cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN WORK-LIFE BALANCE PADA KARYAWAN STAF GUDANG PT. X Tasya Rabani; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41184

Abstract

HUBUNGAN ANTARA WORKPLACE WELLBEING DENGAN INTENSI TURNOVER KARYAWAN PT XY SURABAYA Alfi Rizqa Choirina; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41186

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara workplace wellbeing dengan intensi turnover karyawan PT XY Surabaya Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitatif. Instrumen penelitian ini menggunakkan kuesioner dengan skala likert. Populasi dalam penelitian ini 470 karyawan. Sampel penelitian ini melibatkan 146 orang dengan rincian 46 karyawan digunakan untuk tryout dan 100 karyawan digunakan untuk penelitian dengan beberapa kriteria. Penelitian ini dilakukan kepada lima divisi yaitu divisi produksi, obras, desain, quality control dan staff HR.Teknik penelitian yang digunakan yaitu purposive sampling dengan melibatkan karyawan yang secara langsung. Teknik analisa data penelitian ini menggunakan Pearson Product Momen Correlation. Berdasarkan uji korelasi yang dilakukan menunjukkan nilai koefisien korelasi -0,437(r = -0,437) hasil signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 (P<0,05) sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel workplace wellbeing dengan intensi turnover. hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang cukup kuat antara variabel workplace wellbeing dengan intensi turnover , Berdasarkan nilai yang muncul terdapat tanda negatif yang menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat memiliki hubungan yang searah. Kata Kunci : intensi turnover, workplace wellbeing, karyawan Abstract The purpose of this study was to determine the relationship between worplace wellbeing and the turnover intentionof employee PT XY Surabaya. The research method used was quantitative methods. The instrument use a questionnaire with a Likert scale. The research technique used is purposive sampling by involving employees who work in the company. The population in this study was 470 employees. The sample in this study involved 146 people with details of 46 employees used for tryouts and 100 employees used to experience with the characteristic. This research was conducted in five divisions, namely the production division, sales design, quality control and HR Staff. This research data analysis technique using Pearson Product Moment Correlation. Based on the correlation test conducted, it shows the significan -0,437 (r= -0.437) the significance result obtained is 0.000(P<0,05), so it can be concluded that there is a significant relationship between the workplace wellbeing variable and turnover intention. Based on the correlation test conducted, it shows the significan -0,437 (r= -0.437). Based on the value that appears, there is a negative sign indicating the direction of the relationship between the independent variable and the dependent variable has a unidirectional relationship. Keywords : turnover intention, workplace wellbeing, employe
HUBUNGAN ANTARA KETERLIBATAN KERJA DENGAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA PADA KARYAWAN Risti Dwi Pramesti; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41189

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan kerja dengan kualitas kehidupan kerja pada karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Peneliti menggunakan subjek sebanyak 82 orang karyawan dengan status merupakan karyawan tetap. Pemilihan subjek menggunakan sampling jenuh, yaitu keseluruhan populasi dijadikan subjek penelitian. Teknik pengambilan data dengan menggunakan skala. Skala yang digunakan merupakan skala yang disusun berdasarkan aspek dan indikator. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan uji product moment dengan bantuan SPSS versi 25.0 untuk windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterlibatan kerja dengan kualitas kehidupan kerja pada karyawan dengan nilai signifikan 0,000 (sig < 0,05) dan nilai koefisien relasi r sebesar 0,760. Hal ini berarti hubungan antara keterlibatan kerja dengan kualitas kehidupan kerja memiliki hubungan yang kuat. Nilai posistif juga menunjukkan bahwa korelasi berjalan searah. Apabila keterlibatan kerja pada karyawan tinggi atau meningkat maka kualitas kehidupan kerjanya juga akan tinggi atau meningkat. Sebaliknya apabila keterlibatan kerja rendah atau menurun maka kualitas kehidupan kerjanya juga akan rendah atau menurun. Kata Kunci: Kualitas kehidupan kerja, Keterlibatan kerja, Karyawan. Abstract This study aims to determine the relationship between work involvement and the quality of work life of employees. The research method used is a quantitative method. Researchers used the subject as many as 82 employees with the status of permanent employees. Subject selection using saturated sampling, that is, the entire population is the subject of the study. Data collection techniques using a scale. The scale used is a scale based on aspects and indicators. The data analysis technique used is using the product moment test with the help of SPSS version 25.0 for windows. The results showed that there was a significant relationship between work involvement and quality of work life for employees with a significant value of 0.000 (sig < 0.05) and the value of the relationship coefficient r of 0.760. This means that the relationship between work engagement and quality of work life has a strong relationship. A positive value also indicates that the correlation goes in the same direction. If the work involvement of employees is high or increased, the quality of their work life will also be high or increase. Conversely, if work involvement is low or declining, the quality of work life will also be low or decrease. Keywords: Quality of work life, Work involvement, Employee.
Hubungan antara Workplace Well-Being dengan Kinerja Karyawan pada PT. X di Sidoarjo Akhmad Mitakhul Hudin; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41192

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia merupakan aset yang penting bagi perusahaan dalam mencapai tujuan dan kesuksesan perusahaan. Untuk mendapatkan karyawan dengan kinerja yang baik maka perusahaan perlu memperhatikan kesejahteaan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara workplace well-being dengan kinerja karyawan pada PT X di Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu karyawan departemen produksi unit 2 pada PT X di Sidoarjo, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 141 karyawan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang berasal dari skala likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan bantuan software IBM SPSS 24,0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara workplace well-being dengan kinerja karyawan pada PT. X di Sidoarjo dibuktikan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,818, yang memiliki hubungan yang searah. Kata Kunci: workplace well-being, kinerja, karyawan Abstract Human resources are an important asset for the company in achieving the company's goals and success. To get employees with good performance, companies need to pay attention to welfare employees. This study aims to determine the relationship between workplace well-being and employee performance at PT X in Sidoarjo. The method used in this research is quantitative research. The population in this study were employees of the production department unit 2 at PT X in Sidoarjo, sampling using purposive sampling technique with a total of 141 employees. This study uses a data collection technique in the form of a questionnaire derived from ascale Likert. The data analysis technique used in this research is using the software IBM SPSS 24.0. The results of this study indicate that there is a positive and significant relationship between workplace well-being and employee performance at PT. X in Sidoarjo proved a significance value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.818, which has a unidirectional relationship. Keywords: workplace well-being, performance, employees
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA GURU Fausal Pratama; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41193

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological well-being dengan komitmen organisasi pada guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 65 guru dengan menggunakan teknik sampling jenuh sehingga jumlah sampel sebanyak 65 guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala komitmen organisasi dan skala psychological well-being. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi pearson product moment, serta penghitungan dilakukan menggunakan software SPSS versi 24.0 for windows. Nilai taraf signifikansi yang diperoleh yaitu sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara psychological well-being dengan komitmen organisasi. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan nilai koefisien korelasi yang diperoleh adalah sebesar 0,827 (r=0,827), hal tersebut menunjukkan bahwa korelasi antara psychological well-being dengan komitmen organisasi tergolong dalam hubungan yang sangat kuat. Hasil nilai koefisien korelasi juga menunjukkan nilai positif, artinya hubungan kedua variabel searah sehingga jika variabel psychological well-being mendapatkan nilai yang tinggi maka variabel komitmen organisasi juga akan memiliki nilai yang tinggi. Berlaku sebaliknya, jika variabel psychological well-being memiliki nilai yang rendah, maka variabel komitmen organisasi juga akan memiliki nilai yang rendah pula. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara psychological well-being dengan komitmen organisasi pada guru. Kata Kunci: Komitmen Organisasi, Psychological Well-Being, Guru. Abstract This study aims to determine the relationship between psychological well-being and organizational commitment on teacher. This study uses quantitative research methods. Total population is 65 teachers using saturated sampling technique then total sample is 65 teachers. Data collection techniques in this studi uses organizational commitment scale and psychological well being scale. Analysis of the data in this study uses pearson product moment correlation, and calcullation carried out using SPSS version 24.0 software for windows. The significance level value was 0,000 (p<0,05), meaning there was a significant relationship between psyhchological well-being and organizational commitment. The result of data analysis showed the correlation coefficient value obtained was 0,827 (r=0,827), these result showing the correlation between psychological well-being and organizational commitment is classified as vary strong relationship. The result of correlation coefficient also show a positive value, which means that the relationship between the two variables is unidirectional so that if psychological well-being variable has a high value, the organizational commiment variable will also has a high value. Conversely, if the psychological well-being variable has a low value, the organizaional commitment variable also has a low value. Based on result that indicates there is relationship between psychological well-being and organizational commitment on teachers. Keywords: Organizational Commitment, Psychological Well-Being, Teacher.
HUBUNGAN MEDIA SOSIAL DENGAN BODY DISSATISFACTION PADA MAHASISWA PEREMPUAN DI KOTA SURABAYA Maimunah, Salma; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i2.41197

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara media sosial dengan body dissatisfaction pada mahasiswa perempuan di Kota Surabaya. Body dissatisfaction merupakan perilaku tidak puas atas bentuk tubuh yang dimiliki baik ukuran, berat badan, warna kulit, bentuk satu anggota tubuh, dsb. Media sosial menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi adanya perilaku body dissatisfaction. Media sosial ialah suatu tempat untuk membagikan ataupun menyebarkan suatu konten baik foto, video, ataupun pesan untuk dilihat ataupun di diskusikan dengan orang banyak. Media sosial memiliki hubungan positif yang signifikan atas munculnya perilaku ini. Perempuan merupakan salah satu penyumbang terbesar pengguna media sosial. Perempuan usia dewasa awal secara umum berada pada usia 18-25 tahun, mereka rata-rata merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jumlah subjek sebanyak 228 mahasiswi yang tersebar dari seluruh kampus di Kota Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala media sosial yang dimodifikasi dari Kus dan Griffths dan skala body dissatisfaction yang dimodifikasi dari Cash yaitu Multiple Body-self Related Questionnare Appearance Scales (MBSRQ-AS). Penelitian ini menghasilkan adanya hubungan positif antara terjadinya ketidakpuasan bentuk tubuh dengan intensitas penggunaan media sosial. Kata Kunci: body dissatisfaction, media sosial, perempuan dewasa awal, mahasiswi, kecanduan Abstract This study aims to determine the relationship between social media and body dissatisfaction among female students in the city of Surabaya. Body dissatisfaction is behavior that is dissatisfied with the shape of one's body, is it size, weight, skin color, shape of one limb, etc. Social media is one of the factors that influence the behavior of body dissatisfaction. Social media is a place to share or share content, whether photos, videos, or messages to be seen or discussed with many people. Social media has a significant positive relationship with the emergence of this behavior. Women are one of the biggest contributors to social media users. Women in early adulthood are generally aged 18-25 years on average, they are students who are currently studying. The method used in this research is quantitative with the number of subjects, as many as 228 female students spread from all campuses in the city of Surabaya. The instrument used in this research is a social media scale modified from Kus and Griffths and a modified body dissatisfaction scale from Cash, namely Multiple Body-self Related Questionnare Appearance Scales (MBSRQ-AS). This study resulted in a positive relationship between the occurrence of body shape dissatisfaction with the intensity of social media use. Keywords: body dissatisfaction, social media, female early adulthood, female students, addiction
FAMILY QUALITY OF LIFE REMAJA SEBAGAI KORBAN KEKERASAN ORANG TUA Ananda, Alaya Putri; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8n2.p234-250

Abstract

Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana family quality of life (FQoL) remaja yang pernah mendapatkan kekerasan dari orangtuanya dapat pulih kembali. Tindak kekerasan yang dilakukan orang tua secara otomatis akan menurunkan kualitas hidup anak. Metode penelitian menggunakan kualitatif fenomenologis dengan wawancara semi-terstruktur sebagai teknik pengambilan data. Teknik analisis interpretative phenomenological analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis data yang telah diperoleh. Empat tema utama berhasil diidentifikasi, yaitu pengalaman remaja sebagai korban kekerasan orang tua; strategi pemulihan dari pengalaman kekerasan; cara memaknai dan menginterprestasi pengalaman secara positif; kondisi saat ini kualitas hidup keluarga dari remaja korban kekerasan orang tua. Pengalaman tersebut tidak mempengaruhi kondisi FQoL para partisipan karena orang tua menyadari kesalahan dan perlakuannya dengan meminta maaf; melakukan musyawarah; serta menunjukkan usaha untuk memperbaiki interaksi keluarga. Partisipan juga melakukan koping yang berpusat pada emosi; koping berpusat pada masalah; dan positive reappraisal untuk dapat memaknai pengalaman traumatis secara positif. Kata Kunci: family quality of life, kekerasan Abstract The purpose of this study was to find out how the family quality of life (FQoL) of adolescents who had experienced violence from their parents was not disturbed and recovered. Acts of violence by parents will automatically reduce the quality of life of children. The research method uses phenomenological qualitative with semi-structured interviews as a data collection technique. The technique of interpretive phenomenological analysis (IPA) was used to analyze the data that had been obtained. Four main themes were identified, namely the experience of adolescents as victims of parental violence; recovery strategies from violent experiences; how to interpret and interpret experiences positively; the current condition of the quality of life of the families of adolescent victims of parental violence. The experience did not affect the participants' FQoL condition because parents realized their mistakes and treatment by apologizing; conduct deliberation; and demonstrate efforts to improve family interactions. Participants also do emotion-focused coping; problem-focused coping; and positive reappraisal to be able to interpret the traumatic experience positively. Keywords: family quality of life, violence
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN AUTONOMY SUPPORT DENGAN JOB CRAFTING PADA GURU SMAN 2 BLITAR Erlina Yupra Handayani; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41204

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia pada lembaga pendidikan di Indonesia masih dibutuhkan perhatian khususnya dalam meningkatkan rasa inisiatif pada para guru dalam melakukan pekerjaanya yang dalam hal ini dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan pemberian sistem autonomy support dari kepala sekolah yang memberikan kebebasan bagi para guru dalam mengerjakan tugas-tugasnya secara kreatif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan autonomy support terhadap job crafting pada guru di SMAN 2 Blitar, Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala likert. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dimana peneliti mengambil partisipan sebanyak 75 guru di SMAN 2 Blitar dengan rincian 30 guru sebagai sebagai pengambilan data tryout dan 45 guru yang terpilih akan dilakukan sebagai pengambilan data. Skala yang dibuat disusun berdasarkan teori masing-masing variabel yang menggunakan uji analisis regresi berganda dengan bantuan IBM SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dan autonomy support dengan job crafting pada guru di SMAN 2 Blitar. Hubungan kedua variabel dapat diartikan searah dikarenakan semakin tinggi kepemimpinan transformasional dan autonomy support maka semakin tinggi pula hasil yang didapatkan pada job crafting. Kata Kunci: job crafting, kepemimpinan transformasional, autonomy support Abstract Human resources in educational institutions in Indonesia still need attention, especially in increasing the sense of initiative for teacher in doing their work, which in this case influenced by the transformational leadership style of the principal and the provision of an autonomy support system from the principal which provides freedom for teachers to carry out their duties. This study aims to determine the relationship between the principal's transformational leadership and autonomy support on job crafting for teachers at SMAN 2 Blitar. This research method uses quantitative methods with research instruments using a questionnaire with a Likert scale. The sampling technique in this study used a multiple regression analysis technique where the researcher took 75 employees at SMAN 2 Blitar with the details of 30 employees being used as tryouts and 45 employees being used as data retrieval. The scale made is compiled based on the theory of each variable using the multiple regression analysis test with the help of IBM SPSS 25.0 for windows. The results showed that there was a positive and significant relationship between transformational leadership and autonomy support with job crafting for teachers at SMAN 2 Blitar. Relationship between the two variables can be interpretation as unidirectional because the higher transformational leadership and autonomy support, the higher the results obtained on job crafting. Keywords: job crafting, transformational leadership, autonomy support
HUBUNGAN ANTARA KEJENUHAN DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA ATLET SEPAK BOLA Karisma Ambar Wati; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41205

Abstract

Abstrak Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga prestasi, motivasi pada atlet dibutuhkan sebagai landasan bagi atlet yang ingin berprestasi. Latihan yang repetitif diperlukan agar atlet dapat bertanding secara maksimal, tanpa disadari hal itu justru berdampak pada kejenuhan pada atlet. Kejenuhan pada atlet berpotensi memberi dampak pada motivasi atlet. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejenuhan dengan motivasi berprestasi pada atlet sepak bola. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sehingga dihasilkan sampel sejumlah 35 orang atlet Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) sepak bola dengan rentang usia 19-24 tahun yang berjenis kelamin laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah adaptasi skala kejenuhan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,847 dan adaptasi skala motivasi berprestasi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,921. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,440 dengan taraf signifikan sebesar 0,008 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa ada hubungan negatif antara kejenuhan dengan motivasi berprestasi pada atlet sepak bola. Semakin tinggi kejenuhan maka semakin rendah motivasi berprestasi pada atlet sepak bola, begitupun sebaliknya. Atlet yang memiliki kejenuhan menyebabkan ia menjadi malas berlatih dan kehilangan tujuannya untuk berprestasi. Akibatnya, motivasi atlet untuk berprestasipun berpotensi rendah. Kata kunci: Kejenuhan, Motivasi Berprestasi, Sepak Bola. Abstract Football is a sport of achievement, motivation for athletes is needed as a foundation for athletes who want to excel. Repetitive exercise is needed so that athletes can compete optimally, without realizing it, it actually has an impact on saturation of athletes. Saturation in athletes has the potential to have an impact on athlete motivation. Therefore, this study aims to determine the relationship between boredom and achievement motivation in soccer athletes. This research was conducted with quantitative methods. The sampling technique used was accidental sampling, resulting in a sample of 35 athletes from the Football Student Activity Unit (UKM) with an age range of 19-24 years who were male. The instrument used in this study is the adaptation of the saturation scale with a reliability coefficient of 0.847 and the adaptation of the achievement motivation scale with a reliability coefficient of 0.921. The data analysis technique used the product moment correlation test. The results of data analysis showed the correlation coefficient value of -0.440 with a significant level of 0.008 <0.05. Based on these results, it can be concluded that there is a negative relationship between saturation and achievement motivation in soccer athletes. The higher the saturation, the lower the achievement motivation in soccer athletes, and vice versa. Athletes who have saturation cause them to be lazy to train and lose their goal to excel. As a result, the athlete's motivation for achievement has the potential to be low. Keywords: Boredom, Achievement Motivation, Football.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KEPEMIMPINAN OTOKRATIS DENGAN WORKPLACE WELL-BEING PADA KARYAWAN PT X DI KABUPATEN PONOROGO Dinda Ayu Damayanti; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41208

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi kepemimpinan otokratis dengan workplace well-being pada karyawan di PT X. Penelitian ini menggunakan teknik sampling total. Teknik analisa data yang digunakan ialah korelasi product moment dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisa korelasi product moment yang menunjukkan koefisien korelasi antara persepsi kepemimpinan otokratis dengan workplace well-being sebesar r= -0,377 dengan nilai signifikansi sebesar 0,040 (p<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi kepemimpinan otokratis dengan workplace well-being dengan bentuk hubungan negatif dan tingkat korelasi yang rendah artinya semakin tinggi persepsi kepemimpinan otokratis maka semakin rendah workplace well-being yang dirasakan karyawan. Kata Kunci: Workplace well-being, Persepsi Kepemimpinan Otokratis, Karyawan. Abstract This study aims to determine the relationship between perceptions of authoritative leadership and workplace well-being of employees at PT X. This study uses a total sampling technique. The data analysis technique used is product moment correlation with a significance level of 5%. Based on the results of the product moment correlation analysis which shows the correlation coefficient between the perception of autocratic leadership and workplace well-being of r= -0.377 with a significance value of 0.040 (p<0.05) which indicates a significant relationship between perceptions of autocratic leadership and workplace well-being with a negative relationship and a low level of correlation means that the higher the perception of autocratic leadership, the lower the employee's perceived workplace well-being. Keywords: Workplace well-being, Perception of Autocratic Leadership, Employee.

Page 38 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue