cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Sosialisasi Anemia Kehamilan pada Ibu Hamil Trimester II dan III Yanuar Eka Pujiastutik; Rosi Candra Refina; Anggina Firdausi; Ellma Tri Yuliana
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 2 (2019): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i2.18

Abstract

Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar Hb seseorang (WHO 2012). Ibu hamil dikatakan mengalami anemia jika kadar Hb <110 g/l selama masa kehamilan. Efek anemia kehamilan bagi ibu jika kadar hemoglobin kurang dari 6 g/dl, dan tergolong anemia berat maka dapat menimbulkan komplikasi pada ibu hamil dan janin. Anemia berat menunjukkan gejala jantung berdebar, takikardia, sesak napas, dekompensasi kordis dan gagal jantung yang mungkin berakibat fatal. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kadar hemoglobin selain suplementasi dan peningkatan pengetahuan, yaitu dengan penyuluhan kesehatan dalam bentuk kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan kesehatan tentang pengertian anemia, klasifikasi anemia, sumber zat besi, gejala anemia, dan bahaya anemia bagi janin di Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Jumlah peserta pada kegiatan ini adalah sebanyak 10 ibu hamil trimester II dan III. Hasil pengetahuan yang diperoleh sebelum dilakukan wawancara ke ibu hamil adalah sejumlah 2 dari 10 ibu mengatakan bahwa tidak mengetahui dan dan belum paham dampak anemia bagi janin, dari hasil ini bahwa pengetahuan Ibu tentang anemia kehamilan tergolong sangat rendah. Setelah dilakukan penyuluhan, pengetahuan ibu hamil tentang anemia di evaluasi dengan memberikan pertanyaan kembali pada ibu-ibu untuk mengetahui adanya perubahan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 9 dari 10 ibu hamil bahwa pengetahuan Ibu tentang anemia kehamilan tergolong baik.
Spilekers (Spinach Leaf Crackers) Dhita Kurnia Sari; Mike Oktavyana; Monica Putri Siscawati; Putri Nurvita Dewi; Mey Sulistiyana; Shifaun Nisa’ Rizky
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 2 (2019): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i2.19

Abstract

Saat ini keadaan yang terlihat masih banyak masyarakat yang tidak menyukai sayur baik dari kalangan muda maupun kalangan tua di sebabkan rasa dan cara pengolahan yang masih monoton, padahal kandungan yang ada pada sayur sangatlah penting bagi tubuh, mulai dari vitamin, mineral, protein, dan serat ada dalam kandungan sayur, maka dari itu kami menciptakan inovasi baru dari bahan dasar sayur menjadi olahan yang berbeda tetapi tidak mengurangi kandungan yang ada dalam sayur tersebut. Spilekers (Spinach Leaf Cracker) adalah olahan dari daun bayam yang tinggi zat besi dan sumber vitamin A yang berupa krupuk. Krupuk sendiri sampai saat ini masih menjadi primadona dan makan kesukaan bagi kalangan masyarakat dari kalangan muda sampai tua. Spilekers (Spinach leaf Creackers) mengandung zat besi dan vitamin A dan vitamin lain nya yang berfungsi untuk pembetukan energi di dalam sel dan mengurangi anemia. Target utama pembuatan Spilekers (Spinach leaf Creackers) adalah masyarakat daerah Kediri khususnya daerah kampus dan sekitarnya, mulai dari anak kecil, remaja, dewasa hingga orang tua produk semacam ini juga untuk menyiasati anak kecil yang mayoritas tidak menyukai sayur. Metode pemasaran yang akan dilakukan adalah edukasi market. Proses edukasi ini dilakukan dengan cara memberikan penjelasan dan pembelajaran pada konsumen tentang pentingnya mengkonsumsi makan yang sehat. Hal ini perlu dilakukan karena seperti yang di ketahui bahwa sebagian besar penyedian makanan ringan saat ini banyak yang menyediakan makanan ringan yang tidak sehat atau bahkan berbahaya bagi tubuh. Cara untuk menjelaskan pada konsumen dilakukan secara langsung yaitu dengan membuka stan penjualan dan pemasaran keliling pada hari libur di pusat-pusat keramaian, atau pada saat ada even di kampus dan sekitar nya serta melalui media brosur, banner ataupun media online.
Jus Lemon untuk menurunkan Hipertensi pada Warga di Desa Menganti Kabupaten Cilacap Susilawati Susilawati; Kasron Kasron
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 2 (2019): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i2.20

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler yang menyebabkan kematian. Hipertensi merupakan penyakit dengan peringkat pertama yang paling sering dijumpai di setiap negara akibat perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Pengobatan penyakit hipertensi dapat menggunakan pengobatan modern, namun dapat juga menggunakan pengobatan alternatif. Pengendalian hipertensi sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Menganti, dimana didapatkan data bahwa mayoritas warga belum mengetahui informasi tentang hipertensi, penyebab, komplikasi, pencegahan dan penatalaksanaannya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan warga tentang hipertensi, penyebab, komplikasi, pencegahan dan penatalaksanaannya. Meningkatkan kemampuan kader dan warga tentang upaya penurunan tekanan darah dengan mengkonsumsi jus lemon. Metode kegiatan dilakukan secara bertahap dengan kegiatan sebagai berikut: Meningkatkan pengetahuan kader, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga, simulasi praktek, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan kader-warga tentang upaya pencegahan dan penurunan hipertensi dan terdapat penurunan tekanan darah pada warga yang menderita hipertensi setelah mengkonsumsi jus lemon.
Pendampingan One Student One Client (OSOC) pada Ibu dan Balita dalam meningkatkan Pengetahuan tentang Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu Apri Sulistianingsih
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 2 (2019): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i2.21

Abstract

Pengetahuan ibu tentang gizi balita memberikan kontribusi dalam perilaku ibu memberikan makanan pada balita. Sampai saat ini Indonesia masih mengalami masalah gizi ganda. Pemerintah Kabupaten Pringsewu membuat program kesehatan dengan melibatkan mahasiswa untuk penangan masalah kesehatan yang dikenal dengan One Student One Client (OSOC). Salah satu program OSOC adalah dengan memberikan edukasi konseling kepada ibu balita secara door to door ke rumah ibu. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita. Metode yang diberikan menggunakan konseling dengan media buku KIA. Hasil pengabdian didapatkan pada akhir pengabdian seluruh ibu memiliki pengetahuan baik 100%. Peningkatan pengetahuan ini karena ibu balita didampingi secara intensif oleh mahasiswa bidan dalam memberikan konseling, ibu lebih fokus pada saat edukasi dan dapat menemukan solusi masalah gizi pada balita. Diharapkan program ini terus berlanjut dan dapat memfasilitasi mahasiswa dan masyarakat untuk mengentaskan masalah kesehatan.
Program Pemberdayaan Masyarakat non Produktif tentang pentingnya Manfaat mengenal dan menjadi Donor Darah di Unit Tranfusi Darah PMI Kota Surabaya Hasdianah H. Rohan; Sasi Widuri; Yustisia Amalia
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 2 (2019): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i2.22

Abstract

Blood transfusion service is a health care effort that utilizes human blood as a basic ingredient with humanitarian purposes and not for commercial purposes. Blood transfusion services as one of the health efforts in order to cure disease and health recovery desperately require the availability of blood or adequate blood components, safe, accessible and affordable by the community. Each blood transfusion unit has a responsibility to meet the availability of blood in its working area. Blood availability is highly dependent on the willingness and awareness of people to donate their blood voluntarily and regularly. To achieve this, blood transfusion units need to conduct donor recruitment activities which include socialization efforts and campaign of voluntary blood donor, donor deployment and donor preservation. The need for blood is increasing in this world where 1 patient from 7 patients who are hospitalized requires a blood transfusion. Imbalance between blood supply and blood needs is increasing in the world. Currently only in 62 countries, blood supplies of 100% are derived from voluntary blood donors and 40 other countries still depend on family darai donors and paid blood donors. From the results of location analysis and info from blood transfusion Unit RS, Dr. Setomo, Surabaya PMI about the problems of lack of blood stocks at a certain moment, then make us perform a lack of public awareness about the blood Donor This, thereby giving our infiration to give intervention, counseling, convey that being a blood Donor can increase the stamina and occurrence of new erythrocytes, which can facilitate blood circulation and make the body healthier. Plan, create a community Web Site that is interested in becoming a voluntary blood Donor, so that the community is moved to become a voluntary blood Donor, of course not be separated must fulfill the requirements that the blood donation is worthy as Blood and healthy Donor, appropriate Perturan. Install Bener on a specific place, make a bag, T-shirt, key toy, a zipper box, and other knacks that can be used as the community Logo voluntary blood donor, in hopes of increasing the necessary blood stocks society. From the new results we perform to attract voluntary blood donors. Through the appeal to come to the counseling and to share Leaflet only at this early stage, there have been obtained result of increased blood stock from the results of voluntary blood donation after Community service. Obtained significant results, where there is an increase in the amount of blood in PMI, after the implementation of blood donation. There is an increase in blood stocks at that time as much as 40-50%, from the results of community devotion.
Peningkatan Pengetahuan Ibu-Ibu Tentang Bahaya Zat Warna Rhodamin B Terhadap Kesehatan Anak Usia Sekolah di Kelurahan Sidomulyo Timur Pekanbaru Yelfira Sari; Asyti Febliza; Sumandar Sumandar
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.23

Abstract

Anak yang sehat, kuat, cerdas, serta berkualitas merupakan penentu penggerak pembangunan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, perlu perhatian khusus terhadap anak-anak tersebut terutama dalam pemenuhan gizi yang seimbang serta keamanan makanan yang mereka konsumsi. Asupan gizi dapat berasal dari makanan yang disediakan di rumah oleh orang tua, makanan kemasan yang diperdagangkan secara komersial, makanan cepat saji, dan makanan jajanan yang di jual di lingkungan sekolah. Jajanan yang biasanya dikonsumsi oleh anak usia sekolah merupakan masalah yang harus diperhatikan baik oleh orang tua maupun oleh guru-guru. Jajanan ini umumnya ditambahkan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dan salah satunya adalah zat warna. Contohnya adalah penambahan Rhodamin B. Rhodamin B merupakan zat warna merah yang banyak digunakan dalam industri, khususnya industri tekstil. Jika anak usia sekolah mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung zat berbahaya ini, maka lama kelamaan akan mengendap pada jaringan hati dan lemak serta dapat menurunkan kinerja otak sehingga anak-anak akan menjadi malas dalam belajar.
Pembentukan Sahabat 5 G (Galakan Gizi Gapai Generasi Golden) Pada Remaja Di SMP Pangudi Luhur Kalibawang Kulonprogo Paulinus Deny Krisnanto; Cornelia Dede Yoshima Nekada
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.24

Abstract

Remaja merupakan transisi dari masa kanak- kanak ke masa dewasa yang ditandai sejumlah perubahan biologis, kognitif dan emosional.Perubahan biologis yaitu pertambahan tinggi badan, perubahan hormonal dan kematangan seksual. Dukuh Boro memiliki sekolah setingkat sekolah menengah pertama yakni SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang yang berdiri sejak tahun 1955. SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang merupakan satu kompleks dengan panti asuhan Santa Maria.Kondisi perekonomian dan pola hidup sederhana menyebabkan para remaja ini tidak terlalu memperhatikan kondisi kesehatan dan gizi. Metode : Pelatihan dan pendampingan pembentukan Sahabat 5G (Galakkan Gizi Gapai Generasi Golden) yang meliputi kesehatan tentang gizi, kesehatan reproduksi, serta pelatihan dan pendampingan pembentukan Posyandu Remaja di SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang yang dilakukan pada bulan Juni 2019. Hasil: Tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi mengalami peningkatan dari skor 56, 6 menjadi 84, 7. Sedangkan Tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang didapatkan nilai 47, 5 menjadi 82,6. Terbentuknya 20 remaja SMP PL Kalibawang Kulonprogo menjadi Sahabat 5 G. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan telah terbentuknya Sahabat 5 G.
Pendampingan Lansia Dengan Dimensia Di Kelurahan Pocanan RW II Kota Kediri Yuly Peristiowati; Muhamad As’ad Efendy; Nurwijayanti Nurwijayanti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.25

Abstract

Lanjut usia (Lansia) adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih saat ini di seluruh dunia di perkirakan mencapai 500 juta dan diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 1,2 miliyar. Kepikunan (demensia) merupakan fenomena yang sering terjadi pada lansia, yang ditandai dengan gejala-gejala yang menunjukkan terganggunya fungsi-fungsi memori (daya ingat), berbahasa, berpikir dan berperilaku. Prevalensi demensia diperkirakan 15% dari populasi usia lanjut Dimensia pada lansia sangatlah berpengaruh pada kehidupan sehari hari dan keluarga. Dimensia jika tidak di cegah sejak dini dapat membuat lansia menjalani hidup yang tidak optimal dan produktifitasnya menurun Kegiatan pengabdian ini diawali kegiatan survey di Kelurahan Pocanan Kota Kediri untuk mengidentifikasi lansia yang mengalami dimensia. Selanjutkan dilakukan kegiatan pendampingan pada lansia yang mengalami dimensia. Dari hasil survey awal dengan menggunakan metode Mini Mental State Examination (MMSE) teridentifikasi 11 lansia tidak mengalami gangguan kognitif, 5 lansia mengalami gangguan kognitif sedang dan 8 lansia mengalami gangguan kognitif berat. Selanjutnya di lakukan pendampingan pala lansia yang mengalami gangguan kognitif sedang dan berat dengan di lakukan beberapa intervensi diantaranya melatih ketajaman otak dengan permainan yang bisa mengasah otak, seperti puzzle, catur, senam otak dan ceki card. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabmas ini lansia mempunyai kegiataan yang mendukung penurunan kognitif sehingga dapat menurunkan kondisi dimensia. Setelah pendampingan selama 2 minggu ini diharapkan lansia dapat melakukan dengan mandiri kegiatan-kegiatan untuk mengurangi dimensia yang dialaminya.
Upaya Peningkatan Status Kesehatan Pada Ibu dan Bayi Melalui Program Katukisasi dan Widasi di Puskesmas Mojosari Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Dyah Siwi Hety; Ika Yuni Susanti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.26

Abstract

WHO (World Health Organization) merekomendasikan para ibu untuk menyusui secara ekslusif selama 6 bulan, melanjutkannya dengan memberikan makanan pendamping ASI dari bahan-bahan lokal yang kaya nutrisi sambil tetap memberikan ASI sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Tujuan Pengabmas adalah Meningkatkan pengetahuan ibu hamil agar memahami tentang manfaat daun katuk dan ASI eksklusif di Puskesmas Mojosari Kabupaten Mojokerto.Pertemuan kelas ibu dilakukan 4 kali pertemuan pada ibu hamil trimester III yaitu pemberian materi tentang Katukisasi dan Widasi, setelah pemberian materi di lanjutkan dengan penyerahan bibit pohon katuk. Evaluasi dilakukan sebanyak kurang lebih 5 sampai 6 kali untuk melihat kesesuaian dengan hasil kesepakatan fasilitator dengan peserta. Pada setiap pertemuan, materi kelas ibu yang akan disampaikan adalah tentang manfaat daun katuk bagi ibu hamil dan ibu meneteki, dan dilanjutkan dengan manfaat ASI Eksklusif. Pada setiap akhir pertemuan dilakukan tanya jawab tentang materi yang telah diberikan. Kegiatan ini merupakan pemberian materi dan pemberian pohon katuk bagi ibu hamil trimester III, setelah sampai di rumah diharapkan dapat dipelajari, dipahami dan penanaman bibit pohon katuk. Waktu pertemuan disesuaikan dengan jadwal ANC terpadu di Puskesmas Mojosari, yaitu setiap hari selasa dan rabu.Keberhasilan dari program ini di harapkan Ibu hamil dan ibu meneteki secara bersama-sama terus dan selalu berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan khususnya tentang manfaat daun katuk dan ASI eksklusif dibimbing oleh fasilitator.
Penyegaran Kader Kesehatan Jiwa Mengenai Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Cara Merawat Penderita Gangguan Jiwa Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Marta Pastari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.27

Abstract

Kader kesehatan jiwa memiliki keterjangkauan terdekat dengan masyarakat dalam membantu meningkatkan kesehatan jiwanya. Namun demikian, fakta memperlihatkan masih minimnya pemahaman kader kesehatan jiwa mengenai deteksi dini gangguan jiwa serta cara merawat penderita gangguan jiwa.Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuannya dalam mendeteksi dini gangguan jiwa serta merawat penderita gangguan jiwa. Metoda yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan demonstrasi disertai penggunaan video, slide serta leaflet sebagai media penyegaran. Hasil kegiatan penyegaran memperlihatkan adanya peningkatan prosentase pemahaman kader dari 40% menjadi 75% dalam menjelaskan mengenai kesehatan jiwa, tanda dan gejala gangguan jiwa yang sering muncul. Peningkatan prosentase kemampuan kader tentang cara merawat penderita gangguan jiwa juga meningkat dari 25% menjadi 80%, yang diperlihatkan melalui demonstrasi. Kegiatan penyegaran kader dapat meningkatkan pemahaman tentang deteksi dini gangguan jiwa dan cara merawat penderita gangguan jiwa, sehingga diharapkan pemahamannya tersebut dapat meningkatkan kepeduliannya dalam membantu meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat.