cover
Contact Name
Nurul Fatonah
Contact Email
nurulfatonah1@gmail.com
Phone
082118190799
Journal Mail Official
nurulfatonah1@gmail.com
Editorial Address
Kp. Citamiang RT 03 RW 09 Desa Pasirwaru Kecamatan Blubur Limbangan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Cahaya Edukasi
Published by Cahaya Smart Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30899168     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
This journal focuses on publishing research and community service results in the field of education. It aims to provide a platform for academics, researchers, and practitioners to share innovative ideas, scientific findings, and best practices that contribute to the development of education at all levels. The journal welcomes manuscripts covering a wide array of topics, including teaching methods, curriculum development, contextual learning, character education, cultural values, and the integration of 21st-century skills in educational practices. Special attention is given to research on inclusive education, strategies for students with special needs, STEAM-based learning, and the use of technology to enhance the learning experience. In addition, the journal encourages studies on educational policy, governance, and management to address challenges and provide solutions for improving education systems. Articles may also explore the role of social and cultural dimensions in education, innovative approaches in higher education pedagogy, and the implementation of technology-driven teaching models. By covering these diverse areas, the journal seeks to bridge gaps between theory and practice, fostering collaboration and knowledge exchange among stakeholders in the education sector.
Articles 166 Documents
Kajian Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Elgara karya Lusiafriaa Ramadhani, Rizka Delfi
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian dan konflik batin tokoh utama dalam novel Elgara karya Lusiafriaa dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Fokus kajian diarahkan pada struktur kepribadian id, ego, dan superego, serta bagaimana dinamika ketiganya memengaruhi tindakan, keputusan, dan perkembangan alur cerita. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumen melalui proses membaca, mencatat, mengklasifikasi, dan menafsirkan data berupa kutipan-kutipan relevan dari novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Ara memperlihatkan dominasi id yang ditandai oleh ketakutan, kecemasan, dan dorongan emosional impulsif. Ego berperan sebagai pengendali yang berupaya menyeimbangkan dorongan emosional dengan realitas, sedangkan superego tampak melalui rasa bersalah, pertimbangan moral, dan kecenderungan Ara untuk menahan diri demi memenuhi standar etis tertentu. Konflik batin yang timbul dari pertentangan ketiga struktur tersebut memengaruhi alur secara signifikan, terutama dalam penggambaran dilema emosional, hubungan Ara dengan tokoh lain, serta keputusan-keputusan penting yang ia ambil. Penelitian ini menegaskan bahwa analisis psikologi sastra dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang dinamika kepribadian tokoh fiksi dan peran konflik psikologis dalam membentuk perkembangan cerita.
Alih Kode dan Campur Kode dalam Kanal YouTube Nessie Judge: “Hutan Keramat Alas Purwo” Hikmah Nur Fadiah; Masriah; Bagus Satria Assidik; Arika, Tiara Nazwa
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.165

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi alih kode serta campur kode dalam video YouTube Nessie Judge berjudul “Hutan Keramat Alas Purwo”. Fenomena penggunaan dua bahasa dalam media digital semakin berkembang, terutama pada platform YouTube yang banyak digunakan oleh kreator konten dengan gaya komunikasi bilingual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan dalam video. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode yang digunakan Nessie Judge didominasi oleh bentuk Intrasentential Switching, seperti pada ungkapan “So, without any further a do, stop” yang berfungsi sebagai penanda pembuka, transisi, dan penutup narasi. Sementara itu, campur kode yang muncul merupakan bentuk penyisipan kata atau frasa bahasa Inggris, misalnya road tripping dan mystical, yang berfungsi memperkuat suasana misteri serta memberikan nuansa ekspresif dalam storytelling. Campur kode lebih banyak muncul pada bagian inti cerita, sedangkan alih kode lebih dominan pada bagian pembuka dan transisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan alih kode dan campur kode dalam video tersebut tidak hanya merupakan ciri komunikasi digital modern, tetapi juga strategi naratif untuk membangun ritme cerita, atmosfer, dan kedekatan dengan audiens bilingual.
Proses Afiksasi pada Cerpen "Kurir" karya Aliurridha Faradyna, Virginia Najwa
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.166

Abstract

Abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode afiksasi yang ada dalam cerpen berjudul “Kurir” karya Aliurridha, serta menganalisis fungsi dan dampaknya terhadap makna teks tersebut. Pendekatan yang diambil adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data berupa teks cerpen yang dianalisis melalui beberapa tahap, yakni seleksi data, pengorganisasian tabel yang mencakup kata berafiks, proses afiksasi, kelas kata, dan dasar kata, serta interpretasi data berdasarkan teori morfologi. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan prefiks dan konfiks berlangsung secara luas dalam menciptakan kata-kata yang memperkaya makna dan memperkuat susunan kalimat dalam cerpen. Proses afiksasi ini memiliki peranan krusial dalam mempertegas pesan serta nilai estetika dalam karya sastra. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi kajian morfologi di bahasa Indonesia, terutama dalam konteks sastra.
Campur Kode dalam Podcast HAS Creative Nurul
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan fungsi sosial campur kode dalam salah satu episode podcast HAS Creative yang menampilkan Dicky Difie dan Ummi Quary. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari tuturan yang mengandung campur kode dalam video podcast, kemudian diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan dianalisis menggunakan teori Poplack (1980) dan Holmes (2013). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 74 data campur kode yang didominasi oleh bentuk kata dan frase, sedangkan klausa tidak ditemukan. Ummi Quary lebih banyak menggunakan campur kode daripada Dicky Difie, dipengaruhi gaya bertutur, konteks percakapan, serta karakter pribadi. Fungsi sosial campur kode yang ditemukan meliputi penekanan ekspresi emosional, humor, keakraban, identitas pembicara, dan profesionalisme. Penggunaan campur kode pada podcast ini mencerminkan dinamika komunikasi digital yang fleksibel dan sarat ekspresi, serta menunjukkan bahwa campur kode berperan penting dalam membangun kedekatan dan efektivitas komunikasi.
BENTUK DAN MAKNA METAFORA DALAM NOVEL SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI siti
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.168

Abstract

Abstrak —Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan metafora dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna dengan menelaah bentuk dan makna metafora yang muncul dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memuat beragam metafora, meliputi metafora struktural, metafora ontologis, metafora konseptual, dan similie. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa metafora menjadi unsur gaya bahasa yang dominan dan berperan signifikan dalam membangun makna dan pesan dalam novel. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang menelaah gaya bahasa, metafora dalam teks sastra maupun bidang linguistik lainnya.
Perbedaan Bahasa Mahasiswa Laki-laki dan Perempuan dalam Mengutarakan Perasaan Cinta Meidita Putri, Devara
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.169

Abstract

Abstrak-Bahasa merupakan alat utama manusia dalam berkomunikasi,menyampaikan gagasan, serta mengekspresikan perasaan, sekaligusmencerminkan identitas, pengalaman sosial, dan budaya penggunanya. Dalam komunikasi interpersonal, penyampaian pesan secara langsungmemungkinkan terjadinya interaksi yang efektif, termasuk dalammengekspresikan perasaan cinta yang dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial melalui pilihan kata, intonasi, simbol, dan strategi komunikasitertentu. Gender menjadi salah satu faktor sosial yang berpengaruh besarterhadap uangkapan ekspresi tersebut, di mana perbedaan penggunaanbahasa mahasiswa antara laki-laki dan perempuan telah lama menjadi fokuskajian sosiolinguistik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaanpenggunaan bahasa mahasiswa laki-laki dan perempuan JBSPI Angkatan 2024 Kelas A-1 dalam mengutarakan perasaan cinta, meliputi bentukungkapan, pilihan kosakata, media komunikasi, serta faktor sosial yang memengaruhinya. Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahamanlebih mendalam mengenai relasi antara bahasa, emosi, dan identitas sosialberdasarkan gender, sekaligus meningkatkan efektivitas komunikasiinterpersonal dan mengurangi potensi kesalahpahaman antarjenis kelamin.  
Campur Kode dalam Interaksi Mahasiswa PBSI Angkatan 2024 Univeritas Lambung Mangkurat Faradyna, Virginia Najwa
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.170

Abstract

Abstrak—Penelitian sosiolinguistik ini bertujuan untuk mengenali, mengelompokkan, dan menganalisis secara rinci fenomena campur kode yang terjadi dalam komunikasi para mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Kelas A-2 Angkatan 2024 di Universitas Lambung Mangkurat. Dinamika bahasa dalam kelompok terpelajar ini diamati melalui dua jenis interaksi utama, yaitu interaksi langsung (luring) dan percakapan digital yang terdapat di media sosial WhatsApp. Penelitian ini penting dilakukan untuk memahami bagaimana bahasa daerah (Banjar) dan bahasa asing (Inggris) memengaruhi dan terintegrasi ke dalam bahasa utama yang digunakan, yaitu Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan untuk interaksi langsung dan dokumentasi dengan cara menangkap layar untuk percakapan di WhatsApp. Seluruh data tuturan yang memiliki unsur campur kode kemudian dianalisis berdasarkan teori sosiolinguistik, diklasifikasikan menjadi dua kategori: Campur Kode Kedalam yang berasal dari bahasa daerah atau asli, dan Campur Kode Keluar yang berasal dari bahasa asing. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 12 contoh campur kode yang ditemukan, pola komunikasi mahasiswa didominasi oleh Campur Kode Kedalam dengan total tujuh (7) temuan dan Campur Kode Keluar tercatat sebanyak lima (5) temuan. Temuan yang menarik adalah munculnya campur kode yang melibatkan tiga jenis kode sekaligus (Indonesia-Banjar-Inggris) dalam satu kalimat berupa percakapan di WhatsApp, yang mencerminkan tingkat kompleksitas dan fleksibilitas bahasa di era digital. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa faktor regional, yaitu Bahasa Banjar, adalah hal yang paling berpengaruh dalam membentuk perilaku campur kode mahasiswa, meskipun pengaruh global juga memberikan kontribusi signifikan dalam mengubah kompleksitas percampuran kode
Analisis Abreviasi dalam Ulasan Fesyen di TikTok Shop: Kajian Morfologi Vauqanuri, Zaskya Maulidina
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.172

Abstract

Penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk abreviasi yang digunakan dalam ulasan produk fesyen pada aplikasi TikTok Shop. Fokus penelitian terletak pada identifikasi jenis abreviasi serta morfologis yang melatarbelakangi pembentukannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data diperoleh dari teks ulasan pada delapan video TikTok Shop bidang fesyen yang dipilih berdasarkan kriteria mengandung bentuk abreviasi. Sebanyak empat puluh data abreviasi berhasil dihimpun dan diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, yaitu penggalan, reduksi fonologis, singkatan, clipping, dan kontraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggalan dan reduksi fonologis merupakan bentuk yang paling dominan digunakan pengguna dalam komunikasi digital, sedangkan singkatan, kontraksi, dan bentuk abreviasi lainnya muncul dalam jumlah yang lebih sedikit. Pola ini menunjukkan bahwa pengguna TikTok Shop lebih memilih bentuk pemendekan yang ringkas, mudah diproduksi, dan tetap mudah di pahami. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai dinamika perkembangan bahasa Indonesia kontemporer dalam konteks komunikasi digital, khususnya pada interaksi jual beli di media sosial.
Afiksasi dalam Naskah Pidato Hardiknas Kemendikbud 2025 Baiti, Nor
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk afiksasi yang terdapat dalam naskah pidato Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Kemendikbud 2025. Afiksasi dianalisis karena merupakan proses morfologis yang dominan dalam ragam bahasa resmi dan memiliki fungsi dalam membentuk makna, kelas kata, serta nuansa formal dalam wacana pidato institusional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa pembacaan cermat dan pencatatan kata berimbuhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis afiksasi dalam naskah pidato, yaitu prefiks, sufiks, dan konfiks dengan total 72 data. Konfiks menjadi bentuk yang paling banyak ditemukan, sedangkan infiks tidak ditemukan dalam data penelitian. Tidak ditemukannya infiks menunjukkan bahwa jenis afiks tersebut jarang digunakan dalam teks resmi yang mengutamakan kejelasan struktur dan kemudahan pemahaman. Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi terhadap kajian morfologi dan menjadi referensi dalam penulisan pidato formal.
Analisis Gangguan Berbahasa ASD pada Tokoh Hendra dalam Film "My Idiot Brother" Faradyna, Virginia Najwa
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.175

Abstract

Penelitian ini mengupas tuntas mengenai bentuk-bentuk gangguan berbahasa dan kesulitan dalam komunikasinonverbal yang ditunjukkan oleh tokoh Hendra dalam film My IdiotBrother. Hendra, yang menjadi subjek utama penelitian ini,digunakan sebagai contoh kasus tunggal yang merepresentasikanindividu dewasa dengan gangguan Spektrum Autism Disorder(ASD). Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengenali,mengelompokkan, serta menafsirkan secara rinci gejala-gejalakomunikasi yang dialami Hendra dengan pendekatanpsikolinguistik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatifdeskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data utamadiperoleh dari pengamatan terhadap adegan interaksi yangdilakukan secara visual dan audio, kemudian dikategorikan kedalam lima aspek psikolinguistik, yaitu kesulitan memahami makna(pragmatik), komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, gangguanujaran, dan masalah dalam artikulasi. Dari hasil analisis, ditemukantotal 27 temuan yang mencerminkan cara komunikasi Hendra.Mayoritas temuan terkait dengan kekurangan pada komunikasinonverbal (24 temuan), seperti ekspresi wajah yang datar, gerakantubuh yang kaku dan berulang, serta kebiasaan menghindari kontakmata saat berinteraksi. Selain itu, ditemukan 2 temuan mengenaikesulitan memahami makna (pragmatik), yaitu ketidakmampuanHendra dalam memahami nuansa emosional dan norma sosial.Terdapat pula 1 temuan yang menunjukkan kemungkinan masalahdalam artikulasi (dugaan kelalaian fonem). Hasil ini secarakeseluruhan menunjukkan bahwa tokoh Hendra memperlihatkanpola komunikasi yang akurat dan kompleks sebagaimana kesulitanklinis ASD pada individu dewasa. Penelitian ini memberikanwawasan mendalam mengenai proses pengolahan bahasa sosial dannonverbal, sehingga berkontribusi signifikan terhadap bidangpsikolinguistik, khususnya dalam analisis gangguan komunikasiyang rumit melalui media film.

Page 11 of 17 | Total Record : 166