cover
Contact Name
Yohanes Octovianus Awololon
Contact Email
octhoviandryawololon@gmail.com
Phone
+6282146551280
Journal Mail Official
mediaedukasi@undhirabali.ac.id
Editorial Address
JL. Raya Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
MEDIA EDUKASI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN
ISSN : -     EISSN : 30640431     DOI : https://doi.org/10.36002/jmk
Core Subject : Education,
Media Edukasi, Jurnal Ilmu Pendidikan terbit dua kali setahun, pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil kajian ilmiah dan hasil penelitian di bidang pendidikan dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA KELAS D STIMIK STIKOM INDONESIA DALAM EDITING VIDEO MULTICAM Labasariyani, Ni Luh Putu; Marlinda, Ni Luh Putu Mery
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i1.1334

Abstract

AbstrakVideo Editing dengan multi kamera merupakan teknik menyunting video hasil dari dua kamera atau lebih, yang sedang merekam sebuah kejadian atau adegan secara bersamaan, dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah komposisi video. Pada penelitian ini, recording dan editing bisa dilakukan dengan software editing seperti Adobe Premiere Pro. Adobe Premiere versi professional telah memilki fitur editing multicamera dengan jumlah kamera yang bisa di sinkronisasikan mencapai 4 buah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Adobe Premiere Pro efektif digunakan sebagai media pembelajaran pada proses pembelajaran editing video pada Mahasiswa kelas D STIMIK STIKOM Indonesia. Dengan tujuan tersebut, efektif atau tidaknya penggunaan adobe premiere dalam editing video pada Mahasiswa diukur melalui pemahaman konsep penyuntingannya yaitu proses sinkronisasi 2 atau lebih video dengan satu suara. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode demonstrasi dan pemberian tugas. Penelitian ini juga menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang dikembangkan oleh Hopkins. Dari hasil kegiatan penelitian yang telah dilakukan selama dua siklus dengan penggunaan Adobe Premiere memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman Mahasiswa kelas D STIMIK STIKOM Indonesia dalam proses sinkronisasi 2 atau lebih video dengan satu suara pada video editing multicam yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar Mahasiswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I 62,50% dan siklus II 92,50%. Analisis kwantitatif prestasi belajar Mahasiswa siklus I yaitu Rata-rata (Mean)nya adalah 68,85, Median (titik tengahnya) adalah 70, Modus (nilai yang paling sering muncul) adalah 70. Analisis kuantitatif prestasi belajar mahasiswa siklus II yaitu Rata-rata (Mean) adalah 72,75, Median (titik tengah) adalah 75, sedangkan Modus adalah 70.Kata Kunci : Photography, Editing video, MultikameraAbstractMulti-camera Video Editing is a technique for editing video results from two or more cameras, which are recording an event or scene simultaneously, with the aim of producing a video composition. In this study, recording and editing could be done with editing software such as Adobe Premiere Pro. The professional version of Adobe Premiere has a multicamera editing feature with up to four cameras that can be synchronized. The purpose of this study is to determine whether Adobe Premiere Pro can be effectively used as a learning medium in the learning process of video editing in class D STIMIK STIKOM Indonesia students. With this aim, whether or not the use of Adobe Premiere is effective in video editing for students is measured by understanding the concept of editing, namely the process of synchronizing two or more videos with one sound. The research method used was demonstration and assignment. This study also used a Classroom Action Research design developed by Hopkins. From the results of research activities that have been carried out for two cycles with the use of Adobe Premiere, it has a positive impact in increasing the understanding of class D STIMIK STIKOM Indonesia students in the process of synchronizing two or more videos with one sound on multicam video editing which is marked by an increase in student learning completeness in each cycle, namely cycle I 62.50% and cycle II 92.50%. Quantitative analysis of student learning achievement in cycle I, namely the average (mean) is 68.85, the median (the midpoint) is 70, the mode (the value that appears most often) is 70. Quantitative analysis of student achievement in cycle II is the average (Mean) is 72.75, the Median (the midpoint) is 75, and the Mode is 70.Keywords : Photography, Video Editing, Multicamera
Cover Media Edukasi Edukasi, Cover Media
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i2.1335

Abstract

Cover Media Edukasi
IDENTIFIKASI KENDALA GURU IPA DALAM MENYUSUN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SD NEGERI 4 DALUNG, KUTA UTARA Bestari, Ida Ayu Purnama; Suparta, I Nengah
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i2.1336

Abstract

AbstrakMerdeka belajar adalah kebijakan yang memiliki esensi kemerdekaan berpikir. Untuk mendukung merdeka belajar, maka Ujian Nasional (UN) dihapuskan dan diganti asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Asesmen kompetensi minimum meliputi literasi dan numerasi. Siswa diharuskan memiliki pemikiran kritis khususnya dalam menjawab soal literasi. Salah satu cara yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan mengembangkan dan membiasakan pembelajaran yang berbasis masalah. Tetapi, kenyataannya guru jarang memberikan permasalahan kepada siswa, dan lebih mengutamakan materi di buku dan soal di lembar kerja siswa (LKS). Penelitian dilakukan di SD Negeri 4 Dalung, untuk mengidentifikasi permasalahan guru menyusun masalah dalam proses pembelajaran. Selain itu untuk mengetahui tanggapan guru terkait dengan penting atau tidaknya suatu masalah dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan kuisioner. Diperoleh hasil bahwa semua guru menyatakan bahwa pemberian masalah kepada siswa penting dalam pembelajaran. Dari pengolahan data identifikasi permasalahan yang dihadapi guru dalam menyusun masalah, diperoleh hasil yaitu belum terbiasanya guru menyusun masalah; pemikiran yang rumit dalam menyusun masalah; jarang menggunakan dan mengembangkan berbagai fitur edukasi online; guru di SD Negeri 4 Dalung kebanyakan adalah wali kelas yang mengampu semua mata pelajaran, sehingga kurang menguasai konsep beberapa mata pelajaran.Kata kunci: berpikir kritis, berbasis masalah, literasi, merdeka belajar.AbstractMerdeka belajar (freedom of learning) is a policy that has the essence of freedom of thought. To support independent learning, the National Examination was eliminated, replaced by the minimum competency assessment and character survei. The minimum competency assessment includes literacy and numeracy. Students are required to demonstrate critical thinking skills, especially in answering literacy questions. One way that can be developed to improve critical thinking skills is by developing and getting used to problem-based learning. However, in reality teachers rarely give problems to students, and prioritize material in books and questions on student worksheets (LKS). The research was conducted at SD Negeri 4 Dalung, to identify teacher problems in developing problems in the learning process. In addition, to examine teacher responses related to the importance or not of a problem in learning. This study uses interviews and questionnaires to collect data. It was found that all teachers stated that giving an important problem in learning. From the identification of problems faced by teachers in formulating problems, the results obtained were that teachers were not accustomed to arranging problems; intricate thinking in problem structure; rarely use and develop various online educational features; most of the teachers at SD Negeri 4 Dalung are homeroom teachers who handle all subjects, so they do not master the concepts of several subjects.Keywords: critical thinking, problem-based, literacy, independent learning
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN ANAK MELALUI PERMAINAN SEPIT GULI Penelitian Tindakan Kelas pada Kelompok B TK Gapura I Jegu, Kecamatan Penebel Peni, Ni Wayan; Suryaningsih, Ni Made Ayu; Poerwati, Christiani Endah
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i2.1337

Abstract

AbstrakKemampuan kognitif memiliki peranan yang sangat penting bagi perkembangan anak usia dini, terkaitproses pembelajaran. Kemampuan kognitif terdiri dari tiga aspek yakni memecahkan masalah, berpikir logis, danberpikir simbolik. Upaya peningkatan kemampuan tersebut dapat dilakukan dengan memberikan rangsangan yangtepat sesuai dengan tahap perkembangan anak sehingga memperoleh hasil yang optimal. Upaya meningkatkankemampuan berpikir simbolik dalam pemahaman konsep bilangan dapat dilakukan melalui permainan sepit guli.Penelitian ini dirancang sebagai Penelitian Tindakan Kelas, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatanpemahaman konsep bilangan anak melalui permainan sepit guli. Subjek penelitian adalah anak-anak Kelompok Bdi TK Gapura I Jegu yang berjumlah 22 anak. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan melalui 2 siklus.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi. Metode pengolahan data yang digunakananalisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil observasi awal terhadap pengenalan konseplambang bilangan anak menunjukkan jumlah ketuntasan sebesar 63,6%. Pada penerapan permainan sepit guli padaSiklus I kemampuan pengenalan konsep bilangan anak mengalami peningkatan menjadi 72,8%. Pada pelaksanaanSiklus II kembali mengalami peningkatan menjadi 95,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkanbahwa permainan sepit guli mampu meningkatkan kemampuan berpikir simbolis anak Kelompok B TK Gapura IJegu.Kata Kunci : kemampuan berpikir simbolik, konsep bilangan, permainan sepit guli.AbstractCognitive ability has a very important role for early childhood development. Cognitive abilities consist ofthree aspects: problem solving, logical thinking and symbolic thinking. Efforts to increase those abilities could bedone by providing the right stimulation according to the stage of its development in order to obtain the optimalresults. Efforts to improve the symbolic thinking ability in the numbers concept understanding can be done by thegame of Guli Sepit. The aim of study to determine the increase of the numbers concept understanding throughtGuli Sepit game. Subjects were taken from 22 children in Group B at TK Gapura I Jegu. The research was carriedout in 2 cycles. Data collection in this study taken by observation. The data analysis method applied descriptivestatistical analiysis and quantitative analysis.The results of preliminary observations of the child number conceptsymbols introduction indicated the completeness of 63,6%. In the application of Guli Sepit game in 1st Cycle, therecognition ability increased to 72,8%. In the 2nd Cycle it increased to 95,5%. Based on thes results, it can beconcluded that the Guli Sepit game improved the children symbolic thinking ability in Group B TK Gapura I Jegu.Keywords : symbolic thinking ability, numbers concept, sepit guli game.
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Boga Dasar Kelas X TB 1 SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan Putri, Ni Made Dwi Dharma; Suryanto, I Wayan; Sinta Diarini, I Gusti Ayu Agung
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i2.1338

Abstract

AbstrakPenerapan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share diharapkan siswa dapat mengembangkanketerampilan berpikir dalam berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya, saling membantu dalam kelompokkecil. Di samping itu, model pembelajaran kooperatif Think Pair Share secara langsung dapat memecahkanmasalah. Memahami materi secara berkelompok karena saling membantu antara satu dengan yang lainnya,dalam membuat kesimpulan (diskusi) serta mempresentasikan di depan kelas. Jenis penelitian ini adalahpenelitian tindakan kelas. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif menunjukkan terjadi peningkatan hasilbelajar siswa pada siklus II sebesar 18.73%. Peningkatan ketuntasan klasikal dapat dilihat dari rata-rataketuntasan klasikal yaitu pada siklus I sebesar 46.88% sedangkan pada siklus II sebesar 100%. Analisis datamenunjukkan telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II sebesar 53.12%.Kata Kunci : Model pembelajaran Think Pair Share, Keaktifan Belajar Siswa, Hasil Belajar Siswa.AbstractThe implementation of the Think Pair Share cooperative learning model is expected that students candevelop thinking and answering skills in communication with each other, working together to help each other insmall groups. Think Pair Share cooperative learning models can directly solve problems, understand a materialin groups, help each other, make conclusions and present in front of the class as one of the evaluation steps oflearning activities that have been done. This type of research is class action research with quantitative deskritivedata analysis techniques. This study showed that there was an increase in student learning outcomes in thesecond cycle by 18.73%. The increase in classical completeness can be seen from the average classicalcompleteness of 46.88% in the first cycle while in the second cycle it is 100%. This indicates that there has beena 53.12% increase in student learning outcomes in the second cycle.Keywords : Think Pair Share learning model, Student Learning Activeness, Student Learning Outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN Wahyuni, Ni Komang Ayu; Ordani Astuti, Ni Made Erpia; Suryato, I Wayan
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i2.1339

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model teaching factory pada matapelajaran pengolahan dan penyajian makanan mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa XI Kuliner 2 diSMK Pratama Widya Mandala Badung, dan untuk mengetahui apakah penerapan model teaching factorypada mata pelajaran pengolahan dan penyajian makanan mampu meningkatkan hasil belajar siswa XIKuliner 2 di SMK Pratama Widya Mandala Badung. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelasdengan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Objek penelitiannya adalah aktivitas belajar dan hasilbelajar siswa, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Kuliner 2 SMK PratamaWidya Mandala Badung yang berjumlah 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatanaktivitas belajar siswa dapat dilihat dari aktivitas belajar siswa pada siklus I memperoleh persentase rerata46%. Sedangkan pada siklus II persentase rerata aktivitas belajar mencapai 86,06%. Hal ini menunjukkantelah terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus II dengan peningkatan sebesar 40,06%.Sementara itu, peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh rerata72,52%. Pada siklus II, persentase rerata hasil belajar siswa mencapai 84.33%. Hal ini menunjukkan telahterjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II dengan peningkatan sebesar 11,81%. Peningkatanketuntasan klasikal dapat dilihat dari ketuntasan klasikal pada siklus I dengan persentase rerata 64,29%sedangkan pada siklus II ketuntasan klasikal mencapai 100%. Dengan demikian, telah terjadi peningkatanketuntasan klasikal sebesar 35,71%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan penerapan modelpembelajaran teaching factory mampu meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Model pembelajaran Teaching Factory, Aktivitas Belajar Siswa, Hasil Belajar SiswaAbstractThe purpose of this study are twofold: to find out whether the application of the teaching factorymodel can increase student learning aktivity on food processing and serving subjects in Pratama WidyaMandala Badung Vocational School; and to find out whether the application of the teaching factory modelcan increase student learning outcomes in food processing and serving subject in Pratama Widya MandalaBadung Vocational School.This type of research is classroom action research with quantitative descriptivedata analysis techniques. The object of this research is the student learning activities and student learningoutcomes and the samples in this study were the students of class XI Culinary 2 of Pratama Widya MandalaBadung Vocational School which amounted to 42 people. The results showed that there was increasedstudent learning activities, the increase can be seen from the learning activities of students in the first cycleto obtain an average percentage of 46%. While in the second cycle the average percentage of learningactivities reached 86.06%. This shows there has been an increase in student learning activities in the secondcycle with an increase of 40.06%. Secondly, there was improvement of student learning outcomes. Theincrease can be seen from the results of student learning in the first cycle to obtain an average of 72.52% . Incycle II, the average percentage of student learning outcomes reached 84.33%. This shows there has been anincrease in student learning outcomes in the second cycle with an increase of 11.81%. Increased classicalcompleteness, the increase can be seen from classical completeness in the first cycle with an averagepercentage of 64.29% whereas in the second cycle the classical completeness reached 100% This shows thatthere has been an increase in classical completeness by 35.71%. The conclusion of this research is theapplication of the teaching factory learning model can improve learning activities and student learningoutcomesKeywords: Teaching Factory learning model, Student Learning Activities, Student Learning Outcome
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR TATA HIDANG SISWA KELAS X DI SMK KERTHA WISATA DENPASAR Rimbayani, Ni Luh Nyoman Tri; Suryanto, I Wayan; Astuti, Ni Made Erpia Ordani
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i2.1340

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas X AP 1 pada Mata Pelajaran Tata Hidangan di SMK Kertha Wisata Denpasar dengan menerapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Objek penelitian ini adalah pemahaman konsep, dan hasil belajar siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Akomodasi Perhotelan 1 di di SMK Kertha Wisata Denpasar, berjumlah 32 orang. Sampel dipilih secara random dari 257 orang populasi siswa. Metode pengumpulan data dengan metode tes dan metode observasi. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan telah terjadi peningkatan hasil belajar pada setiap siklus yang dapat dilihat dari peningkatan Persentase rerata skor pemahaman konsep siswa sebesar 13.8% yaitu dari siklus I sebesar 71,8% meningkat menjadi 85,6% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Persentase rerata skor hasil belajar meningkat sebesar 14,3% yaitu dari siklus I sebesar 74,46% meningkat menjadi 88,8% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Persentase Akomulasi rerata nilai pemahaman konsep dan hasil belajar siswa meningkat sebesar 14,1% yaitu dari siklus I sebesar 73,1% meningkat menjadi 87,2% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Ketuntasan klasikal Siswa meningkat sebesar 28,2% yaitu dari siklus I sebesar 71,8% meningkat menjadi 100% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Jadi, model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa kelas X AP 1 pada Mata Pelajaran Tata Hidangan di SMK Kertha Wisata Denpasar.Kata Kunci : Contextual Teaching And Learning (CTL), Pemahaman Konsep, Dan Hasil Belajar.AbstractThis study aims to improve the conceptual understanding and learning outcomes of class X AP 1 students in the subject of food preparation at SMK Kertha Wisata Denpasar by applying the contextual learning model (CTL). This type of research is a classroom action which is carried out in two cycles. Each consists of a cycle of planning, action, observation, and reflection stages. The object of this research is understanding the concept and student learning outcomes. The research subjects were students of class X Hotel Accommodation 1 at SMK Kertha Wisata Denpasar, 32 people. The sample was randomly selected from a population of 257 students. The data test method is the test method and the observation method. The data obtained were then analyzed using quantitative analysis techniques. The findings of this study indicate an increase in learning outcomes in each cycle which can be seen from the increase in the percentage of students' mean score understanding of concepts by 13.8%, namely from the first cycle of 71.8%, increasing to 85.6% in cycle II which is in the very category. good . The percentage of the mean score of learning outcomes increased by 14.3%, from the first cycle of 74.46% to 88.8% in the second cycle which was in the very good category. The percentage of accumulated value understanding of concepts and student learning outcomes increased by 14.1%, namely from the first cycle of 73.1% increased to 87.2% in the second cycle which was in the very good category. Students classical completeness increased by 28.2%, namely from the first cycle of 71.8% increased to 100% in the second cycle which was in the very good category. So, the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model can improve the understanding of concepts and learning outcomes of class X AP 1 students in the Dish Administration Subject at SMK Kertha Wisata Denpasar.Keywords: Contextual Teaching And Learning (CTL), Concept Understanding, and Learning Outcomes.
PEMBELAJARAN SAINS BAGI ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MASA BELAJAR DARI RUMAH Prima, Elizabeth; Lestari, Putu Indah
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2021): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v5i1.1461

Abstract

AbstrakMasa pandemi Covid-19 mengharuskan semua anak melaksanakan pembelajaran secara daring atau dikenaldengan nama Belajar Dari Rumah (BDR). Selama masa pandemi, mau tidak mau pihak sekolah dan orang tuamulai bekerjasama dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung di rumah. Walapun hal ini tidak mudahuntuk dilakukan oleh kedua belah pihak, namun agar pembelajaran tetap dapat berlangsung maka kerjasamasangatlah dibutuhkan. Begitu pula dalam proses pembelajaran sains, dibutuhkan strategi guru untukmempersiapkan pembelajaran sains yang akan dilakukan oleh peserta didik selama belajar dari rumah (BDR).Guru dituntut untuk menjadi lebih kreatif dalam memilih konten sains yang tepat yang akan dilaksanakan dalampembelajaran di rumah selama masa pandemi. Hal ini dikarenakan keterlibatan orang tua dalam pembelajaransains anak selama belajar dari rumah (BDR) mulai dari persiapan, proses, sampai pada evaluasi. Oleh karena itukerjasama antara guru dan orang tua dalam pemahaman konsep sains melalui model Pembelajaran Berbasis Proyekpada anak diharapkan mampu membantu anak berpikir lebih kritis, memecahkan masalah, dan mengetahui sebabakibatdari sesuatu yang diamatinya.Kata Kunci : anak usia dini, belajar dari rumah, pembelajaran sains, pembelajaran berbasis proyekAbstractThe pandemic period makes all children carry out learning bravely or better known as Learning FromHome. During the pandemic, schools and parents have started a learning process which takes place at home. Thisis not easy for both parties to do, but cooperation is needed in order for learning to take place. Likewise in thescience learning process, teachers need a strategy to prepare science learning that will be carried out by studentswhile learning from home. Teachers are required to be more creative in choosing the right science content thatwill be carried out in home learning during the pandemic. This is because the association of parents in learningscience for children during learning from home starts from preparation, process, to evaluation. Therefore, thecollaboration between teachers and parents in understanding concepts through the Project Based Learning modelfor children is expected to be able to help children think more critically, solve problems, and see the cause andeffect of something they observe.Keywords: early childhood, home learning, science learning, project based learning,
STUDI EMPIRIK PEMANFAATAN GOOGLE FORM UNTUK PENILAIAN HARIAN MATA KULIAH MATEMATIKA MAHASISWA STIKI INDONESIA Marlinda, Ni Luh Putu Mery
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2021): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v5i1.1462

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi penggunaan Google Forms pada penilaianharian mata kuliah matematika mahasiswa STIKI Indonesia. Penilaian Harian (PH) merupakan prosespengumpulan dan pengolahan informasi hasil belajar peserta didik dalam usaha menetapkan program perbaikanatau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi yang dicapai peserta didik. Di masa Pandemi Covid-19, penggunaan penilaian daring merupakan solusi agar penilaian dapat terlaksana. Salah satu aplikasi yang dapatdigunakan sebagai alat bantu untuk membantu kelancaran penilaian harian adalah Google Forms. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif-kuantitatif. Efisiensi Google Forms sebagai alat bantu dalam penilaian hariandikategorikan cukup efisien terutama dalam menyiapkan logistik dalam penilaian harian, pengumpulan hasiljawaban, pengolahan hasil jawaban dan prosedur pelaksanaan penilaian harian. Berdasarkan hasil analisis databahwa efisiensi penggunaan aplikasi Google Forms pada penilaian harian mata kuliah matematika ≥ 50%. Lebihspesifik simpulan ini memiliki tingkat efisiensi penggunaan aplikasi Google Forms pada penilaian harian aspekkognitif mata pelajaran matematika yaitu 70%.Kata Kunci: Google Form, Penilaian Harian, EfisiensiAbstractThe purpose of this study is to find out the efficiency of using Google Forms in the daily assessment ofmathematics courses of STIKI Indonesia students. Daily Assessment (DA) is the process of collecting andprocessing information on student learning outcomes in an effort to establish improvement or enrichmentprograms based on the level of competency mastery achieved by students. During the Covid-19 Pandemic, the useof daring assessment is a solution for assessment to be carried out. One of the applications that can be used as atool to help smooth daily assessment is Google Forms. This research is descriptive-quantitative research. Theefficiency of Google Forms as a tool in daily assessment is categorized as quite efficient especially in preparinglogistics in daily assessment, collection of answer results, processing of answer results and procedures forconducting daily assessments. Based on the results of the data analysis that the efficiency of using the GoogleForms application on the daily assessment of mathematics courses ≥ 50%. More specifically, this conclusion hasa greater level of efficiency in using the Google Forms application on the daily assessment of cognitive aspects ofmath subjects which is 70%.Keywords: Google Form, daily assessment, efficiency.
ANALISIS MEMBACA CEPAT BUKU AJAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FISIKA DI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Ramadhani, Fitri
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2021): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v5i1.1463

Abstract

AbstrakPrestasi siswa di sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun faktor eksternal. Kemampuanmembaca cepat dan pemahamannya merupakan salah satu faktor internal yang harus dikuasai siswa dalam belajar,khususnya bidang studi fisika. Hal ini dimaksudkan agar siswa mampu memahami dan menangkap informasi yangdisampaikan. Kecepatan membaca siswa dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah(1) untuk mengetahui kemampuan membaca cepat siswa terhadap materi dalam buku ajar fisika, dan (2) untukmengetahui dampak atau pengaruh yang ditimbulkan dari membaca cepat siswa terhadap prestasi belajar fisika.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek siswa kelas XIIA-1 di SMA Negeri 8 Banda Acehyang berjumlah 27 siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) tes kecepatan membaca,dan (2) tes pemahaman membaca. Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) analisis tes kecepatan membaca,(2) analisis tes pemahaman pembaca, dan (3) analisis korelasi regresi. Dari hasil analisis data diperoleh hasil (1)kemampuan membaca cepat siswa materi dalam buku ajar fisika masih tergolong rendah, dan (2) kemampuanmembaca cepat siswa materi dalam buku ajar fisika memberikan pengaruh yang kuat bagi prestasi belajarnya,semakin tinggi tingkat kemampuan membaca cepat siswa semakin bagus prestasi yang dicapai.Kata Kunci : Membaca Cepat, Prestasi Belajar, Pelajaran FisikaAbstractStudent achievement in school is influenced by various internal and external factors. The ability to readquickly and understand is one of the internal factors that must be mastered by students in learning, especially inthe field of physics. It is intended that students are able to understand and capture the information conveyed.Students' reading speed can affect student achievement. The aims of this study were (1) to determine the students'speed reading ability on the material in physics textbooks, and (2) to determine the impact or influence of students'speed reading on physics learning achievement. This type of research is descriptive research with the subject ofclass XIIA-1 students at SMA Negeri 8 Banda Aceh, totaling 27 students. The data collection techniques used are(1) reading speed test, and (2) reading comprehension test. The data analysis techniques used are (1) readingspeed test analysis, (2) reader comprehension test analysis, and (3) regression correlation analysis. From theresults of data analysis, it was found that (1) the students' ability to read quickly the material in physics textbookswas still relatively low, and (2) the students' ability to read quickly the material in physics textbooks gave a stronginfluence on their learning good achievement.Keywords: Speed Reading, Learning Achievement, Physics

Page 6 of 10 | Total Record : 93