with certain diseases such as cancer, the recovery process can sometimes be difficult due to psychological disorders such as stress and depression. So for some patients, the recovery process needs to be supported by an environment or place such as a cancer rehabilitation center to restore the patient's physical and psychological quality in balance. According to the supportive design theory of Roger S. Ulrich, a professor at Texas A&M University's College of Architecture, environmental or health service settings design such as cancer rehabilitation centers need to consider aspects such as privacy and control, social support, and natural factors (Ulrich, 2001). This research aims to examine the shape and space of a cancer rehabilitation center based on aspects of supporting design theory so that the characteristics of a cancer rehabilitation center that suit patient needs are obtained. The method used in this research is literature study and identification of spaces in several cancer rehabilitation centers to be able to analyze the most widely used design aspects according to supportive design theory. Keyword: architecture, form and space, cancer rehabilitation center, supportive design theory Abstrak: Seorang pasien dapat sembuh secara fisik maupun psikologis melalui sebuah proses pemulihan. Bagi pasien dengan penyakit tertentu seperti kanker, proses pemulihan terkadang bisa menjadi sulit karena adanya kemunduran psikologis seperti stres dan depresi. Maka untuk beberapa pasien, proses pemulihan perlu didukung oleh suatu lingkungan atau tempat khusus seperti pusat rehabilitasi kanker untuk mengembalikan kualitas fisik dan psikologis pasien secara seimbang. Menurut teori desain suportif dari Roger S. Ulrich, seorang profesor di Texas A & M University’s College of Architecture, perancangan lingkungan atau tempat layanan kesehatan seperti pusat rehabilitasi kanker perlu mempertimbangkan aspek-aspek seperti privasi dan kontrol, dukungan sosial, dan faktor alam (Ulrich, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan ruang pusat rehabilitasi kanker berdasarkan aspek-aspek teori desain suportif sehingga diperoleh karakteristik pusat rehabilitasi kanker yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah studi literatur dan identifikasi ruang di beberapa pusat rehabilitasi kanker untuk dapat dianalisis aspek-aspek perancangan yang paling banyak digunakan menurut teori desain suportif. Kata Kunci: arsitektur, bentuk dan ruang, pusat rehabilitasi kanker, teori desain suportif  
KAJIAN SPASIAL AKSESIBILITAS PADA PERENCANAAN KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS KEBANGSAAN REPUBLIK INDONESIA Wijaya, Karto; Hendriawansyah, Dony; Nurrokhman, Faun
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4180

Abstract

Abstract: Accessibility is an important aspect of a comfortable, functional, and supportive environment for human activities. The quality of accessibility of a public space, such as a university area, greatly affects social interaction, mobility, and the efficiency of space use. In the context of spatial planning and development, a deep understanding of the characteristics and performance of accessibility of an area is very important. Improving the quality of the campus environment is an important aspect in supporting academic and non-academic activities in higher education institutions. This study focuses on the spatial study of accessibility in the development of the National University of the Republic of Indonesia campus area in Lingkar Selatan Village, Bandung City, using space syntax analysis. The approach applied in this study is descriptive quantitative and is carried out spatially, where the research method utilizes Space Syntax software. In the analysis of the road network in the development area of ​​the National University of the Republic of Indonesia campus, an R² value of 0.799165 was obtained. With the location of the National University of the Republic of Indonesia Campus development area near the main access road, it can be concluded that the main road network on Jalan Pelajar Pejuang 45 and Jalan Talaga Bodas has a road connectivity value with a high level of spatial integrity. This means that the main road structure located in the development area of ​​the National University of the Republic of Indonesia Campus provides easy access in creating good proximity between various spaces in the area. Keyword: Space Syntax, accessibility, spatial space, connectivity Abstrak: Aksesibilitas merupakan hal penting terhadap lingkungan yang nyaman, fungsional, dan mendukung aktivitas manusia. Kualitas aksesibilitas suatu ruang publik, seperti kawasan universitas, sangat mempengaruhi interaksi sosial, mobilitas, serta efisiensi penggunaan ruang. Dalam konteks perencanaan dan pengembangan ruang, pemahaman mendalam mengenai karakteristik dan kinerja aksesibilitas suatu kawasan menjadi sangat penting. Peningkatan kualitas lingkungan kampus merupakan aspek penting dalam mendukung aktivitas akademik dan juga non-akademik pada institusi pendidikan tinggi. Penelitian ini berfokus pada kajian spasial aksesibilitas dalam pengembangan kawasan kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia di Kelurahan Lingkar Selatan, Kota Bandung, dengan menggunakan analisis space syntax. Pendekatan yang diterapkan dalam studi ini bersifat deskriptif kuantitatif dan dilakukan secara spasial, di mana metode penelitiannya memanfaatkan perangkat lunak Space Syntax. Dalam analisis jaringan jalan pada kawasan pengembangan kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, didapatkan nilai R² sebesar 0,799165. Dengan letaknya kawasan pengembangan Kampus Universtitas Kebangsaan Republik Indonesia ini berada dekat jalan akses utama dapat disimpulkan bahwa jaringan jalan utama pada jalan Pelajar Pejuang 45 dan jalan Talaga Bodas memiliki nilai Konektivitas jalan dengan tingkat integritas ruang yang tinggi. Artinya, struktur jalan utama yang berada pada kawasan pengembangan Kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia ini memberikan akses kemudahan dalam menciptakan kedetakan yang baik antara berbagai ruang di kawasan. Kata Kunci: Space Syntax, aksesibilitas, spasial ruang, konektivitas
PENGARUH PERILAKU PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR TERHADAP TATANAN RUANG: STUDI KASUS SD MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO Shidqi, Taqiyudin; Sardjono, Agung Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.3918

Abstract

Abstract: Education is one of the most important aspects of human life. Referring to this, every person in Indonesia has the right to receive education services. SD Muhammadiyah Probolinggo City is an education provider at the basic level. During the elementary level, children continue to develop both in motor behavior and cognitive abilities. With the behavior that is owned and will continue to develop, a space is needed that can facilitate children during school, so that changes in spatial planning are needed. By using qualitative descriptive methods, it can be seen that changes or developments in behavior can affect the spatial arrangement and during the development of the behavior of children at SD Muhammdiyah Probolinggo City can provide a variety of spatial arrangements that can be done by educators to facilitate it. Keyword: Elementary School, Child Behavior, Room Layout Abstrak: Pendidikan merupakan salah satu aspek penting pada kehidupan manusia. Merujuk pada hal tersebut, bahwa setiap orang yang berada di Indonesia berhak mendapat pelayanan pendidikan. SD Muhammadiyah Kota Probolinggo merupakan penyelenggara pendidikan pada tingkat dasar. Selama dalam tingkat dasar anak terus berkembang baik secara perilaku motorik ataupun kemampuan kognittif anak. Dengan perilaku yang dimiliki dan akan terus berkembang diperlukan ruang yang dapat memfasilitasi anak selama sekolah, sehingga perlu perubahan dalam penataan ruang. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dapat diketahui dengan perubahan atau perkembangan perilaku dapat berpengaruh dalam penataan ruang dan selama dalam perkembangannya perilaku dari anak di SD Muhammdiyah Kota Probolinggo dapat memberikan berbagai macam penataan ruang yang dapat dilakukan oleh tenaga kerja pendidik untuk memfasilitasinya. Kata Kunci: Sekolah Dasar, Perilaku Anak, Tata Ruang

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue