cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 448 Documents
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DALAM UPAYA PERLINDUNGAN KAWASAN SUCI Dwijadhana, Made
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i1.4035

Abstract

Abstract:  Besakih Temple is the largest temple for Hindus in Bali Province. The problem that often occurs is when Hindu community pujawali carry out prayers from districts/cities in Bali, as well as outside Bali. Thousands of Hindus come every day to pray at Besakih Temple using land transportation such as two-wheeled motorized vehicles, four-wheeled vehicles, buses, trucks and so on, resulting in extraordinary traffic congestion in the temple area Besakih. Parking facilities are inadequate and insufficient for parking motorized vehicles, so many new parking lots have emerged which are not well managed, thus adding to the chaos that occurs in the Besakih Temple area, especially in the Margi Agung area. Based on this, in 2022 one of the Bali Province's priority programs will be the construction of infrastructure for the protection of the Besakih Sacred Area. The aim of this research is to determine the public's perception of infrastructure development in efforts to protect the Besakih Sacred Area. The research method was carried out qualitatively, by descriptively exploring the data obtained both through direct field observation and through literature data related to the Besakih Sacred Area. The results of the research are in the form of community perceptions which will later be useful as consideration for the Bali Provincial Government in implementing similar programs/activities at other temples under the authority of the Bali Provincial Government. Keyword: Perception, Infrastructure, Margi Agung Besakih Abstrak: Pura Besakih merupakan pura terbesar bagi umat Hindu yang berada di Provinsi Bali. Permasalahan yang sering terjadi adalah pada saat pujawali masyarakat umat hindu melaksakanan persembahyangan dari kabupaten/kota di Bali, maupun luar Bali. Ribuan umat Hindu yang datang setiap harinya, untuk melaksanakan persembahyangan ke Pura Besakih dengan menggunakan transportasi darat seperti, kendaraan bermotor roda dua, kendaraan roda empat, bus, truck dan lain sebagainya, mengakibatkan kepadatan lalu lintas yang luar biasa di Kawasan Pura Besakih. Fasilitas parkir yang kurang memadai dan tidak mencukupi untuk parkir kendaraan bermotor, sehingga banyak bermunculan parkir-parkir baru yang tidak terkelola dengan baik sehingga menambah kesemrautan yang terjadi di Kawasan Pura Besakih, terutama pada areal Margi Agung. Berdasarkan hal tersebut, pada tahun 2022 salah satu program prioritas Provinsi Bali yaitu dilaksanakan Pembangunan Infrastrktur Pelindungan Kawasan Suci Besakih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur dalam upaya perlindungan Kawasan Suci Besakih. Metode Penelitian dilakukan dengan kualitatif, dengan mengeksplorasi secara deskriptif data yang diperoleh baik melalui observasi lapangan secara langsung serta melalui data literatur yang berkaitan dengan Kawasan Suci Besakih. Hasil dari penelitian berupa persepsi masyarakat yang nantinya akan bermanfaat sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Provinsi Bali dalam melaksanakan program/kegiatan sejenis di pura lainnya yang menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi Bali. Kata kunci: Persepsi, Infrastruktur, Margi Agung Besakih
RUMAH TUMBUH SEBAGAI RESPONS TERHADAP PERUBAHAN SIKLUS KEHIDUPAN KELUARGA DALAM KONTEKS PERUMAHAN SUBSIDI: Konseptualisasi Kemampuan Beradaptasi: Peran Rumah Tinggal dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga yang Berkembang Wahyudi, Muhammad Habib; Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i1.4052

Abstract

Abstract: This study aims to analyze how the concept of a growing house can be a solution to changing family needs in the context of subsidized housing in Indonesia. Through a case study of the Citra Regency Bojoengoro subsidized housing, this study explores various spatial adaptation strategies carried out by residents in responding to family growth, lifestyle changes, and increasing needs for private space. The research method used is qualitative descriptive with data collection through participatory observation or in-depth interviews. The results of the study indicate that the concept of a growing house has great potential in meeting the needs of dynamic families. Residents of subsidized housing tend to modify their space gradually, either by adding partitions, changing furniture, or expanding the building. Factors that influence spatial adaptation strategies include land size, budget availability, and government policies related to development. This study concludes that the concept of a growing house can be an attractive alternative for the development of subsidized housing in the future. Keyword: subsidized housing, growing housing, family cycle Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep rumah tumbuh dapat menjadi solusi bagi perubahan kebutuhan keluarga dalam konteks perumahan subsidi di Indonesia. Melalui studi kasus pada perumahan subsidi Citra Regency Bojoengoro, penelitian ini mengeksplorasi berbagai strategi adaptasi ruang yang dilakukan oleh penghuni dalam merespons pertumbuhan keluarga, perubahan gaya hidup, dan peningkatan kebutuhan akan ruang privat. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif atau wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep rumah tumbuh memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan keluarga yang dinamis. Penghuni perumahan subsidi cenderung melakukan modifikasi ruang secara bertahap, baik melalui penambahan partisi, pergantian furnitur, maupun perluasan bangunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi adaptasi ruang antara lain ukuran lahan, ketersediaan anggaran, dan kebijakan pemerintah terkait pembangunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep rumah tumbuh dapat menjadi alternatif yang menarik bagi pengembangan perumahan subsidi di masa depan. Kata Kunci: perumahan subsidi, rumah tumbuh, siklus keluarga
PEMANFAATAN TEKNOLOGI MACHINE LEARNING DALAM PERENCANAAN DAN REHABILITASI RUMAH LAYAK HUNI: PERSPEKTIF ARSITEKTUR Rosyadi, Rosyd; wibowo, Ari wibowo; Susanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i1.4059

Abstract

Abstract: This study discusses the application of machine learning, specifically the XGBoost model, in the selection and rehabilitation of uninhabitable houses (RTLH) from an architectural perspective. The RTLH rehabilitation program aims to improve housing quality for low-income communities, yet the main challenge is determining which houses require rehabilitation in an objective and efficient manner. By utilizing machine learning algorithms, this research analyzes architectural and socio-economic factors such as structural conditions, spatial layout, building materials, number of occupants, and economic well-being. This model enables a more accurate selection of aid recipients, reduces subjectivity, and enhances program effectiveness. From an architectural perspective, this study emphasizes the importance of ergonomic house design, natural ventilation, energy efficiency, and the use of sustainable materials. The results show that the XGBoost model provides accurate predictions for housing rehabilitation, supports data-driven decision-making, and can be integrated with GIS technology for mapping uninhabitable houses. This technological integration supports the development of adaptive architecture tailored to the needs of residents and environmental conditions. Keyword: Architecture, RTLH, Housing Planning, Machine learning, XGBoost Abstrak: Penelitian ini membahas penerapan machine learning, khususnya model XGBoost, dalam seleksi dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dengan pendekatan arsitektural. Program rehabilitasi RTLH bertujuan meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah, namun tantangan utama adalah menentukan rumah yang paling membutuhkan rehabilitasi secara objektif dan efisien. Dengan memanfaatkan algoritma machine learning, penelitian ini menganalisis faktor arsitektural dan sosial-ekonomi, seperti kondisi struktural, tata letak ruang, material bangunan, jumlah penghuni, serta kesejahteraan ekonomi. Model ini memungkinkan seleksi penerima bantuan secara lebih akurat, mengurangi subjektivitas, dan meningkatkan efektivitas program. Dari aspek arsitektur, penelitian ini menekankan pentingnya desain rumah ergonomis, ventilasi alami, efisiensi energi, dan penggunaan material yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model XGBoost memberikan prediksi akurat dalam rehabilitasi rumah, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta dapat dikombinasikan dengan teknologi GIS untuk pemetaan rumah tidak layak huni. Integrasi teknologi ini mendukung pengembangan arsitektur yang adaptif terhadap kebutuhan penghuni dan kondisi lingkungan. Kata Kunci: Arsitektur, RTLH, Perencanaan Rumah, Machine learning, XGBoost.
KAJIAN PLACEMAKING RUANG PUBLIK DI KAWASAN STADION TELADAN MEDAN Zulfikar, Ahmad; Wijaya, Kinanti; Wibowo, Harry; Putra, Riansyah; Sarwa
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i1.4065

Abstract

Abstract: A public space in an urban area is essentially designed for the community so that they can socialize and carry out activities safely and comfortably. The presence of public spaces in large cities, especially, is very important and influences various activities of its residents. Parks and streets are examples of public spaces that are frequently used by the community for various everyday activities. The Teladan Stadium area in Medan City is one such public open space that is widely used by the public for various activities and has become a popular destination. This study aims to assess the extent of the benefits of this public open space using a placemaking approach, based on the criteria of sociability, uses and activities, access and linkage, as well as comfort and image (Bohl, 2002). The results of this study are expected to provide direction and policy recommendations regarding issues in public spaces with a placemaking approach. The research method used is descriptive qualitative with a mapping of public activities through Behaviour Mapping in the Teladan Stadium area in Medan, in order to determine the extent of placemaking and efforts to transform space into a place used for activities in that area. Keyword: Public space, Placemaking, Stadion Teladan Area..
PENGARUH BESARAN RASIO BUKAAN TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PADA KAMAR KOS DI SALATIGA Kusuma, Aditya Arya; Prianto, Eddy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.3915

Abstract

Abstract: The aperture ratio is one of the important factors for the thermal comfort of a space. The size of the opening affects natural ventilation besides the influence of building location, orientation, and local climate. This study aims to determine the influence of the aperture ratio on thermal comfort. The research was conducted in one of the boarding houses in the city of Salatiga. The building studied is one that requires natural ventilation to reduce the cost of artificial ventilation consumption. This research used a quantitative research method by measuring indoor and outdoor air temperature and humidity. The study shows that the room conditions in the boarding house, which has an opening ratio of 38,89% to the floor area, still meet the humidity comfort standard. However, in terms of temperature, it has exceeded the comfort standard due to the research being conducted during extreme weather conditions. Keyword: Aperture ratio, thermal comfort, ventilation Abstrak: Rasio bukaan merupakan salah satu faktor yang penting terhadap kenyamanan termal sebuah ruang. Besaran bukaan berpengaruh terhadap penghawaan alami selain dari pengaruh letak bangunan, orientasi, dan iklim setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besaran rasio bukaan terhadap termal. Lokasi penelitian berada di salah satu bangunan kos yang ada di Kota Salatiga. Bangunan yang menjadi obyek penelitian ini adalah bangunan yang benar-benar membutuhkan penghawaan alami untuk mengurangi biaya konsumsi penghawaan buatan. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan metode penelitian kuantiatif dengan melakukan pengukuran suhu udara dan kelembapan pada dalam ruangan dan luar ruangan. Penelitian ini  menunjukkan bahwa kondisi ruangan pada bangunan kos tersebut yang memiliki rasio bukaan sebesar 38,89% terhadap luas lantai masih ada pada standar kenyamanan pada aspek kelembapan. Sedangkan pada aspek suhu sudah melewati batas standar kenyamanan yang disebabkan oleh pelaksanaan penelitian dilakukan pada saat cuaca yang tergolong ekstrem. Kata Kunci: rasio bukaan, kenyamanan termal, penghawaan
PENGARUH POLA SIRKULASI TERHADAP KENYAMANAN PENGGUNA PADA RANCANGAN ARSITEKTUR SENTRA WISATA KULINER Triantoro, Syakur Wirdiyan; Winasih, Sri Suryani Yuprapti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.3917

Abstract

Abstract: Circulation patterns are the main element in architectural design. Circulation connects each element in the building as a rope that binds the interior and exterior spaces. The Culinary Tourism Center generally functions as an area for eating and drinking, an entertainment area and a trade area. The Culinary Tourism Center is a place that is visited a lot and has circulation movement patterns in both indoor and outdoor spaces such as human circulation and vehicle circulation which specifically discusses circulation patterns and circulation achievements. This research was conducted using qualitative methods with direct observation techniques of the conditions of the Culinary Tourism Centers in the city of Surabaya, namely SWK Bratang Binangun, SWK Penjaringan Sari, and SWK Karah. Based on the results of the observation data that has been analyzed, it was found that there is an application of circulation patterns at the Culinary Tourism Center. Of course, this circulation pattern has an impact on the efficiency of activities and user comfort. Therefore, the aim of this research is to determine the circulation patterns applied to the Culinary Tourism Center and determine the circulation pattern that suits the needs of the Culinary Tourism Center under study. Keyword: Circulation Patterns, Culinary Tourism Center Abstrak: Pola sirkulasi merupakan unsur utama dalam rancangan arsitektur. Sirkulasi menjadi penghubung tiap unsur pada bangunan sebagai tali yang mengikat bagi ruang-ruang dalam maupun luar. Sentra Wisata Kuliner secara garis besar berfungsi sebagai area untuk makan dan minum, area hiburan, dan area perdagangan. Sentra Wisata Kuliner yakni tempat yang banyak dikunjungi serta memiliki pola pergerakan sirkulasi pada ruang dalam maupun ruang luar seperti sirkulasi manusia dan sirkulasi kendaraan yang khususnya membahas pola bentuk sirkulasi dan pencapaian sirkulasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan teknik observasi secara langsung kondisi Sentra Wisata Kuliner yang ada di kota Surabaya yakni SWK Bratang Binangun, SWK Penjaringan Sari, dan SWK Karah. Berdasarkan hasil data observasi yang telah dianalisis, diperoleh adanya penerapan pola sirkulasi pada Sentra Wisata Kuliner. Tentu, pola sirkulasi tersebut berdampak pada efisiensi aktivitas serta kenyamanan pengguna. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini guna mengetahui pola sirkulasi yang diterapkan pada Sentra Wisata Kuliner dan mengetahui pola sirkulasi yang sesuai dengan kebutuhan Sentra Wisata Kuliner yang diteliti. Kata Kunci: Pola Sirkulasi, Sentra Wisata Kuliner   Keyword: Circulation Patterns, Culinary Tourism Center Abstrak: Pola sirkulasi merupakan unsur utama dalam rancangan arsitektur. Sirkulasi menjadi penghubung tiap unsur pada bangunan sebagai tali yang mengikat bagi ruang-ruang dalam maupun luar. Sentra Wisata Kuliner secara garis besar berfungsi sebagai area untuk makan dan minum, area hiburan, dan area perdagangan. Sentra Wisata Kuliner yakni tempat yang banyak dikunjungi serta memiliki pola pergerakan sirkulasi pada ruang dalam maupun ruang luar seperti sirkulasi manusia dan sirkulasi kendaraan yang khususnya membahas pola bentuk sirkulasi dan pencapaian sirkulasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan teknik observasi secara langsung kondisi Sentra Wisata Kuliner yang ada di kota Surabaya yakni SWK Bratang Binangun, SWK Penjaringan Sari, dan SWK Karah. Berdasarkan hasil data observasi yang telah dianalisis, diperoleh adanya penerapan pola sirkulasi pada Sentra Wisata Kuliner. Tentu, pola sirkulasi tersebut berdampak pada efisiensi aktivitas serta kenyamanan pengguna. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini guna mengetahui pola sirkulasi yang diterapkan pada Sentra Wisata Kuliner dan mengetahui pola sirkulasi yang sesuai dengan kebutuhan Sentra Wisata Kuliner yang diteliti. Kata Kunci: Pola Sirkulasi, Sentra Wisata Kuliner
KAJIAN PENERAPAN ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA TAMAN KEBON RATU SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU YANG INKLUSIF Rochmanu, Arzuna Wildhanu; Safeyah, Muchlisiniyati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.3922

Abstract

Abstract:: In Jombang Regency, there is a highly needed green open space (RTH) by the community, namely Taman Kebon Ratu. However, it has not yet been determined whether this green open space (RTH) accommodates all segments of society, including people with disabilities. This condition necessitates research to examine whether Taman Kebon Ratu has implemented a universal design that is inclusive of all societal groups, including people with disabilities. This study aims to evaluate the application of universal architecture in Taman Kebon Ratu as an effort to create an inclusive public space. The method used is descriptive qualitative, with data collected through observation, documentation, and literature study. Data analysis is conducted by reducing data and analyzing the application of universal architectural principles in Taman Kebon Ratu based on five main categories: usability, safety, accessibility, size and space appropriateness, and personal experience. The results of the study indicate that Taman Kebon Ratu successfully implements universal architectural principles in various aspects of its design, providing facilities that can be used independently by everyone, including people with disabilities, and creating a comfortable and inclusive environment for visitors. Keyword: universal architecture, inclusive, green open space Abstrak: Di Kabupaten Jombang, terdapat ruang terbuka hijau (RTH) sangat dibutuhkan oleh masyarakat, yaitu Taman Kebon Ratu. Namun, belum dapat dipastikan apakah Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebut telah mewadahi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kondisi ini mendorong perlunya penelitian untuk mengkaji apakah Taman Kebon Ratu telah menerapkan desain universal yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan arsitektur universal di Taman Kebon Ratu sebagai upaya menciptakan ruang publik yang inklusif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data analisis penerapan prinsip arsitektur universal pada Taman Kebon Ratu berdasarkan lima kategori utama, yaitu penggunaan, keselamatan, akses, kesesuaian ukuran dan ruang, dan pengalaman pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Kebon Ratu berhasil menerapkan prinsip arsitektur universal dalam berbagai aspek desainnya, dengan menyediakan fasilitas yang dapat digunakan secara mandiri oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas, serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan inklusif bagi pengunjung. Kata Kunci: arsitektur universal, inklusif, ruang terbuka hijau.
ANALISIS PERBANDINGAN EFEKTIVITAS VEGETASI DAN NAUNGAN BUATAN DALAM MENINGKATKAN KENYAMANAN TERMAL RUANG TERBUKA KAMPUS salsabella, Syeril; Prianto, Eddy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.3955

Abstract

Abstract: Global warming and massive urbanization have created significant challenges in managing thermal comfort in campus open spaces, particularly in tropical climate regions. This research analyzes the comparative effectiveness of vegetation and artificial shading in improving thermal comfort in campus open spaces, with case studies in three different locations at Diponegoro University: S3 Garden (with artificial shading), S2 Garden (with dense vegetation), and Building A Front Garden (with minimal natural shading). Through a quantitative approach with 24-hour temperature and humidity observations, the research reveals significant differences in thermal performance across the three locations. The S2 Garden with dense vegetation demonstrates the best performance in creating balanced thermal comfort, maintaining an average temperature of 28.5°C with approximately 78% humidity through evapotranspiration processes. Meanwhile, artificial shading in the S3 Garden, although effective in controlling temperature increases up to 34.5°C, shows limitations in regulating humidity, which drops to 41.9% during daytime. The area with minimal shading experiences the most extreme conditions, with temperatures reaching 36.9°C and the largest humidity fluctuations. Research findings indicate that vegetation integration is the most effective strategy in creating sustainable thermal comfort in tropical campus environments, capable of combining temperature control and humidity regulation through natural processes. This research contributes to the development of design guidelines for thermally comfortable and sustainable campus open spaces. Keyword: Vegetation, Artificial Shading, Thermal Comfort, Campus Open Spaces, Abstrak: Pemanasan global dan urbanisasi yang masif telah menciptakan tantangan signifikan dalam pengelolaan kenyamanan termal di ruang terbuka kampus, terutama di kawasan beriklim tropis. Penelitian ini menganalisis perbandingan efektivitas antara vegetasi dan naungan buatan dalam meningkatkan kenyamanan termal di ruang terbuka kampus, dengan studi kasus di tiga lokasi berbeda di Universitas Diponegoro: Taman S3 (dengan naungan buatan), Taman S2 (dengan vegetasi padat), dan Taman Depan Gedung A (dengan naungan alami minim). Melalui pendekatan kuantitatif dengan pengamatan suhu dan kelembaban selama 24 jam, penelitian mengungkapkan perbedaan signifikan dalam kinerja termal di ketiga lokasi tersebut. Taman S2 dengan vegetasi padat menunjukkan kinerja terbaik dalam menciptakan kenyamanan termal yang seimbang, mampu mempertahankan suhu rata-rata 28,5°C dengan kelembaban sekitar 78% melalui proses evapotranspirasi. Sementara itu, naungan buatan di Taman S3, meskipun efektif dalam mengendalikan kenaikan suhu hingga 34,5°C, menunjukkan keterbatasan dalam mengatur kelembaban yang turun hingga 41,9% pada siang hari. Area dengan naungan minim mengalami kondisi paling ekstrem, dengan suhu mencapai 36,9°C dan fluktuasi kelembaban terbesar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi vegetasi merupakan strategi paling efektif dalam menciptakan kenyamanan termal berkelanjutan di lingkungan kampus tropis, mampu mengombinasikan pengendalian suhu dan pengaturan kelembaban melalui proses alami. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pedoman desain ruang terbuka kampus yang nyaman secara termal dan berkelanjutan. Kata Kunci: Vegetasi, Naungan Buatan, Kenyamanan Termal, Ruang Terbuka Kampus  
ANALISA EFEKTIVITAS SIGNAGE PADA RUANG BERMAIN RAMAH ANAK TAMAN MAHESA JENAR DEMAK Nugraheni, Tiara Putri; Suprapti, Atik
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.3957

Abstract

Abstract: The Child Friendly Play Space at Mahesa Jenar Park, which is built on green open space, is a facility designed to provide a safe and comfortable play environment for children. However, Mahesa Jenar Park Demak experiences problems related to signage or information marker systems that become obstacles in accessibility and utilization of public spaces. There is no signage so that visitors from outside the city of Demak can come to the playground. In addition, there is a lack of instructions on how people do activities in the park. This study aims to analyze the effectiveness of signage in providing clear directions to the park as well as increasing visitors' understanding of the facilities available and increasing signage needs. The method used is descriptive qualitative with data collection through direct observation, interviews, documentation, and literature review. The results showed that existing signage is still limited, not maintained, and not strategically placed. So it is less effective in providing information. The lack of parking and pedestrian areas mixed with traders, signage designs that do not meet the criteria for readability and visibility, and lack of maintenance of facilities. This research is expected to provide suggestions for improvements so that it can function optimally as a child-friendly play space. Keyword: Signage, Park, Accessibility Abstrak: Ruang Bermain Ramah Anak di Taman Mahesa Jenar yang dibangun pada ruang terbuka hijau merupakan fasilitas yang dirancang untuk memberikan lingkungan bermain yang aman dan nyaman untuk anak-anak. Namun, Taman Mahesa Jenar Demak mengalami permasalahan terkait signage atau sistem penanda informasi menjadi hambatan dalam aksesibilitas dan pemanfaatan ruang publik. Tidak adanya tanda petunjuk arah atau signage supaya pengunjung dari luar kota Demak bisa datang ke taman bermain. Selain itu, kurangnya petunjuk bagaimana masyarakat beraktivitas di dalam tamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas signage dalam memberikan petunjuk arah yang jelas menuju taman serta meningkatkan pemahaman pengunjung terhadap fasilitas yang tersedia dan menambah kebutuhan signage. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa signage yang ada masih terbatas, tidak terawat, dan dalam peletakan tidak strategis. Sehingga kurang efektif dalam memberikan informasi. Minimnya area parkir dan pejalan kaki yang bercampur dengan pedagang, desain signage yang tidak memenuhi kriteria keterbacaan dan visibilitas, serta kurang pemeliharaan fasilitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran perbaikan untuk sehingga dapat berfungsi dengan optimal sebagai ruang bermain ramah anak. Kata Kunci: Signage, Taman, Aksesibilitas
INTEGRASI KESESUAIAN REGULASI DAN DESAIN ARSITEKTUR HOTEL PARKSIDE’S DI JALAN SEROJA KOTA PALEMBANG Dinata, Marta; Sueca, Ngakan Putu; Agusintadewi, Ni Ketut
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.3965

Abstract

Abstract: The development of Palembang City as one of the economic centers generated by business and tourism in South Sumatra requires infrastructure development by prioritizing spatial regulations by prioritizing sustainability aspects. This research also examines the integration between the architectural design of Parkside's Hotel on Jalan Lingkungan Seroja with the spatial regulations issued by KKPR from the RTRW and RDTR as a reference in order to ensure compliance with applicable regulations in Palembang city. The main focus is the aspects of safety, health, comfort, and convenience with attention to sustainability and harmony in the design of the Parkside's Hotel. The final results displayed assess and evaluate the integration between regulations and architectural design in the form of scoring from KKPR data, technical, field observations with points of land use, KLD, KDH RTNH, KDB, and GSB applied to the building make a positive contribution and provide useful recommendations for the development of spatial regulations, especially in hotel construction activities and other commercial buildings that exist and / or will be carried out in Palembang City, South Sumatra. Keyword: Architectural Design, Parkside's Hotel, Spatial Regulations, KKPR Abstrak: Perkembangan Kota Palembang seagai salah satu pusat ekonomi yang dihasilkan oleh bisnis dan pariwisata di Sumatera Selatan yang memerlukan pembangunan infrastruktur dengan mengedepankan regulasi tata ruang dengan mengedepankan aspek keberlanjutan. Penelitian ini juga mengkaji integrasi antara desain arsitektur Hotel Parkside’s di Jalan Lingkungan Seroja dengan regulasi tata ruang yang dikeluarkan KKPR dari RTRW dan RDTR sebagai acuan dalam untuk memastikan kesesuaian dengan peraturan yang berlaku di kota Palembang. Fokus utama adalah yaitu aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan dengan memperhatikan keberlanjutan dan keserasian dalam desain Hotel Parkside’s tersebut. Hasil akhir yang ditampilkan menilai dan evaluasi intergrasi antara regulasi dan desain aristektur dalam bentuk Skoring dari data KKPR, Teknis, observasi lapangan dengan poin Peruntukan lahan, KLD, KDH RTNH, KDB, dan GSB yang diterapkan pada bangunan tersebut memberikan kontribusi positif serta memberikan rekomendasi yang berguna untuk pengembangan regulasi tata ruang terutama pada aktivitas pembangunan hotel dan bangunan-bangunan komersial lainnya yang ada dan/atau akan dilakukan di Kota Palembang Sumatera Selatan. Kata Kunci: Desain Arsitektur, Hotel Parkside’s, Reguasi Tata Ruang, KKPR

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue