cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
081349558346
Journal Mail Official
kognisia@ulm.ac.id
Editorial Address
Unit Jurnal dan Publikasi, Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kognisia
ISSN : 28096827     EISSN : 28096215     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Kognisia merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada riset Ilmu Psikologi, khususnya yang berkaitan dalam bidang psikologi kognitif dengan menggunakan pendekatan metode kuantitatif ataupun kualitatif. Jurnal Kognisia juga menerima artikel penelitian di bidang psikologi lain terkait topik kognitif atau perilaku secara umum. Jurnal Kognisia sebagai sarana komunikasi untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah di bidang psikologi kognitif. Adapun contoh topik penelitian yang relevan untuk jurnal kami: Kemampuan kognitif, Perkembangan kognitif, Terapi kognitif, Gaya kognitif, Proses belajar, Kognisi spasial, Persepsi, Berpikir, Penalaran, Memori, Perhatian, Pemecahan masalah, Pengolahan bahasa, Pengambilan keputusan dan lain-lain.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2021): April" : 10 Documents clear
Relationship Between Fear of Missing Out and Instagram Addiction in Generation Z of Psychology Students at Faculty Of Medicine, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru Amalia, Rizki; Hidayatullah, Muhammad Syarif; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2832

Abstract

Fear of missing out is a concern that someone feels because he is not involved in interesting things that other people might find as valuable experiences. Instagram addiction is a person's inability to control the use of the social media application, namely Instagram, which affects their social activities. The purpose of this study was to find out the relationship between fear of missing out and Instagram addiction in generation Z of Psychology students at Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University. The subjects of the study were 176 students, selected using a purposive random sampling method. The research instrument consisted of two scales, namely the scale of fear of missing out (10 items with α = 0.909) and the scale of Instagram addiction (20 items with α = 0.963). The analysis technique used in the study was the product moment correlation test from Karl Pearson, which showed a positive and significant relationship between the two variables (r = 0.840 with p = 0.00). The effective contribution from the variable of fear of missing out was 70.6%, indicating that the role of fear of missing out in Instagram addiction was quite significant. It can therefore be concluded that the higher the fear of missing out experienced by Generation Z, the higher the tendency for Generation Z to experience Instagram addiction.
Self-Disclosure of Mothers to Their Non-Marital Children Sintawati, Sintawati; Safitri, Jehan; Akbar, Sukma Noor
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2842

Abstract

Pregnancy outside of marriage is counsidered to be embarassing socially, culturally and even religiously in Indonesian society. it becomes difficult when a mother, who had non-marital pregnancy, wants to reveal the information about herself to non-marital child. in this case there is a dilemma for self-disclosure. on the one hand it is very important for the mother to disclose herself. however, on other hand, there are several risks that will be faced by the parent when revealing the fact that she  was pregnant outside of marriage. the purposes of this study were to find out the aspects influencing the self-disclosure of the mothers ti their non-marital children and the factors influencing the self-disclosure. a qualititative research design using a case stidy approach was employed in this study. the subjects were to the mothers (N and M), who had been pregnant outside of marriage, perfoming self-disclosure to their non-marital children. they were selected using purposive sampling technique. data were collected and extracted using observation  and interview methods. the result of the study was the process of self-disclosure viewed from the aspects of accuary, motivation, time, intensity, and depth and breadth. it was aslo viewed from the influencing factors, namely reciprocity, norm, trust, relationhip quality and gender, which showed that both subject, N and M, perfomed self-disclosure in a similar way and their self-disclosure was carried out by including the influencing aspects and factors.
Kebahagiaan pada Wanita (Istri) yang Memiliki Hubungan Kesenjangan Usia dalam Pernikahan (Studi Fenomenologi Usia Istri Lebih Tua dari Suami) Azizah, Husna; Akbar, Sukma Noor; Shadiqi, Muhammad Abdan
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2839

Abstract

Kebahagiaan yaitu konsep yang mengacu pada kondisi pikiran dan emosi positif yang dirasakan seseorang (Seligman, 2002). Penelitian ini bertujuan mengetahui kebahagiaan wanita (istri) yang memiliki kesenjangan usia dalam pernikahannya sesuai aspek kebahagiaan dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Subjek penelitian adalah dua orang istri yang memiliki hubungan kesenjangan usia 17 dan 15 tahun lebih tua dari suaminya di Kabupaten Banjar dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian dari kedua subjek mendapat kebahagiaan dari pernikahannya. E dan W mampu memenuhi semua aspek kebahagiaan yaitu menerapkan kejujuran, perhatian, senang, gembira, komunikasi yang baik dan mengatasi masalah dengan musyawarah, harmonis, pengertian, peduli, menghargai pendapat, ikhlas, sabar, saling percaya, menerima kelebihan dan kekurangan, kasih sayang, hidup sederhana, tidak memaksakan kehendak, berhasil mengantarkan anak pada fase sekolah, hidup tenang, mencintai dan membina keluarga bahagia. Faktor internal yang mempengaruhi kebahagiaan E dan W mampu bersyukur, memaafkan jika suami bersalah, yakin, percaya, optimis, bahagia, saling menghargai, kasih sayang, dan gratifikasi berupa suka memasak dan bekerja. Faktor eksternal yang mempengaruhi kebahagiaan E dan W yaitu mudah bergaul, mengikuti kegiatan positif di luar rumah, religius, beribadah, rasa cinta, saling melengkapi, membina keluarga, perilaku baik suami, peduli, saling pengertian, perhatian, bersyukur, semakin tua usia semakin tahu tujuan hidup, merasa cukup dan keterbukaan dalam mengelola keuangan, menjaga kesehatan jasmani dan rohani agar terhidar dari pikiran negatif dan lebih emosional karena mengutamakan perasaan dibandingkan logika.
Hubungan Gaya Kepemimpinan Demokrasi Dengan Disiplin Kerja Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) pada Karyawan PT. Kalimantan Abadi Lestari di Sungai Danau Inesintiya, Aswara; Dewi, Rooswita Santia; Hidayatullah, M. Syarif
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.1512

Abstract

Disiplin kerja dapat diartikan sebagai norma atau kebiasaan yang berlaku bagi seseorang dalam kaitannya dengan pekerjaan. Disiplin kerja tidak luput dengan adanya peran pemimpin, dimana pemimpin harus bisa mengarahkan dan memotivasi karyawan dalam melaksanakan aktivitas organisasi dalam memenuhi tujuan perusahaan yang optimal untuk mencapai tujuan tersebut dituntut adanya bentuk pemimpin yang tepat yang ada diperusahaan, orang berkerja dan melaksanakan tugas serta tanggung jawab dalam tugasnya, sering dipengaruhi gaya kepemimpinannya dari atasan perusahaan atau organisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan gaya kepemimpinan demokrasi dan disiplin kerja menggunakan alat pelindung diri pada karyawan PT. Kalimantan Abadi Lestari Sungai Danau. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah subjek 100 orang. Alat ukur menggunakan dua skala yaitu skala gaya kepemimpinan demokrasi dengan jumlah 49 aitem dan skala disiplin kerja dengan jumlah 51 aitem. Skala ini menggunakan skala model Likert dan analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan korelasi product moment. Dari hasil analisis didapatkan nilai r sebesar 0,388 dan signifikansi p=0,000 (<0,05) menunjukkan ada korelasi yang rendah antara gaya kepemimpinan demokrasi dan disiplin kerja menggunakan alat pelindung diri pada karyawan PT. Kalimantan Abadi Lestari Sungai Danau dengan arah hubungannya positif antara gaya kepemimpinan demokrasi tinggi maka disiplin kerja karyawan juga tinggi sebaliknya jika gaya kepemimpinan demokrasi rendah maka disiplin kerja karyawan PT. Kalimantan Abadi Lestari Sungai Danau rendah.Kata kunci: gaya kepemimpinan demokrasi, disiplin kerja, karyawan.
Manajemen Kesan Pada Youtuber Ditinjau Dari Perspektif Teori Dramaturgi Rinaldy, Muhammad Fadil; Hidayatullah, M. Syarif; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2826

Abstract

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2019 tercatat sebanyak 171 juta jiwa menurut (kominfo). kebanyakan pengguna internet di Indonesia aktif menggunakan media sosial salah satunya youtube. Meningkatnya jumlah pengguna youtuber di tanah air ini juga didukung oleh jumlah penonton yang besar. Video blog (vlog) merupakan media untuk merepresentasikan diri seorang  youtuber. Dalam vlognya seorang  dapat membentuk dirinya sesuai dengan apa yang ia inginkan. Proses presentasi diri biasanya individu akan melakukan manajemen kesan, tujuannya agar dapat mempengaruhi orang lain, disukai orang lain, ingin memperbaiki posisi, memelihara status dan sebagainya. Penelitian ini berjutuan untuk mengetahui manajemen kesan  pada youtuber berdasarkan aspek, faktor, bentuk dan teknik dari manajemen kesan. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah youtuber terkenal dan  memiliki banyak pengikut di media sosialnya. Subjek berjumlah tiga orang, subjek dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan dan penggalian data menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan ketiga subjek menggunakan manajemen kesan dalam membuat video. FE pemalu, kurang terbuka dengan orang yang baru di kenal. Dalam membuat video FE menampilkan diri apa adanya. RA bersifat ramah dan lucu mudah bergaul dengan orang lain. Dalam membuat video RA menampilkan dirinya sebagai orang yang lucu serta menampilkan dirinya sebagai orang yang bijak dan memberikan masukkan kepada melalui video yang dibuatnya. Subjek RAN bersifat dewasa dan bijak. Dalam konten youtube nya RAN menampilkan dirinya sebagai seorang yang senang bercerita dan membagikan cerita kepada orang lain. Sedangkan dalam keseharian menampilkan diri sebagai orang yang bijak kepada orang lain.
Hubungan Persepsi Identitas Budaya Dengan Penyesuaian Diri Akademik pada Anak TKI Ilegal Malaysia yang Bermigrasi ke Kalimantan Selatan Hayati, Sari Rifat; Zwagery, Rika Vira; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2139

Abstract

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terbagi menjadi dua yaitu legal dan ilegal.Apabila sesama TKI ilegal memiliki keluarga di negara tujuan, maka anak mereka tidak akan mendapat perlindungan hukum dan hak pendidikan yang layak di negara asing sehingga harus dimigrasi kembali ke Indonesia untuk mendapatkan hak tersebut. Anak-anak yang dimigrasi kembali ke Indonesia cenderung berada dalam budaya yang berbeda sehingga mereka menghadapi kendala yang dapat menghambat penyesuaian diri dilingkungan akademik yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi identitas budaya dengan penyesuaian diri akademik pada anak TKI ilegal Malaysia yang bermigrasi ke Kalimantan Selatan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi identitas budaya dengan penyesuaian diri akademik pada anak TKI ilegal Malaysia yang bermigrasi ke Kalimantan Selatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster purposive sampling dengan sampel adalah siswa kelas XI dari 10 Sekolah Menengah Kejuruan yang menerima siswa repatriasi di Kalimantan Selatan berjumlah 64 orang. Analisispenelitian menggunakan uji korelasi Karl Pearson product moment dengan instrumen penelitian yaitu skala penyesuaian diri dan skala persepsi identitas budaya. Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara persepsi identitas budaya dengan penyesuaian diri akademik pada anak TKI ilegal Malaysia yang bermigrasi ke Kalimantan Selatan dengan arah kedua hubungan variabel yang positif, dimana ketika terjadi peningkatan persepsi identitas budaya maka penyesuaian diri akademik juga akan mengalami peningkatan dan sebaliknya.Kata kunci: persepsi identitas budaya, penyesuaian diri akademik, anak TKI ilegal
Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Etos Kerja Guru SMP Negeri di Tanjung Pangestu, Wishnu Bayu; Hidayatullah, M. Syarif; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2835

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar untuk membangun dan kualitas bangsa. Guru adalah bagian dari sistem pendidikan, karena mereka memiliki peran penting untuk membentuk generasi sekarang dan masa depan, dan karenanya peningkatan kualitas guru merupakan hal yang mendesak. Salah satu faktor yang mempengaruhi etos kerja guru yakni personal yang didalamnya memuat tentang kepercayaan diri sehingga diasumsikan berakibat pada perilaku yang tidak profesional dalam mengajar. Berkaitan dengan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya, etos kerja dikatakan sebagai faktor penentu dari keberhasilan individu, kelompok, institusi, dan juga yang terluas ialah bangsa dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap etos kerja. Populasi dalam penelitian ini yaitu guru SMP Negeri yang ada di Tanjung dalam penelitian berjumlah 145 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling yang mana peneliti mengambil sampel secara acak hingga tercapai jumlah sampel total yang telah ditetapkan yakni 60 guru yang diantaranya dari SMPN 1 hingga 8 Tanjung. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan instrumen penelitian yaitu skala efikasi diri dan etos kerja Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi diri terhadap etos kerja dengan hasil t hitung > t tabel (29,739 > 2,00172). Didapatkan hasil sumbangan efektif atau pengaruh efikasi diri terhadap etos kerja sebanyak 93,8% dan sisanya 6,2% merupakan faktor lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh efikasi diri terhadap etos kerja guru SMP Negeri di Tanjung. Apabila efikasi diri tinggi maka semakin tinggi pula etos kerja yang dimiliki.
Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Minat Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial pada Siswa SMPN 2 Bakumpai, Desa Palingkau, Kabupaten Barito Kuala Mudajaya, Trestya Ayu; Mayangsari, Marina Dwi; Akbar, Sukma Noor
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2402

Abstract

Kurikulum 2013 dirancang agar siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran, untuk terlibat aktif siswa memerlukan minat pada pelajaran. Pada SMPN 2 Bakumpai masih ditemukan siswa yang diduga memiliki minat yang rendah terhadap pelajaran IPS. Faktor yang dapat berpengaruh pada minat belajar IPS salah satunya  adalah pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas yang rendah dapat berpengaruh terhadap minat belajar IPS. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan kelas terhadap minat belajar IPS pada siswa SMPN 2 Bakumpai. Subjek penelitian ini adalah 51 siswa SMPN 2 Bakumpai yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur sebagai instrumen pengambilan data yaitu angket tertutup pengelolaan kelas dan skala minat belajar IPS. Analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linear menggunakan program komputer, didapatkan bahwa t hitung > t tabel (5,749 > 2,010), yang berarti ada pengaruh secara signifikan pengelolaan kelas terhadap minat belajar IPS. Berdasar pada nilai r diperoleh nilai r2 (0,635)2 = 0,403 yang menunjukan bahwa pengelolaan kelas berpengaruh terhadap minat belajar IPS sebesar 40,3%, sedangkan 59,7% merupakan pengaruh dari faktor lainnya yang tidak dibahas pada penelitian ini. Kata Kunci: Pengelolaan Kelas, Minat Belajar IPS, Siswa
Penyesuaian Diri pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SMPN 23 Banjarmasin (Studi Fenomenologi ABK yang Bersekolah bersama Siswa Normal) Ulul Azmi, Ayu Wandari; Safitri, Jehan; Fauzia, Rahmi
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2831

Abstract

Beberapa kasus penolakan yang diterima anak berkebutuhan khusus, menjadikan pembentukan penyesuaian diri bagi masing-masing mereka sangatlah penting. Terlebih bagi anak berkebutuhan khusus yang menjalani pendidikan di sekolah inklusi. Hal tersebut mengharuskan mereka untuk bisa menyesuaikan diri bersama orang-orang dan lingkungan sekitarnya. Sehingga membuktikan bahwa mereka layak dan pantas untuk hidup dalam masyarakat umum disekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyesuaian diri anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah inklusi sesuai dengan aspek penyesuaian diri dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Subjek penelitian yaitu dua orang siswa berkebutuhan khusus berjenis kelamin laki-laki yang duduk di kelas VIII SMP Negeri 23 Banjarmasin dengan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian dari R dan S diketahui bahwa mereka memiliki penyesuaian diri yang cukup baik dengan memenuhi beberapa aspek penyesuaian diri. Kedua subjek mampu untuk mengatur emosi yang muncul ketika terjadi suatu masalah dengan cara menahan, melaporkan kepada orang yang lebih dewasa (guru), serta belajar untuk tidak mengganggu orang lain dengan cara saling menghargai satu sama lain. Adapun faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri R dan S berupa kondisi lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, sehingga mampu meningkatkan penyesuaiannya dengan cukup baik. Guru dan teman yang memberikan perhatian khusus dapat membantu subjek merasa nyaman dan meningkatkan penyesuaian diri mereka dengan cara pembelajaran dan pengalaman. Meski masih dibantu oleh GPK, namun penyesuaian diri R dan S terbentuk cukup baik, terbukti saat di sekolah mereka bisa berteman secara baik dan tidak saling menyakiti.Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah Inklusi ABSTRACTSome cases of rejection received by children with special needs make self-adjustments to each child very important. Especially for children with special needs who are undergoing education in inclusive schools. This requires them to be able to adjust to the people and environment around them. So that it proves that they are worthy and worthy to live in the general public around them. The purpose of this study was to find out self-adjustment of children with special needs who attended an inclusive school based on the aspects of self-adjusment and the influencing factors. A qualitative research design with a phenomenological study approach was used in the study. The research subjects were two male students with special needs in class VIII SMP Negeri 23 Banjarmasin with a purposive sampling technique. Data were collected using observation and interview techniques. The results of the R and S research indicate that they have a fairly good self-adjustment by fulfilling several aspects of adjustment. Both subjects were able to regulate the emotions that arise when a problem occurs by holding back, reporting to an older person (teacher), and learning not to disturb others with mutual respect. The factors that influence the self-adjustment of R and S are in the form of a safe and comfortable school environment, so that it is able to increase the self-adjustment quite well. Teachers and friends who pay special attention can help subjects feel comfortable and improve their self-adjusment to learning and experiences. Although they are still accompanied by SCT, R and S can be adjusted well, it is proven that when they are at school they can be good friends and not hurt each other.Keywords: Self-Adjustment, Children with Special Needs, Inclusive School.
The Relationship Between Perceived Organizational Support With Job Embeddedness in Employees of Waterboom Pesona Modern Banjarmasin Lailasari, Noor; Dewi, Rooswita Santia; Akbar, Sukma Noor
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2841

Abstract

Every company requires its employees as personnel to perform every activity in the organization of a company. An ideal organization or company must have long-term and short-term goals because these goals are the basis of an organization. One of the long term goals is how to keep employees staying in a company. Job embeddedness is a totality of employees which is psychologically, socially, and financially influenced by the organization and community that affects the choice individuals make to remain with a job. The employees with high job embeddedness, who feel that they have a bond and an attachment financially to their company, will choose to stay in their job. The treatment and relationship received by the employees in the organization are interpreted as perceived organizational support. Perceived organizational support is the employees' global belief about the extent to which the organization cares about their well-being and values their contributions. That the employees feel there is organizational support will have a positive impact in the form of the employees’ attitudes and behaviors that can help the company achieve its goals. The purpose of this study was to find out whether there was a relationship between perceived organizational support and job embeddedness in employees of Waterboom Pesona Modern Banjarmasin. The samples in this study were 52 employees who were selected using a total sampling technique. Based on the analysis test, it was found that there was a positive correlation between perceived organizational support and job embeddedness. It can therefore be concluded that the higher the perceived organizational support, the higher the level of job embeddedness in the employees and vice versa. Keywords: perceived organizational support, job embeddedness, employee

Page 1 of 1 | Total Record : 10