cover
Contact Name
Andita Nataria Fitri Ganda
Contact Email
anditaganda@unesa.ac.id
Phone
62 877-3683-6399
Journal Mail Official
terapan-manufaktur@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Ketintang Gedung K4, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya, Jalan Raya ketintang, Kec Gayungan, Kota Surabaya (60231)
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 2337828X     EISSN : 29887429     DOI : https://doi.org/10.26740/jrm.v9i03
The Journal of Mechanical Engineering (JRM) is published three times a year, in April, August, and December, by the Applied Bachelor Degree Program (D4) in Mechanical Engineering, Faculty of Vocational Studies, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). It serves as a medium of information and a forum for Development of Technology, Numerical Studies, Experimental Studies, and Applied Research in the field of Mechanical Engineering. The journal contains scientific papers, summaries of research results, literature reviews, and original critical ideas. The editorial team invites researchers, practitioners, and anyone interested in contributing articles that have not been published elsewhere. The themes of the articles include Machining Materials and Metallurgy Manufacturing Processes Mechanical Design Control Systems
Articles 288 Documents
Rancang Bangun Mesin Pembuat Briket Arang Sabut Kelapa Semi Otomatis Priyambada, Sashatta Daniela; Abdi, Ferly Isnomo; Sakti, Arya Mahendra; Ganda, Andita Nataria Fitri; Tsamroh, Dewi ‘Izzatus
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 03 (2024): JRM Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i03.65991

Abstract

Indonesia is a tropical country with many coconut trees (cocos nucifera). Coconut fiber is currently only a waste that cannot be utilized. We can utilize it into charcoal briquettes. The utilization of charcoal briquettes is one of the solutions in exploring alternative energy sources and reducing environmental pollution. In general, the briquette production process is carried out with three different machines, namely a mixer, an extruder, and a cutting machine. This research aims to design and test the function of a semi automatic coconut fiber charcoal briquette making machine. The research method used is Research and Development (R&D). The results of this study obtained frame dimensions of 700 mm x 270 mm, extruder tube length of 500 mm with a diameter of 100 mm, shaft length of 550 mm with a diameter of 25 mm, using a ½ HP AC electric motor with a speed of 1400 RPM, 3 inch and 4 inch pulleys, speed reducer WPA 40 ratio of 1 : 20, briquette mold 30 mm x 30 mm x 30 mm. The test found that the best capacity and rotation for the coir charcoal briquette making machine is by using a 4 inch pulley variation with an average printing capacity of 7,3 kg/hour and a rotation speed of 94,7 RPM, so the larger the pulley used the faster the rotation speed and the capacity of the printing results is also faster. Keywords: Charcoal Briquette, Coconut Coir, Semi Automatic, Briquetting Machine
Analisis Proses Sandblasting Permukaan Logam dengan Pasir Silika dan Udara Bertekanan 6 bar 'Ilmi, Muhammad Iklil Ulil; Utama, Firman Yasa; Warju, Warju; Wulandari, Diah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 03 (2024): JRM Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i03.66045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan variasi ukuran pasir terhadap lama proses sandblasting, serta mempelajari cara pengujian mesin sandblasting menggunkanan kompresor dengan tekanan udara 6 bar. Masalah metode predegreasing yang digunakan oleh sebagian masyarakat masih menggunakan metode pembersihan permukaan secara manual. Metode penelitian yang dipakai adalah Research and Development (R & D) dengan model Experimental Development (Pengembangan Eksperimental), Borg & Gall. Hasil yang didapatkan dari pengujian mesin sandblasting menggunakan pasir silika berukuran 80 mesh dan 100 mesh menggunkan udara bertekanan 6 bar dengaan kecepatan aliran udara sekitar 903.5 m/s, penggunaan pasir berukuran 80 mesh waktu yang dibutukan untuk membersihakan permukaan specimen adalah 15.07s, 14.89s, 15.02s. Sedangkan pada pengujian kedua dengan penggunaan pasir berukuran 100 mesh waktu yang dibutukan untuk membersihakan permukaan specimen adalah 13.13s, 13.22s, 13.10s. waktu tercepat yang diperoleh adalah 13,10s menggunakan pasir berukuran 80 mesh, dibandingkan menggunakan pasir berukuran 100 mesh dengan sama-sama menggunakan tekanan 6 bar.
Analisis Biaya Pemesinan Dalam Proses Pengeboran Menggunakan Mata Bor HSS Dan Variasi Material Benda Kerja Pamenang, Ferli Rycarhana; Utama, Firman Yasa; Ganda, Andita Nataria Fitri; Puspitasari, Dewi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 03 (2024): JRM Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i03.66346

Abstract

The manufacturing industry has experienced rapid development, one of which is drilling machines, both conventional and semi-automatic. This research aims to determine the effect of differences in workpiece materials on the processing time using a semi-automatic drilling machine. Next, the influence of rotation speed and processing costs as well as variations in engine rotation on the workpiece material of the semi-automatic drilling machine.The experimental method is used to determine the data and analyze the variation of machine rotation and drill bits diameter on the time and cost of work on the material of the workpiece being tested.The research results show that using a 5 mm diameter HSS drill bit at a rotation speed of up to 1919 Rpm results in different processing times and costs. Aluminum 6063 with an average processing time of 32.3 seconds and a cost of Rp. 96.64, Steel ST 37 with an average processing time of 79.5 seconds and a cost of Rp. 193, and stainless steel 304 has no time and cost results due to the drill bit broke and this material is not recommended. Pada industri manufaktur telah mengalami perkembang pesat salah satunya dengan mesin bor, baik konvensional maupun semi otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan material benda kerja terhadap waktu proses pengerjaan menggunakan mesin bor semi otomatis. berikutnya pengaruh kecepatan putaran dan biaya pengerjaan serta variasi putaran mesin terhadap material benda kerja mesin bor semi otomatis. Metode eksperimen yang digunakan untuk menentukan data dan menganalisis dari variasi putaran mesin dan diameter mata bor terhadap waktu dan biaya pengerjaan pada material benda kerja yang diuji.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mata bor HSS berdiameter 5 mm pada kecepatan putaran hingga 1919 Rpm menghasilkan waktu pengerjaan dan biaya yang berbeda. Aluminium 6063 dengan rata-rata waktu pengerjaan 32,3 detik dan biaya Rp 96,64, Baja ST 37 dengan rata-rata waktu pengerjaan 79,5 detik dan biaya Rp 193, dan stainless stell 304 tidak ada hasil waktu dan biaya dikarenakan mata bor mengalami patah dan tidak disarankan material tersebut.
Analisis Biaya Permesinan dalam Proses Pengeboran pada Material Baja ST 37 dengan Variasi Material Mata Bor Austin, Aqsha Parisya; Utama, Firman Yasa; Riandadari, Dyah; Abdi, Ferly Isnomo
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 03 (2024): JRM Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i03.66350

Abstract

Pada masa kini penggunaan mesin perkakas sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia terutama dalam bidang industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan waktu dan biaya dari setiap jenis material mata bor dan mengetahui pengaruh dari kecepatan dari putaran spindel terhadap pengerjaan pengeboran.  Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yang dimana mesin bor yang digunakan adalah mesin bor semi-otomatisKTK LGT-360, dengan tiga jenis material mata bor yang berbeda yaitu, mata bor HSS, Kobalt dan Karbida dengan diameter 5mm, dan diujikan pada material benda kerja jenis baja karbon lunak ST 37. Mata bor kobalt memiliki waktu dan biaya relatif rendah dibandingkan  dengan mata bor hss dan karbida untuk pengeboran material benda kerja baja ST 37 menggunakan mesin bor semi-otomatis KTK LGT-360.
Perancangan dan Uji Fungsi Mesin Peniris Minyak Bawang Goreng dengan Kapasitas 1 Kg Ramadhan, Aldhi Fahrezy; Riandadari, Dyah; Sakti, Arya Mahendra; Wulandari, Diah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 03 (2024): JRM Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i03.66393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun mesin peniris minyak bawang goreng dengan kapasitas 1 kg, serta melakukan uji fungsi untuk mengukur kinerja mesin tersebut. Proses perancangan mesin ini melibatkan beberapa tahapan, yakni studi literatur, perhitungan, pengerjaan alat dan bahan, perakitan, pengujian, serta analisis hasil yang diperoleh. Mesin peniris minyak yang dirancang memiliki saringan dengan kapasitas 1 kg dan gaya total sebesar 45.08 N. Hasil uji fungsi menunjukkan bahwa kinerja mesin ini paling optimal pada putaran 1400 RPM, yang menghasilkan tingkat penirisan minyak yang lebih efisien. Mesin ini mampu meniriskan bawang goreng dengan hasil minyak yang terpisah secara signifikan. Setelah bawang goreng ditiriskan selama 5 detik, berat minyak yang terpisah mencapai 192 gram, dan dalam 20 detik berikutnya, tambahan minyak yang terpisah sebanyak 15 gram. Mesin ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pengolahan bawang goreng, serta mengurangi sisa minyak yang terbuang. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi alat peniris minyak yang lebih efektif, yang dapat digunakan untuk industri pengolahan makanan dengan lebih efisien
Pengaruh Mata Pisau Dynaflow Blade 4 Dan 12 Cutter Pada Mesin Pencacah Sampah Organik Terhadap Waktu Produksi Nasrul, Nasrulloh Ibrahim; Utama, Firman Yasa; Riandadari, Dyah; Puspitasari, Dewi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.66422

Abstract

Mesin pencacah sampah organik memiliki komponen yang sangat penting, yaitu mata pisau. Mata pisauberfungsi untuk mencacah sampah organik menjadi lebih kecil, sehingga dapat dengan mudah diolah menjadi produklainya. Tipe mata pisau yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tipe dynaflow blade yang terinspirasi dari penelitianterdahulu dengan memodifikasinya menjadi 4 dan 12 mata pisau cutter. Penelitian ini bertujuan untuk menentukanjumlah mata pisau yang memiliki waktu pencacahan dan waktu produksi paling cepat. Metode yang digunakan olehpeneliti adalah metode penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan eksperimental. Hasil yang didapatkan setelahmelakukan pengambilan data yaitu, jumlah mata pisau cutter 4 memiliki rata-rata waktu pencacahan selama 251 detikdengan kapasitas produksi 107,6 kg/jam, sedangkan mata pisau cutter 12 memiliki rata-rata waktu pencacahan palingcepat yaitu selama 184 detik dengan kapasitas produksi sebesar 146,7 kg/jam. Hal ini bisa terjadi dikarenakan bebanpencacahan terbagi dengan lebih banyak mata pisau, sehingga jumlah potongan dalam satu putaran lebih banyak danproses pencacahan lebih cepat serta kapasitas produksi menjadi lebih banyak. Berdasarkan hasil tersebut dapatdisimpulkan semakin banyak jumlah mata pisau, semakin singkat pula waktu produksinya.
Pengaruh Mata Pisau 12 Cutter pada Mesin Pencacah Sampah Organik terhadap Kapasitas Produksi Febrianto, Andrie Seva; Utama, Firman Yasa; Wulandari, Diah; Widoretno, Yustin Setiya
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.66720

Abstract

Sampah organik yang dihasilkan setiap harinya bertambah dapat menimbulkan permasalahan sampahbaik di jenjang daerah maupun rumah tangga. Dengan adanya alat penghancur sampah organik dalam skalakecil yang bisa diaplikasikan di setiap rumah. Mesin pencacah untuk sampah organik yang mempunyai dimensiringkas dengan penggunaan daya dan biaya yang sesuai dengan kebutuhan rumah tangga. Mesin pencacahsampah organik memiliki komponen yang sangat penting, yaitu mata pisau. Mata pisau berfungsi untukmencacah sampah organik menjadi lebih kecil sehingga dapat dengan mudah diolah menjadi produk lainnya.Tipe mata pisau yang digunakan yaitu tipe dynaflow blade dengan jumlah mata pisau cutter 12. Metode yangdigunakan adalah metode penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan eksperimental. Parameter yangdiukur meliputi kecepatan pencacahan, ukuran hasil cacahan, dan kapasitas produksi dalam satuan kg/jam. Padapenelitian ini pengaruh mata pisau 12 cutter pada mesin pencacah sampah organik membutuhkan air untukmemudahkan mencacah dan mempercepat waktu cacahan produksi. Hasil dari pengaruh tersebut mendapatkankapasitas produksi 89,5kg/jam dengan perbandingan sampah dan air 1:1 dan berat total sampah dan air 5000g.Untuk rata-rata waktu pencacahan yang didapatkan 201 detik.
Perancangan Spray Booth Multifungsi Sebagai Media Untuk Mengatur Jarak Semprot dan Waktu Pengeringan Cat Rahman, Muhammad rahmani willdanata; Utama, Firman Yasa; Riandadari, Dyah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.66545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang Spray Booth multifungsi guna meningkatkan kualitas pengecatan dan efisiensi proses pengeringan benda kerja, khususnya bagi industri kecil dan menengah. Alat berukuran 600 mm × 500 mm × 500 mm, menggunakan pelat besi 1,2 mm, serta dilengkapi dengan tatakan berputar berdiameter 340 mm yang beroperasi pada kecepatan 27,6 rpm, digerakkan oleh dinamo DC 12V. Sistem pengeringan menggabungkan exhaust kipas 90 mm × 90 mm dan lampu pijar 15 watt yang mampu meningkatkan suhu hingga 53,5°C. Fitur pengaturan jarak semprot 10 cm dan 20 cm dirancang untuk memastikan distribusi cat yang merata. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) meliputi tahapan perancangan, pembuatan, dan pengujian fungsi alat dengan beberapa pengulangan uji. Hasil pengujian menunjukkan jarak semprot berpengaruh signifikan terhadap waktu pengeringan dan suhu; pada jarak 10 cm suhu rata-rata 53,5°C dengan waktu pengeringan 23,01 menit, sedangkan pada jarak 20 cm suhu rata-rata 51,6°C dengan waktu pengeringan lebih cepat, yaitu 19,47 menit. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan jarak semprot dapat mempercepat proses pengeringan meskipun suhu sedikit menurun, sehingga Spray Booth ini dapat meningkatkan efisiensi waktu dan kualitas pengecatan pada skala industri kecil.
PENGARUH VARIASI DIMENSI COIL TERHADAP RESISTENSI PADA PRODUK MESIN COIL PREBUILD VAPE rachmansyah, fajar; Ganda, Andita; Utama, Firman Yasa; Riandadari, Dyah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.66921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dimensi coil terhadap resistensi pada produk mesin coil prebuild vape. Coil merupakan komponen utama dalam perangkat vape yang berfungsi sebagai elemen pemanas untuk mengubah cairan menjadi uap. Resistensi coil mempengaruhi kinerja perangkat vape, termasuk produksi uap dan konsumsi daya baterai, yang memiliki dampak langsung pada pengalaman pengguna. Variasi dimensi coil, seperti diameter lilitan dan jenis kawat, dapat memengaruhi nilai resistensi yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan memvariasikan diameter coil (2 mm, 2,5 mm, dan 3 mm) serta menggunakan kawat Nichrome Ni60 berukuran 26 AWG dan 28 AWG. Pengujian dilakukan dengan mengukur resistensi coil menggunakan ohmmeter setelah coil dipasang dan dipanaskan dalam perangkat vape. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar diameter lilitan coil, semakin tinggi nilai resistensi yang dihasilkan. Nilai resistensi rata-rata untuk diameter 2 mm adalah 0,41 Ω, diameter 2,5 mm sebesar 0,46 Ω, dan diameter 3 mm sebesar 0,49 Ω. Penelitian ini melibatkan 30 sampel coil untuk masing-masing variasi diameter, dan analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan resistensi antar diameter adalah signifikan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa dimensi coil, terutama diameter lilitan, memiliki pengaruh signifikan terhadap resistensi, di mana peningkatan diameter lilitan akan menyebabkan kenaikan nilai resistensi. Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pengembangan perangkat vape yang lebih efisien dan berkualitas di industri manufaktur coil, serta menjadi referensi bagi penelitian lanjutan mengenai optimasi performa vaping.
Studi Karakteristik Briket Arang Sabut Kelapa dengan Variasi Komposisi Menggunakan Mesin Screw Extruder Alfarizi, Edgar Hafizh; Abdi, Ferly Isnomo; Ganda, Andita Nataria Fitri; Sakti, Arya Mahendra
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.67067

Abstract

Ekspansi industri pengolahan kelapa nasional menghasilkan melimpahnya limbah sabut yang belum dimanfaatkan secara optimal, menciptakan potensi bernilai yang terabaikan. Tujuan penelitian ini untuk memanfaatkan sabut kelapa dan mencari variasi komposisi terbaik untuk briket arang sabut kelapa dengan perekat tapioka menggunakan mesin pembuat briket srew extruder. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen memvariasikan perbandingan komposisi antara bahan baku arang sabut kelapa dengan bahan perekat tepung tapioka dengan perbandingan 95:5, 90:10, 85:15 dari 100gr massa. Penelitian ini menggunakan tiga variasi komposisi, yaitu 95:5, 90:10, dan 85:15. Parameter yang diuji meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, laju pembakaran, dan drop test shatter index. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa briket dengan komposisi 95:5 memiliki nilai kalor tertinggi 6142,42 kal/g dan kadar air yang rendah 7,15%, sehingga cocok untuk kebutuhan energi tinggi. pada variasi 85:15 unggul pada laju pembakaran yang lebih irit (0,1359) dan ketahanan fisik terbaik 0,59%, menjadikannya ideal untuk pembakaran yang stabil dan tahan lama. Variasi 90:10 memberikan hasil rata-rata tanpa keunggulan tertentu. Kesimpulannya campuran bahan baku dan perekat sangat memengaruhi karakteristik briket, dan pilihan komposisi terbaik bergantung pada kebutuhan pengguna. Standar kualitas briket yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada spesifikasi briket arang nasional SNI 01-6235-2000. Parameter dalam standar ini menjadi tolok ukur evaluasi mutu briket yang dihasilkan.