cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Self Efficacy Ibu dalam Pemberian Makanan pada Balita BGM (Bawah Garis Merah) di Puskesmas Mayangan Kecamatan Jogoroto Jombang Mamik Ratnawati; Ririn Probowati; Monika Sawitri Prihatini; Pawiono Pawiono; Pujiani Pujiani
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.28

Abstract

Masa balita merupakan usia penting untuk tumbuh kembang secara fisik. Pertumbuhan anak balita sangat pesat sehingga memerlukan asupan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan balita. Salah satu masalah gizi pada balita yang dapat dilihat dari kartu menuju sehat (KMS) adalah balita BGM (Bawah Garis Merah). Balita dengan berat badan BGM menjadi indikator awal bahwa balita mengalami gangguan masalah gizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan penggunaan modul hasil penelitian tentang Health Promotion model terhadap self efficacy Ibu tentang pemberian nutrisi pada balita BGM (Bawah Garis Merah) Di Puskesmas Mayangan Jogoroto Jombang. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan Self Efficacy Ibu dalam pemberian Makanan pada Balita BGM (Bawah Garis Merah) di Puskesmas Mayangan Kecamatan Jogoroto Jombang berjalan dengan baik, ibu balita yang hadir sejumlah 25 orang ibu beserta balitanya. Ibu balita antusias dalam mendengarkan dan terdapat umpan balik dengan memberikan pertanyaan kepada pelaksana kegiatan untuk pembahasan yang belum dimengerti. Ibu balita dapat menyajikan dan membuat kreasi menu makanan untuk balita dengan BGM serta mengetahui dampak dari komplikasi masalah gizi yang ditimbulkan. Bagi para ibu balita diharapkan mempunyai self efficacy yang baik dalam pemberian makan balita agar bisa mengatasi masalah gizi pada balitanya.
Pembinaan Pada Remaja Tentang Perilaku Berpacaran Siti Rachmah; Eka Diah Kartiningrum; Dhonna Anggreni
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.30

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan melakukan gaya berpacaran yang menjurus pada perilaku seks bebas sehingga menyebabkan terjadinya penyebaran penyakit menular seksual maupun kehamilan diluar nikah. Tujuan kegiatan pengabdian tim STIKes Majapahit adalah agar remaja di Mojokerto mempunyai pengetahuan yang baik tentang perilaku berpacaran serta memiliki motivasi yang positif dalam menghindari perilaku seks bebas. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada remaja SMA di wilayah Mojokerto yang berupa upaya pembinaan tentang perilaku berpacaran dan dampaknya, perilaku seks bebas dan dampaknya, serta upaya persuatif agar remaja memiliki motivasi yang tinggi untuk menghindari seks bebas selama berpacaran. Kegiatan pembinaan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pembinaan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang perilaku berpacaran dan dampaknya, perilaku seks bebas dan dampaknya serta terjadi peningkatan motivasi remaja dalam menghindari seks bebas. Pengetahuan merupakan domain utama dalam perilaku yang memiliki pengaruh yang kuat terhadap terbentuknya perilaku maupun motivasi tertentu. Semakin tinggi pengetahuan seseorang tentang suatu perilaku, maka semakin tinggi motivasi seorang individu untuk melakukan sesuatu. Semakin baik pengetahuan remaja tentang perilaku berpacaran dan dampaknya, maupun tentang perilaku seks bebas maka semakin tinggi motivasi yang dimiliki remaja untuk menghindari seks bebas selama berpacaran.
Optimalisasi Tugas Keluarga Dalam Mencegah dan Mengatasi Perilaku Bullying Dalam Kehidupan Anak Kili Astarani; Dian Taviyanda
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.31

Abstract

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap orang-orang atau kelompok lain yang dilakukan secara berulang-ulang dengan cara menyakiti secara fisik maupun mental. Bullying dapat dilakukan oleh seorang anak karena adanya proses meniru atau imitasi dari lingkungan terdekatnya. Bullying dapat terjadi pada anak TK, diantaranya adalah mengejek, menyebarkan rumor, menghasut, mengucilkan, menakut-nakuti (intimidasi), mengancam, menindas, memalak, atau menyerang secara fisik (mendorong, menampar, atau memukul). Diperlukan upaya untuk mencegah dan mengatasi perilaku bullying, yaitu dengan pendidikan kesehatan tentang anti-bullying pada pada orangtua dan anak serta perlunya menggiatkan pengawasan dan pemberian sanksi secara tepat kepada pelaku di TK Tunas Bangsa Kediri. Jumlah orang tua atau keluarga yang mengikuti Pendidikan Kesehatan Keluarga dan Anak Prasekolah dalam upaya mengoptimalkan Tugas Keluarga dalam mencegah dan mengatasi perilaku bullying dalam kehidupan anak di TK Tunas Bangsa adalah 17 orang. Dari 17 orang tersebut, 15 orang belum pernah menerima informasi tentang bullying serta upaya mengatasinya. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, dari 17 orang, 13 orang memiliki pengetahuan yang baik, 4 orang memiliki pengetahuan yang cukup, dan tidak ada yang memiliki pengetahuan yang kurang
Cegah Perilaku Kleptomania sejak Dini di SMK PGRI 2 Kota Kediri Norma Risnasari; Elysabet Herawati; Dhian Ika Prihananto; Muhammad Mudzakkir; Ropita Oktaviani; Yulla Yulfida Andarisma
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.32

Abstract

Kleptomania termasuk kelompok gangguan kepribadian borderline artinya terletak pada batas antara normal dan psikotik, yaitu kondisi yang termasuk dalam kelompok gangguan kendali impulsif, dimana penderita tidak dapat menahan diri untuk mengutil atau mencuri. Orang dengan kelainan ini terdorong untuk mencuri barang, umumnya barang yang tidak berharga, seperti pensil, permen, sisir, atau barang lainnya dan biasanya merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah melakukan tindakan mencuri. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2019 diawali pre test dan diakhir dilakukan post test. Berdasarkan hasil pre test pada 60 siswa, maka sebanyak 19 siswa (31,6%) menyatakan belum tahu tentang pengertian kleptomania, 50 siswa (83,3%) menyatakan belum tahu penyebab kleptomania, 56 siswa (93,3%) belum tahu ciri-ciri orang yang mengalami kleptomania, 54 siswa (90%) belum tahu upaya pencegahan kleptomania, 60 siswa (100%) tidak pernah melakukan kleptomania. Setelah dilakukan penyuluhan, maka kami memberikan soal yang sama dengan soal pre test. Dari hasil post test 60 siswa (100%) menyatakan paham tentang pengertian, ciri-ciri dan upaya pencegahan kleptomania, 57 siswa (95%) menyatakan paham penyebab kleptomania dan 13 siswa (21,6%) pernah melakukan kleptomania. Penanganan yang merupakan pilihan utama untuk penderita kleptomania salah satunya dibawa ke psikolog, agar dilakukan terapi perilaku, yaitu serangkaian perilaku yang psikolog ciptakan untuk direkayasa, terapi tersebut tidak sekedar mengobati dari sisi pikirannya saja, namun juga sisi perasaannya, karena dorongan ini muncul dari perasaan, bukan pikiran. Keluarga dalam membantu proses penyembuhan sebaiknya ikut menciptakan suatu lingkungan atau suasana yang tidak memungkinkan bagi penderita klepto untuk kambuh lagi hasratnya
Peningkatan Kemampuan Berkemih Melalui Senam Kegel Bagi Lansia di Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Minaula Kendari Rahmawati Rahmawati; La Ode Alifariki; Haryati Haryati; La Rangki; Sukurni Sukurni
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.33

Abstract

Jenis-jenis perubahan terjadi pada lansia, salah satunya menurunkan kemampuan buang air kecil, yaitu penurunan tonus otot vagina dan otot saluran kemih (uretra) yang disebabkan oleh hormon estrogen yang menurun, menyebabkan inkontinensia urin yang ototnya menjadi lemah, meningkatkan frekuensi kemih dan tidak mampu untuk mengontrol urin. Komplikasi yang ditimbulkan seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit pubis, gangguan tidur, dekubitus, dan gejala ruam. Selain itu, masalah psikososial seperti dijauhi oleh orang lain karena berbau urin, inferior, tidak percaya diri, mudah marah sering terjadi dan ini mengakibatkan depresi dan isolasi sosial. Satu terapi untuk mengurangi inkontinensia urin dengan melakukan latihan kegel. Ada 30 lansia yang mengalami inkontinensia urin di Pusat Rehabilitasi Sosial Minaula Kendari. Solusi yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan konseling tentang inkontinensia urin dan latihan Kegel secara teratur. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa lansia yang melakukan senam kegel secara teratur, memiliki efek positif di mana lansia mengalami peningkatan kemampuan buang air kecil dengan benar, dan penurunan terjadinya keluarnya air seni spontan tanpa disadari (ngompol).
Pendidikan Kesehatan Kehamilan Resiko Tinggi Di Desa Ringinpitu Kecamatan Plemahan Susanti Tria Jaya; Vide Bahtera Dinastiti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.35

Abstract

Pengetahuan kader dan ibu hamil tentang kehamilan resiko memberikan kontribusi dalam pengawasan kehamilan ibu hamil resiko tinggi. Pendampingan kader terhadap ibu hamil resti sangat dibutuhkan dalam mencegah terjadinya keterlambatan penanganan kesehatan oleh tenaga medis dan pendidikan kesehatan selama kehamilan pada ibu hamil resti sangat dibutuhkan untuk membantu ibu hamil memahami kondisi kehamilannya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan ibu hamil resiko tinggi ibu tentang kehamilan resiko tinggi. Metode yang diberikan menggunakan media LCD dan buku KIA. Hasil pengabdian didapatkan pada akhir pengabdian seluruh kader kesehatan dan ibu hamil resiko tinggi memiliki pengetahuan baik 100%. Peningkatan pengetahuan ini karena kader kesehatan dan ibu hamil resiko tinggi didampingi secara intensif oleh mahasiswa bidan dalam memberikan pendidikan kesehatan, kader kesehatan dan ibu hamil resiko tinggi lebih fokus pada saat edukasi dan dapat menemukan solusi masalah kehamilan resiko tinggi.
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe I Putu Sudayasa; Muhammad Fathur Rahman; Amiruddin Eso; Jamaluddin Jamaluddin; Parawansah Parawansah; La Ode Alifariki; Arimaswati Arimaswati; Andi Noor Kholidha
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.37

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 35 juta manusia setiap tahunnya, atau 60% dari seluruh kematian secara global, dengan 80% pervalensi pada negara berkembang. PTM, khususnya penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat yang terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada masyarakat Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe. Jenis kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu dan asam urat. Telah dilakukan skrining dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular terhadap 67 orang responden, meliputi 14 laki–laki dan 53 perempuan. Pada hasil pemeriksaan tekanan darah, didapatkan jumlah yang mengalami hipertensi 28,35%, normotensi 67,16%, dan hipotensi 4,47%. Pada pemeriksaan Kolesterol Total, didapatkan kolesterol dalam batas normal 2,38% dan tinggi 37,31%. Hasil pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), didapatkan kadar GDS dalam batas normal 85,07% dan kadar GDS tinggi 14,92%. Pada pemeriksaan Asam Urat didapatkan dalam batas normal adalah 91,04% dan tinggi 8,95%. Perlu memaksimalkan kegiatan posbindu dalam mereduksi kejadian penyakit tidak menular melalui penyuluhan dan screening
Kombinasi Senam Yoga Dengan Open Kinetik Chain Exercise Menggunakan Music Keroncong Untuk Menurunkan Nyeri Rhematoid Arthritis di Desa Mekar Sari, Narmada Lombok Barat Istianah Istianah; Hapipah Hapipah; Elisa Oktaviana
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.38

Abstract

Rheumatoid arthritis adalah peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri. Radang sendi ini menimbulkan keluhan bengkak dan nyeri sendi, serta sendi terasa kaku. Nyeri merupakan masalah utama pada penderita Rematoid Arthritis, sehingga penatalaksanaan penyakit ini berfokus pada upaya mengatasi rasa nyeri. Senam yoga kombinasi open kinetik chain exercise menggunakan music keroncong merupakan salah satu alternatif intervensi untuk menurunkan nyeri Rematoid Arthritis. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan warga desa Mekar Sari tentang penyakit Rematoid Arthritis dan dapat menerapkan secara mandiri senam yoga untuk menurunkan rasa nyeri. Pengabdian ini dilakukan di Desa Mekar Sari, dimana didapatkan data sebagian besar warga memiliki keluhan nyeri pada persendian tangan dan kaki, warga tidak mengetahui tentang penyakit Rematoid Arthritis serta tidak mengetahui penatalaksanaan nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri yang dirasakan. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan ceramah penyampaian materi, selanjutnya bersama-sama melakukan senam yoga dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan setelah diberikan penyuluhan adanya peningkatan pengetahuan tentang Rhematoid Arthritis pada warga Desa Mekar Sari, terjadi penurunan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik dan penurunan skala nyeri Rhematoid Arthritis setelah dilakukan senam yoga. Berdasarkan hasil pengabdian diharapkan kegiatan senam yoga ini dapat diterapkan secara mandiri 2 kali seminggu dibalai desa Mekar Sari.
Pelatihan Relaksasi Otot Progresif Pada Kader Posyandu Lansia di Posyandu Lansia RW 05 Desa Kalibagor Murniati Murniati; Ririn Isma Sundari; Feti Kumala Dewi
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.39

Abstract

Upaya promotif dan preventif merupakan faktor penting untuk mengurangi angka kesakitan pada lansia. Salah satu upaya preventif promotif untuk penatalaksanaan hipertensi adalah dengan melakukan aktivitas/olahraga fisik. Kegiatan ini bertujuan untuk itu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada kader lansia melalui pelatihan relaksasi otot progresif selama 1 hari terhadap 12 kader. Metode yang dilakukan yaitu pemberian penyuluhan mengenai relaksasi otot progresif, demonstrasi dan re-demonstrasi relaksasi otot progresif. Evaluasi dilakukan dengan observasi pre test dan post test ketrampilan relaksasi otot progresif. Dengan teknik ini, terlihat adanya peningkatan keterampilan relaksasi otot progresif kader dari 53% menjadi 84,6%. Setelah pelatihan ini, kader diharapkan dapat mengaplikasikan relaksasi otot progresif sebagai upaya promotif preventif non farmakologis penurunan nyeri hipertensi pada lansia.
Edukasi Baby Yoga Untuk Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Dewi Zolekhah; Elvika Fit Ari Shanti; Liberty Barokah; Silvia Ari Agustina
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.40

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertema “Edukasi Baby Yoga Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada kesehatan bayi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan ibu yang mempunyai bayi mendapatkan pengetahuan tentang baby yoga yang mempunyai manfaat untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pengabdian ini berfokus pada kesehatan balita. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang tumbuh kembang bayi dan cara menstimulasi tumbuh kembang melalui baby yoga.Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahapan persiapan meliputi serangkaian kegiatan dari pengkajian masalah dan penyusunan proposal. Tahapan pelaksanaan kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang baby yoga, demonstrasi dan melakukan baby yoga pada bayi di posyandu. Pada tahap pelaksanaan yang terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi tentang baby yoga terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tahap akhir yaitu berupa evaluasi hasil kegiatan dengan cara melihat dan mengamati ibu saat dilakukan edukasi baby yoga dan menganalisa pertumbuhan dan perkembangan bayi setelah dilakukan baby yoga