cover
Contact Name
Ade Parman
Contact Email
jkpemasfia@unsub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkpemasfia@unsub.ac.id
Editorial Address
Jl RA Kartini No 01. KM 3 Subang, Jawa Barat. Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Subang
Location
Kab. subang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi
Published by Universitas Subang
ISSN : 29885493     EISSN : 29879868     DOI : 10.37950/jkpemasfia
Core Subject : Social,
Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi (JKPEMASFIA) Universitas Subang, contains various activities of the teaching staff in the Faculty of Administration Universitas Subang in handling and managing the various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society. Implementation of service activities also involves the participation of the community and partners. Service activities are organized into an activity aimed at improving the welfare of society.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "volume 4 issue 1, juni 2026" : 5 Documents clear
Implementasi Program Kampus Berdampak melalui KKN: Desa Literasi dan Pengelolaan Sampah Terpadu di Desa Mayang, Subang Taufiq Hidayat; Siti Yayah Nuriyah; Anisa Faradissa; Mila Meliawati Gustina; Yuyun Yulianti; Alvia Ningsih; Nadila Putri Apriyani
Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Volume 4 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpemasfia.v4i1.2409

Abstract

Abstract The implementation of the Impact Campus program through Community Service Program (KKN) activities in Mayang Village, Subang, was motivated by the need to enhance the role of higher education institutions in addressing social and environmental issues through community service activities in the village. The purpose of this study was to describe the implementation of the KKN program in supporting the development of community literacy and integrated waste management. The method used was a participatory approach with collaborative observation, planning, implementation, and evaluation stages between students, the village government, youth, and the community. Data were collected through interviews, field observations, and documentation of activities throughout the program. Results indicated an increase in reading interest, digital literacy skills, children's learning motivation, and environmental awareness in the village community. The construction of waste management facilities through mutual cooperation and training in organic waste management demonstrated the potential for sustainability. This program strengthened the synergy between academics and the community in village development, positively impacting community capacity and awareness. Keywords: KKN, community literacy, waste management, community participation, village development
Smart Culinary Logistics: Optimalisasi Stok Dan Layanan De’chick Kiarapedes Rhandi Rhiswandi; Ali Masum; A.N. Virgo; V. M. Abdul Farid; M. Irsyad; Zakky Septian
Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Volume 4 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpemasfia.v4i1.2432

Abstract

Abstrak De’Chick Kiarapedes merupakan usaha kuliner cepat saji yang menghadapi kendala dalam pengelolaan logistik, terutama pada pengadaan bahan baku, pencatatan persediaan, serta sistem penyimpanan. Proses pembelian bahan baku dilakukan tanpa perencanaan yang jelas, pencatatan stok masih bersifat manual, dan belum diterapkannya sistem FIFO dalam penyimpanan. Kondisi ini berdampak pada ketidaktepatan jumlah persediaan, potensi pemborosan bahan, serta keterlambatan pelayanan kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem logistik yang berjalan, mengidentifikasi permasalahan, serta memberikan rekomendasi perbaikan agar operasional lebih efisien. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perencanaan pembelian berdasarkan data penjualan, penggunaan pencatatan stok berbasis digital sederhana (Google Sheets), dan penerapan sistem FIFO dapat meningkatkan efektivitas logistik. Selain itu, penyusunan SOP logistik diperlukan untuk menjaga konsistensi proses kerja. Rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan pelayanan, menekan pemborosan, dan memperkuat daya saing usaha. Kata kunci : Logistik Kuliner, Persediaan, FIFO, Digitalisasi UMKM, Efisiensi Operasional.     Abstract De'Chick Kiarapedes is a fast-food culinary business that faces obstacles in logistics management, especially in the procurement of raw materials, inventory recording, and storage systems. The process of purchasing raw materials is carried out without clear planning, stock recording is still manual, and the FIFO system has not been implemented in storage. This condition has an impact on the inaccuracy of the amount of inventory, the potential for waste of materials, and delays in service to consumers. This research aims to analyze the logistics system that is running, identify problems, and provide recommendations for improvement so that operations are more efficient. The research method uses a qualitative descriptive approach through field observation, interviews, and literature studies. The results show that the implementation of purchase planning based on sales data, the use of simple digital-based stock recording (Google Sheets), and the implementation of the FIFO system can increase logistics effectiveness. In addition, the preparation of logistics SOPs is necessary to maintain the consistency of the work process. This recommendation is expected can increase service speed, reduce waste, and strengthen business competitiveness.  Keywords: Culinary Logistics, Supplies, FIFO, Digitization of MSMEs, Operational Efficiency.         
Budidaya Maggot sebagai Solusi Cerdas Pengelolaan Sampah di Desa Sumbersari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang Silvi Aulia; Alvian Angga Randhy; Deris Putra Kurnia
Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Volume 4 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpemasfia.v4i1.2643

Abstract

Abstrak Permasalahan pengelolaan sampah organik masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Sumbersari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan dan pengolahan sampah menyebabkan meningkatnya volume sampah organik yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang mampu mengonversi sampah organik menjadi biomassa bernilai ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah organik melalui budidaya maggot BSF sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, sosialisasi, pelatihan budidaya maggot, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK, kelompok tani, kelompok peternak, Karang Taruna, perangkat desa, dan masyarakat Desa Sumbersari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik dan teknik budidaya maggot, meningkatnya keterampilan peserta dalam memanfaatkan limbah organik sebagai media budidaya, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain memberikan manfaat lingkungan melalui pengurangan volume sampah organik, budidaya maggot juga berpotensi menjadi sumber pakan alternatif yang kaya protein bagi ternak dan ikan sehingga mampu menekan biaya produksi peternakan. Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular yang berkelanjutan dengan dukungan pemerintah desa, perguruan tinggi, dan partisipasi aktif masyarakat.   Kata kunci: pengelolaan sampah, Maggot, sampah organik, pemberdayaan masyarakat.   Abstract Organic waste management remains one of the major challenges faced by the community of Sumbersari Village, Pagaden District, Subang Regency. Limited public awareness regarding waste segregation and processing has contributed to the increasing accumulation of organic waste, which may lead to environmental pollution and public health problems. One promising solution is the cultivation of Black Soldier Fly (BSF) larvae, which are capable of converting organic waste into valuable biomass with economic benefits. This Community Service Program aimed to improve community knowledge, skills, and participation in managing organic waste through BSF maggot cultivation as an effort to create a cleaner environment while enhancing local economic opportunities. The implementation methods included preliminary observation, community outreach, training, hands-on practice, mentoring, monitoring, and evaluation. The program targeted members of the Family Welfare Movement (PKK), farmer groups, livestock farmers, youth organizations, village officials, and the wider community of Sumbersari Village. The results indicated a significant improvement in participants' understanding of organic waste management and maggot cultivation techniques, enhanced practical skills in utilizing organic waste as a cultivation medium, and increased public awareness of environmental cleanliness. In addition to reducing the volume of organic waste, BSF maggot cultivation provides a high-protein alternative feed for livestock and fish, thereby reducing feed costs and supporting local farming activities. This program has the potential to become a sustainable community empowerment model based on the principles of the circular economy through continuous collaboration among the village government, higher education institutions, and the local community. Keywords: waste management, maggots, organic trash, community empowerment.
Strategi Pengendalian Hama Tikus Dengan Ekosistem Burung Hantu Di Desa Mekarjaya Kecamatan Compreng Dede Akhmad; Zaenal Hirawan; Aziz Muhammad; Tepi Peirisal; Digyo Digyo; Iut Mulyawati; Adriana Rizki Nur Falah; Dadang Rusmana; Cecep Andri Hendiyana
Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Volume 4 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpemasfia.v4i1.2662

Abstract

Abstrak Compreng salah satu kecamatan yang berada di kabupaten subang, didominasi sektor pertanian. Hal ini didukung dengan kondisi luas areal yang luas, ditambah dengan irigasi yang memadai. Sisi lain dalam sektor tersebut mempunyai tantangan dari segi cuaca/ iklim dan hama. Tikus merupakan salah satu hama yang sangat merugikan karena merusak tingkat produktivitas padi. Dengan kondisi demikian, hama tersebut harus dikendalikan dengan ekosistem burung hantu. Model pengabdian yang dilakukan dengan sosialiasi dan pembuatan rumah burung hantu. Keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari kunci keberhasilan program ekosistem burung hantu. Karena kesadaran dan kemauan dari masyarakat sendiri yang dapat menjaga keberlanjutan program. Diharapkan ekosistem burung hantu dapat mengendalikan/ mengurangi hama tikus yang ada di lahan pertanian masyarakat. Hama ini tidak dapat dhilangkang secara tuntas, namun pengendalian hama dapat ditekan dengan menggunakan ekosistem dan tidak menggunakan pestisida yang akan merugikan tingkat kesuburan tanah. Kata Kunci: Strategi pengendalian, Ekosistem burung hantu, Partisipasi masyarakat   Abstract Compreng, a sub-district in Subang Regency, is dominated by the agricultural sector. This is supported by the condition of the large area, coupled with adequate irrigation. However, this sector faces challenges from weather/climate and pests. Rats are a particularly damaging pest, damaging rice productivity. Under these conditions, these pests must be controlled by an owl ecosystem. The service model is carried out through socialization and the creation of owl houses. Community participation in these community service activities is key to the success of the owl ecosystem program. Community awareness and willingness are key to ensuring the program's sustainability. It is hoped that the owl ecosystem will control/reduce the rat infestation in community agricultural land. While this pest cannot be completely eradicated, it can be reduced by utilizing the ecosystem and avoiding pesticides that can harm soil fertility. Keywords: control strategy, owl ecosystem, community participation
Digitalisasi Informasi Dan Promosi Bumdes Melalui Pengembangan Website Di Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang Sri Dinarwati; Dina Asmarandiani
Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Volume 4 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpemasfia.v4i1.2663

Abstract

Abstrak Transformasi digital memberikan peluang bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memperluas penyebaran informasi mengenai kelembagaan, unit usaha, produk, dan potensi ekonomi desa. BUMDes Sari Binangkit Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang telah mengembangkan sejumlah unit usaha dan menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, tetapi belum memiliki media website yang secara khusus menjadi sumber informasi mengenai BUMDes dan aktivitas usahanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung digitalisasi informasi BUMDes melalui pengembangan website sebagai media informasi dan promosi potensi usaha BUMDes Desa Palasari. Metode kegiatan dilaksanakan melalui observasi, wawancara, pengumpulan data dan dokumentasi, dilanjutkan dengan penyusunan serta pengembangan konten website. Data yang digunakan meliputi profil BUMDes, informasi kegiatan, foto produk, dan data kerja sama BUMDes. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa website BUMDes berhasil dikembangkan sebagai media digital yang memuat informasi mengenai profil dan kegiatan BUMDes serta potensi usaha yang dikelola. Pengembangan website juga menghasilkan materi pendukung berupa pengenalan dashboard dan fitur website serta panduan penggunaan untuk pengelolaan website. Kegiatan ini memberikan dasar bagi BUMDes Sari Binangkit untuk memperluas akses informasi kepada masyarakat dan memperkenalkan potensi usaha secara lebih terstruktur melalui media digital. Keberlanjutan pemanfaatan website memerlukan pengelolaan dan pembaruan informasi secara berkala agar media digital tersebut dapat terus berfungsi sebagai sarana informasi dan promosi BUMDes. Kata Kunci: BUMDes; digitalisasi; website; informasi desa; promosi     Abstract Digital transformation provides opportunities for Village-Owned Enterprises (BUMDes) to expand the dissemination of information concerning institutional profiles, business units, products, and village economic potential. BUMDes Sari Binangkit in Palasari Village, Ciater Sub-district, Subang Regency, has developed several business units and established partnerships with several institutions, but previously did not have a dedicated website as a centralized source of information regarding its activities and business potential. This community service activity aimed to support the digitalization of BUMDes information through the development of a website as an information and promotional medium for BUMDes activities and village business potential. The activity employed observation, interviews, data collection, and documentation, followed by website content development. The data collected included the BUMDes profile, activity information, product photographs, and partnership information. The results indicate that a BUMDes website was developed as a digital information medium containing information on the organizational profile, activities, and business potential managed by BUMDes. The activity also produced supporting materials introducing the website dashboard and its features, as well as a user guide for website management. This activity provides BUMDes Sari Binangkit with a digital platform to broaden public access to information and present its business potential in a more structured manner. The sustainability of the website requires regular management and updating of information so that the digital platform can continuously function as an information and promotional medium for BUMDes. Keywords: BUMDes; digitalization; website; village information; promotion

Page 1 of 1 | Total Record : 5