cover
Contact Name
Ardina Rezky Noeraini
Contact Email
abhipraya@unpkdr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
abhipraya@unpkdr.ac.id
Editorial Address
Jln. KH. Ahmad Dahlan No. 76, Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Dan Sains
ISSN : 30320321     EISSN : 30267781     DOI : https://doi.org/10.29407/abhipraya
ABHIPRAYA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains adalah jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Indonesia. Jurnal ini berisi tentang kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat pada bidang Kesehatan dan Sains meliputi bidang keperawatan, kebidanan, peternakan, pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi, pendidikan biologi, dan pendidikan matematika.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Pengukuran Daya Ingat pada Lansia di posyandu Lansia Wilda, Lexy Oktora; Tina, Pipit Ariani Agus
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i1.27338

Abstract

Aging is a natural process in which a person experiences gradual physical, cognitive, and spiritual decline. One of the cognitive declines in the elderly is memory loss. The consequences of memory loss include forgetfulness, which, if left untreated, can lead to dementia. This community service project aimed to measure memory in the elderly. It was conducted at the Elderly Community Health Post (Posyandu) in Jambi Village, Baron District, Nganjuk Regency, involving 60 elderly people who were active in the Posyandu. The design used a cross-sectional approach, and data collection utilized the SMPSQ questionnaire. The data shows that of the 60 elderly, almost half, 27 elderly (45%) have moderate memory impairment, almost half, 17 elderly (28%) have good memory ability, and almost half, 16 elderly (27%) have mild memory impairment. This is influenced by gender, age, education, and occupation. Women are at greater risk of cognitive decline due to the role of the sex hormone estrogen, which is associated with low levels of estradiol in the body. Estradiol is thought to be neuroprotective, limiting damage from oxidative stress and protecting nerve cells from amyloid toxicity in Alzheimer's patients.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penerapan Hydrotherapy untuk Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi Hanik Khairun Nisa; Devi Elfita Sari
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i1.27580

Abstract

Hydrotherapy is a stimulation approach that uses water as a therapeutic medium to facilitate infant motor development, hydrostatic pressure, and warm temperature.This community service activity aimed to strengthen the capacity of Posyandu cadres in Gandus Village, Palembang City, by training them to apply hydrotherapy as a practical technique for stimulating infant growth and motor development at the community level. The program employed educational sessions and hands-on demonstrations, covering basic theoretical concepts of hydrotherapy, its developmental benefits for infants aged 6–12 months, and essential safety principles.The findings indicated a marked improvement in the cadres’ knowledge and practical skills, as reflected in increased post-test scores and their ability to independently demonstrate each step of the hydrotherapy procedure according to established guidelines. Participants expressed enthusiasm toward integrating hydrotherapy into routine Posyandu activities, noting that the method was simple, feasible, and well-suited for community settings. Overall, this program successfully enhanced the competence of Posyandu cadres in providing safe and effective motor development stimulation through hydrotherapy. The activity also holds potential to support early detection of developmental delays and to strengthen community-based health promotion efforts focused on improving infant growth and developmental outcomes.                                                           
EDUKASI SADARI Deteksi Dini kanker payudara pada remaja kusyani, Asri; ASRI KUSYANI
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i2.24994

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbesar di Indonesia dan sangat ditakuti oleh kaum wanita setalah kanker serviks. Penyebab utama meningkatnya mortalitas kanker di negara berkembang adalah kurangnya program skrining efektif yang dapat mendeteksi keadaan sebelum kanker, Kurangnya kesadaran masyarakat dalam melakukan deteksi dini kanker payudara dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang kanker payudara, Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait dengan pencegahan diri dengan SADARI sebagai upaya pencegahan kanker payudara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui metode ceramah dan tanya jawab. Sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah siswi kelasa VII pemberian materi dilakukan selama 60 menit kepada remaja dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kegiatan ini dilakukan dalam aula kelas dengan jumlah responden 60 siswi. Hasil dikegiatan pengabdian masyarakat ini sebelum diberikan edukasi tentang SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara hampir seluruh responden 48 (80.0%) memiliki pengetahuan cukup, setelah diberikan edukasi hampir seluruh responden menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja sebesar 50 responden (83,3%) memiliki pengetahuan baik. penerapan SADARI bisa dilakukan setiap hari oleh remaja tindakan yang dilakukan setiap hari sebagai upaya mencegah deteksi dini penyakit kanker payudara. Deteksi yang dilakukan bisa menurukan angka kesakitan dan kematian pada wanita karena penyakit payuadara. 
Edukasi Gizi Seimbang Ibu Balita Pencegahan Stunting di Desa Dapur Kejambon Jombang Fitriana, Alfira; Stianto, Mitayakuna; Fatimah, Siti; Mahardika, Galih Puspita Citra; Lianawati, Feny; Fatma, Inge Devita
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i2.25091

Abstract

Stunting, atau sering disebut kekerdilan, adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari konsepsi hingga anak berusia dua tahun. Kondisi ini paling sering ditandai dengan tinggi badan anak yang jauh di bawah standar usianya. Dampak yang ditimbulkan jika anak mengalami stunting adalah dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu faktor penyebab terjadinya stunting adalah kurangnya pemahaman orang tua mengenai gizi seimbang bagi buah hatinya dan cara pengolahan makanan yang kaya akan gizi, sehingga secara tidak langsung dapat menyebabkan anak mengalami stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai gizi seimbang dalam upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan media leaflet, yang mencakup pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, penyampaian materi edukasi, dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kenaikan tingkat pemahaman ibu balita setelah mengikuti edukasi, yang ditunjukkan dengan nilai post-test yang lebih tinggiimana sebagian besar ibu menjawab dengan benar diatas 90% dari pertanyaan yang diajukan dibandingkan nilai pre-test yang hanya 40% pertanyaan yang dijawab dengan benar. Harapan kami dari kegiatan ini dapat ikut serta dalam upaya penurunan angka kejadian stunting melalui peningkatan pengetahuan mengenai pemberian makanan dengan gizi seimbang bagi balita.
Pemberdayaan Ibu Hamil Dalam Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Melalui Program Kelas Ibu Hamil Sundari; Hardika, Mufida Dian; Frameswari, Fara
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i2.25243

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih menjadikan tantangan besar dalam pembangunan kesehatan, terutama yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman pengetahuan dan kesiapan seorang ibu dalam menjalani masa kehamilan dan persalinan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah ini adalah melalui pemberdayaan ibu hamil dalam program Kelas Ibu Hamil. Program ini memberikan tujuan dalam memberikan edukasi dan dukungan kepada ibu hamil agar mampu menjaga kesehatan reproduksi secara mandiri dan efektif. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di PMB Atika dengan melibatkan 10 ibu hamil trimester I, II dan III. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini dengan memberikan penyuluhan kemudian memberikan pre test dan post test kepada 10 ibu hamil. Hasil dari pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil sebesar 62% menjadi 89% tentang sistem reproduksi wanita dalam konteks kehamilan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dalam Kelas Ibu Hamil efektif dalam meningkatkan pengetahuan dalam menjaga kesehatan reproduksi. Diperlukan pengembangan lebih lanjut dari sisi akses edukasi agar program dapat menjangkau lebih luas dan berkelanjutan.
Reminder Socialization dan Evaluasi Kelengkapan Formulir Pendaftaran Pasien Baru Rawat Jalan di RSUD Sidoarjo Barat Ibrahim, Mochammad Malik; Ayu Wulandari; Dian Septivita; Vina Hana Findya; Anisa’ul Maulidiyah; Muhaimin Dzulkarnain A.; Hidzqi Qoidi Isfhani
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i2.25283

Abstract

Ketidaklengkapan formulir pendaftaran masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas kesehatan, menghambat proses administrasi dan berdampak pada kelancaran pelayanan pasien. di RSUD Sidoarjo Barat juga mengalami masalah ketidaklengkapan pengisian formulir pendaftaran. Tujuan Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan sosialisasi dengan cara mengingatkan kembali petugas pendaftaran mengenai pentingnya kelengkapan pengisian formulir sesuai dengan petunjuk pengisian (juknis). Metode yang digunakan meliputi pelaksanaan kegiatan melalui wawancara dan reminder socialization, selanjutnya dilakukan evaluasi serta pembuatan laporan. Hasil pengabdian yaitu pengecekan lembar formulir pendaftaran didapatkan sebesar 90% yang tidak lengkap dan hasil reminder socialization serta wawancara menunjukkan bahwa keterbatasan waktu dan tingginya beban kerja menjadi faktor utama ketidaklengkapan formulir. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kelengkapan formulir, memperbaiki sistem administrasi, serta mendukung efisiensi dan kualitas pelayanan pasien di RSUD Sidoarjo Barat.
Edukasi Sistem Reproduksi Pada Remaja Karang Taruna Kelurahan Mrican HUSNA, RAHMA AULIA ASMAUL; Aizah, Siti; Ramadhani, Nuraini Ersa; Sari, Ungky Sevia Ananda; Lufi, Lufi; Sahara, Nur Pasya Octa
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i2.25309

Abstract

Pendidikan mengenai sistem reproduksi merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental. Kurangnya pengetahuan yang benar dapat menyebabkan munculnya perilaku berisiko seperti hubungan seksual pranikah, kehamilan yang tidak diinginkan, serta penyebaran penyakit menular seksual. Edukasi reproduksi yang komprehensif dapat membantu remaja memahami fungsi tubuh mereka, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta membentuk sikap dan perilaku yang bertanggung jawab. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi sistem reproduksi pada remaja melalui pendekatan interaktif dan partisipatif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman remaja setelah mengikuti program edukasi, serta perubahan sikap yang lebih positif terhadap kesehatan reproduksi.
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Gaya Hidup Sehat Syarifah, Syarifah; Putri, Noviyati Rahardjo; Aji, Sulistiyani Prabu
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i2.25755

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh menurun sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit kronis. Data menunjukkan bahwa prevalensi penyakit tidak menular pada lansia terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko hipertensi dan diabetes melitus melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, serta memberikan edukasi tentang gaya hidup sehat kepada lansia di Kampung Baru. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, serta penyuluhan kesehatan terkait pola makan, aktivitas fisik, dan pengelolaan stres. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 35% peserta memiliki tekanan darah tinggi dan 25% memiliki kadar gula darah di atas normal. Penyuluhan berjalan interaktif, dengan 87% peserta menyatakan mendapatkan pengetahuan baru tentang pentingnya gaya hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya deteksi dini dan perubahan perilaku untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Edukasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Pasar Pon Desa Brenggolo sumaningrum, ningsih; Ananda, Aulia Rahma; Nurhidayah, Siti
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i2.25892

Abstract

Pasar sebagai tempat kerja terdapat aktifitas  kerja pedagang, pembeli, juga pekerja pasar yang memiliki potensi bahaya  yang tidak bisa dipandang sebelah mata seperti kebakaran, bencana, keamanan, keselamatan bebas dari pencurian, sehingga kesehatan dan keselamatan kerja perlu diterapkan supaya aman, selamat baik pedagang, pekerja, maupun pembeli. Saat ini pasar belum optimal, belum menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja sebagai prioritas. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan edukasi kesehatan dan keselamatan kerja kepada para pedagang dan pekerja di Pasar Pon Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yang pertama perencanaan yaitu penentuan khalayak sasaran, yang kedua  tahap perencanaan yaitu memberikan pre tes sebelum dilakukan edukasi, kemudian dilanjutkan dengan memberi materi Kesehatan dan keselamatan kerja selama 60 menit, dilanjutkan sesi diskusi tanya jawab selama 30 menit. Tahap ketiga merupakan tahap evaluasi yang dilakukan dengan memberikan post tes. Hasilnya yaitu sebelum dilakukan intevensi berupa edukasi kesehatan dan keselamatan kerja yang memiliki tingkat pengetahuan baik hanya 7 orang (15,9%), setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan  sebanyak 25 orang ( 56,8%) pada Tingkat pengetahuan baik. Pada keegiatan pengabdian masyarakat yang akan datang diharapkan dapat diberikan simulasi penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), dan jalur evakuasi, serta titik kumpul, sehingga apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan dan tidak terduga maka masyarakat pasar dapat mengatasi dan melakukan tindakan yang tepat.

Page 4 of 4 | Total Record : 39