cover
Contact Name
Asep Rahman
Contact Email
admin@ybli.or.id
Phone
+6281527083919
Journal Mail Official
aseprahman@ybli.or.id
Editorial Address
Jalan Lentera, Lingkungan 2, Kelurahan Pandu
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Lentera Sehat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29619297     DOI : https://doi.org/10.57207/jlsi.tbyxgx11
Core Subject : Health,
Jurnal Lentera Sehat Indonesia (JLSI) adalah sebuah jurnal ilmiah yang berfokus pada isu-isu kesehatan di Indonesia. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi platform bagi para akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, dan pembuat kebijakan untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan praktik terbaik dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Lingkup dan fokus dari Jurnal Lentera Sehat Indonesia memfokuskan pada berbagai aspek kesehatan, termasuk tapi tidak terbatas pada epidemiologi, pencegahan penyakit, promosi kesehatan, pengobatan, manajemen rumah sakit, kebijakan kesehatan, dan aspek lain yang relevan dengan konteks kesehatan Indonesia.
Articles 46 Documents
Analisis Manajemen Program Pengelolaan Penyakit Kronis Prolanis BPJS Kesehatan di Puskesmas Kakas Kabupaten Minahasa Wenda, Neto; Manoppo, Jonesius Eden; Mamuaja, Prycilia Pingkan; Pongoh, Lucyana Leonita
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jgv0ax38

Abstract

ABSTRACT The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is a BPJS Health initiative designed to improve the quality of life of patients with chronic diseases, particularly hypertension and diabetes mellitus, through continuous promotive and preventive services. However, in Kakas Health Center, Minahasa Regency, participant attendance remains low, with visit rates below 50%. This study aims to analyze the management of the Prolanis program, including aspects of planning, organizing, implementation, and supervision. This research employed a descriptive qualitative method with a phenomenological approach. The informants consisted of the Head of the Health Center, Prolanis officers, and program participants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that planning had been conducted through annual and monthly evaluations, with organization involving multidisciplinary health workers. The implementation covered medical check-ups, health education, exercise, and home visits. However, participation remained low due to limited education and motivation among participants. Supervision mainly focused on attendance rather than clinical outcomes. In conclusion, Prolanis at Kakas Health Center has been implemented but not yet optimal, requiring improved health education, innovative program activities, and stronger inter-sectoral coordination. Keywords: Prolanis, Management, Chronic Disease, Health Center. ABSTRAK Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program BPJS Kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang penyakit kronis, khususnya hipertensi dan diabetes melitus, melalui kegiatan promotif dan preventif secara berkesinambungan. Namun, di Puskesmas Kakas Kabupaten Minahasa, tingkat partisipasi peserta masih rendah dengan kunjungan di bawah 50%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pelaksanaan Prolanis yang mencakup aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan program. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Puskesmas, petugas pelaksana Prolanis, dan peserta program. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Prolanis telah dilakukan melalui rencana kerja tahunan dan evaluasi bulanan. Pengorganisasian melibatkan tenaga kesehatan multidisiplin, sedangkan pelaksanaan kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi kelompok, senam, dan home visit. Namun, tingkat partisipasi peserta masih rendah akibat kurangnya edukasi, sosialisasi, dan motivasi masyarakat. Pengawasan program lebih berfokus pada jumlah kehadiran dibanding capaian indikator klinis. Kesimpulan dari penelitian ini Prolanis di Puskesmas Kakas telah berjalan namun belum optimal, sehingga diperlukan peningkatan edukasi, inovasi kegiatan, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Kata Kunci: Prolanis, Manajemen, Penyakit Kronis, Puskesmas.  
Pemeriksaan Skrining dan Edukasi Kesehatan Mental pada Lansia di Arama Kebun Kesadaran Kolongan Herdy Munayang; Angelina Stevany Regina Masengi; Cicilia Pali
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jlsi.v5i1.01

Abstract

The understanding of elderly and temple administrators regarding the difference between normal emotional changes due to aging and mental disorders requires attention. Using the Training Management Cycle method (assessment, design, implementation, and evaluation), the team screened 15 elderly residents using the SRQ-29 and GDS-15 instruments and provided them with progressive muscle relaxation training. The screening results indicated that some elderly residents experienced symptoms of anxiety, mild depression, and even PTSD. Despite this, all participants successfully mastered the relaxation techniques independently. In conclusion, routine screening in places of worship communities is highly effective in detecting mental health issues that are often not visible from the outside.
Literature Review: Faktor Sosial, Lingkungan, dan Perilaku Sebagai Risiko Demam Berdarah Dengue M. Khalil Syawie; I Dewa Rai Sintiadewi; Tarina Zahratun Nisa; Asep Rahman; Ribka Elisabeth Wowor
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jlsi.v5i1.02

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. World Health Organization melaporkan peningkatan kasus DBD dari 505.430 pada tahun 2000 menjadi 14,6 juta kasus pada tahun 2024. Di Indonesia, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, DBD merupakan penyakit endemik dengan prevalensi nasional sebesar 0,64%. Kejadian DBD dipengaruhi oleh interaksi faktor sosial, lingkungan, dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian DBD dari aspek lingkungan, perilaku, dan sosial. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan menelaah artikel ilmiah dari Google Scholar berdasarkan kriteria publikasi tahun 2017–2024, berbahasa Indonesia dan Inggris, serta relevan dengan faktor risiko DBD. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor sosial (pendidikan, pendapatan, pekerjaan), lingkungan (kepadatan hunian, genangan air, wadah penampungan), dan perilaku (PSN, menggantung pakaian, kebersihan lingkungan) saling berkontribusi terhadap peningkatan risiko DBD, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang terpadu.
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Lansiadi Desa Kasuratan Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa Kamuh, Angel Carolina; Adam, Hilman; Maino, Irny Evita
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/4cag6e49

Abstract

Menua merupakan tahap yang paling terakhir yang dimana banyak perubahan yang terjadi mulai dari kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial dan hubungan dengan lingkungan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup lansia di Desa Kasuratan Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa pada bulan mei-juni tahun 2025. Metode Penelitian dilakukan secara kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ditentukan dengan rumus Lemenshow yaitu 73 lansia usia diatas 60 tahun di Desa Kasuratan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling menggunakan Variabel bebas aktivtas fisik dan variabel terikat Kualitas Hidup. Instrumen yang digunakan yaitu WHOQOL dan IPAQ. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Chi Square (α = 0,05). Penelitian ini mendapatkan hasil analisis chi square yaitu Aktivitas fisik dengan Kualitas hidup domain fisik, domain Psikologis, domain Hubungan Sosial, dan  domain didapati hasil > 0,05. Kesimpulan penelitian yaitu Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia di desa kasuratan kecamatan remboken kabupaten minahasa dengan nilai p>0,05.
Hubungan Antara Persepsi Mutu Jasa Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kawangkoan Kabupaten Minahasa Malintoi, Christiano; Kolibu, Febi; Tucunan, Ardiansa
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/v4czj779

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas sistem layanan di tingkat primer, karena persepsi pasien terhadap mutu pelayanan sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kawangkoan, Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain cross-sectional, menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik purposive sampling terhadap 106 pasien rawat jalan yang memenuhi Kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dikembangkan berdasarkan lima dimensi SERVQUAL: bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Rank untuk melihat hubungan antara persepsi mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai mutu pelayanan dalam kategori baik (75,5%) dan menyatakan sangat puas terhadap pelayanan yang diterima (76,4%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi mutu pelayanan dan tingkat kepuasan pasien (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin positif persepsi pasien terhadap mutu pelayanan yang diberikan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dirasakan. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan mutu pelayanan berbasis kebutuhan pasien, yang dapat diimplementasikan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, fasilitas, serta komunikasi interpersonal di Puskesmas. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tingkat pertama dan mendorong pencapaian derajat kesehatan yang optimal.
Hubungan antara Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur Peserta Didik SMP Kristen Taratara Rares, Jeanvili Fabiola; Rahman, Asep; Adam, Hilman
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/rxfmrw43

Abstract

Smartphone kerap dipakai secara berlebihan, sehingga menimbulkan berbagai dampak negatif yang dapat mengganggu kesehatan dan kehidupan sehari-hari, terutama terkait dengan kualitas tidur. Smartphone merupakan perangkat dengan sistem operasi dan kemampuan yang lebih signifikan untuk menjelajahi internet dan komunikasi online dilengkapi dengan Bluetooth, WiFi, dan koneksi USB. Kualitas Tidur adalah tingkat kepuasan individu mengenai pengalaman tidur mereka, yang mencakup elemen seperti proses masuk tidur, kemampuan untuk tetap tidur, jumlah waktu tidur, dan rasa segar saat bangun. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kecanduan smartphone dengan kualitas tidur peserta didik SMP Kristen Taratara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian non-eksperimental yang bersifat korelasional menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan di SMP Kristen Taratara pada bulan Mei sampai Juli 2025. Hasil penelitian menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone dan kualitas tidur dengan p-value 0,005 (<0,01) dan nilai keofisien korelasi sebesar 0,330. Hubungan ini tergolong pada kategori cukup dan memiliki arah positif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Sebagian besar peserta didik di SMP Kristen Taratara memiliki tingkat kecanduan Smartphone yang tinggi dan juga kualitas tidur yang kurang dan terdapat hubungan antara kecanduan smartphone dengan kualitas tidur peserta didik SMP Kristen Taratara.