cover
Contact Name
Wuri Indri
Contact Email
wacanakinerja@gmail.com
Phone
085374604103
Journal Mail Official
wacanakinerja@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kiara Payung KM. 4, 7 Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat 45366 Telp. (022) 7790048-7790044-7790049-7782041-7782042 Fax. (022) 7790055-7782178
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik
ISSN : 14114917     EISSN : 26209063     DOI : 10.31845/jwk
This journal focuses on disseminating problems and issues in public administration and public policy. Published journal article of Jurnal Wacana Kinerja covers areas, including: Public sector human resource management; Public sector organization; Public sector management; Public sector innovation; Public service; Public policy; Local government; and Governance.
Articles 550 Documents
Pola Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan Bagi Aparatur Pemerintah dalam Menghadapi Tantangan Global (Studi Kasus Pada Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Di KESDM) Makmun Abdullah
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Center fo State Civil Apparatus Training and Development and Competency Mapping

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v21i1.63

Abstract

Leadership development program is an integrated leadership quality development program towards individuals and organizations to achieve organizational goals.  This is important in response to the urgent need to prepare competent leaders in the face of global challenges and uncertainty conditions. Through appropriate leadership development programs, government/institutions are expected to achieve their goals effectively and efficiently. Currently there has been a paradigm shift in leadership development programs that more targeted to the human side by focusing on individuals rather than on their own management processes. This research is expected to answer questions related to the benefits, effectiveness, and development of Leadership Training program organized by the Ministry of Energy and Mineral Resources at this time. The approach of this research is literature review and qualitative descriptive by distributing questionnaires with respondents of alumni of Diklatpim Level IV at KESDM Year 2017. The results show that the Leadership Training which has been held essentially in accordance with the trend of leadership development that is considered most effective model at this time. The alumni of leadership training program have also benefited from the implementation of the training.
Pemberdayaan Kelembagaan Pemerintah Dalam Meningkatkan Daya Saing Dan Produktivitas Organisasi Tri Widodo W Utomo
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 8, No 2 (2000)
Publisher : Center fo State Civil Apparatus Training and Development and Competency Mapping

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v8i2.600

Abstract

Dalam iklim persaingan dunia yang semakin ketat, keunggulan kompetitif perlu dibina. Dalam hal ini, terdapat 3 faktor SDM, faktor ketatalaksanaan dalam arti pengaturan (regulation) atau pemberlakuan kebijakan publik (public policy), serta faktor kelembagaan. Ketiganya perlu diberdayakan. Pembinaan/ pemberdayaan SDM, perlu diarahkan kepada terwujudnya sosok aparatur yang terampil, menguasai bidang tugasnya, berwawasan luas, profesional, serta menerapkan nilai-nilai imtak dan iptek dalam mendukung kelancaran tugsnya. Pemberdayaan ketatalaksanaan diarahkan pada tersedianya perangkat aturan/ hukum yang menciptakan iklim kondusif bagi tumbuhnya kreativitas dan daya cipta (inovasi), penyederhanaan prosedur perijinan dan pelayanan umum, serta konsistensi kebijakan yanng menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat. Sedangkan pemberdayaan kelembagaan diarahkan kepada terbentuknya struktur dan kewenangan organisasi yang bersifat luwes dan fleksibel, akordion, kejelasan dalam pembagunan dan pembagian tugas, ramping, serta memperbanyak tenaga-tenaga ahli fungsional.
Analisis Efektivitas Dan Kontribusi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Terhadap Pendapatan Daerah Di Kota Bandung Yulia Anggara Sari
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Center fo State Civil Apparatus Training and Development and Competency Mapping

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v13i2.309

Abstract

Efectivity of tax revenue can be an indicator of performance in Dinas Pendapatan (Dipenda) Kota Bandung. Tax revenue had called efective if the acceptance fit to the real potention. The aim of this research is to gain knowledge the efectivity of land and building tax revenue based on tax target and contribution toward local revenue in Bandung City. This research using descriptive method, using APBD Kota Bandung from 2002 to 2008 as main data source. The result show that (1) efectivity of land and building tax revenue rate from 2002 to 2008, had fluctuative condition with average of 99,07% that include in efective criteria. (2) growth rate of area income in Bandung City from 2002 to 2008 average of 15,92%. (3) contribution of land and building tax toward local revenue in average 6,15% that means bad contribution. The recomendation highlights the importance of repeating datacheck to subject dan object of land and building tax so the result can be significant and increasing local revenue to finance the government activity.
Kinerja Pemerintahan Kota Bogor dalam Pembangunan Manusia untuk Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran di Kota Bogor Tahun 2022 Alhilal Yusril Hawari; Utang Suwaryo; Dede Sri Kartini
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : Center fo State Civil Apparatus Training and Development and Competency Mapping

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v26i2.846

Abstract

This research is motivated by problems that occurred in Bogor City, there are many unemployment and high level of poverty that happen in 2022,. The drop of human development index in 2020 are being judged to be the most impactful factor that rising the number of unemployment and number of poverty. Bogor government performance being one thing that can be seen to know how the role of government to overcome the problem. Therefore, the purpose of this research is to find out how bogor government work performances to overcome the rise of number unemployment and poverty in Bogor.  In this research, descriptive method with qualitative approach was used. Data collection was obtained through formal and informal interview, and documentation. Informants were determined by purposive sampling in order to achieve the real data by interviewing informant that are responsible to the conditions. This Research used Wasistiono government organizations work performances theory to measure government work performances through some dimensional such as productivity, service quality, responsivity and resposibility. The researcher can conclude that Bogor government work performances are displeasing in terms of productivity, service quality, and responsivity to human development problems.
Analisis Implementasi Kebijakan Pemberdayaan Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi Hendrikus Tri Wibawanto Gedeon
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 9, No 2 (2006)
Publisher : Center fo State Civil Apparatus Training and Development and Competency Mapping

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v9i2.438

Abstract

In order to strengthen grass-root economy, the Indonesian government has releaased Law No. 9 Year 1995 comprising policies particularly directed to empowering the country’s cooperatives and small-medium enterprises. However, in practice, hindrances occur and cause the failure in achieving the policies goals. This article tries to elaborate those hindrances. Furthermore, key factors based upon the theory of policy implementation are analyzed to shoot the problems so that future implementation of such policies is able to bring about the expected goals.
URGENSI PROYEK PERUBAHAN PADA DIKLAT KEPEMIMPINAN POLA BARU DI PUSAT KAJIAN DAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR I LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA (PKP2A I LAN) Permana, Budi
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v19i2.2

Abstract

Sejak Tahun 2014, sistem penyelenggaraan diklat mulai menggunakan pola baru. Peraturan Kepala LAN Nomor 10, 11, 12, dan 13 tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat I, II, III, dan IV mengharapkan agar penyelenggaraan diklat lebih berkualitas, efisien, dan efektif serta mampu membentuk sosok pemimpin birokrasi yang memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Diklatpim dengan Pola baru diharapkan meluluskan alumni yang kompeten dan mampu menunjukkan kinerja dalam memimpin perubahan. Jika sebelumnya output diklat hanya menghasilkan kertas kerja, maka pada diklat ini peserta diminta mampu membuat suatu perubahan nyata. Penelitian ini mengkaji bagaimana peserta mengungkapkan pengalamannya mengenai urgensi proyek perubahan pada diklat kepemimpinan pola baru di PKP2A I LAN. Penelitian ini menggunakan fenomenologi sebagai metode dan teori, jenis penelitian kualitatif, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dengan memilih 11 orang alumni diklat kepemimpinan tahun 2014 sebagai peserta angkatan pertama kali mulai diberlakukannya diklat kepemimpinan pola baru. Subjek dipilih berdasarkan pengalamannya setelah mengikuti diklatpim di PKP2A I LAN dan bersedia mengungkapkan dan mengeksplorasi pengalamannya secara sadar, sehingga dapat menginformasikan pengalamannya tentang urgensi proyek perubahan yang dilaksanakannya pada Diklat Kepemimpinan dengan pola baru.
Perspektif Perencanaan Pembangunan Wilayah Menghadapi Era Global Riyadi, Riyadi
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 5, No 1 (2002)
Publisher : Center fo State Civil Apparatus Training and Development and Competency Mapping

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v5i1.566

Abstract

Pemberian otonomi kepada daerah pada dasarnya merupakan upaya pemberdayaan daerah dalam rangka mengelola pembangunan di daerahnya. Namun dalam pelaksanaannya masih belum optimal, walaupun secara konseptual pentingnya otonomi daerah dalam rangka pemberdayaan daerah sudah disadari oleh seluruh komponen bangsa. Untuk memberdayakan daerah, setidakanya ad 3 faktor paradigma pemberdayaan yang perlu disepakati oleh semua pihak dalam rangka mewujudkan otonomi daerah yang nyata, yakni : pertama pemberdayaan dalam konteks teritorial (kewilayahan); kedua, pemberdayaan dalam konteks struktur (tata) pemerintahan, ketiga, pemberdayaan dalam konteks kemasyarakatan, dimana satu sam lain terkait.
From Instrument To Agent; The Metamorphosis Of Media's Role In Curbing Corruption In Indonesia Politics (Case Study on The Incident of Corruption by Kendal Regent Hendy Boedoro, Kendal Regency, Central Java Province 2005-2006 Wijayanto Wijayanto
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Center fo State Civil Apparatus Training and Development and Competency Mapping

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v15i1.276

Abstract

Sebu.ah studi yang dilakukan oleh Rick Stapenhurst (2000) di Amerika Serikat dan di beberapa negara Amerika Latin seperti: Equador, Venezuela dan Brazil menemukan bahwa media masa memainkan peranan penting dalam pemberantasan korupsi. Akan tetapi, pertanyaan patut diajukan tentang apakah media yang memainkan peran sebagai agen ataukah sekedar instrumen dalam pemberantasan korupsi. LIntuk menjawab pertanyaan tersebut dalam konteks politik Indonesia, studi ini melihat insider korupsi oleli Bupati Kendal Heady Beodoro sebagai studi kasus. Sebagai metode, studi ifli melakukan triangulasi metode dengan mengombinasikan analisis isi quantitative terhadap 2 (dua) surat kabar yaitu. Suam Merdeka dan Kompas dan wawancara mendalam terhadap prays jurnalis, aktivis Civil Society Organization's (CSO's), aparat pemerintah dan aparat penegak hukum. Berdasarkan studi kasus yang ada, penelitian ini menemukan bahwa media massa tidak hanya mampu berperan sebagai instrumen. Namun, juga sebagai agen dalam pemberantasan korupsi. Pertama, media massa rnemainkan peran sebagai instrumen CS0's dalam pemberantasan korupsi pada awal gerakan anti korupsi. Kedua, media massa melakukan metamorfosis dengan mentransformasikan dirinya dari instrumen menjadi agen di tengali perjalanan gerakan anti korupsi yang ada. Peran media massa ini kemudian secara meyakinkan menjadi faktor kunci bagi keberhasilan gerakan anti korupsi yang terjadi untuk mengirimkan Hendy Beodoro ke penjara. Akan tetapi, satu hal yang juga perlu dicatat di sini, peran media masa sebagai instrumen ternyata masih dominan diperankan daripada peran sebagai agen. Hal ini disebabkan oleh konteks sosial politik media miasma di Indonesia di mana pembatasan terhadap kebebasan media masih terus terjadi di setiap rezim pemerintahan di Indonesia.
Deliberasi untuk Demokrasi Pasca Pandemi Indonesia Pratiwi Pratiwi
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 24, No 2 (2021)
Publisher : Center fo State Civil Apparatus Training and Development and Competency Mapping

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v24i2.726

Abstract

Sejak pandemi Covid-19 melanda, kebijakan pembatasan sosial diberlakukan, akibatnya banyak sektor ekonomi yang tidak berkembang bahkan bangkrut. Sehingga, indeks gini atau ketimpangan ekonomi di Indonesia meningkat pada 2020. Data lain mengungkap angka kemiskinan Indonesia meningkat pada 2020 menjadi 10,19% dibandingkan daripada tahun-tahun sebelumnya yang menunjukan angka di bawah dua digit. Selain itu, beberapa polemik juga muncul dalam penyaluran bantuan sosial saat pandemi seperti pendataan, sasaran bantuan, bahkan korupsi. Meski demikian, gerakan-gerakan aktivisme sosial untuk saling membantu rakyat dan dari rakyat juga bermunculan saat pandemi. Jalur daring dan aplikasi perangkat lunak adalah beberapa piranti yang digunakan untuk menjaring bantuan untuk sesama. Aktivisme sosial dapat dikolaborasikan untuk meningkatkan akuntabilitas bantuan sosial pemerintah dan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi. Sebab, aktivisme sosial yang bermula dari gerakan untuk membantu diri (self-help) memiliki kecenderungan untuk lebih tangguh dalam menjamin akuntabilitas, mengurangi manipulasi politik, menghimpun dan menyalurkan bantuan daripada lembaga bentukan pemerintah terutama pada saat pandemi di Negara berkembang (Haberer et al., 2021). Aktivisme sosial dapat menjadi kolaborator dalam demokrasi deliberatif saat pandemic.
Reformasi Birokrasi Dengan Membangun Organizational Learning Sebagai Kiat Reengineering Prilaku Birokrasi Dalam Rangka Antisipasi Dinamika Lingkungan Deddy Mulyadi
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Center fo State Civil Apparatus Training and Development and Competency Mapping

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v10i2.406

Abstract

Mengamati kinerja birokrasi pemerintah sejak bergulirnya era reformasi sepuluh tahun silam, tampaknya cukup sudah rentang waktu untuk mentolerir sikap dan perilaku birokrasi pemerintah yang tidak kondusif. Kini saatnya membangun desain besar tata kelola perilaku birokrasi pemerintah secara menyeluruh dan terpadu. Tentu hal ini tidak berlebihan, karena merupakan sebuah tuntutan mutlak untuk mengarahkan perilaku birokrasi pemerintah pada kinerja tinggi sebagaimana tuntutan masyarakat, stakholders, dan tujuan negara

Filter by Year

1998 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 2 (2025) Vol 28, No 1 (2025) Vol 27, No 2 (2024) Vol 27, No 1 (2024) Vol 26, No 2 (2023) Vol 26, No 1 (2023) Vol 25, No 2 (2022) Vol 25, No 1 (2022) Vol 24, No 2 (2021) Vol 24, No 1 (2021) Vol 23, No 2 (2020) Vol 23, No 1 (2020) Vol 22, No 2 (2019) Vol 22, No 1 (2019) Vol 21, No 2 (2018) Vol 21, No 1 (2018) Vol 20, No 2 (2017) Vol 20, No 1 (2017) Vol 19, No 2 (2016) Vol 19, No 1 (2016) Vol 18, No 2 (2015) Vol 18, No 1 (2015) Vol 17, No 2 (2014) Vol 17, No 1 (2014) Vol 16, No 2 (2013) Vol 16, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2012) Vol 15, No 1 (2012) Vol 14, No 2 (2011) Vol 14, No 1 (2011) Vol 13, No 2 (2010) Vol 13, No 1 (2010) Vol 12, No 2 (2009) Vol 12, No 1 (2009) Vol 11, No 4 (2008) Vol 11, No 3 (2008) Vol 11, No 2 (2008) Vol 11, No 1 (2008) Vol 10, No 4 (2007) Vol 10, No 3 (2007) Vol 10, No 2 (2007) Vol 10, No 1 (2007) Vol 9, No 4 (2006) Vol 9, No 3 (2006) Vol 9, No 2 (2006) Vol 9, No 1 (2006) Vol 8, No 4 (2005) Vol 8, No 3 (2005) Vol 8, No 2 (2005) Vol 8, No 1 (2005) Vol 7, No 4 (2004) Vol 7, No 3 (2004) Vol 7, No 2 (2004) Vol 7, No 1 (2004) Vol 6, No 4 (2003) Vol 6, No 3 (2003) Vol 6, No 2 (2003) Vol 6, No 1 (2003) Vol 5, No 4 (2002) Vol 5, No 3 (2002) Vol 5, No 2 (2002) Vol 5, No 1 (2002) Vol 4, No 4 (2001) Vol 4, No 3 (2001) Vol 4, No 2 (2001) Vol 4, No 1 (2001) Vol 8, No 2 (2000) Vol 3, No 3 (2000) Vol 3, No 2 (2000) Vol 3, No 1 (2000) Vol 5, No 3 (1999) Vol 5, No 2 (1999) Vol 5, No 1 (1999) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 1 (1998) Vol 1, No 1 (1998) More Issue