cover
Contact Name
Bagaskara Nur Rochmansyah
Contact Email
bagaskaranurrochmansyah@gmail.com
Phone
082119213169
Journal Mail Official
bagaskaranurrochmansyah@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.ppjb-sip.org/index.php/dlrj/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Literature Research Journal (LRJ)
ISSN : -     EISSN : 30217121     DOI : https://doi.org/10.51817/lrj
Core Subject : Education,
Literature Research Journal (3021-7121) is an invaluable international peer-reviewed journal that covers the latest research in stylistics, defined as the study of style in literary and non-literary language, published by Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI). We publish theoretical, empirical, and experimental research that aims to contribute to our understanding of style and its effects on readers. Topics covered by the journal include (but are not limited to) the following: the stylistic analysis of literary and non-literary texts, cognitive approaches to text comprehension, corpus and computational stylistics, the stylistic investigation of multimodal texts, pedagogical stylistics, the reading process, software development for stylistics, and real-world applications for stylistic analysis. We also encourage interdisciplinary submissions that explore the connections between stylistics and such cognate subjects and disciplines as psychology, literary studies, narratology, computer science and neuroscience. Literature Research Journal is essential reading for academics, teachers and students working in stylistics and related areas of language and literary studies.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2024)" : 10 Documents clear
Representasi Kekerasan Seksual terhadap Tokoh Utama Perempuan dalam Film Penyalin Cahaya: Pendekatan Semiotika Yolanda, Putri; Janati, Leni; Anugrah, Ujiah
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.893

Abstract

Fenomena dalam film Penyalin Cahaya yaitu salah satu film yang menunjukkan isu-isu terkini mengenai kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda atau simbol yang mencerminkan level realitas, representasi, dan ideologi kekerasan seksual terhadap tokoh utama perempuan dalam film Penyalin Cahaya. Metode deskriptif kualitatif dan pendekatan semiotika John Fiske sebagai metode penelitian. Data penelitian berupa tanda atau simbol yang menandakan kekerasan seksual berupa level realitas, representasi, dan ideologi. Analisis data terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu tanda atau simbol pada level realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian ini terdapat tanda atau simbol yang menunjukkan tokoh utama perempuan dalam film Penyalin Cahaya. Tanda atau simbol dalam film yang dimaksud mengacu pada sudut pandang pendekatan semiotika John Fiske yang terdapat pada level realitas, representasi, dan ideologi. Berdasarkan teori yang digunakan oleh John Fiske dapat dibuktikan bahwa dengan pendekatan semiotika, film dapat menyajikan beberapa adegan yang menekankan makna dari setiap adegannya.Representation of Sexual Violence Against Female Protagonists in the Film Copying Light: A Semiotic Approach The phenomenon in the movie Penyalin Cahaya is one of the films that shows current issues regarding sexual violence. This research aims to describe the signs or symbols that reflect the level of reality, representation, and ideology of sexual violence against the main female character in the film Penyalin Cahaya. Descriptive qualitative method and John Fiske's semiotic approach as the research method. The research data are signs or symbols that signify sexual violence in the form of levels of reality, representation, and ideology. Data analysis is divided into three levels, namely signs or symbols at the level of reality, representation, and ideology. The results of this study show that there are signs or symbols that show the main female character in the film Penyalin Cahaya. The signs or symbols in the movie refer to the point of view of John Fiske's semiotic approach at the level of reality, representation, and ideology. Based on the theory used by John Fiske, it can be proven that with the semiotic approach, the film can present several scenes that emphasize the meaning of each scene.
Representasi Kekerasan pada Anak Angkat dalam Film Untuk Angeline: Analisis Semiotika John Fiske Abdul aziz, Muhammad; Ramadhan, Bintang Anugrah
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kekerasan pada anak angkat pada film Untuk Angeline. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Sumber data penelitian ini berupa film Untuk Angeline. Data yang terdapat pada penelitian ini berupa adegan-adegan yang mengindikasikan kekerasan pada anak angkat dalam film Untuk Angeline. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis semiotik menurut John Fiske yang terdiri dari tiga level yaitu level realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Untuk Angeline mengandung unsur-unsur kekerasan yang dilakukan oleh ibu angkat kepada anaknya. Pada level realitas, bentuk kekerasan direpresentasikan melalui aspek gestur, ekspresi, dan perilaku. Pada level representasi terdapat pada aspek pengambilan gambar, pencahayaan, dan musik latar. Pada level ideologi, film tersebut merepresentasikan orang tua yang menggunakan pola asuh otoriter.Representation of Violence in Adopted Children in the Film Untuk Angeline: John Fiske's Semiotic AnalysisThis research aim to describe the representation of violence towards adopted children in the film "For Angeline". Descriptive qualitative methods were used in this research. The data source for this research is the film "For Angeline". The data contained in this research are scenes that indicate violence against adopted children in the film "For Angeline". The data in this research was collected using observation and documentation techniques. The data was analyzed using semiotic analysis techniques according to John Fiske which consists of three levels, namely the level of reality, representation and ideology. The results of this research indicate that the film "For Angeline" contains elements of violence perpetrated by the adoptive mother against her child. At the reality level, forms of violence are represented through aspects of gestures, expressions and behavior. At the representation level there are aspects of shooting, lighting and background music. At the ideological level, the film represents parents who use authoritarian parenting.
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Antologi Cerpen Kekalahan Karya Ruddin: Kajian Psikologi Sastra Pujiarti, Hayat; Tiyana, Maya Syva; Samudra, Achmad Deli
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.894

Abstract

Penelitian ini berusaha mendeskripsikan konflik batin yang terdapat pada Tokoh Utama dalam Antologi Cerpen Kekalahan Karya Ruddin: Kajian Psikologi Sastra. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konflik batin tokoh utama dalam antologi cerpen kekalahan karya Ruddin: kajian Psikologi sastra. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa bentuk kata, kalimat, dan penggalan paragraf yang mendeskripsikan bentuk konflik batin tokoh utama dalam antologi cerpen kekalahan karya Ruddin. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi pustaka, yaitu teknik baca dan catat. Hasil dari penelitian ini berupa lima aspek teori Abraham Maslow pertama, kebutuhan fisiologis yang terdapat kurangnya kebutuhan dasar, kedua kebutuhan akan rasa aman yang mencakup ketakutan, kecemasan, dan tekanan emosional, ketiga kebutuhan sosial yang terdapat kurangnya kasih sayang, keempat kebutuhan harga diri yang mencakup perwujudan, penerimaan diri, kelima kebutuhan aktualisasi diri yang mencakup perasaan kecewa, khawatir, malas, kesal, heran, panik, dan menyesal.The Inner Conflict of the Main Character in Ruddin's Anthology of Short Stories of Defeat: A Study of Literary PsychologyThis research attempts to describe the inner conflict found in the main character in the short story anthology "Defeat" by Ruddin: Literary Psychology Study. The aim of this research is to determine the inner conflict of the main character in the short story anthology "defeat" by Ruddin: a literary psychology study. The research was conducted using qualitative descriptive methods. The data in this research are in the form of words, sentences and paragraph fragments that describe the form of inner conflict of the main character in the short story anthology "defeat" by Ruddin. The data collection technique used in this research is the library study technique, namely the reading and note-taking technique. The results of this research are five aspects of Abraham Maslow's theory, firstly, physiological needs which contain a lack of basic needs, secondly the need for security which includes fear, anxiety and emotional stress, thirdly social needs which contain a lack of affection, fourthly the need for self-esteem which includes includes realization, self-acceptance, the five needs for self-actualization which include feelings of disappointment, worry, laziness, annoyance, surprise, panic and regret.
Metaphor in the Lyrics of A Javanese Folk Song Entitled Lir-Ilir By Sunan Kali Jaga Salsabila, Fara Adiba; Marwan, Iwan; Sakina, Vanesa Audria
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.1031

Abstract

This research aims to reveal the metaphors present in the song Lir Ilir. Accurately and clearly capturing semantic information is crucial for students to fulfill their tasks and responsibilities in accordance with linguistic ethics and norms. This study is qualitative in nature and employs a semantic approach. The listening technique was used for data collection, while the data analysis was conducted using the matching method. The findings indicate that the song Lir Ilir serves as a medium for passing down cultural values, traditions, advice, and daily habits, all of which reflect local wisdom. The message is conveyed through metaphorical language that sounds aesthetically pleasing yet carries deep meaning when fully understood. The metaphors found in the song can be classified into anthropomorphic metaphors, metaphors from concrete to abstract, and synesthetic metaphors. These elements reflect cultural teachings, including gratitude for God's blessings, encouragement for socialization, humility, motivation to make the most of youth and time, as well as advice to remain vigilant in life.Metafora dalam Lirik Lagu Rakyat Jawa Berjudul Lir-Ilir Oleh Sunan Kali JagaPenelitian ini bertujuan mengungkap metafora dalam lagu Lir Ilir. Menangkap informasi semantik dengan jelas dan akurat sangat penting bagi peserta didik untuk memenuhi tugas dan kewajibannya sesuai dengan etika dan kaidah kebahasaan. Penelitian ini termasuk kualitatif dan menggunakan pendekatan semantik. Teknik simak digunakan dalam pengumpulan data. Selain itu, untuk menganalisis data menggunakan metode padan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Lir-Ilir berfungsi sebagai media untuk mewariskan nilai-nilai budaya, adat istiadat, nasihat, dan kebiasaan sehari-hari yang menunjukkan kearifan lokal. Pesannya disampaikan melalui bahasa metaforis yang terdengar indah namun memiliki makna yang dalam jika dipahami. Metafora yang terdapat dalam lagu dapat dibedakan menjadi metafora antropomorfik, metafora konkrit ke abstrak, dan metafora sinestetik. Hal tersebut mencerminkan ajaran budaya, antara lain rasa syukur atas karunia Tuhan, dorongan untuk bersosialisasi, kerendahan hati, motivasi untuk memanfaatkan masa muda dan waktu sebaik-baiknya, serta nasihat untuk tetap waspada dalam hidup.
Representasi Kearifan Lokal pada Cerita Rakyat Leil Ninn Hat Siing Pendekatan Sosiologi Aisy, Rihadatul; Fauziyah, Tasya; Hakim, Wildan Akmal
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.884

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menguraikan representasi kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat yang berjudul Leil Ninn Hat Siing. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan sosiologi sastra dengan menggunakan teori Ian Watt. Data pada penelitian ini berupa penggalan kutipan pada cerita rakyat Leil Ninn Hat Siing dari kumpulan Cerita rakyat Nusa Tenggara Timur yang mengandung kearifan lokal. Kemudian teknik pengumpulan data pada penelitian ini memanfaatkan teknik baca dan catat. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan kartu data. Uji validitas dan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil penelitian terdapat tiga aspek sosiologi sastra yaitu konteks sosial masyarakat sekitar pantai atlet Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur, aspek rasa sebagai cerminan masyarakat, dan aspek fungsi sosial sastra yaitu nilai-nilai yang dianut. Kearifan lokal menjadi budaya yang melekat dengan masyarakat. Selain itu, budaya yang secara turun temurun mendarah daging bagi orang Timor, khususnya suku Dawan, suku Helong, dan suku masyarakat Akle, Kupang.Representation of Local Wisdom in Leil Ninn Hat Siing Folklore Sociological ApproachThis research aims to describe the representation of local wisdom contained in the folklore entitled Leil Ninn Hat Siing. The method applied in this research is a qualitative descriptive method. This research utilizes a literary sociology approach using Ian Watt's theory. The data in this research are excerpts from the folklore Leil Ninn Hat Siing from the collection of East Nusa Tenggara folklore which contains local wisdom. Then the data collection technique in this research utilized reading and note-taking techniques. The data collection instrument in this research is using data cards. Testing the validity and validity of the data was carried out by data triangulation. The results of the study are three aspects of literary sociology, namely the social context of the community around the Kupang athlete beach, East Nusa Tenggara province, the aspect of taste as a reflection of society, and the aspect of the social function of literature, namely the values adhered to. Local wisdom has become a culture that is inherent in the community. In addition, the culture is hereditary ingrained for the Timorese people, especially the Dawan tribe, the Helong tribe, and the Akle tribe of the Kupang people.
Cerminan Masyarakat dalam Cerpen Satu Keluarga dalam Perahu Karya Okky Madasari: Tinjauan Sosiologi Sastra Maemunah, Siti; Bayinah, Fatika Nur; Sulastri, Anggi
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.896

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur pembangun sastra sebagai cerminan masyarakat dalam cerpen Satu Keluarga dalam Perahu karya Okky Madasari. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Desain penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan teknik membaca dan mencatat objek yang akan diteliti. Hasil penelitian menunjukkan cerminan masyarakat yang terdapat dalam cerpen Satu Keluarga dalam Perahu karya Okky Madasari adalah ketidakadilan yang diterima tokoh satu keluarga untuk tinggal di rumah mereka hanya karena perbedaan keyakinan. Cerpen Satu Keluarga dalam Perahu karya Okky Madasari mengajarkan kepada pembaca tentang kesabaran seseorang menghadapi kehidupan perekonomian yang kurang mampu dan dikucilkan karena perbedaan keyakinan di masyarakat tersebut.Reflection of Society in the Short Story One Family in a Boat by Okky Madasari: A Review of Literary SociologyThe purpose of this study is to describe the structure of literary development as a reflection of society in the short story Satu Keluarga dalam Perahu by Okky Madasari. The approach used is the Ian Watt sociology of literature approach. The design of this study is descriptive qualitative. Data collection using reading techniques and recording the objects to be studied. The results of the study show that the reflection of society in the short story Satu Keluarga dalam Perahu by Okky Madasari is the injustice received by the characters of one family to live in their house only because of differences in beliefs. The short story Satu Keluarga dalam Perahu by Okky Madasari teaches readers about a person's patience in facing a poor economic life and being ostracized because of differences in beliefs in the community.
Representasi Kearifan Lokal pada Novel Sang Maha Sentana Karya Filiananur: Kajian Sosiologi Sastra Kartika, Lia; Rahmaniah, Nuraini Fitri; Lestari, Winda Apriya; Mulyaningsih, Indrya
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis kearifan lokal yang terdapat pada novel Sang Maha Sentana karya Filiananur dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data unsur kearifan lokal pada novel berjudul Sang Maha Sentana karya Filiananur berbentuk kutipan kalimat pada tuturan para tokoh dan narasi dari penulis. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah menggunakan teknik baca dan catat. Langkah-langkah penelitian sebagai berikut: 1) Membaca data penelitian secara berulang-ulang, 2) Membaca dan menelaah berbagai literatur dan dokumen untuk memastikan kecukupan referensi, 3) Melakukan pengamatan secara cermat dan teliti sesuai aspek-aspek sosiologi sastra Ian Watt, dan 4) Menarik kesimpulan. Data penelitian ini dianalisis sesuai dengan aspek-aspek sosiologi sastra Ian Watt. Hasil temuan penelitian diharapkan mampu berkontribusi pada literatur umum mengenai sosiologi sastra, menjadi alat untuk melestarikan kearifan lokal, dan sebagai media pembelajaran khususnya untuk pelajaran bahasa Indonesia bagi siswa, guru, dan lembaga pendidikan.Representation of Local Wisdom in Filiananur's Novel Sang Maha Sentana: A Study of Literary Sociology This study aims to describe the form and type of local wisdom contained in the novel Sang Maha Sentana by Filiananur using a descriptive qualitative method. The data of local wisdom elements in the novel Sang Maha Sentana by Filiananur are in the form of quotations from the characters' speech sentences and narratives from the author. The data collection technique for this research is using reading and note-taking techniques. The research steps are as follows: 1) reading the research data repeatedly, 2) reading and reviewing various literature and documents to ensure the adequacy of references, 3) making careful and thorough observations according to Ian Watt's aspects of literary sociology, and 4) drawing conclusions. The data in this research analyzed according to Ian Watt's aspects of literary sociology. The research findings are expected to contribute to the general literature on literary sociology, become a tool to preserve local wisdom, and as a learning medium, especially for Indonesian language lessons for students, teachers, and educational institutions.
Refleksi Sosial dalam Cerpen Peradilan Rakyat Karya Putu Wijaya: Pendekatan Sosiologi Sastra Khalim, Abdul; Salsabila, Thalia; Salamah, Siti Parhah Wahidah
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.898

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan refleksi sosial dalam cerpen Peradilan Rakyat karya Putu Wijaya dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah cerpen Peradilan Rakyat karya Putu Wijaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, waktu, dan metode untuk menguji keandalan temuan dan data penelitian. Data-data tersebut kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra Alan Swingewood yang memandang karya sastra sebagai wahana untuk menggambarkan fakta sosial dalam masyarakat. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen Peradilan Rakyat menggambarkan hubungan kekeluargaan antara ayah dan anak serta mencerminkan bahwa kejujuran dan keadilan harus dijaga apapun kedudukannya. Kajian ini menunjukkan bahwa situasi sosial yang digambarkan dalam cerpen masih relevan hingga saat ini.Social Reflection in the Short Story People's Justice by Putu Wijaya: Literary Sociology ApproachThe purpose of this study is to describe social reflection in the short story Peradilan Rakyat by Putu Wijaya using a sociology of literature approach. This study uses a qualitative descriptive method. The data source used is the short story Peradilan Rakyat by Putu Wijaya. The data collection technique in this study is the reading and note-taking technique. This study uses triangulation of sources, time, and methods to test the reliability of the findings and research data. The data are then processed and analyzed using Alan Swingewood's sociology of literature approach which views literary works as a vehicle for describing social facts in society. The results obtained in this study indicate that the short story Peradilan Rakyat describes the family relationship between father and son and reflects that honesty and justice must be maintained regardless of position. This study shows that the social situation described in the short story is still relevant today.
Representasi Konflik Sosial dalam Cerpen Dilema Nara Karya Alya Khalisah Fuzi, Fauziyah
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.892

Abstract

Menjelaskan perjuangan masyarakat dalam cerpen Alya Khalisah Dilema Nara menjadi tujuan penelitian ini. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Data diambil berdasarkan kutipan dari cerita pendek Dilema Nara yang mengandung penyelesaian konflik sosial, persoalan konflik sosial, dan jenis konflik sosial. Sumber data pada penelitian ini berupa cerita pendek yang berjudul Dilema Nara karya Alya Khalisah. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data melibatkan teknik membaca dan mencatat. Instrumen yang digunakan adalah kartu data. Validasi data dilakukan melalui triangulasi, yaitu dengan membandingkan dan mengonfirmasi data dari beberapa sumber dan metode yang berbeda. Metode sosiologi sastra Ian Watt digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji data berupa 1) konteks sosial pengarang, 2) sastra sebagai tafsir sosial, dan 3) peranan sastra dalam masyarakat. Hasil analisis penelitian di atas terhadap cerita pendek yang berjudul Dilema Nara karya Alya Khalisah bahwa terdapat konflik sosial yang meliputi 1) konteks sosial pengarang terdiri dari kesedihan, ketegangan, keputusasaan, dan kekosongan; 2) sastra sebagai cermin sosial; dan 3) tujuan sosial sastra.Representation of Social Conflict in the Short Story Dilemma of Nara by Alya KhalisahExplaining the struggle of the community in the short story Alya Khalisah Dilema Nara is the purpose of this research. The method used is qualitative descriptive. The data was taken based on excerpts from the short story Dilema Nara which contains the resolution of social conflicts, the problems of social conflicts, and the types of social conflicts. The source of data in this study is in the form of a short story entitled Dilema Nara by Alya Khalisah. In this study, the data collection technique involves reading and note-taking techniques. The instrument used is a data card. Data validation is carried out through triangulation, namely by comparing and confirming data from several different sources and methods. Ian Watt's method of literary sociology was used in this study to examine data in the form of 1) the author's social context, 2) literature as a social interpretation, and 3) the role of literature in society. The results of the above research analysis of the short story entitled Dilema Nara by Alya Khalisah show that there are social conflicts which include 1) the author's social context consists of sadness, tension, despair, and emptiness; 2) literature as a social mirror; and 3) social literary goals.
Kritik Sosial dan Politik pada Puisi Suara dari Desa Karya Atris Pattiasina: Pendekatan Sosiologi Sastra Al Rakhmah, Sulistina; Fadli, Fadli; Lestari, Fitri Dewi
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.899

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kritik sosial dan politik yang terdapat pada puisi Suara dari Desa karya Atris Pattiasina adalah tujuan utama dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Pendekatan sosiologis sastra adalah metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Data pada penelitian ini berupa kutipan kata, frasa, klausa, atau kalimat dalam puisi Suara dari Desa karya Atris Pattiasina yang mengandung kritik sosial dan politik, baik secara tertulis atau yang disampaikan melalui makna puisi tersebut. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa puisi Suara dari Desa karya Atris Pattiasina mengandung kritik sosial dan politik yang dominan. Konflik sosial dan politik yang dimaksud yaitu 1) Kritik antara manusia dengan penguasa, 2) kritik terhadap kekuasaan, 3) kritik terhadap kesenjangan sosial, 4) kritik terhadap masalah ketidakadilan sosial, 5) kritik terhadap politik pemerintah, dan 6) kritik terhadap lembaga pemerintah.Social and Political Criticism of the Poem Suara dari Desa by Atris Pattiasina: Approaches to Literary SociologyThis research attempts to describe the social and political criticism that is found in the poem Voice of the Village by Atris Pattiasina. The research was conducted using qualitative-descriptive methods. The approach used is a sociological approach to literature. The data in this research is the form of an expression (word, phrase, clause, or sentence) in the poem Voice of the Village by Atris Pattiasina, which contains social and political criticism, either explicitly or implicitly. The results of this study show that the poetry of Atris Pattiasina's Voice of the Village contains the dominant social and political criticism. Social and political conflicts are referred to as: (1) criticism between man and ruler; (2) criticism of power; (3) criticism of social disparity; (4) criticism of social injustice; (5) criticism of governmental policies; and (6) criticism of the institutions of government.

Page 1 of 1 | Total Record : 10