Elementary Education Research
Elementary Education Research (EER) is a journal of research results and literature review in the field of learning. a scientific journal published by Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Syiah Kuala. Has been published in 2016. JIM-EER contains scientific articles resulting from research and critical studies in the fields of Education, learning media, educational technology, and educational evaluation. The languages used in this journal are Indonesian and English.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018"
:
20 Documents
clear
KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBEDAKAN KATA BAKU DAN KATA TIDAK BAKU DI KELAS V SDNEGERI 3 BANDA ACEH
Ruhamah, Bengi;
Adnan., Adnan;
Hajidin., Hajidin
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/primary.v3i3.8671
Kata baku adalah kata yang cara pengucapan atau penulisannya sesuai dengan kaedah-kaedah yang dibakukan dan kata tidak baku adalah kata yang sering digunakan saat bercakapan sehari-haria tau tidak sesuaidenganpedomanejaan yang benar (EYD). Penelitian ini berjudul Kemampuan Siswa dalam membedakan Kata Baku dan Kata Tidak Baku di kelas V SD Negeri 3 Banda Aceh. Rumusan masalahnya bagaimanakah tingkat kemampuan Siswa dalam Membedakan Kata Baku dan Kata Tidak Baku. Bertujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Tingkat Kemampuan siswa dalam Membedakan Kata Baku dan Kata Tidak Baku di kelas V SDNegeri 3 Banda Aceh.Dengan pendekatan kuantitatif dan dengan jenis penelitian yaituDeskriptif. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas Lima SD Negeri 3 Banda Aceh yang jumlahnya sembilan puluh siswa. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Sampel di penelitian ini adalah murid kelas Lima A yang jumlahnya 30orang.Teknik dalam mengumpulan data penelitian ini adalah dengan memakai tes juga dokumentasi. Untuk mengetahui hasil data penelitian terhadap tingkat kemampuan siswa dengan menggunakan statistic sederhana dalam perhitungan persentase. Dengan demikian hasil penelitian kemampuan siswa dalam membedakan kata Baku dan Kata Tidak Baku tidaktuntas, karenanilai rata-rata kata bakuadalah 66,3 dengan kategori Baik dan nilai rata-rata kata tidak baku 48,3 dengan kategori kurang. Jadi hasil penelitian ini adalah kurangnya kemampuan siswa dalam membedakan kata bakudan kata tidak baku.
UPAYA GURU MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK MELALUI BERCERITA DI KELAS I SEKOLAH DASAR LAM ILIE KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR
Febrio, Doni;
Idham, Muhammad;
Soedirman Z., Soedirman.z
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/primary.v3i3.8670
Dalam konteks ini upaya guru mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui bercerita di kelas I Sekolah Dasar Negeri Lam Ilie, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Permasalahan pada penelitian adalah Bagaimana Upaya Guru Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Melalui Bercerita di Kelas I Sekolah Dasar Negeri Lam Ilie, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar?. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru pengembangan kemampuan berbahasa anak melalui cerita di kelas I Sekolah Dasar Negeri Lam Ilie, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Adapun subjek dalam penelitian ini 1 orang guru kelas I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dengan 18 aspek yang diamati, dan wawancara dengan pertanyaan sebanyak 11 pertanyaan yang diajukan yang terkait upaya guru mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui bercerita,Berdasarkan hasil analisis data temuan penelitian ini dapat dipaparkan sebagai berikut. Pertama, setelah dilakukan observasi terhadap 1 orang guru kelas I dan wawancara terkait upaya guru mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui bercerita. Dari 18 aspek yang diamati melalui observasi terdapat 15 aspek yang diterapkan oleh guru kelas dan 3 aspek tidak dilakukan, ini mengakibatkan tidak semua anak mampu berbahasa dengan baik dan benar, dan hasil analisis data yang kedua berupa hasil wawancara dari upaya guru mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui bercerita. masih terdapat kekurangan dalam pengembangan kemampuan berbahasa anak sehingga anak tidak mampu menguasai kemampuan berbahasa dengan tepat. Simpulan dari upaya guru mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui bercerita belum tercapainya tujuan pembelajaran di kelas I Sekolah Dasar Negeri Lam Ilie, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.
UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU SEKOLAH DASAR PADA GUGUS 4 KECAMATAN TIMANG GAJAH KABUPATEN BENER MERIAH
Susanto, Rahmat;
yusuf, M. Nasir;
Syafrina, Alfiati
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/primary.v3i3.8669
Kepala Sekolah merupakan pemimpin yang sangat menentukan keberhasilan kinerja guru. Peneliti mengungkapkan Upaya Kepala Sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan Guru Sekolah Dasar pada gugus 4 Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Rumusan penelitian adalah bagaimana Upaya Kepala Sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan Guru Sekolah Dasar pada gugus4UPTD Kecamatan Timang Gajah dalam Kecamatan Gajah Putih Kabupaten Bener Meriah?. Tujuan peneliti adapun mengetahui upaya Kepala Sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan Guru Sekolah Dasar pada gugus 4 UPTD Kecamatan Timang Gajah dalam Kecamatan Gajah Putih Kabupaten Bener Meriah.Pengamatan dilaksanakan dengan Pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sample peneliti terdiri dari 7 kepala sekolah yang berada didalam gugus 4 Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. cara pengambilan sampel dilakukan dengan wawancara dan observasi. Untuk mengolah sampel menggunakan pengumpulan data Reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi.Data penelitian ini bersumber dari kepala-kepala sekolah yang berada pada gugus 4. Berdasarkan hasil analisis data, setiap kepala sekolah memiliki strategi dalam meningkatkan kedisiplinan guru, salah satunya dengan cara memberikan peringatan kepada guru yang tidak disiplin dan kepala sekolah juga memberikan motivasi untuk menumbuhkan kedisiplinan pendidik.Simpulan peneliti iniKepala Sekolah untuk menaikan kedisiplinan pendidik denganmemberikan motivasi untuk pendidik dalam setiap kesempatan, melaksanakan penegakan kedisiplinan dan memberikan penghargaan, memberikan sanksi kepada guru yang tidak disiplin, memberikan contoh dalam meningkatkan kedisiplinan guru.
PENYEBAB RENDAHNYA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III DI SD NEGERI 1 LAMBHEU ACEH BESAR
Mustika, Sara;
Hajidin., Hajidin;
Ely, Rosma
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/primary.v3i3.8668
Match ialah suatupelajaran yang sulitdi pahami , beberapaanak yang memiliki hasil belajar yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor eksternal penyebab rendahnya hasil belajar matematika pada siswa kelas III di SD Negeri 1 Lambheu Aceh Besar,dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan rendahnya hasil belajar matematika pada siswa kelas III di SD Negeri 1 Lambheu Aceh Besar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Subjek penelitian adalah satu orang guru kelas III dan 5 orang siswayang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor eksternal yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa kelas III di SD Negeri 1 Lambheu Aceh Besar pada pelajaran matematika terdiri atas faktor guru, orang tua dan teman. Guru kurang menggunakan media dalam pembelajaran dan lebih terfokus pada penggunaan buku cetak, sehingga siswa kurang menguasai pelajaran. Orang tua juga kurang memberikan dukungan dan bimbingan bagi siswa dalam belajar matematika di rumah. Selain itu, teman sebangku atau teman lainnya di sekolah juga kurang memberikan bantuan dalam menjelaskan langkah-langkah menyelesaikan tugas atau latihan matematika yang berdampak pada rendahnya hasil belajar matematika siswa. guru melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa, diantaranya memberikan tugas agar siswa berlatih, menggunakan media pada materi yang sulit dan juga menggunakan model pembelajaran yang menarik. Simpulan dalam penelitian ini adalah penyebab eksternal rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas III di SDN 1 Lambheu Aceh Besar dikarenakan kurang tepatnya penggunaan media oleh guru, kurangnya dukungan teman sebaya dan kurangnya perhatian yang didapatkan siswa dari orang tua.
PEMANFAATAN MEDIA CLOSED CIRCUIT TELEVISION (CCTV) DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH
Afifah, Sahara Isma;
Fauziah, Tati;
Safiah, Intan
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/primary.v3i3.8667
Seiring dengan berkembangnya kehidupan modern saat ini CCTV juga merupakan satu unit kebutuhan yang tidak dapat tergantikan untuk menjaga atau memantau suatu tempat. CCTV digunakan sebagai pelengkap keamanan dan banyak dipakai di pertokoan, kantor dan bahkan perumahan pun telah banyak yang menggunakan teknologi ini. CCTV buka hanya digunakan di tempat umum, CCTV juga digunakan di sekolah yaitu untuk melakukan pencegahan, pemantauan dan peningkatan kinerja guru. Permasalahan yang dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaaatan media CCTV di SD Negeri 16 Banda Aceh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan bagaimana pemanfaatan media CCTV di SD Negeri 16 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 16 Banda Aceh dengan subjek penelitian kepala sekolah dan 9 guru wali kelas. Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara, data yang diperoleh diolah dengan tiga tahapan yaitu memilih data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan media CCTV di SD Negeri 16 Banda Aceh digunakan secara efektif yaitu untuk pencegahan, pemantauan dan peningkatan kinerja guru yang dapat terlihat dari kurangnya permasalahan seperti perkelahian siswa, penindasan siswa dan pencurian barang, serta siswa dan guru dapat termotivasi untuk menjaga kedisiplinan, guru juga dapat meningkatkan kinerja karena adanya pemasangan CCTV.Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pemanfaatan media CCTV di sekolah tersebut memang benar-benar digunakan untuk: Pemantauan yaitu pemantauan terhadapa siswa, guru dan staff lainnya dalam melakukan segala aktifitas di dalam ruang maupun di luar ruang , Pencegahan yaitu melakukan pencegahan yang berdampak negatif apabila mengalami kejadian di luar pemantauan guru, guru bisa melihat di rekaman CCTV dan Peningkatan kinerja guru dan staff lainnya, pemasangan CCTV tidak hanya memberikan perubahan terhadap siswa, guru dan staff lainnya dapat memberikan perubahan peningkatan kinerja yang baik dan memberikan keamanan yang lebih baik terutama untuk siswa.
PERBEDAAN ANTARA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN SISWI DI KELAS III SDN UNGGUL LAMPEUNEURUT
Rafizah., Rafizah;
Monawati., Monawati;
Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/primary.v3i3.8666
Perbedaan jenis kelamin dalam kemampuan antara laki-laki dan perempuan antara hal motivasi, hasil dan prestasi belajar terutama di bidang matematika, cara berpikir laki-laki lebih terdepan dalam berpikir logikasedangkan perempuan dengan cara pikir yang lebih melibatkan perasaan. Permasalah pada penelitian tersebutapakahadaketidaksamaanantarhasil belajarmatematikamuriddengan anak perempuanpada ruang III SDN Unggul Lampeuneurut. Penelitian bermaksud untuk melihat hasil belajar matematika siswadengan anak perempuan pada ruang III SDN Unggul Lampeuneurut, hipotesis penelitian adalah terdapat perbedaan antara hasil belajar matematika siswa dengan siswi di kelas III SDN Unggul Lampeuneurut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jelas penelitian komparatif. Penelitian dilaksanakan pada ruang III SDN Unggul Lampeuneurut dengan sample penyelidikan bertotal 60 anak didik yang terdiri dari 30 pria dan30 wanita. pencarian data yang digunakan adalah dokumentasi hasil belajar matematika. Data yang diperoleh dari dokumentasi hasil belajar matematika kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa, dalampengolahan hasildicari memakai cara t-test.dari perolehan pengolahan data dapatdigambarkan golongan amat baik dengan rerata 81 dan perolehan belajar matematika siswi pada kelompok sungguh-sungguh bagus dengan pukul rata 82. Dari rakitan analisis uji-t di peroleh sebesar 0,5dan sebesar 2,0. Dengan demikian, t hitung lebih kecil dari t tabel, maka dinyatakan ditolak dan dinyatakan diterima kebenarannya, artinya tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar matematika siswa dengan siswidi kelas III SDN Unggul Lampeuneurut berada pada kategori sangat baik.
PENGELOLAAN RUANG KELAS DI SEKOLAH DASAR NEGERI 18 BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2016/2017
Lestari, Pipi;
Bermawi, Yoesrizal;
Suid., Suid
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/primary.v3i3.8665
Ruang kelas merupakan tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Proses belajar mengajar akan terlaksana dengan baik, apabila guru sebagai seoarang manajer mampu mengelola ruang kelas secara baik pula. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimana pengelolaan ruang kelas.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data diolah dengan cara mereduksi, menyajikan dan membuat kesimpulan/verfikasi.Penelitian ini memiliki hasil sebagai berikut: (1) Perencanaan (planning) ruang kelas masih kurang pada perencanaan pemberian aromaterapi di kelas karena sekolah tidak merencanakan anggaran. (2) Pengorganisasian (organizing) ruang kelas sudah terlaksana dengan baik karena tempat duduk peserta didik sudah bervariasi, media dipajang di tempat yang mudah terlihat, dan guru sudah merancang tanaman dan tumbuhan supaya menghasilkan oksigen yang cukup. (3) Pelaksanaan (actuating) ruang kelas sudah terlaksana dengan baik karena guru sering mengubah formasi tempat duduk sesuai dengan metode yang digunakan, guru sering menggunakan media dalam proses belajar mengajar, semua warga sekolah terlibat dalam menjaga tanaman dan tumbuhan. (4) Pengawasan (controlling) ruang kelas masih kurang karena dibeberapa kelas banyak media yang sudah rusak disebabkan kurangnya pengawasan guru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan ruang kelas di SD Negeri 18 Banda Aceh tahun ajaran 2016/2017 kurang baik
KESULITAN GURU DALAM MEMBUAT PERANGKAT PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI LAMREUNG GUGUS 38 ACEH BESAR
Dar, Nurasiah;
Sulaiman., Sulaiman;
Ruslan., Ruslan
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/primary.v3i3.8664
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan guru dalam membuat perangkat pembelajaran serta usaha yang dilakukannya dalam mengatasi kesulitan, dan bagaimana perkembangan perangkat pembelajaran oleh guru di Sekolah Dasar Negeri Lamreung Gugus 38 Aceh Besar secara lebih mendalam.Menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis deskriptif. Penelitan ini juga menggunakan wawancara dan observasi untuk mengambil data. 12 orang guru diambil sebagai sampel yang bersedia untuk dilakukan Tanya jawab mengenai perangkat pembelajaran dengan alat bantu rekam handphone (HP). , Hasil penelitiannya didapat gambaran bawasanya beberapa kesulitan yang dialami guru dalam membuat perangkat pembelajaran yaitu sulitnya mencocokkan SK/KD silabus dan RPP, menguraikan KD menjadi indikator, menyusun langkah pembelajaran dalam RPP, menyesuaikan metode , membuat media sendiri, serta kesulitan dalam mensesuaikan materi ajar dengan siswa. Akan tetapi guru berusaha keras dalam mengatasinya semua kesulitan ini dengan berbagai cara yaitu selalu mencari tahu serta menanyakan hal yang tidak diketahui kepada teman sejawatnya, melakukan diskusi bersama kepala sekolah/tutor, melakukan pembahasan permasalahannya dalam KKG, senantiasa mecari imformasi dan referensi. Dan kebanyakan perangkat pembelajarannya yang tersedia kurang bagus dikarenakan, guru sudah mempersiapkan semuanya diawal semester sehingga kurang efektif.. Simpulan penelitiannya adalah sebagian guru SDN Gugus 38 Aceh Besar sudah menyediakan sendiri perangkat pembelajarannya walaupun belum lengkap, namun ada beberapa guru memang belum membuat perangkat pembelajaran dikarenakan belum begitu memahami sehingga kesulitan dalam membuatnya.
USAHA GURU DALAM MENANAMKAN EMPATHY PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI UNGGUL SIMPANG TIGA ACEH BESAR
Jasimah., Jasimah;
Awaluddin., Awaluddin;
Ruslan., Ruslan
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/primary.v3i3.8663
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana usaha, hambatan dan solusi yang dilakukan guru dalam menanamkan empathy pada siswa Sekolah Dasar Negeri Unggul Simpang Tiga Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara semiterstruktur. Subjek yang akan diwawancarai yaitu guru kelas sebanyak 11 orang dan guru/pelatih kegiatan ekstrakurikuler sebanyak 3 orang. Selanjutnya seluruh data yang diperoleh diolah dengan tahapan analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan guru dalam menanamkan empathy pada siswa Sekolah Dasar Negeri Unggul Simpang Tiga adalah dengan; (1) menjadi contoh teladan bagi siswa, (2) selalu memberi nasehat, pengertian dan pengarahan kepada siswa, (3) bercerita tentang empati, (4) memperhatikan penggunaan kata saat menegur anak, (5) pembiasaan, (6) selalu mengajarkan kerja sama, (7) pengalaman langsung, (8) mengaitkannya dengan agama, (9) mengajarkan siswa untuk memahami dan peka terhadap perasaan temannya, dan (10) menempatkan diri anak sebagai orang yang tertimpa musibah. Adapun faktor yang menghambat penanaman empati ini yaitu; ketidakpedulian anak atau bisa disebut dengan anak yang masih memiliki sikap egosentris, anak-anak yang suka mengganggu teman dan merusak barang teman, anak broken home atau yang berpisah dari ayahnya, dan anak-anak yang susah diminta untuk membantu temannya.Guru berusaha untuk mengatasi hambatantersebut dengan selalu memberikan arahan kepada anak yang tidak mau membantu sesama, bekerja sama dan selalu menganggu temannya dan guru juga berusaha untuk mengkomunikasikan permasalahan anak kepada orang tua murid serta memberikansanksi-sanksi yang sudah disepakati pada anak yang melanggar peraturan.Adapun kesimpulannya yaitu empathy yang dimiliki siswa SDN Unggul Simpang Tiga sudah sangat baik karena adanya usaha yang dilakukan guru kelas maupun guru/pelatih kegiatan ekstrakurikuler dalam menanamkan empathy ini. Semoga sekolah dan guru tetap dan lebih meningkatkan lagi penanaman moral pada anak.
KENDALA GURU MEMOTIVASI SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 46 BANDA ACEH
Purnama, Indah;
nurhaidah., Nurhaidah;
Mislinawati., Mislinawati
Elementary Education Research Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/primary.v3i3.8662
Penelitian ini berjudul Kendala Guru Memotivasi Siswa Dalam Proses Pembelajaran di SD Negeri 46 Banda Aceh. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa sajakah upaya yang dilakukan guru dalam memotivasi siswa belajar di SD Negeri 46 Banda Aceh? dan (2) apa sajakah kendala guru dalam memotivasi siswa pada proses pembelajaran di SD Negeri 46 Banda Aceh.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru memotivasi siswa dalam proses pembelajaran dan kendala guru memotivasi siswa dalam proses pembelajaran di SD Negeri 46 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini guru kelas berjumlah 6 orang.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan wawancara kegiatan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Sedangkan pengolahan data menggunakan skala Guttman dengan menggunakan 3 tahap analisis data kualitatif, yaitu, data reduksi, data display, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan adanya upaya guru dalam melakukan motivasi pada siswa seperti, Melakukan komunikasi yang baik antar siswa dan orangtua, Memberi penguatan verbal dan nonverbal secara jelas, Menjalin hubungan emosional yang dalam pada siswa. Kendala yang dialami oleh guru diantaranya, Pertama, kendala verbalistik yaitu kurangnya pemahaman dari siswa. Kedua, kendala antarindividu yaitu tidak semua siswa aktif. Ketiga, hambatan lingkungan yaitu kurangnya kerjasama antar orangtua dan guru. Disarankan kepada guru untuk membangun hubungan yang baik dengan siswa dan orangtua.