cover
Contact Name
Roni Herdianto
Contact Email
roni.herdianto@um.ac.id
Phone
+6281555764640
Journal Mail Official
tekno.journal@um.ac.id
Editorial Address
Gedung G.4, Lantai 1 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Jln. Semarang No.5 Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Tekno : Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan
ISSN : -     EISSN : 26864657     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
The Journal invites original articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The whole spectrum of electrical engineering, informatic engineering, and vocational education, and related topic are welcome
Articles 136 Documents
Perbedaan rerata hasil belajar dalam mata pelajaran perakitan PC menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan Student Team Achievement Divisions (STAD) pada Siswa Kelas X TKJ di SMK Sore Tulungagung Ahmad Fathulloh Al Kafi; Dwi Prihanto; Hary Suswanto
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1313.7 KB) | DOI: 10.17977/um034v27i1p1-14

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di SMK Sore Tulungagung, proses pembelajaran di kelas tidak semua siswa aktif dalam kegiatan diskusi karena ada siswa yang mengandalkan teman sekelompoknya, sehingga siswa yang aktif akan semakin aktif dalam kelompok dan siswa yang pasif akan semakin pasif. Oleh kerana itu, sebagian nilai siswa dalam suatu kelas mengalami ketidak tuntasan dalam mencapai kriteria kelulusan minimal (KKM) yang diterapkan sekolah tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar mata pelajaran Perakitan PC melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) pada materi tata letak komponen komputer di kelas X program keahlian TKJ SMK Sore Tulungagung. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Quasi Experimental Design. Bentuk desain quasi experiment yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design.Pada penelitian ini, kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa pembelajaran Think Pair Share (TPS), sedangkan kelas kontrol diberikan perlakuan berupa pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD). Pada saat pemberian perlakuan, dilakukan juga observasi di kedua kelas untuk mengetahui aktifitas siswa yang terjadi selama proses pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah memberikan posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang nampak pada kedua kelompok tersebut. Berdasarkan semua hasil penelitian dan analisis datayangdilakukan makadapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Rerata hasil belajar dalam mata pelajaran perakitan PC menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas X TKJ di SMK Sore Tulungagung untuk ranah sikap dengan rata-rata nilai 85,98, ranah pengetahuan dengan rata-rata nilai 82,36 dan ranah keterampilan nilai rata-rata nilai 86,59; (2) Rerata hasil belajar dalam mata pelajaran perakitan PC menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) pada siswa kelas X TKJ di SMK Sore Tulungagung untuk ranah sikap dengan rata-rata nilai 82,24, ranahpengetahuan dengan rata-rata nilai 80,61 dan kontrol ranah rata-rata nilai 80,92; (3) Terdapat perbedaan signifikan efektifitas dan efisiensi rerata hasil belajar dalam mata pelajaran perakitan PC menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) sebagai kelas experimen dan  Student Team Achievement Divisions (STAD)sebagai kelas kontrol padakelas X TKJ di SMK Sore Tulungagung; (4) Efektifitas dari nilai rata-rata dari kelas kontrol adalah 79,3218 lebih rendah dari kelas eksperimen yang mendapat rata-rata 81,076. Efisiensi dapat diketahui setelah dilakukan perlakuan nilai rata-rata dari kelas eksperimen meningkat. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata dari pretest sebesar 52,0322 lalu pada posttest meningkat menjadi 81,4154.Berdasarkan hasil observasi di SMK Sore Tulungagung, proses pembelajaran di kelas tidak semua siswa aktif dalam kegiatan diskusi karena ada siswa yang mengandalkan teman sekelompoknya, sehingga siswa yang aktif akan semakin aktif dalam kelompok dan siswa yang pasif akan semakin pasif. Oleh kerana itu, sebagian nilai siswa dalam suatu kelas mengalami ketidak tuntasan dalam mencapai kriteria kelulusan minimal (KKM) yang diterapkan sekolah tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar mata pelajaran Perakitan PC melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) pada materi tata letak komponen komputer di kelas X program keahlian TKJ SMK Sore Tulungagung. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Quasi Experimental Design. Bentuk desain quasi experiment yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design.Pada penelitian ini, kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa pembelajaran Think Pair Share (TPS), sedangkan kelas kontrol diberikan perlakuan berupa pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD). Pada saat pemberian perlakuan, dilakukan juga observasi di kedua kelas untuk mengetahui aktifitas siswa yang terjadi selama proses pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah memberikan posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang nampak pada kedua kelompok tersebut. Berdasarkan semua hasil penelitian dan analisis datayangdilakukan makadapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Rerata hasil belajar dalam mata pelajaran perakitan PC menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas X TKJ di SMK Sore Tulungagung untuk ranah sikap dengan rata-rata nilai 85,98, ranah pengetahuan dengan rata-rata nilai 82,36 dan ranah keterampilan nilai rata-rata nilai 86,59; (2) Rerata hasil belajar dalam mata pelajaran perakitan PC menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) pada siswa kelas X TKJ di SMK Sore Tulungagung untuk ranah sikap dengan rata-rata nilai 82,24, ranahpengetahuan dengan rata-rata nilai 80,61 dan kontrol ranah rata-rata nilai 80,92; (3) Terdapat perbedaan signifikan efektifitas dan efisiensi rerata hasil belajar dalam mata pelajaran perakitan PC menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) sebagai kelas experimen dan  Student Team Achievement Divisions (STAD)sebagai kelas kontrol padakelas X TKJ di SMK Sore Tulungagung; (4) Efektifitas dari nilai rata-rata dari kelas kontrol adalah 79,3218 lebih rendah dari kelas eksperimen yang mendapat rata-rata 81,076. Efisiensi dapat diketahui setelah dilakukan perlakuan nilai rata-rata dari kelas eksperimen meningkat. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata dari pretest sebesar 52,0322 lalu pada posttest meningkat menjadi 81,4154.
Perbandingan instalasi penerangan terhadap konsumsi daya di area line maintenance bandara I Gede Suputra Widarma; I Nengah Sunaya
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 29, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.367 KB) | DOI: 10.17977/um034v29i1p1-12

Abstract

Perbandingan instalasi penerangan dengan menggunakan lampu pijar, lampu bohlam dan lampu LED (Light Emitting Diode) di area line maintenance bandara. Lampu memiliki konsumsi daya dan intensitas cahaya yang berbeda. Hasil perhitungan konsumsi daya dengan menggunakan formula yang sesuai serta mengukur intensitas cahaya masing-masing lampu tersebut. Dari perhitungan yang dilakukan, lampu LED memiliki konsumsi daya yang lebih hemat serta intensitas cahaya yang lebih baik ketimbang lampu yang lain. Sehingga pemakaian lampu LED lebih baik untuk menggantikan peran lampu bohlam. Penelitian ini dilakukan dalam penentuan jumlah lampu yang akan digunakan untuk penerangan pada instalasi lampu di Area Line Maintenance Bandara..
Rekomendasi penerimaan judul skripsi dengan metode simple addative weighting pada sistem informasi skripsi dan tugas akhir Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Fauzan Cahya Arifin; Aji Prasetya Wibawa; Utomo Pujianto
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.469 KB) | DOI: 10.17977/um034v28i1p94-102

Abstract

Penerimaan judul skripsi merupakan tahap penting dalam penyelesaian skripsi. Dalam tahap tersebut diberikan keputusan diterima, direvisi atau ditolak terhadap judul skripsi yang diajukan mahasiswa. Sistem Pengambilan Keputusan (SPK) menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk menyelesaikan masalah tidak terstruktur secara sederhana sehingga dapat melakukan proses pengambilan keputusan yang efektif. Pada artikel ini akan dibahas tentang penerapan metode SAW untuk merekomendasikan keputusan penerimaan judul skripsi pada SPK rekomendasi penerimaan judul skripsi. Kriteria-kriteria yang dibutuhkan dalam rekomendasi penerimaan judul skripsi yaitu kebaruan, batas waktu penelitian, akses terhadap data, sumbangan hasil penelitian, dan kesesuaian topik dengan KBK.
Perancangan Aplikasi Mikrolet Online "BaDola" untuk Pengembangan Smart City di Kota Manado Christopel Hamonangan Simanjuntak; Dirko G.S Ruindungan; Stieven Netanel Rumokoy
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 30, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.387 KB) | DOI: 10.17977/um034v30i1p14-25

Abstract

Mikro adalah sebutan untuk angkutan umum mikrolet di kota manado. Saat ini ada 2500 mirko yang sedang beroperasi dalam 19 trayek (Manado, 2017). Hanya saja, saat ini taksi online sudah banyak sehingga banyak masyarakat sudah tidak lagi menggunakan mirko sebagai angkutan umum. Jika ini dibiarkan maka para supir akan kehilangan pemasukan dan bahkan menjadi jobless. Salah satu cara membantu supir dan mirko tetap beroperasi adalah membuat mirko masuk dalam dunia digital sehingga bisa bersaing dengan taksi-taksi online yang sudah ada di manado. Solusi ini juga membantu pemerintah dalam bidang transpostasi untuk mengembangkan kota manado sebagai kota pintar atau smartcity di indonesia. Berdasarkan hal inilah dirancang aplikasi trasportasi online untuk mikrolet. Dalam perancangan aplikasi tersebut ada beberapa tahapan alur penelitian yang dilakukan seperti Studi literatur, Perancangan konsep sistem, Disain use case diagram, Disain sequence diagram, Disain activity diagram dan tampilan aplikasi. Pada konsep sistem mengambarkan konsep besar sistem berjalan dan jaringan yang akan digunakan. Pada use case diagram menghasilkan 3 actor, 24 actor dimana ada 16 relasi generalisasi dan 24 relasi includes. Activity diagram mengambarkan relasi antara user dan sistem. Pada sequence diagram terdapat 3 aktor dan 1 sistem yang berelasi. Pada disain tampilan aplikasi, ada fitur utama yang digunakan ialah home, activity, chat, inbox & account serta fitur layanan seperti BaDola, Monitoring, Charter dan Rental. Rancangan aplikasi transportasi online ini nantinya diberi nama ‘BaDola’ yang artinya memberi sinyal ke supir mikro agar supaya menepi dan mengambil penumpang yg memberi sinyal tersebut. BaDola adalah bahasa sehari-hari di kota manado.
Pengembangan bahan ajar mekatronika untuk program studi D3 Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Benny Agung Prasetyo; Dyah Lestari; Siti Sendari
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 27, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.972 KB) | DOI: 10.17977/um034v27i2p162-169

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar untuk Matakuliah Workshop Mekatronika. Bahan ajar yang dikembangkan berupa buku dan modul ajar yang materi pembelajarannya mencakup satu semester. Peneliti menggunakan model pengembangan milik Purwanto yang model pengembangannya diperuntukkan bagi pengembangan modul. Pengumpulan data validasi dan kelayakan dilakukan dengan menggunakan metode angket/kuesioner. Angket/kuesioner ditujukan bagi validator kegrafikan, validator materi, dan mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis data dari hasil validasi dan uji coba dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan telah memenuhi kriteria sangat valid dan layak untuk dipergunakan dalam pembelajaran. 
Pengembangan buku ajar sensor tranduser berbasis problem solving untuk mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Mokhammad Nasrulloh; Siti Sendari; I Made Wirawan
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 29, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.675 KB) | DOI: 10.17977/um034v29i2p116-128

Abstract

Proses pembelajaran yang dilakukan pada matakuliah Sensor dan Tranduser mengalami kendala dalam materi yang akan diajarakan dimana referensi sumber belajar masih kurang. Adanya bahan ajar yang kurang memadai mengakibatkan mahasiswa mengalami kesulitan dalam menangkap materi yang diajarkan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan buku ajar dimana digunakan sebagai rujukan dalam proses pembelajaran maupun sebagai sumber belajar mahasiswa secara mandiri. Penelitian ini menggunakan model Borg dan Gall yang telah disesuaikan. Tahapannya yaitu (research and information collecting, planning, develop preliminary from of product, preliminary test, main product revition, main field testing, and operational product revition). Kelayakan pengembangan buku ajar dapat dilihat dari hasil validasi dan uji coba dengan mengunakan penyebaran angket. Hasil penyebaran angket yang telah dilakukan pada buku ajar dinyatakan valid, sehingga layak digunakan sebagai sumber rujukan pembelajaran Manajemen Energi. Hal ini didukung melalui hasil persentase validasi oleh ketiga validator dengan rata-rata hasil validator sebesar 89,78%, hasil validasi uji coba kelompok kecil sebesar 88,29%, dan hasil validasi uji coba kelompok besar yaitu 90,56%. Dari persentase tersebut dapat dikatakan bahwa produk buku ajar bisa digunakan atau layak jika digunakan sebagai reverensi belajar atau sebagai bahan ajar Sensor dan Tranduser.
Pengembangan bahan ajar matapelajaran Pemrograman Desktop berbasis Multimedia Learning untuk siswa kelas XI SMK program keahlian RPL Rizka Rahmania Ameilia; Slamet Wibawanto; Heru Wahyu Herwanto
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.874 KB) | DOI: 10.17977/um034v27i1p55-70

Abstract

Rekayasa perangkat lunak merupakan salah satu program keahlian yang ada di sekolah kejuruan (SMK). Pada kurikulum 2013, salah satu mata pelajaran yang diajarkan kepada siswa pada program keahlian ini adalah Pemrograman Desktop. Pada beberapa SMK, cara pengajarannya masih terkesan konvensional. Terutama saat praktik, guru hanya menerangkan source code sambil mempraktekkan pada layar LCD yang kemudian diikuti oleh para siswa. Sehingga pemahaman siswa terhadap materi kurang maksimal. Dalam pembelajaran pemrograman Desktop ini, siswa membutuhkan lebih banyak waktu yang berkualitas untuk bisa lebih mandiri dalam kegiatan belajar. Untuk meningkatkan kemandirian, siswa tidak harus selalu belajar dengan mengikuti arahan guru. Siswa dapat belajar secara mandiri baik di kelas maupun di luar kelas. Salah satu alternatif adalah dengan adanya bahan ajar praktik individu dengan pendekatan multimedia learning bagi siswa yang dapat menunjang kreativitas serta inovasi mereka dalam melakukan pemrograman visual berbasis Desktop.Model pengembangan yang digunakan adalah dari penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu: (1) Penelitian dan pengumpulan data; (2) Perencanaan; (3) Pengembangan draft produk awal; (4) Uji coba awal; (5) Merevisi hasil uji coba; (6) Uji coba lapangan; (7) Penyempurnaan produk hasil uji coba; (8) Uji pelaksanaan lapangan operasional; (9) Penyempurnaan produk akhir; (10) Diseminasi dan implementasi. Hasil produk yang dikembangkan terdiri dari 5 pokok bahasan yang sesuai dengan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013. Pada uji coba produk dapat diketahui bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Hasil validasi yang dilakukan oleh 3 reviewer mendapatkan persentase 93,92%, lalu pada uji coba perseorangan yang dilakukan kepada 3 siswa dengan tingkat prestasi tinggi, sedang, dan biasa mendapatkan persentase 87,00%, pada uji coba kecil yang dilakukan kepada 10 siswa mendapatkan persentase 87,20% , dan pada uji coba lapangan kepada 36 siswa mendapatkan persentase 88,25%. Setelah melalui revisi dari hasil uji coba tersebut bahan ajar Pemrograman Desktop ini dikatakan layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran baik oleh siswa maupun guru pada mata pelajaran Pemrograman Desktop kelas XI RPL semester 1.
Implementasi metode Dempster-Shafer dalam diagnosa penyakit pada tanaman Cabai Merah Keriting Agusta Rakhmat Taufani; Harits Ar Rosyid; Khoirudin Asfani
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 29, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.625 KB) | DOI: 10.17977/um034v29i1p13-25

Abstract

Komoditas cabai terdiri dari berbagai varian, yaitu cabai besar yang terdiri dari cabai merah besar dan cabai merah keriting, serta cabai rawit yang terdiri dari cabai rawit hijau dan cabai rawit merah. Di antara varian tersebut, cabai merah keriting adalah cabai yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat. Sepanjang 2015-2016 cabai merah dan cabai rawit berkontribusi terhadap inflasi nasional. Dengan kondisi tersebut, para petani khususnya petani tanaman cabai merah keriting harus terus berinovasi agar produksinya terus meningkat. Perkembangan budidaya tanaman ini juga terus meningkat sehingga terjadi kompetisi yang semakin ketat. Permasalahannya, semakin banyak petani yang mencoba membudidayakan tanaman tersebut tidak diimbangi dengan pengetahuan mengenai cara penanganan apabila terserang penyakit. Banyak kendala yang dihadapi para petani dalam proses menanam atau budidayanya, salah satunya penyakit yang menyerang tanaman tersebut. Hama penyakit tanaman ini merupakan OPT (Organisme Pangganggu Tanaman) yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi kondisi maupun produktifitasnya. Organisme Pangganggunya selain sebagai hama juga sebagai vektor pembawa penyakit. Dalam penelitian kali ini, sistem dikembangkan menggunakan metode Dempster-Shafer sebagai media diagnosia penyakit tanaman cabai merah keriting. Tujuan dari penelitian ini untuk membantu pengguna sistem khususnya para petani tanaman jenis tersebut agar dapat mengetahui atau mengidentifikasi penyakit ketika terkena penyakit serta cara menanggulanginya. Dari kasus uji coba yang telah dilakukan, didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa aplikasi berfungsi dengan baik sesuai dengan metode Dempster-shafer dengan teknik inferensi forward chaining.
Implementasi algoritma simple additive weighting untuk menentukan reviewer PKM pada portal PKM di Universitas Negeri Malang Zakaria .; Hakkun Elmunsyah; Ahmad Fahmi
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 28, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.042 KB) | DOI: 10.17977/um034v28i2p149-165

Abstract

Salah satu program untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa adalah dengan mengikuti event Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Di Universitas Negeri Malang (UM) telah mengikuti event ini sebagai ajang kreatifitas mahasiswa. Namun pada periode tiga tahun terakhir (2015-2017) terjadi penurunan persentase PKM yang didanai oleh Dikti dengan 24% pada tahun 2015, 5,7% pada tahun 2016, dan 2,86% pada tahun 2017. Berdasarkan hasil wawancara dengan Staf Ahli WR III, penurunan persentase tersebut diakibatkan oleh kurangnya kualitas konten dan kualitas administrasi saat mengajukan PKM. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan memonitoring dan mengevaluasi pembuatan proposal PKM saat sebelum diunggah dan diajukan ke Dikti. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem informasi Portal PKM yang dapat menangani proses monitoring, evaluasi, dan administrasi kelengkapan PKM. Portal PKM dikembangkan dengan menggunakan Model Waterfall yang terdiri dari empat langkah yaitu: (1) Analyze; (2) Design; (3) Code; dan (4) Test. Portal PKM juga menerapkan Algoritma Simple Additive Weighting (SAW) untuk proses rekomendasi reviewer yang cocok dengan jenis PKM yang akan dievaluasi. Selain mengembangkan produk, dilakukan proses pengujian kelayakan produk untuk mengetahui tingkat validitas dan kelayakan produk untuk diterapkan di lingkungan UM. Pengujian dilakukan oleh ahli sistem informasi dan pengguna pada setiap level user. Berdasarkan hasil dari uji coba fungsionalitas oleh ahli sistem informasi dan pengguna, diperoleh persentase validitas sistem 99,04 % dari sisi ahli sistem informasi, 99,59% dari sisi mahasiswa, 100% persen dari dosen, sisi subag kemahasiswaan, tim penalaran, dan admin. Dari hasil tersebut, didapatkan rata-rata persentase hasil pengujian sebesar 99,80% yang menunjukkan bahwa Portal PKM dinilai valid dan dapat digunakan di lingkungan UM.
Perancangan sensor arus dan tegangan pada Prototipe PLTSa berbasis Arduino uno CH340 R S, Muhammad Yusril
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 30, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um034v30i1pIn press

Abstract

Dengan seiring perkembangan zaman, pengukuran tegangan dan arus pada sebuah rangkaian sangat mudah dilakukan dengan bantuan Mikrokontroler atau sensor. Adanya jurnal ini dibuat dengan tujuan untuk merancang sebuah prototype Pembangkit Listrik Tenaga Sampah sekaligus mengukur tegangan dan arus yang dihasilkan pada prototype dengan mikrokontroler berbasis Arduino Uno. Melakukan pengukuran tegangan menggunakan sensor jenis DC 0-25V dan pengukuran arus dengan sensor jenis ACS712. Tahap awal yang dilakukan adalah pengumpulan studi literatur sebagai referensi. Selanjutnya merancang prototype Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dengan Arduino uno serta sensor tegangan dan sensor arus, kemudian memprogramkan Arduino tersebut yang dihubungkan dengan sebuah laptop. Percobaan ini dilakukan bertujuan untuk membandingkan perbedaan hasil dari pengukuran menggunakan sensor dan menggunakan multimeter tester dengan memberi 1 buah beban Resistor 100 Ohm pada prototype PLTSa. Dari hasil uji coba yang dilakukan, pengukuran sensor arus dan tegangan lebih praktis dibandingkan dengan multimeter, tetapi tingkat keakuratan menghitung nilai arus dan teganagn multimeter lebih baik dari sensor arus dan sensor tegangan.

Page 4 of 14 | Total Record : 136