cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 448 Documents
EKSPANSI TERITORI PADA HUNIAN DI KAMPUNG MOJO KOTA SURAKARTA PASCA PROGRAM UPGRADING br barus, yenni yosita; Dewi, Fikrian Rafika; Nursyifa, Findara Illa; Nareswari, Ardhya; Sarwadi, Ahmad
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4187

Abstract

Abstract: Kampung Mojo is one of the settlements in Surakarta City where the KOTAKU (City Without Slums) program is implemented. This initiative aims to improve the quality of basic infrastructure in slum areas, thereby reducing slum conditions. The program has redesigned the settlements by clear boundaries within residential areas, including the organization of residential layouts, plot arrangements, street spaces, and open spaces. During observations in September 2023, a notable phenomenon emerged regarding how residents use the outdoor spaces of their houses, such as alleys, streets, and leftover land, to accommodate personal and social activities. This research aims to identify the forms and patterns of territorial expansion within residential areas, providing valuable insights for future space management in Kampung Mojo following infrastructure upgrades. The study employs a qualitative approach, with primary data collected through direct observation and interviews at the research site, followed by descriptive analysis. Findings indicate that territorial expansion is a response to the limited available space, where residents utilize surrounding spaces to meet personal needs and create spaces for social gatherings. Keywords: Expansion, Settlements, Post Upgrading Abstrak: Kampung Mojo adalah salah satu kawasan lokasi penanganan KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kota Surakarta.Tujuan program tersebut adalah meningkatkan kualitas infrastruktur dasar sehingga berkurang tingkat kekumuhannya. Kawasan permukiman didesain dengan batas-batas yang jelas pada ruang pembentuk kawasan seperti bentuk dan kavling hunian, jalan lingkungan, dan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas sosial. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada bulan september 2023, banyak ditemukan fenomena penggunaan ruang di luar hunian seperti gang dan jalan untuk mengakomodasi aktivitas pribadi dan juga sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan pola ekspansi teritori primer (hunian) dan agar dapat menjadi masukan terhadap pengelolaan ruang di Kampung Mojo pasca upgrading. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah melalui observasi wawancara yang diambil dari lapangan dan analisis data menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Ekspansi teritori yang terjadi di Kampung Mojo baik penataan Tahap 1 dan Tahap 2 pasca upgrading merupakan respon dari keterbatasan ruang di dalam rumah dan kebutuhan ruang komunal untuk aktivitas sosial. Kata Kunci: Ekspansi, Permukiman, Pasca Upgrading
IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP BIOFILIK PADA BANGUNAN HIJAU br barus, yenni yosita
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4188

Abstract

Abstract: Biophilic design is a concept aimed at reintegrating the presence of nature into building environments, allowing users to reconnect with their natural surroundings. By incorporating natural elements and materials within the building, biophilic design offers a solution to help users feel closer to nature. Given the contemporary lifestyle, society has gradually distanced itself from healthy environments and natural building designs. The case study focuses on a café building in Yogyakarta, aiming to identify biophilic applications in green building design. This research employs a descriptive qualitative method and explores relevant literature on biophilic design. The study emphasizes the significant role of biophilic design principles in green buildings and examines the building’s natural connections. Based on the identification of 14 biophilic principles across both case studies, the use of natural materials, openings, and vegetation within the building shows positive effects, enabling users to feel reconnected with nature. Keyword: Biophilic, Environments, Green Budilding Abstrak: Biofilik adalah konsep yang menjadi solusi dalam desain bangunan agar penggunanya dapat merasakan kembali kehadiran alam di sekitarnya. Dengan menerapkan elemen natural dan material alami pada bangunan, dapat menjadi solusi agar penggunanya kembali terhubung dengan lingkungan alami.  Dikarenakan gaya hidup kontemporer saat ini,  masyarakat mulai menjauh dari lingkungan dan bangunan yang sehat. Studi kasus yang diambil adalah bangunan café yang berada di yogyakarta, dengan Tujuan mengidentifikasi penerapan biofilik di dalam bangunan hijau. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan mencari kajian literatur yang berkaitan dengan biofilik. Fokus penelitian ini membahas bagaimana peranan penting konsep desain biofilik dalam bangunan hijau dan menjelaskan keterkaitan bangunan dengan alam.  Berdasarkan hasil identifikasi 14 prinsip-prinsip biofilik dari kedua kasus bangunan, ditemukan penggunaan material, bukaan dan vegetasi pada bangunan dapat memberi dampak positif bagi penggunanya sehingga merasakan kembali dekat dengan alam. Kata Kunci: Bangunan Hijau, Biofilik, Lingkungan.  
PENERAPAN ORNAMEN MAJAPAHIT DALAM RE-DESAIN INTERIOR TERMINAL GENTENG BARU MELALUI PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS Mayangsari, Hilda; Handayani, Sri
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4191

Abstract

Abstract: The interior redesign of Genteng Baru Bus Station integrates Majapahit ornaments through a tropical architectural approach to create a transit place that preserves Nusantara culture, especially Majapahit culture. Majapahit ornaments, as a symbol of cultural heritage, are innovatively applied to interior elements such as walls, floors, columns, and ceilings to present a visual cultural identity. The tropical architectural approach is implemented through the selection of local materials such as red bricks and wood, as well as optimizing lighting and natural air circulation that create a comfortable and sustainable space. The purpose of this redesign is to preserve or introduce Majapahit ornaments and improve the terminal user experience by creating an aesthetic, functional space rooted in Majapahit local wisdom using qualitative-descriptive methods. The results are expected to be a model for public space design that respects history and culture, while being responsive Keywords: Ornaments Majapahit, Majapahit Kingdom, Architecture Tropic, Re-Design, and Bus Station of Genteng Baru Abstrak: Re-desain interior Terminal Genteng Baru mengintegrasikan ornamen Majapahit melalui pendekatan arsitektur tropis untuk menciptakan tempat transit yang melestarikan budaya Nusantara khususnya budaya Majapahit. Ornamen Majapahit, sebagai simbol warisan budaya, diterapkan secara inovatif pada elemen-elemen interior seperti dinding, lantai, kolom, dan plafon untuk menghadirkan identitas visual budaya. Pendekatan arsitektur tropis diimplementasikan melalui pemilihan material lokal seperti batu bata merah dan kayu, serta optimalisasi pencahayaan dan sirkulasi udara alami yang menciptakan ruang yang nyaman dan berkelanjutan. Tujuan dari re-desain ini adalah untuk melestarikan atau mengenalkan ornamen Majapahit dab meningkatkan pengalaman pengguna terminal dengan menciptakan ruang yang estetis, fungsional, dan berakar pada kearifan lokal Majpahit dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Hasilnya diharapkan dapat menjadi model desain ruang publik yang menghargai sejarah dan budaya, sekaligus responsif terhadap iklim tropis. Kata Kunci: Ornamen Majapahit, Kerajaan Majapahit, Arsitektur Tropis, Re-Desain, dan Terminal Genteng Baru
ANALSIS KENYAMANAN TERMAL DAN PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU DI KAMPUS SUDIRMAN UNIVERSITAS UDAYANA Indraswari, Cantika; Saraswati, Anak Agung Ayu Oka; Susanta, I Nyoman
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4211

Abstract

Abstract:Thermal comfort in campus green open spaces (GOS) plays an important role in supporting the academic and social activities of the academic community, especially in tropical regions such as Denpasar. This study aims to analyze thermal comfort and visitor perceptions of the GOS at Sudirman Campus, Udayana University. The research uses a quantitative approach through the collection of microclimate parameters (air temperature, humidity, wind speed, and surface temperature) and user perception surveys. Comfort data is analyzed using the Temperature Humidity Index (THI), while perception data is analyzed descriptively. The results show that thermal comfort varies significantly between locations. Locations with denser vegetation and natural ground surfaces show lower THI values and higher comfort levels. User perceptions support these findings, indicating that the physical condition of the GOS greatly affects comfort. This study recommends the addition of natural shading elements and increased vegetation as design strategies for GOS that are more responsive to tropical climates Keywords: thermal comfort, green open space, user perception, THI, campus Abstrak: Kenyamanan termal dalam ruang terbuka hijau (RTH) kampus memainkan peran penting dalam mendukung aktivitas akademik dan sosial, khususnya di wilayah tropis seperti Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kenyamanan termal dan persepsi pengunjung terhadap RTH di Kampus Sudirman Universitas Udayana. Data dikumpulkan melalui pengukuran parameter mikroklimat (suhu udara, kelembaban, kecepatan angin, dan suhu permukaan) serta survei persepsi pengguna. Indeks kenyamanan dihitung menggunakan Temperature Humidity Index (THI), sedangkan data persepsi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area dengan tutupan vegetasi yang tinggi dan permukaan alami cenderung memiliki nilai THI yang lebih rendah dan persepsi kenyamanan yang lebih tinggi. Studi ini merekomendasikan penambahan elemen peneduh alami dan peningkatan vegetasi sebagai strategi desain RTH yang responsif terhadap iklim tropis. Kata Kunci: kenyamanan termal, ruang terbuka hijau, persepsi pengguna, THI, kampus  
Membedah Dampak Proyek Icon Bali Mall terhadap Kawasan Peri-Urban dan Komunitas Lokal di Sanur, Denpasar Fadila, Rafida; Irayani, Ni Putu Yesi; Ayuningtyas, Ni Made Prita; Arta, I Dewa Made Ryan Wijaya
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4223

Abstract

Abstract: The development of shopping centers, such as Icon Bali Mall in the Sanur area of Bali, presents both opportunities and challenges for local communities. This study aims to understand the impact of the Icon Bali Mall project on local communities in Sanur's peri-urban area, focusing on social, spatial, economic, and regional development aspects. The research employs a descriptive analytical method with a qualitative approach and comparative case study. Data were collected through interviews, questionnaires, field observations, and document studies. Findings indicate that the Icon Bali Mall project positively and negatively impacts the local community. Positive impacts include increased employment opportunities and income, access to goods and services, infrastructure development, enhanced area image, and opportunities for MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises). Negative impacts encompass rising land and property prices, traffic congestion, pollution, increased crime rates, social inequality, and the erosion of local culture. The development of the Icon Bali Mall has introduced complex consequences for Sanur's local community. Efforts are needed to maximize positive impacts and mitigate negative effects. Such measures include conducting comprehensive studies, empowering local communities, preserving cultural heritage, and fostering coordination among relevant stakeholders. Keywords: Impacts of Development, Icon Bali Mall, Local Community, Peri-Urban, Sanur Abstrak: Pembangunan pusat perbelanjaan, seperti Icon Bali Mall di kawasan Sanur, Bali, menghadirkan peluang dan tantangan bagi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak proyek Icon Bali Mall terhadap masyarakat lokal di kawasan peri-urban Sanur, dengan fokus pada aspek sosial, spasial, ekonomi, dan perkembangan kawasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, observasi lapangan, dan studi dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proyek Icon Bali Mall memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat lokal. Dampak positifnya meliputi peningkatan peluang kerja dan pendapatan, akses terhadap barang dan jasa, infrastruktur, citra kawasan, dan peluang UMKM. Dampak negatifnya meliputi kenaikan harga tanah dan properti, kemacetan, polusi, kriminalitas, kesenjangan sosial, dan hilangnya budaya lokal. Pembangunan Icon Bali Mall menghadirkan dampak kompleks bagi masyarakat lokal Sanur. Upaya sangat penting untuk meningkatkan efek yang menguntungkan dan mengurangi efek samping yang bernilai negatif. Upaya tersebut meliputi kajian mendalam, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan koordinasi antar pihak terkait. Kata Kunci: Dampak Pembangunan, Icon Mall Bali, Masyarakat Lokal, Peri-Urban, Sanur  
Persepsi Permeabilitas Kota Singaraja Menurut Generasi Milenial Ayuningtyas, Prita; Susanta, Nyoman; Yudantini, Ni Made
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4229

Abstract

Abstract: Singaraja City, the capital of Buleleng Regency, plays a strategic role in the historical and spatial development of North Bali. However, the city is currently facing challenges related to accessibility and spatial connectivity, particularly in areas with aging road networks and suboptimal pedestrian infrastructure. These issues reflect a low level of urban permeability, defined as the degree to which urban spaces allow free movement and functional connectivity. This study aims to explore the perceptions of the Millennial Generation toward the level of permeability in Singaraja City, focusing specifically on the Udayana Street corridor, which functions as a hub for education and daily urban mobility. Using a qualitative approach that combines field observation, in-depth interviews, and mental mapping, the study investigates accessibility quality, mobility constraints, and spatial connectivity as experienced by young adults (born 1994–2000). The findings reveal that Millennials are highly aware of the physical conditions of urban spaces, such as the lack of continuous pedestrian paths, poor street lighting, and spatial disconnection across neighborhoods. Although Udayana Street holds a strategic urban function, it is not yet fully supportive of active mobility. This study contributes to the theoretical understanding of urban permeability in medium-sized cities and provides valuable input for urban planners and policymakers to develop inclusive, youth-responsive, and sustainable mobility strategies. Keywords: Urban Permeability, Milennial Generation, Singaraja City Abstrak: Kota Singaraja sebagai ibu kota Kabupaten Buleleng memiliki peran strategis dalam sejarah dan dinamika pembangunan wilayah Bali Utara. Namun, perkembangan kota ini menghadapi tantangan dalam hal aksesibilitas dan keterhubungan ruang, terutama di kawasan dengan jaringan jalan lama dan infrastruktur pejalan kaki yang belum optimal. Permasalahan ini mencerminkan rendahnya tingkat permeabilitas kota, yaitu sejauh mana ruang kota memungkinkan pergerakan bebas dan konektivitas antarfungsi ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi Generasi Milenial terhadap tingkat permeabilitas Kota Singaraja, khususnya di koridor Jalan Udayana yang menjadi pusat aktivitas pendidikan dan mobilitas harian. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan peta mental, penelitian ini menganalisis kualitas aksesibilitas, hambatan mobilitas, dan keterhubungan antar ruang berdasarkan pengalaman generasi muda usia produktif (lahir 1994–2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Milenial memiliki kepekaan terhadap kondisi fisik ruang kota, seperti keterbatasan jalur pejalan kaki, kurangnya penerangan jalan, hingga kesenjangan konektivitas antar kawasan. Kawasan Jalan Udayana dinilai memiliki fungsi strategis, namun belum sepenuhnya ramah terhadap mobilitas aktif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman konsep permeabilitas kota dalam konteks kota sedang, serta menjadi masukan penting bagi perencana kota dan pemangku kebijakan dalam merumuskan kebijakan ruang yang inklusif, responsif terhadap kebutuhan generasi muda, dan mendukung mobilitas berkelanjutan. Kata Kunci: Permeabilitas kota, Generasi Milenial, Kota Singaraja Keywords: Urban Permeability, Milennial Generation, Singaraja City
Kaitan Aspek Non-Fisik Terhadap Pola Hunian di Desa Bali Aga : Desa Sukawana, Kabupaten Bangli Yurika, Ni Luh Putu Listyadewi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4232

Abstract

Abstract:Sukawana Village is one of the Bali Aga villages located in the highland area of Kintamani District, Bangli Regency, Bali. This village possesses distinctive characteristics that set it apart from other villages in Bali. Its uniqueness is reflected in various non-physical aspects, encompassing economic, social, and cultural dimensions, which are rooted in traditional concepts such as Ulu-Apad, Tri Hita Karana, and Kiwa-Tengen. These non-physical values are derived from a belief system inherited from the ancestors of the local community and are still upheld today. Such non-physical conditions significantly influence the settlement patterns and yard arrangements within the traditional village of Sukawana. This study aims to examine the correlation between non-physical aspects—including economic, social, and cultural factors—and the residential patterns in Sukawana Village. The research adopts a qualitative descriptive approach, employing primary data collection methods such as observation, interviews, and documentation, along with secondary data obtained through literature studies. The findings reveal a strong relationship between economic and socio-cultural aspects and the community's settlement patterns, particularly through the implementation of the concepts of Ulu-Apad, Hulu-Teben, Kiwa-Tengen, and Tri Hita Karana, which are deeply embedded in the spatial organization of homes and yards in Sukawana Village. Keyword : Non-Physical Aspects, Occupancy Patterns, Conception, Sukawana Village Abstrak: Desa Sukawana merupakan salah satu Desa Bali aga yang berada di daerah dataran tinggi di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini memiliki keunikan yang membedakannya dengan desa lain yang ada di Bali. Keunikannya dapat dilihat dari aspek non fisik yang mencakup aspek ekonomi, aspek sosial dan budaya yang berlandaskan konsepsi Ulu-Upad, Tri Hita Karana, dan Kiwa-Tengen. Nilai-nilai dari aspek non fisik tersebut didasari oleh sistem kepercayaan yang telah diwarisi oleh para leluhur masyarakat desa setempat yang hingga kini masih dijalankan. Kondisi aspek non-fisik tersebut yang tentunya mempengaruhi pola hunian atau pekarangan di Desa Adat Sukawana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan dari aspek non-fisik yang meliputi aspek ekonomi, sosial dan budaya terhadap pola hunian di Desa Sukawana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta data sekunder dengan studi literatur. Hasil studi menunjukan bahwa adanya keterkaitan antara aspek ekonomi dan sosial budaya terhadap pola hunian masyarakat dengan adanya penerapan konsepsi Ulu-Apad, Hulu-Teben, Kiwa-Tengen serta Tri Hita Karana yang diimplementasikan terhadap pola hunian dan pekarangan masyarakat Desa Sukawana. Kata Kunci:   Aspek Non-Fisik, Pola Hunian, Konsepsi, Desa Sukawana
Studi Transformasi Geometri Secara Struktural Dalam Menciptakan Bentuk Arsitektur Simbolik Halim, Meiko Rahman; Zuhri, Syaifuddin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4233

Abstract

Abstract: Basic geometric forms such as triangles, squares, and circles are not merely ordinary shapes; they can be transformed into architectural configurations that embody both aesthetic value and symbolic meaning. This study examines the transformation of fundamental geometric forms—triangle, square, and circle—into architectural structures that simultaneously convey symbolic expression and structural efficiency. Utilizing the Rhinoceros-Grasshopper platform and the Kiwi3D plugin, each geometry was modeled and numerically tested under static loading conditions using steel as the structural material. Spatial stress distribution was analyzed through RGB color mapping to evaluate performance characteristics. The simulation results demonstrate that each transformed geometry exhibits distinct structural behaviors and symbolic interpretations. The study concludes that the triangular form performs most optimally, integrating symbolic expression, spatial order, and structural performance effectively within large-span architectural design. Keywords: Geometry, Rhinoceros, Symbolic Architecture   Abstrak: Geometri dasar seperti segitiga, persegi, lingkaran bukan hanya sebuah bentuk geometri biasa, namun ia bisa bertranformasi menjadi bentuk arsitektur yang membentuk estetika dan makna simbolik. Penelitian ini mengkaji transformasi bentuk geometri dasar (segitiga, persegi, lingkaran) menjadi bentuk arsitektural yang merepresentasikan makna simbolik sekaligus efisien terhadap beban struktural. Dengan memanfaatkan platform Rhinoceros-Grasshopper dan plugin Kiwi3D, setiap geometri dimodelkan dan diuji secara numerik terhadap beban tetap menggunakan material baja, serta dianalisis melalui peta warna RGB untuk mengidentifikasi distribusi tegangan spasial. Hasil simulasi menunjukkan bahwa setiap bentuk geometri yang telah ditransformasikan memiliki karakteristik dan makna yang berbeda-beda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk segitiga memiliki kinerja paling optimal dalam mengintegrasikan ekspresi simbolik, keteraturan spasial, dan kinerja struktural. Kata Kunci: Geometri, Rhinoceros, Arsitektur Simbolik  
OPTIMALISASI POLA PENATAAN RUANG PADA PASAR TRADISIONAL GEMPOLKEREP, KABUPATEN MOJOKERTO Choirunnisa, Faizah; Avenzoar, Azkia
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4237

Abstract

Abstract: This research is motivated by the condition of Pasar Gempolkerep which affects the productivity of buying and selling transaction activities in it which has an impact on the economy of Gempolkerep Village and its surroundings. The muddy conditions, the irregular position of the traders' kiosks, the location of the market at the entrance to the village make the face of the village look shabby and the buying and selling transactions in it are uncomfortable and irregular. These problems occur due to the confusion of the spatial division zone. Article 28 I paragraph (3) and Article 32 paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia explain that traditional markets are a reflection of local wisdom and part of Indonesian national culture that must be preserved. The existence of the market is very vital for the economic joints of Gempolkererep Village and its surroundings. Most residents depend on their economy on this village market. Because of its very vital function, the village government makes the management of this market a priority, including its arrangement. According to Ching (1996) spatial planning patterns are spatial arrangements that are related to each other according to function, proximity, or circulation flow so that they are organized into spatial patterns that are closely related to each other or coherent. If the spatial pattern or spatial zone is considered appropriate, then the productivity of the community engaged in activities in it will be guaranteed and of course this will have a positive impact on the economy of Gempolkerep Village and its surroundings. The purpose of this study is to evaluate the existing spatial pattern so that it can later produce the right spatial zone for Pasar Gempolkerep. This study uses a method with a qualitative category through location surveys and literature studies. From this study, it is hoped that the spatial zone of Pasar Gempolkerep will be organized so that the productivity of economic activities in it increases and creates better market conditions. Keyword: spatial pattern, traditional market, dry zone, wet zone Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi pasar Gempolkerep yang mempengaruhi produktifitas kegiatan transaksi jual beli didalamnya yang mana berdampak pada ekonomi Desa Gempolkerep dan sekitarnya. Kondisi becek, tak teraturnya posisi kios pedagang, letak pasar pada jalan masuk desa menjadikan wajah desa menjadi kumuh serta transaksi jual beli didalamnya tidak nyaman dan tidak teratur. Permasalahan tersebut terjadi akibat rancunya zona pembagian ruang.  Pasal 28 I ayat (3) dan pasal 32 ayat (1) UUD Republik Indonesia Tahun 1945 menjelaskan bahwa pasar tradisional merupakan gambaran kearifan lokal dan bagian dari kebudayaan nasional Indonesia yang harus dilestarikan. Keberadaan pasar sangat vital bagi sendi perekonomian Desa Gempolkererep dan sekitar. Sebagian besar warga menggantungkan perekonomiannya pada pasar desa ini. Karena fungsinya yang sangat vital maka pemerintah desa menjadikan pengelolaan pasar ini prioritas, termasuk segi penataannya. Menurut Ching (1996) pola tata ruang adalah susunan ruang yang memiliki kaitan satu dengan lainnya menurut fungsi, kedekatan, atau alur sirkulasi sehingga terorganisir menjadi pola – pola bentuk ruang yang berkaitan erat satu sama lain atau koheren. Apabila pola tata ruang atau zona ruang dinilai sudah tepat, maka produktifitas masyarakat yang berkegiatan di dalamnya akan terjamin dan tentu hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Desa Gempolkerep dan sekitar. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pola tata ruang yang ada agar nantinya dapat menghasilkan zona ruang yang tepat bagi Pasar Gempolkerep. Penelitian ini menggunakan metode dengan kategori kualitatif melalui survei lokasi dan studi literatur. Dari penelitian ini diharapkan zona ruang Pasar Gempolkerep tertata sehingga produktifitas kegiatan ekonomi di dalamnya meningkat dan menciptakan kondisi pasar lebih baik. Kata Kunci: pola tata ruang, pasar tradisional, zona kering, zona basah
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS MASYARAKAT DI JALUR PEDESTRIAN JALAN GAJAH MADA DENPASAR DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LIVING Arya, Ngurah; Suartika, Gusti Ayu Made
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4242

Abstract

Abstract: The increasing use of private vehicles in recent years has become a pressing issue, contributing to various negative impact, including rising air pollution and a decline in the number of people walking. Active living refers to the effort to maintain a healthy lifestyle through regular physical activity, such as walking or cycling. Based on the triple-bottom-line theory, the aim of this study one the components that influence people’s behavior to move actively along the Jalan Gajah Mada Denpasar pedestrian path. The study area is located within a commercial zone that experiences significant traffic congestion during peak hours. A mixed-methods approach was employed, combining quantitative and qualitative techniques, including field surveys, interviews, and questionnaires for data collection. The results indicate that the majority of interviewees agreed that walking along the pedestrian path contributes to better health, enhances social well-being, and supports the local economy. However, challenges remain, such as inadequate infrastructure, the presence of parked vehicles on pedestrian paths, and safety concerns. Economic factors emerged as the primary motivator for people to engage in active mobility, while environmental conditions also played a crucial role. This tstudy emphasizes the importance of designing safe and comfortable pedestrian pathways to encourage active movement and ultimately improve quality of life. Further research is recommended to explore policy development and pedestrian design improvements through collaborative efforts with community stakeholders. Keywords: Active life, walking, pedestrian Abstrak: Meningkatnya pengguna kendaraan pribadi belakangan ini menjadi isu yang belakangan ini sering dibahas dan menimbulkan berbagai dampak negatif, salah satunya adalah polusi udara meningkat dan terjadi penurunan jumlah masyarakat yang berjalan kaki. Active living merupakan berusaha untuk tetap menjalani gaya hidup sehat secara rutin setiap hari, misalkan seperti berjalan kaki atau bersepeda. Berdasarkan teori triple-bottom-line, tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari salah satu komponen yang mempengaruhi perilaku masyarakat untuk bergerak aktif di sepanjang jalur pedestrian Jalan Gajah Mada Denpasar. Lokasi ini berada disebuah kawasan komersial dengan tingkat kemacetan tinggi di jam tertentu. Metode yang digunakan adalah kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui survey lapangan, wawancara dan pengumpulan data serta kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas hasil dari wawancara menjawab setuju bahwa berjalan kaki di jalur pedestrian dapat meningkatkan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan sosial serta mendukung ekonomi lokal. Namun, terdapat beberapa tantangan kurangnya fasilitas seperti masih terdapat parkir di jalur pedestrian, dan masalah keamanan yang perlu diperbaiki. Faktor ekonomi menjadi faktor utama bagi masyarakat untuk bergerak aktif, sementara kondisi lingkungan juga berperan penting. Penelitian ini membahas pentingnya merencanakan jalur pedestrian yang aman dan nyaman untuk mendorong masyarakat dalam bergerak lebih aktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Rekomendasi untuk studi lebih lanjut mencakup pengembangan regulasi dan desain pedestrian serta kolaborasi dengan komunitas. Kata Kunci: Active living, berjalan kaki, pedestrian

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue