cover
Contact Name
Widhi Kurniawan
Contact Email
kurniawan.widhi@uho.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipho@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kampus Hijau Bumi Tridharma Jl. H.E.A. Mokodompit, Anduonohu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia 93232. Telp/fax: (+62-401-3190791)
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25481908     DOI : https://doi.org/10.56625
JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo) is a scientific journal in the field of animal husbandry which includes; breeding and genetics, reproduction, physiology, nutrition, feed technology, forage, livestock production, biotechnology, behavior, health, livestock systems, socio-economics, policy, and livestock product technology.
Articles 114 Documents
Pengaruh Penggunaan Tepung Bungkil Magot Terhadap Kualitas Eksternal telur Ayam Ras Petelur: The Impact of Maggot Meal Flour Used in Feed of External Quality of Laying Egg Hens Puspita Sovie Juniar; Hariadi Darmawan; Nonok Supartini
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.113

Abstract

Strategi peningkatan efisiensi produksi dengan menggunakan bahan pakan yang harganya relatif murah dan mudah tersedia, sangat penting bagi industrialisasi di sektor perunggasan. Salah satu yang terkategori dalam hal tersebut adalah bahan pakan berasal dari maggot, dalam hal ini Tepung Bungkil Maggot (TBM), yang merupakan limbah berupa bungkil maggot dan belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan pakan, khususnya pakan ayam ras petelur. Oleh karenanya, dilakukan penelitian ini yang bertujan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh penambahan TBM terhadap kualitas eksternal telur ayam ras petelur. Penelitian ini merupakan penelitian percobaan menggunakan 4 perlakuan dan 12 ulangan, yaitu: P0 (pakan formulasi tanpa TBM); P1 (pakan formulasi dengan 5% TBM); P2 (pakan formulasi dengan 10% TBM); dan P3 (pakan formulasi dengan 15% TBM). Materi penelitian ini adalah 48 ekor ayam ras petelur fase layer berumur 50–52 minggu, dengan strain sama dan 12 butir telur yang dihasilkannya setelah disimpan selama 2 hari; bahan pakan formulasi, terdiri atas jagung giling, konsentrat jadi, dan bekatul, serta 2700 gr TBM. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa bahwa kualitas eksternal telur ayam ras dengan menggunakan TBM dalam pakannya terbukti teruji tetap memenuhi standar mutu terbaik menurut SNI. Penggunaan TBM dengan level 10% mampu memberikan pengaruh terbaik terhadap kualitas eksternal telur ayam ras, khususnya pada variabel kuantitatifnya (berat telur, berat kerabang, panjang dan diameter telur). Namun, perlu kajian lanjutan tentang penggunaan TBM dalam mengidentifikasi tingkat efisiensi produksi secara ekonomi, mengingat harga TBM relatif mahal dan keberadaanya masih terbatas. Kata kunci: Bahan Pakan, Kualitas Eksternal, Maggot, TBM, Variabel Kuantitatif
Estimasi Heritabilitas Bobot Badan Ayam Kampung Fase Starter pada Pemeliharaan Intensif: Estimation of Heritability of Kampung Chicken Starter Phase’s Body Weight on Intensive Maintenance Nur Amalia Jannah Wali; Syam Rahadi; Rusli Badaruddin; La Ode Nafiu
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.116

Abstract

Ayam kampung merupakan salah satu jenis ayam lokal yang banyak ditemukan di seluruh wilayah di Indonesia. Ayam kampung sangat mudah untuk dikembangkan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi nilai heritabilitas bobot badan ayam kampung fase starter pada pemeliharaan intensif. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi CRD (Completed Randomized Design) pola struktur hierarkis (nested design) untuk mendapatkan komponen varian dari jantan dan betina. Variabel yang diamati dalam penelitian ini dan cara pengukurannya yaitu bobot badan (kg), diukur dengan menggunakan timbangan kapasitas 2 kg dengan Tingkat ketelitian 0,01, dan perhitungan heritabilitas bobot badan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai heritabilitas bobot badan ayam kampung fase starter (umur 0-6 minggu) pada pemeliharaan intensif termasuk dalam ketegori sedang sampai tinggi.
Performa Produksi Ayam Sentul Seleksi (SenSi) yang Diberi Pakan Mengandung Ekstrak Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) : Production Performance of SenSi Chicken Fed with Feed Containing Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) Extract as an Additive Growth Promoter Ulul Azmi Harun; Widhi Kurniawan; Hamdan Has
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan level optimum dari penggunaan ekstrak cashew nut shell liquid (CNSL) dalam pakan terhadap performa produksi ayam SenSi. Materi utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor ayam SenSi umur satu hari (DOC). Rancangan penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari (P1) kontrol (tanpa penambahan CNSL), (P2) penambahan 0,25 ml CNSL/kg pakan, (P3) penambahan 0,50 ml CNSL/kg pakan, (P4) penambahan 1 ml CNSL/kg pakan. Variabel penelitian terdiri dari konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan konversi pakan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan ayam SenSi tidak berpengaruh nyata. Penambahan ekstrak Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) dengan konsentrasi (0,25, 0,50 dan 1 ml/kg pakan) belum mampu meningkatkan performa produksi ayam SenSi pada penelitian ini.
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Minat Masyarakat dalam Usaha Ternak Sapi Bali di Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan: The Influence of Socio-Economic Factors on Community Interest in Balinese Cattle Farming in Moramo District, South Konawe Regency Muh Asril Nofran Runtu; Hairil A Hadini; Musram Abadi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.179

Abstract

Usaha ternak sapi Bali sudah dilakukan sejak lama secara turun-temurun, namun sebagian masyarakat masih menganggap usaha sapi Bali sebagai usaha sampingan pekerjaan. Upaya pengembangannya dapat dipengaruh oleh berbagai faktor diantara-Nya adalah faktor sosial yang dapat menjadi dasar minat masyarakat untuk mengembangkan usaha ternak sapi Bali di wilayahnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi minat masyarakat dalam usaha ternak sapi Bali. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2022 di Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan dengan jumlah 92 responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian aitu regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inat masyarakat dalam usaha ternak sapi Bali di Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan ebesar 51,4% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel penelitian ini yaitu sebesar 48,60%. Variabel aspek sosial, pendidikan peternak dan status sosial memberikan pengaruh nyata terhadap minat masyarakat dalam usaha ternak sapi Bali. Variabel aspek ekonomi harga bibit dan pemasaran tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap minat Masyarakat, sedangkan pendapatan memberikan pengaruh nyata terhadap minat masyarakat dalam usaha ternak sapi Bali.
Kondisi Fisiologis Energi Thermal pada Kambing Sapera yang Diberi Pakan Penyangga Melalui Pengukuran Thermal Infiray T2-Pro: Physiological Condition of Thermal Energy in Sapera Goats Given Buffer Feed Through Thermal Infiray T2-Pro Measurement Ichlasul Amal; Andi Muh Fuad Al Kautsar Walinono; Mita Arifa Hakim; Muh Ridwan B; Muhammad Ardiansyah Nurdin; Satria RIdho; Aidil Ammas; Ardiansyah; Raihan Okto Ramadhan; Ar Alwan Najib Athamimi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.195

Abstract

Status fisiologi energi termal pada kambing Sapera yang diberi pakan penyangga dapat diidentifikasi dengan melihat berbagai aspek fisiologi dan metabolisme tubuh kambing. Pakan penyangga yang dimaksud biasanya berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu tubuh dan menciptakan keseimbangan energi termal, yang sangat penting untuk kesehatan dan produktivitas kambing Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisiologis kambing Sapera yang diberi pakan penyangga menggunakan teknologi pengukuran thermal Infiray. Pakan penyangga dirancang untuk meningkatkan efisiensi metabolisme dan membantu kambing menghadapi tekanan panas lingkungan. Studi dilakukan dengan menggunakan 4 ekor kambing sapera laktasi sebagai sampel dalam penelitian ini dengan berat badan 38-42 kg. Pengukuran suhu tubuh dilakukan menggunakan kamera thermal Infiray setiap hari selama 30 hari dan hasil pengumpulan data diolah secara deskriptif. Hasil pengukuran termografi inframerah, khususnya perangkat Thermal InfiRay T2-Pro bahwa kondisi fisiologis suhu tubuh bagian vagina dan vulva memiliki suhu paling tinggi diantara bagian lainnya. Demikian intervensi pakan penyangga memperlihatkan suhu tubuh ternak tetap meningkat setelah waktu pemberian pakan. Hasil pengamatan pada suhu tubuh ternak sangat besar dipengaruhi oleh lingkungan dan kondisi kandang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan intervensi pakan penyangga belum efektif dalam mengurangi dampak negatif tekanan panas pada kambing Sapera melalui pengaturan energi thermal yang lebih efisien.
Pertambahan Alami Sapi Bali pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna: Natural Increase of Bali cattle on smallholder farms in Wakorumba Selatan subdistrict, Muna regency Alitofa; Achmad Selamet Aku; Rahim Aka
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.211

Abstract

Sapi Bali merupakan sapi lokal asli Indonesia yang banyak dibudidayakan peternak di Sulawesi Tenggara khususnya di Kabupaten Muna karena memiliki beberapa keunggulan yaitu dapat beradaptasi  dengan kondisi iklim tropis, dan pakan dengan kandungan serat kasar tinggi, kemampuan reproduksi yang tinggi, memiliki persentase karkas yang cukup tinggi, dapat dijadikan sebagai ternak pekerja serta mudah dari segi perawatan dan pemeliharaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertambahan alami sapi Bali pada peternakan rakyat di Kecamatan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai dengan Oktober 2024, di Kecamatan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu jumlah populasi sapi Bali, persentase kelahiran, persentase kematian dan nilai pertambahan alami. Data yang diperoleh ditabulasi, dianalisis dan dijelaskan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi sapi Bali dalam kurun waktu satu tahun sebanyak 449 ekor, persentase angka kelahiran sebesar 31,30%, persentase angka kematian 2,31% dan nilai pertambahan alami dalam kurun waktu satu tahun sebesar 28,99% masuk dalam kategori sedang.
Pemetaan Spasial Populasi Sapi di Jawa Tengah Menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS): Spatial Mapping of Cattle Population in Central Java Using Geographic Information System (GIS) Tools Aldi Salman; Ribut Hernawan
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.228

Abstract

Populasi sapi merupakan salah satu komponen penting dalam sektor peternakan yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian dan ketahanan pangan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi spasial populasi sapi di Jawa Tengah menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS). Metode penelitian meliputi pengumpulan data populasi sapi dari instansi terkait, pemetaan administrasi wilayah, dan analisis spasial untuk mengidentifikasi pola distribusi dan kepadatan populasi sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi konsentrasi populasi sapi di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan wilayah timur menunjukkan kepadatan populasi yang tinggi. Pemetaan GIS juga mengungkapkan adanya kesenjangan distribusi populasi sapi yang berpotensi memengaruhi efisiensi produksi dan distribusi hasil peternakan. Temuan ini memberikan dasar bagi pengambilan keputusan yang lebih strategis dalam pengelolaan populasi sapi, seperti optimalisasi program distribusi pakan, pengembangan wilayah peternakan, dan perencanaan kebijakan berbasis data spasial.
Penambahan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomu burmannii) terhadap Kualitas Sensoris Kuning Telur Asin : Additional Cinnamon (Cinnamomum burmannii) Extract on Sensory Quality of Yolk on Salted Egg Ujar Karuniansyah; Rahma Wulan Idayanti; Nur Hidayah
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.262

Abstract

Modifikasi telur asin dari itik Magelang dengan penambahan ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) belum banyak dilaporkan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui level terbaik dari penambahan ekstrak kayu manis terhadap kualitas sensoris (warna, aroma, tekstur, rasa, dan daya suka) dan kadar air dari kuning telur asin. Rancangan Acak Lengkap digunakan pada penelitian ini dengan empat perlakuan (level ekstrak kayu manis yaitu 0,00; 2,27; 4,44; 6,52%) dan lima kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis statistik dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test antar perbedaan perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan ekstrak kayu manis 4,44-6,52% menurunkan (P<0,05) aroma amis kuning telur itik Magelang menjadi agak amis (3,02-3,03). Konsentrasi 2,27-6,52% mengubah rasa (P<0,05) dari tidak asin menjadi tidak asin beraroma (2,20-2,33). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, Penambahan ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) pada pembuatan telur asin dengan level 6,25% mampu merubah rasa dan menurunkan aroma amis kuning telur asin, namun tidak mempengaruhi tekstur, kadar air, warna, dan kesukaan.
Reviu: Strategi Penanganan Mastitis Subklinis pada Ternak Sapi Perah: Review: Strategies for Managing Subclinical Mastitis in Dairy Cows Putrika Suryandari; Purnaning Dhian Isnaeni; Eistifani Fajrin; Roni Yulianto
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.270

Abstract

Mastitis pada sapi perah merupakan peradangan ambing yang berdampak signifikan terhadap produktivitas dan kualitas susu. Pencegahan menjadi langkah kunci dalam pengendalian penyakit ini. Penerapan manajemen peternakan yang baik, termasuk sanitasi yang ketat, teknik pemerahan yang benar, dan pemantauan kesehatan ambing secara rutin, merupakan upaya preventif yang efektif. Apabila terjadi infeksi, pengobatan segera dengan antibiotik atau terapi alternatif perlu dilakukan berdasarkan diagnosis yang akurat. Keberhasilan penanganan mastitis sangat bergantung pada kombinasi antara pencegahan yang proaktif dan pengobatan yang tepat. Dengan demikian, peternak dapat meminimalisir kerugian ekonomi akibat mastitis dan menjaga keberlanjutan usaha peternakan.
Kualitas Organoleptik Bakso Daging Sapi dengan Penambahan Tepung Kentang (Solanum tuberosum): Physical and Organoleptic Qualities of Beef Meatballs with The Addition of Potato Flour (Solanum tuberosum) Dika Damalia Dauri; Fitrianingsih; Harapin Hafid
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.278

Abstract

Physical and Organoleptic Qualities of Beef Meatballs with The Addition of Potato Flour (Solanum tuberosum)) Dika Damalia Dauri1, Fitrianingsih1, Harapin Hafid1* 1Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Jl. H. E. A. Mokodompit, Andonohu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia 93232. *Corresponding author: harapinhafid@uho.ac.id Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kentang terhadap kualitas organoleptik bakso daging sapi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% tepung kentang. Parameter yang diteliti dalam penelitian ini adalah kualitas organoleptik yang meliputi warna, bentuk, cita rasa, tekstur, kekenyalan, dan penerimaan umum. Hasil penelitian kualitas organoleptik bakso daging sapi dengan penambahan tepung kentang berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap cita rasa, tekstur, dan penerimaan umum. Namun, kualitas organoleptik bakso daging sapi dengan penambahan tepung kentang tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap warna, bentuk, dan kekenyalan.

Page 7 of 12 | Total Record : 114