cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 755 Documents
Implementasi Model Pembelajaran Music Play Based Learning untuk Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di Badaboom Preschool Surabaya Selomitha Bilqis Desfania; Yatim Riyanto
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Music Play Based Learning, mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya, serta menganalisis pengaruh penerapan model tersebut terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di Badaboom Preschool Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas founder, guru, leader music, dan orang tua. Data dikumpulkan mellaui wawancara, obersevasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Music Play Based Learning dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu kegiatan pembuka (circle time), kegiatan inti berupa sensory play berbasis tema, dan kegiatan penutup mellaui goodbye song. Keberhasilan implementasi didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan sarana dan prasarana, keterlibatan orang tua, karakteristik pembelajaran yang menyenangkan, serta antusiasme anak. Adapaun faktor penghambat meliputi proses adaptasi anak terhadap lingkungan baru, hilangnya fokus selama pembelajaran, keterbatasan waktu dalam mengeksplorasi tema, serta kurang optimalnya keterlibatan pendamping. Penerapan model ini memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan sosial emosional anak, ditunjukkan melalui meningkatnya kemampuan berinteraksi, bekerja sama, mengekspresikan emosi, mengikuti aturan, serta tumbuhnya rasa percaya diri selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Proses Experiential Learning dalam Pendidikan Informal Perempuan Neayan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga di Desa Labuhan Kabupaten Lamongan Muyun Nengse; Wiwin Yulianingsih
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan nelayan memiliki peran penting dalam mendukung penguatan ekonomi keluarga melalui aktivitas pengolahan hasil perikanan, salah satunya sebagai buruh penjemur ikan. Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga menjadi ruang berlangsungnya pembelajaran berbasis pengalaman dalam pendidikan informal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses experiential learning dalam pendidikan informal bagi perempuan nelayan serta menganalisis kontribusinya terhadap penguatan ekonomi keluarga di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas perempuan nelayan yang bekerja sebagai buruh penjemur ikan dan pemilik usaha penjemuran ikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses experiential learning berlangsung melalui pengalaman langsung, refleksi, pembentukan pemahaman, dan penerapan pengetahuan dalam aktivitas kerja sehari-hari. Proses tersebut membentuk pengetahuan, keterampilan, kemampuan beradaptasi, dan kemandirian perempuan nelayan. Selain itu, experiential learning berkontribusi terhadap penguatan ekonomi keluarga melalui peningkatan keterampilan, pendapatan, pemenuhan kebutuhan rumah tangga, dukungan terhadap pendidikan anak, serta penguatan peran ekonomi perempuan. Dengan demikian, lingkungan kerja penjemuran ikan menjadi ruang pendidikan informal yang mendukung penguatan ekonomi keluarga.
Pengelolaan Program Vokasional Tata Rias oleh Komunitas Deska Keputrian bagi Pekerja Migran Indonesia di Hongkong Nadya Fajar Savitri; Shobri Firman Susanto
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program vokasional tata rias merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang bertujuan meningkatkan keterampilan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan program vokasional tata rias oleh Komunitas Deska Keputrian di Hong Kong yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program telah dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan pembelajaran secara daring dan luring, serta evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Pengelolaan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan berwirausaha peserta. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan program vokasional tata rias di Komunitas Deska Keputrian telah berjalan dengan baik melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang saling berkesinambungan. Program ini mampu mendukung pengembangan kompetensi vokasional Pekerja Migran Indonesia.
Hubungan antara Minat Belajar dan Prokrastinasi Akademik dengan Hasil Belajar Peserta Didik Progran Kesetaraan Paket C di SKB Negeri Surabaya Shofiyyah Kartikasari Tifantoro; Widodo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dan prokrastinasi akademik dengan hasil belajar kognitif peserta didik Program Kesetaraan Paket C di SKB Negeri Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 54 peserta didik Program Kesetaraan Paket C, dengan sampel sebanyak 53 responden yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi. Hasil uji instrumen menunjukkan bahwa seluruh variabel valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,978 untuk minat belajar, 0,962 untuk prokrastinasi akademik, dan 0,979 untuk hasil belajar kognitif. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, korelasi Pearson Product Moment, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar memiliki hubungan positif dan signifikan dengan hasil belajar kognitif (r = 0,767; p = 0,000). Prokrastinasi akademik memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan hasil belajar kognitif (r = -0,621; p = 0,000). Selain itu, minat belajar dan prokrastinasi akademik secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil belajar kognitif peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan minat belajar dan pengurangan perilaku prokrastinasi akademik perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik Program Kesetaraan Paket C.
Peran Pekerja Sosial Terhadap Kemandirian Sosial Penyandang Disabilitas Mental di Yayasan Panti Rehabilitasi Mental Al-Hafizh Sidoarjo Hawa Attin Syabaini; Sjafiatul Mardliyah
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of social workers as educators in fostering the social independence of individuals with mental disabilities at the Al-Hafizh Mental Rehabilitation Foundation Sidoarjo, examine the supporting and inhibiting factors, and describe the form of social independence achieved by service recipients. This study employed a qualitative approach with a case study design. The informants consisted of foundation leaders, social workers, skills and sports instructors, religious guides, and individuals with mental disabilities undergoing rehabilitation. Data were collected through in-depth interviews, non-participatory and participatory observations, and documentation analysis, and were analyzed using Miles, Huberman, and Saldana's interactive model comprising data condensation, data display, and conclusion drawing. Data validity was tested through source and technique triangulation, extended observation, and member checks. The results revealed that social workers perform their educator role through habituation of daily living activities, structured vocational skill training such as slipper-making and batik ciprat, Ling Tien Kung therapy gymnastics, and spiritual guidance. Supporting factors include strong foundation managerial support, diverse program availability, interprofessional collaboration, clients' internal motivation, and adequate facilities. Inhibiting factors encompass unstable mental conditions, lack of family support, varying learning abilities, low initial motivation, and public stigma. Social workers' educational interventions significantly enhance clients' self-care capabilities, social interaction, teamwork, and readiness for community reintegration.