cover
Contact Name
Nurul Fatonah
Contact Email
nurulfatonah1@gmail.com
Phone
082118190799
Journal Mail Official
nurulfatonah1@gmail.com
Editorial Address
Kp. Citamiang RT 03 RW 09 Desa Pasirwaru Kecamatan Blubur Limbangan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Cahaya Edukasi
Published by Cahaya Smart Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30899168     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
This journal focuses on publishing research and community service results in the field of education. It aims to provide a platform for academics, researchers, and practitioners to share innovative ideas, scientific findings, and best practices that contribute to the development of education at all levels. The journal welcomes manuscripts covering a wide array of topics, including teaching methods, curriculum development, contextual learning, character education, cultural values, and the integration of 21st-century skills in educational practices. Special attention is given to research on inclusive education, strategies for students with special needs, STEAM-based learning, and the use of technology to enhance the learning experience. In addition, the journal encourages studies on educational policy, governance, and management to address challenges and provide solutions for improving education systems. Articles may also explore the role of social and cultural dimensions in education, innovative approaches in higher education pedagogy, and the implementation of technology-driven teaching models. By covering these diverse areas, the journal seeks to bridge gaps between theory and practice, fostering collaboration and knowledge exchange among stakeholders in the education sector.
Articles 166 Documents
Campur Kode dan Alih Kode pada Proses Pembelajaran Mata Kuliah Morfologi di Kelas A-2 Angkatan 2024 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Lambung Mangkurat Ramadana, Nabila Rahma; Nurhalimiyanti Putri, Kurnia; Alifa Miyanda, Noor; Rahma Ramadana, Nabila; Handayani, Riski
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena alih kode dan campur kode yang terjadi dalam interaksi pembelajaran luring pada mata kuliah Morfologi di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan tersamar, rekam sadap, dan pencatatan. penelitian menegaskan bahwa alih kode dan campur kode merupakan bagian dari dinamika komunikasi yang wajar dalam pembelajaran. Kehadirannya memperkaya interaksi akademik, memperkuat identitas budaya lokal, serta menunjukkan adaptasi bahasa yang dinamis di tengah arus globalisasi.
Analisis Unsur Intrinsik dan Nilai Moral dalam Cerita Rakyat "Asal-Usul Pulau Nusa" Bagus Satria Assidik
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.177

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis unsur intrinsik dan nilai moral dalam cerita rakyat Asal-Usul Pulau Nusa dari buku Wahyu Setyorini dan Tim Wong Indonesia Tulis 78 Legenda Ternama Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, metode ini mendeskripsikan unsur intrinsik dan nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat Asal-Usul Pulau Nusa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis teks, mengklasifikasikan dan mengategorikan bagian cerita sesuai unsur intrinsik, studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan unsur-unsur pembangun pada cerita rakyat Asal-Usul Pulau Nusa yang meliputi: (1) unsur intrinsik yang terdiri dari tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, amanat, dan (2) nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut.
Jejak Afiks: Afiksasi pada Puisi "Subuh" Karya Asrul Sani Ramadhani, Tasya; Tasya Ramadhani
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.180

Abstract

Studi ini mengkaji berbagai jenis afiks dalam puisi “Subuh” karya Asrul Sani dan perannya dalam membentuk suasana hati dan makna. Afiks dianggap sebagai entitas yang saling terhubung dan tidak dapat berdiri sendiri (Ramlan, 2009). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik analitis yang meliputi identifikasi afiks, pengelompokan berdasarkan taksonomi Ramlan, dan interpretasi kontekstual makna dalam puisi. Hasil penelitian menunjukkan 21 afiks, termasuk prefiks ter-, meN-, ber-, dan konfiks ke-...-an. Prefiks ter- paling dominan dan menekankan bahwa aktivitas tersebut spontan dan tidak direncanakan. Prefiks meN- menambah deskripsi tindakan dan seberapa kuat perasaannya. Awalan ber- dan konfiks ke-...-an menawarkan konotasi beragam yang sesuai dengan suasana tenang namun hidup di fajar. Temuan ini menunjukkan bahwa afiksasi membantu dalam tata bahasa serta dalam menciptakan gambaran dan nuansa lirik yang halus.
Alih Kode dan Campur Kode dalam Lirik Lagu“Garam & Madu (Sakit Dadaku)” Nurlathifah, Annisa; Annisa
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi alih kode serta campur kode yang terdapat dalam lagu Garam & Madu (Sakit Dadaku). Fenomena alih kode dan campur kode sering muncul dalam karya musik modern sebagai bentuk kreativitas berbahasa dan strategi komunikasi untuk menarik perhatian pendengar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap lirik lagu Garam & Madu (Sakit Dadaku). Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis berdasarkan teori sosiolinguistik, khususnya yang membahas variasi dan pilihan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lagu Garam & Madu (Sakit Dadaku) terdapat beberapa bentuk alih kode, yaitu alih kode antarbahasa dan antarvariasi bahasa, serta campur kode berupa penyisipan kata dan frasa dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Penggunaan alih kode dan campur kode dalam lagu ini berfungsi untuk memperkuat makna emosional, menambah nilai estetika, serta menyesuaikan dengan gaya bahasa populer di kalangan remaja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian sosiolinguistik dalam ranah musik dan budaya populer.
Variasi Bahasa Waria Dalam Film “Lovely Man” Humaira, Nabila; Rayhan nabil, Muhammad; Tia azahra, Lopita; nirmala, fadiya
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.182

Abstract

Bahasa dapat menjadi ciri khas  dan keunikan dalam suatu lingkungan, termasuk juga bahasa yang digunakan oleh kaum waria. Bahasa waria memiliki kekhasan tersendiri yang berbeda dengan bahasa pada  umumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apa saja ragam bahasa waria yang terdapat dalam film Lovely Man serta dalam keadaan apa kata-kata tersebut dipakai oleh tokoh waria. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam bahasa ini bukan sekadar variasi leksikal spontan, tapi merupakan sistem komunikasi yang memiliki pola, fungsi, serta identitas sosial yang jelas.
Analisis Campur Kode dalam Takarir Video Berjualan Baju di “TikTok Shop”: Kajian Sosiolinguistik Khoirul Ab’ror, Rizky; Nur Rahmi, Maitsa; Sulistia, Sulistia; Darianto, Darianto; Vauqanuri, Zaskya Maulidina
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode serta fungsinya dalam takarir (caption) video berjualan di bulan November 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari sepuluh takarir video penjual pakaian yang diambil langsung dari aplikasi Tiktok Shop, kemudian dianalisis berdasarkan kategori bentuk campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh data takarir mengandung campur kode yang didominasi oleh penyisipan kata dan frasa bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Bnetuk campur kode yang ditemukan meliputi penyisipan kata seperti cute, timeless, dan cuttingan, serta penyisipan frasa seperti best seller, date outfit, new arrival, dan worth it. Penggunaaan campur kode tersebut berfungsi untuk menarik perhatian konsumen, membangun kedekatan dengan audiens muda, menciptakan kesan modern, serta memperkuat pesan persuasif dalam promosi produk. Selain itu, pemilihan unsur bahasa Inggris mencerminkan strategi komunikasi penjual untuk menyesuaikan gaya bahasa dengan karakteristik pengguna tiktok yang cenderung bilingual dan mengikuti tren global. Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode dalam takarir tiktok shop bukan sekedar variasi linguistik, tetapi strategi komunikasi digital yang memiiki fungsi pragmatis dan sosial dalam konteks pemasaran daring. 
PRODUKTIVITAS AFIKS PE- DAN PENG- PADA BERITA LINGKUNGAN BANJARMASIN POST DI KALIMANTAN SELATAN Rizky Khoirul Ab'ror; rizky
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan produktifitas afiks pe- dan peng dalam berita lingkungan pada Banjarmasin Post dengan fokus pada pembentukan kata yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan di Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis korpus melalui pengumpulan, penyaringan, dan analisis teks berita pada periode Oktober–November, yang kemudian diidentifikasi untuk menemukan bentuk derivatif dengan afiks pe- dan peng-. Hasil analisis menunjukkan bahwa afiks peng- jauh lebih produktif dibandingkan pe- karena menghasilkan lebih banyak variasi tipe leksikal, terutama nomina hasil dan nomina agen yang muncul dalam istilah administratif dan teknis seperti pengelolaan, pengawasan, penanganan, dan pengendalian. Sebaliknya, afiks pe- ditemukan dalam jumlah terbatas dan umumnya muncul dalam bentuk-bentuk yang sudah mapan sehingga produktivitasnya lebih rendah dalam konteks wacana lingkungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa produktivitas afiks sangat dipengaruhi oleh konteks wacana, kebutuhan istilah, serta praktik kebahasaan media massa, sekaligus menegaskan pentingnya analisis korpus dalam memahami dinamika morfologi Bahasa Indonesia kontemporer.
Bentuk Campur Kode dalam Podcast Raditya Dika Silfina Khafsah, Zaskiya
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.186

Abstract

Perkembangan teknologi membawa perubahan yang sangat dalam cara berkomunikasi, salah satunya podcast yang merupakan kegiatan komunikasi informal antara tuan rumah dan tamu. Fenomena ini sering terjadi campur kode, terutama pada masyarakat bilingual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dalam podcast Raditya Dika. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dua data yang diambil dari video podcast Raditya Dika dengan judul "Cerita dari Ruang IGD" dan "Xaviera Curhat: Kaget Hadapi Dunia Nyata Setelah Kampus!". Data dikumpulkan dengan teknik simak catat, kemudian dianalisis dengan mengindentifikasi data, mengklasifikasikan data, dan menganalisis bentuk campur kode yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang muncul lebih banyak adalah campur kode ke luar, dengan penyisipan kata, frasa, dan klausa khususnya antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Penggunaan Reduplikasi Morfologis dalam Pembentukan Makna pada Novel Selat: In The Time I Spent With You Karya Devitna Sulistia
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk reduplikasi morfologis serta makna yang dihasilkan dalam novel Selat: In The Time I Spent With You karya Devitna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa baca dan catat terhadap kalimat yang mengandung unsur reduplikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga kategori utama reduplikasi, yaitu pengulangan akar, pengulangan dasar berafiks, dan reduplikasi kompositum. Setiap kategori mencakup variasi proses seperti reduplikasi penuh, sebagian, perubahan fonem, serta kombinasi dengan afiksasi. Bentuk-bentuk reduplikasi tersebut berfungsi untuk menyatakan pluralitas, intensitas, repetisi tindakan, penegasan suasana, dan pengelompokan objek dalam konteks cerita.  Temuan ini menegaskan bahwa reduplikasi merupakan perangkat morfologis yang produktif dan berperan penting dalam pembentukan makna serta pengayaan gaya bahasa pada karya sastra kontemporer.
Penggunaan Sumpah Serapah pada Laki-Laki dan Perempuan Sugianor, Muhammad
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.191

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan perbedaan dalam pemakaian sumpah serapah dalam interaksi digital di platform Instagram dan TikTok. Sumpah serapah dipahami sebagai pernyataan yang diucapkan dengan makna negatif, yang dipakai untuk mengekspresikan perasaan, menegaskan sudut pandang, mengejek, atau sebagai tanggapan terhadap keadaan tertentu. Hasil studi menunjukkan bahwa pria sering menggunakan bahasa kasar secara mendadak, secara langsung, dan dengan nada suara yang keras untuk menciptakan suasana humor, memperlihatkan dominasi, atau memberikan tanggapan yang cepat. Sebaliknya, perempuan cenderung menggunakan bahasa yang emosional, penuh penilaian, dan simbolis, sering kali disertai dengan emoji atau pemilihan kata yang lebih halus untuk mempertegas makna. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan perhatian khusus pada komentar yang mengandung kata-kata kasar di kedua platform tersebut. Analisis dilaksanakan guna menemukan pola yang berkaitan dengan gender tanpa melakukan perubahan data. Hasil penelitian mengindikasikan perbedaan karakteristik sumpah serapah antara laki-laki dan perempuan, sekaligus menggambarkan kemajuan komunikasi digital yang semakin terbuka dan ekspresif.