cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK) ISSN 2337-9995 merupakan jurnal resmi yang dikelola dan diterbitkan secara online oleh Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun, berisi artikel-artikel ilmiah dari hasil penelitian dan pembelajaran kimia mahasiswa.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2015)" : 20 Documents clear
PENERAPAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DILENGKAPI LINGKARAN BUFFER UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA KELAS XI IPA 4 SMAN 2 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Kusumawardani, Ariani; Utami, Budi; Sukardjo, Jacobus Salesius
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.977 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah: 1) penerapan Numbered Head Together (NHT) disertai lingkaran buffer dapat meningkatkan motivasi belajar pada materi pokok larutan penyangga, 2) penerapan Numbered Head Together (NHT) disertai lingkaran buffer dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi pokok larutan penyangga. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengimplementasikan dua siklus. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2012/ 2013. Data penelitian yang diambil berupa prestasi belajar kognitif, afektif, motivasi dan psikomotor. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan diperoleh: 1) penerapan Numbered Head Together (NHT) disertai lingkaran buffer dapat meningkatkan motivasi belajar pada materi pokok larutan penyangga. Pada siklus I presentase motivasi sebesar 76,91 % yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 78,95%. 2) penerapan Numbered Head Together (NHT) disertai lingkaran buffer dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi pokok larutan penyangga. Presentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari 28,57% pada siklus I menjadi 62,86 % pada siklus II. Untuk hasil belajar afektif menunjukkan peningkatan ketercapaian rata-rata indikator dari 75,43 % pada siklus I menjadi 76,31 % pada siklus II dan dari segi psikomotor, ketercapaian rata-rata indikator adalah 69,24%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) BERKOMBINASI DRILL AND PRACTICE DENGAN MEMPERHATIKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Abduhan, Rohman; Mulyani, Sri; Utami, Budi
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.632 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran Problem Solving dan STAD  berkombinasi Drill and Practice terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan konsep mol, (2) pengaruh kemampuan matematika terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan konsep mol, (3) interaksi antara model pembelajaran Problem Solving dan STAD  berkombinasi Drill and Practice dengan kemampuan matematika terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan konsep mol. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 1 dan X MIPA 2 SMAN 3 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015 yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan uji Anava Dua Jalan dan uji statistik Kruskal Wallis. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Solving dan STAD berkombinasi Drill and Practice terhadap prestasi belajar aspek pengetahuan, tetapi tidak terdapat pengaruh terhadap prestasi belajar aspek sikap dan keterampilan pada pokok bahasan konsep mol, (2) tidak terdapat pengaruh kemampuan matematika terhadap prestasi belajar aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan pada pokok bahasan konsep mol, (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Problem Solving dan STAD  berkombinasi Drill and Practice dengan kemampuan matematika terhadap prestasi belajar aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan pada pokok bahasan konsep mol.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN LEARNINGCYCLE 4E DILENGKAPI DENGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA(LKS)UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI STOIKIOMETRI SISWA KELAS X MIA 3 SEMETER GENAP SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014-2015 Anisah, Dhani; Yamtinah, Sri; Haryono, Haryono
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.877 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan keaktifan siswa pada materi stoikiometri dengan menggunakan metode pembelajaran Learning Cycle 4E dilengkapi dengan Lembar Kegiatan Siswa (LKS), 2) meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi stoikiometri dengan menggunakanmetode pembelajaranLearning Cycle 4E dilengkapi dengan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XMIA 3 SMA Al Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2014-2015 yang berjumlah 34 siswa. Data penelitian yang diambil berupa keaktifan, prestasi belajar (aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan). Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes dan non tes. Tes digunakan untuk mengukur aspek pengetahuan dan keterampilan, sedangkan non tes digunakan untuk mengukurobservasi, wawancara,dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Penerapan metode siklus belajar 4E dilengkapi LKS dapat meningkatkan keaktifan siswa pada materi stoikiometri kelas X Mia 3 SMA Al Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2014-2015. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan ketercapaian keaktifan siswa pada siklus I sebesar 76,47% sedangkan siklus II sebesar 82,35%, 2) Penerepan metode siklus belajar 4E dilengkapi dengan LKS dapat meningkatkan prestasi belajar (aspek pengetahuan dan aspek sikap) siswa pada materi stoikiometri kelas X Mia 3 SMA Al Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2014-2015. Peningkatan pada aspek pengetahuan dilihat dari persentase ketuntasan siklus I, yaitu sebesar 61,76%, sedangkan siklus II sebesar 82,35%. Peningkatan aspek sikap siswa dilihat dari persentase ketuntasan siklus I, yaitu sebesar 94,12%, sedangkan siklus II sebesar 97,06%. Pada aspek keterampilan pada siklus I memiliki persentase ketuntasan sebesar 100%.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA SISWA KELAS XI MIA 3 SEMESTER GENAP SMA BATIK 2 SURAKARTATAHUN PELAJARAN 2014/2015 Wijayanti, Nuky Sri; Haryono, Haryono; Saputro, Agung Nugroho Catur
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.097 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa kelas XI MIA 3 SMA Batik 2 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran Problem Solving pada materi pokok larutan penyangga. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklusnya terdapat empat tahapan yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 3 SMA Batik 2 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015. Sumber data adalah siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan tes. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Solving dapat meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa pada materi pokok larutan penyangga. Pada siklus I, persentase ketercapaian kreativitas siswa sebesar 47% yang kemudian meningkat pada siklus II menjadi 74%. Persentase ketercapaian prestasi belajar untuk aspek pengetahuan pada siklus I mencapai 59% dan meningkat pada siklus II menjadi 79%, untuk aspek sikap persentase ketercapaian pada siklus I sebesar 76% dan meningkat pada siklus II menjadi 100%. Sedangkan untuk prestasi belajar aspek keterampilan hanya dilakukan pada siklus I dengan persentase ketercapaian sebesar 100%. 
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR KIMIA SMA KELAS XI SEMESTER I MENGGUNAKAN MODEL TESLET Kusumaningrum, Lian; Yamtinah, Sri; Catur Saputro, Agung Nugroho
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.197 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan instrumen tes diagnostik model teslet sebagai instrumen pendeteksi kesulitan belajar kimia siswa SMA kelas XI semester I sesuai tahapan pengembangan Borg&Gall (1983), (2) Mengetahui karakteristik butir soal instrumen tes diagnostik model teslet, (3) Menghasilkan profil siswa secara individu untuk mendeteksi kesulitan belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang dikembangkan oleh Borg&Gall (1983) dengan tahapan yang disederhanakan menjadi 7 langkah. Teknik analisis data yang digunakan adalah dekriptif kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif didapatkan dari validasi oleh tim ahli yang merupakan guru mata pelajaran kimia dan dosen di lingkungan program studi Kimia FKIP UNS; dan uji terbatas dengan subjek siswa kelas XII SMA Negeri 1, SMA Negeri 5, dan SMA Batik 2 Surakarta; dan angket kepuasan pengguna program penskoran dan profil siswa yang diperoleh dari guru. Data kuantitatif yang digunakan untuk menentukan kriteria butir soal didapatkan melalui uji lapangan dengan subjek siswa kelas XI SMA Negeri 1, SMA Negeri 5, dan SMA Batik 2 Surakarta. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: (1) Instrumen tes diagnostik model teslet dapat dikembangkan menurut tahapan pengembangan Borg&Gall (1983) untuk mendeteksi kesulitan siswa SMA kelas XI semester I yang direduksi menjadi 7 langkah, khususnya pada materi Termokimia, (2) Karakteristik butir soal instrumen tes diagnostik model teslet yang dihasilkan memiliki validitas isi pada rentang 0,76? CV? 1, reliabilitas 0,85; tingkat kesukaran berada pada rentang 0,09? TK? 0,85, daya beda pada rentang 0,05? DB? 0,68; kunci jawaban 75% sudah efektif; pengecoh 65% sudah efektif (3) Instrumen tes diagnostik model teslet ini dapat menghasilkan profil siswa secara individu untuk mendeteksi kesulitan belajar siswa yang telah diuji melalui angket kepuasan pengguna, yaitu guru mata pelajaran kimia SMA kelas XI di sekolah uji coba.
INSTRUMEN PENILAIAN TWO-TIER TEST ASPEK PENGETAHUAN UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) PADA PEMBELAJARAN KIMIA UNTUK SISWA SMA/MA KELAS X Wardani, Renata Kusuma; Yamtinah, Sri; Mulyani, Bakti
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.781 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengembangkan instrumen penilaian two-tier test sebagai penilaian Keterampilan Proses Sains yang berbasis pendekatan saintifik, (2) mengetahui karakteristik instrumen penilaian two-tier test aspek pengetahuan yang memiliki syarat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan indeks pengecoh sebagai soal yang baik, (3) membuat profil siswa sebagai bentuk laporan yang informatif dan mudah dibuat oleh guru. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, terdiri dari tahap (1) pemeriksaan pendahuluan, (2) penyesuaian teoritis, (3) uji empiris, (4) proses dan hasil dokumentasi, analisa dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah guru kimia dan siswa kelas X. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa : (1) pengembangan two-tier test dilakukan berdasarkan model Akker, hingga dihasilkan produk berupa two-tier test berjumlah 20 butir soal sebagai instrumen penilaian Keterampilan Proses Sains (KPS), (2) instrumen penilaian two-tier test layak dan memenuhi kriteria soal yang baik, diperoleh harga validitas > 0,88; reliabilitas > 0,7; daya beda > 0,20; tingkat kesukaran untuk soal utama mencapai 40% mudah dan 60% sedang, dan tingkat kesukaran untuk soal alasan (second-tier) 55% mudah dan 45% sedang, dan indeks pengecoh telah berfungsi dengan baik, (3) profil siswa yang dibuat dapat digunakan sebagai sarana yang informatif untuk mengetahui pemahaman siswa dan keterampilan proses sains.
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DISERTAI PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI POKOK TERMOKIMIA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 2 SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Rahmah, Bening Alfiatur; Saputro, Agung Nugroho Catur; Mulyani, Bakti
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.264 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada materi pokok Termokimia dengan menerapkan pendekatan CTL disertai praktikum. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus, dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI TKR I SMK Muhammadiyah 2 Sragen tahun pelajaran 2013/2014. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, observasi, tes dan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil dari penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa: Penerapan pendekatan CTL disertai ptaktikum dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas XI TKR  1 SMK Muhammadiyah 2 Sragen pada materi termokimia. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II. Persentase siswa yang aktif pada siklus I  72,1% dan 78,1% pada siklus II. Penerapan pendekatan pemebelajaran CTL disertai praktikum dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi termokimia. Dalam penelitian ini, prestasi belajar yang dimaksud adalah ketuntasan belajar dan prestasi afektif siswa. Pada silus I persentase ketuntasan belajar siswa sebesar  31,2% dan pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa meningkat   84,4%. Pada aspek afektif, siswa yang mempunyai kategori tinggi sebesar  62,5% pada siklus I dan  78,1% pada siklus II. Sedangkan capaian aspek psikomotor sebesar  87,5% 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DENGAN MEDIA KEY-RELATION CHART UNTUK MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN SISWA KELAS XI MIA 1 SMA NEGERI 5 SURAKARTA Shillahaque, Galih Prismasari; Mulyani, Bakti; Eko Setyowati, Widiastuti Agustina
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.578 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan (1) rasa ingin tahu siswa pada materi pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan melalui penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dengan media Key Relation Chart (KR-Chart), (2) prestasi belajar siswa pada materi pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan melalui penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) disertai media Key Relation Chart (KR-Chart). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 5 Surakarta yang berjumlah 32 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan tes dan non tes (observasi, wawancara, kajian dokumen dan angket). Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dengan media Key Relation Chart (KR-Chart) dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan, (2) penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dengan media Key Relation Chart (KR-Chart) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan.
STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) MENGGUNAKAN MODUL PADA MATERI TERMOKIMIA KELAS XI SEMESTER GASAL SMA NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Chayati, Nirmala; Ashadi, Ashadi; Utomo, Suryadi Budi
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.415 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan  prestasi belajar siswa di kelas yang menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dan Student Teams Achievement Division (STAD) dengan bahan ajar modul dalam materi termokimia, di SMA Negeri 1 Sukoharjo. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak atau  cluster random sampling, adalah 2 kelas dari kelas XI dan berjumlah 64 siswa. Data yang diperoleh didapat dari nilai kognitif pretest dan posttest, serta nilai posttest afektif. Penelitian ini menggunakan uji t-pihak kanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran NHT memberikan hasil prestasi yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran STAD, baik dari penilaian secara kognitif maupun afektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan menggunakan uji t-pihak kanan dengan taraf signifikansi 5%. Dimana hasil uji t-pihak kanan untuk prestasi belajar kognitif dan afektif masing-masing diperoleh thitung = 2,676 > ttabel = 1,671 dan thitung = 1,81 > ttabel = 1,671.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA KELAS XI MIPA 1 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Santhiy, Santhiy; Mulyani, Bakti; Utami, Budi
Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.202 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan  aktivitas  dan  prestasi belajar  siswa  kelas XI MIPA 1  SMA Negeri 2 Sukoharjo pada materi pokok larutan penyangga dengan menggunakan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 37 siswa. Objek penelitian adalah aktivitas dan prestasi belajar siswa. Aktivitas mencakup visual activities, oral activities, writting activities, serta mental activities. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, angket, wawancara, dan studi dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan  bahwa  penerapan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dapat meningkatkan aktivitas (persentase ketercapaian aktivitas belajar siswa sebesar 78,73% pada siklus  I dan meningkat menjadi 98,65% pada siklus II)  dan  prestasi belajar siswa (ketercapaian ketuntasan belajar siswa pada aspek sikap mencapai 100% pada siklus I, aspek pengetahuan meningkat dari 56,76% pada siklus I menjadi 81,08% pada siklus II, serta aspek keterampilan mencapai 100% pada siklus I).

Page 1 of 2 | Total Record : 20