cover
Contact Name
Bowo Sugiharto
Contact Email
bowo@fkip.uns.ac.id
Phone
+6281393233421
Journal Mail Official
biopedagogi@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi
ISSN : 22526897     EISSN : 2715176X     DOI : https://doi.org/10.20961/bio-pedagogi
Bio-Pedagogi. Jurnal Pembelajaran Biologi adalah jurnal yang dimiliki oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNS. Jurnal Bio-Pedagogi akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan bidang ilmu pembelajaran biologi. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah kritis dan komprehensif atas isu penting dan terkini atau resensi dari buku ilmiah yang tercakup dalam pembidangan jurnal.
Articles 37 Documents
Analisis kualitas instrumen penilaian materi keanekaragaman hayati melalui tes klasik dan Rasch model Nila Permatasari
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 14, No 1 (2025): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v14i1.88470

Abstract

ENLearning evaluation functions as an indicator. Assessment is an activity that involves the interpretation of measurement data in accordance with certain criteria or rules. An effective assessment instrument must meet the requirements including validity, reliability, level of difficulty, discriminatory power, and distractor effectiveness. This study aims to compare the results of the analysis of assessment instruments between classical test theory and the Rasch model on the assessment of Biodiversity material. The study was conducted in class VII at one of the junior high schools in Sukoharjo. This study is a quantitative descriptive study with random sampling techniques. The data were analyzed using Microsoft Excel (and Winsteps. The results of the validity analysis through the classical test theory were categorized as sufficient/moderate quality (5 valid) from the Rasch model analysis obtained good question quality (6 valid). The reliability analysis of the questions through the classical test theory was 0.458 (moderate) and the Rasch model obtained a person with a weak value (0.34) and a question with a good value (0.86). The level of difficulty, according to the classical test theory and the Rasch model, was distributed into three groups. The discriminatory power of the classical theory test was divided into 5 questions with sufficient value, 4 questions with high value, and 1 question with very high value. Then, in the Rasch model there were four groups of questions that could be identified, while for the person there was only one group. For the effectiveness of the distractors in the classical theory test and the Rasch model, most of them had shown good quality while a small number of distractors did not work. The Rasch model approach is considered better because it is more objective, easy to interpret the results, flexible, and statically strong.IDEvaluasi pembelajaran berfungsi sebagai indikator Penilaian merupakan kegiatan yang melibatkan interpretasi data pengukuran yang sesuai dengan kriteria atau aturan-aturan tertentu. Instrumen penilaian yang efektif harus memenuhi persyaratan yang meliputi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas distraktor. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis instrumen penilaian antara teori tes klasik dan Rasch model pada assesment materi Keanekaragaman Hayati Penelitian dilakukan pada kelas VII di salah satu SMP di  Sukoharjo. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling acak. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel (dan Winsteps. Hasil analisis validitas melalui teori tes klasik dikategorikan berkualitas cukup/sedang (5 valid) dari melalui analisis Rasch model diperoleh kualitas soal yang baik (6 valid). Analisis reliabilitas butir soal melalui teori tes klasik sebesar 0,458 (sedang) dan Rasch model diperoleh person bernilai lemah (0,34) dan butir soal bernilai bagus (0,86). Tingkat kesukaran, menurut teori tes klasik dan Rasch model terdistribusi dalam tiga kelompok. Daya pembeda tes teori klasik terbagi pada 5 soal bernilai cukup, 4 soal bernilai tinggi, dan 1 soal bernilai sangat tinggi.  Lalu, pada Rasch model terdapat empat kelompok butir soal yang dapat diidentifikasi, sedangkan untuk person hanya terdapat satu kelompok. Untuk efektivitas distraktor pada tes teori klasik dan Rasch model sebagian besar sudah menunjukkan kualitas baik sedangkan sebagian kecil distraktor tidak bekerja. Pendekatan Rasch model dianggap lebih baik dikarenakan lebih objektif, mudah dalam menafsirkan hasil, fleksibel, dan kuat secara statis.
Meta-analisis validitas pengembangan booklet sebagai salah satu suplemen bahan ajar dalam materi pembelajaran biologi SMA/MA Alda Fuadiyah; Erna Wijayanti
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 13, No 2 (2024): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v13i2.87866

Abstract

ENLearning media is an important means of supporting the learning process. It requires learning media that makes learning activities easier to understand by students. One of the tools that can be used in the learning process is a booklet. A booklet is a learning medium in the form of a small book with clear, concise, and easy-to-understand content with a minimum of five pages and a maximum of forty-eight pages out of cover count. This study aims to evaluate the validity of bookmaking as an additional teaching material in the biology lessons at high school/MA. Data collection is done by searching for journals and thesis related to booklets. The sample used is 20 journalists related to the development of the booklet. The meta-analysis results of the research for the educational material of the booklet amounted to 88.14%, with a very valid category. Then, with the results obtained, the booklet can be used for teaching material on the learning process to help the students so that they can easily understand the material delivered. IDMedia pembelajaran adalah sarana penting untuk mendukung proses pembelajaran. Dibutuhkan media pembelajaran yang membuat kegiatan pembelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa. Salah satu alat yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah Booklet. Booklet sendiri adalah sebuah media pembelajaran berupa buku kecil dengan isi yang jelas, tegas, dan mudah dipahami yang memiliki minimal lima halaman dan maksimal empat puluh delapan halaman di luar hitungan sampul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi validitas pembuatan buku sebagai bahan ajar tambahan dalam pelajaran biologi di SMA/MA. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari jurnal dan tesis yang berhubungan dengan booklet. Sampel yang digunakan adalah 20 jurnal yang berkaitan dengan pengembangan booklet. Hasil meta analisis penelitian untuk bahan ajar berupa booklet sebesar 88,14% dengan kategori sangat valid. Maka dengan hasil yang sudah didapat booklet dapat digunakan untuk bahan ajar pada proses pembelajaran dalam rangka membantu peserta didik agar dapat mudah memahami materi yang disampaikan.
Analisis kualitas butir soal ujian akhir semester mata pelajaran biologi SMA menggunakan Rasch Model Opik Prasetyo
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 13, No 1 (2024): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v13i1.79390

Abstract

ENThis research aims to determine the quality of Biology final exam questions in senior high school using the Rasch model. The final exam questions consist of 30 multiple choices questions on ecology and cells. The answers are collected from 50 students in grade XI in SMA Academic Year 2021/2022. Data analyse technique in this research is the Item responses test (IRT). The result shows that from a total of 30 questions, 17 of them are in the valid category, while the other 13 questions are invalid. The value of Cronbach’s alpha is 0,69 < 0,7; shows that some of the invalid questions are not reliable and require improvement, so that the consistency of measurement results using these items become more reliable. The analysis result also shows that the majority of students have conformity with the developed Rasch model, except for student numbers 04L, 18P, 07P, 44P, 39L, 43P and 25P. IDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal ujian akhir semester mata pelajaran Biologi SMA menggunakan RASCH model. Soal UAS yang dianalisis berjumlah 30 soal pilihan ganda pada materi ekologi dan sel. Responden merupakan 50 siswa kelas XI SMA Tahun Akademik  2021/2022.  Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Item responses test (IRT). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 30 butir soal, sejumlah 17 item termasuk kategori valid, sedangkan 13 item lainnya invalid. Nilai Alpha Cronbach berdasarkan hasil analisis adalah 0,69 < 0,7; menunjukkan bahwa beberapa soal yang invalid tersebut tidak reliabel dan memerlukan perbaikan, sehingga keajegan atau konsistensi hasil pengukuran menggunakan item soal menjadi lebih dapat dipercaya. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kesesuaian dengan RASCH model yang dikembangkan, kecuali siswa nomor 04L, 18P, 07P, 44P, 39L, 43P dan 25P.
Perbedaan kemampuan argumentasi siswa dengan penerapan argument mapping materi sistem sirkulasi ditinjau dari academic self efficacy Nadia Salsabila; Dwi Oetomo; Muzzazinah Muzzazinah
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 12, No 2 (2023): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v12i2.71172

Abstract

ENThis study aims to (1) find out differences in students' argumentation abilities between learning using argument mapping media and not, (2) find out differences in students' argumentation abilities with different levels of academic self-efficacy, (3) find out interaction between mapping media arguments and academic self-efficacy on students' argumentation abilities. This research is quasi-experimental with a posttest-only pattern and nonequivalent design. The research was conducted at a High School in Boyolali  for the 2022/2023 academic year. The instrument for argumentation skills uses an essay test, while for academic self-efficacy, students use a questionnaire with a Likert Scale of 1-4. Data analysis techniques for argumentation skills and academic self-efficacy use the two-way ANOVA test and the LSD (Least Significance Different) test. The results showed that: (1) There are differences in students' argumentation skills between learning by applying media argument mapping; the highest difference lies in the aspects of warrants and backing with a range of scores far enough between the experimental and control classes, namely 22.14 and 15.49 respectively, (2) There are differences in the argumentation abilities of students with different levels of academic self-efficacy. Students with high and moderate academic self-efficacy have better argumentation skills than students with low academic self-efficacy. (3) There is no interaction between media argument mapping and academic self-efficacy on students' argumentation abilities. Academic self-efficacy and media argument mapping have their effects on argumentation ability. IDPenelitian ini bertujuan untuk : (1)mengetahui perbedaan kemampuan argumentasi siswa antara pembelajaran yang menggunakan media argument mapping dan tidak, (2)mengetahui perbedaan kemampuan argumentasi siswa dengan tingkat academic self efficacy berbeda, (3)mengetahui interaksi antara media argument mapping dan academic self efficacy terhadap kemampuan argumentasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experimental design dengan pola posttest only with nonequivalent design. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Boyolali  Tahun Ajaran 2022/2023. Data kemampuan argumentasi siswa dikumpulkan menggunakan tes essay, sedangkan untuk academic  self efficacy siswa menggunakan angket dengan Skala Likert 1-4. Teknik analisis data untuk kemampuan argumentasi dan academic self efficacy menggunakan uji ANOVA 2 jalur (two ways ANOVA) dan uji LSD (Least Significant Different). Hasil menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan argumentasi siswa antara pembelajaran dengan penerapan media argument mapping. Perbedaan tertinggi terletak pada aspek warrant dan backing dengan rentang skor cukup jauh antara kelas eksperimen dan kontrol, yakni masing-masing 22,14 dan 15,49,  (2) Terdapat perbedaan kemampuan argumentasi siswa dengan tingkat academic self efficacy berbeda. Siswa yang memiliki academic self efficacy tinggi dan sedang  memiliki kemampuan argumentasi yang lebih baik dibandingkan siswa dengan tingkat academic self efficacy rendah, (3) Tidak ada interaksi antara media argument mapping dan academic self efficacy terhadap kemampuan argumentasi siswa. Academic self efficacy dan media argument mapping memiliki pengaruh sendiri-sendiri terhadap kemampuan argumentasi.
Implementasi problem-based learning berbasis education for sustainable development terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik Veronica Christiani Gurning; Ganda Hijrah Selaras
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 14, No 1 (2025): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v14i1.88657

Abstract

ENLearning plays a crucial role in the educational process; therefore, educators need to apply learning models that can improve students' critical thinking skills. One of the most effective approaches is to use a Problem-Based Learning model centered on education for Sustainable Development, which aligns with 21st-century competencies. The Education for Sustainable Development approach is critical to understanding environmental changes from the perspective of developing students' character. This research aims to review the literature on the Problem-Based Learning model centered on Education for Sustainable Development in improving students' critical thinking capacities. The methodology was a literature review of 20 papers from the last five years found in scientific databases like Sinta and Scimago. There were five articles in the sampling. Based on the analysis, the ESD-based Problem-Based Learning model positively influences students' critical thinking skills.IDPembelajaran merupakan komponen penting dalam proses pendidikan, sehingga diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Education for Sustainable Development yang sesuai dengan kompetensi di era abad 21. Pendekatan Education for Sustainable Development sangat penting untuk memahami perubahan lingkungan hidup dari sudut pandang pengembangan karakter peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji literatur terkait model Problem Based Learning berbasis Education for Sustainable Development dalam membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap 20 artikel dari database ilmiah seperti Scimago dan jurnal yang terindeks Sinta dengan rentang 5 tahun terakhir. Sampel yang digunakan adalah 5 artikel. Berdasarkan hasil analisis, model Problem Based Learning berbasis ESD memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan memecahkan masalah biologi Intan Novalia Putri Utamia; R. Teti Rostikawati; Suci Siti Lathifah
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 12, No 1 (2023): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v12i1.49819

Abstract

ENThis research was a quasi-experimental experiment. This study aimed to determine the differences in Problem-Solving Abilities (KPM) using Discovery and Conventional learning models. The study was conducted in March-October 2018. The population in this study was class X in one of the private high schools in Bogor Regency for the 2017/2018 academic year. The sampling technique uses purposive sampling techniques. The sample for the experimental class was class X MIPA B, treated using the Discovery Learning learning model with 40 students. Class X MIPA A was treated using a conventional learning model with 40 students with instruments to solve problems (KPM). The results of the t-test show differences in problem-solving abilities between students who learn to use the Discovery Learning model and Conventional learning models. Discovery Learning class groups are higher than Conventional class groups; this can be seen from the average N-Gain score of problem-solving abilities in the Discovery Learning class of 50 and Conventional class groups of 42. Therefore, the Discovery Learning learning model is used in biodiversity material to improve students' biological problem-solving abilities. IDPenelitian ini merupakan penelitian Kuasi eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan Memecahkan Masalah (KPM) menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret- Oktober 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X di salah satu SMA Swasta di Kabupaten Bogor tahun akademik 2017/2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Sampel untuk kelas eksperimen adalah kelas X MIPA B diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan jumlah 40 siswa dan kelas X MIPA A diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran Konvensional dengan jumlah 40 siswa dengan instrumen kemampuan memecahkan masalah(KPM). Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan pembelajaran Konvensional. kelompok kelas Discovery Learning lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kelas Konvensional, hal tersebut dapat dilihat dari skor rata-rata N-Gain kemampuan pemecahan masalah pada kelompok kelas Discovery Learning sebesar 48,40 dan kelompok kelas Konvensional sebesar 41.95. Oleh karena itu, model pembelajaran Discovery Learning dapat digunakan pada materi keanekaragaman hayati dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah biologi siswa.
Analisis kualitas soal penilaian tengah semester biologi dengan teori tes klasik dan Rasch model Damasus Nosi Resi
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 13, No 2 (2024): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v13i2.88075

Abstract

ENThis research aims to determine the quality of odd semester assessment questions for class X in Biology for the 2023/2024 academic year. This research used a quantitative descriptive method involving 30 students with 30 questions being tested. Data were analyzed using classical test theory and processed using Microsoft Excel and Rasch models, which were processed using the Winstep program. The quality of the item questions tested includes difficulty level, distinguishing power, distractor effectiveness, validity, and reliability. The results of the CTT analysis show two categories of difficulty, namely easy (13.3%) and medium (86.7%) questions. There are four categories of differentiating power: low, sufficient, high, and very high. The effectiveness of functioning distractors was 16.7%, while non-functional ones were 83.3%. The validity of valid questions is 20%, and invalid is 80%. Meanwhile, the level of reliability is categorized as unreliable, with a value of r11 = 0.079 (very low). The results of the IRT analysis show that the difficulty level of the questions is in three categories, namely easy (20%), medium (66.7%), and difficult (13.3%). Differentiating power is only categorized as low. The effectiveness of functioning distractors was 43.3%, and non-functioning was 56.7%. The validity of the questions is classified as valid 63.7% and invalid 36.3. Person reliability is 0.03 in the weak category, while item reliability is 0.30 in the weak category. This study provides insight into the importance of using appropriate methodology for problem analysis, using both classical test theory and the Rasch model, which can help create evaluation instruments in the future. IDTujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas soal Penilaian Tengah Semester ganjil kelas X mata pelajaran Biologi tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang melibatkan 30 siswa dengan 30 soal yang diujikan. Data dianalisis dengan teori tes klasik yang diolah menggunakan Microsoft Excel dan Rasch  model yang diolah dengan program Winstep. Kualitas item soal yang diuji meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, efektivitas distraktor, validitas dan reliabilitas. Hasil analisis CTT menunjukkan tingkat kesukaran terdapat dua kategori yaitu soal kategori mudah (13,3%) dan sedang (86,7%). Daya pembeda terdapat empat kategori yaitu rendah, cukup, tinggi dan sangat tinggi. Efektifitas distraktor berfungsi sebanyak 16,7% sedangkan yang tidak berfungsi 83,3%. Validitas butir soal yang valid terdapat 20% dan tidak valid 80%. Sedangkan tingkat reliabilitas dikategorikan tidak reliabel dengan nilai r11= 0,079 (sangat rendah). Hasil analisis dengan IRT menunjukkan tingkat kesukaran soal terdapat tiga kategori yaitu mudah (20%), sedang (66,7%) dan sulit (13,3%). Daya pembeda hanya dikategorikan rendah. Efektifitas distraktor yang berfungsi sebanyak 43,3% dan tidak berfungsi 56,7%. Validitas butir soal tergolong valid 63,7% dan tidak valid 36,3. Reliabilitas person sebesar 0,03 dengan kategori lemah sedangkan reliabilitas item sebesar 0,30 dengan kategori lemah. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya menggunakan metodologi yang tepat dalam analisis soal, baik menggunakan teori tes klasik maupun model Rasch , yang dapat membantu dalam pembuatan instrumen evaluasi di masa depan.
Analisis kesenjangan pembelajaran biologi: Keterampilan komunikasi guru, fasilitas belajar dan keterlibatan kognitif peserta didik Suci Hatru Ramadhani
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 13, No 1 (2024): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v13i1.76442

Abstract

ENTeachers and schools play an important role in Indonesian education. This study aims to describe how the problem of learning Biology in high school. This research was conducted at one of the high schools in Takengon Regency, Central Aceh. This type of research is descriptive qualitative research. Observations focus on the biology learning process from preliminary activities, core activities and closing activities. Research data collection techniques use observation techniques and open-ended question interviews with Biology teachers. The result of this study is the availability of insufficient facilities, the ability to explain teachers that are not systematic and fluent makes students' cognitive involvement decrease IDGuru dan sekolah memegang peranan penting terhadap pendidikan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana permasalahan pembelajaran Biologi di sekolah menengah atas. Penelitian ini dilakukan pada salah satu SMA di Kabupaten Takengon, Aceh Tengah. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Pengamatan fokus kepada proses pembelajaran biologi dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi dan wawancara open-ended question terhadap guru Biologi. Hasil dari penelitian ini adalah ketersediaan fasilitas yang tidak mencukupi, kemampuan menjelaskan guru yang tidak sistematis dan lancar membuat keterlibatan kognitif siswa menurun
Problematika pembelajaran biologi secara daring pada masa pandemi Covid 19 di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Suci Hatru Ramadhani
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 12, No 2 (2023): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v12i2.76440

Abstract

ENBener Meriah Regency in Aceh is one that has touched on the Covid 19 pandemic so that the learning process, especially Biology learning, is carried out from home through distance learning (PJJ) which is carried out online. Biology learning is important to continue to be carried out because with Biology students can form a responsible attitude and bring up active actions in solving problems and equip students for careers in the world. This research is a qualitative descriptive research that is used to describe the problems that occur in Biology learning during a pandemic in terms of process standards, educator standards and infrastructure standards. The data collection technique uses a questionnaire through Google Form and interviews with teachers. The research subjects were Biology subject teachers at SMA/SMK/equivalent in Bener Meriah Regency. The results showed that the problems in learning Biology boldly in Bener Meriah Regency, namely students' learning motivation, literacy skills, cognitive abilities, students' creative thinking skills, pedagogic competence and social teachers, as well as the provision of educational tools and media. IDKabupaten Bener Meriah di Aceh termasuk salah satu yang terdampak pandemic Covid 19 sehingga proses pembelajaran khususnya pembelajaran Biologi dilaksanakan dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan secara daring (online). Pembelajaran Biologi penting untuk tetap dilaksanakan dikarenakan dengan Biologi peserta didik dapat membentuk sikap bertanggung jawab dan memunculkan tindakan aktif dalam pemecahan masalah serta membekali peserta didik dalam karir di dunia. Penelitian ini  merupakan penelitian kualitatif deskripstif yang digunakan untuk mendeskripsikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada pembelajaran Biologi secara daring selama pandemic ditinjau dari aspek standar proses, standar pendidik dan standar sarana prasarana. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar angket melalui Google Form dan wawancara terhadap guru. Subjek penelitian yaitu guru-guru mata pelajaran Biologi di SMA/SMK/Sederajat di Kabupaten Bener Meriah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah dalam pembelajaran Biologi secara daring di Kabupaten Bener Meriah, yaitu motivasi belajar siswa, kemampuan literasi, kemampuan kognitif, kemampuan berfikir kreatif siswa, kompetensi pedagogik dan sosial guru, serta penyediaan alat dan media Pendidikan.
Analisis butir soal pengukuran kemampuan berpikir kritis materi pencemaran lingkungan melalui teori tes klasik dan Rasch model Lathifah Radha Istiyova
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 14, No 1 (2025): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v14i1.88792

Abstract

ENThis research aims to determine the quality of the items measuring understanding of environmental pollution in one of the Sukoharjo Regency State High Schools for the 2023/2024 academic year. The research method used was descriptive-quantitative with research carried out in February 2024. Data was obtained using a documentary method of 25 multiple-choice questions tested on 36 students. Data analysis uses classical test theory and the Rasch Model. The quality of the questions based on their validity using classical test theory resulted in 25 valid questions, while in the Rasch Model 24 were valid and 1 was invalid. The reliability of the classical test theory is 0.875 (high) and the Rasch Model reliability score is 0.85 (good). Difficulty level in classical test theory, questions are classified into 6 difficult questions, 16 medium and 3 easy. Meanwhile, the Rasch Model questions are distributed into 4 very difficult, 8 difficult, 7 easy, and 5 very easy. The different power aspects using classical test theory obtained 6 questions in the sufficient category and 19 questions in the good category. In contrast, in the Rasch Model three groups of items were obtained based on the item separation index H = 3.34.IDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal pengukuran pemahaman konsep pencemaran lingkungan di salah satu SMA Negeri Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2023/2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif-kuantitatif dengan pelaksanaan penelitian pada bulan Februari 2024. Data diperoleh dengan metode dokumenter 25 soal pilihan ganda yang diujikan kepada 36 siswa. Analisis data menggunakan teori tes klasik dan Rasch Model. Kualitas soal berdasarkan validitasnya menggunakan teori tes klasik dihasilkan bahwa 25 soal valid, sedangkan pada Rasch Model 24 valid dan 1 tidak valid. Reliabilitas pada teori tes klasik yaitu 0,875 (tinggi) dan skor reliabilitas Rasch Model 0,85 (bagus). Tingkat kesukaran pada teori tes klasik, soal diklasifikasikan menjadi 6 soal sukar, 16 sedang, dan 3 mudah. Sedangkan Rasch Model butir soal terdistribusi menjadi 4 sangat sulit, 8 sulit, 7 mudah, dan 5 sangat mudah. Aspek daya beda menggunakan teori tes klasik diperoleh 6 soal kategori cukup dan 19 soal kategori baik, sedangkan pada Rasch Model diperoleh tiga kelompok butir soal berdasarkan pada indeks separasi butir soal H = 3,34.

Page 3 of 4 | Total Record : 37