cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 755 Documents
Implementasi Pelatihan Make Up Artist (MUA) untuk Meningkatkan Keterampilan Vokasional pada Peserta di Mefaza MUA Pandaan devi ghina; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This training is a form of non-formal education that plays a crucial role in improving participants' vocational skills, particularly in the beauty industry as Make-Up Artists (MUAs). By participating in MUA training, participants not only gain insight into makeup but also gain practical experience that can serve as a starting point for developing skills in the beauty industry, both for personal needs and as a foundation for identifying career opportunities and businesses in makeup services. This research employed a qualitative approach with descriptive methods. The subjects included the owner, instructors, and training participants at Mefaza Mua Pandaan. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was tested through source and technique triangulation. The findings of this study indicate that the implementation of Make-Up Artist (MUA) training at Mefaza Mua Pandaan was carried out through the planning and implementation stages. Supporting factors for the training included adequate facilities, experienced instructors, and a conducive learning environment. Meanwhile, the obstacles faced included differences in participant abilities, time constraints, and difficulty in understanding certain make-up techniques.
Hubungan Antara Pola Pengasuhan Demokratis dengan Perkembangan Sosial Emosioal Anak Usia Dini di Daycare Kelurahan Kedungkandang Kota Malang dila ardilla; Desika Putri Mardiani
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perkembangan sosial emosional anak usia dini yang dipengaruhi oleh pola pengasuhan di daycare sebagai lingkungan pengasuhan kedua setelah keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pengasuhan demokratis dengan perkembangan sosial emosional anak usia dini di Daycare Kelurahan Kedungkandang Kota Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 53 orang tua anak pada tiga daycare di Kelurahan Kedungkandang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi  Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,618 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat hubungan positif dan signifikan antara pola pengasuhan demokratis dengan perkembangan sosial emosional anak usia dini. Semakin baik pola pengasuhan demokratis diterapkan, maka perkembangan sosial emosional anak juga semakin baik.
Hubungan Emotional Intelligence dengan Learning Outcomes Pendidikan Kesetaraan Paket A sofiyyah Salma; Yatim Riyanto
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and the learning outcomes of students in the Package A Equivalency Education program at PKBM Budi Utama in Surabaya. This study employs a quantitative approach with a correlational design. The study population consisted of 86 students, comprising 46 students as the research sample and 40 others used for instrument validation. Data collection was using a Likert scale questionnaire to measure students’ emotional intelligence, while academic achievement data was obtained through documentation study of students’ grades. Data analysis utilized the Pearson Product-Moment correlation test with the aid of SPSS. The research hypothesis posited a positive relationship between emotional intelligence and the learning outcomes of students in the Equivalency Education Program Package A. The results of the hypothesis test revealed a correlation coefficient of 0.676 with a significance level of 0.000, leading to the acceptance of Ha and the rejection of the H0. The strength of the relationship falls into the strong category, indicating that an increase in emotional intelligence tends to be followed by improvement in students’ learning outcomes. This study concludes that emotional intelligence has a significant relationship with the learning outcomes of students in the Equivalency Education Package A program at PKBM Budi Utama in Surabaya.
Pengelolaan Sekolah Ndeso Berbasis Kearifan Lokal dalam Mendukung Program TAR (Tumbuh, Alami, dan Rayakan) Nova Lianasari; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of globalization and modernization has reduced younger generations' interest in local culture and local wisdom. This condition has encouraged the need for non-formal education that utilizes local wisdom as a learning resource. One such initiative is Sekolah Ndeso, a local wisdom-based non-formal educational institution that develops educational tourism activities through the TAR Program (Grow, Experience, and Celebrate). This study aimed to analyze the management of Sekolah Ndeso in supporting the TAR Program, focusing on the planning, implementation, and evaluation processes. This study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, and were analyzed using Miles and Huberman's interactive data analysis model, which includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that the planning process involved analyzing the needs of students and partner schools, designing local wisdom-based learning activities, planning human resources, providing facilities and infrastructure, and developing funding and partnerships. The implementation was carried out through the Grow, Experience, and Celebrate stages, supported by coordination between managers and facilitators, as well as promotional strategies and communication with partner schools. Evaluation was conducted through internal discussions, reflection on program implementation, and the utilization of feedback from participants and accompanying teachers as the basis for improving both the program and institutional management. These findings demonstrate that Sekolah Ndeso systematically implements local wisdom-based non-formal education management, thereby supporting the implementation of the TAR Program as a contextual, participatory, and experiential learning approach.
Penerapan Metode Play-Based Learning dalam Menstimulasi Pemahaman Warna dan Nama Teman Sebaya pada Anak Usia 3-4 Tahun di TPA Baureno Nurul Azizah; Shobri Firman Susanto
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi alpha tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang memengaruhi cara belajar dan berinteraksi. Kondisi ini menyebabkan sebagian anak usia dini masih mengalami kesulitan memahami warna dan mengenal nama teman sebaya. TPA berperan tidak hanya sebagai tempat pengasuhan, tetapi sebagai lingkungan belajar yang mendukung stimulasi perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode play-based learning untuk menstimulasi pemahaman warna dan nama teman sebaya pada anak usia 3-4 tahun serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, serta uji kredibilitas, transferabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan penerapan metode play-based learning dilaksanakan melalui tahap pembukaan, inti, dan penutup. Faktor pendukung meliputi dukungan pengasuh dan orang tua, media bermain, serta lingkungan belajar, faktor penghambat meliputi proses adaptasi anak, perbedaan minat dan kemampuan, keterbatasan fokus. Simpulan menunjukkan bahwa penerapan play-based learning melalui berbagai aktivitas bermain mampu menstimulasi pemahaman warna dan pengenalan nama teman sebaya. Pelaksanaannya bersifat fleksibel, menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan anak, sehingga menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna serta mendukung perkembangan kognitif dan sosial secara optimal.
Peran Pekerja Sosial Melalui Program Sekolah Budaya dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Eks-Lokalisasi Dolly Surabaya Kezia Syafa Zahrani; Desika Putri Mardiani
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pekerja sosial melalui Program Sekolah Budaya dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di eks-lokalisasi Dolly Surabaya. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri sebagian anak akibat stigma sosial, kondisi lingkungan, dan keterbatasan dukungan yang memengaruhi perkembangan sosial-emosional mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di Program Sekolah Budaya eks-lokalisasi Dolly Surabaya. Subjek penelitian terdiri atas enam informan yang meliputi pendamping Program Sekolah Budaya dan relawan yang terlibat secara langsung dalam proses pendampingan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja sosial menjalankan empat peran utama, yaitu sebagai fasilitator dengan menyediakan ruang belajar dan kegiatan yang mendukung pengembangan potensi anak, sebagai motivator melalui pemberian dorongan dan penguatan positif, sebagai konselor dengan memberikan pendampingan emosional sesuai kebutuhan anak, serta sebagai mediator yang membangun kerja sama dengan orang tua, masyarakat, dan berbagai pihak pendukung program. Keberhasilan program didukung oleh kolaborasi antara keluarga, masyarakat, komunitas, dan relawan, sedangkan hambatan yang dihadapi meliputi perbedaan karakter anak, rendahnya rasa percaya diri sebagian anak, serta keterbatasan komunikasi dengan orang tua. Secara keseluruhan, Program Sekolah Budaya berperan positif dalam meningkatkan keberanian anak untuk tampil, berpendapat, berpartisipasi aktif, dan mengekspresikan diri secara lebih percaya diri.
Pengaruh Partisipasi Orang Tua dalam Kegiatan Posyandu Balita Terhadap Status Gizi Balita di Desa Somoroto Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo Laila Hanifatun Nisa; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi status gizi balita adalah partisipasi orang tua dalam kegiatan posyandu. Meskipun kegiatan posyandu di Desa Somoroto Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo telah dilaksanakan secara rutin, tingkat partisipasi orang tua masih bervariasi sehingga berpotensi memengaruhi keberhasilan pemantauan pertumbuhan dan pemenuhan gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi orang tua dalam kegiatan posyandu terhadap status gizi balita di Desa Somoroto Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 242 balita, dengan sampel sebanyak 71 orang tua yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui angket partisipasi orang tua, pengukuran status gizi balita (berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala), observasi, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan bantuan SPSS melalui uji deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon Signed Rank Test, dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada berat badan dan tinggi badan balita (p<0,05), sedangkan lingkar kepala tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa partisipasi orang tua berpengaruh signifikan terhadap berat badan dan tinggi badan balita dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa partisipasi orang tua dalam kegiatan posyandu berpengaruh signifikan terhadap peningkatan status gizi balita. Semakin tinggi partisipasi orang tua dalam pemantauan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizi anak, maka semakin baik status gizi balita yang dicapai.
Implementasi Pelatihan Bela Diri dalam Mengembangkan Keperecayaan Diri Remaja di Paguyuban Perisai Diri Ranting Gondangwetan Kabupaten Pasuruan Hasri Wahyu Mulia Sari; Widodo Putri Mardiani
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pentingnya pengembangan kepercayaan diri pada remaja sebagai salah satu faktor yang mendukung perkembangan pribadi dan kemampuan berinteraksi dalam lingkungan sosial. Salah satu kegiatan yang dapat memfasilitasi perkembangan tersebut adalah pelatihan bela diri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan bela diri dalam membentuk pengalaman belajar remaja pada pengembangan kepercayaan diri, mengkaji peran pelatih, metode latiham, dan interaksi sosial dalam mendukung tumbuhnya kepercayaan diri, serta mengidentifikasi perubahan sikap, perilaku, dan keyakinan diri peserta seletha mengikuti pelatihan bela diri di Paguyuban Perisai Diri Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Paguyuban Perisai Diri Kota Pasuruan dengan melibatkan pelatih dan peserta latihan sebagai informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjamin validitas data, peneliti menerpakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data yag diperoleh dianlaisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan bela diri mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna dalam mendukung pengembangan kepercayaan diri remaja melalui keterlibatan aktif peserta pada setiap kegiatan pelatihan. Peran pelatih, penerapan metode latihan yang terstruktur, serta interaksi sosial yang positif antar peserta terbukti menjadi faktor yang mendukung berkembangnya kepercayaan diri. Selian itu, peserta mengalami perubahan positif pada aspek sikap, perilaku, dan keyakinan diri yang ditunjukkan mellaui meningkatnya keberanian, kedisiplinan, kemampuan mengendalikan diri, sikap optimis, serta keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan bela diri di Paguyuban Perisai Diri Kota Pasuruan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kepercayaan diri dan perkembangan psikologis remaja.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat melalui Kader Surabaya Hebat dalam Meningkatkan Partisipasi Warga pada Program Posyandu Keluarga Zhafira Naya Sofya; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan Program Posyandu Keluarga (Posga). Namun, keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok usia produktif dan remaja, masih tergolong rendah akibat keterbatasan waktu, kurangnya kesadaran, serta penyebaran informasi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat yang diterapkan oleh Kader Surabaya Hebat (KSH) dalam pelaksanaan Program Posyandu Keluarga serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi partisipasi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan yang terdiri atas kader KSH, petugas Puskesmas Kedungdoro, serta masyarakat peserta Posga. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui penyadaran, pengembangan kapasitas, pendampingan masyarakat, serta mobilisasi sosial. Faktor pendukung meliputi kompetensi kader, dukungan Puskesmas dan Kelurahan, serta kerja sama antar pemangku kepentingan. Faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu masyarakat, rendahnya kesadaran sebagian warga, dan keterbatasan sarana pendukung. Strategi tersebut mampu meningkatkan kehadiran masyarakat, kesadaran hidup sehat, dan partisipasi warga dalam kegiatan Posga. Dengan demikian, KSH memiliki peran strategis dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan Program Posyandu Keluarga.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Tahfidz Al-Qur'an dengan Metode Tabarak di Rumah Tahfidz Athfaaluna Cabang 2 Surabaya Alfira Rizky Rahmadina; Rofik Jalal Rosyanafi
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran orang tua dalam mendukung tahfidz Al-Qur'an melalui Metode Tabarak di Rumah Tahfidz Athfaaluna Cabang 2 Surabaya. Metode Tabarak menekankan pengulangan mendengarkan murattal, bimbingan talaqqi oleh ustadzah, serta muraja'ah lanjutan di rumah dengan pendampingan orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan subjek 4 ustadzah dan 4 siswa, serta informan 8 orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan aktif dalam mendampingi muraja'ah anak, memberikan motivasi dan apresiasi, serta menjalin komunikasi dengan ustadzah melalui forum orang tua yang diselenggarakan secara berkala. Keterlibatan orang tua tidak lepas dari tantangan, seperti keterbatasan waktu akibat pekerjaan, minimnya pemahaman tentang metode hafalan, serta kesulitan menjaga konsistensi anak. Keterlibatan aktif orang tua terbukti meningkatkan kelancaran, ketepatan tajwid, dan ketahanan hafalan anak, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Metode Tabarak tidak hanya bergantung pada strategi ustadzah, tetapi juga pada partisipasi aktif orang tua dalam mendukung proses hafalan di rumah.