cover
Contact Name
Davi Apriandi
Contact Email
davi.mathedu@unipma.ac.id
Phone
085235210781
Journal Mail Official
refleksi@unipma.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas PGRI Madiun Gedung Lab. Terpadu UNIPMA, Lantai Dasar Jl. Letkol Suwarno, Kanigoro, Madiun 63118
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 29628822     DOI : -
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan adalah jurnal ilmiah yang fokus pada publikasi artikel-artikel ilmiah dari hasil penelitian dan pendidikan interdisipliner yang dipresentasikan pada pengolahan dan analisis data sebagai contoh penerapan spesifik suatu model penelitian. Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan menerima artikel-artikel dari penelitian dalam ruang lingkup antara pendidikan lain, IPTEK, sosial, politik, ekonomi, budaya, agama dan atau hubungan antara pendidikan dengan aspek-aspek IPTEK, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan agama.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "vol. 4 no. 2 (2026)" : 4 Documents clear
PENGEMBANGAN E-MODUL ETNOMATEMATIKA BERBANTUAN GEOGEBRA BOOK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP TEOREMA PYTHAGORAS SISWA SMP Eni Milawati; Davi Apriandi; Tri Andari
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v4i2.25003

Abstract

Pemahaman konsep siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII SMPN 4 Madiun masih rendah, salah satunya karena bahan ajar yang belum bersifat interaktif dan kontekstual. Penelitian terdahulu telah mengembangkan e-modul berbantuan GeoGebra maupun menerapkan etnomatematika dalam pembelajaran matematika secara terpisah; namun integrasi keduanya dalam konteks budaya lokal Madiun untuk materi teorema Pythagoras belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul etnomatematika berbantuan GeoGebra Book pada materi teorema Pythagoras yang valid, praktis, dan efektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian platform GeoGebra Book dengan konteks etnomatematika lokal Madiun—motif batik kawung dan struktur rumah adat joglo—sebagai inovasi bahan ajar digital. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Thiagarajan et al., 1974) yang dimodifikasi menjadi 3D. Subjek penelitian adalah siswa kelas 8C (uji terbatas, 8 siswa) dan kelas 8D (uji lapangan, 27 siswa) SMPN 4 Madiun. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respon siswa dan guru, serta tes pemahaman konsep (pretest dan posttest). Hasil penelitian menunjukkan e-modul memperoleh validitas 86% dari ahli media dan 100% dari ahli materi (rata-rata 93%, kategori sangat valid), dinyatakan praktis berdasarkan respon siswa (80,32%) dan guru (87,14%), serta efektif dengan skor N-Gain sebesar 0,41 pada uji lapangan (kategori sedang), yang menunjukkan peningkatan pemahaman konsep yang bermakna meskipun masih terdapat ruang untuk optimalisasi. E-modul ini dapat menjadi alternatif bahan ajar matematika berbasis teknologi dan budaya lokal.   Students' conceptual understanding of the Pythagorean theorem in grade VIII SMPN 4 Madiun remains low, partly due to the absence of interactive and contextual teaching materials. Previous studies have developed GeoGebra-assisted e-modules or applied ethnomathematics in mathematics learning separately; however, their integration within the local Madiun cultural context for the Pythagorean theorem has not been explored. This study aims to develop an ethnomathematics e-module assisted by GeoGebra Book on the Pythagorean theorem that is valid, practical, and effective. The novelty of this research lies in the integration of the GeoGebra Book platform with local Madiun ethnomathematics—batik kawung motifs and joglo traditional house structures—as a digital learning innovation. The study employed the R&D method with a 4D model (Thiagarajan et al., 1974) modified to 3D. Research subjects were students of class 8C (limited trial, 8 students) and class 8D (field trial, 27 students) at SMPN 4 Madiun. Data were collected through expert validation sheets, student and teacher response questionnaires, and conceptual understanding tests. The e-module obtained validity scores of 86% from media experts and 100% from material experts (average 93%, very valid), was considered practical based on student responses (80.32%) and teacher responses (87.14%), and effective with an N-Gain score of 0.41 in the field trial (moderate category), indicating meaningful improvement in conceptual understanding though still room for further optimization. This e-module can serve as an alternative technology- and culture-based mathematics learning resource.
IKAN KUTUK SANG ABDI SETIA DEWI SRI: PERUMUSAN LEGENDA RAKYAT MELALUI PENELITIAN EKSPEDISI SEBAGAI PEMBELAJARAN MULTILITERASI ANAK USIA SEKOLAH DASAR Tasya Hasnabila Qonitatin Hafidzoh; Fida Chasanatun; Candra Dewi; Eka Nofri Ari Yanto
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v4i2.24544

Abstract

Multiliterasi merupakan salah satu keterampilan abad 21 sangat penting untuk dikuasai bagi siswa sekolah dasar. Multiliterasi dapat diimplementasikan dengan memanfaatkan cerita anak berupa kisah legenda lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan alur cerita yang terbentuk dalam masyarakat mengenai kisah legenda lokal dari situs Petirtaan Dewi Sri yang bersumber dari masyarakat Desa Simbatan, Magetan serta menyusun kisah tersebut sebagai legenda bahan pembelajaran multiliterasi bagi siswa sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenologi dengan penelusuran ekspedisi lapangan (expedition field technique). Penelitian kualitatif dilaksanakan dengan observasi, wawancara, dam dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode constant comparative dengan menerapkan people oriented research. Penelitian menerapkan purposive sampling dan snowball sampling sebagai metode dalam pengumpulan data penelitian dengan mewawancarai narasumber/ informan yang memiliki pengetahuan sejarah yang mendalam terkait situs Petirtaan Dewi Sri. Tokoh yang diwawancarai meliputi juru kunci, penjaga situs, penulis buku sejarah, pelaku seni, perangkat desa, hingga sesepuh di Desa Simbatan, Magetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat lokal khususnya dari situs Petirtaan Dewi Sri di Desa Simbatan memiliki kearifan lokal yang dapat diintegrasikan sebagai bahan pembelajaran multiliterasi yang mampu menanamkan nilai-nilai moral kepada anak usia sekolah dasar.
THE THE DISCOURSE OF CULTURAL ENCOUNTERS, CONFLICTS, AND COEXISTENCE: A COMPARATIVE SYSTEMIC FUNCTIONAL ANALYSIS OF SOUTH ASIAN DIASPORA FILM NARRATIVES Sigit Ricahyono; Lusia Kristiasih Dwi Purnomosasi; Pinandhita Sih Gita Magna Manggala
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v4i2.25382

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana perjumpaan, konflik, dan koeksistensi budaya dibangun secara diskursif dalam film-film diaspora Asia Selatan - East Is East (1999), The Namesake (2006), dan Lion (2016). Dengan menggunakan desain analisis wacana kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan Linguistik Fungsional (SFL) Sistemik dengan dimensi budaya Hofstede dan teori manajemen konflik. Temuan menunjukkan perkembangan yang bermakna: East Is East menggambarkan kolektivisme koersif yang menghasilkan kebuntuan yang tidak nyaman; The Namesake menunjukkan penghindaran yang berkembang menjadi integrasi melalui kesedihan; dan Lion mencapai kepemilikan ganda melalui akomodasi tanpa syarat. Analisis transitivitas (SFL) mengungkapkan pergeseran yang bersesuaian dari proses material yang bersifat kewajiban ke proses mental yang bersifat pengakuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa koeksistensi muncul sebagai spektrum dari kebuntuan yang dipaksakan, melalui hibriditas yang dinegosiasikan, hingga kepemilikan ganda yang dipilih secara bebas. Narasi film membangun wacana-wacana yang berbeda tentang negosiasi perbedaan budaya. Penelitian mendatang diharapkan memperluas korpus ke konteks diaspora lainnya dan mengkaji narasi digital, atau menggunakan software seperti NVIVO atau ATLASTI.   This study investigates how cultural encounter, conflict, and coexistence are discursively constructed in South Asian diaspora films - East Is East (1999), The Namesake (2006), and Lion (2016). Employing a qualitative discourse-analytic design, the research integrates Systemic Functional Linguistics with Hofstede's cultural dimensions and conflict management theory. The findings reveal a meaningful progression: East Is East depicts coercive collectivism producing uneasy stalemate; The Namesake shows avoidance evolving into integration through grief; and Lion achieves dual belonging through unconditional accommodation. Transitivity analysis reveals corresponding shifts from material processes of obligation to mental processes of recognition. The study concludes that coexistence emerges as a spectrum from coerced stalemate through negotiated hybridity to freely chosen dual belonging. Film narratives construct distinct discourses about negotiating cultural differences. Future research should extend the corpus to other diaspora contexts and examine digital narratives, or adopting softwares such as NVIVO and ATLASTI.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS DITINJAU DARI PSYCHOLOGICAL RESILIENCE SISWA Fina Uzlifatil Jannah; Edi Irawan
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v4i2.25419

Abstract

Kemampuan berpikir analitis merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran matematika, namun masih tergolong rendah karena siswa cenderung menghafal prosedur tanpa memahami konsep secara mendalam. Selain itu, faktor internal seperti psychological resilience turut memengaruhi kemampuan siswa dalam menghadapi kesulitan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa, menganalisis pengaruh psychological resilience, serta mengkaji interaksi antara model pembelajaran dan psychological resilience. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen dan desain faktorial 2×3. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dengan Discovery Learning dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir analitis dan angket psychological resilience. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Discovery Learning lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis dibandingkan pembelajaran konvensional. Selain itu, psychological resilience berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa, dan terdapat interaksi antara model pembelajaran dan psychological resilience. Dengan demikian, penerapan Discovery Learning yang memperhatikan kondisi psikologis siswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis secara optimal.   Analytical thinking skills are essential in mathematics education, yet they remain relatively underdeveloped because students tend to memorize procedures without deeply understanding the underlying concepts. Additionally, internal factors such as psychological resilience influence students’ ability to cope with learning difficulties. This study aims to analyze the effect of the Discovery Learning model on students’ analytical thinking skills, examine the influence of psychological resilience, and investigate the interaction between the learning model and psychological resilience. This study employs a quantitative approach using an experimental design with a 2×3 factorial design. The sample consists of two classes: an experimental class using the Discovery Learning model and a control class using conventional instruction. Data were collected through an analytical thinking skills test and a psychological resilience questionnaire. The results indicate that Discovery Learning is more effective in enhancing analytical thinking skills compared to conventional learning. Furthermore, psychological resilience influences students’ analytical thinking skills, and there is an interaction between the learning model and psychological resilience. Thus, the implementation of Discovery Learning that takes students’ psychological conditions into account can optimally enhance analytical thinking skills.

Page 1 of 1 | Total Record : 4