cover
Contact Name
Yohanes Octovianus Awololon
Contact Email
octhoviandryawololon@gmail.com
Phone
+6282146551280
Journal Mail Official
mediaedukasi@undhirabali.ac.id
Editorial Address
JL. Raya Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
MEDIA EDUKASI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN
ISSN : -     EISSN : 30640431     DOI : https://doi.org/10.36002/jmk
Core Subject : Education,
Media Edukasi, Jurnal Ilmu Pendidikan terbit dua kali setahun, pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil kajian ilmiah dan hasil penelitian di bidang pendidikan dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA Handayani, Fitri; Suartana, I Ketut; Sentosa, I Putu Pranatha
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.727

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan aktivitas siswa melalui implementasi pembelajaran auditory intellectually repetition pada mata pelajaran pengetahuan bahan makanan siswa kelas X Jasa Boga di SMK Bintang Persada, 2) Untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui implementasi pembelajaran auditory intellectually repetition pada mata pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan siswa kelas X Jasa Boga di SMK Bintang Persada. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas , analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa, pada siklus I memperoleh rata-rata 74,3% berada pada kategori “baik”, sedangkan pada siklus II rata-rata aktivitas siswa 92,3% berada pada kategori “sangat baik”. 2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa, pada siklus I memperoleh rata-rata 80,76% berada pada kategori “baik” sedangkan pada siklus II memperoleh rata-rata 90,01% berada pada kategori “sangat baik”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran auditory intellectually repetition (AIR) dapat meningkatkan aktivitas serta hasil belajar siswa.Kata kunci: model pembelajaran pengulangan intelektual auditory, aktivitas, hasil belajarAbstractThe objectives of this study are: 1) To describe student activities through the implementation of intellectually repetition auditory learning on food knowledge subjects in class X catering services at SMK Bintang Persada, 2) To describe improvement in student learning outcomes through the implementation of intellectually repetition auditory learning on subjects Knowledge of Foodstuffs for students of class X catering services at SMK Bintang Persada. This research is a classroom action research, data analysis using quantitative descriptive analysis. The results of the study showed: 1) there was an increase in student learning activeness, in the first cycle obtained an average of 74.3% in the category of "good", while in the second cycle the average activity of students was 92.3% in the category of "very good" . 2) an increase in student learning outcomes, in the first cycle obtained an average of 80.76% in the category of "good" while in the second cycle obtained an average of 90.01% in the category of "very good". So that it can be concluded that the application of intellectually repetition (AIR) auditory learning model can increase the activities and student learning outcomes.Keywords: auditory intellectually repetition learning model, activity, learning outcomes
PENGARUH TEKNIK THINK-TALK-WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI BAHASA INGGRIS MAHASISWA Suhardiana, I Putu Andre
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.728

Abstract

AbstrakKegiatan menulis dalam fungsinya sebagai keterampilan produktif masih dianggap sulit oleh sebagian mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti perbendaharaan kata yang terbatas dan kurangnya pemahaman tata bahasa Inggris. Faktor tersebut adalah pemicu utama sulitnya mahasiswa mengembangkan ide dan menulis paragraf deskripsi bahasa Inggris yang baik. Oleh karena itu, teknik yang tepat diperlukan dalam penanganan masalah tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Think-Talk-Write (TTW) dalam pengajaran menulis paragraf deskripsi bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental yang menggunakan pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang masing-masing terdiri dari 12 mahasiswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai uji-t lebih tinggi dari t-tabel 2.744 > 1717 pada tingkat signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (df) 22. Ini berarti bahwa Null Hipotesis (Ho) yang menyatakan bahwa "Tidak ada efek signifikan dalam penggunaan teknik Think-Talk-Write (TTW) pada kemampuan menulis paragraf deskripsi bahasa Inggris mahasiswa” ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik Think-Talk-Write (TTW) memberi pengaruh signifikan pada kemampuan menulis paragraf deskripsi bahasa Inggris mahasiswa.Kata Kunci: Think-Talk-Write (TTW), Menulis, Teks Deskripsi.AbstractWriting activity within its roles as a productive skill is still considered challenging by some students. This is generated by various factors such as lack of adequate vocabulary knowledge and English grammar understanding. These factors are the foremost triggers that cause a problem for students to develop ideas and write good English descriptive paragraphs. Therefore, the proper technique is required to solve the problem. This article aimed to determine the effect of the Think-Talk-Write (TTW) technique in teaching writing of English descriptive paragraphs. This study used an experimental design that applied pre-test and post-test in the experimental group and the control group, each consisted of 12 students. The results of the data analysis showed that the t-test value was higher than t-table at the 0.05 significance level. This means that the Null Hypothesis (Ho) which stated that "There is no significant effect of using Think-Talk-Write (TTW) technique on students' writing English descriptive paragraphs ability" was rejected. Those findings indicated that the Think-Talk-Write (TTW) technique has a significant influence on students' writing English descriptive paragraphs ability.Keywords: Think-Talk-Write (TTW), Writing, Descriptive Paragraphs.
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL: SEBUAH INOVASI PENERAPAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN BELAJAR UNTUK PENEMUAN Warpala, I Wayan Sukra
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.729

Abstract

AbstrakTujuan pendidikan mestinya tidak hanya menekankan pada perolehan belajar pengetahuan, tetapi harus dapat meningkatkan dan mengembangkan hasil belajar kognitif tingkat tinggi dan keterampilan, serta sikap positif. Penguasaan terhadap pengetahuan dan keterampilan, serta keterwujudan sikap peserta didik memerlukan proses pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran inovatif dapat dilakukan melalui proses yang multi strategi, yang “membawa” peserta didik belajar ke dalam konteksnya. Proses pembelajaran tersebut mengarah kepada model pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual sebagai inovasi yang mengedepankan pemanfaatan sumber belajar yang multi situs dan berkaitan dengan sosio-context masyarakat merupakan pilihan yang strategis untuk pencapaian tujuan pendidikan multikultural dan belajar untuk penemuan. Pencapaian ide pendidikan multikultural dapat dilakukan dengan memodifikasi konsep-konsep pembelajaran kontekstual melalui: penerapan content integration, the knowledge construction process, an equity paedagogy, dan prejudice reduction. Implementasi belajar untuk penemuan bisa dilakukan melalui pengemasan pembelajaran yang diorientasikan pada aktivitas mental berupa akomodasi dan transformasi pengetahuan yang terkait dengan konteks kehidupan sehari-hari. Untuk keefektifan proses, pembelajaran kontekstual dapat dipadukan dengan berbagai seting kooperatif. Keterpaduan pembelajaran kontekstual dengan berbagai seting kooperatif sangat memungkinkan terjadinya ”human relations” (keselarasan hubungan antar manusia dalam pendidikan multikultural) dan terjadinya rekonstruksi sosial melalui diskusi kelompok-kelompok kecil yang anggotanya heterogen.Kata-kata kunci: pembelajaran kontekstual, pendidikan multikultural, belajar penemuanAbstractEducational goals should not only emphasize the acquisition of knowledge learning, but must be able to improve and develop high-level cognitive learning outcomes and skills, as well as positive attitudes. Mastery of knowledge and skills, and the realization of attitudes of students requires an innovative learning process. Innovative learning can be done through a multi-strategy process, which "brings" learners into the context. The learning process leads to a contextual learning model. Contextual learning as an innovation that prioritizes the use of multi-site learning resources and is related to the sosio-context of society is a strategic choice for the achievement of multicultural education goals and learning for discovery. The achievement of the idea of multicultural education can be done by modifying the concepts of contextual learning through: application of content integration, the knowledge construction process, equity equity, and prejudice reduction. The implementation of learning for discovery can be done through packaging learning that is oriented towards mental activities in the form of accommodation and transformation of knowledge that is related to the context of everyday life. For process effectiveness, contextual learning can be combined with various cooperative settings. The integration Of contextual learning with various cooperative settings is very possible for the occurrence of "human relations" (alignment of relations between people in multicultural education) and the occurrence of social reconstruction through discussion of small groups of heterogeneous members.Key words: contextual learning, multicultural education, learning discovery
IMPLEMENTASI ALAT PERMAINAN EDUKATIF POHON ANGKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP DAN LAMBANG BILANGAN Rahayu, Made Ayu Nadi; Lestari, Putu Indah; Cahaya, I Made Elia
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.730

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas implementasi APE pohon angka dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep dan lambang bilangan pada anak. Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelompok A di PAUD Kumara Widya Sulangai sebanyak 17 anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan melalui empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tanya jawab, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis data deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil observasi awal sebelum dilakukannya tindakan menunjukkan anak memiliki ketuntasan kemampuan mengenal konsep dan lambang bilangan yaitu 23,53%. Implementasi APE pohon angka pada Siklus I mengalami peningkatan menjadi 52,94% dan pada Siklus II mencapai indikator keberhasilan yaitu 82,35%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan implementasi APE pohon angka dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep dan lambang bilangan pada anak usia Kelompok A di PAUD Kumara Widya Sulangai.Kata kunci : APE pohon angka, konsep bilangan, lambang bilangan.AbstractThis study aims to determine the effectiveness of Numeric Trees Educative Game Tools implementation in increasing the ability to recognize the concepts and symbols of numbers in children. The subjects of this study were 17 students of group A in Kumara Widya Early Children Education of Sulangai. The type of research used was Classroom Action Research and was carried out in four stages, namely the planning stage, implementation phase, observation phase, and reflection phase. Data collection techniques using observation sheets, question and answer, and documentation. Data analysis method used is descriptive data analysis method with a quantitative approach. The results of preliminary observations before the action showed that the child has the ability to know the concept and symbol number of 23.53%. Through the implementation of Numeric Trees Educative Game Tools in Cycle I the ability of children had increased to 52.94% and in Cycle II it reached an indicator of success of 82.35%. Based on these results it can be concluded that the implementation of Numeric Trees Educative Game Tools can improve the ability to recognize the concept and symbol of numbers in group A of Kumara Widya Early Children Education in Sulangai.Keywords: Numeric Trees Educative Game Tools, number concept, number symbol.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IX B7 SMP NEGERI 6 SINGARAJA Hariyati, Made Emy
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.731

Abstract

AbstrakPenelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran IPA dengan model Discovery Learning sehingga efektif meningkatkan prestasi belajar siswa. Tindakan pembelajaran dilakukan dalam dua siklus melibatkan siswa kelas IX B7 semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019. Objek penelitiannya adalah meningkatkan prestasi belajar IPA siswa pada materi pelajaran Sistem Tata Surya. Prestasi belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes dan hasilnya dianalisis secara deskriptif kuantiitatif. Tindakan pembelajaran dinyatakan berhasil, apabila skor rata-rata siswa mencapai minimal 77 dan jumlah siswa tuntas belajar 85%. Hasil tindakan pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa pada siklus I dan II dariprestasi belajar sebelum tindakan (prasiklus). Skor rata-rata prestasi belajar siswa pada prasiklus sebesar 72.70, pada siklus I meningkat menjadi 78.83, dan pada siklus II meningkat menjadi 85. Ketuntasan kelas pada prasiklus sebesar 43.33%, pada siklus I meningkat menjadi 76.67%, dan pada siklus II menjadi 86.67%. Kesimpulan dari penelitian tindakan ini yaitu bahwa penerapan model Discovery Learning mampu meningkatkan prestasi belajar IPA, dimana siswa mencapai nilai ketuntasan belajar minimal dan ketuntasan kelas yang ditetapkan sekolah.Kata kunci: Discovery Learning, IPA, prestasi belajarAbstractClassroom action research (CAR) is conducted aimed at improving the quality of the science learning process with the Discovery Learning model so that it is effective in improving student learning achievement. The learning action is carried out in two cycles involving students in class IX B7 even semester 2018/2019 Academic Year. The object of his research is to increase students' learning achievement in the subject matter of the Solar System. Students' natural science learning achievements were collected by the test method and the results were analyzed in a quantitative descriptive manner. The action of learning is declared successful, if the average student score reaches a minimum of 77 and the number of students completing learning 85%. The results of learning actions indicate an increase in student achievement in cycles I and II of the achievement of learning before the action (pre-cycle). The average score of student learning achievement in pre-cycle of 72.70, in the first cycle increased to 78.83, and in the second cycle increased to 85. Completion of classes in the pre-cycle of 43.33%, in the first cycle increased to 76.67%, and in the second cycle to 86.67% . The conclusion of this action research is that the application of the Discovery Learning model can improve the learning achievement of science, where students achieve the value of minimal learning completeness and class completeness determined by the school.Keywords: Discovery Learning, science, learning achievement
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN TATA HIDANGAN Sekarini, Ni Kadek Debi; Suryanto, I Wayan; Sentosa, I Putu Pranatha
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.732

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar pada siswa kelas XI TB5 SMK PGRI 3 Denpasar dalam mata pelajaran tata hidangan yang menggunakan model pembelajaran Picture and Picture. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I rerata keaktifan belajar siswa 48,97% sedangkan pada siklus II menjadi 96,26%. Dengan demikian terjadi peningkatan keaktifan siswa sebesar 47,29%. Hasil belajar pada siklus I rerata ketuntasan belajar sebesar 76,36%, sedangkan pada siklus II 89,31%, terjadi peningkatan sebesar 12,95%. Pada Ketuntasan Klasikal siklus I mencapai persentase rerata 61,36% sedangkan pada siklus II mendapat skor 100%, terjadi peningkatan sebesar 38,64%. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan dan hasil belajar Tata Hidangan siswa kelas XI TB5 SMK PGRI 3 Denpasar dapat ditingkatkan denganmenggunakan model pembelajaran picture and picture.Kata Kunci : model pembelajaran picture and picture, keaktifan dan hasil belajar.AbstractThis study aims to determine the increase in engagement and learning outcomes of students of class XI TB5 in SMK PGRI 3 Denpasar in “Tata Hidangan” subjects that using the Picture and Picture learning model. This research is a classroom action research. The data collection technique uses purposive sampling. The results of the study show that the picture and picture learning model can improve student activity and learning outcomes from cycle I to cycle II. In the first cycle the average student learning engagement was 48.97% while in the second cycle it was 96.26%. Thus there was an increase in student activity by 47.29%. Learning outcomes in the first cycle of learning completeness averaged 76.36%, while in the second cycle 89.31%, an increase of 12.95%. The classical completeness in the first cycle reached an average percentage of 61.36% while in the second cycle got a score of 100%, an increase of 38.64%. In this study it can be concluded that the engagement and learning outcomes of the dishes in class XI TB5 students of SMK PGRI 3 Denpasar can be improved by using the picture and picture learning model.Keywords : Type of Learning, Picture and Picture , The Active and Result of the Learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA Agustini, Ni Luh Putu Eka; Astuti, Erpia Ordani; Suryanto, I Wayan
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.733

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X Tata Boga 1 di SMK Pratama Widya Mandala Badung setelah menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving pada mata pelajaran Boga Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan dan refleksi. Data yang dikumpulkan dan dianalisis menggunakan lembar observasi aktivitas dan metode tes, yang selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran Boga Dasar dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X TB 1 SMK Pratama Widya Mandala Badung. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari aktivitas belajar siswa pada siklus I memperoleh persentase rerata 50,29% yang berada pada kategori “kurang”. Sedangkan pada siklus II persentase rerata aktivitas belajar siswa mencapai 80,09% yang berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus II dengan peningkatan sebesar 29,80%. Selain itu, dari hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh persentase rerata 75,24% yang berada pada kategori “baik”. Sedangkan pada siklus II persentase rerata hasil belajar siswa mencapai 85,25% yang berada pada kategori “sangat baik”. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada silkus II dengan peningkatan sebesar 10,01%. Jadi, model pembelajaran Creative Problem Solving dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Creative Problem Solving¸ Aktivitas Belajar, Hasil BelajarAbstractThis study aims to determine the increase in activity and learning outcomes of class X Tata Boga 1 students at SMK Pratama Widya Mandala Badung after applying the Creative Problem Solving learning model on Basic Catering subjects. This type of research is classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of the stages of planning, action and reflection. Data were collected and analyzed using activity observation sheets and test methods, which were then analyzed by quantitative descriptive techniques. The results of this study indicate that Basic Food learning using the Creative Problem Solving learning model can improve the activity and learning outcomes of students of class X TB 1 at SMK Pratama Widya Mandala Badung. The increase can be seen from the learning activities of students in the first cycle obtaining an average percentage of 50.29% which is in the category of "less". While in the second cycle the average percentage of student learning activities reached 80.09% which was in the "good" category. This shows that there has been an increase in student learning activities in the second cycle with an increase of 29.80%. In addition, the learning outcomes of students in the first cycle obtained an average percentage of 75.24% in the "good" category. Whereas in the second cycle the average percentage of student learning outcomes reached 85.25% which was in the "very good" category. This shows that there has been an increase in student learning outcomes in silk II with an increase of 10.01%. So, the Creative Problem Solving learning model can improve student learning activities and outcomes.Keywords: Creative Problem Solving, Learning Activities, Learning Outcomes
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH FISIKA DASAR TERINTEGRASI LIFESKILL MAHASISWA STMIK STIKOM INDONESIA Marlinda, Ni Luh Putu Mery; Krisna, Evi Dwi
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.734

Abstract

AbstrakPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan pengembangan bahan ajar mata kuliah Fisika Dasar TERINTEGRASI Lifeskill untuk mahasiswa Stmik Stikom Indonesia. Penelitian pengembangan ini menggunakan desain penelitian pengembangan (Research and Development) yang diikuti penelitian tindakan kelas. Dengan prosedur pengembangan dimulai dari tahap pengumpulan informasi, tahap perencanaan, tahap validasi dan uji coba. Sebelum modul dapat digunakan terlebih dahulu dilakukan persamaan persepsi dengan kajian literatur. Kemudian selanjutnya akan divalidasi oleh validator. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang kemudian dikonversikan ke skala empat dan dalam pemberian kriteria digunakan persentase Arikunto. Hasil validasi modul oleh validator berada pada persentase 73% berada di kategori baik. Data pengoptimalan lifeskill berada pada persentase 72% pada aspek thinking skill, 82% pada aspek social skill, dan 76% academic skill. Pengoptimalan lifeskill dapat nilai dengan perencanaan proyek dan hasil proyek. Untuk respon mahasiswa terhadap modul rata-rata berada pada kriteria baik dengan aspek tampilan 68%, kemudahan belajar 74% dan kegunaan modul 76%.Kata Kunci: Fisika, Lifeskill, Bahan AjarAbstractThis development research purpose to produce the development of INTEGRATED Basic Physics teaching material for Lifeskill for Stmik Stikom Indonesia students. This development research uses a research and development design followed by classroom action research. With the development procedure, it starts from the information collection stage, planning stage, validation stage and trial. Before the module can be used first, equality of perception is carried out with literature review. Then it will then be validated by the validator. Data collection was done using a questionnaire which was then converted to a scale of four and in the provision of criteria the percentage of Arikunto was used. The results of module validation by the validator were 73% in the good category. Lifeskill optimization data is at 72% in the aspect of thinking skills, 82% in the social skills aspect, and 76% in academic skills. Optimizing lifeskill can be valued by project planning and project results. For students' responses to the module, the average criteria are good with 68% display aspect, 74% learning ease and 76% module usefulness.Keywords : Physics, lifeskill, module
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK: PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA DAN PROSES BELAJAR P. A., Ni Luh Putu Ning Septyarini; Budiarta, Luh Gd Rahayu
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.735

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidetifikasi pengaruh dari model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) terhadap kemampuan berbicara mahasiswa dalam Bahasa Inggris dan apakah melalui implementasi metode pembelajaran ini terdapat pengaruh signifikan pada proses pembelajaran. Studi ini menggunakan desain Mixed Method Research dimana penelitian ini melibatkan 30 mahasiswa semester 1 di STMIK Primakara, Denpasar-Bali. Dalam proses pengumpulan data kualitatif, penulis menggunakan catatan lapangan dan pedoman wawancara. Selanjutnya, penulis menggunakan pre-test dan post-test sebagai sumber data kuantitatif. Proses analisa data kualitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan paired-samples t-test. Hasil juga menujukan terciptanya efek yang signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam berbicara Bahasa Inggris. Selain itu, ditemukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dalam proses pembelajaran dapat memberikan efek yang signifikan pada tingkat kepercayaan diri serta antusiasme mahasiswa.Kata Kunci : Project-Based Learning, Kemampuan Berbicara, Proses Belajar.AbstractThe purpose of this study was to identify the effect of project-based instruction on students' speaking abilities in English and whether there was a significant influence on the students’ learning process or not. This study used a Mixed Method Research design where this study involved 30 of second semester students at STMIK Primakara Denpasar Bali. In the process of collecting qualitative data, the author carried out open-ended questionnaires. Next, the author applied a closed-ended questionnaire as a qualitative data source. The qualitative data analysis process was carried out descriptively, while the quantitative data were analyzed using paired samples t-test. The final result also showed that there was a significant effect on student learning attitudes. In addition, it was found that by implementing project-based instruction in the learning process could present a significant effect on students’ confidence and enthusiasm.Keywords : Project-Based Learning, Speaking Skills. Learning Attitude.
IDENTIFIKASI MASALAH SOSIAL DALAM NOVEL AZAB DAN SENGSARA KARYA MERARI SIREGAR Zamain, Ririn; Irma, Cintya Nurika; Sulfiana, .
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i1.736

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang masalah sosial yang terdapat dalam novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregaryang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1920, dengan tujuan untuk mendeskripsikan masalahsosial yang terdapat dalam novel tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kepustakaan. Data-data dalam penelitian ini yakni berupa kalimat yang ditulis dalam bentuk kutipancerita yang mengandung permasalahan sosialyang terdapat dalam novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1920, ditemukan masalah sosial yakni seperti kemiskinan atau rendahnya perekonomian yang dihadapi oleh keluarga Mariamin yang dapat mengungkapkan beberapa masalah sosial meliputi (1) marginalisasi perempuan, (2) kesenjangan sosial, yang berujung materialistis dan perjodohan atau kawin paksa, dan (3) kepercayaan perdukunan.Kata Kunci: Masalah Sosial, Sosiologi Sastra, Novel Azab dan Sengsara.AbstractThis study discusses the social problems found in the Azab and Sengsara novels by Merari Siregar published by Balai Pustaka in 1920, with the aim of describing the social problems contained in the novel. The method in this study uses a type of qualitative descriptive method. This type of research is a type of library research. The data in this study are in the form of sentences written in the form of story excerpts that contain social problems contained in the Azab and Sengsara novels by Merari Siregar. The research technique used in this study is the technique of reading and writing. The approach used in this study is the sociological approach to literature. Based on the results of the analysis carried out on the Azab and Sengsara novels by Merari Siregar published by Balai Pustaka in 1920, social problems such as poverty or low economic conditions faced by the Mariamin family were found which could reveal several social problems including (1) marginalization of women, (2) social inequalities, materialistic ends and matchmaking or forced marriage, and (3) shamanic beliefs.Keywords: Social Issues, Sociology of Literature, Novel Azab and Passion.

Page 4 of 10 | Total Record : 93