cover
Contact Name
Meta Rikandi
Contact Email
bppm2023@politasumbar.ac.id
Phone
+6281276019192
Journal Mail Official
meta.rikandi@gmail.com
Editorial Address
Jln Penjernihan III, Komplek Kesehatan Gunung Pangilun Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lentera Aisyiyah
ISSN : -     EISSN : 26548445     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Lentera Aisyiyah fully open access journals, which means that all acticle available on the internet to all users immadeately upon publication. Non-commercial use and distribution in any medium is permitted, provided the author and the journal are properly credited FOCUS AND SCOPE Health Science Medical.
Articles 147 Documents
DAMPAK PENGGUNAAN LENSA KONTAK (SOFTLENS) PADA PELANGGAN REMAJA OPTIK AKSES PADANG Mega Elfia
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dampak penggunaan lensa kontak (softlens) ditinjau dari jenis bahan lensa dan jangka waktu pemakaian di Optik Akses Padang. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan lensa kontak ditinjau dari jenis bahan lensa kontak dan jangka waktu pemakaian dan mengetahui cara mengatasi dampak penggunaan lensa kontak. Data dikumpul melalui kuesioner dan wawancara di optik Akses Padang. Kemudian data dibahas berdasarkan teori yang diajukan dalam kajian pustaka serta menyajikan hasil dari jawaban responden dan wawancara di optik akses padang. Berdasarkan pembahasan data, semua pasien yang datang ke optik akses padang berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan yaitu sebanyak 30 orang yang terdiri dari 27 orang berjenis kelamin perempuan dan 3 orang berjenis kelamin laki-laki, hasilnya menunjukkan 10 orang (33%) dari 30 orang mengetahui dampak penggunaan lensa kontak dan 20 orang (67%) tidak mengetahui dampak penggunaan lensa kontak.
PERAN DAN FUNGSI KELUARGA DALAM MENCEGAH PERILAKU LGBT DAN RESIKO HIV/AIDS Alfitri Alfitri; Neviyarni Neviyarni; Yarmis S
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accuired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan sekumpulan gejala yang timbul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia, yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) Peningkatan kasus terutama pada kelompok beresiko yaitu heteroseksual, homoseksual (LGBT) dan perinatal transmisi. Hasil Pemetaan Studi Pemetaan Perilaku Lesbian, Gay, Biseksual Dan Transgender (LGBT) Di Propinsi Sumatera Barat berdasarkan riwayat LGBT terdapat 10,7% akibat keluarga tidak harmonis, 5,5% selalu dididik dan diasuh oleh keluarga tidak sesuai dengan jenis kelaminnya, pernah mendapatkan pelecehan seksual 8,4 % dan pernah disodomi waktu kecil 8,2 % dan yang paling tinggi adalah riwayat disakiti dan dikecewakan lawan jenis 14%. Berdasarkan hasil FGD dengan anggota komunitas LGBT diketahui bahwa ada beberapa faktor penyebab atau munculnya perilaku LGBT, yaitu faktor keluarga, motivasi dalam diri (biologis), lingkungan dan ekonomi. Keluarga dipandang sebagai penentu utama pembentukan kepribadian anak. Alasannya adalah: (1) keluarga merupakan kelompok sosial pertama yang menjadi pusat indentifikasi anak, (2) anak banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga, dan (3) para anggota keluarga merupakan “significant people” bagi pembentukan kepribadian anak. Di samping itu keluarga juga dipandang sebagai lembaga yang dapat memenuhi kebutuhan insani, terutama bagi pengembangan kepribadiannya dan pengembangan ras manusia. Melalui perlakukan dan perawatan yang baik dari orang tua, anak dapat memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan fisik-biologis, maupun kebutuhan sosio psikologisnya. Apabila anak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya, maka dia cenderung berkembang menjadi seorang pribadi yang sehat. Perlakuan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan nilai-nilai kehidupan, baik nilai agama maupun nilai budaya sosial yang diberikan kepada anak merupakan faktor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan warga masyarakat yang sehat dan produktif. (Syamsu Yusuf 2007; Nurmadiah 2013)
PENGETAHUAN DAN SIKAP ODHA KOTA PADANG TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 Vauzia Vauzia; Rahmadhani Fitri; Alfitri Alfitri
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kondisi saat ini, virus corona (COVID-19) bukanlah suatu wabah yang bisa diabaikan begitu saja. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi kelompok yang rentan terinfeksi COVID-19. Sebab, kekebalan tubuh ODHA lemah sehingga rentan tertular. Pengetahuan dan sikap menjadi penting bagi mereka untuk meningkatkan kesadaran diri akan informasi kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ODHA kota padang terhadap protokol kesehatan COVID-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Hasil analisis mendapatkan pengetahuan tentang protokol kesehatan COVID 19 pada kategori baik yaitu 76% sebelum dan 88% sesudah intervensi. Sikap tentang tentang protokol kesehatan COVID-19 pada kategori baik yaitu 70% sebelum dan 86% sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap tentang protokol kesehatan COVID-19 tergolong baik dalam pencegahan penularan COVID-19 di Indonesia.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA BENGKEL MOTOR DI PT. CAPELLA HONDA Trisna Jayati; Fluorina Oryza; Astrina Aulia
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) di lingkungan kerja adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melidungi seluruh/ sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakan kerja. Terjadinya kecelakaan kerja di bengkel motor sering menimbulkan resiko bahaya misalnya asap bengkel,bahan kimia, kebisingan, bahaya api, terjatuh, gangguan pernafasan dan penglihatan karena tidak menggunakan alat pelindung diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) dan diketahuinya hubungan antara pengetahuan, sikap, pelatihan keselamatan dan pengawasan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja bengkel motor di PT. Capella Honda Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional yang dilaksanakan pada bulan Mei 2020. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data untuk bivariat dengan uji chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel pengetahuan dengan Pvalue=0,031 dan OR=6,067 dan (CI 95%= 1,361-27,049), sikap dengan Pvalue=0,012 dan OR=7,286 dan (CI 95%=1,737-30,555), pelatihan keselamatan dengan Pvalue=0,032 dan OR=0,032 dan (CI 95%=1,350-21,144), pengawasan dengan Pvalue=0,041 dan OR=0,041 (CI 95%= 1,270-19,685) dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja bengkel motor di Capella Honda Tahun 2020. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap, pelatihan keselamatan dan pengawasan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) serta saran perlu adanya kebijakan secara tertulis seperti surat keputusan maupun bentuk kebijakan terutama dengan manajemen kebijakan dan lebih sering lagi mensosialisasikan kebijakan terutama mengenai penggunaan alat pelindung diri agar mempengaruhi sikap pekerja lebih disiplin memakai alat pelindung diri.
PENGARUH PEMBERIAN TRAINING TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH KARIMUN KEPULAUAN RIAU Fifin Oktaviani; Sri Nova Deltu
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian training terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Bakti Timah Karimun Kepulauan Riau. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Objek penelitian adalah 25 orang karyawan di Rumah Sakit Bakti Timah Karimun Kepulauan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa training memiliki pengaruh besar terhadap kinerja karyawan sebesar 0,349. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa pemberian training memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Bakti Timah Karimun Kepulauan Riau.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DM DI PUSKESMAS LUBUK BEGALUNG PADANG TAHUN 2019 Frans Hardin; Suci Nurahma Dhila
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit kronik yang terjadi apabila pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Penyakit diabetes mellitus akan menyertai seumur hidup sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Kualitas hidup pasien diabetes mellitus salah satunya dapat dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus di Puskesmas Lubuk Begalung Padang tahun 2019. Metode yang digunakan adalah Analitik dengan pendekat Cross Sectional dan menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dan kuesioner dukungan keluarga, Eko Haryono (2009). Penelitian ini dilakukan pada 5-24 Juli 2019 di Puskesmas Lubuk Begalung Padang. Sampel berjumlah 79 orang, 39 orang memiliki dukungan keluarga yang kurang mendukung dengan kualitas hidup buruk sebanyak 43,6% dan kualitas hidup baik sebanyak 56,4%. Sedangkan dari 40 orang yang memiliki dukungan keluarga mendukung dengan kualitas hidup buruk sebanyak 15% dan kualitas hidup baik sebanyak 85%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dan memberikan dukungan kepada pasien diabetes mellitus sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PAP SMEAR DENGAN PELAKSANAAN PAP SMEAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS PADANG Syaflindawati Syaflindawati
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan diseluruh dunia dan menyebabkan kematian. Di Indonesia, di perkirakan dalam setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan sekitar 20 orang setiap harinya meninggal dunia. Screening untuk kanker serviks bisa dilakukan dengan pemeriksaan Pap Smear. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang Pap Smear Test dengan pelaksanaan Pap Smear pada ibu PUS di puskesmas Andalas. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang datang ke puskesmas yaitu sebanyak 117 orang. Sampel penelitian ini diambil secara Accidental Sampling yaitu sebanyak 54 orang. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisa dengan menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan 29 ibu (53,7%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 15 ibu (27,8%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 10 ibu (18,5%) memiliki tingkat pengetahuan kurang. Sebanyak 28 ibu (51,9%) memiliki sikap negatif dan 26 ibu (48,1%) memiliki sikap positif. Sebanyak 36 ibu (66,7%) belum pernah melaksanakan Pap Smear dan 18 ibu (33,3%) pernah melaksanakan Pap Smear. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan dengan pelaksanaan Pap Smear dan tidak ada hubungan sikap ibu dengan pelaksanaan Pap Smear. Diharapkan bagi pihak puskesmas agar memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu-ibu agar ibu dapat mengoptimalkan pelaksanaan Pap Smear dan mengetahui pentingnya Pemeriksaan Pap Smear untuk deteksi dini kanker serviks.
ANALISIS PELAKSANAAN PEMUSNAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS INAKTIF DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN Maisharoh Maisharoh; Dian Sari; Esa Fatira
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pemusnahan masih terdapat kendala meliputi banyaknya dokumen rekam medis inaktif yang belum dimusnahkan, minimnya jumlah petugas di instalasi rekam medis terutama dibagian pemusnahan, kurangnya pengetahuan petugas terhadap pelaksanaan pemusnahan yang mengakibatkan tidak berjalannya SOP pelaksanaan pemusnahan secara efisien.Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Literature Review. Kriteria inklusi yang digunakan melihat google scholar dengan keyword pelaksanaan pemusnahan dan dokumen rekam medis inaktif dan menggunakan jurnal dari tahun 2015-2020 untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pemusnahan dokumen rekam medis inaktif. Data dianalisa dengan compare (kesamaan), contras (ketidaksamaan), critize (pandangan), synthesize (perbandingan) dan summarize (ringkasan). Hasil dari 6 jurnal berdasarkan 5M (Man, Money, Mhetode, Mhacine, Material) diketahui bahwa terdapat pengetahuan petugas yang kurang baik, anggaran proses pemusnahan tidak ada, masih ada yang belum mempunyai prosedur tetap mengenai pelaksanaan pemusnahan, sarana dan prasarana seperti alat pencacahan belum tersedia, dan bahan yang digunakan dalam pemusnahan yaitu lembaran dokumen rekam medis yang tidak bernilai guna.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pemusnahan belum berjalan sesuai SOP dan masih kurangnya petugas pemusnahan. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya terhadap beberapa artikel terkait perlu penelitian lanjut tentang menganalisis pelaksanaan pemusnahan terutama pelaksanaan SOP, dan kurangnya SDM di bagian instalasi rekam medis yang sangat menjadi fakor banyaknya masalah di bagian pemusnahan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN PENDERITA CA MAMAE DENGAN MOTIVASI PASIEN DALAM MENJALANI KEMOTERAPY Nova Rita; Marda Susanti
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi kanker merupakan kasus yang sangat serius di Indonesia dan seluruh dunia serta merupakan penyakit yang mematikan dan menakutkan pada wanita, pada survey awal di Rumah Sakit Ropanasuri pada tanggal 2 Februari 2019 didapatkan pasien penderita Ca Mamae dengan stadium lanjut yang akan melakukan khemoterapi, dan saat tanya jawab dengan pasien Ca Mamae, pasien memiliki motivasi dan pengetahuan serta sikap terhadap khemoterapi. Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Pasien Penderita Ca Mamae Dengan Motivasi Pasien Dalam Menjalani Khemoterapi. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 46 orang, teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah Purpesive Sampling, dengan metode analisis yang digunakan adalah analisis Chi Square tek. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien yang mengikuti kemoterapi mempunyai tingkat pengetahuan tentang Ca mamae rendah yaitu sebanyak 24 orang (52,2%), untuk pasien yang memiliki sikap yang baik sebanyak 26 orang (56,5%) dan sebagian besar pasien yang mengikuti kemoterapi mempunyai motivasi rendah yaitu sebanyak 25 orang (54,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan tentang Ca mamae dengan motivasi pasien menjalani kemotherapi. Saran: Diharapkan kepada seluruh tim kesehatan yang terlibat dalam penyuluhan dan tindakan khemoterapi, untuk memaksimalkan penyampaian tentang manfaat dan tujuan khemoterapi bagi pasien penderita Ca Mamae.
HUBUNGAN PERAN PETUGAS JURU PEMANTAU JENTIK NYAMUK (JUMANTIK) DENGAN KEJADIAN DBD DI RT 02 RW XVI KELURAHAN KORONG GADANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURANJI PADANG TAHUN 2019 Leni Tri Wahyuni; Rinda Zulpia
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia pada saat ini mengalami masalah kesehatan dimana meningkatnya penyakit dan kesakitan akibat Penyakit Menular (PM), salah satunya kembalinya mewabah penyakit DBD yang mencapai 16.692 kasus dan 169 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Kemenkes RI Tahun 2018 membuat program jumantik (satu juru pemantau jentik nyamuk).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran petugas juamntik dengan kejadian DBD di RT 02 RW XVI Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Padang Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua rumah yang ada di RT 02 RW XVI Korong Gadang yaitu 50 rumah dengan sampel 47 rumah. Penelitian ini menggunakan metode total sampling, waktu penelitian pada bulan Juli 2019 dan instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner. Analisa secara univariat ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi dan bivariate dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan 10.6% ada kejadian DBD,89.4% yang tidak mengalami DBD, 40.4% peran petugas yang berperan, 59.6% peran petugas yang berperan, dari 42 responden dengan peran petugas jumantik yang tidak berperan 25 orang (89.3%) responden tidak mengalami kejadian DBD dan 17 orang (10,7%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan peran petugas juamntik dengan kejadian DBD di RT 02 RW XVI Korong Gadang Kuranji p-value = (1,000). Disarankan bagi instansi kesehatan dalam hal ini Puskesmas Kuranji untuk melakukan kunjungan dengan memberikan sosialisai dan informasi terkait jumantik atau informasi kesehatan

Page 6 of 15 | Total Record : 147