cover
Contact Name
Ridha Rachmathiany
Contact Email
sjrstrada@gmail.com
Phone
083866198377
Journal Mail Official
thesjr@gmail.com
Editorial Address
Manila Street Number 37, Sumberece, Kediri, East Java, Indonesia 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Strada Journal of Radiography
ISSN : 29624673     EISSN : 29624673     DOI : https://doi.org/10.30994/sjr.
Core Subject : Education,
This journal encompasses original research articles, review articles, and case studies, including: CT Scan, Ultrasonografi, Conventional Radiography, Digital Radiography, Radiodiagnostics, MRI, etc
Articles 25 Documents
Teknik Pemeriksaan Kontras Colon In Loop Dengan Klinis Colitis Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Jombang Maysaroh melda; Apriannisa, Andica
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i1.50

Abstract

Colon In Loop adalah Teknik pemeriksaan radiologi dengan cara memasukkan kontras secara Retrograde (dimasukkan dari anus)(Long, Rollins, and Barbara J. Smith 2016) , yang bertujuan untuk mengevakuasi keseluruhan colon. colon terdiri atas caecum, appendix , colon ascendens, fleksura hepatica, colon transversum, fleksura lienalis, colon desendens, sigmoid, rectum dan canalis analis(Drake, Vogl 2018). Indikasi pada pemeriksaan colon in loop yaitu carcinoma, polip, hisprung dan salah satunya colitis. Colitis adalah peradangan pada colon yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti infeksi bakteri ataupun kondisi lingkungan lainnya(Andryani, Sumedi, and Akbari 2018). Sebelum melakukan pemeriksaan tentunya pasien akan ada persiapan khusus terlebih dahulu. Proyeksi yang digunakan dalam permeriksaan kontras colon in loop di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Jombang menggunakan proyeksi AP plain, lateral kiri, LPO, RPO dan AP post evakuasi tanpa adanya 5 fase namun menurut merrils pada Teknik pemeriksaan colon in loop menggunakan 5 fase.
Teknik Pemeriksaan Radiografi Vertebra Cervical Dengan Klinis Cervical Root Syndrome (Crs) Di Instalasi Radiologi Rsud Kabupaten Kediri Didik Kusramadana; Djuli Pontjowijono; Ardhi Syamsarifin
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i1.51

Abstract

Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan penggunaan semua modalitas yang menggunakan radiaasi untuk diagnosis dan prosedur terapi dengan menggunakan panduan radiologi termasuk teknik pencitraan dan penggunaan radiasi dengan sinar-X dan zat radioaktif. Cervical root syndrome adalah kumpulan gejala yang disebabkan oleh iritasi atau kompresi dari akar saraf cervical yang akan menimbulkan nyeri, ngilu, kesemutan, kram-kram serta rasa tidak enak pada leher bagian belakang dan bisa menjalar ke bahu, lengan atas dan lengan bawah tergantung dari akar mana yang terkena. Dari hasil pemeriksaan vertebra cervical bacaan dokter spesialis RSUD Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa pemeriksaan vertebra cervical yang dilakukan oleh Ny, Sixx adalah Tampak Degenerative disk disease VC4-5,5-6 Spondylosis cervicalis Paracervical muscle spasme. Spondilosis cervicalis adalah kerusakan pada tulang leher dan bantalannya yang umumnya terjadi pada orang usia lanjut. Spondilosis servikal atau dikenal juga sebagai radang sendi leher akan menimbulkan gejala berupa nyeri di leher, bahu, dan kepala.
Penerapan Teknik Pemeriksaan Vertebra Lumbosacral Dengan Klinis Spondylosis Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri Alyza Novia Ramadhana; Mira Anjani; Sentot Alibasah
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i1.52

Abstract

Pada vertebra lumbosacral sering terjadi beberapa klonis yang mengakibatkan fisiologi dari tulang belakang menjadi terganggu. Penderita spondylosis kemungkinan memiliki pemyalit diskus degenerative atau dapat berkembangnya stenosis tulang belakang. Untuk mengetahui teknik pemeriksaan vertebra lumbosacral dengan klinis spondylosis di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri penulis melakukan penelitian dengan pasien bernama Ny. M berusia 63 tahun yang dimana didiagnosis spondylosis dengan hasil Rontgen menunjukkan tidak adanya pergeseran abnormal (aligment tidak terdapat lithesis) dan kuvra tulang belakang normal. Terdapan osteofit pada seluruh corpus vertebra, namun struktur tulang lainnya seperti trabekulasi, pedikel, dan processus tranversus utuh tanpa kelainan. Ruang antar vertebra normal tanpa pengecilan yang mengindikasikan tekanan pada diskus intervertebralis. Terdapat batu radiopaque pada L5 dextra dalam jaringan lunak, menandakan adanya batu di tubuh. Kesimpulan adalah spondylosis thoracalumbalis, dengan dugaan nefrolothiasis dextra dan appendicolith sebagai diagnosis banding.
Teknik Pemeriksaan Ct Scan Kepala Dengan Indikasi Stroke Di Instalaasi Radiologi Rsd Nganjuk Risdo Catur Setyawan; Kartono Abdul Aziz; Falentina Syivasari
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i1.53

Abstract

Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau jika robek atau bocor. Stroke, atau cerebrovascular accident (CVA), adalah hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage (pendarahan). Stroke iskemik yang biasanya disebabkan oleh diabetes menjadi mayoritas pada penderita stroke dan bisa mencapai 85 persen, sedangkan stroke pendarahan hanya 15 persen, tetapi stroke pendarahan dapat menyebabkan kematian pada 40 persen pasiennya. Yang perlu diperhatikan juga adalah stroke iskemik ringan yang gejalanya mirip stroke, tetapi akan hilang dengan sendirinya dalam 24 jam (transient ischemic attacks (TIA)). Hal ini terjadi karena penyumbatan pembuluh darah hanya terjadi sementara. Tetapi bagaimanapun, jika hal ini terjadi, maka kemungkinan terjadinya stroke berikutnya yang lebih berat dapat terjadi. CT Scan kepala pada kasus stroke non hemoregik yang paling optimal dalam menggambarkan informasi citra anatomi dari 6 variasi slice thickness dan interval reconstruction yaitu pada variasi 2 dengan nilai slice thickness 1 mm dan interval reconstruction 0.5 mm yang memiliki nilai mean rank paling tinggi yaitu 4.65. Terdapat perbedaan anatomi pada setiap variasi slice thickness dan interval reconstruction, Pada variasi slice thicknesss 1 mm dan interval reconstruction 0.5 mm menghasilkan gambaran antomi yang paling optimal. Pada tanggal 20 Januari 2024, pasien dengan inisial mrs. S datang ke instalasi radiologi RSD Nganjuk dengan diantar oleh transporter IGD menggunakan brangkart, pada lembar permintaan tersebut tertulis permintaan radiologi untuk dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala Non kontras. Prosedur pemeriksaan CT Scan kepala Non kontras yang dilakukan di RSD Nganjuk dibedakan ada dua yaitu kasus trauma dan non-trauma, pada kasus trauma diperlukan penambahan informasi diagnostic seperti perhitungan volume pendarahan dan pembuatan tampilan gambar 3D.
Teknik Pemeriksaan Appendikogram Dengan Klinis Dyspepsia Menggunakan Modalitas Komputer Radiografi Di Instalasi Rumah Sakit Baptis Kediri Glorita Alves; Phillip Emmanuel Deo
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i1.54

Abstract

Dyspepsia adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala yang berkaitan dengan gangguan pencernaan di daerah perut bagian atas. Gejala-gejala tersebut bisa termasuk, nyeri atau ketidaknyamanan di daerah perut atas, perasaan kenyang atau penuh cepat saat makan, kembung, mual,muntah, perasaan tidak enak atau tidak nyaman di perut. Appendikogram menggunakan BaSO4 (barium sulfat) yang diencerkan dengan air menjadi suspensi barium dan dimasukkan secara oral atau melalui anus (barium enema). Foto Appendikogram merupakan pemeriksaan yang paling baik karena sudah mampu mendiagnosis suatu kelainan di appendix dengan sensitifitas dan spesifisitas yaitu 90% dan 99%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis teknik pemeriksaan appendix dengan klinis dyspepsia menggunakan modalitas computer radiografi. Metode pada kasus ini adalah deskriptif, Riwayat pengkajian dilakukan pada tanggal 20 januari 2024 pukul 08:00 pasien Bernama C.W,pasien datang membawa lembaran permintaan dengan keadaan bisa berjalan tetapi menggunakan kursi roda diantar oleh perawat dari IGD untuk melakukan foto rontgen appendikogram .Dari hasil baca dokter disimpilkan bahwa pemeriksaan foto appendikogram yang dilakukan oleh C.W adalah non visualized appendix.Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan melakukan evaluasi pada appendix dalam mendiagnosa gangguan pada appendix tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran foto appendix pada penderita dengan dugaan klinis appendix akut berdasarkan jenis kelamin, umur, dan hasil gambaran foto appendix di instalasi radiologi rumah sakit baptis kediri sudah memenuhi kriteria radiograf.

Page 3 of 3 | Total Record : 25