cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 755 Documents
Metode Keteladanan dalam Pembentukan Karakter Religius Santri di TPQ Baitul Makmur Surabaya Adinda Aflakh Al Ulyya; Shobri Firman Susanto
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena degradasi moral pada anak menjadi perhatian serius dalam masyarakat. Pembentukan karakter melalui metode keteladanan dinilai penting untuk memperkuat nilai religius sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metode keteladanan dalam pembentukan karakter religius santri di TPQ Baitul Makmur Surabaya melalui pembiasaan perilaku terpuji, ucapan santun, dan ibadah mahdhah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan koordinator TPQ, pendidik, dan wali santri. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik secara konsisten memberikan keteladanan berupa sikap terpuji, komunikasi santun, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan ibadah. Santri mengamati, meniru, dan membiasakan perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Metode keteladanan mampu membentuk karakter religius berupa disiplin, tanggung jawab, kesantunan, empati, kesadaran spiritual, dan kemandirian beribadah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keteladanan pendidik menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter religius santri karena anak lebih mudah meniru perilaku nyata yang dicontohkan secara konsisten dalam lingkungan sosialnya.
Pelaksanaan Produksi Konten Digital untuk Mencapai Dimensi Profil Lulusan (DPL) pada Peserta Didik Paket A di PKBM Insan Cerdas Indonesia Nur Azkiyah Rofiq Rofiq; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan produksi konten digital untuk mencapai Dimensi Profil Lulusan (DPL) pada peserta didik Paket A di PKBM Insan Cerdas Indonesia. DPL merupakan upaya untuk membentuk karakter pelajar Indonesia yang beriman, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Dalam penelitian ini, produksi konten digital digunakan sebagai sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai DPL melalui proyek-proyek pembelajaran seperti camping, bazaar, pamer karya, dan proyek individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan peserta didik, tutor, dan kepala PKBM. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk melihat keterkaitan antara aktivitas produksi konten digital dengan munculnya nilai-nilai Dimensi Profil Lulusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan produksi konten digital mampu memfasilitasi peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai Dimensi Profil Lulusan. Peserta didik mampu menunjukkan karakter yang bernalar kritis, kreativitas, dan juga kolaborasi selama proses pembuatan konten. Selain itu, proyek-proyek tersebut menjadi media refleksi yang menyenangkan dan bermakna bagi penguatan karakter peserta didik.
Implementasi Metode Pembelajaran Fun Learning dalam Menumbuhkan Minat Belajar Peserta Didik Atlet di PKBM Homeschooling Daya Kreasi Prima Surabaya Angellia Okvita Ningtyas; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was prompted by the circumstances of student-athletes at the PKBM Homeschooling Daya Kreasi Prima in Surabaya, who have a rather demanding training schedule and consequently often experience fatigue, a lack of focus, and a decline in their interest in learning. These circumstances highlight the need for a teaching method capable of creating a learning environment that is enjoyable, flexible, and tailored to the students’ needs. This study aims to describe the implementation of the fun learning method, the learning interest of student-athletes, as well as the supporting and inhibiting factors in the implementation of the fun learning method in fostering the learning interest of student-athletes at the Daya Kreasi Prima Homeschooling PKBM in Surabaya. This study employs a qualitative approach using a case study design, with data collection conducted through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The research subjects consisted of administrators, tutors, and student athletes. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, and also utilized data validity tests, namely credibility, dependability, confirmability, and transferability tests. The research findings indicate that the implementation of the fun learning method involves the stages of preparation, delivery and evaluation of the learning process. This is achieved through a relaxed learning atmosphere, the use of varied learning materials, educational games, quizzes, simple practical exercises, and a tutoring approach tailored to the circumstances of the student-athletes. The students’ interest in learning is evident through their enjoyment, engagement, acceptance of the learning process, and active participation throughout the learning process. Supporting factors include the tutors’ competence, learning media and facilities, support from management, an understanding of the students’ personalities, and a good relationship between tutors and students. Inhibiting factors include the students’ physical condition, fluctuating moods, an unpredictable study schedule, time constraints, demands on the tutor’s creativity, and the potential for monotonous learning. Thus, the fun learning method can foster learning interest among student-athletes if applied flexibly, adaptively, and in accordance with the students’ circumstances.
Implementasi Pendekatan Andragogi untuk Meningkatkan Keterampilan Belajar Kolaboratif Peserta Didik pada Kelas Bahasa Inggris di Komunitas Belajar Studyteen Fanny Martha Roesmayanti; Sjafiatul Mardliyah
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English language learning aims not only to improve students’ language proficiency but also to develop collaborative learning skills that support the learning process. One approach that can facilitate this goal is the andragogical approach, which emphasises learner autonomy, learning experiences, and active participation. Studyteen, a non-formal learning community, implements English language learning through participatory and collaborative activities. This study aims to describe the implementation of the andragogical approach in English language learning, students’ collaborative learning skills, and the role of the andragogical approach in enhancing students’ collaborative learning skills within the Studyteen learning community. This study employed a descriptive qualitative approach. The findings revealed that the implementation of the andragogical approach in English language learning at Studyteen was reflected in voluntary participation, learner-centred learning, the utilisation of learners’ experiences as learning resources, and the tutor’s role as a facilitator. Students’ collaborative learning skills were demonstrated through active participation, individual and group responsibility, meaningful interaction, and the development of social and communication skills throughout the learning process. Furthermore, the andragogical approach contributed to the enhancement of collaborative learning skills by providing learning autonomy, creating a safe and supportive learning environment, and encouraging students to interact and collaborate during English language learning activities.
Pola Asuh Orang Tua dalam Perkembangan Sosial Remaja di Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Desa Kedung Banteng Tanggulangin Sidoarjo Bahirah Naflah Rafilah; Sjafiatul Mardliyah
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parenting styles have a significant influence on shaping the social development of adolescents, especially those involved in social organizations. The purpose of this study was to describe the types of parenting styles implemented by parents and examine their impact on the social development of adolescents who are members of the Muhammadiyah Student Association (IPM) in Kedung Banteng Village, Tanggulangin, Sidoarjo. The method used in this study was a qualitative approach with a descriptive type. The subjects of the study consisted of parents and adolescents who were active members of the IPM organization in Kedung Banteng Village. Data collection was conducted through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the dominant parenting style used by the informants' parents is democratic, although in some specific circumstances, authoritarian and permissive parenting styles are still present. Democratic parenting is characterized by open two-way interactive communication, granting freedom to choose activities accompanied by attention/supervision, and involving children in the decision-making process. The implementation of this democratic parenting style has a significant positive impact on the social development of IPM adolescents. The success of this social development is demonstrated through five main indicators: the ability to interact politely with the environment, skills in building healthy and trust-based interpersonal relationships, the ability to manage conflict wisely, independence in action, and a smooth process of searching for a positive identity through organizational activities.
Implementasi Cultural Informal Education untuk Melerstarikan Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Melalui Tradisi Siraman Sedudo di Desa Ngliman Kabupaten Nganjuk Aqila Rona Al Rifai; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warisan budaya memiliki peran krusial dalam membentuk identitas sosial masyarakat di tengah tantangan arus globalisasi dan modernisasi yang berpotensi mengikis makna filosofis tradisi lokal. Salah satu bentuknya yaitu melalui implementasi cultural informal education yang dilakukan pada tradisi Siraman Sedudo yang dilaksanakan rutin di Desa Ngliman Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan konteks penelitian ini memiliki rumusan masalah yakni berfokus pada implementasi cultural informal education untuk melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat melalui tradisi Siraman Sedudo, nilai-nilai budaya yang diwariskan melalui tradisi Siraman Sedudo, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi digunakan dengan tujuan mengungkap esensi pengalaman hidup (lived experience) para pelaku tradisi. Lokasi penelitian berada di Desa Ngliman Kabupaten Nganjuk. Subjek penelitian terdiri atas tujuh informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi tokoh adat, perangkat desa, penggiat budaya, dan generasi muda. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,   observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis fenomenologi yang dikembangkan oleh Clark Moustakas. Analisis ini dipilih karena penelitian ini berupaya memahami secara mendalam pengalaman, pemaknaan dan implementasi cultural informal education untuk melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat melalui tradisi Siraman Sedudo. Sedangkan uji keabsahan data dalam penelitian ini diuji melalui persistent observation, prolong engagement, triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Siraman Sedudo merupakan bentuk nyata implementasi cultural informal education yang berlangsung secara alami melalui keterlibatan langsung, pembiasaan, keteladanan serta interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai budaya yang diwariskan meliputi nilai spiritual, nilai kebersamaan dan gotong royong, nilai penghormatan kepada leluhur, nilai kebanggaan terhadap budaya lokal serta nilai etika dan sopan santun. Faktor pendukung meliputi loyalitas penuh pemerintah desa, resiliensi kelembagaan adat, konsistensi partisipasi masyarakat, keluarga sebagai agen transmisi nilai-nilai budaya, pemanfaat teknologi dan media sosial serta damapk positif nyata yang dirasakan masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah pergeseran pola pikir masyarakat, munculnya pandangan yang mempertentangkan tradisi dengan agama, intensitas aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, keterbatasan pemahaman tentang tradisi dan faktor alam. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi lembaga adat dan pemerintah desa untuk mengoptimalkan edukasi budaya yang lebih intensif dan adaptif, salah satunya dengan memanfaatkan media digital, membentuk kelompok pemuda pelestari budaya dan mengadakan program pelatihan untuk mengenalkan adat serta budaya lokal yang ada di Desa Ngliman.  
Keterlibatan Orang Tua untuk Menumbuhkan Partisipasi Anak pada Program Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak di GPIB Sejahtera Surabaya Anna Vania Fedora Manuputty; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe parental involvement in supporting children’s participation in the Sunday Worship Service for Children (IHMPA) at GPIB Sejahtera Surabaya, identify the barriers encountered, and examine the impact of such involvement on children’s participation. The study employs a qualitative approach using the case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving parents, children in the program, older siblings in the program, and the PA Ministry Advisory Board.The results indicate that parental involvement manifests through various forms of support, such as preparing and accompanying children to worship, providing motivation, reminding them of activity schedules, supporting spiritual activities, and setting an example in their faith-based lives. Children’s participation is evident through their attendance and active involvement in various IHMPA activities. This study also found that parental involvement influences children’s attendance, active participation, self-confidence, and spiritual growth. However, such involvement still faces several obstacles, such as work commitments, fatigue, and schedule conflicts with family or social activities. This study concludes that parental involvement plays a crucial role in supporting children’s participation in IHMPA activities. Therefore, ongoing collaboration between parents, the PA Ministry Team, and the church is necessary to support children’s spiritual growth.
Hubungan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Tutor dengan Motivasi Belajar Siswa pada Ekstrakurikuler English Club di SMK Negeri 5 Surabaya Nasywa Hanin Amany; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya variasi motivasi belajar siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler English Club serta pentingnya keterampilan komunikasi interpersonal tutor dalam mendukung proses pembelajaran dan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan komunikasi interpersonal tutor dengan motivasi belajar siswa pada kegiatan ekstrakurikuler English Club di SMK Negeri 5 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 42 siswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen diuji kepada 30 responden di luar populasi penelitian dan dinyatakan valid (r hitung > 0,361) serta reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,937 pada variabel keterampilan komunikasi interpersonal tutor dan 0,945 pada variabel motivasi belajar siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank setelah melalui uji prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara keterampilan komunikasi interpersonal tutor dengan motivasi belajar siswa (r = 0,692; p = 0,000 < 0,05) dengan tingkat hubungan yang kuat.
Implementasi Program Double Track Kursus Tata Rias untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Siswa di SMAN 1 Kedungadem Ruri Amalia Andriani; Widodo Widodo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka pengangguran lulusan SMA yang disebabkan oleh minimnya keterampilan kerja dan jiwa kewirausahaan. Program double track hadir sebagai solusi dengan mengintegrasikan pendidikan akademik dan pelatihan keterampilan vokasional, salah satunya di bidang tata rias. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program double track kursus tata rias dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa di SMAN 1 Kedungadem, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program double track tata rias di SMAN 1 Kedungadem meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang berjalan cukup baik. Pelaksanaan program menekankan pada pembelajaran praktik langsung (learning by doing) yang mampu meningkatkan keterampilan teknis sekaligus membentuk sikap kewirausahaan seperti percaya diri, kreatif, mandiri, dan berani mengambil risiko. Faktor pendukung program meliputi dukungan sekolah, kompetensi instruktur, ketersediaan sarana prasarana, serta kerja sama dengan dunia usaha dan industri. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, waktu pelatihan yang terbatas, serta perbedaan motivasi siswa.
Peran Komunitas Membaca Soerabaca Bookclub dalam Menumbuhkan Literasi Digital Masyarakat di Kota Surabaya Calista Sabina; Rofik Jalal Rosyanafi
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi digital menjadi salah satu kompetensi esensial yang perlu dimiliki masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Meskipun demikian, kemampuan literasi digital masyarakat Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, khususnya dalam aspek berpikir kritis, kemampuan memverifikasi informasi, serta pemanfaatan teknologi digital secara produktif dan bertanggung jawab. Komunitas membaca memiliki potensi untuk berfungsi sebagai ruang pendidikan nonformal yang dapat mendukung penguatan literasi digital melalui proses pembelajaran yang berlangsung secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Komunitas Soerabaca Bookclub dalam menumbuhkan literasi digital masyarakat di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian berada di Komunitas Soerabaca Bookclub Surabaya, dengan informan yang terdiri atas pengelola dan anggota komunitas yang dipilih secara purposive. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Soerabaca Bookclub memiliki karakteristik sebagai ruang pendidikan sepanjang hayat yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan. Praktik literasi digital dalam komunitas tercermin melalui aktivitas pencarian, pemanfaatan, evaluasi, serta penyebaran informasi dengan memanfaatkan berbagai media dan platform digital. Proses pengembangan literasi digital berlangsung melalui pembiasaan, interaksi sosial, budaya diskusi, dan penggunaan media digital dalam aktivitas komunitas. Keterlibatan anggota dalam komunitas turut mendorong terjadinya perubahan pola pikir yang ditunjukkan melalui meningkatnya kemampuan berpikir kritis, kesadaran dalam melakukan verifikasi informasi, serta sikap yang lebih terbuka terhadap beragam sudut pandang. Dengan demikian, Komunitas Soerabaca Bookclub berperan sebagai ruang pendidikan nonformal yang mendukung penguatan literasi digital masyarakat melalui penerapan prinsip-prinsip pendidikan sepanjang hayat.