cover
Contact Name
Bagaskara Nur Rochmansyah
Contact Email
bagaskaranurrochmansyah@gmail.com
Phone
082119213169
Journal Mail Official
bagaskaranurrochmansyah@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.ppjb-sip.org/index.php/dlrj/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Literature Research Journal (LRJ)
ISSN : -     EISSN : 30217121     DOI : https://doi.org/10.51817/lrj
Core Subject : Education,
Literature Research Journal (3021-7121) is an invaluable international peer-reviewed journal that covers the latest research in stylistics, defined as the study of style in literary and non-literary language, published by Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI). We publish theoretical, empirical, and experimental research that aims to contribute to our understanding of style and its effects on readers. Topics covered by the journal include (but are not limited to) the following: the stylistic analysis of literary and non-literary texts, cognitive approaches to text comprehension, corpus and computational stylistics, the stylistic investigation of multimodal texts, pedagogical stylistics, the reading process, software development for stylistics, and real-world applications for stylistic analysis. We also encourage interdisciplinary submissions that explore the connections between stylistics and such cognate subjects and disciplines as psychology, literary studies, narratology, computer science and neuroscience. Literature Research Journal is essential reading for academics, teachers and students working in stylistics and related areas of language and literary studies.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2024)" : 10 Documents clear
Etika Positif dan Negatif pada Cerpen Sepasang Lembu Ibu dan Wak Lam Karya Farizal Sikumbang: Pendekatan Sosiologi Sastra Salsabila, Salsabila
Literature Research Journal Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i1.788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etika sosial pada karya sastra. Metode deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode pada penelitian ini dengan didukung teknik simak bebas libat cakap, catat, serta pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Data pada penelitian ini berupa paragraf atau dialog pada cerita pendek terkait. Pendekatan yang digunakan berupa sosiologi sastra Wellek dan Warren. Teknik analisis data menggunakan metode deskripsi analisis. Triangulasi teori, sumber data, dan metode digunakan sebagai keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan adany etika positif dan etika negatif yang terklasifikasi pada etika individual, etika hubungan dengan sesama manusia, etika dengan lingkungan sekitar, etika teologis, dan etika filosofis. Berbagai variasi etika ditemukan dalam cerpen ini. Untuk itu, penelitian ini dapat memberi gambaran mengenai keadaan sosial masyarakat, pengimplementasian nilai yang bermanfaat bagi kehidupan, serta dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan materi ajar, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia atau yang terkait dengan sastra. Positive and Negative Ethics in the Short Stories  Sepasang Lembu Ibu dan Wak Lam by Farizal Sikumbang: Literary Sociology ApproachThis research aims to describe social ethics in literary works. The qualitative descriptive method was used as a method in this research, supported by skilled free-involved listening, note-taking and library techniques as data collection techniques. The data in this research is in the form of paragraphs or dialogue in related short stories. The approach used is Wellek and Warren's literary sociology. The data analysis technique uses the analysis description method. Triangulation of theory, data sources and methods is used to validate the data. The research results show that there are positive ethics and negative ethics which are classified into individual ethics, ethics of relationships with fellow humans, ethics with the surrounding environment, theological ethics, and philosophical ethics. Various ethical variations are found in this short story. For this reason, this research can provide an overview of the social conditions of society, the implementation of values that are beneficial to life, and can be an inspiration in developing teaching materials, especially in learning Indonesian or those related to literature.
Eksploitasi Perempuan pada Puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta Karya WS Rendra dengan Pendekatan Feminisme Marxis Sulastri, Anggi; Rochmansyah, Bagaskara Nur
Literature Research Journal Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i1.793

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan representasi mengenai eksploitasi perempuan pada puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta karya WS Rendra menggunakan teori pendekatan feminisme Marxis. Sumber data penelitian ini puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta karya WS Rendra. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik simak dan catat dengan instrumen berupa kartu data. Teknik keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber, sedangkan teknik analisis data yakni metode formal. Hasil penelitian ini menunjukkan ditemukan banyak bait yang menggambarkan tentang bagaimana terjadinya eksploitasi perempuan. Mereka dengan sangat terpaksa menjadi seorang pelacur karena tuntutan ekonomi serta pandangan masyarakat yang menganggap kaum perempuan tidak penting. Pelacur-pelacur tersebut berusaha bangkit dari segala macam bentuk eksploitasi yang dilakukan oleh pejabat. Mereka sama-sama bersatu menyerukan keadilan bagi kaum perempuan untuk mendapatkan kesetaraan dengan kaum lelaki, memiliki hak bebas untuk bekerja, dan mendapatkan upah yang layak. Exploitation of Women in the Poem Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta by WS Rendra with a Marxist Feminism ApproachThe purpose of this study is to describe a representation of the female exploitation of poetry Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta by WS Rendra Rendra used Marxist feminism approach theory. This research data source is a poetry Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta by Ws Rendra. Data collection techniques used by reviewing and jotting instruments with data cards. Data validity techniques by using source triangulation, whereas data analysis techniques are formal methods. The results of this research show that many baits were found that describe how exploitation of women occurs. They are forced to become prostitutes because of economic demands and society's view that women are not important. These prostitutes are trying to recover from all kinds of exploitation carried out by officials. They both unite justice for women to gain equality with men, have the right to freedom to work, and receive decent wages.
Mantra Jampe Nyeuri Beuteung dan Jampe Muriang di Suku Sunda: Kajian Semiotik Rahmah, Firda Aulia
Literature Research Journal Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i1.784

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tanda berdasarkan makna aspek ikon, indeks, serta simbol pada puisi mantra Jampe Nyeuri Beuteung dan Jampe Muriang di suku Sunda. Mantra ini berfungsi sebagai cara pengobatan alami yang dipraktikkan oleh masyarakat suku Sunda untuk mengatasi sakit perut dan sakit demam. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Selain itu, menggunakan teknik pengumpulan data simak dan catat. Pendekatan yang digunakan berupa semiotik teori Charles Sanders Peirce. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan penggunaan kartu data. Teknik analisis data menggunakan metode deskripsi analisis. Hasil penelitian menunjukkan dalam puisi mantra Jampe Nyeuri Beuteung dan Jampe Muriang terdapat tanda berdasarkan aspek ikon, indeks, serta simbol, yang kemudian memberikan edukasi tentang warisan budaya yang dimiliki secara lokal, khususya di suku Sunda. Penelitian ini berimplikasi sebagai materi pelajaran Bahasa Indonesia yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta memberikan tambahan pengetahuan tentang nilai kearifan lokal. Jampe Nyeuri Beuteung and Jampe Muriang Spell in the Sundanese Tribe: A Semiotic StudyThis research aims to describe signs based on the meaning of aspects of icons, indices and symbols in the mantra poetry Jampe Nyeuri Beuteung and Jampe Muriang in the Sundanese tribe. This mantra functions as a natural treatment method practiced by the Sundanese people to treat stomach aches and fevers. This research uses qualitative descriptive. Apart from that, use the data collection technique of listening and taking notes. The approach used is the semiotic theory of Charles Sanders Peirce. The data collection instrument in this research involved the use of data cards. The data analysis technique uses the analysis description method. The results of the research show that in the mantra poems Jampe Nyeuri Beuteung and Jampe Muriang there are signs based on aspects of icons, indices and symbols, which then provide education about the cultural heritage that is owned locally, especially in the Sundanese tribe. This research has implications as Indonesian language learning material that can improve students' critical thinking skills and provide additional knowledge about the value of local wisdom.
Makna Ketuhanan dalam Lirik Lagu “Kasur Tidur” Karya Idgitaf Susilawati, Susilawati
Literature Research Journal Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i1.789

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui makna ketuhanan dalam lirik lagu “Kasur Tidur” karya Idgitaf dengan menggunakan semiotika Roland Barthes mengenai makna, denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian digunakan kualitatif analisis interpretatif. Data dalam penelitian ini berupa bagian lirik lagu “Kasur Tidur” karya Idgitaf yang mengandung makna ketuhanan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa lirik lagu “Kasur Tidur” karya Idgitaf memiliki makna ketuhanan yang terkandung dalam makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam beberapa bagian liriknya. Makna ketuhanan disematkan dalam perumpamaan kasur sebagai tempat tidur. Manusia umumnya tidak mampu lepas dari tempat tidur sebagai tempat istirahat, terutama aktivitas tidur yang memakan sepertiga waktu setiap manusia setiap dua puluh empat jam. Banyaknya waktu serta perannya yang sangat penting untuk mengobati diri secara fisik dan psikis menjadikan kasur tidur sebagai sebuah perumpamaan nilai ketuhanan yang sederhana. Tuhan merupakan entitas yang selalu ada untuk manusia, selalu menjadi tempat kembali, dan merupakan obat bagi segala cobaan hidup di dunia. The Meaning of God in the Lyrics of the Song "Kasur Tidur" by IdgitafThe aim of the research is to find out the meaning of divinity in the lyrics of the song "Kasur Tidur" by Idgitaf using Roland Barthes' semiotics regarding meaning, denotation, connotation, and myth. The research method used was qualitative interpretive analysis. The data in this research are parts of the lyrics of the song "Kasur Tidur" by Idgitaf which contain divine meaning. Based on the results of this research, it can be concluded that the lyrics of the song "Kasur Tidur" by Idgitaf have a divine meaning contained in the meaning of denotation, connotation, and myth in several parts of the lyrics. The divine meaning is embedded in the parable of a mattress as a bed. Humans generally cannot escape from bed as a place to rest, especially sleeping which takes up a third of every human's time every day. The large amount of time and its very important role in treating oneself physically and psychologically makes sleeping a mattress a simple parable of divine values. God is an entity that is always there for humans, always a place to return to, and is the cure for all the trials of life in the world.
Kritik Sosial dalam Naskah Drama Baridin dan Ratminah Karya H Abdul Adjib Aliyah, Himatun; Warnisa, Ifutya
Literature Research Journal Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i1.785

Abstract

Karya sastra tidak akan terlepas dari fenomena yang ada dalam masyarakat yang adaptif dijadikannya sebagai kritik sosial dalam penciptaan karya sastra. Pendekatan sosiologi sastra teori Swingewood digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk kritik sosial yang terkandung dalam naskah drama Baridin dan Ratminah karya H. Abdul Adjib. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan memanfaatkan kutipan pada dialog-dialog dalam naskah drama yang dijadikan sebagai data, dengan sumber datanya adalah naskah drama Baridin dan Ratminah. Hasil analisis didapatkan dalam naskah drama Baridin dan Ratminah mengandung lima kritik sosial, yakni 1) Kritik sosial masalah kemiskinan; 2) Masalah kejahatan; 3) Masalah generasi muda; 4) Masalah norma masyarakat; 5) Masalah disorganisasi keluarga. Social Criticism in the Drama Manuscript Baridin dan Ratminah by H Abdul AdjibLiterary works cannot be separated from phenomena that exist in society which are adapted to be used as social criticism in the creation of literary works. The Swingewood theory of literary sociology approach is used in this research with the aim of describing the forms of social criticism contained in the drama script Baridin and Ratminah by H. Abdul Adjib. The qualitative descriptive method was used by utilizing quotations from dialogues in drama scripts which were used as data, with the data source being the Baridin and Ratminah drama scripts. The analysis results obtained in Baridin and Ratminah's drama script contain five social criticisms, namely 1) Social criticism of the problem of poverty; 2) Crime problem; 3) Young generation problems; 4) Problems with societal norms; 5) Family disorganization problems
Konflik Sosial pada Pantun “Hari Lebaran” Karya Ajip Rosidi: Kajian Sosiologi Sastra Burhanudin, Maulana Malik
Literature Research Journal Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i1.790

Abstract

Penelitian ini berusaha mendeskripsikan konflik sosial yang terdapat pada pantun Hari Lebaran karya Ajip Rosidi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa bentuk ujaran (kata, frasa, klausa, atau kalimat) dalam pantun Hari Lebaran karya Ajip Rosidi yang mengandung konflik sosial, baik secara tersurat atau tersirat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif melalui langkah 1) memahami data, 2) memahami fenomena secara menyeluruh, 3) menemukan pola, dan 4) menemukan hal yang tersembunyi. Proses analisis akan mengadaptasi metode studi pustaka dari sumber terbuka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pantun Hari Lebaran karya Ajip Rosidi mengandung konflik sosial yang dominan pada domain individu. Konflik sosial yang dimaksud yaitu 1) keresahan individu mengenai akhir hidupnya, 2) kerinduan yang timbul pada seseorang sebelum ia mati, 3) pentingnya penerimaan dan rekonsiliasi sebagai solusi permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat, 4) konflik internal dalam setiap individu ketika bermasyarakat di “bumi yang keji”, dan 5) keinginan mencari pengampunan dan rida dari Tuhan Yang Maha Esa. Social Conflict in the Pantun "Hari Lebaran" by Ajip Rosidi: A Sociological Study of LiteratureThis research attempts to describe the social conflict contained in the Hari Lebaran poem by Ajip Rosidi. The research was conducted using qualitative-descriptive methods. The data in this research is in the form of utterances (words, phrases, clauses, or sentences) in Hari Lebaran poems by Ajip Rosidi which contain social conflict, either explicitly or implicitly. Data analysis was carried out using descriptive analysis techniques through steps 1) understanding the data, 2) understanding the phenomenon, 3) finding patterns, and 4) finding hidden things. The analysis process will adapt the literature study method from open-source research. The results of this research indicate that the Hari Lebaran poem by Ajip Rosidi contains social conflict which is dominant in the individual domain. The social conflict in question is 1) individual anxiety regarding the end of his life, 2) the longing that arises in a person before he dies, 3) the importance of acceptance and reconciliation as a solution to problems in social life, 4) internal conflict within each individual when socializing on "the earth that vile”, and 5) the desire to seek forgiveness and pleasure from God Almighty
Kajian Intertekstual pada Lirik Lagu “Mafia Hukum” Karya Grup Band Navicula dan Pada Lagu “Hukum Rimba” Karya Marjinal Maulana, Amri
Literature Research Journal Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i1.786

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan unsur intrinsik, persamaan, dan perbedaan struktur pembangun lagu "Mafia Hukum" karya grup Band Navicula dan pada lagu "Hukum Rimba" karya Marjinal. Sumber data dalam penelitian ini adalah lirik lagu "Mafia Hukum" karya Grup Band Navicula dan lirik lagu "Hukum Rimba" karya Marjinal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik baca dan catat pun digunakan untuk pengambilan data yang kemudian akan dianalisis dengan intertekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur intrinsik kedua lagu ini memiliki kesamaan dan menguak tentang kritik sosial pada para pemegang kekuasaan yang sewenang-wenang. Selain itu, kedua lirik lagu ini menggambarkan bahwa hukum yang seharusnya ditegakkan sudah hancur dan tak berharga. Seharusnya, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Intertextual Study on the Lyrics of the Song "Mafia Hukum" by the Band Navicula and on the Song "Hukum Rimba" by Marjinal The aim of the research is to describe the intrinsic elements, similarities, and differences in the structure of the song "Mafia Hukum" by the band Navicula and the song "Hukum Rimba" by Marjinal. The data sources in this research are the lyrics of the song "Mafia Hukum" by the Navicula Band Group and the lyrics of the song "Hukum Rimba" by Marjinal. This study used a descriptive qualitative method. Reading and writing techniques are also used to collect data which will then be explained intertextually. The results of this research show that the intrinsic elements of these two songs have similarities and reveal social criticism of those holding arbitrary power. Apart from that, the two lyrics of this song illustrate that the laws that should be enforced are destroyed and worthless. Supposedly, the law must be enforced without discrimination.
Aspek Ego Tokoh Kartini dalam Film Kartini Karya Hanung Bramantyo: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud Melani, Devi Ayu
Literature Research Journal Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i1.791

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aspek ego yang dimiliki oleh tokoh Kartini dalam film Kartini (2017) karya Hanung Bramantyo. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu dimanfaatkan dan menjadi kontributor serta ikut andil dalam memperluas khasanah ilmu pengetahuan khalayak banyak mengenai film yang dikaji menggunakan ilmu psikologi sastra, terutama teori psikoanalisis yang dicetuskan oleh Sigmund Freud. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menerapkan pendekatan psikologi sastra melalui teori psikoanalisis Sigmund Freud pada aspek ego sebagai pisau analisisnya. Adapun pengumpulan datanya menggunakan teknik simak dan catat dengan instrumen penelitian berupa kartu data dengan triangulasi sumber, teori, dan metode sebagai keabsahan datanya. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah terdapat tiga belas data yang menggambarkan aspek ego sesuai dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang dimiliki oleh Kartini. Data-data tersebut terdiri dari empat data yang mengandung indikator penalaran, tiga data yang mengandung indikator penyelesaian masalah, serta enam data yang mengandung indikator pengambilan keputusan. Aspects of the Ego of Kartini Characters in the Film Kartini by Hanung Bramantyo: Sigmund Freud's Psychoanalytic StudyThis research aims to describe the ego aspects of the character Kartini in the film Kartini (2017) by Hanung Bramantyo. It is hoped that the results of this research can be utilized and become a contributor and contribute to expanding the knowledge of the general public regarding films that are studied using literary psychology, especially the theory of psychoanalysis which was coined by Sigmund Freud. This research applies qualitative research methods. This research applies a literary psychology approach through Sigmund Freud's psychoanalytic theory on the ego aspect as a tool for analysis. The data collection uses listening and note-taking techniques with research instruments in the form of data cards with triangulation of sources, theories, and methods as data validity. The results found from this research were thirteen data that described aspects of the ego by Kartini's theory of Sigmund Freud's psychoanalysis. These data consist of four data containing reasoning indicators, three data containing problem-solving indicators, and six data containing decision-making indicators.
Representasi Etika dalam Film Pendek "Tilik" Dengan Pendekatan Sosiologi Sastra Putri, Raihany; Mulyaningsih, Indrya
Literature Research Journal Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i1.787

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan aspek etika tokoh Yu Ning dalam film “Tilik”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam artikel ini, penulis menganalisis aspek etika yang muncul dari tokoh Yu Ning menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Pendekatan sosiologi sastra membantu penulis dalam melihat karakter Yu Ning sebagai representasi masyarakat serta budaya di mana film ini diatur. Penulis menggali tindakan, motivasi, dan interaksi sosial tokoh ini dengan menggunakan kerangka etika. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, artikel ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang aspek-etika yang muncul dari tokoh Yu Ning dalam film pendek "Tilik". Implikasi penelitian ini adalah menggarisbawahi pentingnya analisis karakter dalam konteks nilai dan etika yang melekat pada masyarakat di mana mereka ada. Representation of Ethics in the Short Film "Tilik" with a Literary Sociology ApproachThis research was conducted with the aim of describing the ethical aspects of the character Yu Ning in the film "Tilik". The research method used is descriptive qualitative. In this article, the author analyzes the ethical aspects that emerge from the character Yu Ning using a literary sociology approach. The literary sociology approach helps the author see the character Yu Ning as a representation of the society and culture in which the film is set. The author explores the actions, motivations and social interactions of this character using an ethical framework. By using a literary sociology approach, this article provides a deeper insight into the ethical aspects that emerge from the character Yu Ning in the short film "Tilik". The implication of this research is to underline the importance of analyzing characters in the context of the values and ethics inherent in the society in which they exist.   
Konflik Batin pada Novel Some Kind of Wonderful Karya Winna Efendi: Teori Sigmund Freud Bayinah, Fatika Nur; Maemunah, Siti
Literature Research Journal Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i1.792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konflik batin yang terjadi pada tokoh utama menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan teori Sigmud Freud yang didasari dengan ketiga hal; yakni id, ego dan superego. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Novel Some Kind of Wonderful karya Winna Efendi memenuhi ketiga unsur kejiwaan Sigmund Freud, yakni id, ego dan superego. Berdasarkan pada analisis yang telah dilakukan, dapat ditemukan konflik batin yang dilihat dari unsur kejiwaan id, diantaranya; rasa penasaran akan seseorang dan perasaan bersyukur melihat orang terdekat, ego, diantaranya; halusinasi berkepanjangan, mencoba melupakan sebagian hal buruk, memilih untuk tidak menjalin hubungan baru, mencoba melupakan hal menyakitkan, dan selalu membandingkan pasangannya dengan cinta masa lalunya, dan superego, diantaranya; terjebak dalam konflik masa lalu, mengatur rasa emosional dan mencoba mengalihkan kesedihan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi manfaat sebagai bahan referensi dan implikasi bagi materi bahasa Indonesia karya sastra novel. Inner Conflict in the Novel Some Kind of Wonderful by Winna Efendi: Sigmund Freud's TheoryThis research aims to describe the form of inner conflict that occurs in the main character using a literary psychology approach with Sigmund Freud's theory which is based on three things; namely id, ego, and superego. The method used is qualitative with a descriptive design. The results of this research show that the novel Some Kind of Wonderful by Winna Efendi fulfills Sigmund Freud's third psychological element, namely the id, ego, and superego. Based on the analysis that has been carried out, inner conflicts can be found as seen from the psychological elements of the id, including; curiosity about someone and feeling grateful to see the closest person, ego, among others; prolonged hallucinations, trying to forget some bad things, choosing not to enter into a new relationship, trying to forget painful things, and always comparing one's partner with one's past love, and superego, among others; trapped in past conflicts, managing emotional feelings and trying to translate sadness. It is hoped that this research will be useful as reference and implementation material for Indonesian language material for novel literary works.

Page 1 of 1 | Total Record : 10