cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 448 Documents
OPTIMALISASI SELUBUNG BANGUNAN KAMAR HOTEL DI MALANG UNTUK EFISIENSI ENERGI MENGGUNAKAN OTTV : (Overall Thermal Transfer Value) rohman, riswandi; Kusumawati, Lili
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.3995

Abstract

Abstract: The tourism sector for Indonesia is an important sector to boost the economy. Tourism must be balanced with the availability of energy-efficient hotels. Buildings are the largest energy consumers compared to other sectors. Most of the energy consumption in buildings is related to building cooling, so there is a great need to improve energy efficiency in buildings by reducing building energy consumption on the hotel room façade. The research stages start from case studies, OTTV calculations and proposals for efficient facade design changes. The case study in this study is the Grand Mercure Hotel Malang with a height of 16 floors. This study is limited to the 14th floor hotel rooms representing all floors of the room. The results of the study showed that the OTTV value in existing buildings was 55.265 W/M2. This value is still above the limit of SNI 6389:2020 of 35W/M2. To reduce the OTTV value, making a design proposal by implementing glass window openings with a WWR of 50%, using double layer glass elements, precast walls with a white paint finish and adding shading devices to the facade can reduce the OTTV value to 34.53W / M2. Keyword: Hotel, Building Envelope, Energy Efficiency, OTTV Abstrak: Sektor pariwisata bagi Indonesia merupakan sektor penting untuk meningkatkan perekonomian. Pariwisata harus diimbangi dengan ketersedian hotel yang efisien terhadap energi. Bangunan merupakan konsumsi energi terbesar dibandingkan dengan sektor lain. Sebagian besar konsumsi energi pada bangunan berhubungan dengan pendinginan bangunan, maka terdapat kebutuhan yang besar untuk meningkatkan efisiensi energi pada bangunan dengan mengurangi konsumsi energi bangunan pada façade kamar hotel. Tahapan penelitian dimulai dari studi kasus, perhitungan OTTV dan usulan perubahan desain fasade yang efisien. Studi kasus pada penelitian ini yaitu hotel grand mercure Malang dengan ketinggian 16 lantai.  Penelitian ini dibatasi pada kamar hotel lantai 14 yang mewakili semua lantai kamar. Hasil penelitian menunjukan nilai OTTV pada bangunan eksisting yakni sebesar 55,265 W/M2. Nilai ini masih diatas batasan dari SNI 6389:2020 sebesar 35W/M2. Untuk menurunkan nilai OTTV, melakukan usulan desain dengan menerapkan bukaan jendela kaca dengan WWR 50%, menggunakan elemen kaca double layer, dinding precast finish cat warna putih serta menambahkan shading device pada fasad dapat menurunkan nilai OTTV menjadi 34,53W/M2. Kata Kunci: Hotel, Selubung Bangunan, Efisiensi Energi, OTTV
INTEGRASI ELEMEN BIOFILIK: STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS DESAIN DAN PENGALAMAN PENGUNJUNG KEDAI KOPI (Studi Kasus: Tanatap Ring Garden, Tanatap Frame Garden dan Tanatap Wall Garden): (Studi Kasus: Tanatap Ring Garden, Tanatap Frame Garden dan Tanatap Wall Garden) UPI, Ida Ayu Sawitri Dian Mawarn; Anisza Ratnasari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4017

Abstract

Abstract: The current popularity of coffee shops has piqued public interest, attracting patrons who come specifically to immerse themselves in the store's atmosphere. Integrating natural elements in coffee shop design provides a biophilic ambiance, enhancing spatial quality by fostering an environment that feels natural, supports comfort, and promotes positive visitor experiences. Architects as actors who create space need to know what natural elements can be applied to coffee shop designs to attract more visitors. This study explores the ambiance created by integrating biophilic elements into the design of Tanatap Ring Garden, Tanatap Wall Garden, and Tanatap Frame Garden. Using a qualitative place-centered mapping approach, observations identify sensory-based biophilic ambiances affecting visitor behavior. Results reveal that vegetation, diffused lighting, water features, and elements of mystery influence visitor interest. This study aims to offer practical recommendations for architects and business owners to implement effective biophilic ambiances that enhance spatial quality and attract coffee shop consumers Keyword: design quality, biophilic atmosphere, coffee shop, visit motivation Abstrak: Fenomena meningkatnya popularitas kedai kopi telah memicu perhatian publik tidak hanya pada menu yang disajikan, gaya dan tema yang diusung, namun juga atmosfer atau atmosfer ruang yang dihadirkan. Mengintegrasikan elemen alami dalam desain kedai kopi tidak hanya menghadirkan ambiens biofilik namun sekaligus menciptakan kualitas desain ruang yang dapat memberi suasana lingkungan alamiah serta mendukung kenyamanan, kepuasan, dan pengalaman positif pengunjung. Arsitek sebagai aktor yang menciptakan ruang, perlu mengetahui elemen-elemen alami apa saja yang dapat diaplikasikan pada desain kedai kopi agar dapat lebih menarik minat pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ambiens yang dihadirkan dari integrasi elemen biofilik pada desain ruang kedai kopi yang diterapkan di Tanatap Ring Garden, Tanatap Wall Garden, dan Tanatap Frame Garden. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik place-centered mapping melalui obeservasi fisik untuk mengidentifikasi ambiens biofilik yang dapat dinikmati dengan berbagai sensori yang mempengaruhi pengunjung dalam berperilaku. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan vegetasi, cahaya difus, fitur air, elemen kejutan/misteri, dan lainnya mempengaruhi minat kunjungan ke kedai-kedai kopi tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan strategi bagi arsitek dan pemilik usaha dalam mengintegrasikan ambiens biofilik yang efektif dalam meningkatkan kualitas desain ruang dan mampu memotivasi kunjungan konsumen ke kedai kopi. Kata Kunci: kualitas desain, ambiens biofilik, kedai kopi, motivasi kunjungan  
Inklusi Kegiatan Bersepeda Dalam Perencanaan Keruangan Kota Berkelanjutan Di Kawasan Perkotaan Bangli Irayani, Yesi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4027

Abstract

Abstract: The Province of Bali is currently facing increasingly widespread traffic congestion problems, not only limited to the SARBAGITA metropolitan area (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan), but also extending to other cities, including the Urban Area of Bangli. The rise in the number of motorized vehicles, as a consequence of economic growth, has become one of the main contributing factors to congestion, which in turn affects the overall quality of life for the community. One emerging alternative solution is cycling, which, in addition to being a lifestyle trend and a form of exercise, also serves as an environmentally friendly mode of transportation. This study aims to explore the community’s needs for space and supporting infrastructure for cycling activities in the Urban Area of Bangli. The methodology employed is a narrative qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings reveal that although cycling activities are on the rise, supporting facilities such as bike lanes and public spaces remain very limited. The Bangli Regional Government is expected to respond to this phenomenon by providing adequate dedicated bike lanes and developing supportive public space infrastructure in order to create a healthy, connected, and sustainable urban environment. Keyword: Traffic Congestion, Cycling, Public Space Abstrak: Provinsi Bali saat ini menghadapi permasalahan kemacetan lalu lintas yang semakin meluas, tidak hanya terbatas di wilayah metropolitan SARBAGITA (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan), tetapi juga merambah ke kota-kota lain, termasuk Kawasan Perkotaan Bangli. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor sebagai dampak pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu faktor utama penyebab kemacetan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup masyarakat. Salah satu solusi alternatif yang mulai berkembang adalah bersepeda, yang selain menjadi tren gaya hidup dan sarana olahraga, juga merupakan transportasi ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan masyarakat terhadap ruang dan infrastruktur pendukung bersepeda di Kawasan Perkotaan Bangli. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif naratif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aktivitas bersepeda meningkat, fasilitas pendukung seperti jalur sepeda dan ruang publik masih sangat terbatas. Pemerintah Daerah Bangli diharapkan dapat merespon fenomena ini dengan menyediakan jalur khusus sepeda yang memadai serta membangun infrastruktur ruang publik yang mendukung, guna menciptakan kota yang sehat, terhubung, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Kemacetan, Bersepeda, Ruang Publik
IMPLEMENTASI GREENSHIP EXISTING BUILDING V.1.1 DENGAN INDIKATOR TEPAT GUNA LAHAN, KATEGORI COMMUNITY ACCESSIBILITY (Studi Kasus Serpong M-Town Residences) Sulistya, Shona; Fatimah, Titin; Siwi, Samsu Hendra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4050

Abstract

Abstract: Community Accessibility is one of the key aspects in implementing green building principles, particularly in the Land Use Efficiency criteria of the Greenship Existing Building rating system version 1.1. This aspect aims to optimize connectivity networks around the building, promote easy access to public facilities, and reduce dependence on motorized vehicles, thereby supporting environmental sustainability. At Serpong M-Town Residences, various public facilities are available in the surrounding area, such as shopping centers, educational institutions, and public transportation. However, it is necessary to assess whether these facilities are easily accessible for pedestrians in accordance with the Community Accessibility principles. This study aims to examine the application of Community Accessibility at Serpong M-Town Residences and evaluate the comfort and safety of pedestrian facilities using Regulation of the Minister of Public Works and Housing (PUPR) No. 07/P/BM/2023. This research adopts a descriptive qualitative method through surveys and interviews.The results indicate that the implementation of Community Accessibility at Serpong M-Town Residences is well executed, with all criteria successfully met by the management. Additionally, pedestrian facilities within the site area are highly comfortable and comply with PUPR No. 07/P/BM/2023. However, pedestrian access outside the site area (public areas) is less comfortable due to the lack of pedestrian facilities (sidewalks) and supporting safety infrastructure.. Keyword: Community Accessibility, Appropriate Land Use, Greenship, Apartment, Green Building, Serpong M-Town Abstrak: Community Accesibility merupakan salah satu aspek penting dalam penerapan prinsip bangunan hijau, khususnya pada kriteria Tepat Guna Lahan dalam sistem penilaian Greenship Existing Building versi 1.1. Aspek ini bertujuan untuk mengoptimalkan jaringan konektivitas di sekitar bangunan, mendorong kemudahan akses terhadap fasilitas umum, dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor, sehingga mendukung keberlanjutan lingkungan. Di Apartemen Serpong M-Town Residences, berbagai fasilitas publik tersedia di sekitar kawasan, seperti pusat perbelanjaan, sarana pendidikan, dan transportasi umum. Namun, perlu ditinjau apakah fasilitas ini mudah dijangkau oleh pejalan kaki sesuai dengan prinsip Community Accessibility. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Community Accesibility di Apartemen Serpong M-Town Residences dan evaluasi kenyamanan serta keamanan fasilitas pejalan kaki dengan menggunakan Peraturan Menteri PUPR No. 07/P/BM/2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui survei lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Community Accesibility pada Apartemen Serpong M-Town Residences sangat baik dilakukan, semua kriteria mampu dipenuhi oleh pihak pengelola, disamping ini fasilitas pejalan kaki pada area luar tapak sangat nyaman digunakan oleh pejalan kaki dan memenuhi kriteria PUPR No. 07/P/BM/2023. Akses pejalan kaki diluar area tapak (area publik) kurang nyaman digunakan karena sangat jarang ditemukan fasilitas pejalan kaki (trotoar) beserta kelengkapan fasilitas keamanannya. Kata Kunci: Community Accessibility, Tepat Guna Lahan, Greenship, Apartemen, Bangunan Hijau, Serpong M-Town  
KAJIAN PENGARUH MATERIAL ATAP DAN BENTUK ATAP JOGLO TERHADAP SUHU RUANG DALAM : Atap Joglo, Kenyamanan jenis material atap, Kenyamanan suhu ruang dalam satrio pambudi, agil; Cholis Idham, Noor; Santosa, Revianto Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4071

Abstract

Abstract: Architecture is a manifestation of cultural identity that involves a cultural process and has an internal nature. In Javanese society, the knowledge of building houses is carried out through traditions and simple methods. Traditional Javanese houses have many variations in roof forms, with the Joglo roof drawing particular interest and encouraging deeper exploration into traditional Javanese architecture. However, many people still lack an understanding of how the traditional Javanese roof affects indoor temperature. It is important to understand the factors that influence the choice of roofing materials and the shape of the Joglo roof in relation to indoor thermal comfort. Additionally, identifying the research landscape related to this topic is essential. This study uses a systematic literature review by collecting several journals related to roofing materials, Joglo roofs, indoor thermal comfort, and traditional Javanese house comfort. The aim is to analyze research conducted over the past ten years. The results explain how the realization of Javanese houses and their spatial and formal meanings are deeply rooted in culture. Over time, the development and use of various roofing materials and forms have become influential factors in determining indoor temperature, as seen in studies from the last decade. Keyword: Joglo Roof 1, Comfort Of Roofing Material Type 2, Indoor Thermal Comfort 3 Abstrak: Arsitektur merupakan perwujudan identitas budaya yang memiliki proses kultural dan bersifat internal. Masyarakat jawa dalam pengetahuan membangun rumah dilakukan dengan tradisi, dan cara sederhana. Rumah tradisional jawa memiliki banyak bentuk varian atap Joglo membuat minat dalam memperluas pengetahuan dibidang arsitektur tradisional jawa menjadi diminati oleh masyarakat sampai sekarang. Namun sayangnya banyak yang kurang memahami bagaimana atap rumah tradisional Jawa itu bekerja terhadap suhu ruang dalam. Pentingnya mengetahui faktor yang mempengaruhi pada penggunaan jenis material atap dan bentuk atap joglo terhadap suhu ruang dalam. Serta bagaimana peta penelitian yang kaitanya dengan penelitian ini. Metode dalam penelitian ini menggunakan systematic literature review dengan mengumpulkan beberapa jurnal terkait dengan judul kenyamanan material atap, atap Joglo, kenyamanan suhu ruang dalam, dan kenyamanan rumah tradisional Jawa. Bertujuan agar bisa mempelajari penelitian dari rentan penelitian terkait. Hasil penelitian ini dalam pembelajaran literatur yang sudah dilakukan sesuai kata kunci dalam rentan waktu sepuluh tahun terakhir. Secara khusus menjelaskan kaitanya proses perwujudan pada rumah jawa serta makna makna yang terkandung didalamnya, dari ruang hingga bentuknya. Pada prosesnya perkembangan jenis material atap serta penggunannya pada beberapa varian bentuk atap menjadi faktor yang berpengaruh kaitanya dengan suhu ruang dalam pada penelitian sepuluh tahun terakhir. Kata Kunci: Atap Joglo, Kenyamanan jenis material atap, Kenyamanan suhu ruang dalam  
KONSEP PLACEMAKING ELEMEN COMFORT AND IMAGE PADA RUANG PUBLIK TAMAN JOGGING TRACK UNDIP Rifli, Daffa Maulana; Sudarwanto, Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4073

Abstract

Abstract: Public space is one of the important things that need to be considered in improving the quality in urban areas. The quality of public space itself can be improved by strengthening the relationship between public space and its users. In this case it can be in the form of increasing the comfort of the public space itself. By using the Placemaking approach, public spaces can be designed by emphasizing on the Image and Comfort of the place towards the users themselves. This research uses descriptive qualitative method with descriptive analysis of Comfort and Image elements as a comparative study in identifying placemaking elements in the object. Placemaking is a concept of public space design approach that becomes the parent concept used, while Comfort and Image is an element that forms Placemaking itself which explains more about the comfort and image of an object. This research aims to find out the character of the placemaking concept in public buildings by reviewing one of the public spaces in Semarang City. Public space itself is the choice of research because many community activities are carried out in that place. The results showed that there is a close relationship between the components in public space design. These elements are very important to reinforce the character of a place and provide an overview and meaning of public space to provide shared comfort for the Community. Keyword: Comfort and Image, Placemaking Concept, Public Space Abstrak: Ruang Publik merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kualitas di perkotaan. Peningkatan kualitas dari ruang publik dapat dilakukan dengan cara mempererat hubungan antara ruang publik dan penggunanya. Dalam hal ini dapat berupa meningkatkan kenyamanan dari ruang publik itu sendiri. Dengan menerapkan pendekatan Placemaking, ruang publik dapat dirancang dengan penekanan terhadap aspek Citra dan Kenyamanan tempat terhadap pengguna itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap elemen Comfort and Image sebagai studi banding dalam mengidentifikasi elemen placemaking pada objek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter dari konsep placemaking pada bangunan publik dengan meninjau salah satu ruang publik yang berada di Kota Semarang. Ruang publik sendiri menjadi pilihan penelitian karena banyak kegiatan masyarakat yang dilakukan ditempat tersebut. Hasil yang didapat dalam penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara komponen dalam desain ruang publik. Elemen-elemen ini sangat penting untuk memperkuat karakter suatu tempat dan memberikan gambaran dan makna ruang publik untuk memberikan kenyamanan bersama bagi Masyarakat. Kata Kunci: Comfort and Image, Konsep Placemaking, Ruang Publik
“Kajian Bibliometrik Windcatcher untuk Ventilasi Alami dan Efisiensi Energi" Tjuatja, Suyento; Wibowo, Andi Prasetiyo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4123

Abstract

Abstract: The windcatcher, as a traditional architectural element, is significant for natural ventilation and building energy efficiency in sustainable design. This study aims to map the global research landscape of windcatchers (2015-2025) and their applications in natural ventilation, energy efficiency, and building performance. Using a bibliometric analysis approach on 172 filtered and cleansed Scopus articles, VOSviewer and Scopus analytics were employed to identify trends, sources, geographical distribution, subject areas, and conceptual structure through keyword co-occurrence. The results indicate a dynamic and sustained research interest (peaking in 2017), multidisciplinary in nature (dominated by Engineering & Energy), with major contributors from the UK, Iran, US, and Egypt. Four main thematic clusters were identified: core focus on windcatcher-ventilation-CFD, thermal comfort-sustainability, experimental methodology, and fluid dynamics. These findings highlight the central role of digital tools like CFD and simulation for design optimization, provide a research roadmap, and identify innovation opportunities in Digital Architecture for energy saving. Keywords: Windcatcher, Bibliometric Analysis, Energy Efficiency Abstrak: Windcatcher, sebagai elemen arsitektur tradisional, signifikan untuk ventilasi alami dan efisiensi energi bangunan dalam desain berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan memetakan lanskap riset global windcatcher (2015-2025) dan aplikasinya pada ventilasi alami, efisiensi energi, serta kinerja bangunan. Dengan pendekatan analisis bibliometrik terhadap 172 artikel Scopus yang telah disaring dan dibersihkan, VOSviewer dan analitik Scopus digunakan untuk mengidentifikasi tren, sumber, distribusi geografis, bidang ilmu, dan struktur konseptual melalui ko-okurensi kata kunci. Hasil menunjukkan minat riset dinamis dan berkelanjutan (puncak 2017), bersifat multidisiplin (dominan Teknik & Energi), dengan kontributor utama dari UK, Iran, US, dan Mesir. Empat klaster tema utama teridentifikasi: fokus inti windcatcher-ventilasi-CFD, kenyamanan termal-keberlanjutan, metodologi eksperimental, dan dinamika fluida. Temuan ini menyoroti peran sentral alat digital seperti CFD dan simulasi untuk optimasi desain, menyediakan peta jalan riset, dan mengidentifikasi peluang inovasi di Arsitektur Digital untuk penghematan energi. Kata Kunci: Windcatcher, Analisis Bibliometrik, Efisiensi Energi  
"Riset Panel Akustik Berbahan Limbah: Perspektif Bibliometrik Global 2004-2024” susanti, lina; Wibowo, Andi Prasetiyo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4133

Abstract

Abstract: Ongoing worldwide awareness regarding waste management has led to creative solutions in the building material sector, such as acoustic panels made from waste-derived components. This paper intends to perform a thorough bibliometric review of the scientific advancements concerning waste-based acoustic panels throughout the last two decades (2004-2024). Utilizing the Scopus database,pertinent documents were methodically chosen via a three-stage screening process, resulting in 98 highly relevant publications for review. The chosen papers included processing with OpenRefine for data cleansing and then analysed using VOSViewer to visualise bibliometric networks and Bibliometrix software for more in-depth analysis.  The findings indicate a notable growth tendency, with an annual publication rise of 16,08 %, notably boosting over the last five years. The geographical distribution reveals a concentration of research in Italy, India, and Spain, with Engineering, Material Science, and Physics and Astronomy identified as the primary contributing fields. Network visualisations depict a sophisticated intellectual framework linking essential concepts within the domain. Well-cited studies confirm that acoustic panels made from waste demonstrate performance comparable tp traditional materials while possesing a reduced environmental footprint; yet, standardisation issues persist, hindering wider adoption in the contruction and inteior design sectors. Keyword: Bibliometric analysis, Waste materials, Acoustic panels Abstrak: Kesadaran dunia yang terus meningkat terkait pengelolaan limbah telah menghasilkan solusi kreatif di sektor bahan bangunan, seperti panel akustik yang terbuat dari komponen yang berasal dari limbah.  Makalah ini bermaksud untuk melakukan tinjauan bibliometrik menyeluruh terhadap kemajuan ilmiah mengenai panel akustik berbasis limbah selama dua dekade terakhir (2004-2024).  Dengan menggunakan database Scopus, dokumen-dokumen terkait dipilih secara metodis melalui proses penyaringan tiga tahap, yang menghasilkan 98 publikasi yang sangat relevan untuk ditinjau.  Makalah yang terpilih kemudian diproses dengan OpenRefine untuk pembersihan data dan kemudian dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan jaringan bibliometrik, dan software Bibliometrix digunakan untuk analisis yang lebih mendalam.  Temuan ini menunjukkan kecenderungan pertumbuhan yang menonjol, dengan peningkatan publikasi tahunan sebesar 16,08%, terutama meningkat selama lima tahun terakhir.  Distribusi geografis menunjukkan konsentrasi penelitian di Italia, India, dan Spanyol, dengan Teknik, Ilmu Material, serta Fisika dan Astronomi diidentifikasi sebagai bidang-bidang yang berkontribusi besar.  Visualisasi jaringan menggambarkan kerangka kerja intelektual yang canggih yang menghubungkan konsep-konsep penting dalam domain tersebut.  Studi yang dikutip dengan baik mengkonfirmasi bahwa panel akustik yang terbuat dari limbah menunjukkan kinerja yang sebanding dengan bahan tradisional sekaligus memiliki jejak lingkungan yang lebih rendah; namun, masalah standarisasi masih ada, sehingga menghambat adopsi yang lebih luas di sektor konstruksi dan desain interior. Kata Kunci: Analisis bibliometrik, Material limbah, Panel akustik  
PENERAPAN SECONDARY SKIN ACP BERLUBANG RASIO 50% PADA GEDUNG PARIPURNA DPRD KABUPATEN PEMALANG Saputra, Rizki Dwi; Dwiyanto , Agung
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4134

Abstract

Abstract: This study examines the application of Aluminum Composite Panel (ACP) with a 50% perforated pattern as a secondary skin on the Plenary Building of DPRD Pemalang Regency to enhance thermal performance and energy efficiency in a tropical climate. The research aims to evaluate the thermal performance of buildings with and without the secondary skin, analyze temperature changes, and identify factors affecting its effectiveness. Field surveys, thermal sensor measurements, and statistical analysis were employed to collect and evaluate data. Results indicate that the secondary skin reduces indoor temperatures by 4%-5%, with further reductions of 16% for brick wall elements and 13% for 5 mm clear glass elements. The findings suggest that material selection and secondary skin design significantly influence thermal comfort, offering a viable solution for office buildings in tropical regions like Pemalang Regency. Keyword: Aluminum Composite Panel, Secondary Skin, Thermal Performance Abstrak: Penelitian ini mengkaji penerapan Aluminum Composite Panel (ACP) dengan pola berlubang 50% sebagai secondary skin pada Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang untuk meningkatkan kinerja termal dan efisiensi energi di iklim tropis. Penelitian bertujuan mengevaluasi kinerja termal bangunan dengan dan tanpa secondary skin, menganalisis perubahan suhu, serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Survei lapangan, pengukuran sensor termal, dan analisis statistik digunakan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi data. Hasil menunjukkan secondary skin menurunkan suhu dalam ruangan sebesar 4%-5%, dengan penurunan tambahan 16% untuk elemen dinding bata dan 13% untuk kaca clear 5 mm. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan material dan desain secondary skin sangat memengaruhi kenyamanan termal, menawarkan solusi untuk bangunan perkantoran di wilayah tropis seperti Pemalang. Kata Kunci: Aluminum Composite Panel, Secondary Skin, Kinerja Termal
“Kajian Bibliometrik Windcatcher untuk Ventilasi Alami dan Efisiensi Energi" Tjuatja, Suyento
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4186

Abstract

Abstract: The rapid development of artificial intelligence (AI) has revolutionized architectural practice, particularly in the early planning stages. Autodesk Forma, an AI-driven planning platform, has emerged as a transformative tool offering significant advantages in design decision-making. This case study review analyzes formally published case studies in indexed journals to identify and categorize the AI-based advantages of Autodesk Forma, supported by quantitative benchmarks. The review methodology involves a systematic analysis of indexed literature, focusing on studies that directly implement Autodesk Forma and report measurable outcomes. Findings indicate that Autodesk Forma significantly enhances design efficiency through rapid generation of alternatives, accelerates real-time environmental performance analysis, and improves user experience, despite limitations in network performance and file size. This article compiles quantitative insights from existing case studies, highlighting the crucial role of Autodesk Forma in driving more sustainable and efficient design outcomes across the architecture industry. Keywords: Autodesk Forma, Artificial Intelligence, Architectural Planning. Abstrak: Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi praktik arsitektur, khususnya dalam fase perencanaan tahap awal. Autodesk Forma, platform perencanaan berbasis AI, muncul sebagai alat transformatif yang menawarkan keunggulan signifikan dalam pengambilan keputusan desain. Tinjauan studi kasus ini menganalisis studi kasus yang diterbitkan secara formal dalam jurnal-jurnal terindeks untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan keunggulan berbasis AI dari Autodesk Forma, yang didukung oleh tolok ukur kuantitatif. Metodologi tinjauan melibatkan analisis sistematis literatur terindeks, dengan fokus pada studi yang secara langsung menerapkan Autodesk Forma dan melaporkan hasil yang dapat diukur. Temuan menunjukkan bahwa Autodesk Forma secara signifikan meningkatkan efisiensi desain melalui generasi alternatif yang cepat, mempercepat analisis kinerja lingkungan secara real-time, dan meningkatkan pengalaman pengguna, meskipun ada batasan dalam kinerja jaringan dan ukuran file. Artikel ini mengkompilasi wawasan kuantitatif dari studi kasus yang ada, menyoroti peran penting Autodesk Forma dalam mendorong hasil desain yang lebih berkelanjutan dan efisien di seluruh industri arsitektur. Kata Kunci: Autodesk Forma, Kecerdasan Buatan, Perencanaan Arsitektur.  

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue