cover
Contact Name
Asep Rahman
Contact Email
admin@ybli.or.id
Phone
+6281527083919
Journal Mail Official
aseprahman@ybli.or.id
Editorial Address
Jalan Lentera, Lingkungan 2, Kelurahan Pandu
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Lentera Sehat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29619297     DOI : https://doi.org/10.57207/jlsi.tbyxgx11
Core Subject : Health,
Jurnal Lentera Sehat Indonesia (JLSI) adalah sebuah jurnal ilmiah yang berfokus pada isu-isu kesehatan di Indonesia. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi platform bagi para akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, dan pembuat kebijakan untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan praktik terbaik dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Lingkup dan fokus dari Jurnal Lentera Sehat Indonesia memfokuskan pada berbagai aspek kesehatan, termasuk tapi tidak terbatas pada epidemiologi, pencegahan penyakit, promosi kesehatan, pengobatan, manajemen rumah sakit, kebijakan kesehatan, dan aspek lain yang relevan dengan konteks kesehatan Indonesia.
Articles 41 Documents
Upaya Peningkatan Pengetahuan Terkait Gizi Seimbang dan Pemeriksaan Status Kesehatan pada Peserta Prolanis PRO-KITA Musa, Ester Candrawati; Rumayar, Adisti A; Tahulending, Jane
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/p6460n79

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, berkontribusi pada 71% kematian di dunia. Di Sulawesi Utara, PTM seperti kanker, diabetes, dan hipertensi mengalami peningkatan prevalensi. Salah satu strategi dalam manajemen PTM adalah Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), yang berfokus pada deteksi dini, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat. Klinik PRO-KITA di Manado merupakan bagian dari Prolanis yang bertujuan untuk mengurangi beban PTM di komunitas. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan pada 28 September 2024, di Gedung Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulangi, Manado. Metode yang digunakan mencakup ceramah mengenai gizi seimbang dan PTM, diskusi interaktif, serta pemeriksaan kesehatan (lingkar pinggang, kadar asam urat, dan kadar gula darah). Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan sesudah kegiatan. Dari 22 peserta yang berpartisipasi, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 36,4% berisiko mengalami sindrom metabolik, 45,5% mengalami hiperurisemia, dan 9,1% memiliki kadar gula darah yang mengindikasikan diabetes. Evaluasi pengetahuan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memahami konsep gizi seimbang dan pentingnya pengelolaan gizi untuk pencegahan PTM. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan pengetahuan peserta mengenai gizi seimbang dan manajemen PTM. Hasil pemeriksaan kesehatan juga memberikan kesadaran dini terhadap kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Program ini menunjukkan potensi yang kuat dalam memberdayakan masyarakat lansia untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku.
Keteladanan sebagai Strategi Rekayasa Sosial dalam Meningkatkan Perilaku Bersih di Area Makan Publik Nurmidin, M Fadhel; Maino, Irny Evita; Sihombing, Yolanda A.; Pakasi, Karunia; Hati, Orvin N.; Parinding, Reva F.; Avriline, Yossi Dea; Tanggang, Stela C. Br; Purba, Andriana Chaniago; Parengkuan, Misia F. O.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/xn7zfm55

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di ruang publik melalui pendekatan rekayasa sosial berbasis keteladanan. Tujuh mahasiswa berperan sebagai model perilaku bersih di area makan publik tanpa memberikan instruksi langsung kepada pengunjung. Strategi yang dilakukan meliputi mencuci tangan, membersihkan meja, dan merapikan kursi setelah makan. Observasi menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung mulai meniru perilaku tersebut, meskipun tingkat respons bervariasi. Prinsip liking, commitment & consistency, dan social proof terbukti efektif dalam membentuk perilaku. Keterbatasan teknis pada dokumentasi menjadi catatan penting untuk perbaikan kegiatan sejenis di masa mendatang. Temuan ini menegaskan bahwa keteladanan adalah strategi yang potensial dalam mengubah norma sosial menuju perilaku sehat secara kolektif di ruang publik.
Senam Sosial sebagai Strategi Rekayasa Sosial untuk Meningkatkan Aktivitas Fisik dan Solidaritas Masyarakat Rahman, Asep; Adam, Hilman; Wenas, Crifianny P.; Bolung, Alva T.; Sendouw, Gloria J.; Tarigan, Titra M. Serafim; Kaeng, Mayumi K.; Arbie, Astrid R.; Tumangken, Trivena E.; Tumewu, Ekklesia S.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/dk79dr53

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik dan solidaritas sosial melalui pendekatan rekayasa sosial berbasis senam sosial. Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Olahraga KONI Sario, Manado, dengan melibatkan metode nonverbal seperti flash mob dan penggunaan musik dinamis untuk menarik partisipasi tanpa instruksi langsung. Meskipun partisipasi langsung masih terbatas, keterlibatan satu individu secara sukarela menunjukkan indikasi awal efektivitas pendekatan ini. Strategi ini tidak hanya mendorong perilaku hidup aktif, tetapi juga membangun ruang interaksi sosial yang inklusif. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa senam sosial dapat menjadi metode yang inovatif dalam promosi kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan sosial antaranggota komunitas.
Penyuluhan Kesehatan dengan Health Belief Model pada Pasien Hipertensi Pondaag, Ferlan Ansye; Sembiring, Erika Emnina; Pontoh, Fransisca Joanet
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/my5e0y15

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang masuk dalam 10 besar penyakit kronis di Indonesia dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Selain dapat menyebabkan kematian, hipertensi juga dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung dan penyakit ginjal . Untuk mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi perlu adanya pemahaman dan pengambilan keputusan yang tepat sehingga orang yang beresiko mengalami hipertensi dapat melakukan pencegahan dan bagi penderita dapat melakukan menajemen penyakit hipertensi yang tepat untuk menghindari komplikasi yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi diri penderita penyakit hipertensi dalam mengelola penyakit dengan memberikan edukasi menggunakan health belief model yang terdiri dari persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, dan persepsi diri di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkol. Kegiatan ini dilakukan meliputi, edukasi tentang hipertensi dengan health belief model dan pemeriksaan tekanan darah. Hasil yang ditargetkan dari program ini adalah peningkatan pengetahuan tentang penyakit, proporsi minum obat dan kontrol tekanan darah rutin bagi penderita hipertensi meningkat dan mencegah terjadinya komplikasi
Hubungan Antara Stres Akademik dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Semester 6 Fakultas Hukum di Universitas Sam Ratulangi Maya, Anugrah; Ruru, Jessica; Astari, Virginia; Pelleng, Debora; Manganguwi, Sheryl; Kalesaran, Angela
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/1za7dj75

Abstract

Stres akademik adalah jenis stres yang terkait dengan pendidikan, yang muncul karena ketidakseimbangan antara tuntutan akademik dan kemampuan siswa untuk mengatasinya. Faktor-faktor yang menyebabkan stres akademik termasuk beban kerja yang berat, persaingan dengan teman sebaya, dan kecemasan dan kekhawatiran terkait perkuliahan. Stres akademik dapat mengganggu kualitas tidur melalui mekanisme peningkatan hormon stres, yang menyebabkan gangguan tidur dan kesulitan mencapai tidur nyenyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara stres akademik dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa hukum semester enam Universitas Sam Ratulangi, dengan ukuran sampel sebanyak 70 responden. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan non-probability sampling, khususnya consecutive sampling. Hasil tes univariat menunjukkan bahwa 45 responden (64,3%) termasuk dalam kategori stres akademik sedang, 12 responden (17,1%) dalam kategori stres akademik tinggi, dan 55 responden (78,6%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Berdasarkan hasil analisis uji rho Spearman, nilai p sebesar 0,506, menunjukkan tidak adanya hubungan antara stres akademik dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa hukum semester enam Universitas Sam Ratulangi.
Analisis Perilaku Remaja Yang Mengkonsumsi Alkohol di Desa Picuan Lama Kecamatan Motoling Timur Merentek, Kristania; Mautang, Theo Welly Everd; Pajung, Bertom Christian
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/79fgjs79

Abstract

Alcohol consumption among adolescents in Indonesia is very prevalent. The 2017 SKDI found that the prevalence of adolescents (aged 15-24 years) who consume alcoholic beverages is higher among males than females, at 15% and 1% respectively. Approximately 70% of males and 58% of females start drinking alcohol between the ages of 15 and 19. The impacts are mostly maladaptive behaviours such as fighting, promiscuity, dropping out of school, and physical injury. The research method used was quantitative correlational with a cross-sectional approach. The sample in this study used purposive sampling using the Slovin formula. The purpose of this study was to analyse the behaviour of adolescents who drink alcohol in the village of Picuan Lama, Motoling Timur sub-district. The research was conducted from August to October 2024. The results showed that males were the most numerous respondents at 88.6%, but there were also female adolescent respondents at 11.4%, with the most dominant age being 15 years old at 42.5%. Heavy drinking behaviour among adolescents was found in 48 people or 68.75%. The maladaptive/deviant attitudes of adolescent alcohol drinkers were 32.85%, and adaptive attitudes were 67.14%. The Pearson Chi-square test results showed a significance value of 0.022 < 0.05, which means that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that there is a relationship between the behaviour and attitudes of adolescents who drink alcohol in Picuan Lama village.  
Gambaran Pola Asuh Gizi Balita di Kampung Tomolol Kecamatan Misool Timur Kabupaten Raja Ampat Mjam, Bertha; Mautang, Theo W.E; Mokoagow, Anuardin
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/awxvks88

Abstract

Toddlerhood is a critical period in a child's physical and mental development. Parenting and balanced nutrition are key factors influencing the quality of a child's growth and development. This study aims to describe the nutritional parenting patterns of toddlers in Tomolol Village, East Misool District, Raja Ampat Regency. This study used a descriptive research method to provide an overview of toddler nutritional parenting patterns. The results showed that the majority of respondents (45 respondents) had good knowledge, 69.2% of whom were aged 21-34, 41 (63.1%), 29 (44.6%), and 36 (55.4%) were housewives. Regarding the level of knowledge of toddler nutritional parenting patterns in Tomolol Village, 45 (69.2%) had good knowledge, 12 (18.5%) had sufficient knowledge, and 8 (12.5%) had insufficient knowledge.  
Identifikasi Risiko Ergonomi dengan Metode Nordic Body Map Terhadap Nelayan di Pulau Beeng Kabupaten Kepulauan Sangihe Kundimang, Billy Brando; Podung, Beatrix J.; Palilingan, Richard A.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/mnf46t27

Abstract

Abstract Fishermen are workers who actively engage in fish catching activities in coastal or marine areas. Their working environment exposes them to ergonomic risks due to repetitive and awkward postures. This study aims to identify ergonomic risk using the Nordic Body Map (NBM) method among fishermen in Beeng Island, Sangihe Islands Regency. This quantitative study used a cross-sectional survey design. The population comprised 34 fishermen selected through total sampling. Data were collected using the Nordic Body Map questionnaire and analyzed using descriptive statistics. The results show that the most common ergonomic risks were found among fishermen aged 53–63 years (44.1%), all of whom were male (100%). Most had over 30 years of work experience (58.8%) and were married (94.1%). The conclusion indicates that fishermen in Beeng Island still have limited knowledge and education regarding ergonomic risk, making them vulnerable to musculoskeletal complaints. Improving work duration management and ergonomic awareness can reduce fatigue and potential injuries. Keywords: Ergonomic risk, Nordic Body Map, fishermen, musculoskeletal disorders. Abstrak Nelayan merupakan pekerja yang secara aktif melakukan kegiatan penangkapan ikan di wilayah pesisir dan laut. Aktivitas kerja yang berulang dan posisi kerja yang tidak ergonomis meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko ergonomi menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) terhadap nelayan di Pulau Beeng, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 34 nelayan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Nordic Body Map, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia 53–63 tahun memiliki risiko ergonomi tertinggi (44,1%), seluruh responden berjenis kelamin laki-laki (100%), pengalaman kerja >30 tahun (58,8%), dan sebagian besar berstatus menikah (94,1%). Disimpulkan bahwa nelayan di Pulau Beeng masih kurang mendapatkan edukasi terkait risiko ergonomi sehingga rentan mengalami keluhan muskuloskeletal. Diperlukan upaya peningkatan kesadaran dan penerapan postur kerja ergonomis untuk mencegah cedera dan kelelahan otot. Kata Kunci: Risiko Ergonomi, Nordic Body Map, Nelayan, Gangguan Muskuloskeletal.  
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Posyandu Dengan Tingkat Kepuasan Ibu Balita Pengguna Posyandu di Desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan Senduk, Tazya; Telew, Agusteivie; Mamuaja, Prycilia
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/9c3xg169

Abstract

Posyandu merupakan salah satu contoh upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM). Dimana Kehadiran Posyandu sangat diperlukan untuk mendekatkan upaya promosi dan pencehagahan kepada masyarakat khususnya ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan ibu balita pengguna posyandu pada masyarakat di Desa Manembo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 35 responden dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden yakni 28 responden (80%) merasa kurang puas dengan kualitas pelayanan kesehatan dan sebanyak 7 responden (20%) merasa puas dengan kualitas pelayanan kesehatan. Uji spearman rank memperoleh hasil p = 0,001 dimana nilai α = 0,05 p < 0,05 yang berarti bahwa terdapat korelasi atau hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan kesehatan di posyandu dengan tingkat kepuasan ibu balita penguna posyandu pada masyarakat desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Sanitasi Lingkungan pada Masyarakat di Pulau Beeng Kabupaten Kepulauan Sangihe Palilingan, Richard Andreas; Mamadoa, Giliant Prisco; Mamuaja, Prycilia Pingkan
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/qpax4y58

Abstract

Abstract Sanitation is an effort to maintain environmental cleanliness and improve public health by controlling various environmental factors. It involves monitoring physical environmental elements that affect human life, such as water, temperature, humidity, soil, wind, housing, and other inanimate objects. This is important because an unhealthy environment can have negative impacts on human health and quality of life. This study aims to determine the level of environmental sanitation knowledge among communities in Beeng Island, Sangihe Islands Regency. The research used a quantitative method. The results showed that most respondents had a good level of knowledge regarding sanitation (79.3% or 65 respondents), while 19.5% (16 respondents) were in the moderate category, and only 1.2% (1 respondent) had poor knowledge. Based on these findings, it can be concluded that the community’s level of knowledge about environmental sanitation is generally high, although further efforts are still needed to improve awareness among a small portion of the population to achieve a more even understanding. Keywords: Level Of Knowledge, Environmental Sanitation, Sangihe islands   Abstrak Sanitasi merupakan suatu bentuk usaha untuk menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan cara mengendalikan berbagai aspek lingkungan. Sanitasi melibatkan pengawasan terhadap berbagai elemen lingkungan fisik yang memengaruhi kehidupan manusia, seperti air, suhu, kelembaban, tanah, angin, bangunan tempat tinggal, serta benda-benda mati lainnya. Hal ini penting karena lingkungan yang tidak sehat dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan kualitas hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan sanitasi lingkungan pada masyarakat di pulau beeng kabupaten kepulauan sangihe. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai sanitasi, yakni sebesar 79,3% (65 orang). Sementara itu, 19,5% (16 orang) berada pada kategori cukup, dan hanya 1,2% (1 orang) yang tergolong kurang dalam hal pengetahuan sanitasi. Berdasarkan hasil penelitian tentang Gambaran Tingkat Pengetahuan Sanitasi Lingkungan Kepada Masyarakat Di Pulau Beeng Kabupaten Kepulauan Sangihe. Maka didapatkan hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah tergolong tinggi, meskipun masih diperlukan upaya peningkatan pengetahuan bagi sebagian kecil masyarakat agar tercapai pemahaman yang merata. Kata Kunci : tingkat pengetahuan, sanitasi lingkungan, Pulau Sangihe