cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KARYAWAN Shara Agrevina Gomes; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41167

Abstract

Abstrak Keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan salah satunya ditentukan oleh sumber daya manusia yang dimiliki. Sumber daya manusia di suatu perusahaan perlu diperhatikan kesejahteraannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan subjective well-being pada karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan subjek penelitian berjumlah 40 karyawan. Fokus penelitian ini hanya pada karyawan unit IT (Information Technology) PT. X yang terbagi menjadi dua bagian yaitu Solutions dan Implementasi (ISP) Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala subjective well-being dan skala optimisme. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi product moment dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 25.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara optimisme dengan subjective well-being. Hubungan yang positif menandakan bahwa semakin tinggi optimisme karyawan maka akan semakin tinggi pula subjective well-beingnya, begitu pula sebaliknya semakin tinggi subjective well-being pada karyawan maka semakin tinggi pula optimismenya. Kata Kunci: Subjective Well-Being, Optimisme, Karyawan. Abstract The success of achieving company goals is determined by one of the human resources owned. The welfare of human resources in a company needs to be considered. This study aims to determine the relationship between optimism and subjective well-being of employee. This study uses quantitative methods using research subjects totaling 40 employees.The focus of this research is only on employees of the IT (Information Technology) unit of Pt. X which is divided into two parts, namely Solutions and Implementation (ISP). The data collection techniques used were a scale of subjective well-being and scale of optimism. The data analysis technique in study is the product moment correlation using the SPSS version 25.0 for windows software. Based on the results of the data analysis that has been carried out, it shows that there is a positive relationship between optimism and subjective well-being. A positive relationship indicates that the higher the employees optimism, the higher the subjective well-being, and vice versa, the higher the subjective well-being of employees, the higher the optimism. Keywords: Subjective Well-Being, Optimism, Employees.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DAN SISTEM PENGHARGAAN DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PT X Wiwik Wijayanti; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41168

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dan sistem penghargaan dengan work engagement pada karyawan PT X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 65 karyawan dengan rincian 30 karyawan digunakan untuk tryout dan sebanyak 35 karyawan digunakan untuk pengambilan data. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala iklim organisasi, sistem penghargaan, dan work engagement berupa skala likert yang dibuat oleh peneliti berdasarkan indikator dari definisi variabel, yang kemudian dilakukan tryout terlebih dahulu sebelum pengambilan data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi ganda untuk mengetahui hubungan antara dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Analisis data dilakukan dengan bantuan program IBM SPSS versi 24 for windows. Berdasarkan data analisis data didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara variabel iklim organisasi dan sistem penghargaan dengan work engagement pada katyawan PT X. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin positif iklim organisasi dan sistem penghargaan di perusahaan maka semakin tinggi pula tingkat work engagement karyawan. Kata Kunci: iklim organisasi, sistem penghargaan,work engagement. Abstract This study aimed to determine the correlation between organizational climate and reward system with work engagement on employees of PT X. This study used a quantitative research method. It involved 65 employees with details of 30 employees used for the tryout and as many as 35 employees used for data collection. The instruments used in this study are scales of organizational climate, reward system, and work engagement in the form of a Likert scale made by researchers based on indicators from variable definitions, which is then carried out a tryout before collecting the data. The data analysis technique used in this study is multiple correlations to determine the correlation between two independent variables and one dependent variable. Data analysis was carried out with the help of IBM SPSS version 24 for windows. Based on the data analysis, it can be concluded that there is a strong correlation between organizational climate variables and the reward system with work engagement at PT X employees. These results indicate that the more positive the organizational climate and reward system in a company, the higher the work engagement level's of employees. Keyword: organizational climate, reward systems, work engagement
MENGATASI KEHILANGAN AKIBAT KEMATIAN ORANG TUA : STUDI FENOMENOLOGI SELF-HEALING PADA REMAJA Alsheta Marcha Nurriyana; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41169

Abstract

Abstrak : Peristiwa kematian orang tua dapat mengakibatkan perasaan kehilangan yang berdampak pada kehidupan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman mengatasi kehilangan akibat peristiwa kematian orang tua dan proses self-healing pada remaja. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi serta IPA (Interpretative Phenomenological Analysis) sebagai teknik analisis data. Pengambilan data dengan metode wawancara. Partisipan berjumlah 4 orang remaja perempuan yang didapatkan dengan metode purposive sampling dengan kriteria (1) Berusia 17-22 tahun, (2) Pernah mengalami peristiwa kematian orang tua baik ayah atau ibu, (3) Bersedia menjadi partisipan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca peristiwa kematian orang tua, remaja mengalami dampak-dampak signifikan pada psikologis dan finansial. Self-healing dapat membantu remaja untuk memulihkan diri dari perasaan kehilangan akibat peristiwa kematian orang tua. Tahapan self-healing yang dialami yaitu decision to heal, emergency stage, remembering, grieving and mourning, anger, forgiveness, spirituality, resolution and moving on. Faktor- faktor yang berpengaruh dalam proses self-healing yaitu keyakinan diri remaja akan kemampuannya untuk pulih, kualitas hubungan remaja dengan orang tua, dukungan lingkungan yang baik dan pemaknaan peristiwa. Kata Kunci : kematian, orang tua, remaja, self-healing Abstract : The death of adolescents parents will caused feelings of loss followed by after effects that can affect on adolescents lives. This study aims to find out the experience of loss due to the death of parents and self-healing process in adolescents. The research using phenomenological qualitative research with Interpretative Phenomenological Analysis to analyze data. Data were collected using interview method. The participants were 4 women adolescents obtained by criteria (1) 17-22 years old (2) Have experienced the death of parents (3) Willing to be a participant. Results showed that after the death of parents, adolescents experienced significant psychological and financial impacts. Self-healing can help adolescents to recover from feelings of loss due to the death of their parents. The stages of self-healing experienced are decision to heal, emergency stage, remembering, grieving and mourning, anger, forgiveness, spirituality, resolution and moving on. Several factors influenced self-healing process are how adolescents confidence in their ability to recover, quality of relationship with their deceased parents, support from environment and how they define the death of their parents Key words : death, parents, adolescents, self-healing
HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA DENGAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA PADA GURU Restu Amalia Rohmawati; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41170

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dengan kualitas kehidupan kerja pada guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 65 guru dengan menggunakan teknik sampling jenuh sehingga jumlah sampel sebanyak 65 guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala keseimbangan kehidupan kerja dan skala kualitas kehidupan kerja. Teknik analisis data yang digunakan dalam adalah korelasi product moment dengan bantuan SPSS versi 22.0 for windows. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa taraf signifikan yaitu sebesar 0.000 (p<0.05), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.930 (r=0.930), hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan keseimbangan kehidupan kerja dengan kualitas kehidupan kerja yang tergolong dalam hubungan yang sangat kuat. Hasil koefisien korelasi tersebut menunjukkan nilai yang positif, artinya hubungan antara kedua variabel searah sehingga apabila variabel keseimbangan kehidupan kerja memiliki nilai yang tinggi maka variabel kualitas kehidupan kerja juga akan semakin tinggi. Begitupun sebaliknya, jika variabel keseimbangan kehidupan kerja memiliki nilai yang rendah maka variabel kualitas kehidupan kerja juga akan rendah. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dengan kualitas kehidupan kerja pada guru. Kata Kunci : Kualitas kehidupan kerja, keseimbangan kehidupan kerja, guru Abstract This study aims to determine the relationship between work-life balance with the quality of work life for teachers. The method used in this research is quantitative. The total population is 65 teachers using saturated sampling technique so that the total sample is 65 teachers. Data collection techniques in this study used a work-life balance scale and a work-life quality scale. The data analysis technique used in this research is product moment correlation with the help of SPSS version 22.0 for windows. The results of the analysis carried out showed that the significant level was 0.000 (p <0.05), with a correlation coefficient value of 0.930 (r = 0.930), these results indicate that there is a relationship between work life balance and the quality of work life which is classified as a very strong relationship. The correlation coefficient results show a positive value, meaning that the relationship between the two variables is unidirectional so that if the work-life balance variable has a high value, the quality of work life variable will also be higher. Vice versa, if the work-life balance variable has a low value, the quality of work-life variable will also be low. Based on the results obtained indicate that there is a relationship between work-life balance with the quality of work life for teachers. Keywords : Quality of work life, work life balance, teacher
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN SEMANGAT KERJA PADA KARYAWAN PT.X Miftahul Fitri Ramadhani; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41171

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting bagi setiap perusahaan. Semangat kerja ialah salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebagai bentuk upaya agar produktivitas kerja meningkat sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Kualitas kehidupan kerja yang ada di perusahaan memiliki keterkaitan sebagai pendorong semangat kerja yang dimiliki para karyawan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan semangat kerja pada karyawan di PT. X. Metode penelitian kuantitatif pada rancangan penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kuisioner sebagai alat ukurnya. Penelitian ini menggunakan skala kualitas kehidupan kerja dan skala semangat kerja yang disusun berdasarkan teori dari masing-masing variabel dengan model skala Likert. Teknik pengambilan data pada penelitian ini yaitu teknik sampling total dimana subjek yang dilibatkan ialah seluruh karyawan tetap yang bekerja di PT. X dengan rincian 30 karyawan untuk try out dan 48 karyawan untuk penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji korelasi product moment pearson. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,778 (r = 0,778) dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas kehidupan kerja dengan semangat kerja pada karyawan PT. X. Kata Kunci: Semangat Kerja, Kualitas Kehidupan Kerja, Karyawan Abstract Human resources are a golden asset that must be maintained in a company. Morale is one of the important things that need to be considered as a form of effort to increase work productivity so that organizational goals can be achieved. The quality of work life in the company has a relationship as a driver of employee morale. This study aims to see the relationship between quality of work life and morale of employees at PT. X. The quantitative research method in the research design uses a research instrument in the form of a questionnaire as a measuring tool. This study uses a quality of work life scale and a morale scale which is arranged based on the theory of each variable with a Likert scale model. The data collection technique in this study was a total sampling technique where the subjects involved all permanent employees who worked at PT. X with details of 30 employees for try out and 48 employees for research. The data analysis technique used in this study was the pearson product moment. The results obtained in this study indicate the value obtained is 0.778 (= 0.778) with a significance level of 0.000 (p <0.05), which means that there is a significant relationship between the quality of work life and morale of the employees of PT. X. Keywords: Morale, Quality of Work Life, Employee
DINAMIKA PSIKOLOGIS PEMUDA YANG BERPINDAH AGAMA: SEBUAH STUDI KASUS DESKRIPTIF Dimas Angga Wahid; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41174

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian psikologis ini, yang bermetode kualitatif dan berpendekatan studi kasus, adalah menggali dan memahami dinamika psikologis orang yang berpindah agama. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan teknik analisis tematik. Partisipan studi ini adalah dua pemuda yang berganti agama sebagai sebuah keputusan spiritual yang tidak dimotivasi oleh pernikahan. Ditemukan bahwa keputusan partisipan untuk berpindah agama adalah produk dari konflik spiritual dalam diri mereka. Keputusan ini dikuatkan oleh dukungan sosial dari keluarga. Perpindahan agama membuahkan kebahagiaan dalam diri kedua subjek: mereka kemudian merasa telah meraih kebenaran sejati dan merasakan indahnya kehidupan. Perpindahan agama juga mendorong mereka untuk berbuat lebih baik pada sesama. Di samping itu, mereka mengalami juga perubahan relasi dengan teman sebaya dan tetangga. Kata Kunci: dinamika psikologis, pengalaman religius, pindah agama, orang yang pindah agama Abstract Using the qualitative, case-study approach, this research aims to describe and understand the psychological dynamics at work in the experience of religious conversion. Data was collected through semi-structured interviews and then interpreted with the thematic analysis technique. Serving as research participants were two young men who had changed their religion for spiritual reasons and not for marriage purposes. It was discovered that the decision to convert resulted from a spiritual crisis. Supported by family members, the act of conversion brought about happiness in the lives of the two subjects: they felt they had found truth, thereby experiencing the beauty of life. In addition to motivating them to do good to others, the religious conversion had also transformed their relationships with friends and neighbors. Keywords: psychological dynamics, religious experience, conversion, converts
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN BOJONEGORO Raniswati, Sholekhania Novita; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8n3.p61-72

Abstract

Abstrak Work engagement menjadi faktor penting untuk memaksimalkan kinerja karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro untuk memberikan pelayanan terbaik. Work engagement dapat dipengaruhi oleh kapasitas personal individu, salah satunya yaitu psychological capital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan work engagement pada karyawan PDAM Kabupaten Bojonegoro. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 50 orang karyawan. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment pearson dengan bantuan SPSS Statistics 24.0 for windows. Hasil analisis data memiliki nilai koefisiensi korelasi sebesar 0,880 (r=0,880) dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,005) yang menunjukkan terdapat hubungan antara psychological capital dengan work engagement pada karyawan PDAM Kabupaten Bojonegoro. Kata Kunci: Psychological capital, Work engagement, Karyawan Abstract Work engagement is an important factor to maximize employee performance of Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) of Bojonegoro Regency to provide the best possible service. Work engagement can be influenced by individual personal capacity, one of which is psychological capital. This study aims to determine the relationship between psychological capital and work engagement among PDAM Bojonegoro employees. Subjects in this study amounted to 50 employees. Data analysis used Pearson product moment correlation test with the help of SPSS Statistics 24.0 for windows. The results of data analysis have a correlation coefficient value of 0.880 (r = 0.880) with a significance level of 0.000 (p <0.005) which indicates that there is a relationship between psychological capital and work engagement on PDAM Bojonegoro employees. Keywords: Psychological capital, Work engagement, Employee
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN STRES AKADEMIK PADA ATLET PELAJAR DI SMA NEGERI OLAHRAGA JAWA TIMUR Tisa Alif Karina; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41178

Abstract

Abstrak Atlet pelajar di sekolah mempunyai tugas beragam, selain dituntut berprestasi dibidang olahraga, atlet pelajar juga dituntut dapat menjalankan berbagai kewajiban sebagai siswa. Beban tersebut dapat berpotensi menyebabkan stres akademik. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi stres akademik yaitu motivasi berprestasi. Tujuan untuk mengetahui adanya hubungan negatif antara motivasi berprestasi dengan stres akademik pada atlet pelajar di SMA Negeri Olahraga Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan kuantitatif non eksperimen. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh, semua populasi digunakan sebagai sampel penelitian yang berjumlah 115 orang atlet pelajar yang berasal dari 10 cabang olahraga, meliputi 57 siswa laki-laki dan 58 siswa perempuan dengan rentang usia 15-19 tahun. Data motivasi berprestasi diperoleh menggunakan instrumen skala motivasi berprestasi disusun berdasarkan teori smith et al. Data stres akademik diperoleh dari instrumen skala stres akademik disusun berdasarkan teori sun et al. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif antara motivasi berprestasi dengan stres akademik dengan nilai koefisien sebesar -0,271. Semakin tinggi motivasi berprestasi maka semakin rendah stres akademik, begitu juga sebaliknya. Atlet pelajar yang mempunyai motivasi berprestasi akan mampu melihat tujuan sebagai atlet dan sebagai pelajar dengan jelas dan dapat mengatasi kesulitan yang dialami. Hal ini dapat mengurangi potensi timbulnya stres akademik. Kata kunci: Motivasi Berprestasi, Stres Akademik, Atlet pelajar. Abstract Student athletes in schools have various tasks, besides being required to excel in sports, student athletes are also required to carry out various obligations as students. This burden can potentially cause academic stress. One of the things that can affect academic stress is achievement motivation. The purpose of this study is to determine the existence of a negative relationship between achievement motivation and academic stress in student athletes at SMA Negeri Olahraga Jawa Timur. The research method uses non-experimental quantitative. This study used a saturated sample, all of the population used as research samples totaling 115 student athletes from 10 sports, including 57 male students and 58 female students with an age range of 15-19 years. Achievement motivation data was obtained using an achievement motivation scale instrument based on the theory of Smith et al. Academic stress data obtained from the academic stress scale instrument compiled based on the theory of Sun et al. The data analysis technique uses the product moment correlation test. The results showed that there was a negative relationship between achievement motivation and academic stress with a coefficient value of -0.271. The higher the achievement motivation, the lower the academic stress, and vice versa. Student athletes who have achievement motivation will be able to see their goals as athletes and as students clearly and be able to overcome the difficulties experienced an then can reduce the potential for academic stress. Keywords: Achievement Motivation, Academic Stress, Student athletes.
HUBUNGAN ANTARA KETERLIBATAN KERJA DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA GURU Silviatus Sholikha; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41179

Abstract

Abstrak Guru memiliki peran yang penting dalam organisasi sekolah. Guru-guru yang dapat menunjukkan kontribusi pada sekolahnya terutama dalam melaksanakan semua tugas dengan sebaik-baiknya akan dapat menunjang kemajuan sekolah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan kerja dengan organizational citizenship behavior pada guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis korelasional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu guru yang bekerja di salah satu Madrasah Tsanawiyah yang berjumlah 62 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa skala organizational citizenship behavior dan skala keterlibatan kerja. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi product moment dan penghitungan dilakukan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS versi 24.0 for windows. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa taraf signifikan yaitu sebesar 0.000 (P<0.05), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara keterlibatan kerja dengan organizational citizenship behavior. Nilai koefisien korelasi product moment yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebesar 0.641 (r=0.641), hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara keterlibatan kerja dengan organizational citizenship behavior tergolong dalam hubungan yang kuat. Hasil koefisien korelasi tersebut juga menunjukkan nilai yang positif, yang artinya hubungan antara kedua variabel searah sehingga apabila variabel keterlibatan kerja memiliki nilai yang tinggi maka variabel organizational citizenship behavior juga akan semakin tinggi. Sebaliknya, jika variabel keterlibatan kerja memiliki nilai yang rendah maka variabel organizational citizenship behavior juga akan semakin rendah. Kata Kunci: Organizational Citizenship Behavior, Keterlibatan Kerja, Guru. Abstract Teachers have an important role in school organizations. Teachers who can show their contribution to their schools, especially in carrying out all tasks as well as possible, will be able to support school progress. This study aims to determine the relationship between job involvement and organizational citizenship behavior in teachers. The method used in this study is a quantitative method with correlational analysis. The subjects used in this study were teachers who worked in one of the Madrasah Tsanawiyah, totaling 62 teachers. Data collection techniques used in the form of organizational citizenship behavior scale and work involvement scale. The data analysis technique used is product moment correlation and calculations are carried out using the SPSS version 24.0 application program for windows. The results of the analysis carried out showed that the significant level was 0.000 (P <0.05), meaning that there was a significant relationship between job involvement and organizational citizenship behavior. The value of the product moment correlation coefficient obtained in this study is 0.641 (r = 0.641), these results indicate that the relationship between work involvement and organizational citizenship behavior is classified as a strong relationship. The results of the correlation coefficient also show a positive value, which means that the relationship between the two variables is unidirectional so that if the work involvement variable has a high value, the organizational citizenship behavior variable will also be higher. Conversely, if the job involvement variable has a low value, the organizational citizenship behavior variable will also be lower. Keywords: Organizational Citizenship Behavior, Job Involvment, Teachers.
HUBUNGAN ANTARA KOHESIVITAS KELOMPOK DENGAN KECENDERUNGAN SOCIAL LOAFING PADA MAHASISWA SELAMA MASA PEMBELAJARAN DARING Chusnul Kotimah; Hermien Laksmiwati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41180

Abstract

Abstrak Social loafing merupakan perilaku individu untuk menurunkan kontribusi dan partisipasi ketika penyelesaian tugas secara kelompok dibandingkan ketika bekerja sendiri. Salah satu factor munculnya perilaku social loafing yaitu kohesivitas kelompok yang merupakan perasaan saling terikat satu sama lain yang muncul diantara anggota kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kohesivitas kelompok dengan social loafing pada mahasiswa selama masa pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional dengan alat ukur berupa skala kohesivitas kelompok dan skala social loafing yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 183 mahasiswa psikologi angkatan 2018 Universitas Negeri Surabaya yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan korelasi sederhana product moment pearson. Hasil dari penelitian ini sesuai dengan tujuan penelitian yang menunjukkan adanya hubungan negatif antara kohesivitas kelompok dengan social loafing pada mahasiswa psikologi angkatan 2018 selama masa pembelajaran daring. Koefisien korelasi dari penelitian ini menunjukkan nilai -0,550 (rhitung > 0,187) yang berarti terdapat hubungan negatif antara kohesivitas kelompok dan social loafing yang cukup kuat. Semakin tinggi kohesivitas kelompok maka semakin rendah social loafing. Kohesivitas kelompok sebagai faktor yang mempengaruhi social loafing, memberikan sumbangan penjelasan sebesar 30,25% dalam keragaman social loafing pada mahasiswa psikologi angkatan 2018 Universitas Negeri Surabaya. Kata Kunci: kohesivitas kelompok, social loafing, mahasiswa, pembelajaran daring Abstract Social loafing is an individual's behavior to reduce contribution and participation when completing tasks in groups compared to when working alone. One factor in the emergence of social loafing behavior is group cohesiveness which is a feeling of being tied to one another that arises among group members. This study aims to determine the relationship between group cohesiveness and social loafing in students during the online learning period. The research method used is quantitative correlation with measuring instruments in the form of group cohesiveness scale and social loafing scale which have been tested for validity and reliability. The sample in this study was 183 psychology students from the 2018 State University of Surabaya who were selected using the cluster sampling technique. The data analysis technique in this study uses a simple Pearson product moment correlation. The results of this study are in accordance with the research objectives which show a negative relationship between group cohesiveness and social loafing in psychology students class 2018 during the online learning period. The correlation coefficient of this study shows a value of -0.550 (rcount > 0.187) which means that there is a negative relationship between group cohesiveness and social loafing which is quite strong. The higher the group cohesiveness, the lower the social loafing. Group cohesiveness as a factor that affects social loafing, contributes an explanation of 30.25% in the diversity of social loafing in psychology students from the 2018 State University of Surabaya. Keyword: group cohesiveness, social loafing, students, online learning

Page 37 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue