cover
Contact Name
Widhi Kurniawan
Contact Email
kurniawan.widhi@uho.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipho@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kampus Hijau Bumi Tridharma Jl. H.E.A. Mokodompit, Anduonohu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia 93232. Telp/fax: (+62-401-3190791)
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25481908     DOI : https://doi.org/10.56625
JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo) is a scientific journal in the field of animal husbandry which includes; breeding and genetics, reproduction, physiology, nutrition, feed technology, forage, livestock production, biotechnology, behavior, health, livestock systems, socio-economics, policy, and livestock product technology.
Articles 114 Documents
Manajemen Pemeliharaan Sapi Bali di Kabupaten Buton Selatan: Management of Bali Cattle Breeding in South Buton District Asniar; Natsir Sandiah; Rahim Aka
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemeliharaan sapi Bali di Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2023. Adapun populasi dalam penelitian adalah semua peternak yang memelihara sapi Bali dan yang dijadikan sebagai sampel penelitian adalah peternak yang telah memiliki pengalaman beternak sapi Bali minimal selama 3 tahun yang berada di Kecamatan Batauga dan Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Penentuan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling berdasarkan jumlah populasi ternak sebanyak yang dipelihara oleh responden pada 5 kelurahan/desa di Kecamatan Batauga dan 4 kelurahan/desa di Kecamatan Sampolawa sedangkan penentuan responden dari setiap desa dilakukan secara sensus sebanyak 71 orang peternak. Variabel penelitian meliputi asal sumber bibit, pola pemeliharaan, sumber pakan, lahan penggembalaan, sistem perkawian, penanganan penyakit, potensi dan kendala pemeliharaan sapi Bali. Data hasil penelitian yang diperoleh akan ditabulasi dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu asal sumber bibit diperoleh dengan cara dibeli 41%, pola pemeliharaan ekstensif 79%, pakan didominasi oleh rumput lapang dan legum merambat yaitu 82%, umumnya tidak memiliki lahan penggembalaan 82%, sistem perkawinan sapi Bali 100% kawin alam, melakukan pencegahan penyakit sebanyak 77% dan melakukan pengobatan penyakit pada sapi sakit hanya 25%.
Profil Fisik dan Kimia Pelepah Daun Kelapa Sawit yang Diamoniasi dengan Level Larutan Urea Molases Berbeda: Physical and Chemical Profiles of Amoniated Palm Leaf Stalks with Different Levels of Urea Molasses Solution Sasa Sulastri; Astriana Napirah; Ali Bain
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.280

Abstract

Pelepah dan daun kelapa sawit merupakan hasil ikutan perkebunan dan pertanian yang bisa menjadi pakan alternatif peternak karena berasal dari sumber bahan yang tidak dimanfaatkan lagi oleh manusia, dan tersedia sepanjang tahun dalam jumlah yang banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan nutrien pelepah dan daun kelapa sawit yang diamoniasi dengan level urea molases berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri atas 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit satuan percobaan, setiap ulangan terdiri dari 1 kilogram campuran pelepah dan daun sawit. Perlakuan yang digunakan adalah: P1= cacahan daun dan pelepah sawit tanpa amoniasi (0%), P2 = cacahan daun dan pelepah sawit yang diamoniasi dengan larutan 1% urea + 5% molases, P3 = cacahan daun dan pelepah sawit yang diamoniasi dengan larutan 2% urea + 6% molases, P4 = cacahan daun dan pelepah sawit yang diamoniasi dengan larutan 3% urea + 7% molases. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah aroma, kadar air, bahan kering, kadar abu, dan bahan organik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa level larutan urea molases berbeda mempengaruhi (P<0,05) aroma dan kadar abu, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air, bahan kering dan bahan organik.
Analisis pendapatan usaha ayam ras petelur di UD. Jihan Mandiri Barokah Kecamatan Kabangka: Analysis of Business Income of Laying Hens at UD. Jihan Mandiri Barokah Kabangka District Sutiani; Musram Abadi; Hairil A Hadini
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.281

Abstract

Ayam ras petelur merupakan usaha yang cepat mengalami perkembangan, ciri ayam ras petelur juga mempunyai badan yang relatif lebih kecil, aktif bergerak, mudah terkejut, cepat dewasa, sedikit atau hampir tidak ada sifat mengeram, umumnya mempunyai kaki tidak berbulu dan pada cuping telinga berwarna putih. Biaya produksi yang dikeluarkan untuk usaha peternakan ayam petelur terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap yang dikeluarkan adalah penyusutan ternak, penyusutan kandang, penyusutan peralatan dan tenaga kerja bulanan. Biaya variabel yang dikeluarkan adalah pakan,obat,tenaga kerja, listrik dan peralatan yang ada didalam kandang. Kendala yang dihadapi setiap peternak seperti harga pullet, pakan, dan obat-obatan yang relatif mahal serta sering terjadinya penurunan harga jual telur. Manfaat dari Penelitian adalah untuk meningkatkan pengetahuan dibidang ayam ras petelur, Tingkat keberhasilan usaha ayam ras petelur tidak hanya dilihat ditentukan oleh banyaknya jumlah ternak yang di pelihara, tetapi juga harus didukung dengan sistem menejemen yang baik dan terampil, sehingga dapat dihasilkan produksi telur dan penerimaan yang sesuai dengan yang diharpkan oleh peternak itu sendiri. Pentingnya analisis pendapatan yaitu untuk mengetahui usaha ayam ras petelur UD. Jihan Mandiri Barokah merupakan salah satu upaya untuk dapat mengetahui laba atau keuntungan yang di peroleh usaha pada setiap periode dalam pemeliharaan usaha ayam ras petelur. Penelitian ini ditentukan secara purposive sampling atau ditentukan secara sengaja dengan mempertimbangan bahwa peternakan dengan populasi ayam sebanyak 1.200 ekor. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usaha ayam ras petelur di UD. Jihan Mandiri Barokah dalam satu periode sebesar Rp. 465.076.185,71 atau Rp. 25.837.566/bulan dengan nilai R/C Rasio 1,96 dan B/C Rasio 0,96, menunjukkan usaha ini layak untuk dikembangkan.
Penciri Ukuran dan Bentuk Kepala Sapi Bali Hasil Inseminasi Buatan dan Kawin Alam di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan: Characteristics of Head Size and Shape of Bali Cattle Results from Artificial Insemination and Natural Mating in Konda District, South Konawe Regency Wa Ode Sitti Nur Anisa Anwar; La Ode Nafiu; Muh. Rusdin
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penciri ukuran dan bentuk kepala sapi bali hasil inseminasi buatan dan kawin alam di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Data yang digunakan dalam peneliian ini adalah menggunakan data primer Pengukuran dilakukan untuk mengetahui ukuran–ukuran dimensi kepala sapi bali hasil inseminasi buatan dan kawin alam. Kemudian dilakukan observasi untuk memperoleh data pendukung di lapangan seperti umur dan sistem pemeliharaan. Ternak sapi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 200 ekor terdiri atas hasil IB 100 ekor dan kawin alam 100 ekor. Hasil penelitian menujukan bahwa semua ukuran–ukuran kepala sapi bali hasil IB di Kecamatan Konda (X1 hingga X12) lebih tinggi dari pada sapi bali hasil kawin alam. Penciri ukuran kepala sapi bali hasil IB adalah ukuran Akrokranion- Nasion (X2) sedangkan sapi bali hasil kawin alam adalah ukuran Zygion kiri–kanan (X9). Penciri bentuk kepala sapi bali hasil IB adalah ukuran Panjang rahang bawah (X12), sedangkan sapi bali hasil kawin alam adalah ukuran Euryon kiri- kanan (X6).
Motilitas Spermatozoa Sapi Peranakan Ongole (PO) Pasca Thawing yang Dikrioperservasi Menggunakan Gliserol dengan Konsentrasi yang Berbeda: Post-thawing Motility of Ongole Crossbred Cattle’s Spermatozoa Cryopreserved Using Glycerol with Different Concentrations Angia Azahrah; Achmad Selamet Aku; Takdir Saili
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 3 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i3.32

Abstract

Penggunaan konsentrasi gliserol yang tepat sangat menentukan kualitas spermatozoa sapi PO pada saat proses pembekuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gliserol dengan bahan pengencer Tris Kuning Telur terhadap motilitas spermatozoa sapi PO setelah thawing. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPTD Balai Perbibitan dan Pakan Ternak, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seekor pejantan sapi PO umur 9 tahun dengan bobot badan 450 kg/ekor sebagai sumber semen dan spermatozoa yang dievaluasi. Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas: P1 = Penambahan gliserol 5 %, P2= Penambahan gliserol 6% dan P3= Penambahan gliserol 7%. Variabel yang dievaluasi dalam penelitian ini meliputi kualitas semen (volume, warna, baud an konsistensi), sedangkan spermatozoa meliputi (gerakan massa, konsentrasi. Persentase motilitas, viabilitas dan abnormalitas). Data yang diperoleh menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan aplikasi IBM SPPS Statistic 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan voule semen sapi PO yang diperoleh 5,17±1,83 ml, warna semen putih susu, bau khas semen, konsistensi agak kental, rataan gerakan massa ++ dan rataan konsentrasi spermatozoa 1.462±299,92 juta/ml. Sedangkan rataan nilai persentase motilitas spermatozoa sapi PO setelah thawing untuk P1 (23,33%), P2 (45%) dan P3 (21,67%), rataan persentase viabiltas untuk P1(28,75%), P2(51,17%) dan P3(28,75%) dan rataan persentase abnormalitas untuk P1(4,33%), P2 (5,67%) dan P3(5,00%). Selanjutnya hasil sidik ragam menunjukan penambahan gliserol dengan konsentrasi berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas, viabilitas spermatozoa sapi PO tetapi tidak berpengaruh sangat nyata terhadap abnormalitas spermatozoa sapi PO setelah thawing. Penambahan gliserol dengan konsentrasi 6% menghasilkan angka motilitas dan viabilitas spermatozoa sapi PO yang lebih baik dibandingkan dengan penambahan konsentrasi gliserol 5% dan 7%.
Potensi Hasil Ikutan Tanaman Pangan sebagai Pakan Ternak Ruminansia di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan: The Potential of Food Crops as Ruminant Animal Feed in Konda District, South Konawe Regency Wa Ode Khairun Nisa'; Ali Bain; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 3 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i3.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis potensi hasil ikutan tanaman pangan sebagai pakan ternak ruminansia di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dirancang dalam bentuk eksploratif melalui analisis data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel hasil ikutan tanaman pangan yang pada areal yang memiliki potensi tanaman pangan dengan luasan dan produksi yang tinggi dan dapat digunakan sebagai pakan ternak sebanyak 5 komoditi, yaitu jerami padi, jerami jagung, jerami ubi kayu, jerami ubi jalar dan jerami kacang tanah. Pengambilan sampel lima komoditi tanaman pangan tersebut dilakukan pada petani responden yang berbeda, setiap komoditi tersebut dipilih berdasarkan jenis tanaman pangan yang mendominasi. Setiap sampel dipisahkan berdasaran jenis komuditasnya kemudian dikompositkan sebanyak ± 1 kg/sampel untuk dianalisis kandungan nutriennya. Hasil menunjukkan bahwa potensi hasil ikutan pertanian di Kecamatan Konda berdasarkan produksi Bahan Kering dan Protein Kasar yaitu BK yaitu 9743,59 ton/tahun. dan PK yaitu 122.16 ton/tahun. Presentasi BK terbesar adalah jerami padi yaitu 9451,75 ton/tahun sedangkan terkecil yaitu jerami jagung. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kandungan nutrien hasil ikutan tanaman pangan di lokasi penelitian tergolong rendah. sehingga jika akan digunakan untuk ternak ruminansia perlu dilakukan pengolah lebih lanjut guna memenuhi kebutuhan nutrient dari ternak rumiansia.
Performa Reproduksi dan Produksi Pedet Sapi Bali di Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe: Reproductive performance and calf production of Bali cows in Puriala sub-district, Konawe Regency Imelda Rhini Destianingsih; Rahim Aka; La Malesi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 3 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i3.184

Abstract

Abstrak. Tingkat kemampuan produksi atau produktivitas sapi bali sangat berhubungan erat dengan performa reproduksi dan panen pedet. Indikator performa reproduksi sapi betina yang baik dapat ditunjukkan dengan tingginya angka kelahiran dan tingginya produksi pedet dalam satu tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangbiakan dan produksi pedet sapi bali di Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian adalah purposive sampling yaitu dipilih dengan sengaja di salah satu kecamatan yang memiliki populasi ternak sapi bali cukup banyak yaitu Kecamatan Puriala. Selanjutnya dipilih secara random peternak yang memiliki sapi induk yang telah melahirkan minimal 2 kali untuk dijadikan sampel penelitian pada 5 desa, yaitu Desa Sonai, Tetewatu, Wonua Morome, Puusangi, dan Puriala. Setiap desa dipilih secara acak 15 peternak untuk dijadikan sebagai responden penelitian, sehingga total responden peternak yang diteliti adalah 80 orang. Kriteria responden adalah petani/peternak yang memiliki induk sapi minimal sudah 2 kali melahirkan. Adapun parameter yang diteliti adalah umur pubertas,umur pertama kali kawin, lama bunting, angka kelahiran, jarak beranak, mortalitas, produksi pedet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa reproduksi sapi bali di Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe dapat dikategorikan cukup baik yairu rata-rata umur pubertas 22,96 bulan, rata-rata umur pertama kawin 23,48 bulan, rata-rata lama periode bunting 9 bulan, rata-rata jarak beranak sapi bali 12,53 bulan, angka kelahiran pedet sebanyak 93,33%, dan mortalitas pedet cukup rendah 7,14% , serta produksi pedet cukup tinggi yaitu 83,52%. Kata kunci : Performa reproduksi, panen pedet, sapi bali Abstract. The level of production or productivity of Balinese cattle is closely related to reproductive performance and calf production. Indicators of good reproductive performance of female cattle can be indicated by high birth rate and high calf harvest rate in one year. This study aims to assess the reproductive performance and calf production of Balinese cattle in Puriala sub-district, Konawe district. The method used in the research sampling was purposive sampling, which is deliberately selected in one of the sub-districts that has a large population of Balinese cattle, namely Puriala sub-district. In addition, farmers who have mother cows that have given birth at least twice were randomly selected as research samples in 5 villages, namely Sonai, Tetewatu, Wonua Morome, Puusangi and Puriala villages. Each village randomly selected 15 farmers to serve as research respondents, resulting in a total of 80 farmer respondents. The criteria for respondents were farmers who had cows that had given birth at least twice. The parameters studied were age at puberty, age at first mating, gestation length, birth rate, lambing interval, mortality and calf production. The results showed that the reproductive performance of Balinese cows in Puriala Subdistrict, Konawe Regency is quite good, with an average age at puberty of 22.96 months, an average age at first mating of 23. 48 months, the average gestation period of 9 months, the average lambing period of 12.53 months, the calf birth rate of 93.33%, the calf mortality rate of 7.14% and the calf production of 83.52%. Keywords: Performance reproductive, calf production, Bali cattle
Faktor Persepsional yang Mempengaruhi Minat Pemuda dalam Beternak Ayam Ras Pedaging : Perceptual Factors Influencing Youth Interest in Broiler Farming Clarisha Dhea Susanti; Amanatuz Zuhriyah; Slamet Widodo
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 3 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i3.225

Abstract

Sektor peternakan, seperti ayam ras pedaging merupakan salah satu komoditas utama dalam industri peternakan yang banyak dikembangkan oleh masyarakat Indonesia dan permintaannya terus meningkat seiring waktu. Potensi industri peternakan ayam ras pedaging ini belum sepenuhnya disadari oleh generasi muda, hal ini ditunjukkan oleh rendahnya minat pemuda untuk bekerja di sektor peternakan, khususnya ayam ras pedaging. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui tingkat minat pemuda di Kabupaten Bangkalan untuk beternak ayam ras pedaging, (2) mengetahui faktor persepsional yang mempengaruhi minat pemuda dalam beternak ayam ras pedaging. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bangkalan pada bulan September-Desember 2024 dengan sampel penelitian 43 pemuda yang ditentukan melalui multistage sampling dua tahap. Faktor persepsional yang mempengaruhi minat pemuda dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pemuda di Kabupaten Bangkalan berada pada rentang usia 16-18 tahun, memiliki pendidikan terakhir SMP, dan tidak bekerja. Minat pemuda di Kabupaten Bangkalan dalam beternak ayam ras pedaging termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 40%. Variabel jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan berpengaruh secara signifikan terhadap minat pemuda dalam beternak ayam ras pedaging di Kabupaten Bangkalan, sedangkan usia, tingkat pendidikan, pengalaman, dan ketersediaan modal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat pemuda dalam beternak ayam ras pedaging di Kabupaten Bangkalan.
Minat Gen Z dalam Beternak Sapi di Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali : Gen Z's Interest in Raising Cattle in Simo District, Boyolali Regency Ardian Ozzy Wianto; Ardela Nurmastiti
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 3 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i3.257

Abstract

Usaha pemeliharaan ternak sapi merupakan salah satu usaha yang dapat dijadikan sebagai sumber mata pencaharian bagi masyarakat di pedesaan. Tantangan yang muncul dalam industri peternakan, seperti proses yang menuntut fisik dan ketidakpastian pendapatan, juga menyebabkan generasi muda enggan melanjutkan tradisi bertani atau beternak. Minat usia muda yang selanjutnya disebut dengan Generasi Z terhadap sektor peternakan semakin lama menunjukkan keberhasilan. Hal ini membuktikan bahwa usaha di bidang peternakan masih memiliki potensi yang besar. Ketertarikan Generasi Z pada pekerjaan urban dan sektor digital yang semakin meningkat tidak sepenuhnya menghilangkan peluang di sektor peternakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor pembentuk minat generasi Z dalam beternak sapi dan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap minat generasi Z dalam beternak sapi. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pembentuk minat yang meliputi pendapatan, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan status sosial termasuk dalam kategori tinggi. Minat generasi Z dalam beternak sapi juga termasuk dalam kategori tinggi karena mereka mendapatkan perasaan senang saat berusaha ternak sapi potong, sehingga memunculkan minat pemuda untuk beternak sapi. Faktor pembentuk minat yang meliputi pendapatan, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan status sosial menunjukkan pengaruh nyata terhadap minat generasi Z dalam berusaha ternak sapi.
Keamanan Mikrobiologi Daging Sapi: Analisis Total Plate Count (TPC) di Rumah Potong Hewan Berbagai Wilayah Indonesia: Microbiological Safety of Beef: TPC-Based Assessment in Slaughterhouses across Indonesia Aulia Irhamni Fajri; Nurafi Razna Suhaima; Dewi Elfrida Sihombing; Muhamad Arifin; Ai Imas Faidoh Fatimah; Mrr Lukie Trianawati
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 3 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i3.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas mikrobiologi daging sapi berdasarkan analisis Total Plate Count (TPC) dari berbagai Rumah Potong Hewan (RPH) di sejumlah wilayah Indonesia, serta menilai kesesuaiannya dengan batas maksimum cemaran mikrobiologi berdasarkan SNI 9159:2023 tentang pangan asal hewan. Data TPC digunakan sebagai indikator untuk menentukan tingkat keamanan mikrobiologi daging yang beredar. Hasil menunjukkan bahwa 78% sampel daging memenuhi standar SNI, mengindikasikan mutu yang aman untuk dikonsumsi. Namun, 22% sampel melebihi batas maksimum yang ditetapkan, dengan nilai TPC tinggi terutama ditemukan pada proses pemotongan yang dilakukan di luar area resmi RPH. Tingkat kepatuhan tertinggi (100%) dicapai oleh provinsi seperti Bali, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara, sementara Nusa Tenggara Timur menunjukkan kepatuhan terendah sebesar 36,67%. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan pengawasan mutu daging serta penerapan praktik sanitasi yang konsisten di seluruh lini rantai pasok. Penguatan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Standard Sanitation Operating Procedures (SSOP) secara menyeluruh menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan mutu daging sapi di Indonesia.

Page 8 of 12 | Total Record : 114