cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 755 Documents
Implementasi Program Pelatihan Menjahit dalam Mengembangkan Kecakapan Vokasional Warga Belajar di LKP Modes Sri Rejeki Lisa Sukmawati; Sjafiatul Mardiyah
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat pengangguran di Kabupaten Jombang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dan keterampilan yang dimiliki masyarakat. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya pengembangan kecakapan vokasional melalui lembaga pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pelatihan menjahit dalam mengembangkan kecakapan vokasional warga belajar level 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data diperoleh dari pengelola, instruktur, dan warga belajar level 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pelatihan menjahit di LKP Modes Sri Rejeki telah berjalan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan menyusun materi berdasarkan SKL, kebutuhan IDUKA, dan Kemendikbud, serta menyesuaikan jadwal pelatihan dan kesiapan instruktur yang telah memiliki sertifikasi kompetensi dan metodologi. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui kombinasi teori dan praktik dengan penekanan pada praktik menjahit, sedangkan evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui penilaian hasil karya warga belajar. Program pelatihan menjahit telah mampu mengembangkan kecakapan vokasional warga belajar level 2, meliputi pengetahuan keterampilan teknis, sikap kerja, dan kemampuan menghasilkan karya sebagai portofolio kompetensi menjahit. Namun, kemandirian warga belajar dalam mempraktikkan keterampilan masih memerlukan bimbingan instruktur. Faktor pendukung pelatihan meliputi sarana dan prasarana, kompetensi instruktur, dan motivasi belajar, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, kondisi lingkungan belajar, dan motivasi belajar yang fluktuatif. Secara keseluruhan, pelatihan menjahit di LKP Modes Sri Rejeki dinilai telah mendukung pengembangan kecakapan vokasional warga belajar level 2.
Partisipasi Masyarakat Pesisir pada Program Pasar Segoro sebagai Bentuk Pemberdayaan Masyarakat oleh Komunitas Ngayom Jagad di Desa Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik Salwa Hani'ah Nabilah; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the forms of coastal community participation in the Pasar Segoro program and analyze its contribution to local community empowerment. The research was conducted in Campurejo Village, Panceng District, Gresik Regency using a qualitative approach. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Data analysis was conducted thematically to understand community participation in various stages of the program. The results showed that coastal communities actively participated in the planning, implementation, utilization, and evaluation stages of the Pasar Segoro program. This participation was reflected through community involvement as MSME actors, program organizers, supporters, and preservers of local culture. The Pasar Segoro program not only provided economic impacts but also strengthened social solidarity, improved community capacity, and built collective awareness of regional potential among coastal communities. Therefore, Pasar Segoro represents a community-based empowerment model capable of integrating economic, social, and cultural aspects in coastal community development.
Pengalaman dan Pemaknaan Remaja Terhadap Pembelajaran Seksualitas Berbasis Komunitas dalam Program Edukasi Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Fitria Ayu Rahmadika; Rivo Nugroho; Desika Putri Mardiani; Tri Ulya Qodriyati
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexuality education constitutes an important aspect in supporting adolescent development; however, its implementation within community contexts is often influenced by strong social and cultural norms. This condition causes adolescents’ learning experiences to remain insufficiently understood, particularly from their subjective perspectives. This study aims to explore adolescents’ experiences and meaning-making regarding community-based sexuality education. The study employed a qualitative approach with a phenomenological design. The research was conducted within a youth organization in Wedi Village, Gedangan District, involving 15 informants consisting of 10 adolescents as primary informants and 5 supporting informants, including the neighborhood head, youth organization administrators, and community leaders. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis was conducted using thematic analysis based on Braun and Clarke’s framework, supported by triangulation and member checking to ensure data validity. The findings reveal that adolescents tend to interpret sexuality in normative ways, experience conflicts between social values and personal curiosity, and engage in community learning spaces that are not yet fully open and inclusive. These findings indicate that community-based sexuality education is not merely a process of information delivery, but also a social experience shaped by norms, interactions, and adolescents’ subjective meaning-making processes. This study contributes to emphasizing the importance of developing sexuality education approaches that are more dialogical, participatory, and contextual within community environments.
Metode Penyuluhan Pranikah sebagai Upaya Preventif Kasus Perceraian di KUA Kecamatan Sidoarjo Syailatur Rahmah; Rofik Jalal Rosyanafi
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka perceraian menunjukkan bahwa masih banyak calon pengantin yang belum memiliki kesiapan yang memadai dalam menghadapi kehidupan rumah tangga. Bimbingan pranikah dipandang sebagai salah satu upaya preventif untuk membangun kesiapan mental, emosional, dan sosial sebelum memasuki pernikahan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman calon pengantin mengenai hakikat pernikahan setelah mengikuti Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) serta menganalisis metode penyuluhan pranikah yang diterapkan di KUA Kecamatan Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pihak KUA, fasilitator BIMWIN, dan calon pengantin. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti BIMWIN, calon pengantin tidak lagi memandang pernikahan hanya sebagai ikatan formal, tetapi juga sebagai ibadah untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Peserta juga memahami pentingnya komunikasi, kesiapan emosional, kerja sama, dan pengelolaan konflik dalam rumah tangga. Metode penyuluhan yang digunakan dalam BIMWIN meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, ice breaking, dan pemberian contoh kasus dengan pendekatan pembelajaran klasikal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BIMWIN memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun kesiapan calon pengantin sebagai upaya preventif perceraian.
Peran Tutor dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Program Paket A Kelas V di SKB Mojokerto Izzatul Laely Puteri; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning interest is one of the critical factors determining the success of learning in nonformal education, particularly in equivalency programs such as Package A. In the context of nonformal educational institutions, students come from diverse social and economic backgrounds and often lack consistent motivation, making the tutor's role essential. This study aimed to: (1) describe the role of tutors in increasing students' learning interest, (2) identify supporting and inhibiting factors faced by tutors, and (3) explain the efforts undertaken by tutors to overcome obstacles and optimize the learning process at SKB Mojokerto. A qualitative descriptive approach was employed. Subjects included three tutors and eight Package A Class V students at SKB Mojokerto, selected through purposive sampling. Data were gathered during a two-month research period via observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. Validity was ensured through source and technique triangulation. Findings revealed that tutors performed four key roles: motivator, facilitator, mentor, and evaluator. Tutors applied interactive and contextual teaching methods, delivered consistent motivational support, and created a warm, comfortable learning environment. Supporting factors included adequate facilities and positive tutor-student relationships, while inhibiting factors included students' low self-confidence, limited family support, and inconsistent attendance. The tutor's multidimensional role significantly contributed to improving learning interest among Package A students at SKB Mojokerto.
Peran Komunitas Industri Pandai Besi dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga di Desa Ketapangkuning Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Anita Jaya Wulandari; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The blacksmith industry community in Ketapangkuning Village, Ngusikan District, Jombang Regency is a form of community economic activity with significant role in increasing family income. This study aims to analyze the role of the blacksmith industry community in increasing family income. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with 7 informants (blacksmith craftsmen, business owners, spouses of craftsmen, community leaders, and local residents), participant observation of daily production activities, and documentation of production processes and community records. Data analysis followed Miles and Huberman's interactive model through data reduction, data display, and conclusion drawing. Results indicate that the blacksmith industry community plays a key role through employment provision, household economic productivity improvement, and promotion of economic independence. Social solidarity is also reinforced through production cooperation among members. Family income increased by an average of 30% to 50% after joining the community. However, challenges remain in terms of capital limitations, raw material prices, and market competition. Support from local government in capital assistance, product innovation, and digital marketing development is highly needed to sustain and improve the competitiveness of this traditional industry.
Pengelolaan Pelatihan Bahasa Jepang untuk Calon Pekerja Migran Indonesia di LPK Bojonegoro Mendunia Hilda Kusnarni; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan pelatihan Bahasa Jepang bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di LPK Bojonegoro Mendunia yang meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari pengelola, instruktur, dan peserta pelatihan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk memastikan konsistensi data dari berbagai informan dan metode. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pelatihan Bahasa Jepang di LPK Bojonegoro Mendunia secara umum telah menerapkan fungsi manajemen POAC, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Pada aspek perencanaan, lembaga telah memiliki tujuan yang jelas untuk mempersiapkan peserta bekerja di Jepang melalui penguasaan Bahasa Jepang dan kesiapan tes kerja, tetapi belum didukung analisis kebutuhan awal peserta secara sistematis. Pada aspek pengorganisasian, pembagian tugas antara pengelola, tutor, dan peserta telah berjalan, namun masih terpusat pada pengelola utama. Pada aspek pelaksanaan, program telah berjalan melalui pembelajaran bertahap, praktik langsung, pengulangan materi, serta pembinaan disiplin dan mental kerja. Sementara itu, pada aspek pengawasan, evaluasi dilakukan melalui kontrol kehadiran, kedisiplinan, dan perkembangan peserta, tetapi masih terbatas pada evaluasi operasional harian dan belum mencakup evaluasi program secara menyeluruh. Dengan demikian, pengelolaan pelatihan masih perlu ditingkatkan melalui penguatan perencanaan berbasis kebutuhan peserta, pengembangan struktur organisasi, inovasi pelaksanaan, serta evaluasi kelembagaan yang lebih komprehensif agar lebih efektif, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
Implementasi Program Isan Cerdas Entrepreneurship Day dalam Meningkatkan Literasi Finansial Peserta Didik Jenjang Paket C di SPNF PKBM Insan Cerdas Indonesia Belinda Woro Kinanti; Yatim Riyanto
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program insan cerdas entrepreneurship day dalam meningkatkan literasi finansial peserta didik jenjang paket C di SPNF PKBM Insan cerdas indonesia. Program ini dilaksanakan sebagai pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam kegiatan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala PKBM, tutor, dan peserta didik Paket C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan melalui penjualan individu dan bazar bersama yang mampu meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai modal, keuntungan, tabungan, dan pengelolaan keuangan. Pendampingan tutor, dukungan lembaga, serta fasilitas sekolah menjadi faktor pendukung program. Program ini membentuk kemandirian finansial dan pola pikir kewirausahaan peserta didik melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif.
Hubungan Kompetensi Tutor dengan Partisipasi Belajar Peserta Didik Kejar Paket C di UPT SKB Gresik Amelia Okta Rahmadini; Widodo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengkajian hubungan antara kompetensi tutor dalam kaitannya dengan partisipasi belajar peserta didik Kejar Paket C. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kompetensi tutor dengan partisipasi belajar peserta didik Kejar Paket C di UPT SKB Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Lokasi penelitian di UPT SKB Gresik dengan sampel sebanyak 89 peserta didik Kejar Paket C. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert yang telah melalui tahap uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi tutor berada pada kategori sangat baik dengan indikator dominan kemampuan mengembangkanpotensi peserta didik pada dimensi pedagogik, sedangkan partisipasi belajar berada pada kategori baik dengan indikator dominan mengerjakan tugas. Hasil uji korelasi Spearman Rho diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,685 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikandengan tingkat hubungan kuat dengan kontribusi sebesar 46,9%. Analisis korelasi masing-masing dimensi menunjukkan dimensi profesional memiliki hubungan paling kuat sebesar 0,702, pedagogik sebesar 0,626, sosial sebesar 0,518, dan kepribadian sebesar 0,424. Kesimpulan penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kompetensi tutor dengan partisipasi belajar pada tingkat hubungan kuat.
Peran Instruktur Dalam Pelatihan Tari Gambyong Pareanom di Sanggar Tari Candra Kirana Elmi Mufida; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pelatihan tari tradisional sangat dipengaruhi oleh peran instruktur dalam memfasilitasi proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran instruktur sebagai fasilitator pembelajaran dalam pelatihan Tari Gambyong Pareanom di Sanggar Tari Candra Kirana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas instruktur tari, pengelola sanggar, dan peserta didik aktif yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instruktur berperan sebagai fasilitator pembelajaran melalui demonstrasi gerakan secara langsung, latihan bertahap, pengulangan gerakan, koreksi teknis, pengaturan tempo latihan, serta pemberian motivasi kepada peserta didik. Instruktur juga menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan kemampuan dan kebutuhan peserta. Faktor pendukung pelaksanaan peran instruktur meliputi kompetensi instruktur, pengalaman mengajar, fasilitas pelatihan yang memadai, motivasi peserta didik, dan lingkungan belajar yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi ketidakkonsistenan kehadiran peserta didik, perbedaan kemampuan peserta, keterbatasan waktu latihan, menurunnya motivasi belajar, serta kompleksitas gerakan Tari Gambyong Pareanom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran instruktur sebagai fasilitator pembelajaran berkontribusi penting dalam membantu peserta didik menguasai gerakan dasar tari secara bertahap dan mendukung efektivitas pembelajaran pada pendidikan nonformal.