cover
Contact Name
Tika Dewi, S.HI., M.Ag
Contact Email
landraad@insan.ac.id
Phone
6281262321640
Journal Mail Official
landraad@insan.ac.id
Editorial Address
Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Jl Ir. H. Juanda Nomor 5, Kota Binjai
Location
Kota binjai,
Sumatera utara
INDONESIA
Landraad
ISSN : -     EISSN : 28297563     DOI : -
LANDRAAD is Journal Family law and Muamalah was published by Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh H. Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai. All published articles in this journal will have a unique DOI number. The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original reserach articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deals with a broad range of topics in the fields of Islamic Jurisprudence (Fiqh); Islamic Legal Theory (Usul al-Fiqh); Law in Modern Muslim World (Legislation/Codification, Statutes, Regulations, Legal Professions, and Institutions); Comparative Law, Law & Religion, or Law & Social/Society which intersects with Islamic Law and Jurisprudence. LANDRAAD is published twice a year in March and September, with a peer-review. It was firstly published in 2022 with a full online journal. It accepts manuscript submissions written in Indonesian, English or Arabic. e-ISSN: 2829-7563
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 56 Documents
TRADISI PENENTUAN HARI NIKAH DALAM PRIMBON JAWA DI KELURAHAN KEBUN LADA KECAMATAN HINAI KABUPATEN LANGKAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Laila, Azimah
Jurnal Landraad Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Jurnal Landraad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan mengkaji tentang salah satu tradisi yang berlaku di masyarakat Kelurahan Kebun lada yaitu tradisi penentuan hari nikah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research), adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analysis, content analysis dan comparative analysis yaitu dalam menganalisa pemikiran mereka tentang tradisi penentuan hari nikah yang mereka buat. Lalu penulis juga membandingkannya dengan perspektif hukum Islam dalam ilmu Ushul Fiqh yang disebut dengan ‘Urf. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tradisi penentuan hari nikah dalam Primbon Jawa sebagaimana dilakukan di Kelurahan Kebun Lada merupakan sebuah kebiasaan yang masyarakat lakukan sebelum pernikahan dilaksanakan.Tradisi penentuan hari nikah didasarkan Primbon Jawa dianggap shahih karena sebagai ikhtiar dalam rangka kehati-kehatian mereka karena pernikahan merupakan hal yang sakral dan supaya berjalan dengan lancar. Tetapi, perlu ditegaskan lagi bahwa semua kehidupan atau takdir manusia yang menentukan adalah Allah SWT, manusia hanya bisa berencana dan berusaha.
PRAKTIK MENIKAH DENGAN ANAK PAMAN (BORU TULANG) PADA MASYARAKAT BATAK SIMALUNGUN PERSPEKTIF MADZHAB SYAFI'I (Studi Kasus Desa Tinokkah, Kec, Sipispis) Nasution, Hasan
Jurnal Landraad Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Jurnal Landraad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perspektif hukum keluarga Islam, seorang laki-laki boleh melaksanakan pernikahan dengan wanita mana saja, sepanjang wanita tersbut beragama Islam dan bukan mahramnya, atau wanita yang dilarang untuk dinikahi, seperti ibu kandung, saudara perempuan, anak perempuan dari saudara laki-laki, dan lain-lain. Namun, walaupun demikian, di kalangan mazhab Syafi’i, terdapat pendapat yang menegaskan bahwa hendaknya calon isteri bukanlah berasal dari kerabat yang dekat. Dalam praktiknya, menikahi anak perempuan paman dalam tradisi masyarakat Simalungun, merupakan suatu hal yang sangat dianjurkan, yang disebut dengan marboru tulang (mengambil anak perempuan paman sebagi istri). Di Desa Tinokkah, Kec. Sipispis, sebagian besar masyarakat suku Simalungun telah memeluk agama Islam, dan mereka bermazhab Syafi’i yang terlihat dalam ritual ibadah sehari-hari. Praktik ini masih terlihat bertolak belakang dengan pendapat Ulama di kalangan mazhab Syafi’i, Akan tetapi, dalam observasi awal penulis, masyarakat Islam Simalungun di desa ini masih ada yang mempraktikkan perkawinan dengan menikahi anak perempuan paman (boru tulang) dan hal itu menjadi kebanggaan keluarga besar bila berhasil menikahi anak perempuan tulangnya. Subjek dari penelitian ini adalah 6 orang dimana subjek dari penelitian ini adalah Pemangku Adat dan orang yang menikah dengan pariban di desa Tinokka. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori Fungsionalisme yang dikemukakan Oleh Malinowski. Hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa Perkawinan dengan Pariban merupakan perkawinan yang sangat dianjurkan dalam masyarakat Islam Simalungun
PESAN MORIL ALQURAN SEBAGAI KUNCI KESUKSESAN PERAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN DAN KETAHANAN MASYARAKAT patricia, dinda
Jurnal Landraad Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Jurnal Landraad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alquran sebagai sumber pedoman utama bagi umat Islam, memberikan berbagai pesan moril yang menjadi peran kunci dalam meningkatkan peran keluarga untuk membangun kesehatan dan ketahanan masyarakat. Pesan-pesan ini melibatkan kewajiban merawat anggota keluarga, menjaga hubungan harmonis antara pasangan hidup dan mematuhi hukum-hukum Allah. Artikel ini membahas bagaimana pesan-pesan moral ini, ketika diterapkan dengan sungguh-sungguh dalam kehidupan keluarga dapat menjadi kunci kesuksesan dalam memperkuat peran keluarga dalam mendorong kesehatan dan ketahanan masyarakat. Dengan menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang, peduli terhadap kesehatan fisik dan mental serta mematuhi nilai-nilai keadilan dan keseimbangan, keluarga dapat berkontribusi positif terhadap masyarakat yang lebih sehat dan tangguh. Dalam konteks ini, pesan-pesan moral Alquran memberikan landasan etis yang kuat untuk membentuk keluarga yang berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan masyarakat secara keseluruhan.
MEMAKNAI MITSAQON GHALIZHA SEBAGAI KUNCI HARMONI KELUARGA ISLAM Chaniago, Abdi Samra
Jurnal Landraad Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Jurnal Landraad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitsaqan Ghalizha, atau perjanjian pernikahan yang kokoh, adalah konsep sentral dalam Islam yang mengatur hubungan antara suami dan istri. Artikel ini membahas bagaimana pemahaman dan pelaksanaan Mitsaqan Ghalizha memiliki peran penting dalam menciptakan harmoni dalam keluarga Islam. Konsep ini menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang baik, kesetiaan, dan saling pengertian antara suami dan istri. Dengan memahami makna Mitsaqan Ghalizha dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh, pasangan Muslim dapat membentuk pernikahan yang penuh kasih sayang, keadilan, dan kepercayaan. Ini, pada gilirannya, membentuk dasar untuk keluarga yang harmonis dan bahagia yang mengikuti nilai-nilai Islam. Artikel ini mengilustrasikan bagaimana Mitsaqan Ghalizha mencerminkan nilai-nilai kesetiaan, komunikasi yang efektif, dan tujuan bersama, semua yang berkontribusi pada keharmonisan rumah tangga Muslim. Dengan kata lain, pemahaman dan implementasi Mitsaqan Ghalizha adalah kunci utama dalam mencapai harmoni dan kesejahteraan dalam keluarga Islam.
MU'ASYARAH BIL MA'RUF : ETIKA PERGAULAN SUAMI ISTRI DALAM PERSPEKTIF AL QURAN pohan, Nurhabibah; linardo, Yogi rananta
Jurnal Landraad Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Jurnal Landraad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mu'asyarah bil ma'ruf merupakan hubungan dan relasi baik yang dibangun antara suami dan istri serta terhadap anggota keluarga yang lainnya. mu'asyarah bil ma'ruf yang dimaksud pada konteks surat An-Nisa' ayat 19 adalah memperindah ucapan, memperbaiki kelakuan dan amal, dan adil dalam segala hal terutama nafkah. Objek pada ayat tersebut ditujukan kepada semua orang yang memiliki hubungan keakraban atau pergaulan dengan perempuan, tetapi mayoritas ahli tafsir (mufassirin)berpendapat bahwa yang dikehendaki dari ayat ini adalah para suami. Secara urut, ayat pertama kali ini menegaskan larangan akan hal-hal yang merugikan dan membahayakan wanita. Kemudian dilanjutkan dengan perintah akan berumah tangga dan berperilaku baik khususnya terhadap istri serta etika dalam pergaulanDengen sebuah metode analisis pendekatan pada ayat yang akan dibahas, maka pembahasan ayat ini menjadi terperinci dan detail yakni menjelaskan ayat yang terkandung di dalamnya secara rinci dan mengambil ibrah dari ayat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan mengenai konsep mu'asyaroh bil ma'ruf sebagai asas dalam perkawinan, yang mana mu'asyaroh bil ma'ruf merupakan relasi, hak dan kewajiban dalam rumah tangga yang harus di penuhi oleh setiap individu keluarga.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN DALAM TRANSAKSI E COMMERCE (ANALISIS KLAUSULA BAKU PADA KASUS PRODUK CACAT) Nasution, Abdul Halim
Jurnal Landraad Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Jurnal Landraad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klausul baku adalah unsur-unsur yang dikecualikan dari suatu perjanjian. Klausul baku tersebut diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Jika ada klausul seperti itu maka bisa merugikan salah satu pihak yakni konsumen. Ketentuan baku yang terdapat di toko online berbasis media sosial baik, atau aplikasi belanja online lainnya, yang menyatakan bahwa ketentuan baku tersebut tidak menerima pengembalian atau refund, yang secara tidak langsung merugikan konsumen dengan membatasi hak konsumen untuk menerima manfaat yang sah dalam perlindungan konsumen.Karena hal ini bisa terjadi jika produk yang dipesan konsumen berbeda atau tidak sesuai dengan produk yang dijanjikan atau jika barang sampai dalam keadaan rusak (cacat). Oleh karena itu, perlu adanya penghormatan terhadap hak-hak konsumen. Padahal, klausul baku diperbolehkan UUPK dengan syarat tidak bertentangan dengan ketentuan yang diatur dalam UUPK yaitu pengalihn tanggungjawab pelaku usahs, penolakan pengembalian barang/uang yang sudah dibayar, mensyaratkan konsumen untuk tunduk pada aturan baru, perubahan dan lanjutan yang ditetapkan secara sepihak oleh pelaku usaha. Dalam hal ini bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen adalah konsumen dapat mengadukan perilaku badan usaha kepada pihak yang berwenang dan badan usaha tersebut dikenakan denda atau sanksi pidana, pencabutan izin usaha, penyitaan barang yang merugikan konsumen, dan pidana penjara terhadap pelaku usaha.
Pengobatan Infertilitas Dalam Hukum Islam Adrianto
Jurnal Landraad Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jl.v3i1.492

Abstract

Having children is one of the goals of marriage, namely preserving the offspring to be achieved. But as time goes by, husband and wife have not got obtain offspring, due to several things; Among the reasons is infertility in husband and wife. husband and wife who does the treatment infertility, and live a healthy lifestyle,and do the program pregnancy by  natural with sex,  then it can produce the desired pregnancy.   This is influenced by internal factors and external.  This article aims to explore or  find the law of medicine infertility (fertility disorders on husband and wife have), by using  ushuli approach, as namely analyzing the main points of the problem By using maslahah theory  dan maqashid al-syari'ah. This research is research  bibliography by method descriptive analysis, namely Analyzing treatment habbatussaudah with scholars classic, analyzing technology treatment infertility by using theory maslahah dan maqashid al-syari'ah. Results of this research, treatment technology of infertility in Islamic Law is can And in accordance with the principles Islamic treatment. Malik use maslahah with istinbath, and ghazali use maslahah with objective of kind and not violate with objective of syariah.
Penggunaan Tayamum Untuk Melaksanakan Shalat Fardhu Di Tempat Pemberhentian Bus Dalam Perjalanan Lampung Ke Medan NURUT HUKUM ISLAM Adrianto
Jurnal Landraad Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jl.v3i1.497

Abstract

on the way Lampung to Medan at the bus stop found a small room the less clean water is used for thaharah and meanwhile prayer time has entered On the other hand, passengers have a problem with good dust which can be used for tayamum. To answer this problem the author uses an approach ushuli namely analyzing the main points of the problem with approach dalil, namely using dalil al quran and dalil hadist and related to the opinions of para cleric fiqh relating to undiscovered water and dust in the sense of looking for soil good thing to do tayamum. Research result, The use of tayammum by seeing because it's allowed tayamum that is, it is prayer time and no water was found. The traveler did it tayamum for prayer fardhu is allowed, if he doesn't find water. If the traveler finds water then the traveler performs ablution. and holy dust is dust that exists on the ground surface like on the ground around the ground like grass, trees and so forth.
Penerapan Akad Ijarah Muntahiya Bittamlik (IMBT) Di Bank Syariah Imaniyah, Helwatin; Hastriana, Anna Zakiyah
Jurnal Landraad Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jl.v3i1.507

Abstract

Sharia banking in Indonesia has experienced a significant increase in performance, as evidenced by the proliferation of Islamic financial institutions. The ijarah (rent) contract, which is frequently utilized in daily life, is one of the fascinating contracts to talk about. Human needs cause constant adjustments to this agreement. The contract ijarah muntahiya bittamlik (IMBT), sometimes referred to as al-Ijarah thumma al-bai' (AITAB), and hire and buy are two examples of such modifications. This agreement uses two separate contracts, namely a lease contract (ijarah / leasing or renting) and a sale and purchase contract (bai '/ purchase). IMBT contracts are comparable to the traditional lease agreements that are still in use today. The author finds that the IMBT contract can be a solution in providing affordable Public Housing Loans to the public, Yet, because of the dearth of research and practical understanding surrounding the contract, it is still sporadically utilized in Islamic banking.
Hibah Harta Orang Sakit Perspektif Maqashid Syariah (Analisis Pendapat Wahbah Al-Zuhaili Dan KHES) Nugroho, Luthfiah Huzaimah; Nasution, Abdul Halim; Hafifah, Mutia
Jurnal Landraad Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jl.v3i1.513

Abstract

A gift is a voluntary gift agreement without compensation, either to heirs or other people. However, its implementation will have an impact on conflict when the grantor suffers from illness. Of course, this has different legal implications than for healthy people. This study focuses on the opinions of Wahbah Al-Zuhaili and KHES. This research method uses library research which is qualitative analytical in nature through a historical approach and a statute approach. By examining the history of KHES figures and texts. The data analysis method is using the fiqh muqaran approach. The results of the research show that first, the law of giving sick people with maqasid sharia values is found in the aspects: Protecting religion, protecting the soul, protecting the mind, protecting property, protecting offspring. Second, Wahbah al-Zuhaili classified illness conditions, namely: serious illness and non-severe illness. Conditions of serious illness that cause death before oneyearhas passed, the law applies to grant people who are seriously ill cause death. Meanwhile, for illnesses that are not serious or that do not cause death, the grantor may make a commitment with the recipient of the grant to pay for life until death, as stated in article 454 paragraph 2. Third, KHES specifically includes grants for seriously ill people in article 724 -727.