cover
Contact Name
Sumarwati
Contact Email
watik_uns@ymail.com
Phone
+628164272262
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret, Gd. E lt. 1 Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
BASASTRA
ISSN : 23026405     EISSN : 27149765     DOI : -
Core Subject : Education,
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya is published twice a year in April and October (ISSN 2302-6405) contains scientific articles on language, literature, and its relation to teaching, about linguistics and applied linguistics studies, about the literary studies, and about the literary teaching and learning. The articles are written in both Indonesian and foreign languages. Articles that include the analysis, study, and application of theory, research results, and discussion of the literature.
Articles 204 Documents
THE REFLECTION OF SOCIAL VALUES IN THE CHARACTER OF FREDERICK WENTWORTH IN JANE AUSTEN’S, PERSUASION Yunia Prasticia A. Lagonah; Magdalena Baga; Novi Rusnarty Usu
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i1.64452

Abstract

This study aimed to describe the reflection of social values using the analysis of Sociology of Literature under the character of Frederick Wentworth in Persuasion by Jane Austen. This study was a qualitative descriptive study using the approach of Sociology of Literature. The data was collected through note-taking method which was primary obtained from the novel of Jane Austen Persuasion. It was then analysed using the sociology of literature by only focusing on the sociology of the work aspect. The results of the study showed that there were discriminations and judgements towards the character of Frederick due to his social status. However, Frederick's character who was dealing with a society that prioritised great importance on social status was not affected by the assessment directed at him. The character of Frederick has reflected the value of social, such as tolerating and dedicating as the opposition of values that he had to receive. Hence, the judgement which emerged had no bad influence at all in the development of his character.
KATA-KATA BERMAKNA KONOTASI DALAM LIRIK SAKECO SUMBAWA Ega Safitri; Burhanuddin Burhanuddin; Rahmat Hidayat
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i1.69893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kata-kata bermakna konotasi dalam lirik sakeco Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode simak dan cakap. Untuk menganalisis data digunakan metode padan intralingual dan padan ekstralingual. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pada 6 jenis sakeco  yaitu, sakeco pembangunan, sakeco akhirat, sakeco pendidikan, sakeco halal bihalal, sakeco pariwisata, dan sakeco kolonial Belanda ditemukan bentuk makna konotasi berupa kata, frasa, dan kalimat. Wujud berupa kata yang bermakna konotasi diantaranya kata bersih lamung, pupuk, ketawa, tokal, dsb. Wujud berupa frasa diantaranya frasa balang kulit, pamakan rohani, operasi tubuh, nyongong penge dan adu domba. Wujud berupa kalimat di antaranya kalimat Nuntang otak sanyonyong ne, balangan na balik bungkak, mate mu dela daki den, jiwa lemah dibuang ke laut, dadi bote’ bau balang, biarkan anjing menggonggong, kafila tetap berlalu, dan no i sayang harta benda.
MCHALE’S POSTMODERN PERSPECTIVE IN AIMEE CARTER’S THE GODDESS TEST Titis Ima Setyowati
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i1.66976

Abstract

This research study intends to reveal the postmodern features in The Goddess Test (2011), especially in the existence of the plurality of the worlds, the strategies used to construct the worlds and in its construction, the worlds under erasure. The theory that is used to analyze is the concepts of postmodern fiction by Brian McHale. The main data comes from The Goddess Test by Aimee Carter which is published in 2011. The result shows that there are plurality of the worlds and its construction of world under erasure in The Goddess Test. Therefore, The Goddess Test fulfills the postmodern fiction requirements by using McHale’s strategies to illustrate the worlds, and its construction.
NOVEL KAMI BUKAN SARJANA KERTAS: UNSUR INTRINSIK, NILAI PENDIDIKAN, DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Sokhibul Fadilah; Robert Rizki Yono; Ghufroni Ghufroni
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i1.65163

Abstract

Seringkali para guru SMA kesulitan mengadakan karya sastra dalam pembelajaran tentang unsur intrinsik dan nilai pendidikan sehingga hasil kajian tentang topik tersebut dapat menjadi solusinya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan  unsur intrinsik, nilai pendidikan, dan implikasi novel Kami Bukan Sarjan Kertas karya Jombang Santani Khairen dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan strukturalisme. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen dan wawancara. Uji validitas data dilakukan dengan triangulasi teori dan metode. Data dianalisis dengan metode heuristik. Hasil penelitian ini menunjukkan novel Kami Bukan Sarjana Kertas Karya Jombang Santani Khairen  (1) merepresentasikan struktur pembangunyang meliputi tema tentang realitas sosial, alurnya majut, tokoh utamanya Ogi dengan beberapa tokoh tambahan, latar utamanya kampus UDEL, sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama dan ketiga, gaya bahasa yang dominan adalah ironi, dan amanatnya semua orang berhak memiliki mimpi; (2) memuat nilai pendidikan  religius, jujur, dan tolong menolong; dan (3) kajian  ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran di sekolah menengah atas dengan Kurikulum 2013 pada kompetensi dasar menganalisis isi dan kebahasaan novel dan merancang novel atau novelet dengan memperhatikan isi dan kebahasaan baik secara lisan maupun tulis.
MAKNA ANDING-ANDINGEN DALAM BAHASA KARO: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Ramadani Saragih; Intan Mawaddah; Dwi Rantika; Dea Opita Tarigan; Ida Basaria
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i1.61822

Abstract

Masyarakat Karo kaya akan budaya lokal, salah satunya adalah peribahasa yang disebut dengan anding-andingen. Tujuan peneltian ini untuk mendeskripsikan makna dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam anding-andingen bahasa Karo yang ditinjau dari pendekatan antropolinguistik. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Data yang digunakan berupa data lisan dan tulisan. Penyediaan data dilakukan dengan menggunakan metode simak, yaitu dengan menyimak penggunaan bahasa, dilanjutkan dengan teknik sadap, dan teknik simak libat cakap (SLC). Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil pnelitian menunjukkan bahwa makna yang terkandung dalam anding-andingen bahasa Karo ada empat, yaitu  nasehat, sindiran, harapan, dan penyamaan. Nilai-nilai  budaya yang terdapat pada anding-andingen bahasa Karo adalah mengacu pada hubungan manusia-alam (MA), manusia-manusia (MM), hubungan manusia-kegiatan (MK), hubungan manusia-waktu (MW), dan hubungan manusia-Tuhan (MT).
DISFEMISME DALAM KOLOM KOMENTAR YOUTUBE PADA AKUN “NARASI NEWSROOM 2022” Siti Chaerunisyah; I Dewa Putu Wijana
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i1.70194

Abstract

Penelitian ini berusaha mengkaji permasalahan kebahasaan yang terdapat dalam kolom komentar  salah satu media sosial. Penelitian tersebut merupakan deskripsi kualitatif. Data dikumpulkan dari akun pemberitaan ‘Narasi Newsroom’ menggunakan metode simak dengan teknik catat. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan dokumentasi. Namun data tersebut dibatasi hanya seputar perekonomian, politik, kinerja pemerintah, kasus pemerintahan, dan agama. Bentuk lingual dan tipe disfemisme yang ditemukan dalam kolom komentar youtube pada akun Narasi Newsroom, ada tiga macam yaitu berupa kata, frasa, dan klausa. Bentuk lingual disfemisme yang berbentuk kata, yaitu berupa kata dasar, kata turunan, kata reduplikasi, dan kata majemuk. Bentuk lingual disfemisme yang berbentuk frase, yaitu frase nomina, frase ajektiva, dan frase verba. Sedangkan tipe disfemisme yang yang ditemukan adalah istilah tabu yang digunakan untuk memaki, mengejek, dan menyakiti. Berupa serapah yang cabul. Disfemisme sexist, racist,speciesist, classist, ageist, dan kata berakhiran -ist lainnya yang berfungsi sebagai penghinaan. Dan istilah yang menyerukan penghinaan terhadap karakter yang dituju. Kemudian fungsi penggunaan disfemisme adalah berupa (1) mengungkapkan kemarahan atau kejengkelan, (2) mengkritik, (3) menyindir, (4) menuduh atau menyalahkan, (5) mengeluh, (6) menyampaikan informasi, (7) menghina dan mengejek, (8) menunjukkan ketidaksetujuan, dan (9) menunjukkan rasa tidak suka.
KAJIAN SEMANTIK NAMA DIRI DALAM MASYARAKAT BATAK SIMALUNGUN DI KECAMATAN SIANTAR MARIHAT Gretty Silvia Manurung; Hendrokumoro Hendrokumoro
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i1.68053

Abstract

Banyak peneliti terdahulu mengkaji budaya Batak, tetapi belum banyak memfokuskan pada topik nama diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberian nama diri, makna nama diri, dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam nama diri masyarakat suku Batak Simalungun yang lahir dan berdomisili di Kecamatan Siantar Marihat. Teori yang dipakai adalah teori sosiosemantik. Lokasi penelitian meliputi Kecamatan Siantar Marihat, Pematangsiantar, Sumatera Utara. Sumber data berupa dokumen dan informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan  analisis dokumen dan kuesioner baik yang dilakukan secara tatap muka, maupun menggunakan alat bantu Whatsapp. Kuesioner berisi nama, agama, usia, jenis kelamin, kontak responden, dan alasan pemberian nama. Untuk menganalisis data, digunakan metode padan dengan menggunakan alat penentu referen bahasa, organ wicara, bahasa, dan mitra wicara. Hasil penelitian ini terdapat tiga kutub makna nama diri yang ditemukan, yakni makna situasional, makna kenangan, dan makna futuratif. Ditemukan pula pengaruh budaya pada pemberian nama diri suku Batak Simalungun di Kecamatan Siantar Marihat.
DICTION ON MEDIA INDONESIA EDITORIALS Vita Kumala Sari; Ani Rakhmawati; Chafit Ulya; Nguyen Thanh Tuan
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i1.47800

Abstract

Journalistic language is language that saves words and sentences. Although thrifty, no means language journalism can against grammar applicable standard. Word choice or correct diction   in language journalism is urgently needed in write something news or editorial. The more lots existing vocabulary a journalist so the better writing is also produced. Objective study is to describe the diction used in the editorial of Media Indonesia. This study manifold study description qualitative with approach analysis contents. The result show that the editorial team of Media Indonesia using synonymous words, sense value words, abstract words, concrete words, general words, special words, straightforward words, and borrowed words in the writing.
KRITIK SASTRA DALAM CERPEN MAFIA TANAH KARYA EKO DARMOKO: PENDEKATAN SOSIOLOGI Trie Utari Dewi; Ana Dahniar
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i1.63625

Abstract

Karya sastra merupakan cerminan kehidupan dan realitas social yang terjadi di masyarakat. Karya sastra oleh pengarang dijadikan sebagai media untuk menyampaikan pemikirannya terkait permaslahan social yang terjadi di masyarakat. Cerpen Mafia Tanah karya Eko Darmoko manggambarkan berbagai permasalahan sosial yang perlu dikiritisi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengkritisi permasalahan sosial yang terdapat dalam dalam cerpen Mafia Tanah karya Eko Darmoko. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik pustaka, simak, dan catat. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berupa kata, ungkapan, maupun kalimat yang menggambarkan kritik sosial. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Mafia Tanah karya Eko Darmoko. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan analisis isi (content analysis). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berupa kata, ungkapan, maupun kalimat yang menggambarkan kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kritik terhadap masalah sosial yang terdapat dalam cerpen Mafia Tanah karya Eko Darmoko yaitu kritik terhadap kekerasan, kritik terhadap tindakan kriminalitas, dan kritik terhadap upaya penyuapan.
ANALISIS WACANA HUMOR DALAM ACARA LAPOR PAK! DI TRANS 7 Waode Surtina Jayana; I Dewa Putu Wijana
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i1.70195

Abstract

Wacana humor banyak memuat penyimpangan prinsip kerjasama dalam rangka merealisasikan fungsi komunikatif humor, termasuk pada acara komedi Lapor Pak!. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpangan prinsip kerjasama dan fungsi komunikatif  humor  yang digunakan oleh pemandu acara serta bintang tamu untuk menciptakan humor dalam acara Lapor Pak!. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dari Grice. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode baca markah dan metode padan. Kajian ini berupa tuturan yang berupa wacana dialog dari setiap pembawa acara Lapor Pak! dan bintang tamu yang hadir di setiap episode acara Lapor Pak!. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh peneliti maka ditemukan 45 data dari empat penyimpangan prinsip kerja sama Grice yang digunakan oleh pemandu acara Lapor Pak! meliputi penyimpangan maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi dan maksim pelaksana, sedangkan fungsi komunikatif humor ditemukan 4 fungsi komunikatif berupa, humor sebagai sarana untuk menyindir pemerintah, humor sebagai sarana untuk mengejek, humor sebagai sarana bentuk romantisme terhadap pasangan, dan humor sebagai sarana untuk menyindir teman.