cover
Contact Name
Yohanes Octovianus Awololon
Contact Email
octhoviandryawololon@gmail.com
Phone
+6282146551280
Journal Mail Official
mediaedukasi@undhirabali.ac.id
Editorial Address
JL. Raya Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
MEDIA EDUKASI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN
ISSN : -     EISSN : 30640431     DOI : https://doi.org/10.36002/jmk
Core Subject : Education,
Media Edukasi, Jurnal Ilmu Pendidikan terbit dua kali setahun, pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil kajian ilmiah dan hasil penelitian di bidang pendidikan dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL Sentosa, Putu Pranatha; Astuti, Ni Made Erpia Ordani; Cahaya, I Made Elia
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i2.1033

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Universitas Dhyana Pura, Bali. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan sampling jenuh. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 orang mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa dengan metode SERVQUAL. Analisis data dilakukan dengan teknik Customer Satisfaction Indext dan Importance-Performance Analisis. Dari hasil perhitungan disimpulkan bahwa mahasiswa merasa “sangat puas” terhadap layanan Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Namun, terdapat 17 atribut yang menjadi permasalahan dalam kinerja layanan program Studi. Pada atribut Tangibles terdapat 8 atribut yang belum optimal, atribut Reliability terdapat 5 atribut yang belum optimal, atribut Responsiveness seluruh atribut sudah optimal, atribut Assurance terdapat 1 atribut yang belum optimal, dan atribut Empathy terdapat 3 atribut yang belum optimal. Atribut-atribut tersebut kemudian menjadi referensi untuk meningkatkan kinerja layanan pendidikan di Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.Kata Kunci : Kepuasan mahasiswa, SERVQUAL, CSI, IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN ASESMEN KINERJA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS MAHASISWA Putra, I Putu Surya Adi; Wardika, I Wayan Gede
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i2.1034

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan asesmen kinerja terhadap keterampilan berpikir kritis matematika ditinjau dari kecerdasan logis matematis Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dimana eksperimen dilaksanakan pada kelas yang sudah tersedia, Rancangan analisis menggunakan faktorial 2 x 2 digunakan untuk menyelidiki secara bersama pengaruh dua variabel perlakuan terhdap kelompok sampel yang diselidiki. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan TI pada STIMIK-STIKI Indonesia sebanyak 74 yang dikelompokkan menjadi dua kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling yakni cara pengambilan sampel berupa kelompok secara sederhana dengan randomisasi kelompok atau kelas, kemudian kelas-kelas sampel yang dipilih dibagi menjadi 2 kelompok, Eksperimen dan Kontrol. Analisis statistik yang digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis varians dua jalur (ANAVA). Hasil perhitungan memberikan sesimpulan (1) bahwa nilai F sebesar 4,315 dan nilai (Sig.) sebesar 0,043. Karena (Sig.) < α, berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti keterampilan berpikir kritis antara mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan asesmen kinerja lebih baik daripada mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. (2) Nilai F sebesar 1,961 dan nilai (Sig.) sebesar 0,032. Karena nilai (Sig.) < α, berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti bahwa ada interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis mahasiswa terhadap keterampilan berpikir kritis mahasiswa.Kata Kunci : Model Problem Based Learning (PBL), Asesmen Kinerja, Keterampilan Berpikir Kritis dan Kecerdasan Logis Matematis
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR Dewi, Ni Kadek Astrea; Suryanto, I Wayan; Astuti, Ni Made Erpia Ordani
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i2.1035

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran hidangan kesempatan khusus dan Fusion Food Kelas XII Program Keahlian tata boga SMK PGRI 3 Denpasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Objek penelitian ini adalah penerapan pendidikan karakter dengan lesson study, aktifitas, dan hasil belajar siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII Tata Boga SMK PGRI 3 Denpasar yang berjumlah 46 siswa. Data yang dikumpulkan menggunakan metode tes, metode observasi, dan metode dekomentasi. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan telah terjadi peningkatan hasil evaluasi pada setiap siklus yang dapat dilihat dari peningkatan Persentase rerata skor aktivitas belajar siswa sebesar 14,8 % yaitu dari siklus I sebesar 72,6 % meningkat menjadi 87,4 % pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Persentase rerata skor hasil belajar meningkat sebesar 2% yaitu dari siklus I sebesar 85,7 % meningkat menjadi 87,7% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Persentase Akomulasi rerata nilai skor aktivitas belajar dan hasil belajar siswa meningkat sebesar 8% yaitu dari siklus I sebesar 79,5 % meningkat menjadi 87,5 % pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Ketuntasan klasikal Siswa meningkat sebesar 15,5% yaitu dari siklus I sebesar 84,7 % meningkat menjadi 100% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Jadi, penerapan pendidikan karakter dengan lesson study dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran hidangan kesempatan khusus dan Fusion Food Kelas XII Program Keahlian tata boga SMK PGRI 3 DenpasarKata Kunci : pendidikan karakter, lesson study, aktivitas belajar, Hasil Belajar.AbstractThis study aims to improve learning activities and student learning outcomes on special occasion dishes and Fusion Food in Class XII of the CateriAng Skills Program of SMK PGRI 3 Denpasar. This type of research is classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of the stages of planning, action, observation, and reflection. The object of this research is the application of character education with lesson study, activities, and student learning outcomes. The subjects of this research were 12th grade students of Catering in PGRI 3 Vocational High School in Denpasar, totaling 46 students. Data collected using the test method, observation method, and decomentation method. The data obtained were then analyzed using quantitative descriptive techniques. The results of this study indicate that there has been an increase in the evaluation results in each cycle which can be seen from the increase in the average percentage of students' learning activity scores of 14.8%, from the first cycle of 72.6% to 87.4% in the second cycle in the category very good. The average percentage score of learning outcomes increased by 2%, from the first cycle of 85.7% increased to 87.7% in the second cycle which is in the very good category. Percentage of average value of learning activities and student learning outcomes increased by 8%, from the first cycle of 79.5% to 87.5% in the second cycle which is in the very good category. Classical completeness Students increased by 15.5%, from 84.7% in the first cycle increased to 100% in the second cycle which is in the very good category. So, the application of character education with lesson study can improve learning activities and Keywords: character education, lesson study, learning activities, learning outcomes
PEMBUATAN DOKUMENTASI PERMAINAN ICE BREAKING DALAM MATA KULIAH MATEMATIKA UNTUK MAHASISWA STIMIK STIKOM INDONESIA Labasariyani, Ni Luh Putu; Marlinda, Ni Luh Putu Mery
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i2.1036

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan permainan ice breaking terhadap hasil belajar mahasiswa semester V di kampus STIMIK STIKOM INDONESIA. Desain penelitian tindakan akan digunakan untuk mengetahui apakah game (permainan) ice breaking efektif digunakan untuk menarik perhatian mahasiswa pada pembelajaran Matematika. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 35 mahasiswa. Konsep pokok penelitian tindakan kelas yang dipakai pada penelitian ini adalah konsep model Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, yaitu; a) perencanaan (planning), b) tindakan (acting), c) pengamatan (observing), dan d) refleksi (reflecting). Data dalam penelitian ini diperoleh melalui skala dan observasi. Hasil analisis data secara keseluruhan diketahui bahwa 47% mahasiswa tergolong dalam kategori yang kemampuan pemahaman konsepnya sangat baik, dan 2% siswa termasuk dalam kategori kemampuan pemahaman konsepnya masih kurang dalam materi Matriks. Kemudian dalam materi Turunan persentase dalam kategori sangat baik adalah 54% dan kategori cukup adalah 6%. Pada materi Integral, 77% siswa termasuk dalam kategori sangat baik dan 23% termasuk dalam kategori baik.Kata Kunci : Dokumentasi, Ice breaking, MatematikaAbstractThis study aims to examine the influence of the application of ice breaking game on learning outcomes of fifth semester students at the STIMIK STIKOM INDONESIA campus. The action research design is used to determine whether the ice breaking game (game) is effectively used to attract the attention of students in learning mathematics. The number of samples used in this study amounted to 35 students. The main concept of classroom action research used in this study is the Kurt Lewin Model concept consists of four components, namely; a) planning (planning), b) action (acting), c) observation (observing), and d) reflection (reflecting). Data in this study was obtained through scale and observation. The overall data analysis results found that 47% of students belong to the category of very good concept understanding skills, and 2% of students included in the category of concept comprehension ability were still lacking in Matrix material. In the Derivative material the percentage in the very good category is 54% and enough category is 6%. In Integral material, 77% of students are in the excellent category and 23% are in the good category.Keywords: documentary, Ice breaking, mathematics
EFEKTIVITAS METODE ASSURE PADA MATA KULIAH MATEMATIKA I Marlinda, Ni Luh Putu Mery; Krisna, Evi Dwi
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2019): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v3i2.1037

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektifitas metode ASSURE untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika I di STMIK STIKOM Indonesia. Penelitian ini menggunakan mixed method yang menggabungkan metode penelitian kuantitatif dengan kualitatif secara berurutan, di mana pada tahap pertama menggunakan metode kuantitatif dan tahap kedua dengan metode kualitatif. Dimulai dari persiapan penelitian yaitu observasi dengan metode wawancara sampai ke analisis data yang berupa kuisioner/angket respon mahasiswa dan tes motivasi kognitif. Desain penelitian kuantitatif yang digunakan adalah pre-experimental design yaitu one group pretest-posttest design dengan uji hipotesis dilakukan dengan t-test. Sedangkan deskriptif kualitatif digunakan untuk memahami kelemahan dan kelebihan metode ASSURE dalam upaya meningkatkan motivasi belajar matematika mahasiswa. Hasil analisis kuisioner respon mahasiswa terlihat bahwa penggunaan metode ASSURE dalam pembelajaran matematika mendapat respon positif sebesar 93% dalam kategori tinggi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa menyenangi metode pembelajaran yang dilakukan oleh dosen yang bersangkutan. Didukung pula dengan data hasil motivasi belajar mahasiswa setelah mendapat metode ASSURE juga baik. Hal ini dibuktikan dengan 63% mahasiswa berada pada skor dengan kategori tinggi, 27% mahasiswa dengan kategori sedang, dan 10% mahasiswa dengan kategori rendah.Kata Kunci: Metode ASSURE, Motivasi Belajar, Media PembelajaranAbstractThis research aims to determine the effectiveness of the ASSURE method to increase the motivation to study students at Mathematics I College at STMIK STIKOM Indonesia. The study used a mixed method that combines quantitative research methods with qualitative sequentially, where in the first phase using quantitative methods and the second phase with qualitative methods. Starting from the research preparation is observation with the method of interviews to the analysis of data that is in the form of questionnaire/questionnaire student response and cognitive motivation test. Quantitative research design used is a pre-experimental design that is one group Pretest-posttest design with hypothesis test done with T-Test. While qualitative descriptive is used to understand the weaknesses and advantages of the ASSURE method in the effort to increase motivation learning student mathematics. The results of the student response questionnaire analysis were seen that the use of the ASSURE method in learning mathematics received a positive response of 93% in high category. This proves that the students have the convenience of learning methods performed by the lecturers in question. Supported by the motivation result of learning student data after getting the ASSURE method is also good. This is evidenced by the 63% of students being in high-category scores, 27% of moderate-to-category students, and 10% of low-category students.Keywords: ASSURE method, learning motivation, learning media
COVER MEDIA EDUKASI Edukasi, Cover Media
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i1.1329

Abstract

COVER MEDIA EDUKASI
PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS (Studi Pada Kelas XI TB 2 Mata Pelajaran Pengolahan Dan Penyajian Makanan Kontinental di SMK Pariwisata Harapan Denpasar) Dirgantara, I Gede Fernanda Budi; Sentosa, I Putu Pranatha; Suartana, I Ketut
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i1.1330

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar setelah diterapkan model pembelajaran Problem-Based Instruction (PBI) dalam proses pembelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 40 orang. Objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar PPM siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019. Data kemampuan berpikir kritis PPM siswa dikumpulkan melalui tes esai dan data hasil belajar dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda, kemudian data yang didapatkan dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem-Based instruction dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar PMB siswa kelas XI TB 2 SMK Pariwisata Harapan Denpasar. Kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I mencapai 71,25% dengan kategori cukup dan pada siklus II mencapai 80,50% dengan kategori baik. Hasil belajar pada siklus I mencapai 69,47% dengan kategori cukup dan pada siklus II mencapai 81,90% dengan kategori baik.Kata kunci: Problem-Based Instruction (PBI), hasil belajar, berpikir kritis.
PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN TATA HIDANG DI SMK WIRA HARAPAN TEGAL JAYA Andriani, I Gusti Putu Bintang; Astuti, Ni Made Erpia Ordani; Suryanto, I Wayan
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i1.1331

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar pada siswa kelas XI JB 4 SMK Wira Harapan dalam mata pelajaran tata hidangan yang menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengambilan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis diskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I rerata motivasi belajar siswa 66,417% sedangkan pada siklus II menjadi 88,85%. Dengan demikian terjadi peningkatan motivasi siswa sebesar 22,44%. Hasil belajar pada siklus I rerata ketuntasan belajar sebesar 77,54%, sedangkan pada siklus II 95,97%, terjadi peningkatan sebesar 18,43%. Pada Ketuntasan Klasikal siklus I mencapai persentase rerata 53,84% sedangkan pada siklus II mendapat skor 100%, terjadi peningkatan sebesar 46,16%. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa motivasi dan hasil belajar Tata Hidangan siswa kelas XI JB4 SMK Wira Harapan dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining.Kata Kunci : model pembelajaran student facilitator and explaining, motivasi, hasil belajar.AbstractThis study aims to determine the increase in motivation and learning outcomes in class XI JB 4 of SMK Wira Harapan in the subject of food preparation using the Student Facilitator and Explaining learning model. This research is a classroom action research. Data collection techniques using tests, observation and documentation. The sampling technique was random sampling. The data analysis technique used quantitative descriptive analysis. The results showed that the Student Facilitator and Explaining learning model could improve student motivation and learning outcomes from cycle I to cycle II. In the first cycle the average student learning motivation was 66.417%, while in the second cycle it was 88.85%. Thus there was an increase in student motivation by 22.44%. Learning outcomes in the first cycle the average completeness of learning was 77.54%, while in the second cycle was 95.97%, there was an increase of 18.43%. In cycle I Classical Completeness reached a mean percentage of 53.84% while in cycle II got a score of 100%, an increase of 46.16%. In this study it can be concluded that the motivation and learning outcomes of students in class XI JB4 of SMK Wira Harapan can be improved by using the Student Facilitator and Explaining learning model.Keywords: student facilitator and explaining models, motivation, learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MAHASISWA POKOK BAHASAN HIMPUNAN DI STMIK STIKOM INDONESIA Wardika, I Wayan Gede; Putra, I Putu Surya Adi
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i1.1332

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan model penemuan terbimbing berbantuan video pembelajaran terhadap hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran Matematika II pokok bahasan himpunan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa smester genap program studi Teknik informatika STMIK STIKOM Indonesia. Objek dari penelitian ini adalah hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan persentase peningkatan rata-rata nilai hasil belajar mahasiswa , ketuntasan belajar dan daya serap dari prasiklus ke siklus I berturut-turut sebesar 8,35% , 30,75% , 8,35%. dan persentase peningkatan rata-rata nilai hasil belajar mahasiswa, ketuntasan belajar dan daya serap dari siklus I ke siklus II berturut-turut sebesar 13,58% , 23,53% , 13,58%. Dengan demikian, dapat disimpulkan Penerapat Model Penemuan terbimbing berbantuan video pembelajaran telah mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada materi himpunan dalam mata kuliah Matematika II.Kata Kunci : Model Penemuan terbimbing, Video, Hasil belajarAbstractThe purpose of this study is to determine the effectiveness of the application of guided discovery methods assisted by video learning on student learning outcomes in Mathematics II learning subject matter set. This type of research is a classroom action research method Kurt Lewin. The subjects of this study were second semester students of the Informatics Engineering study program of STMIK STIKOM Indonesia. The object of this research was student learning outcomes. The results indicated the percentage increase in the average value of student learning outcomes, mastery in learning and absorptive capacity from pre-cycle to first cycle were 8.35%, 30.75%, 8.35 %. and the percentage increase in the average value of student learning outcomes, mastery learning and absorption from first cycle to second cycle respectively amounted to 13.58%, 23.53%, 13.58% . So it can be concluded that the opinion of the Guided Discovery Method assisted by video learning has been able to improve student learning outcomes on the set material in Mathematics II.Keywords : Guided Discovery Model, Video, Learning Outcomes
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGENALAN KONSEP BILANGAN MELALUI PERMAINAN BOLING PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK B1 DI TK WEDHA LESTARI Geon, Agustina Farinda Bulu; Cahaya, I Made Elia; Prima, Elizabeth
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i1.1333

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui permainan boling. Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelompok B1 di TK Wedha Letari sebanyak 20 anak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus; setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap pengamatan atau evaluasi dan tahap refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan metode analisis data deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil observasi awal sebelum dilakukannya tindakan menunjukkan anak memiliki ketuntasan kemampuan mengenal konsep bilangan sebesar 15%. Persentase kemampuan mengenal konsep bilangan ini meningkat pada Siklus I menjadi 45% dan pada siklus II menjadi 80%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan permainan boling dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia dini Kelompok B1 di TK Wedha Lestari.Kata kunci : permainan boling, konsep bilangan, anak usia diniAbstractThis study aims to find the improvement of students’ ability to recognize the concept of numbers through the game of bowling. The subjects of this study were 20 students of Kelompok B1 of TK Wedha Lestari. This study was a Classroom Action Research that conducted in two cycles with each cycle consisted of four stages: planning, implementing, observing and evaluating. Data were collected by observation dan documentation technique and then analyzed by descriptive data analysis method with a quantitative approach. The result of preliminary observations before any cycle done showed the students’ ability to recognize the concept of numbers is at 15%. This percentage increased to 45% in the first cycle and 80% in the second cycle. Based on these results, it can be conclude that the bowling game increased the recognition of numbers concept on early childhood of Kelompok B1 TK Wedha Lestari.Keywords : bowling game, the concept of numbers, early childhood

Page 5 of 10 | Total Record : 93